Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In


Perangkat pembelajaran untuk menunjang Proses Belajar Mengajar(PBM) ini sesuai dengan kurikulum Merdeka. Informasi tentang CP dengan meng-KLIK gambar di atas. Perangkat pembelajaran Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan Bangunan pada Mata Pelajaran Mekanika Teknik


INSTAGRAM :@sarastiana1
        RECENT POST

Belajar dari Project Nyata

Kelas Blok EBK 13–17 April 2026: Proyek Analisa Harga Satuan Rumah Tipe 21

Kelas Blok EBK: Proyek Nyata Analisa Harga Satuan Pekerjaan Rumah Tipe 21 (13–17 April 2026)

Siswa SMK mengerjakan analisa harga satuan pekerjaan rumah tipe 21 pada kelas blok EBK

Pembelajaran tidak lagi sekadar teori di dalam kelas. Melalui Kelas Blok Mata Pelajaran EBK (Estimasi Biaya Konstruksi), siswa diajak untuk terjun langsung dalam pengalaman belajar berbasis proyek yang aplikatif dan relevan dengan dunia kerja. Untuk memahami dasar-dasarnya, siswa juga telah mempelajari pengertian AHSP dan RAB dalam konstruksi .

Pada tanggal 13 s.d. 17 April 2026, kegiatan kelas blok dilaksanakan dengan fokus utama pada Project Work Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) untuk pembangunan rumah tipe 21. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus kemampuan berpikir kritis dalam bidang konstruksi.

Belajar dari Proyek Nyata

Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari konsep, tetapi langsung mempraktikkan proses penyusunan analisa harga satuan pekerjaan secara sistematis. Sebelumnya, siswa juga telah berlatih melalui contoh analisa harga satuan pekerjaan bangunan .

  • Mengidentifikasi item pekerjaan konstruksi
  • Menghitung kebutuhan bahan dan tenaga kerja
  • Menentukan koefisien pekerjaan
  • Menyusun analisa harga satuan berdasarkan standar yang berlaku

Rumah tipe 21 dipilih sebagai objek proyek karena merupakan tipe hunian sederhana yang umum dibangun di masyarakat. Proses ini terintegrasi dengan penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya) rumah tinggal .

Meningkatkan Kompetensi dan Kesiapan Kerja

Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk memiliki kompetensi sebagai berikut:

  • Memahami struktur penyusunan RAB
  • Mampu menghitung biaya pekerjaan secara akurat
  • Terbiasa bekerja dalam tim proyek
  • Memiliki tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan

Pembelajaran ini juga diperkuat dengan materi sebelumnya seperti analisa harga upah tenaga kerja (OH) dalam konstruksi.

Penutup

Kelas Blok EBK pada tanggal 13–17 April 2026 menjadi bukti bahwa pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam pengalaman nyata. Untuk memperdalam pemahaman, siswa juga dapat membaca artikel EBK lainnya di blog ini .


Read More »
16 April | 0komentar

Presensi PJJ, 15 April 2026


Diberitahukan kepada seluruh peserta didik bahwa kegiatan pembelajaran untuk mata pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi (EBK) pada:  
Hari/Tanggal: Rabu, 15 April 2026  
Metode: Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan tetap dilaksanakan secara online (PJJ).  

Sehubungan dengan hal tersebut, seluruh siswa diwajibkan mengikuti pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut:  
✅ Langkah Mengikuti PJJ EBK 
       Akses website: www.sarastiana.com  
✅Klik postingan dengan judul: “Presensi PJJ, 15 April 2026”  (Dittunjuk lingkaran Huruf A, Gambar         bawah ini)



✅Pelajari materi yang tersedia pada postingan tersebut  

Setelah memahami materi, silakan: Klik link yang tersedia di dalam postingan Isi Formulir Presensi sebagai bukti kehadiran
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bukan sekadar pengganti tatap muka, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab siswa dalam belajar. Pada mata pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi (EBK), ketelitian dan pemahaman konsep sangat penting, sehingga proses belajar mandiri harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Melalui sistem PJJ, siswa diharapkan:  
  • Mampu mengatur waktu belajar secara mandiri  
  • Aktif membaca dan memahami materi  
  • Bertanggung jawab dalam mengisi presensi sebagai bentuk kehadiran  
Dengan mengikuti setiap langkah pembelajaran secara tertib, siswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga membangun karakter disiplin dan profesional yang sangat dibutuhkan di dunia kerja konstruksi.


Link Materi Analisa Harga Satuan/EBK
Link Presensi, 15 April 2026

Read More »
14 April | 0komentar

Sekolah Bukan Sekadar Transfer Ilmu, Tapi Transfer Energi

Di banyak ruang kelas hari ini, proses belajar sering dipahami sebagai aktivitas memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa. Guru menjelaskan, siswa mencatat. Guru memberi tugas, siswa mengerjakan. Semua berjalan rapi, terstruktur, bahkan terukur. Namun, pertanyaannya: apakah itu cukup? Sekolah sejatinya bukan hanya tempat transfer ilmu, melainkan juga transfer energi. Energi inilah yang menghidupkan suasana belajar, menyalakan rasa ingin tahu, dan memberi makna pada setiap pengetahuan yang diterima.  

Ilmu Bisa Diberikan, Tapi Energi Harus Dihidupkan  
Pengetahuan bisa dituliskan di papan, dibacakan dari buku, atau ditampilkan melalui slide. Namun energi tidak bisa dipindahkan begitu saja ia harus ditularkan. Energi dalam pembelajaran hadir dalam bentuk:  
Semangat guru saat mengajar Antusiasme saat menjawab pertanyaan  
Ketulusan dalam membimbing siswa Keinginan untuk membuat siswa benar-benar paham, bukan sekadar selesai materi  
Tanpa energi, ilmu hanya menjadi kumpulan data. Ia masuk ke kepala, tetapi tidak menyentuh hati.  

Ketika Sekolah Hanya Menjadi Tempat Transaksi Pengetahuan  
Jika sekolah hanya berfungsi sebagai tempat “jual-beli informasi”, maka yang terjadi adalah: Siswa belajar untuk nilai, bukan untuk memahami Guru mengajar untuk menyelesaikan kurikulum, bukan membentuk karakter Kelas menjadi rutinitas, bukan pengalaman Hasilnya?  
Siswa mungkin pintar secara akademik, tetapi kehilangan rasa ingin tahu, kehilangan makna, bahkan kehilangan arah. Kepala mereka penuh, tetapi jiwanya kosong.  

Ruang Kelas sebagai Ruang Transfer Energi  
Bayangkan sebuah kelas di mana: Guru masuk dengan semangat dan senyum Siswa merasa dihargai dan didengar Diskusi hidup, bukan sekadar satu arah Kesalahan dianggap bagian dari proses belajar Di ruang seperti itu, yang terjadi bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga:  Transfer semangat Transfer nilai Transfer cara berpikir Transfer keberanian untuk mencoba Inilah yang disebut sebagai ruang transfer energi. Lalu,  

Bagaimana Jika Guru Tidak Semangat?  
Ini pertanyaan yang sangat jujur dan sangat penting. Realitanya, guru juga manusia. Mereka bisa lelah, jenuh, bahkan kehilangan motivasi. Namun, satu hal yang perlu disadari: Energi guru adalah “sumber listrik” bagi kelas. Jika sumbernya redup, maka seluruh ruangan akan ikut redup. Beberapa hal yang bisa dilakukan ketika semangat mulai menurun:  
  1. Kembali ke Tujuan Awal Ingat kembali alasan menjadi guru. Bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan untuk membentuk masa depan.  
  2. Bangun Energi Sebelum Masuk Kelas Energi tidak muncul tiba-tiba. Ia perlu disiapkan: Tarik napas dalam Tersenyum Niatkan mengajar sebagai ibadah dan kontribusi  
  3. Mulai dari Hal Kecil Tidak perlu langsung luar biasa. Cukup: Menyapa siswa dengan hangat Memberi satu pertanyaan menarik Mengapresiasi satu siswa hari itu Energi kecil yang konsisten akan berdampak besar.  
  4. Isi Ulang Energi Diri Guru tidak bisa memberi jika dirinya kosong. Maka penting untuk:   
  • Beristirahat cukup  
  • Belajar hal baru Berdiskusi dengan sesama guru  
  • Mencari inspirasi  
  • Menjadi Guru yang Menghidupkan 

Guru yang hebat bukan hanya yang mampu menjelaskan materi dengan jelas, tetapi yang mampu: Menghidupkan suasana Menyalakan rasa ingin tahu Membuat siswa merasa berarti Karena pada akhirnya, siswa mungkin lupa rumus yang diajarkan, tetapi mereka tidak akan lupa bagaimana perasaan mereka saat diajar. 
Mengubah Paradigma Sudah saatnya kita bertanya pada diri sendiri: Apakah kelas kita hanya tempat transfer ilmu, atau sudah menjadi ruang transfer energi? Karena pendidikan yang sesungguhnya bukan hanya tentang apa yang diketahui siswa, tetapi tentang: Bagaimana mereka berpikir Apa yang mereka rasakan Dan ke mana mereka akan melangkah Sekolah yang hidup bukan yang penuh suara, tetapi yang penuh makna. Dan semua itu dimulai dari satu hal sederhana: Energi seorang guru.

Read More »
14 April | 0komentar

Kelas EBK 14 - 19 April 2026


Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Provinsi yang diselenggarakan di SMKN 1 Bukateja pada tanggal 14 – 19 April 2026, maka diberitahukan kepada seluruh siswa bahwa:  
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan secara bergiliran antara kelas X dan kelas XI.  
Khusus untuk kelas XI DPIB 3, pada: Tanggal 14 dan 15 April 2026 terjadwal Mapel EBK Pembelajaran menggunakan sistem PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).  
Siswa diharapkan tetap mengikuti pembelajaran dengan disiplin dan penuh tanggung jawab sesuai jadwal yang telah ditentukan. Informasi lebih lanjut terkait teknis pembelajaran dapat disimak pada halaman berikut yang telah disediakan.  
Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian. Atas kerja sama dan kedisiplinan seluruh siswa, kami ucapkan terima kasih.


Materi Analisa Harga Satuan/RAB
Link Presensi

Read More »
13 April | 0komentar

Project Work EBK Semester Genap


Mata pelajaran EBK (Estimasi Biaya Konstruksi) Semester Genap. Menampilkan project work RAB dan menghitung jumlah kebutuhan bahan.

Pendahuluan 
Dalam dunia konstruksi, perencanaan biaya merupakan tahap yang sangat penting sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Pada mata pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi (EBK) semester genap, siswa dituntut untuk mampu menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya) serta menghitung kebutuhan bahan secara tepat dan sistematis. Project work ini bertujuan untuk memberikan pemahaman nyata tentang bagaimana menghitung volume pekerjaan, menentukan kebutuhan material, serta menyusun anggaran biaya secara rinci.

Langkah kerja:
1. Download Analisa Harga satuan (RAB) bentuk File Excel di sini
2. Download Gambar Kerja di sini
3. Isilah table RAB (dalam File excel): vol, sat, Analisa, Harga Satuan, Jumlah Harga dan Total Harga


4. Hitung Volume Pekerjaan
5. Hitung Kebutuhan Material



Upload tugas di sini
Link Presensi PJJ Selasa, 14 April 2026

Read More »
12 April | 0komentar

Analisa Harga Upah = OH (Orang Hari)

Analisa harga untuk upah OH (Orang Hari) adalah perhitungan biaya tenaga kerja dalam konstruksi yang didasarkan pada jumlah orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan selama satu hari. OH merupakan koefisien yang menyatakan produktivitas tenaga kerja, yang menjadi standar dalam perhitungan AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan).

Definisi Penting OH (Orang Hari/Mandays): 
OH adalah singkatan dari Orang-Hari (dalam bahasa Inggris sering disebut Man-Day). 
Ini adalah satuan yang digunakan untuk mengukur produktivitas atau durasi kerja satu orang tenaga kerja dalam satu hari kerja standar (biasanya 7 atau 8 jam kerja) 

Artinya: 1 OH = 1 orang tenaga kerja bekerja selama 1 hari kerja (biasanya 8 jam).  

Contoh: Jika koefisien pekerja adalah 0,6 OH pada pemasangan dinding, artinya untuk menyelesaikan 1m2 dinding dibutuhkan 0,6 X 8 jam = 4,8 jam kerja oleh satu orang pekerja.

Komponen Analisa Upah (OH): 
  • Koefisien/Indeks Tenaga Kerja: Jumlah kebutuhan tenaga (misal: Pekerja, Tukang, Kepala Tukang, Mandor) per satuan pekerjaan (m³, m², m, kg). 
  • Harga Satuan Upah: Besar upah harian masing-masing tenaga kerja (Rp/Hari). 
  • Total Biaya Upah: Koefisien x Harga Satuan Upah. 

Jenis tenaga kerja biasanya terdiri dari: 
  • Pekerja 
  • Tukang 
  • Kepala Tukang 
  • Mandor
Dengan demikian, analisa OH digunakan untuk menghitung kebutuhan biaya upah tenaga kerja yang presisi agar sesuai dengan volume pekerjaan konstruksi.

Analisa harga upah OH (Orang Hari) merupakan metode penting dalam menghitung biaya tenaga kerja dalam proyek konstruksi. Dengan memahami konsep OH, koefisien tenaga kerja, serta harga satuan upah, perencanaan anggaran proyek dapat dilakukan secara lebih tepat dan efisien. Metode ini juga menjadi bagian utama dalam penyusunan AHSP, sehingga wajib dipahami oleh kontraktor, estimator, maupun pelaku konstruksi lainnya.

Read More »
12 April | 0komentar