Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts with label CGP. Show all posts
Showing posts with label CGP. Show all posts

Prinsip-Prinsip Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa


Pembelajaran berpusat pada siswa erat kaitannya dengan prinsip konstruktivisme dalam pembelajaran. Pendekatan yang berpusat kepada siswa adalah suatu pendekatan pembelajaran di mana pusat perhatian ada pada siswa. 

Ada beberapa prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa, yaitu: 

Proses pembelajaran 
Proses pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan berpusat pada siswa adalah harus terjadi secara alamiah, di mana siswa membangun pengetahuannya sendiri melalui informasi yang diperolehnya atau melalui pengalaman nyata yang kemudian disaring secara mental melalui persepsi, pemikiran, dan perasaan. Siswa dalam hal ini harus terlibat secara aktif belajar baik secara fisik maupun secara mental (pikirannya). 

Tujuan pembelajaran proses itu penting 
Pembelajaran yang berpusat pada siswa tidak hanya melulu ingin mencapai tujuan dalam bentuk hasil belajar (produk) saja, akan tetapi proses pembelajaran (tujuan proses) sangatlah penting. 
Melalui proses pembelajaran di mana terjadi pada saat pembelajaran, siswa harus diajak berkomunikasi, berdiskusi dan melakukan berbagai kegiatan. Kurangnya penekanan pada tujuan proses dan terlalu mementingkan tujuan produk akan membuat siswa kurang memahami apa yang sedang mereka pelajari. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya miskonsepsi atau siswa hanya sekedar menghafal informasi saja tanpa menguasainya secara bermakna. 

Siswa membangun pengetahuannya 
Melalui berbagai kegiatan, siswa terlibat aktif baik secara fisik maupun mental untuk membangun pengetahuan barunya, mengaitkan dan mengorganisasikannya dengan informasi (pengetahuan) yang telah mereka miliki sebelumnya untuk membangun “tubuh pengetahuan” yang lebih besar dan lengkap. 

Motivasi belajar 
Motivasi dalam mengikuti pembelajaran sangat penting. Karena itu guru harus berupaya dan berusaha untuk tetap menjaga bagaimanapun caranya agar siswa termotivasi dengan kegiatan belajar yang difasilitasi oleh guru. Motivasi belajar intrinsik sangat penting dalam hal ini. Guru dapat menyuburkannya melalui motivasi ekstrinsik yang diberikan oleh guru. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk ini, misalnya seperti telah disebutkan di atas yaitu dengan menggunakan berbagai aktivitas fisik atau mental yang tentunya menarik dan bervariasi. 

Berpikir tingkat tinggi 
Siswa yang berada dalam pembelajaran yang menerapkan pendekatan berpusat pada siswa harus diajak untuk menggunakan pemikiran-pemikirannya pada tataran yang lebih tinggi daripada sekedar menghafal (retensi). Siswa dapat diajak untuk memprediksi, menemukan pola atau hubungan, mencipta atau berkreasi, mengkritisi, dan sebagainya. Perbedaan gaya belajar Pendekatan yang berpusat pada siswa selalu menggunakan beragam model/strategi/metode pembelajaran yang beragam dan bervariasi dari waktu ke waktu. 

Tidak monoton. 
Hal ini penting karena pada dasarnya setiap siswa itu berbeda. Mereka adalah pribadi yang unik yang memiliki perbedaan-perbedaan dalam gaya belajar. Guru harus mengakomodasi semua gaya belajar siswa di kelasnya sehingga semua siswa dapat aktif belajar dan tidak menjadi terabaikan. 

Kultur sosial di dalam kelas 
Budaya kelas yang selalu menerima perbedaan gaya belajar, suku, agama, jenis kelamin, status sosial, kecepatan belajar, kemampuan berkomunikasi, dan sebagainya harus diutamakan karena hanya kultur sosial yang demikianlah yang dapat mendukung berlangsung proses pembelajaran dengan pendekatan berpusat kepada siswa. Budaya kelas yang suka mencemooh apabila siswa menjawab kurang tepat misalnya, adalah contoh kultur sosial di dalam kelas yang kontraproduktif. Siswa akhirnya tidak akan memiliki rasa aman dan nyaman di dalam kelas tersebut karen takut melakukan kesalahan dan kemudian dicemooh oleh siswa lainnya. Itu adalah beberapa prinsip pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Bagaimana kelas anda, Bapak/Ibu Guru? Bila anda menggunakan pendekatan ini, sudahkah kelas Bapak/Ibu Guru memenuhi prinsip-prinsip di atas? Adakah menurut anda prinsip-prinsip lain yang juga harus dipenuhi? 

Read More »
25 September | 0komentar

Kumpulan Tugas Aksi Nyata CGP

Pada Akhir kegiatan modul CGP melakukan kegiatan berupa Aksi Nyata. Aksi nyata memberikan ruang pada CGP menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam satu rangkaian modul. Aksi nyata dimaksudkan sebagai proses pengembangan profesionalisme berkelanjutan karena dapat mengambarkan sebuah kesatuan antara proses pembelajaran dan implementasinya. Dalam harapannya, aksi nyata perlu dijalankan secara terus menerus bahkan hingga Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) telah diselesaikan. Tugas Aksi Nyata CGP

Tabel Kumpulan Tugas Elaborasi Pemahaman CGP

No
Aksi Nyata Modul
Link
1 Paradigma dan Visi Guru Penggerak
a. Modul 1.1 : Filosofi Ki Hajar Dewantara Link
b. Modul 1.2 : Nilai dan Peran Guru Penggerak Link
c. Modul 1.3. Visi-Misi CGP Link
d. Modul 1.4. Budaya Positif,Keyakinan Kelas dsb Link
2 Praktik Pembelajaran Yang Berpihak Pada Murid
a. Modul 2.1 : Filosofi Ki Hajar Dewantara Link
b. Modul 2.2 : Pembelajaran Berdiferensiasi yang Berpihak pada Murid Link
c. Modul 2.3. Coaching untuk Supervisi Akademik Link
3 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah
a. Modul 3.1. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Link
b. Modul 3.2.Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Link
c. Modul 3.3.Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid, student Agency Link

Read More »
17 September | 0komentar

Kumpulan Tugas Koneksi Antar Materi CGP

Koneksi antar materi adalah penguasaan pemahaman calon guru penggerak (CGP) terhadap materi yang telah dipelajari dengan mengaitkan materi awal sampai dengan materi yang terakhir
Tugas Koneksi Antar Materi CGP

Tabel Kumpulan Tugas Koneksi Antar Materi CGP

No
Koneksi Antar Materi Modul
Link
1 Paradigma dan Visi Guru Penggerak
a. Modul 1.1 : Filosofi Ki Hajar Dewantara Link
b. Modul 1.2 : Nilai dan Peran Guru Penggerak Link
c. Modul 1.3. Visi-Misi CGP Link
d. Modul 1.4. Budaya Positif,Keyakinan Kelas dsb Link
2 Praktik Pembelajaran Yang Berpihak Pada Murid
a. Modul 2.1 : Filosofi Ki Hajar Dewantara Link
b. Modul 2.2 : Pembelajaran Berdiferensiasi yang Berpihak pada Murid Link
c. Modul 2.3. Coaching untuk Supervisi Akademik Link
3 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah
a. Modul 3.1. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Link
b. Modul 3.2.Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Link
c. Modul 3.3.Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid, student Agency Link

Read More »
16 September | 0komentar

Kumpulan Tugas Elaborasi Pemahaman CGP

Tahapan elaborasi pada Pendidikan guru penggerak Pada tahapan ini kemampuan CGP semakin diperkuat dengan kehadiran Instruktur secara tatap maya. Instruktur memberikan penguatan pemahaman peserta terkait materi yang sedang dibahas. Kegiatan elaborasi biasanya diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Instruktur dalam forum diskusi. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta tentang materi yang dipelajari. Pembelajaran interaktif terjadi saat diskusi ini, pada umumnya CGP sangat antusias memberikan pendapatnya. Saling menghargai pendapat antara peserta membuat kegiatan elaborasi sangat menyenangkan. Secara pribadi saya sangat merasakan manfaat kegiatan elaborasi ini.
Tugas Elaborasi Pemahaman CGP

Tabel Kumpulan Tugas Elaborasi Pemahaman CGP

No
Elaborasi Pemahaman Modul
Link
1 Paradigma dan Visi Guru Penggerak
a. Modul 1.1 : Filosofi Ki Hajar Dewantara Link
b. Modul 1.2 : Nilai dan Peran Guru Penggerak Link
c. Modul 1.3. Visi-Misi CGP Link
d. Modul 1.4. Budaya Positif,Keyakinan Kelas dsb Link
2 Praktik Pembelajaran Yang Berpihak Pada Murid
a. Modul 2.1 : Filosofi Ki Hajar Dewantara Link
b. Modul 2.2 : Pembelajaran Berdiferensiasi yang Berpihak pada Murid Link
c. Modul 2.3. Coaching untuk Supervisi Akademik Link
3 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah
a. Modul 3.1. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Link
b. Modul 3.2.Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Link
c. Modul 3.3.Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid, student Agency Link

Read More »
15 September | 0komentar

Tugas Elaborasi Pemahaman Modul 2.1 CGP

Sebelum sesi berdiskusi dengan Instruktur, CGP diminta untuk membaca materi yang penting yang berhubungn dengan pembelahan difernsiasi yaitu :
1. 7 Alasan mengapa pembelajaran diferensiasi dapat berhasil (unduh disini) dari https://www.wetyyuningsih.com
2. Beberapa Contoh Skenario Pembelajaran Berdiferensiasi (unduh disini

Pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan memenuhi kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi :
1. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemetaan kebutuhan murid ? 
2. Pengelompokan murid dalam mengerjakan tugas sesuai dengan minat, tetapi pada kenyataannya murid lebih memilih kenyamanan daripada minat dan bakat yang di miliki, sehingga mereka lebih memilih satu kelompok dengan teman dekat walaupun minatnya berbeda. 
Bagaimana solusi terbaik untuk masalah ini? 
3. Apakah pembelajaran diferensiasi harus dilakukan pada setiap bab yang kita ajarkan ke murid? Demikian tadi pertanyaan untuk sesi diskusi dengan Instruktur. Mudah- mudahan bermanfaat..

Read More »
15 September | 0komentar

Tugas Elaborasi Pemahaman Modul 1.4 CGP

Membuat pertanyaan berkaitan dengan budaya posistif

1. Strategi baru apa saja yang dapat dilakukan untuk menerapkan budaya positif di sekolah Anda dengan memanfaatkan berbagai sumber yang dimiliki?
Strategi yang dapat dilakukan mengikuti alur BAGJA berdasarkan pendekatan inkuiri apresiatif. Mengumpulkan hal baik yang telah dimiliki di sekolah, mencatat peta kekuatan, kemudian mencari solusi terhadap kelemahan dengan melibatkan seluruh komponen sekolah secara kolaboratif.

2. Perubahan apa yang dirasakan Bapak/Ibu dan juga murid selama mempraktikkan budaya positif di sekolah Anda?
Perubahan yang saya rasakan adalah komitmen dari teman-teman guru untuk memberikan keteladanan sikap untuk dicontoh kepada anak didiknya. Selain itu adanya perubahan mind set pendidik, yaitu tidak menakut-nakuti murid dengan memberikan hukuman jika melakukan kesalahan.

5 Posisi Kontrol 
Kelima posisi kontrol tersebut adalah (1) Penghukum, (2) Pembuat Rasa Bersalah, (3) Teman, (4) Pemantau dan (5) Manajer. 

Bagaimana Membedakan antara hukuman dan konsekuensi?
Bagaimana membudayakan Budaya positif disekolah?


Read More »
15 September | 0komentar

Tugas Elaborasi Pemahaman Modul 1.3 CGP

Nilai-nilai yang menjadi pedoman berperilaku serta mendukung calon guru penggerak dalam mewujudkan merdeka belajar, meliputi nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif serta berpihak pada murid. Serta diharapkan mampu melaksanakan peran guru penggerak yang merupakan pedoman bertindak yang harus dikuasai oleh calon guru penggerak, meliputi : 
a. Menjadi Pemimpin Pembelajaran 
b. Menggerakkan komunitas Praktisi 
c. Menjadi coach bagi guru lain 
d. Mendorong kolaborasi antar guru 
e. Mewujudkan kepemipinan murid 

Tidak ada keabadian dalam kehidupan manusia dan lingkungannya. Pengaruh alam dan jaman adalah penguasa kodrat yang tidak bisa dihindari oleh manusia. Anak-anak adalah sebuah kehidupan yang akan tumbuh menurut kodratnya sendiri, yaitu kekuatan hidup lahir dan hidup bathin mereka (Dewantara I, 2004). Maka, Ki Hajar menekankan kodrat alam dalam diri anak semasa pendidikan. Menurut Ki Hajar, Pendidikan adalah pembudayaan buah budi manusia yang beradab dan buah perjuangan manusia terhadap dua kekuatan yang selalu mengelilingi manusia yaitu kodrat alam dan kodrat zaman (masyarakat) (Dewantara II, 2004). 
Inkuiri Apresiatif (IA) adalah sebuah pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis pada sisi positif (kekuatan) yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Sisi positif inilah yang akan menjadi modal atau kekuatan bagi sebuah organisasi didalam melakukan sebuah perubahan. Nah, di sekolah perubahan yang diharapkan yaitu perubahan menuju murid merdeka dan merdeka belajar. Untuk mewujudkan perubahan ke arah murid merdeka dan merdeka belajar tentunya sekolah harus selalu mengupayakan pelaksanaan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman (kodrat zaman) dan selalu mengupayakan menuntun siswa-siswinya sesuai dengan kodrat yang dimilikinya (kodrat alam). Di dalam melaksanakan suatu perubahan sekolah dapat menerapkan pendekatan Inkuiri Apresiatif dengan menggunakan alur BAGJA (Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, Atur eksekusi). 
Dalam penyusunan Bagja ini untuk pelaksanaan perubahan di sekolah menuju visi murid merdeka dan merdeka belajar, tentunya kita sebagai pendidik harus selalu memperhatikan sisi-sisi positif yang dimiliki oleh siswa. Tiap anak punya sisi positif, keunikan, dan potensinya masing-masing. Peran kita sebagai pendidik yaitu menuntun segala sisi positif, keunikan, dan potensi yang dimiliki siswa agar siswa dapat berkembang dengan baik sesuai dengan kodratnya masing-masing.


Saya memimpikan murid-murid yang yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang memiliki karakter Pancasila dan memiliki kompetensi yang unggul. 
Saya percaya bahwa murid adalah memiliki potensi yang ada potensi itu yang menjadi tugas guru untuk menuntunya dan mengarahkan kepada hal yang lebih baik atau berkembang. 
Di sekolah, saya mengutamakan perubahan-perubahan yang berpusat kepada peserta didik. 
Murid di sekolah saya sadar betul bahwa masa depan adalah perlu diusahakan sehingga dalam menyongsongnya diperlukan jembatan melalui Pendidikan yang berkarakter melalui nilai-nilai luhur Pancasila yang termotivasi,cerdas dan kreatif. 
Saya dan guru lain di sekolah saya yakin untuk bahwa perubahan yang lebih baik akan membawa dampak terhadap pengembangan peserta didik sehingga terwujud profil pelajar Pancasila dengan menuntun mengarahkan peserta didik sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewatara 
Saya dan guru lain di sekolah saya paham bahwa pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan metode dan model pembelajaran akan memotivasi keterlibatan peserta didik. Dari ini akan bermuara kepada pencapaian kompetensi siswa. 

Mewujudkan Peserta didik yang berkarakter Pancasila dan memiliki kompetensi yang unggul terbingkai dalam kebhinekaan

ATAP (Awal, Tantangan, Aksi, Pembelajaran)

AWAL

TANTANGAN

AKSI

PEMBELAJARAN

Siswa tidak termotivasi mengikuti pembelajaran

Masih banyak guru yang monoton dalam pembelajaran

Kolaborasi dengan kepala sekolah untuk mengadakan Workshop media pembelajaran

Pemanfaatan media pembelajaran diharapkan dapat memotivasi siswa mengikuti pembelajaran

 

Ada Guru yang gaptek

Mengusulkan penggunaan media digital disetiap kelas

 

 

Melakukan Penelitian Tindakan Kelas

 BAGJA

PRAKARSA PERUBAHAN

PEMBELAJARAN YANG MENARIK (MPI)

TAHAPAN

Pertanyaan

Daftar Tindakan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

B-uat pertanyaan (Define)

1. Bagaimana agar siswa tertarik untuk mempelajari kita ?

1. Melakukan pembelajaran bervariasi

2. Melakukan praktikum sederhana yang bisa dilakukan dirumah

3. Mengaitkan pelajaran dengan aktivitas sehari-hari

4. Mengapresiasi setiap perubahan / prestasi yang ditunjukkan siswa

A-mbil Pelajaran (Discover)

1. Kegiatan apa yang menarik bagi siswa selama pembelajaran?

2. Bagaimana memotivasi siswa agar tidak bosan selama pembelajaran?

3. Hal apa sajakah yang paling mudah diingat siswa selama pembelajaraan?

1. Meminta siswa untuk bermain peran sebagai peneliti di rumah.

2. Meminta siswa menyampaikan pendapat tentang hal apa yang mereka sukai selama penelitian atau praktikum dirumah.

3. Mendekatkan fenomena mapel dengan kehidupan sehari – hari

4. Mondorong siswa untuk mencoba beberapa praktikum sederhana yang bisa dilakukan di rumah

G-ali Mimpi

(Dream)

1. Siswa bersemangat dalam pembelajaran

2. Siswa yang memiliki pemahaman yang baik terhadap materi

3. Siswa dapat berprestasi di bidangnya

1. Berkolaborasi dengan wali murid dalam mendukung siswa selama pembelajaran.

2. Berkolaborasi dengan rekan guru dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi pembelajaran  yang menarik.

3. Berkolaborasi dengan kepala sekolah dalam penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran yang menarik

4. Memberikan semangat, motivasi kepada siswa dan memberikan hadiah sederhana kepada siswa yang berprestasi sehingga mendorong siswa lain untuk ikut berprestasi.

J-abarkan Rencana (Design)

1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang menarik selama PBM?

1. Membuat RPP yang berdiferensiasi dan perangkat lainnya yang didalamnya terencana pembelajaran yang menarik dan bervariasi.

2. Menggunakan media interaktif (MPI)

3. Mempersiapkan fasilitas pendukung (Laboratorium, LCD, bahan demonstrasi dll).

4. Berkolaborasi dengan pemangku kebijakan ( Kapsek, Guru, Wali murid, Staff TU, petugas Lab )

5. Mensosialisasikan kegiatan pembelajaran kepada wali murid

6. Pembelajaran Blended Learning berbasis blog

A-tur Eksekusi

Bagaimana dapat terlaksana pembelajaran yang menarik ?

1. Kapan pelaksanaannya

2. Siapa yang terlibat?

3. Siapa yang memonitor?

4. Apa saja indikator keberhasilannya?

5. Bagaimana evaluasinya?

1. Kegiatan daring dilakukan 2 kali seminggu

2.  Setiap pertemuan 2×30 menit

3. Setiap pertemuan menggunakan metode yang bervariasi

4. Guru, siswa, kepala sekolah, wali murid terlibat aktif dalam pembelajaran sesuai perannya.

5. Kepala sekolah memonitor dan mensupervisi kegiatan pembelajaran

6.  Guru serumpun memberikan masukan terkait pembelajaran sebagai bahan evaluasi pada kegiatan berikutnya

7. Penggunaan IT dimaksimalkan


Read More »
09 September | 0komentar

Tugas Elaborasi Pemahaman Modul 1.2 CGP


Pada Elaborasi Pemahaman Modul 1.2 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak ini. Melakukan elaborasi pemahaman berkaitan dengan Nilai dan Peran Guru Penggerak. Sebelum melakukan elaborasi pemahaman bersama instruktur, CGP diminta untuk menuangkan berbagai pertanyaan mengenai materi Nilai dan Peran Guru Penggerak yang masih ingin digali lebih lanjut pada aktivitas ini. 
Diharapkan Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak dapat mendorong rasa keingintahuannya dalam bentuk pertanyaan mendalam untuk dibahas bersama Instruktur. Jadi, bukan soal seberapa banyak pertanyaan yang disampaikan, namun seberapa pentingkah pertanyaan tersebut bagi Bapak/Ibu dalam menguatkan pemahaman pada Modul 1.2 ini.


Sebagai persiapan untuk berdiskusi bersama instruktur,ada beberapa hal yang perlu Anda laksanakan, yaitu menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan disampaikan kepada instruktur ketika pertemuan tatap maya dengan instruktur Setelah memaknai konsep dalam materi di modul 1.2 ini, berikut beberapa pertanyaan yang masih muncul : 
 1. Dari beberapa nilai guru penggerak, nilai apakah yang harus dikuatkan pertama kali agar bisa mendukung tumbuhnya nilai-nilai yang lainnya?
2. Bagaimana cara menyiasati jika seorang guru penggerak akan melakukan pembelajaran yang inovatif sesuai dengan zamannya, tetapi terkendala masalah sarana dan prasarana? 
 3. Bagaimana cara yang tepat untuk menggerakkan komunitas praktisi yang sudah ada, tetapi mereka kurang mendukung terhadap pemikiran Merdeka Mengajar/Merdeka Belajar?

Read More »
09 September | 0komentar

Tugas Elaborasi Pemahaman Modul 1.1 CGP

Pengalaman saya yang mencerminkan pemikiran KHD dalam proses pembelajaran yaitu:
Saya selalu memberikan sebuah kata-kata motivasi dan nasehat kepada peserta didik agar nanti setiap nasehat dan motivasi yang diberikan diharapkan bisa menuntun anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setringgi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masayarakat sesuai dengan kodratnya 

Perwujudan yang menuntun yang saya lihat dalam konteks sosbud didaerah saya yaitu berkaitan dengan budi pekerti yaitu:
Dalam konteks social budaya, “menuntun” berorientasi pada tiga semboyan KI Hadjar Dewantara. Yaitu dalam “Ing Ngarso Sung Tuladha” yang bermakna guru memberikan teladan yang baik kepada peserta didik. Sebagai pemberi teladan harus senantiasa sadar terhadap pikiran, perkataan, dan tindakannya. “Ing Madya Mangun Karso” yaitu guru berperan sebagai pelopor atau pemrakarsa. Artinya guru bertindak sebagi pelopor mencetuskan ide-ide kepada muridnya. Guru di tengah memberikan motivasi, menggugah semangat, kemauan dan niat. “Tut wuri Handayani”artinya guru berupaya penuh memberi dorongan dan arahan kepada peserta didik. Menuntundengan sabar agar peserta ddik bisa memahami dirinya dan berkembang sesuai kemampuan dan keunikan. Perubahan konkret yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya adalah melakukan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Saya sebagai guru hanya memfasilitasi dan menuntun mereka untuk mencapai tujuan. 
2. Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman? 
Jawab :Karena dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman.Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan dimana anak berada,sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama. Artinya bahwa setiap anak sudah membawa sifat atau karakternya masing-masing, jadi sebagai guru kita tidak bisa menghapus sifat dasar tadi, yang bisa kita lakukan adalah menunjukkan dan membimbing mereka agar menjadi seorang anak yang berakhlak baik. Kodrat zaman bisa diartikan bahwa kita sebagai guru harus membekali keterampilan kepada peserta didik sesuai zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya dan menyesuaikan diri. Dalam konteks pembelajaran sekarang, peserta didik harus dibekali   

Mengapa pendidikan di indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman:
karena, di indonesai memmiliki berbagai macam suku dan budaya yang berbeda-beda sehingga menimbulkan berbagai karakter dari anak sehingga pendidikan memperbaiki berbagai karakter yang berbeda mnjadi hal-hal yang positif demikian juga dengan kodrat zaman, karena setiap waktu perkembangan zaman terus berubah sehingga kita perlu mengupgrade keterampilan agar bisa mengimbangi zaman yang terus berubah dan berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya 

Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik adalah:
Saya sebagai guru dalam melaksanakan, proses pendidikan harus berpusat pada anak dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya dan selalu menuntun mereka agar tidak membahayakana dirinya dan selalu memberikan motivasi dan dukungan terhadap minat, bakat dan kemampuan dari masing-masing siswa.

Read More »
08 September | 0komentar

Tugas Demonstrasi kontekstual Modul 3.3


Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid 

Tujuan Pembelajaran Khusus: 
 CGP dapat mengembangkan ide dari ruang kolaborasi menjadi sebuah prakarsa perubahan dalam bentuk rencana program/kegiatan yang memanfaatkan model manajemen perubahan BAGJA. 
Dasar filosofi KHD Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat) Poin Komponen Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan 
• Bernalar kritis, mengembangkan pelajar yang mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya. 
• Kreatif mengembangkan pelajar menghasilkan gagasan yang orisinal dan menghasilkan karya serta tindakan yang orisinal. Karakteristik Lingkungan Pendukung Tumbuhnya Kepemimpinan Murid yang Akan Dikembangkan Lingkungan yang membuka wawasan murid agar dapat menentukan dan menindaklanjuti tujuan, harapan atau mimpi yang manfaat dan kebaikannya melampaui pemenuhan kepentingan individu, kelompok, maupun golongan. 

PRAKARSA PERUBAHAN 
Raih Mimpi melalui Literasi Digital 
 Peserta didik membiasakan diri dengan kegiatan literasi secara digital mengenai kompetensi keahliannya masing-masing, 
  Peserta didik membuat ringkasan yang telah dibaca pada kegiatan literasi digitalnya 
 Peserta didik dapat memanfaatkan kegiatan literasi digitalnya dengan membuat mind map tentang kompetensi keahliannya secara mendalam 

Literasi digital telah bergeser dari literasi baca tulis konvensional dengan menggunakan media cetak ke media elektronik yang lazim disebut literasi digital. Mengupayakan peserta didik mampu membangun kebiasaan baik yakni literasi digital. Kegiatan ini bertujuan memahami dan menerapkan Literasi digital dalam kehidupan sehari-harinya dikarenakan orientasi siswa lulus sekolah adalah bekerja dan telah memahami kompetensi keahliannya secara mendalam.



Read More »
08 September | 0komentar

Tugas Demontrasi Kontekstual Modul 2.2 CGP : RPP Berdiferensiasi


  1. Membuat RPP /encana pembelajaran untuk salah satu mata pelajaran, atau sesi pembelajaran dalam konteks pembelajaran daring (online learning) 
  2. Pastikan rencana pembelajaran tersebut: 
  • Dibuat dengan menganalisis kebutuhan belajar murid terlebih dahulu. 
  • Menggambarkan penerapan salah satu dari diferensiasi konten, proses atau produk sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan belajar murid.

Buka RPP Berdiferensiasi


Read More »
05 September | 0komentar

Tugas Demontrasi Kontekstual Modul 1.4 CGP

Tugas Demontrasi Kontekstual Modul 1.4 CGP membuat membuat contoh skenario praktik segitiga restitusi bagi calon guru penggerak. Demonstrasi kontekstual di modul 1.4 bertujuan agar calon guru penggerak dapat mempraktikkan pemahamannya tentang pelaksanaan segitiga restitusi dengan murid di sekolahnya. 
Setelah mempelajari konsep-konsep inti di modul 1.4, calon guru penggerak harus bisa mendemonstrasikan pemahamannya secara kontekstual di sekolah. Pada tahap demonstrasi kontekstual, calon guru penggerak diharapkan dapat melaksanakan praktik segitiga restitusi terhadap satu murid di sekolahnya dengan beberapa ketentuan berikut: 
  1. Membuat skenario lengkap untuk melaksanakan praktik segitiga restitusi terhadap dua (2) kasus mengenai murid yang melanggar peraturan di sekolah. 
  2. Mengajak satu murid Anda untuk melakukan praktik segitiga restitusi tersebut. 
  3. Melakukan praktik segitiga restitusi sesuai dengan skenario. Setelah itu, meminta tanggapan murid mengenai perasaan mereka ketika melakukan praktik segitiga restitusi. 
  4. Merekam praktik segitiga restitusi sesuai dengan skenario yang telah dibuat beserta tanggapan dari murid dalam bentuk video. 
  5. Mengunggah video praktik segitiga restitusi ke kanal YouTube/Google Drive dan menyematkan tautannya pada LMS. 
Memperhatikan rubrik penilaian untuk demonstrasi kontekstual yang telah disediakan di LMS. Calon guru penggerak harus membuat skenario yang memuat praktik segitiga restitusi. Adapun segitiga restitusi terdiri atas tiga bagian, yakni menstabilkan identitas, validasi tindakan, dan menanyakan keyakinan.



Read More »
05 September | 0komentar

Tugas Demontrasi Kontekstual Modul 1.1 CGP


Tujuan Pembelajaran Khusus: 
Peserta mendesain strategi dalam mewujudkan pemikiran KHD - 'Pendidikan yang Berpihak pada Murid' - sesuai dengan Konteks Diri Murid dan Sosial Budaya di daerah asal (karya demonstrasi kontekstual dalam video, atau infografis atau puisi atau lagu, dll). 
Pada kegiatan demontrasi Kontekstual ini kita mendesain sebuah strategi dalam mewujudkan pemikiran KHD - ‘Pendidikan yang Berpihak pada Murid’ - dalam bentuk video pendek dipublikasikan sebagai wujud pemahaman, pemaknaan dan penghayatan yang dipraktekkan dari pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara.
Video ini menjadi sebuah demonstrasi kontekstual bagaimana pemikiran Ki Hadjar Dewantara dikembangkan dan diterapkan di kelas dan sekolah Membuat video untuk mendemontrasikan Kontekstualisasi dari pemikiran Ki Hajar Dewantara. 

Link Youtube : https://youtu.be/cU8szG0R86o

Read More »
05 September | 0komentar

Tugas Ruang Kolaborasi Modul 2.3

Tabel 4 REFLEKSI DIRI LATIHAN COACHING
 

 Nama CGP: Sarastiana 

 Refleksi Diri 
● Apa yang sudah berjalan dengan baik selama percakapan? 
● Apa yang masih perlu diperbaiki/ditingkatkan? 
● Apa yang Bapak/Ibu lakukan untuk tetap dalam kondisi presence (kehadiran penuh) sebelum dan saat melakukan coaching? 
● Apa yang akan Bapak/Ibu lakukan untuk memperbaiki/meningkatkannya? 

Tuliskan Hasil Refleksi Anda: 
  1.  Yang sudah berjalan dengan baik adalah komunikasi antara cooching dengan coachee berjalan cukup lancar, kemudian suasana juga lebih cair dari pada pada saat sesi latihan. Kemudian pada sesi kedua ini wajah lebih murah senyum 
  2. Yang harus diperbaiki adalah intonasi, pemilihan kata yang tepat (diksi), pertanyan yang dapat menggali permasalahan lebih dalam. Wajah harus senyum kemudian perhatikan kamera laptop agar wajah tetap pada jarak yang full face. 
  3. Fokus, menghargai waktu yang sudah diluangkan untuk kita, berdoa sesuai keyakinan masing-masing 
  4. Untuk meingkatkannya saya harus belajar praktek lebih banyak lagi karena jam terbang sangat mempengaruhi hal ini, semakin sering kita praktek maka semakin mahir dalam melakukannya 

Tuliskan Umpan Balik dari Coachee Anda: 
Pertanyaan untuk coachee: Apa yang Anda rasakan pada saat dicoaching? 
  • Saya merasakan terfasilitasi untuk menentukan beberapa pandangan solusi 
  • Saya merasakan ada teman untuk segala sesuatu yang membuat saya bimbang dan akhirnya saya temukan beberepa support yang memperkuat solusi 
  • Hal yang baik dan positif dalam coaching ini adalah menemukan hal baru dari pertanyaan yang diberikan oleh coach. 
  • Saya rasa ini penting diterapkan dan dimaksimalkan sebagai guru dalam mengelola kelas / murid

Read More »
05 September | 0komentar

Tugas Ruang Kolaboratif Modul 2.2

Dalam sesi pembelajaran ini, Anda akan kembali mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi, namun kali ini bentuknya akan sedikit berbeda, karena Anda tidak hanya akan berdiskusi dengan fasilitator, melainkan dengan sesama CGP. Ya, sesi kali ini disebut dengan Ruang Kolaborasi. Kali ini, kita akan mencoba berkolaborasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang pembelajaran berdiferensiasi. Ruang diskusi Bersama antar CGP, berkolaborasi dengan rekan CGP untuk mendiskusikan ide-ide penerapan pembelajaran 5 KSE bagi murid dan rekan-rekan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di sekolah. Berdiskusi untuk mengimplementasikan 5KSE. Sesuai table. Berdiskusi dengan memapatkan PPT yang sudah dibuat dari hasil diskusi pada Eksplorasi Konsep. Mempresentasikan hasil diskusi pada hari sebelumnaya pada ruang kolaborasi, Agenda 1.Pembukaan 2. Presentasi 3. Penutupan
Ruang kolaborasi Modul 2.2 (1).pptx oleh Sarastiana Sarastiana

Read More »
04 September | 0komentar

Tugas Ruang Kolaborasi Modul 2.1

Dalam sesi pembelajaran ini, Anda akan kembali mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi, namun kali ini bentuknya akan sedikit berbeda, karena Anda tidak hanya akan berdiskusi dengan fasilitator, melainkan dengan sesama CGP. Ya, sesi kali ini disebut dengan Ruang Kolaborasi. Kali ini, kita akan mencoba berkolaborasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang pembelajaran berdiferensiasi
Presentasi Modul 2.1. Kasus 5_SMK.pptx oleh Sarastiana Sarastiana

Read More »
04 September | 0komentar

Tugas Ruang Kolaborasi Modul 1.4

  • CGP dalam kelompok membuat karya poster/peta pikiran/powerpoint/video tentang rancangan SATU kegiatan sebagai upaya mengkolaborasikan kekuatan nilai yang telah dimiliki tiap rekan dalam kelompok (3 JP). 
  • CGP dalam kelompok mempresentasikan karya poster/peta pikiran/powerpoint/video tentang rancangan SATU kegiatan sebagai upaya mengkolaborasikan kekuatan nilai yang telah dimiliki tiap rekan dalam kelompok (2 JP). 
  • CGP membuat refleksi mengapresiasi peran SATU rekan sekelompok (1 JP).

Read More »
04 September | 0komentar

Tugas Ruang Kolaborasi Modul 1.3

Saya memimpikan murid-murid yang yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang memiliki karakter Pancasila dan memiliki kompetensi yang unggul. 
Saya percaya bahwa murid adalah memiliki potensi yang ada potensi itu yang menjadi tugas guru untuk menuntunya dan mengarahkan kepada hal yang lebih baik atau berkembang. 
Di sekolah, saya mengutamakan perubahan-perubahan yang berpusat kepada peserta didik. 
Murid di sekolah saya sadar betul bahwa masa depan adalah perlu diusahakan sehingga dalam menyongsongnya diperlukan jembatan melalui Pendidikan yang berkarakter melalui nilai-nilai luhur Pancasila yang termotivasi,cerdas dan kreatif. 
Saya dan guru lain di sekolah saya yakin untuk bahwa perubahan yang lebih baik akan membawa dampak terhadap pengembangan peserta didik sehingga terwujud profil pelajar Pancasila dengan menuntun mengarahkan peserta didik sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewatara Saya dan guru lain di sekolah saya paham bahwa pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan metode dan model pembelajaran akan memotivasi keterlibatan peserta didik. Dari ini akan bermuara kepada pencapaian kompetensi siswa.
Visi : Mewujudkan Peserta didik yang berkarakter Pancasila dan memiliki kompetensi yang unggul dalam Bingkai Kebhinekaan
Kanvas BAGJA prakarsa perubahan _Sarastiana.pptx oleh Sarastiana Sarastiana

Read More »
04 September | 0komentar

Tugas Ruang Kolaborasi Modul 1.2 CGP

Pada Ruang kolaboratif Modul 1.2 ini CGP berkolaboratif melakukan ide-ide, gagasan yang sesuai dengan Nilai-nilai yang dimiliki oleh Guru Penggerak. 
INOVATIF: Guru Penggerak mampu senantiasa memunculkan gagasan segar dan tepat guna KOLABORATIF: Guru Penggerak mampu senantiasa membangun daya saing yang positif dan mampu mengomunikasikan kepada semua pihak mengenai pentingnya keberpihakan pada murid yang dikemas dalam perencanaan bersama media pembelajaran.
Tugas Kelompok Modul 1.2.ppt oleh Sarastiana Sarastiana

Read More »
03 September | 0komentar

Kumpulan Tugas Ruang Kolaborasi CGP

Ruang Kolaborasi memberikan ruang perjumpaan bagi CGP untuk berkolaborasi, berdiskusi sesama CGP dalam menemukenali terkait materi yang relevan menjadi penguatan. Hasil kolaborasi dalam menemukenali materi yang dibahas menjadi dasar pengetahuan dan pengalaman baru dalam merefleksikan tentang tema yang dibahas untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid
Anda bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 5 orang untuk mengeksplorasi nilai-nilai luhur sosial budaya di daerah asal Anda dalam upaya menebalkan konteks diri (kekuatan kodrat) murid sebagai manusia dan anggota masyarakat. Indonesia memiliki keberagaman sosial budaya yang dapat menjadi kekuatan dalam menuntun proses pendidikan anak. Tugas Ruang Kolaborasi CGP

Tabel Kumpulan Tugas Ruang Kolaborasi CGP

No
Ruang Kolaborasi Modul
Link
1 Paradigma dan Visi Guru Penggerak
a. Modul 1.1 : Filosofi Ki Hajar Dewantara Link
b. Modul 1.2 : Nilai dan Peran Guru Penggerak Link
c. Modul 1.3. Visi-Misi CGP Link
d. Modul 1.4. Budaya Positif,Keyakinan Kelas dsb Link
2 Praktik Pembelajaran Yang Berpihak Pada Murid
a. Modul 2.1 : Filosofi Ki Hajar Dewantara Link
b. Modul 2.2 : Pembelajaran Berdiferensiasi yang Berpihak pada Murid Link
c. Modul 2.3. Coaching untuk Supervisi Akademik Link
3 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah
a. Modul 3.1. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Link
b. Modul 3.2.Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Link
c. Modul 3.3.Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid, student Agency Link

Read More »
02 September | 0komentar