Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts with label Teknik Sipil. Show all posts
Showing posts with label Teknik Sipil. Show all posts

Klasifikasi Jalan Raya dan Fungsinya

Jalan yang Padat di Ibukota,Jakarta

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. 
Jalan memiliki beberapa bangunan pelengkap diantaranya jembatan, terowongan, jembatan penyeberangan, jalan layang saluran, gorong-gorong, dinding penahan tanah dan sebagainya. Dan juga memiliki pelengkap, yaitu 
a. Bangunan perlengkapan jalan yang berkaitan langsung dengan pengguna jalan, misal: rambu jalan, marka Jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas, trotoar, lampu penerangan 
b. Perlengkapan jalan yang tidak berkaitan langsung dengan pengguna jalan, misal: patok pengarah, pagar pengaman, patok kilometer, patok rumija, pagar jalan, peredam silau, dan tempat istirahat.
Sesuai dengan peruntukannya jalan terdiri atas jalan umum dan jalan khusus. Jalan umum dikelompokkan menurut sistem jaringan, fungsi, status, kelas, dan spesifikasi penyediaan prasarana. Jalan khusus bukan diperuntukkan bagi lalu lintas umum dalam rangka distribusi barang dan jasa yang dibutuhkan. 

1. Klasifikasi Menurut Sistem Jaringan Jalan 
  • Jalan primer: Merupakan sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional, dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat-pusat kegiatan 
  • Jalan sekunder :  Merupakan sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam kawasan perkotaan. 

2. Klasifikasi Jalan Menurut Fungsi Jalan 
  • Jalan Arteri merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna. 
  • Jalan Kolektor merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi.
  • Jalan Lokal merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. 
  • d. Jalan Lingkungan merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata-rata rendah.
Klassifikasi jalan menurut fungsi ini terdapat pada sistem jaringan jalan primer dan sistem jaringan jalan sekunder. Jika terdapat pada sistem jaringan primer dinyatakan sebagai jalan arteri primer, jalan kolektor primer, jalan lokal primer, dan jalan lingkungan primer. Sedangkan jika terdapat pada sistem jalan sekunder maka dinyatakan sebagai jalan arteri sekunder, jalan kolektor sekunder, jalan lokal sekunder, dan jalan lingkungan sekunder.

3. Klasifikasi Jalan Menurut Statusnya 
a. Jalan nasional merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antaribukota provinsi, dan jalan strategis nasional, serta jalan tol. 
b. Jalan provinsi merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antaribukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi. 
c. Jalan kabupaten merupakan jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk jalan nasional dan jalan provinsi, yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antar ibukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.. 
d. Jalan kota adalah jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder yang menghubungkan antarpusat pelayanan dalam kota, menghubungkan pusat.
e. Jalan desa merupakan jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/atau antarpermukiman di dalam desa, serta jalan lingkungan.

4. Klasifikasi Jalan Menurut Kelas Jalan Kelas jalan dikelompokkan berdasarkan: 
a. Penggunaan jalan yang ditetapkan berdasarkan fungsi dan intensitas lalu lintas guna kepentingan pengaturan penggunaan jalan dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan; dan 
b. Spesifikasi penyediaan prasarana jalan 

Pengaturan kelas jalan berdasarkan penggunaan jalan, terdiri atas: jalan kelas I, kelas II, kelas III, dan jalan kelas khusus (Permen PU No. 19/2011). Klasifikasi menurut kelas jalan dan ketentuannya serta kaitannya dengan klasifikasi menurut fungsi jalan dapat dilihat dalam Tabel 1.

Pengaturan kelas jalan berdasarkan spesifikasi penyediaan prasarana jalan dikelompokkan atas jalan bebas hambatan, jalan raya, jalan sedang, dan jalan kecil. Tabel 2 (Pasal 32 PP Nomer 34/2006).






Read More »
17 October | 0komentar

Tentang Rain Harvesting

Lubang Serapan Biopori (LSB) Sumber gambar: Idea.Grid.id

Rain harvesting
(pengumpulan air hujan) pada suatu bangunan dibutuhkan untuk menyediakan pasokan air tanah. Rain harvesting ini tidak hanya dapat diterapkan pada bangunan-bangunan besar, namun juga di rumah tinggal. Rain harvesting disebut oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti pada Hari Habitat Dunia (HHB) dan Hari Kota Dunia (HKD), Selasa (5/10/2021). 
Hal ini terkait bakal dilarangnya warga Jakarta menggunakan air tanah yang bisa menyebabkan permukaan tanah menurun terus menerus.Diana mengimbau agar tidak seluruh lahan rumah ditutup dengan beton atau dilakukan betonisasi hingga akhirnya tidak ada tempat rain harvesting. 
Seperti diketahui, idealnya, minimal 30% air hujan bisa diserap ke dalam tanah. Penyerapan tersebut sangat penting guna menjamin pasokan air bersih saat dibutuhkan nanti. Dilansir dari idea.grid.id terdapat 4 cara yang bisa dilakukan untuk menerapkan rain harvesting di rumah. 

1. Tampung air hujan
Untuk menampung air hujan menggunakan diantaranya dapat menggunakan pasu, gentong tanah liat maupun drum. Air yang tertampung bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman atau keperluan lain. Sedangkan keunikan pasu dan gerabah mampu menjadi aksesori taman nan apik. 
Dengan penyorotan lampu taman yang artistik, kehadiran aksesori fungsional ini akan terkesan lebih dramatis di malam hari. 
Rata-rata drum air mampu menampung hingga 200 liter air, tergantung kapasitasnya.

2. Penggunaan Paving berumput. 
Paving berumput (grassblock) dapat menjadi pilihan material di area parkir atau garasi hunian, sehingga turut menambah ruang hijau. Grassblock kuat untuk menahan beban kendaraan plus membantu mengurangi polusi di udara berkat tumbuhnya rumput. Keuntungan lain, grassblock mampu mengurangi aliran air ke lubang drainase dan menambah resapan air tanah tanpa becek. 
Polanya yang cukup menarik turut menambah nilai estetika taman. Usahakan rumput terkena cahaya matahari penuh dan asupan air cukup agar dapat tumbuh baik. 
Selain rumput, kucai mini (Ophiopogon japonicus ’Kyoto dwarf’) bisa juga menjadi groundcover penyelingnya.

3. LSB (Lubang Serapan Biopori) 
Ada solusi tepat guna menanggulangi masalah sampah organik sekaligus membuat area resapan air di pekarangan rumah. Teknik pembuatan LSB yang diprakarsai oleh Dr. Kamir R. Brata, seorang peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini cukup sederhana dan praktis diaplikasikan. 
Pada dasarnya metode resapan air ini ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.
Berikut langkah pembuatan LSB
  • Buat 5-10 lubang atau tergantung luasan lahan, berdiameter 10 cm dengan kedalaman ±100 cm atau tidak melebihi kedalaman muka air tanah. 
  • Perkuat sekeliling lubang dengan semen selebar 2-3 cm dan tebal 2 cm. 
  • Isi lubang dengan sampah organik seperti rontokan daun, sisa sayur, dan kulit buah secara teratur. Sampah organik berfungsi untuk menyokong kehidupan organism tanah, seperti cacing.
  • Diharapkan sampah dimakan oleh organisme tanah sehingga bisa melipat gandakan lubang biopori atau mempercepat resapan air ke dalam tanah secara horizontal. 

4. Ciptakan area resapan air. 
Jadikan halaman hunian kamu sebagai area resapan air. Hindari menutupi halaman dan teras dengan semen seutuhnya, cukup tanami rumput atau komposisi hijauan. Bila terlalu becek, kamu dapat menata batuan alam atau perpaduannya sehingga halaman nyaman dipijak namun tetap bisa meresapkan air ke dalam tanah. Cara ini selain dapat meresapkan air ke dalam tanah, juga mencegah banjir atau tempat bersarangnya sumber penyakit.

Sumber : idea.grid.id

Read More »
11 October | 0komentar

Inspirasi dan Karakteristik Desain Minimalis Terkini


Desain rumah minimalis menjadi sangat populer selama beberapa tahun belakangan. Banyak orang berlomba-lomba membangun dan merombak rumah mereka dengan mengikuti tren desain kekinian ini.Selain memberikan desain rumah yang sederhana dan elegan, nilai minimalis juga menjadi cermin diri Anda sebagai pribadi yang simpel dan efisien. Masih bingung bagaimana cara menuangkan ‘minimalisme’ pada hunian Anda? Yuk, simak 9 karakteristik desain rumah minimalis di bawah ini! 

 1. Kesederhanaan Tata Ruang 
Rumah minimalis memiliki tata ruang yang sederhana, polos, dan efisien dengan volume ruang bertingkat. Bentuk sederhana, denah lantai terbuka, dinding interior minimal, area penyimpanan sederhana, dan penekanan pada keleluasaan pandangan adalah ciri khas dari denah rumah minimalis.



2. Arsitektur Bangunan yang Geometris.
Bangunan rumah minimalis dibuat dalam bentuk geometris yang tegas. Jelas terlihat secara fisik bahwa rumah minimalis berbentuk seperti kotak kubus atau balok saja. Atapnya pun tidak berbentuk segitiga, melainkan datar tanpa tambahan dekorasi atau lekukan-lekukan yang tidak perlu. 

3. Pengoptimalan Fungsi Jendela Kaca 
Karakteristik rumah minimalis yang dapat Anda lihat dari luar adalah intensitas penggunaan kaca. Memang saat kita menemukan rumah minimalis, biasanya mata kita akan langsung tertuju pada kaca jendelanya yang besar dan lebar. Jendela besar ini dimaksudkan agar udara dan sinar matahari dapat dengan mudah masuk ke dalam rumah. Dengan begitu, tingkat kelembaban dalam rumah akan selalu terjaga. Selain itu, pencahayaan alami juga mampu memberi penekanan dan nilai estetika lebih pada furnitur yang terpapar cahaya.


4. Pemilihan Warna Dinding Bersih & Lembut 
Dinding rumah minimalis biasanya didominasi warna putih atau abu-abu. Kedua warna ini terlihat sangat bersih dan netral. Tentu menjadi pilihan tepat untuk memperkuat desain rumah minimalis yang sederhana, modern, dan elegan.
5. Pemberian Detail Eksterior Sederhana tanpa Dekorasi 
Selain menggunakan warna yang putih bersih, beberapa orang juga memilih material bertekstur untuk memberi detail lebih pada eksterior rumah minimalisnya. Tetapi perlu diingat bahwa detail ini pun tetap berbentuk sederhana seperti garis tegas tanpa dekorasi apapun.
6. Minim Sekat & Pembatas Ruangan 
Rumah minimalis tidak akan memiliki banyak sekat atau pembatas. Hal ini karena konsep minimalis sangat mengutamakan efisiensi ruang. Sekat, pilar, pembatas hanya akan membuat ruangan semakin sempit saat tidak benar-benar dibutuhkan. Ruang keluarga, ruang makan, dan dapur akan berada di satu tanah luas yang hanya dipisahkan furnitur. Tetapi untuk ruang pribadi seperti kamar tidur dan kamar mandi tentu masih dipisahkan dalam ruangan tersendiri.
7. Menggunakan Furnitur Minimalis 
Dengan desain rumah minimalis, furnitur yang digunakan juga perlu menunjang konsep minimalis. Biasanya di sebuah ruang keluarga hanya akan ada perabot esensial seperti sofa, rak, dan meja. Bentuk perabotnya pun tidak akan terlalu besar dengan banyak dekorasi. Dengan begitu, furnitur-furnitur ini akan mampu menonjolkan fungsi sementara tetap menggunakan space seminimal mungkin.

8. Ruang Bersih, Terbuka, dan Terang 
Karena minimnya penggunaan furnitur dan sekat, interior hunian minimalis akan tampak lapang. Oleh karena itu, konsep minimalis sangat cocok untuk menyiasati lahan yang tidak terlalu luas namun tetap menginginkan kelegaan. Cahaya matahari dari luar juga mendukung menjadikan ruangan tampak semakin bersih, terbuka, dan terang. Begitu nyaman dan hangat bagi aktivitas keluarga Anda.

9. Dilengkapi Taman Minimalis 
Taman juga menjadi karakteristik rumah minimalis. Meskipun biasanya rumah minimalis dibangun di atas lahan yang tidak terlalu luas, namun Anda tetap akan menemukan taman cantik nan imut sebagai penyegar hunian. Jika diibaratkan, taman ini adalah the icing on the cake. Biasanya taman terletak di depan teras dan berisi rumput teki atau rumput gajah mini. Beberapa orang juga menambahkan bunga dan tanaman kecil, tetapi tetap menghindari kesan ramai.Arsitektur minimalis adalah tentang pencapaian desain yang lebih baik melalui kesederhanaan. Baik itu kesederhanaan bentuk, ruang, material, detail, atapun warna. 9 karakterisitik di atas menunjukkan bahwa desain rumah minimalis tidak menonjolkan kemewahan atau menunjukkan semua harta Anda. Tetapi justru merupakan pilihan untuk menciptakan ketenangan, keteraturan dan keeleganan dalam ‘keminiman’.

Sumber: https://www.ruparupa.com/

Read More »
09 October | 0komentar

Istilah-Istilah Yang ada di Gambar Denah, FFL

Denah 2 Lantai, Type 86

Pada kali ini akan dibahas berkaitan dengan Gambar Denah. Gambar denah ini memberikan informasi yang banyak berkaitan dengan rumah/bangunan/struktur yang akan dibangun. Sehingga pada denah harus memiliki informasi yang lengkap terkait dengan informasi nama ruang, elevasi lantai, luas lantai.

Seperti halnya peta, pada dasarnya denah dibuat untuk dapat memudahkan penggunanya dalam melacak suatu lokasi. Jika peta memiliki cakupan wilayah yang lebih luas, maka denah hanya mencakupi daerah suatu bangunan saja. Fungsi denah sendiri mencakupi beberapa fungsi seperti di atas.

Berikut dibahas tentang istilah yang ada pada denah, seperti FFL, GL, CL dan sebagainya.


Keterangan :
- FFL : Finish Floor Level = Level Muka Lantai
- CH : Celling High = Tinggi Plafon
- GL : Ground Level = Muka Tanah Asli (MTA) 


Seperti yang kita tahu, denah adalah gambar tampak atas bangunan yang seolah-olah dipotong secara horizontal setinggi 1m dari ketinggian 0.00, atau permukaan tanah bangunan tersebut. 
 Dan berikut standarisasi gambar denah: 
 -Ketinggian permukaan ruang. 
 -Nama ruangan. 
 -Notasi outline proyeksi atap/lantai di atasnya yang bidangnya lebih besar (misalnya ada balkon) berupa garis putus‐putus. 
 -Notasi gambar potongan. 
 -Notasi arah bukaan pintu. 
 -Notasi tangga dan ramp jika ada 
 -Notasi proyeksi batas ruang kosong atau void 
 -Dimensi horizontal dan dimensi vertikal 
 -Arah Utara 
 -Judul Gambar

Read More »
05 October | 0komentar

Hubungan dan Sambungan Kayu


Kita bedakan antara hubungan kayu dan sambungan kayu. Yang dimaksud dengan sambungan kayu adalah dua batang kayu atau lebih yang disambung-sambung sehingga menjadi satu batang kayu panjang atau mendatar maupun tegak lurus dalam satu bidang datar atau bidang dua dimensi. Sedangkan yang disebut dengan hubungan kayu yaitu dua batang kayu atau lebih yang dihubung-hubungkan menjadi satu benda atau satu bagian konstruksi dalam satu bidang (dua dimensi) maupun dalam satu ruang berdimensi tiga. 

Bahan kayu merupakan bahan bangunan alam, maka dari pohonnya kayu dapat dibentuk berbagai macam ukuran yang berupa balok dan papan.Untuk penggunaan pada konstruksi kayu biasanya dilakukan sambungan. Karena keterbatasan panjang kayu yang ada dipasaran, maka untuk suatu konstruksi kayu yang panjang diperlukan adanya sambungan kayu.Kayu bentuk balok berarti sambungan memanjang dan untuk papan disebut sambungan melebar. 
Ukuran kayu umumnya yang ada dipasaran sudah ditentu, antara lain :



Pengertian sambungan kayu adalah dua batang kayu atau lebih yang saling disambungkan satu sama lain sehingga menjadi satu batang kayu yang panjang. 

Pengertian hubungan kayu adalah dua batang kayu atau lebih yang saling dihubungkan satu sama lain pada satu titik tertentu sehingga menjadi satu bagian konstruksi. 
Perlu diperhatikan juga syarat-syarat hubungan kayu, antara lain : 
Dibuat sesederhana mungkin tapi kokoh, hindari menakik kayu yang dalam, perhatikan penempatan sambungan, harus tahan terhadap gaya yang bekerja padanya, konstruksi sambungan dibuat yang pas, jangan menggunakan kayu yang cacat. Maka dari itu diperlukan sambungan dan hubungan terhadap kayu tersebut.

Dalam menyusun suatu konstruksi kayu pada umumnya terdiri dari dua batang atau lebih masing-masing dihubungkan menjadi satu bagian hingga kokoh. Untuk memenuhi syarat kekokohan ini maka sambungan dan hubungan-hubungan kayu harus memenuhi syaratsyarat sebagai berikut: 
  1. Sambungan harus sederhana dan kuat. Harus dihindari takikan besar dan dalam, karena dapat mengakibatkan kelemahan kayu dan diperlukan batang-batang kayu berukuran besar, sehingga dapat merupakan pemborosan. 
  2. Harus memperhatikan sifat-sifat kayu, terutama sifat menyusut, mengembang dan tarikan. 
  3. Bentuk sambungan dari hubungan konstruksi kayu harus tahan terhadap gaya-gaya yang bekerja.

Hubungan kayu dibagi dalam 3 kelompok ialah: 
a. Sambungan kayu arah memanjang 
b. Hubungan kayu yang arah seratnya berlainan (menyudut) 
c. Sambungan kayu arah melebar (sambungan papan)
Sambungan memanjang digunakan untuk menyambung balok tembok, gording dan sebagainya. Hubungan kayu banyak digunakan pada hubungan-hubungan pintu, jendela, kuda-kuda dan sebagainya. Sedangkan sambungan melebar digunakan untuk bibir lantai, dinding atau atap. 

Sambungan Kayu Arah Memanjang Mendatar Sambungan memanjang ini terdiri dari sambungan mendatar dan tegak lurus. 
a. Sambungan bibir lurus 
b. Sambungan bibir lurus berkait 
c. Sambungan bibir miring 
d. Sambungan bibir miring berkait 
e. Sambungan memanjang balok kunci 
f. Sambungan memanjang kunci jepit 
g. Sambungan tegak lurus. 

Sambungan Bibir Lurus 
Sambungan ini digunakan bila seluruh batang dipikul, misalnya balok tembok. Pada sambungan ini kayunya banyak diperlemah karena masing-masing bagian ditakik separuh kayu. 


 Sambungan Bibir Miring 
Sambungan bibir miring digunakan untuk menyambung gording pada jarak 2.5 - 3.50 m dipikul oleh kuda-kuda. Sambungan ini tidak boleh disambung tepat di atas kuda-kuda karena gording sudah diperlemah oleh takikan pada kuda-kuda dan tepat di atas kaki kuda-kuda gording menerima momen negatif yang dapat merusak sambungan. Jadi sambungan harus ditempatkan pada peralihan momen positif ke momen negatif sebesar = Q. Maka penempatan sambungan pada jarak 1/7 – 1/9 dari kuda-kuda.

Dan sebagainya.

Hubungan Kayu 

Hubungan kayu merupakan dua buah kayu yang saling bertemu secara siku-siku, sudut pertemuan atau persilangan. Hubungan kedua kayu tersebut selain dapat dilakukan dengan takikan ½ kayu dapat pula menggunakan hubungan pen dan lubang. Pen dibuat 1/3 tebal kayu dan lubang pen lebarnya dibuat ½ tebal kayu yang disambungkan. Untuk memperkuat hubungan kayu tersebut biasanya menggunakan penguat paku atan pen dari kayu.  
Hubungan pen dan lubang terbuka, karena lubangnya dibatasi dengan 3 bidang. Apabila pada sambungan di atas bekerja gaya (gaya menekan balok B), maka pada prinsipnya gaya itu ditahan oleh lebarnya pen supaya pennya kuat, maka bagian pen itu diperlebar masuk ke balok A dan kayu A di cowak 1/8 - 1/6 lebar balok B. Hubungan ini disebut hubungan pen dan lubang pakai gigi.
Pada hubungan sudut ada yang memakai istilah ekor burung terbenam. Pemakaian hubungan ini bila tidak terpaksa karena ada gaya yang bekerja untuk melepaskan hubungan, untuk itu jangan digunakan selain dalam pengerjaannya lebih sulit. 

Sambungan Kayu Arah Melebar 

Untuk papan-papan yang akan dipergunakan sebagai lantai atau dinding bangunan, disambung terlebih dahulu agar lantai maupun dinding kayu dapat rapat dan kelihatan bersih. Akan tetapi sebelum membuat sambungan hendaknya perlu diperhatikan dahulu sisi mana yang akan disambung. Adapun teknik penyambungannya bermacam-macam ada dengan perekat, paku, alur dan lidah dengan profil. Dengan paku sambungan akan lebih rapat walaupun terjadi susut pada papan tersebut. Bila dengan sambungan bentuk lain khawatir ada penyusutan sehingga dinding akan kelihatan jelek, maka dibuat lat atau profil untuk mengelabui, di samping untuk factor keindahan dalam pemasangan.   



Read More »
30 September | 0komentar

Pemahaman Tentang Gambar Potongan

Pengertian 
Secara umum gambar potongan merupakan tampilan irisan/potongan/section bangunan atau denah yang memuat informasi mengenai dimensi/ukuran dan spesfikasi teknis bangunan rumah. Ukuran yang dimaksud adalah informasi elevasi/tinggi bangunan, kedalaman fondasi, tinggi kusen, dan lainnya. 
Sedangkan spesifikasi teknis menyangkut informasi bahan dan material yang digunakan. 

Fungsi Gambar potongan 
sangat penting untuk menunjukkan prinsip struktur bangunan, kedudukan elemen bangunan, konstruksi dan bentukan, ukuran, dan juga bahan yang dipakai dalam bangunan, serta dapat pula menunjukkan kaitan dengan sistem bangunan. Keseluruhannya, otongan dibuat dengan tujuan memperlihatkan: 
Sistem struktur dan elemennya 
Konstruksi antar elemen sistem struktur 
Konstruksi inter elemen struktur 
Bahan bangunan 
Ukuran dan satuan 
Konstruksi ruangan bangunan 
Sistem bangunan 

Ketentuan 
Saat membuat gambar potongan, kita harus memerhatikan segala ketentuannya, antara lain: 
  1. Potongan gambar harus vertikal dengan pandangan horisontal. 
  2. Bagian yang dipotong dalam bangunan ditunjukkan dengan garis terputus-putus yang menunjukkan letak dan arah pandangan dalam potongan pada denah setiap lantai bangunan. 
  3. Potongan diletakkan pada bagian-bagian yang memerlukan penjelasan lebih rinci yang dapat menunjukkan prinsip bangunan secara keseluruhan. 
  4. Bagian yang terpotong digaris tebal dengan notasi material bila merupakan gambar kerja. 

Cara Penarapan 

Keterangan: tanda garis putus-putus menandakan daerah yang dipotong sehingga menghasilkan potongan bangunan dan arah melihatnya

Potongan I-I

Jenis Potongan

Potongan Arsitektural
Potongan hanya dimaksudkan untuk menunjukkan salah satu aspek saja dalam bangunan. Untuk menghindari gambar yang lebih rumit atau untuk menghindari kesalahpahaman antara pendesign dengan pihak lain terutama produsen dan klien, gambar potongan hanya memberikan satu informasi saja. Potongan ruang yang hanya menunjukan bentuk dan suasana ruang biasanya dapat digambar dengan menggunakan metode potongan tertentu seperti potongan tiga dimensi atau potongan perspektif atau axonometri. Potongan ini lebih bersifat arsitektural karena belum dapat dipakai sebagai gambar pelaksanaan di lapangan. Gambar potongan sejenis ini lebih ditujukan untuk kepentingan pencarian gagasan atau presentasi. 

Potongan Struktural (Potongan Konstruksi) 
Fungsi utama gambar potongan lengkap pada bangunan adalah untuk menunjukkan prinsip struktur secara jelas. Karena gambar potongan harus menunjukkan posisi sistem dengan lengkap, maka sekalipun bagian bangunan tersebut terdapat pada bagian belakang pandangan, elemen tersebut tetap akan digambar. Begitu juga dengan elemen yang berada secara tidak langsung pada garis potongnya pada denah, jika merupakan bagian utama dari sistem struktur, seperti fondasi, kolom, balok, kuda-kuda tetap diperlihatkan dalam potongan. Garis potong pada denah lebih ditujukan untuk menunjukkan posisi ruang dan bukan pada posisi elemen atau sistem. 

Potongan Detail 
Potongan juga diperlukan untuk memperjelas detail konstruksi bangunan tertentu. Potongan detail ini sifatnya lebih teknis dan akan dipergunakan secara langsung baik sebagai pedoman pelaksanaan ataupun sebagai pedoman untuk memprakirakan harga bangunan (RAB) karena perhitungan baik jenis bahan ataupun ukurannya beserta posisinya baru dapat dihitung jika dengan gambar jelas. 
Dengan demikian gambar detail ini sangat diperlukan pada setiap bagian dalam bangunan dengan sangat jelas beserta notasi ketentuan bahan dan ukuran untuk dapat dilaksanakannya bangunan dengan benar. Potongan detail dalam satu rangkaian konstruksi juga dapat digambarkan secara sekaligus. Potongan ini biasanya disebut dengan potongan prinsip yang akan menunjukkan dengan jelas prinsip-prinsip dalam satu bagian atau elemen bangunan seperti potongan pada area kamar mandi dengan shaftnya, potongan pada bagian atap bangunan beserta konstruksi pelengkapnya seperti talang dan bubungan, potongan pada dinding luar bangunan yang berkaitan dengan tritis serta kanopi dan sebagainya.

Read More »
29 September | 0komentar

Bagian dari Perintah Modify, Move

Fungsi : Untuk memindahkan objek yang telah diseleksi. 

 Command dengan menubar : Klik menubar Modify, pilih Move 
Command dengan toolbar :Klik icon (modify)pada toolbar Modify 
 Command dengan keyboard :Ketik “M” + enter 

 Cara Kerja : 
 Buatlah sebuah objek sembarang (misal buat lingkaran dengan diameter 50). 
 
Modify, Move

Aktifkan perintah Move dengan salah satu yang telah disebutkan di atas. 

 Maka di command line akan muncul :

Selanjutnya pilih/ menyeleksi objek yang akan dipindah. 
Setelah menyeleksi objek, di command line akan muncul :

Klik di salah satu tempat di display sebagai titik awal. Jika menggunakan jarak, bisa mengklik di tempat sembarang. 
  Setelah menentukan titik awal, gerakkan kursor ke sembarang arah (misal ke kanan), kemudian masukkan jarak perpindahan (misal 100) setelah itu tekan enter. 
  Sebenarnya prinsip dasar dari perintah Move hampir sama dengan perintah Copy, yang membedakannya adalah kalau Copy objek asal tidak hilang, sedangkan pada perintah Move, objek asal hilang.

Link Presensi


Read More »
08 September | 0komentar

Perhitungan Volume Batu Bata


Bahan material bangunan yang memiliki fungsi sebagai bahan dasar pembuat dinding adalah Batu bata. Jenis bahan material bangunan ini dibuat dari bahan dasar tanah liat yang kemudian dibakar dengan derajat yang cukup tinggi sampai menjadi kering, mengeras, dan berubah warna menjadi kemerahan. 
harganya yang bisa dibilang cukup ekonomis, material Batu Bata banyak digunakan di Indonesia. Batu bata menjadi bahan bangunan yang umum digunakan dalam pembangunan rumah. Selain itu batu bata juga sangat mudah untuk didapatkan karena geografi Indonesia yang memang kaya akan bahan dasar pembuat utama salah satu bahan material bangunan ini.

Menghitung Volume Batu bata

Satuan yang digunakan adalah meterpersegi (m2). 

(Tinggi dinding dikalikan panjang dinding) dikurangi Lobang

Lobong adalah luas pasangan kusen pintu , kusen jendela, boven dan lainnya.

Diatas adalah rumus volume dinding.

Dari contoh :  Gambar diatas

Diketahui :

Luas Dinding Batu Bata  = 3.000 x 3.000  = 9.000 mm2 = 9 m2
Luas pintu                       =  0.800 x 2.200  = 1,760 mm2 = 1,76 m2
Luas Lubang angin         =  0,800 x 0,030  = 0,024 mm2 = 0,024m2

Jumlah                                                                                = 10,784 m2





Read More »
28 July | 0komentar

Menghitung Volume Pondasi

 


Perhitungan Volume pondasi batu kali

Penampang Ponsasi Batu Kali adalah berbentuk Trapesium maka untuk menghitung Volumenya menggunakan rumaus Luas Trapesiun dikalikan jaraknya.

Untuk menghitung Volume Pondasi: Luas Penampang (bentuk Trapesium) dikalikan dengan panjang pondasi.Luas trapesium adalah jumlah garis sejajar dikalikan dengan setengah tinggi.Dari gambar dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut:




 

maka:


Volume Pondasi = Luas Penampang Trapesium (Penampang) x Panjang Pondasi


Pada postingan sebelumnya menghitung panjang pondasi 


Diketahui Panjang Pondasi :
1. Pagar 



Diketahu Panjang Pondasi Pagar = 35m

Volume = 0, 254 X 35 meter
             = 8,88 m3

2. Pondasi Rumah




Diketahui Panjang pondasinya = 25,25m

Volume = 0,333 x 25,25 
             = 8,40m3


Jadi Jumlah Volume pondasi = 8,88 m3 + 8,40 m3
                                               = 17,28m3



Read More »
29 April | 0komentar

Menghitung Volume Pengukuran dan Bowplank


Menghitung Volume Pengukuran dan Bowplank ada beberapa trik yang harus dikuasai oleh seorang Estimator. Sebelumnya mengenal terlebih dahulu tentang Bouwplank, adalah balok kayu, bambu, baja ringan atau material sejenis lainya yang disertai dengan benang ukur sebagai penanda batas-batas galian serta pemasangan pondasi bangunan. 
Pengerjaanya dilakukan pada tahap awal setelah pembersihan lahan dan sebelum galian pondasi. Pada gambar tersebut bisa kita lihat contoh bouwplank pondasi rumah yang memakai material papan/ bambu. Disitu ada benang ukur yang dibentangkan antar bouwplank dengan diikat memakai paku. Dengan adanya benang ukur tersebut maka penggalian tanah bisa pas sesuai posisi serta ukuran pondasi yang telah direncanakan. 
Untuk menghitung volume serta analisa harga satuan pekerjaan 1m' (satu meter panjang) bouwplank, di bawah ini.



Pertama yang dilakukan adalah menghitung Jarak  Denah.

Untuk menghitung jarak menggunakan bantuan Grade (Penomoran Angka dalam lingkaran, 1,2,3 4, dan 5 pada denah di atas arah vertikal dan huruf pada arah horizontal yaitu A,B,C,D E dan F).
Ini salah satu fungsi grade selain pada pembahasan sebelumnya berikut.

 

 

ARAH VERTIKAL

 

 

ARAH HORIZONTAL

GRADE

PANJANG

 

GRADE

PANJANG

1 (A-G)

10.000

 

A (1-5)

7.500

2 (B-F)

5.000

 

B (1-2)

2.750

3 (E-F)

1.500

 

C (2-4)

2.750

4 (C-F)

4.000

 

D (1-2)

2.750

5 (A-G)

10.000

 

E (3-4)

1.500

 

Keterangan:
1 (A-G) 
lihat pada grade 1, (Lingkaran 1) arah Vertikal, Panjang pondasi dari Grade A-G adalah 10.000mm (10 meter).
3 (E-F)
Lihat pada Grade 3 (Lingkaran 3) arah Vertikal. Panjang pondasi dari Grade E-F adalah 1.500mm (1,5m)
A (1-5)
Lihat grade A (Lingkaran A) arah Horizontal. Panjang pondasi dari Grade 1 ke Grade 5 adalah 7.500 mm (7,5 m).
E (3-4)
Lihat grade E (lingkaran E) arah horizontal. Panjang grade 3 ke grade 4 adalah 1.500mm (1,5m)

Dari Gambar diatas dapat dihitung Panjang pondasi sebagai berikut:

Panjang Pondasi Pagar
Kenapa pondasi pagar dipisah? karena penampang dari galian tanah dan penampang pondasinya berbeda. Untuk pagar penampang pondasinya setengah tidak utuh seperti pondasi untuk rumah.



Panjang Pondasi Pagar:                                                   

 

ARAH VERTIKAL

 

 

ARAH HORIZONTAL

GRADE

PANJANG

 

GRADE

PANJANG

1 (A-G)

10.000

 

A (1-5)

7.500

5 (A-G)

10.000

 

G (1-5)

7.500

Jumlah

20.000

 

Jumlah

15.000


Total Panjang Pagar : 20.000 + 15.000 = 35.000 mm (35 meter)


Pondasi Rumah (Dalam):

 

ARAH VERTIKAL

 

 

ARAH HORIZONTAL

GRADE

PANJANG

 

GRADE

PANJANG

2 (B-F)

5.000

 

B (1-2)

2.750

3 (E-F)

1.500

 

C (2-4)

2.750

4 (C-F)

4.000

 

D (1-2)

2.750

 

 

 

E (3-4)

1.500

 

 

 

F (1-4)

5.500

JUMLAH

10.000

 

JUMLAH

15.250

 Jumlah total Panjang Ponasi adalah 10.000 + 15.250 = 25.250 mm ( 25,25meter)


Setelah panjang pondasi tersebut diketahui maka dapat dihitung volume pengukuran dan Bouwplank

Jadi Panjang Bouwplank adalah = 35m + 25,25m = 60,25m


Untuk menghitung volume pondasi antara pondasi pagar dan rumah panjangnya disesuaikan. Perhitungan penampang pondasi pagar x panjang pagar.

Perhitungan penampang pondasi rumah x panjang pondasi rumah.

Baru kedua perhitungan diatas ditambahkan  


Read More »
28 April | 0komentar