Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Discovery Learning dan Teaching Factory



Dalam penyusunan RPP guru dituntut mampu menyajikan pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun. Penyusunan model pembelajaran RPP harus memenuhi kaidah berpikir tingkat tinggi melalui praktik baik (best practise) dengan menggunakan model problem based learning project based learning, dan atau teaching factoryBerikut contoh sintak/runtutan pembelajaran problem based learning, project based learningdan atau teaching factory
Sintak Model Pembelajaran Materi Gaya

1.    Sintak Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
strategi pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.

Fase-Fase
Perilaku Guru
Fase 1
Orientasi peserta didik pada masalah
 Menjelaskan tujuan pembelajarn tentang materi Gaya yaitu menerapakan prinsip penjumlahan Gaya.
·         Memperlihatkan dan menampilkan video atau gambar tentang peristiwa atau hal-hal yang berkaitan dengan penerapan Gaya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya video atau gambar tentang penarikan kapal yang mengalami kecelakaan atau kerusakan di tengah lautan dan harus segera dibawa ke pelabuhan terdekat untuk diperbaiki. Untuk menarik kapal tersebut dibutuhkan dua kapal dengan dilengkapi kawat baja. Agar kapal dapat sampai ke pelabuhan yang dituju, posisi kapal selama perjalanan selama perjalanan tetap stabil besar gaya yang dibutuhkan oleh masing-masing kapal penarik dan sudut yang dibentuk oleh kawat baja harus diperhitungkan secara cermat.
·         Memotivasi peserta didik agar terlibat pada aktivitas pemecahan masalah.
·         Menjelaskan logistik yang dibutuhkan seperti pembentukan tugas kelompok, serta mengarahkan peserta untuk berkumpul dengan kelompoknya masing-masing.    
Fase 2
Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar




·         Membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut yaitu tentang menggambar Gaya, resultan Gaya, komponen Gaya serta mengitung besar arah resultan Gaya
·         Mengarahkan peserta didik untuk melakukan kajian teori yang relevan dengan masalah serta mencari narasumber lainnya
Fase 3
Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
Mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai yaitu bagaimana mencari resultan dua Gaya sebidang atau mencari resultan dua Gaya dengan menerapkan operasi Gaya.
Fase 4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Membantu peserta didik dalam memecahkan  masalah seperti merencanakan dan menyiapkan laporan serta membantu siswa dalam berbagi tugas dengan temannya.
Fase 5
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Membantu siswa melakukan refleksi serta evaluasi terhadap penyelidikan peserta didik dalam proses-proses yang dilakukan serta meminta kelompok untuk presentasi.

2.    Sintak Model Pembelajaran Discovery Learning
bahan  pelajaran atau materi yang hendak diberikan  tidak disampaikan seutuhnya, sebagai gantinya siswa akan didorong untuk menganalisis sendiri apa yang ingin dicari kemudian para siswa mengorgansasi  apa yang telah mereka pahami dalam suatu bentuk final. 

Fase-Fase
Perilaku Guru
Stimulation
(Pemberian Stimulus)
·         Memberikan stimulus kepada peserta didik berupa pertanyaan yang berkaitan dengan materi Gaya. Misalnya “bagaimana cara menguraikan Gaya menjadi dua buah Gaya yang sebidang?”.
·         Mengajak peserta didik berdiskusi untuk mencari penyebab dan menemukan pemecahan masalah
Problem Satatement
(Mengidentifikasi Masalah)
Membimbing siswa untuk membentuk kelompok yang dilanjutkan dengan disuksi rumusan maslah, tujuan, dan langkah kerja dengan alat dan bahan yang telah tersedia
Data Callecting
(Mengumpulkan Data)
Membimbing peserta didik dalam menyiapkan alat dan bahan berupa necara pegas, busur derajat, benang, paku payung, dan papan triplek yang dilengkapi kertas berpetak dengan tujuan untukmenguraikan Gaya menjadi dua buah Gaya yang sebidang.
Data Processing
(Mengolah Data)
Membimbing pesera didik dalam mengolah data eksperimen yaitu berupa vasiasi sudut a
Verification
(Menguji Hasil)
Membimbing siswa menguji hasil pengolahan data pengamatan yaitu bagaimana kecenderungan rata-rata hasil pengukuran apakah mempunyai nilai yang sama antar data dengan mengubah-ubah sudut a, serta kesalahan pengukuran dan presentase eror perhitungan pada tiap-tiap data pengukuran.
Generalization
(Menyimpulkan)
Mengarahkan peserta didik agarmenyusun kesimpulan dari eksperimen serta mengarahkan peserta didik agar membuat laporan.
Teaching Factory
Pembelajaran Teaching Factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Pelaksanaan Teaching Factory (TEFA) juga harus melibatkan pemerintah, pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya.Sintaksis Teaching FactoryMerancang produk Pada tahap ini peserta didik mengembangkan produk baru/ cipta resep atau produk kebutuhan sehari-hari consumer goods/merancang pertunjukan kontemporer dengan menggambar/membuat scrip/merancang pada komputer atau manual dengan data spesifikasinya.

b.   Membuat prototype

Membuat produk/ kreasi baru /tester sebagai proto type sesuai data spesifikasi.

c.    Memvalidasi dan memverifikasi prototype

Peserta didik melakukan validasi dan verifikasi terhadap dimensi data spesifikasi dari prototype/kreasi baru/tester yang dibuat untuk mendapatkan persetujuan layak diproduksi/dipentaskan.

d.   Membuat produk masal

Peserta didik mengembangkan jadwal dan jumlah produk/ pertunjukan sesuai dengan waktu yang ditetapkan.
Dadang Hidayat (2011) berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, mengembangkan langkah-langkah pembelajaran Teaching Factory sebagai berikut.

e.    Menerima order

Pada langkah belajar ini peserta didik berperan sebagai penerima order dan berkomunikasi dengan pemberi order berkaitan dengan pesanan/layanan jasa yang diinginkan. Terjadi komunikasi efektif dan santun serta mencatat keinginan/keluhan pemberi order seperti contoh: pada gerai perbaikan Smart Phone atau reservasi kamar hotel.

f.     Menganalisis order

Peserta didik berperan sebagai teknisi untuk melakukan analisis terhadap pesanan pemberi order baik berkaitan dengan benda produk/layanan jasa sehubungan dengan gambar detail, spesifikasi, bahan, waktu pengerjaan dan harga di bawah supervisi guru yang berperan sebagai supervisor.

g.    Menyatakan Kesiapan mengerjakan order

Peserta didik menyatakan kesiapan untuk melakukan pekerjaan berdasarkan hasil analisis dan kompetensi yang dimilikinya sehingga menumbuhkan motivasi dan tanggung jawab.

h.   Mengerjakan order

Melaksanakan pekerjaan sesuai tuntutan spesifikasi kerja yang sudah dihasilkan dari proses analisis order. Siswa sebagai pekerja harus menaati prosedur kerja yang sudah ditentukan. Dia harus menaati keselamatan kerja dan langkah kerja dengan sungguh-sunguh untuk menghasilkan benda kerja yang sesuai spesifikasi yang ditentukan pemesan

i.     Mengevaluasi produk

Melakukan penilaian terhadap benda kerja/layanan jasa dengan cara membandingkan parameter benda kerja/ layanan jasa yang dihasilkan dengan data parameter pada spesifikasi order pesanan atau spesifikasi pada service manual.

j.     Menyerahkan order

Peserta didik menyerahkan order baik benda kerja/layanan jasa setelah yakin semua persyratan spesifikasi order telah terpenuhi, sehingga terjadi komunikasi produktif dengan pelanggan. (disarikan dari Bahan Penyegaran Kurikulum 2013 SMK tahun 2017)


Read More »
17 June | 0komentar

Menyusun Tujuan Pembelajaran Audience, Behaviour, Condition, dan Degree 2017

Mager dalam Dick dan Carey (1990) mengemukakan bahwa dalam penyusunan Tujuan Pembelajaran harus mengandung tiga komponen, yaitu; (1) perilaku (behavior), (2) kondisi (condition), dan (3) derajat atau kriteria (degree). Instructional Development Institute (IDI) menambahkan satu komponen yang perlu juga dispesifikasikan dalam merumuskan tujuan pembelajaran, yaitu sasaran (audience), sehingga rumusan tujuan itu menjadi empat komponen, yaitu: 
a) Audience
b) Behavior,
c) Conditions,
d) Degree.
Komponen-komponen tersebut lebih mudah diingat dengan bantuan menemonik ABCD.
A = Audience yaitu siswa yang akan belajar.
B = Behavior yaitu perilaku spesifik yang akan dimunculkan oleh siswa setelah selesai proses belajarnya dalam pelajaran tersebut. Perilaku ini terdiri atas dua bagian penting, yaitu kata kerja dan objek. 
C= Condition yaitu keadaan atau dalam keadaan bagaimana siswa diharapkan mendemonstrasikan perilaku yang dikehendaki saat ia dites.
D = Degree yaitu tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai perilaku tersebut. Tingkat keberhasilan ditunjukkan dengan batas maksimal dari penampilan suatu perilaku yang dianggap dapat diterima. Di bawah batas itu berarti siswa belum mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.



Read More »
02 June | 1komentar

Mencoba Bersyukur Berada Diurutan Juru Kunci Tahun 2017



Pelaksanaan lomba tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Bagi yang menang tentu rasa bahagia dan gembira, merasa hebat dan terbaik. Bagi yang belum beruntung..apalagi berada diurutan terbawah (juru kunci)... berbagai perasaan. Malu, minder, merasa sedih dan sebagainya....apakah harus demikian?
Tentu tidak....ikut guru berprestasi tahun 2017 tingkat Propinsi Jawa Tengah, Alhamdulillah belum berhasil. Merasa sebagai bahan intropeksi diri..bahwa selama ini apa yang kita raih belum apa-apa. Belum memiliki kontribusi apa2.
Perlu peningkatan dan pacu diri. Dari 19 finalis guru semua memiliki kemampuan dan tentu prestasi yang sangat luar biasa. Berbagai kejuaraan propinsi bahkan Nasional telah mereka torehkan. Berbagai media ajar pun telah mereka hasilkan sebagai bentuk keprestasian mereka...luar biasa. Selamaa itulah kuncinya. Melihat pengalaman dari rekan-rekan yang berprestasi terus belajar dan tentu mengajar siswa dengan baik.
Hal-hal yang saya lakukan :
1. Besikap Sportif
2. Refleksi diri
3. Ikhlas
4. Belajar
5. Tidak berkecil hati
6. Ikut lomba lagi?

Lihat Portofolio saya di sini:




Read More »
27 May | 0komentar

Dinamika Kurikulum Nasional K13 2017

Kurikulum Nasional

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Pasal 18 ayat (3) menegaskan bahwa “Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA), madrasah aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat. Pada penjelasan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 15 dikemukakan bahwa “Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu”. 
Lebih lanjut, pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 26 ayat (3) dikemukakan bahwa “Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya”. Dalam rangka menyesuaikan kurikulum dengan karakteristik satuan pendidikan SMK, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) yang kemudian diubah menjadi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013SMK/MAK.
Pada lampiran 1a terkait dengan Struktur Kurikulum SMK/MAK antara lain ditegaskan bahwa dalam penetapan penjurusan sesuai dengan bidang/program/paket keahlian mempertimbangkan Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berdasarkan Permendikbud Nomor 70 Tahun 2013 tersebut, maka diterbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 7013/D/KP/2013 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan. Pada keputusan tersebut ditegaskan bahwa “Spektrum Keahlian sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam pembukaan dan penyelenggaraan bidang/program/paket keahlian pada SMK/MAK”. Spektrum tersebut yang menjadi satu-satunya acuan dalam pengembangan dan penyelenggaraan jenis-jenis program pendidikan pada satuan pendidikan menengah kejuruan (SMK/MAK), ternyata ada perubahan pengorganisasian program pendidikan pada SMK/MAK sebagaimana terkandung dalam Permendikbud Nomor 70 Tahun 2013, sehingga harus dikeluarkan Keputusan Dirjen Dikmen tentang Spektrum Keahlian PMK seiring dengan lahirnya Kurikulum 2013 SMK.

Read More »
09 May | 0komentar

Program Keahlian Ganda Kebijakan Ambigu 2017



Sebagaimana diketahui bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional sedang melaksanakan Program Keahlian Ganda Bagi guru-guru normatif dan adaptif yang akan dipersiapkan untuk mendukung program-program kejuruan seperti: Pariwisata,Perikanan,Pertanian dan Ekonomi Kreatif.
Program ini sangat bertolak belakang dengan program linieritas mata pelajaran. Banyak sekali teman-teman yang telah mengorbankan waktu, tenaga tentu biaya untuk dapat KULINER (Kuliah Linier). Karena memang tidak diselenggarakan oleh pemerintah. Hal ini bertentangan dengan Permendikbud No. 46 Tahun 2016 tentang Linieritas Guru Bersertifikasi Pendidik. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 46 Tahun 2016 tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikat Pendidik, pemerintah berharap ke depan kiprah guru dalam mengajar semakin profesional.

Program Keahlian Ganda, guru yang telah tersertifikasi sebagai guru normatif tidak akan kehilangan tunjangan profesinya. “Orang yang mengikuti Program Keahlian Ganda, tunjangannya tidak akan dicabut, tetap dapat. Banyak yang masih salah paham soal ini,” ujarnya. Selain itu, ia menambahkan, ada beberapa manfaat yang bisa diambil guru yang mengikuti Program Keahlian Ganda, antara lain bisa membantu guru tersebut memenuhi jam mengajar karena telah memiliki keahlian. Bagi guru sekolah swasta bahkan bisa menjadi peluang untuk membuka program keahlian baru di SMK tempat asalnya mengajar
Sesuai dengan Permendikbud No. 46 Tahun 2016 dikatakan bahwa linieritas adalah kesesuaian antara sertifikat pendidik dengan mapel.

Read More »
01 May | 0komentar

Pelaksanaan Bintek Takola Release Terbaru 2017

Takola sebuah aplikasi berbasis Android, melakukan pemantapan kembali dengan mengadakan Bintek. Bintek dilakukan karena dilapangan terdapat kendala dalam pelaksanaannya.
Bintek reles terbaru dari Takola ini yaitu Versi R.14. Dilaksanakan di Yogyakarta 10 - 12 April 2017. Bertempat di Hotel Canvinton. Dibuka oleh Bapak Wowon selaku Direktur Pendidikan Dasar.
Takola program berbasis Android untuk menghimpun data lapangan terkait dengan Survey Gedung. Data yang ada tersinkron dengan data dapodik. Data dari Takola ini sebagai verifikator data dapodik.
Pelaksana adalah SMK Bidang Keahlian Teknik Gambar Bangunan.
Hasil dari verifikasi data ini adalah menjadi dasar pemerintah (Direktorat Pendidikan SD) untuk menyalurkan Bantuan.



Read More »
11 April | 3komentar

Lomba Blog/Website 2017 Indonesia Guncang Dunia


Banyak cara dilakukan untuk menyebarkan semangat internet baik pada generasi muda. Untuk menimbulkan kesadaran menggunakan internet baik itu bukan cuma tugas pemerintah, tapi juga kerjasama semua pihak mulai komunitas teknologi, sekolah, siswa dan lain-lainnya. Salah satu pendekatan digagas oleh Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK) dan Cyberhome lewat program ‘Indonesia Guncang Dunia (IG) 2017’, misalnya. 
IGD merupakan kompetisi untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa SMK dan komunitas TIK dalam membuat materi sosialisasi, promosi, dan publikasi dalam bidang pemasaran digital. "Masalah SDM di sektor TIK di Indonesia masih lemah. Jangankan bicara programer, pengenalan soal IT saja masih jauh sekali. Sebagai SDM paling besar, kita perlu menyasar siswa SMK. Untuk itu, kita mulai coba membangkitkan kesadaran internet positif itu lewat mereka," ujar Ketua KPTIK, Ir Dedi Yudiant, ujar sosialisasi 'IGD 2017' di Jakarta, Jumat (17/2/2017). 
 IGD akan terdiri dari tiga kompetisi, yaitu kompetisi blog, promosi online dan vlog. Selain memperebutkan hadiah uang dengan total hadiah Rp350 juta, juara favorit kompetisi akan dikirim ke Silicon Valley, Amerika Serikat. "Temanya akan bicara soal tren cyber home yang berbeda dengan smart home. Cyber home itu untuk tinggal, bekerja, rekreasi dan lain-lainnya karena dilengkapi fasilitas internet mumpuni, sementara smart home hanya untuk tinggal. Jadi, kata kuncinya di kompetisi ini adalah belajar, bekerja, berbisnis, dan rekreasi itu sudah bisa dilakukan dari rumah," ujar Dedi. Salah satu dewan juri IGD 2017, Ilham Akbar Habibie, menyatakan sangat mendukung kegiatan tersebut. Sebagai Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional, Ilham menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan komunitas TIK yang tergabung dalam KPTIK untuk membuat pertemuan bulanan dan berdiskusi mengenai perkembangan TIK lewat Warkoptiknas atau Warung Kopi TIK Nasional.
DAFTAR KLIK DISINI

Sumber: PSMK

Read More »
27 February | 0komentar

Coating Pada Batu Alam




Batu alam biasanya memiliki karakteristik yang berpori yang memberikan potensi besar untuk tumbuh dan berkembangnya lumut dan lain sebagainya. Terlebih jika lingkungan rumah anda lembab dan sering terkena air. Untuk melindungi akan hal tersebut maka di perlukan cat khusus untuk batu alam. proses coating/pelapisan terhadap suatu material yang berfungsi untuk melindungi benda tersebut dari proses karat/lumut. 
Macam-macam Coating: 
1.NATURAL 
Coating natural dikhususkan untuk jenis batu berwarna putih, cream atau motif serat contoh batu paras jogja atau palimanan dikarenakan jenis coating tersebut berjenis natural maka tidak menimbulkan perubahan jenis warna pada warna batu tersebut tetapi dapat melapisi dari serangan lumut , debu, air dan kotoran jenis lain nya sehingga mudah dibersihkan, jadi hasilnya tetap natural seperti warna batu aslinya. 
2.CANDI (HITAM) 
Jenis coating ini tentu di khusus kan untuk jenis batu candi yang cenderung berwarna hitam dan berpori, kegunaanya adalah meningkatkan warna hitam pada batu candi tanpa mengurangi kesan alami dari batu tersebut. sangat cocok diaplikasikan pada batu candi, tapi saat ini coating batu candi dapat juga di aplikasikan untuk batu andesit agar supaya warna batu andesit jadi lebih hitam pekat, tapi kembali ke selera pemakai untuk kebutuhan warna yang diperlukan.
3.GLOSS
Coating jenis gloss adalah coating yang berjenis bening dan memberi kesan hasil kilap pada permukaan batu alam, coating jenis ini banyak dipergunakan untuk melapisi berbagai jenis batu alam seperti batu andesit, palimanan, fosil,sukabumi, templek dll. dan hampir semua jenis batu alam menggunakan jenis coating ini
4.COATING ANDESIT
Jenis coating ini biasanya di khususkan untuk batu jenis andesit , hasil finishing nya hampir sama dengan coating gloss cuman ada perbedaan dari warna nya yaitu agak gelap atau hitam jadi hasil finishingnya adalah basah mengkilap tapi agak gelap atau jenis warna batu jadi lebih tua dari warna batu aslinya. 
5.DOFF 
Jenis coating ini untuk jenis andesit, warna finishingya yaitu basah tapi tidak mengkilat ,warna yang dihasilkan seperti warna batu aslinya tidak ada perubahan warna yang signifikan memakai jenis coating ini. 

Pelatihan Coating Batu Alam

CARA PEMAKAIAN :
1.Bersihkan batu dari sisa semen, debu, minyak, cat atau kotoran lainya supaya coating dapat meresap dan menempel sempurna pada permukaan batu alam.
2.pastikan cuaca panas atau tidak hujan dan batu kering dari air sisa pembersihan tadi dan harus benar-benar kering.
3.lapiskan/cat kan coating batu alam pada batu memakai kuas atau bisa juga di semprot pakai kompresor untuk hasil yang lebih sempurna.
4.setelah pelapis pertama kering (15-20menit) dapat dilakukan pelapisan berikutnya bila di inginkan, tetapi satu lapis juga sudah bagus ,penggunaan lapisan ke 2 bila menginginkan hasil yang lebih maksimal. pastikan seluruh batu dilapisi dengan merata supaya tidak terlihat belang hasilnya.
5. daya sebar 1kaleng/1liter coting bisa melapisi 5-8 mtr2 tergantung jenis batu dan porositas batu, biasnya untuk batu candi penggunaan lebih boros karena jenis batu tersebut mempunyai pori-pori yang banyak dan lebar.


Read More »
31 January | 2komentar

Macam-Macam Tumpuan

Tumpuan adalah tempat bersandarnya suatu konstruksi & tempat bekerjanya reaksi. Masing-masing mempunyai karakteristik berbeda.
Macam-macam tumpuan:
1. Tumpuan bebas
Terjadi apabila kedua ujung balok dapat berputar secara bebas. 
Akibat pelenturan pada balok akan terjadi putaran sudut pada ujung balok dan apabila terjadi pelenturan maka panjang batang mendatar akan berkurang

2. Tumpuan sendi
yaitu tumpuan yang dapat menahan gaya yang searah dan gaya yang tegak lurus dengan bidang perletakan atau tumpuan, tetapi tidak dapat menahan momen.
Engsel merupakan tumpuan yang dapat menerima gaya reaksi vertikal dan gaya reaksi horisontal. Tumpuan yang berpasak mampu melawan gaya yang bekerja dalam setiap arah dari bidang. Jadi pada umumnya reaksi  pada  suattumpuan  seperti  ini  mempunyai  dua  komponen  yang  satu dalam arah horisontal dan yang lainnya dalam arah vertikal. Tidak seperti pada perbandingan tumpuan rol atau penghubung, maka perbandingan antara komponen-komponen reaksi pada tumpuan yang terpasak tidaklah tetap. Untuk menentukan kedua komponen ini, dua buah komponen statika harus digunakan.


3. Tumpuan rol
Tumpuan rol, tumpuan yang hanya bisa menahan gaya yang tegak lurus terhadap bidang tumpuannya, tidak bisa menahan gaya yang sejajar dan momen.
Rol merupakan tumpuan yang hanyadapat menerima gaya reaksi vertikal. Alat ini mampu melawan gaya-gaya dalam suatu garis aksi yang spesifik. Penghubung yang terlihat pada gambar dibawah ini dapat melawan gaya hanya dalam arah AB rol. Pada gambar dibawah hanya dapat melawan beban vertikal. Sedang rol-rol hanya dapat melawan suatu tegak lurus pada bidang

4. Tumpuan jepit
Tumpuan yang dapat menahan gaya yang tegak lurus dan searah bidang tumpuan, juga gaya momen.


5. Tumpuan gesek
6. Tumpuan bidang datar
7. Tumpuan tali
8. Pendel
9. Tumpu Titik



an titik


Read More »
26 January | 3komentar