Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In


Perangkat pembelajaran untuk menunjang Proses Belajar Mengajar(PBM) ini sesuai dengan kurikulum tahun 2013. Informasi tentang SK/KD/ dengan meng-KLIK gambar di atas. Perangkat pembelajaran Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan Bangunan pada Mata Pelajaran Mekanika Teknik


INSTAGRAM :@sarastiana1
        RECENT POST

Dasar-Dasar Kejuruan DPIB


Buku ini merupakan buku siswa jenjang Sekokah Menengah Kejuruan khusus yang dipersiapkan pemerintah dalam rangka implementasi kurikulum merdeka belajar. Buku siswa ini ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan dipergunakan dalam penerapan kurikulum merdeka belajar untuk satuan pendidikan menengah kejuruan. 
Buku ini merupakan dokumen yang fleksibel yang seantiasa diperbaiki, dan diperbaharui sesuai dengan kondisi, kemampuan dan kebutuhan siswa serta disesuaikan dengan perubahan zaman. Masukkan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.


Read More »
05 June | 0komentar

Penduduk Bumi Yang Terkenal di Penduduk Langit


Pada zaman Baginda Nabi Muhammad saw, ada seorang pemuda fakir. Dia sudah tidak memiliki ayah. Hidup dengan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Dia Pemuda bermata biru, rambutnya merah, bidang dadanya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, wajahnya selalu melihat pada tempat sujudnya dan tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya. Pemuda ini tidak pernah lalai dari membaca al-Quran dan senantiasa menangis. Pakaiannya hanya dua helai saja, sudah terlalu lusuh untuk dipakai sehinggakan tidak ada orang yang menghiraukannya. Dia bernama Uwais Al Qarni.
Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tidak mempunyai saudara mara kecuali hanya ibunya yang telah tua dan lumpuh. Untuk menyara kehidupan sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk kehidupan harian bersama ibunya. Jika ada uang lebihan, beliau akan membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya. Walaupun dalam keadaan serba payah, beliau tidak pernah lalai dalam mengerjakan ibadahnya, sedikit pun tidak berkurang.
Dia sangat patuh dan taat kepada ibunya. Ibu dia perlakukan bak seorang ratu. Bahkan ketika kerinduannya pada Nabi Muhammad SAW, mengutarakan keinginan tersebut kepada ibunya, ibunya berpesan agar cepat pulang.Tanpa menunggu kedatangan Rosululloh.
Karena diijinkan oleh ibunya akhir Uwais datang ke Madinah. Sampai di Madinah Uwais tidak dapat bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Seketika itu pulalah Uwais langsung pulang. Untuk menepati janjinya kepada ibu.
Bahkan ketika ibunya berkeinginan untuk menunaikan ibadah haji, Uwais pun menyangupinya untuk menunaikan ibadah haji.
Uwais terus berpikir untuk mencari jalan keluar agar ibunya bisa berangkat ke Tanah Suci. Kemudian, dibelilah seekor anak lembu dan Uwais membuat kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. Banyak orang yang menganggap aneh tindakan Uwais tersebut. 
Setelah 8 bulan berat Lembu Uwais telah mencapai 100 kg lebih. Saat tiba musim haji, Uwais merasa otot-ototnya sudah kuat dan siap mengangkat beban berat. Dia pun menggendong sang Ibu dari Yaman ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. 
Di tanah suci, Uwais al Qarni dengan tegap menggendong ibunya wukuf di Arafah dan Thowaaf di Kakbah. Di depan Kakbah air mata sang Ibu tumpah.
Beliau tidak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit. Pemuda ini, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul.
Sumber : Dari berbagai Sumber

Read More »
05 June | 0komentar

Layakah Menjadi Guru Penggerak?

Ketika membaca petunjuk pelaksanaan pendaftaran guru Penggerak tahun 2022 yang diterbitkan oleh Kemendikbud ristek, Penulis membaca sebuah tajuk, “Layakah Menjadi Guru Penggerak?” Sungguh sangat jauh dari kemampuan yang ada dalam diri penulis. Bisakah menjadi guru Penggerak, yang bisa menjadi agen-agen tranformasi dalam pendidikan? Bisikan keraguan dan nyanyian keraguan terus mengalun merambat dalam jiwa dan menyusuri relung hati. Ibarat bercermin maka akan nampak diwajah lekuk-lekuk bahkan noda-noda kekurangan serta goresan-goresan keraguan. 
Dorongan semangat dari rekan sejawat dan kepala sekolah serta nyanyian merdu optimisme suara hati telah mampu memadamkan api keraguan. Suara hati membisikan dan meneguhkan kepada penulis untuk menghilangkan bisikan dan nyanyian keraguan sehingga yang ada sekarang adalah denting-denting dawai optimis untuk maju mengikuti guru penggerak tahun 2022 Angkatan 6. Dengan iringan denting-denting dawai optimis Penulis mantap melangkahkan kaki untuk terus melaju, dengan melakukan refleksi diri, menengok ke belakang perjalanan 24 tahun menjadi guru untuk intropeksi diri. Jauh dari rasa ujub dan menyombongkan diri. 
Darah seorang guru telah mengalir dalam diri penulis karena kedua orang tua adalah seorang pendidik. Pembetukan karakter yang dimiliki sudah mengarah pada jati diri seorang guru. Gemblengan keteladanan dari orang tua mampu menempatkan Penulis menempatkan diri sebagai panutan oleh siswa dengan kedisiplinan, kerapihan, kerajinan dan ketekunan. Sifat-sifat ini merupakan nilai dasar menuju keberhasilan. Apalagi untuk siswa SMK, yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki di dunia kerja. 
Menyadari bahwa Penulis bukanlah siapa-siapa. Hanyalah seorang guru yang terus berusaha untuk memperbaiki diri dan semoga bermanfaat bagi orang lain. Allah SWT-lah yang menjadi sandaran sesuai dengan firman-Nya bahwa barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan meneguhkan kedudukannya di muka bumi. Menolong disini adalah berarti bermanfaat bagi umat manusia. Dalam hadits Nabi juga sudah disebutkan bahwa sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Untuk itu diperlukan langkah instropeksi, perbaikan diri dan peningkatan potensi diri.
Ada beberapa  hal yang mendasar yang menjadi motivasi saya untuk mengikuti kegiatan ini. Pertama, dukungan dari teman sejawat. Alasan Kedua, mengikuti kegiatan guru Penggerak agar dapat mengembangkan potensi diri untuk dapat menjadi bagian dari perubahan-perubahan pendidikan kearah yang lebih baik. seingga sebagai seorang guru, mampu mendorong tumbuhkembang murid secara holistik, aktif dan proaktif, mengembangkan kompetensi yang mampu diandalkan sehingga mampu menjadi pencerah dan agen tranformasi menuji profil pelajar pancasila. Ketiga, dengan mengikuti kegiatan seleksi guru Penggerak, secara langsung menimba pengalaman dari guru-guru dalam mengelola PBM. 

Read More »
30 May | 0komentar

Download Buku Saku Kurikulum Merdeka


Pada masa pandemi Covid-19, krisis pembelajaran yang ada menjadikan pendidikan semakin tertinggal dengan hilangnya pembelajaran (learning loss). Sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran yang terjadi, Kemendikbudristek resmi meluncurkan Kurikulum Merdeka pada Merdeka Belajar Episode Ke-15. 
Kurikulum Merdeka memiliki beberapa keunggulan, di antaranya adalah lebih sederhana dan mendalam, lebih merdeka, dan lebih relevan dan interaktif. Kurikulum Merdeka diharapkan dapat memberi ruang seluas-luasnya bagi peserta didik dalam berkreasi dan mengembangkan diri. Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, Buku Saku Tanya Jawab Kurikulum Merdeka sebagai informasi kepada satuan pendidikan mengenai implementasi Kurikulum Merdeka.
Sumber : https://kurikulum.kemdikbud.go.id/

Download Buku Saku

Read More »
29 May | 0komentar

Pembelajaran Berbasis Project Pada Kurikulum Merdeka

Project Learning

Goodman dan Stivers (2010) mendefinisikan Project Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok. Menurut Afriana (2015), pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. 
Pengalaman belajar peserta didik maupun konsep dibangun berdasarkan produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berbasis proyek.Penekanannya pada aktivitas peserta didik dalam menghasilkan produk yang menerapkan ketrampilan meneliti, menganalisis, membuat sampai mempresentasikan produk.

Tahapan penerapan pembelajaran berbasis proyek sebagaimana yang dikemukakan oleh H.J. Sriyanto (2046) yang merujuk pada Yusoff (2002: 22), Abidin (2014: 172), dan Suyitno dan Kristayajati (2016:13-14)
langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek dalam studi ini adalah sebagai berikut: 
Tahap 1: 
Penentuan Proyek Pada tahap ini guru memberikan tugas proyek kepada siswa. Siswa diberi kesempatan untuk memilih/menentukan proyek yang dikerjakan baik secara kelompok maupun mandiri. Siswa melakukan pengamatan terhadap permasalahan yang disediakan guru. Berdasarkan pengamatan tersebut, siswa mengidentifikasi masalah dan merumuskan masalah.
Tahap 2: 
Perencanaan Proyek Pada tahap ini siswa mendesain rencana proyek. Proyek yang akan dilaksanakan bertujuan untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan permasalahan yang telah dipilih. Guru memberikan gambaran besar proyek yang akan dikerjakan, mulai dari persiapan yang harus dilakukan, pelaksanaan proyek meliputi aktivitas apa saja, menyusun laporan proyek hingga mempresentasikan hasil proyek kepada guru dan siswa lain, masyarakat, atau pihak-pihak terkait. Perencanaan kegiatan proyek harus disesuaikan dengan alokasi waktu yang telah ditentukan. 
Tahap 3: 
Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Proyek Siswa merencanakan tahap-tahap kegiatan proyek mulai dari persiapan hingga presentasi produk yang dihasilkan. Tugas guru membimbing peserta didik untuk membuat jadwal sesuai alokasi waktu yang telah ditetapkan. 
Tahap 4: 
Pelaksanaan Proyek Pada tahap ini siswa melakukan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Mulai dari menyusun instrumen alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, melakukan pengumpulan data, mengolah dan menyajikan data, menganalisis data. 
Tahap 5: 
Pemantauan Kemajuan Proyek Guru memantau kegiatan siswa dalam mengerjakan tahap-tahap proyek yang sudah dijadwalkan. Guru memastikan setiap anggota kelompok mengerjakan tugas masing-masing dengan sebaik-baiknya. Guru dapat memberikan bantuan berupa bimbingan atau menyediakan sumber informasi tambahan yang dapat mendukung kelancaran kegiatan proyek. 
Tahap 6: 
Penyusunan laporan Pada tahap ini siswa melakukan pembahasan pelaksanaan dan hasil proyek. Selanjutnya siswa menyusun laporan proyek secara lengkap. 
Tahap 7: 
Presentasi/Publikasi Hasil Proyek Pada tahap ini hasil proyek dalam bentuk produk, baik itu berupa produk karya tulis, karya seni, atau karya teknologi/prakarya dipresentasikan dan/atau dipublikasikan kepada siswa yang lain, guru, masyarakat pihak-pihak yang terkait dengan proyek. 
Tahap 8: 
Evaluasi refleksi proses dan hasil proyek Pada akhir proses pembelajaran guru dan siswa melakukan evaluasi dan refleksi terhadap aktivitas dan hasil tugas proyek. Proses refleksi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini juga dilakukan umpan balik terhadap proses dan produk yang telah dihasilkan.
Berdasarkan uraian di atas, maka untuk menerapkan merode pembelajaran berbasis proyek diperlukan persyaratan yang harus dimiliki guru dan siswa. Guru harus sudah membelajarkan siswanya kriteria dari pembelajaran berbasis proyek sebagaimana yang dikemukan oleh Thomas (2000), bahwa setidaknya ada lima kriteria itu adalah keberpusatan (centrality), berfokus pada pertanyaan atau masalah (driving question), investigasi konstruktif (constructive investigation) atau desain, otonomi siswa (autonomy), dan realisme (realism). 
Guru juga harus sudah terampil menerapkan sumber data penilaian sebagaimana yang dijelaskan oleh Kemdikbud (2014) meliputi : 
  1. Self-assessment (penilaian diri) penting dilakukan untuk merefleksikan diri siswa sendiri, tidak hanya menunjukkan apa yang siswa rasakan dan apa yang seharusnya siswa berhak dapatkan. Siswa merefleksikan dirinya seberapa baik mereka bekerja dalam kelompok dan seberapa baik siswa berkontribusi, bernegosiasi, mendengar dan terbuka terhadap ide-ide teman dalam kelompoknya. Siswa pun mengevaluasi hasil proyeknya sendiri, usaha, motivasi, ketertarikan dan tingkat produktivitas. 
  2. Peer Assessment (penilaian antar siswa) merupakan elemen penting pada penilaian Project Based Learning: guru tidak akan selalu bersama semua siswa di setiap waktu dalam proses pengerjaan proyek, dan peer assessment akan memudahkan untuk menilai siswa secara individu dalam sebuah kelompok. Siswa menjadi kritis terhadap kerja temannya dan berupaya untuk saling memberikan umpan balik.
  3. Rubrik penilaian produk, Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam atau alat-alat teknologi tepat guna yang sederhana.
  4. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu: 
  • Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk. 
  • Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik. 
  • Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan. 
Siswa setidaknya memiliki kemampuan untuk menafsirkan proyek tang akan dikerjakan dengan topik besar yang mungkin sudah ditentukan gurunya meliputi: kemampuan pribadi (memvisualisasikan aktifitas proyek dan mencari tugas yang akan dikerjakan, mengatur jadwal, mengorganisir materi pembelajaran, menata dokumen (computer files), mengirimkan pesan kepada pengajar atau ahli, self assessment), kemampuan bekerjasama di dalam kelompok dan bekerjasama antar kelompok. 
Dengan keteraturan itu, diharapkan anak-anak ketika masuk sekolah kembali semangat belajarnya tidak padam dan materi pembelajaran tidak tertinggal. Jadi ritmenya bisa diatur bukan malah membuat anak tertekan, perasaan tertekan dan kelelahan justru dapat berdampak pada penurunan imun pada tubuh anak yang memudahkannya terinfeksi bibit penyakit.

Read More »
22 May | 0komentar

Pasca Ramadhan; Istiqomah dengan Amaliah Ramadhan

Al Aqso

Setelah bulan Ramadhan berlalu yang tadinya syaitan dibelenggu maka Syaitan sudah dilepas lagi. Agar kita dapat selamat maka kita istiqomahkan amalan yang ada. Sebagai orang yang beriman, kita berupaya tetap istiqomah melakukan ama-amal sholeh pasca Ramadhan. Karena pada hakikatnya, kita adalah hamba-hamba Allah dan bukan hamba-hamba Ramadhan. 
Sekalipun Ramadhan telah pergi meningalkan kita, tetapi Allah SWT akan tetap terus ada dan tidak akan pergi meninggalkan kita, selama kita terus mengingat-Nya dalam segala keadaan. Orang-orang yang sukses dalam menjalankan segala amal sholeh selama bulan Ramadhan, memiliki peluang besar untuk tetap istiqomah menjalankan amal-amal sholeh tersebut pasca Ramadhan. Syaratnya adalah segala amal ibadah yang telah ia lakukan, dilandasi oleh iman dan semata-mata mengaharap ganjaran pahala dari Allah SWT. 
Sikap istiqomah memiliki dua dimensi, yaitu dimensi vertikal dan horisontal. Secara vertikal, seseorang yang istiqomah akan terus menjaga hubungannya dengan sang Khaliq dan berusaha untuk senantiasa dekat (taqorrub) dengan-Nya. Esensi dari dimensi vertikal ini kemudian diejawantahkan dalam dimensi horisontal dengan terus menjaga hubungan baik dengan sesama makhluk Allah, baik manusia, hewan, dan alam sekitar. 
  1. Biasakan Amalan-amalan Amaliah Ramadhan 
  2. Tetap tilawah, sholat malam. jika Ramadhan 1 malam juz sehari 
  3. Mencari lingkungan yang baik Hindarkan kemaksiatan 
  4. Berdoa, "Yaa muqallibal quluub tsabbit quluubanaa 'alaa diinik” Artinya, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu”. 
Oleh karena itulah, Allah Ta’ala mensyariatkan puasa enam hari di bulan Syawwal, yangkeutamannya sangat besar yaitu menjadikan puasa Ramadhan dan puasa enam hari di bulan Syawwal pahalanya seperti puasa setahun penuh, sebagaimana sabda Rasululah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh” (HSR Muslim (no. 1164)). 
Akhirnya, kita berharap kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kekuatan untuk dapat terus melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta diberikan keistiqomahan untuk tetap berada di jalan yang lurus, senantiasa mendapatkan bimbingan dan petunjuk-Nya, yang pada puncaknya kita akan kembali kepada Allah SWT dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin Ya Robbal 'Alamiin.

Read More »
22 May | 0komentar