Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts sorted by relevance for query revit. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query revit. Sort by date Show all posts

Belajar Revit Untuk dapat Mengerti BIM

Revit dan BIM apa hubungannya? Pertama Revit adalah sebuah software yang digunakan untuk penggambaran model 2D dan 3D dimana pada Revit ini terdapat beberapa informasi terkait elemen-elemen yang ada di Revit tersebut. Contoh  Pada dinding, pada dinding terdapat Properti : tebal, panjang, tinggi, luasnya volumenya, jenisnya/materialnya dan lain-lain.

Jadi informasi di Revit adalah tergantung apa yang kita inputkan. Dari ini maka baru kita bisa katakan bahwa Revit yang kita gunakan adalah Revit untuk BIM (Building Informasi Modeling).

Sudah pahamkah apa itu BIM? Atau malah semakin bingung? BIM itu merupakan suatu sistem integrasi antara beberapa disiplin ilmu, mulai dari struktur, arsitektur, mep, landscape, maupun bidang ilmu ketekniksipilan lainnya. Suatu sistem yang nantinya saling berhubungan satu sama lain, sehingga meminimalisir terjadinya ketidaksesuaian antara disiplin ilmu yang satu dengan yang lainnya atau Bahasa lainnya bisa mensinkronkan satu dengan yang lainnya. 

Untuk perencanaan Bangunan Gedung lebih dari 3 lantai atau luasan 2000 m2 mesti perlu analisis menggunakan BIM untuk memudahkan dalam analisis terhadap propertis (Spesifikasi bahan,ukuran dan kekuatan) yang digunakan. Dan ini akan bermanfaat bagi owner atau berbagai bagian untuk memahami tanpa harus dijelaskan lebih detail terkait spesifikasinya. 

Tools yang digunakan untuk mengetahui penggunaan BIM adalah Revit. Revit sebuah aplikasi produk dari  Autodesk. Pertama-pertama, sebelum kalian lanjut kepembahasan berikutnya, terlebih dahulu kalian instal aplikasi Revit.

Halaman pertama Autodesk Revit 2018

Pada tutorial Revit ini Referensi dari rowinsinaya.com

Untuk tahapan selanjutkan dalam menjalankan apilaksi Autodesk Revit 2018 ikuti langkah-langkah dibawah ini: 

  1. Membuka Halaman Template di Revit Setelah muncul halaman pertama Autodesk Revit 2018, pada pilihan Project yang berada sebelah kiri halaman ➔ klik New 
  2. Kemudian akan muncul kotak dialog New Project, kemudian pada template file pilih Construction Template 
  3. Lalu klik Browse, kemudian akan muncul kotak dialog Choose Template 
  4. Pilih RVT2018 Pilih Templates 
  5. Pilih ➔ US Metric ➔ Pilih Structural Analysis Default Metric.rte ➔ Klik Open, kemudian Klik OK. 
  6. Setelah klik OK, maka akan muncul halaman utama Project pada Revit.


Pilik Templates


Klik US Matric




Untuk tahapan berikutnya adalah inport gambar dari AutoCAD atau dapat juga langsung membuat obyek gambar di Revit. Klik berikut.

Read More »
14 December | 0komentar

Import File AutoCAD ke Revit

1001 Tentang BIM
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery|
http://www.sarastiana.com

1001 Tentang Desain Rumah
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery|
http://www.sarastiana.com

1001 Tentang AutoCAD
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery|
http://www.sarastiana.com

1001 Tentang Metode Pembelajaran
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery|
http://www.sarastiana.com

* **
Dekade sebelumnya bagi yang berkecimpung di dunia perencanaan gedung/rumah/struktur, aplikasi AutoCAD adalah aplikasi yang sangat membantu pada proses perencanaan. Pada AutoCAD hanya dapat menyajikan bentuk desain perencanaan atau dikatakan bahwa informasi yang disampaikan hanya berupa gambar. Seiring dengan kebutuhan dan tuntutan pada dunia perencanaan dan konstruksi untuk mendapatkan hasil yang cepat, tepat, detail dan teliti serta cermat telah hadir sebuah aplikasi yang dapat menyajikan bukan saja desain tetapi informasi-informasi (properties) yang berkaitan dengan desain/elemen struktur tersebut. Aplikasi tersebut adalah Revit, meskipun sudah hadir beberapa tahun terakhir akan tetapi baru berkembang/diaplikasikan tahun-tahun terakhir. Terbukti dibeberapa Pemda ada yang mensyaratkan menggunakan BIM sebagai dokumen mengajukan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan). Apa hubungannya BIM dengan Revit? Bahwa pada desain di Aplikasi Revit memuat properties yang berkaitan dengan informasi elemen/struktur yang ada contoh: Pada dinding dapat diketahui berkaitan dengan informasi: panjang,tinggi,keberadaanya,volumenya/luas dan lain-lainnya.

Pemanfaatan software revit pada dunia konstruksi sekarang sedang berkembang karena pada Gambar Revit ini memuat Propertis (spesifikasi) terhadap elemen-elemen struktur. Jadi Gambar 2D maupun 3D cukup menggunakan 1 unit gambar. demikian juga potongannya. Dari itu semua dapat diketahui spesifikasi bahan,ukuran, bahkan kekuatannya. Dari itu semua menjadi sebuah BIM (Building Information Model). 

Setelah membahas Import File AutoCAD ke Revit, akan dibahas editnya meliputi:
3. Membuat kolomnya
4. Membuat sloofnya
5. Membuat dindingnya
6. Atap

Jadi dari aplkasi Revit ini kita memasukan Properties (Spesifikasi bahan/material/struktur) secara detail sehingga menjadi sebuah informasi detail tentang gedung/bangunan yang direncanakan sebagai sebuah BIM. Baik langsung kita bahas bagaimana mengimport file AutoCAD ke Revit.

Berikut langkah-langkah mengimport file AutoCAD ke Revit:
a. Sebelumnya masuk ke Revit seperti Postingan terdahulu
b. Klik Menu Insert pada menu bar 
c. Klik Import Cad

Import CAD (Sumber Gambar :https://www.rowinsinaya.com/)

d. Setelah itu, akan muncul kotak dialog Import CAD formatseperti gambar dibawah ini, kemudian pilih file CAD yang ingin diimport.



Keterangan: 
➥ Kolom no.1, berikan tanda centang (√) pada current view only 
➥ Kolom no.2, pada pilihan import unit pilih satuan meter
➥ Kolom no.3, pada pilihan Positioning pilih Auto – Center to Center dan Place at ada di Level 2


e. Setelah semua terisi, lanjutkan dengan klik Open, dan gambar CAD sudah terimport ke Revit. (seperti gambar dibawah ini)

Read More »
15 December | 0komentar

Elemen-Elemen Bangunan Dalam Revit (Family)

Desain Gedung Pertemuan IBI Banjarnegara

Perkembangan industri memasuki tahapan pada revolusi industri 4.1. Teknologi makin berkembang. Demikian juga pada penerapan, teknlogi Komputer dalam bidang desain konstruksi/bangunan/desain. Aplikasi-aplikasi untuk merencana/mendesain gambar berkembang pesat mengikuti kebutuhan manusia yang memerlukan kecepatan dan akurasi. 
Konsep desain yang dirancang makin menuntuk keakuratan dan informasi yang detail. Tentunya dengan tahapan yang makin simple/singkat. Demikian yang ditawarkan oleh aplikasi perangkat lunak untuk mendesain yang makin berkembang yaitu Revit
Pada aplikasi revit ini disajikan semua Properties yang berkaitan dengan elemen-elemen bagian struktur. Baca lebih lanjut di sini. Sistem informasi yang mencakup semua terkait dengan elemen yang ada didesain tersebut dikenal dengan BIM (Building Information Modelling). Building Information Modeling, dengan cara ini kesalahan dalam mendisain bisa ditekan seminim mungkin,konsep Building Information Modeling ini telah digagas sejak tahun 1987 oleh Graphisoft yang mengeluarkan Versi Archicad 3.1.

Tahun 2002 aplikasi Revit telah diluncurkan oleh Autodesk dengan konsep BIM, yang telah menyatukan dalam satu kesatuan desain yang mencakup informasi secara terintegrasi dalam satu gambar desain perencanaan. Integrasi desain ini mencakup gambar perspektif, tampak, potongan, detail, Foto Rendering dan perhitungan BQ (Bill Of Quantity).
Penggunaan aplikasi Revit makin dilirik oleh para Arsitek, Drafter,Arsitek,Engineer untuk menyelesaikan perencanaan desainnya. Terdapat banyak perbedaan penggunaan Software Revit dengan software drafting yang sudah digunakan oleh dunia desain yaitu AutoCad. Diantaranya adalah dengan membuat garis model yang telah didefinisikan sebagai elemen bangunan seperti dinding,lantai, pintu dan lainya lengkap dengan informasi properties (selain jarak,tinggi,luas ini yang ada di AutoCAD) jika di Revit lengkap dengan materialnya, strukturnya, kekuatannya dan perhitungan Volumenya (BQ). 
Revit telah membagi kategori elemen-elemen utama bangunan yaitu: Dinding,lantai,atap,dan bukaan, sehingga kita tidak bisa membuat model elemen bangunan dengan “Sembarangan” seperti lantai dibuat dengan definisi sebagai atap ataupun dengan yang lainnya,artinya kita membuat design harus sesuai dengan kategorinya. 

Elemen-elemen bangunan dalam Revit disebut Family,dan kemudian dibagi 3 kategori diantaranya: 
  • View (Denah & Perspektif) 
  • Model (ditampilkan 2 dimensi & 3 dimensi) 
  • Notasi gambar (ditampilkan 2 dimensi & 3 dimensi)
Informasi dari elemen-elemen struktur digunakan sebagai patokan dalam perhitungan RAB.



Read More »
19 December | 0komentar

Membuat Grid dan Level di Revit

 Menyambung postingan sebelumnya tercait Import File AutoCAD ke Revit, berikut ini dibahas tentang langkah berikutnya. Langkah berikutnya setelah gambar CAD masuk di Revit yaitu adalah membuat Grid dan Levelling.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Pilih menu Architecture pada menu bar, kemudian klik ➔ Grid
b. Buatkan grid di Revit sesuai dengan grid pada Autocad sesuai pada gambar dibawah ini.




c. Setelah itu kita buat leveling untuk gambar bangunan tersebut. Pada kasus ini, kita akan membuat bangunan 2 lantai dengan tinggi 4 meter antar lantai dan kedalam pondasi 1.5 m. 
d. Untuk mengatur level di Revit, pada bagian kiri Project Browser pada pilihan Views ➔ pilih Elevation ➔ East/North/South/West (Sesuaikan keinginan untuk melihat dari sudut mana), pada kasus ini kita melihat dari sudut East. Dan tampilan akan seperti  gambar  dibawah ini.

Leveling Pada Revit

Berikutnya untuk setting adalah mensetting Pondasi, selengkapnya di Postingan berikutnya. Membuat Pondasi di Revit.

1001 Tentang Revit


Read More »
16 December | 0komentar

Step By Step Menggambar Dinding dengan Revit

 Pada postingan terdahulu telah dibahas tentang menggambar pondasi,sloof dan kolom menggunakan aplikasi Revit. Berikut ini akan dibahas step by step menggambar dinding.

Pada tulisan kali ini saya mengambil referensi dari tulisan Solusi & Trainer Revit yang membahas menggambar dinding dengan lengkap, terutama bagi kita yang masih pemula.

Langkah-langkah membuat Dinding dengan Revit:

1. Setelah masuk di Revit, pilih icon Wall



Beberapa keterangan terkait dengan gambar di atas :


a. Height : Tinggi dinding/batas atas dinding 
Disini kita bisa menentukan tinggi dinding. Jika pada menu pilihan kita memilih unconnected, maka tinggi dinding akan sesuai dengan nilai yang tertera disebelahnya. Nilai ini dapat diubah sesuai keinginan. Opsi lain adalah kita menentukan batas atas dinding pada level mana. Misal batas atas dinding adalah level 2, maka tinggi dinding akan dibatasi sampai pada level 2. 
b. Lantai Aktif 
Elemen yang berhuruf tebal dibagian view adalah lantai yang aktif, karena itu dinding yang dibuat akan berada pada lantai ini. 
c. Location Line : Posisi terhadap garis 
Menentukan berada dimana sumbu dinding pada saat menggambar. Umumnya "centerline" yaitu garis berada ditengah dinding. Namun kita dapat juga memilih bidang dalam atau bidang luar sebagai sumbu.
d. Draw : Metode 
Tool yang disediakan untuk memilih bagaimana kita membentuk dinding diarea kerja. Umumnya kita gunakan garis biasa / line, namun pilihan lain dapat dicoba seperti rectangle, poligon, lingkaran, garis lengkung, atau dengan "pick line" kita dapat menjiplak dari garis lain yang ada sebelumnya. Setelah memilih salah satu metodenya, kita bisa mengklik langsung diarea kerja dan dinding akan terbentuk sesuai setting yang kita terapkan.

Membentuk dinding di area kerja




e. Type : Pilih Tipe 
Disini terdapat tipe-tipe dinding yang disediakan. Terdapat tipe yang langsung dapat kita gunakan atau dapat kita modifikasi. Tipe lain yang kita buat sendiri juga akan muncul disini. 
f. Edit Type : Setting dinding. 
Disini kita dapat mengubah tipe yang ada ataupun membuat baru tipe sesuai kebutuhan. Didalamnya dapat ditentukan ketebalan dinding, material penyusunnya, hingga arsiran yang akan ditampilkan di gambar kerja. Edit type berlaku untuk hampir seluruh objek revit, dengan menu yang berbeda-beda pengguna dapat mengubah properties objek sesuai kebutuhan.

Jendela Setting Dinding (Edit Type)

Jendela Edit Struktur Dinding



Dapat menjadi tambahan acuan dan pengetahuan baru yang dibutuhkan oleh insinyur dan mahasiswa yang sudah ataupun akan menggunakan software ini dan penggunaanya pada saat proses perencanaan konstruksi lebih efektif dengan mempertimbang kan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

Read More »
20 December | 0komentar

Membuat Kolom di Revit

 Melengkapi postingan terdahulu tentang mengenal Revit, Import AutoCAD ke Revit dan membuat pondasi maka pada postingn kali ini akan dibahas tentang Menambah Kolom di Revit.

Langkah-langkahnya:

a. Pilih terlebih dahulu Views ➔ Structural Plans ➜ Level 2 Pada Project Browser yang ada paa sebelah kiri halaman kerja 

b. Untuk membuat kolom, pilih menu Structure ➔ Colomn 

Kemudian pada pilihan Properties sebelah kiri, pilih M_Concrete-Rectangular-Column


d. Pada kasus ini, kita memiliki dua jenis kolom yang akan dibuat, yaitu Kolom 25 x 25 cm, dan Kolom 20 x 20 cm. Untuk membuat dimensi kolom, hampir sama langkahnya dengan membuat pondasi footplate. Klik Edit Type Klik Duplicate ketik nama kolom yang ingin dibuat (Dalam contoh kita buat “Kolom 25 x 25 cm”) Pada bagian Dimensions ketik ukuran dimensi pada kolom yang dibuat kemudian Klik OK.

e. Lakukan langkah yang sama untuk membuat Kolom 20 x 20 cm 
f. Posisikan Kolom yang sudah dibuat sesuai dengan gambar denah


g. Untuk mengecek posisi kolom sudah sesuai atau belum, langkah yang dilakukan adalah mengatur tampilan halaman kerja dengan cara, Pada sisi kiri Project Browser ➔ Pilih ElevationsEast


h. Sehingga untuk mengatur tinggi kolom (yang berwarna biru pada gambar diatas) agar sesuai dengan ukurannya 1.05 m, maka pada pilihan Constrains sebelah kiri pada gambar dibawah, untuk kategori Base Offset ketik angka 450 (dalam satuan mm) untuk menyesuaikan tinggi kolom yang awalnya 1.5 m menjadi 1.05 m setelah dikurangi tebal footplat 0.45 m. Sehingga posisi kolom sudah sesuai dengan gambar dan dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini.




i. Copy pastekan kolom pedestal yang sudah dibuat dan disesuaikan ukurannya ke dalam denah. Perlakuan yang sama dilakukan kepada kolom 20 x 20 cm 

 j. Untuk melihat gambar hasil inputan ke visual 3D, klik logo (rumah tiga dimensi) yang ada pada bagian atas halaman kerja. Sehingga tampilan menjadi akan seperti gambar dibawah ini.


k. Kita lihat gambar Footplate dan kolom pedestal yang sudah dibuat sudah muncul di visual 3D

Demikian step by step pembuatan Kolom pada penggambaran menggunakan revit. Langkah berikutnya adalah membuat sloof. pada postingan berikut. 


Read More »
17 December | 0komentar

Membuat Sloof di Revit

Setelah Footplat dan Kolom Pedestal selesai dibuat, kemudian dilanjutkan untuk membuat Sloof. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 

 a. Pilih terlebih dahulu ViewsStructural Plans ➔ Level 2 Pada Project Browser yang ada pada sebelah kiri halaman kerja 
 b. Untuk membuat sloof, pilih menu Structure ➔ Beam



c. Kemudian pada pilihan Properties sebelah kiri, pilih M_Concrete-Rectangular-Beam


d. Pada kasus ini, kita memiliki dua jenis sloof yang akan dibuat, yaitu Sloof 35 x 20 cm, dan Sloof 25 x 15 cm. Untuk membuat dimensi sloof, hampir sama langkahnya dengan membuat kolom pedestal. Klik Edit Type ➔ Klik Duplicate ➔ ketik nama Sloof yang ingin dibuat (Dalam contoh kita buat “Sloof 35 x 20 cm”) ➔ Pada bagian Dimensions ketik ukuran dimensi pada sloof yang dibuat kemudian ➔ Klik OK

e. Lakukan langkah yang sama untuk membuat Sloof 25 x 15 cm 
f. Posisikan Sloof yang sudah dibuat sesuai dengan gambar denah.


g. Untuk mengecek posisi sloof sudah sesuai atau belum, langkah yang dilakukan adalah mengatur tampilan halaman kerja dengan cara, Pada sisi kiri Project Browser ➔ Pilih Elevations ➔ East



h. Jika posisi sloof sudah sesuai, lakukan Copy paste sloof yang sudah dibuat dan disesuaikan ukurannya ke dalam denah. Perlakuan yang sama dilakukan kepada sloof 25 x 15 cm. 
i. Untuk melihat gambar hasil inputan ke visual 3D, klik logo (rumah tiga dimensi) yang ada pada bagian atas halaman kerja. Sehingga tampilan menjadi akan seperti gambar dibawah ini.




Lakukan langkah yang sama untuk membuat Kolom, Balok maupun Ring Balok untuk pekerjaan struktur.

Read More »
18 December | 0komentar

Membuat Pondasi Pada Revit

Pada postingan sebelumnya yaitu leveling pada denah, berikutnya adalah membuat pondasinya. Setelah semua penyetingan yang dilakukan sudah selesai dan sesuai dengan kondisi gambar, mulai dari grid dan leveling langkah selanjutnya yaitu memodelkan gambar 2D tersebut ke gambar 3D mulai dari pemodelan pondasi sampai struktur atas. Adapun langkah-langkah dalam membuat pondasi di Revit adalah sebagai berikut :

a. Pilih terlebih dahulu Views ➔ Structural Plans ➔ Level 2 Pada Project Browser yang ada pada sebelah kiri halaman kerja.



b. Untuk membuat pondasi, pilih menu Structure ➔ Isolated



c. Pada Bagian Properties sebelah kiri ➔ klik Edit Type, maka akan muncul kotak dialog Type Properties



d. Kemudian klik Duplicate ➔ ketik nama properties yang ingin dibuat. Contoh pada kasus ini saya membuat propertis pondasi dengan nama “Footplate uk. 120 x 120 x 45 cm”


e. Pada Type Parameters Dimensions ketik ukuran sesuai dengan yang diinginkan. Seperti : 
➥ Foundation Thickness = 450 mm 
➥ Widht = 1200 mm 
➥ Length = 1200 mm

f. Kemudian Klik OK 
g. Dilanjutkan dengan menempatkan properties pondasi yang sudah dibuat pada titik-titik yang sesuai dengan gambar. Sehingga akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.


h. Selanjutnya, cek posisi pondasi footplate pada Views ➔ Elevations ➔ East, sehingga muncul gambar seperti dibawah ini.



Untuk mengatur tata letak/posisi Footplate langkah yang harus dilakukan adalah: 
➧ Seleksi Type Properties Footplate dengan klik kanan pada salah satu footplate ➔ Select All Instance ➔ Visible In View. Maka semua type properties Footplate akan terseleksi semua.



➧ Setelah Footplate terseleksi semua, langkah selanjutnya adalah mengatur posisi footplate berada pada level 1. Pada bagian kotak Properties sebelah kiri, ubah pilihan level menjadi Level 1 dan Height Offset 450. Sehingga posisi footplate sudah sesuai dengan gambar dan dapat dilihat seperti contoh dibawah ini.


Berikutnya mengatur/membuat kolom, klik berikut pada postingan selanjutnya.

Read More »
16 December | 0komentar

BIM dan Permen PUPR

Computer Aided Design (CAD) telah lama dikenal untuk mendokumentasikan pekerjaan dan informasi desain arsitektur,menggantikan metode gambar manual dengan tangan serta membawa perubahan yang signifikan dalam dokumentasi proyek.Indonesia, melaui Peraturan Mentri Pekerjaan Umum.

Perencanaan Interior R.Tamu

Dan Perumahan Rakyat Nomor 22/PRT/M/2018 Tentang Pedoman Pembangunan Bangunan Gedung Negara,menegaskan penggunaan BIM walau masih dalam lingkup terbatas yang antara lain berbunyi : “Penggunaan Building Information Modelling (BIM) wajib diterapkan pada Bangunan Gedung Negara tidak sederhana dengan kriteria luas diatas 2000 M2 (dua ribu meter persegi) dan diatas 2 (dua) lantai. 

Keluaran dari perancangan merupakan hasil desain menggunakan BIM untuk : 
a. Gambar Arsitektur. 
b. Gambar Struktur. 
c. Gambar Utilitas (Mekanikal Dan Elektrikal) 
d. Gambar Lansekap. 
e. Rincian Volume Pelaksanaan Pekerjaan. 
f. Rencana Anggaran Biaya 

Pada metode konvensional pengerjaan gambar-gambar sebagai mana disebutkan diatas dilakukan secara terpisah oleh masing-masing keahlian dengan Revit modelnya yang sudah dalam bentuk 3D, akan otomatis menghasilkan QTO (Qantity Material Take Off) serta membuat gambar-gambar 2D atau gambar teknis tanpa membuat baru secara manual.
Building Information Modelling (BIM) adalah pengembangan dan penggunaan data software computer bukan hanya untuk mendokumentasikan desain bangunan, tetapi juga untuk mensimulasikan konstruksi dan penggunaan dari fasilitas baru dan yang di perbaharui. Proses BIM menghasilkan model informasi bangunan yang memiliki karakteristik berupa elemen dengan data perilaku, dapat dihitung, konsisten, tidak tereduksi dan informasi yang terkoordinasi.
Menurut Eastman et al (2008), BIM merupakan perubahan paradigma yangmemiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk mereka yang bergerak dalam bidang industrikontruksi bangunan tetapi juga untukmasyarakat yang lebih luas lagi. BIM pada dasarnya adalah digital platform untukpembuatan bangunan virtual.Inti dari konsep tersebut adalah bahwa model BIM berisi informasi-informasi. Tidak hanya geometris tetapi model tersebut juga berisi informasi tentang bahan yang digunakan, berat, biaya, waktu dan bagaimana bagian2 dipasang, dan lain-lain. (Janni Tjell, 2010). Objek 3D dengan menggunakan BIM dapat dilihat dan diperiksa secara otomatis apabila ada kesalahan ataupun kendala. Konsep dan metode BIM dipilih karena bentuk-bentuk geometri beserta propertinya diperlakukan seperti halnya pada dunia nyata.

Read More »
22 December | 0komentar

Tentang BIM (Building Information Modeling)


Building Information Modelling (BIM) sebagai salah satu menjawab era revolusi industri 4.0 di bidang industri konstruksi. BIM merupakan seperangkat teknologi, proses kebijakan yang seluruh prosesnya berjalan secara terintegrasi dalam sebuah model digital, yang kemudian diterjemahkan sebagai gambar tiga dimensi. Hanifah (2016) menyatakan bahwa kesadaran (awareness) untuk menggunakan dan memanfaatkan Building Information Modelling (BIM), khususnya pada akademisi dan praktisi di bidang Arsitektur pada saat ini cukup tinggi namun tingkat penggunaanya masih rendah. 

Padahal pemerintah sangat mengapresiasi pelaku konstruksi yang menjadi pionir dalam melakukan setiap proyek pekerjaannya menggunakan BIM (https://www.pu.go.id/berita/view/14977). 
Beberapa keunggulan BIM seperti dijelaskan oleh Berlian et, al (2016) dari M. Agphin Ramadhan bahwa penggunaan aplikasi dengan konsep BIM dapat mempercepat waktu perencanaan proyek sebesar ±50%, BIM mengurangi kebutuhan SDM sebesar 26,66%, dan menghemat pengeluaran biaya personil sebesar 52,25% dibandingkan dengan menggunakan aplikasi konvensional. Selain itu menurut Liang (2015) nilai tambah yang dihasilkan oleh BIM yaitu kegiatan proyek dan kinerja proyek memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan proyek konstruksi. 

Penggunaan teknologi Building Information Modeling (BIM), sangat membantu sekali dalam hal proses pelaksanaan proyek, karena user dengan sangat mudah mengetahui kondisi bentuk jadi proyek tersebut tanpa bingung membayangkan hasilnya. Pemodelan 3D yang dihasilkan dapat dijadikan bahan diskusi oleh seluruh tim proyek untuk dapat memutuskan metode pelaksanaan /kerja yang akan diambil (Amir, 2017). Sejalan dengan hal tersebut Christian (2016) menyatakan aplikasi berbasis BIM dalam merancang sebuah bangunan dapat mempermudah proses analisis desain. 
Pembuatan model arsitektur dapat sekaligus digunakan untuk pemodelan analisis struktur yang dapat digunakan yang dapat digunakan untuk menganalisis gaya dalam dan kebutuhan penulangan. Setelah melalui proses yang terintegrasi, model akhir yang dibuat memiliki semua informasi yang terdiri dari: denah arsitektur, struktur, hingga pembesian tulangan dengan output volume secara otomatis. Jayadi dan Riantini (2019) menambahkan salah satu manfaatBIM adalah meningkatkan kualitas komunikasi yang dapat secara positif memengaruhi fase perencanaan waktu pembangunan infrastruktur, yang merupakan salah satu aspek terpenting dalam proses bisnis kontraktor.


Read More »
13 December | 0komentar