Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts with label Teknik Sipil. Show all posts
Showing posts with label Teknik Sipil. Show all posts

Mengenal Jenis-Jenis Pekerjaan Konstruksi melalui Pembelajaran EBK


Pembelajaran Konsentrasi Kejuruan DPIB Kelas XI DPIB 1 SMKN 1 Bukateja Pembelajaran pada mata pelajaran Konsentrasi Kejuruan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) terus diarahkan untuk membekali peserta didik dengan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja dan dunia industri konstruksi.  
Salah satu materi penting yang dipelajari oleh peserta didik Kelas XI DPIB 1 SMK Negeri 1 Bukateja adalah Estimasi Biaya Konstruksi. Dalam pembelajaran ini, peserta didik tidak hanya belajar menghitung biaya suatu pekerjaan bangunan, tetapi juga harus memahami terlebih dahulu berbagai jenis pekerjaan yang terdapat dalam sebuah proyek konstruksi. Pada kegiatan pembelajaran kali ini, peserta didik mempelajari modul materi Identifikasi Jenis-Jenis Pekerjaan Konstruksi sebagai salah satu dasar penting dalam memahami proses penyusunan estimasi biaya konstruksi.  

Mengapa Identifikasi Pekerjaan Konstruksi Penting?  

Sebelum menghitung kebutuhan bahan, tenaga kerja, peralatan, maupun biaya suatu proyek, seorang estimator harus mampu mengidentifikasi setiap jenis pekerjaan yang terdapat dalam gambar rencana dan dokumen proyek. Setiap bangunan terdiri dari berbagai tahapan dan jenis pekerjaan yang saling berkaitan. Mulai dari pekerjaan awal hingga pekerjaan akhir, semuanya harus diidentifikasi secara sistematis agar perhitungan biaya dapat dilakukan dengan tepat. Kesalahan dalam mengidentifikasi jenis pekerjaan dapat menyebabkan adanya pekerjaan yang terlewat dalam perhitungan. Akibatnya, estimasi biaya konstruksi menjadi tidak akurat dan dapat menimbulkan perbedaan antara rencana anggaran dengan kebutuhan biaya yang sebenarnya di lapangan. Oleh karena itu, kemampuan mengidentifikasi jenis pekerjaan konstruksi menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik DPIB.  
Mengenal Berbagai Jenis Pekerjaan Konstruksi Dalam sebuah proyek pembangunan gedung, terdapat berbagai kelompok pekerjaan yang perlu dipahami. Secara umum, jenis pekerjaan konstruksi dapat dikelompokkan sebagai berikut:  
1. Pekerjaan Persiapan  
Pekerjaan persiapan merupakan tahap awal sebelum pelaksanaan pembangunan dimulai. Kegiatan pada tahap ini dapat meliputi:  
Pembersihan lokasi pekerjaan; 
Pengukuran dan pemasangan bouwplank; 
Pembuatan direksi keet; 
Penyediaan gudang material; 
Pemasangan pagar proyek; 
Persiapan peralatan dan tenaga kerja. 
Tahap persiapan sangat penting karena menjadi dasar untuk memastikan kegiatan konstruksi dapat berjalan dengan tertib dan sesuai rencana. 

2. Pekerjaan Tanah dan Pondasi 
Setelah pekerjaan persiapan selesai, pembangunan dilanjutkan dengan pekerjaan tanah dan pondasi. Jenis pekerjaan ini dapat meliputi:  
Penggalian tanah; 
Urugan pasir; 
Urugan tanah; 
Pemadatan tanah; 
Pembuatan pondasi; 
Pekerjaan pasangan batu; 
Pekerjaan struktur bawah bangunan. 
Pondasi memiliki fungsi yang sangat penting karena menjadi bagian bangunan yang menerima dan meneruskan beban struktur ke tanah. 

3. Pekerjaan Struktur 
Pekerjaan struktur merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan elemen utama pembentuk kekuatan bangunan. Beberapa contoh pekerjaan struktur antara lain: 
Pekerjaan beton bertulang; 
Pekerjaan kolom; 
Pekerjaan balok; 
Pekerjaan sloof; 
Pekerjaan ring balok; 
Pekerjaan plat lantai; 
Pekerjaan struktur atap. 
 Dalam proses estimasi biaya konstruksi, setiap pekerjaan struktur harus dihitung berdasarkan volume dan kebutuhan sumber daya yang diperlukan. 

 4. Pekerjaan Dinding dan Pasangan 
 Pekerjaan pasangan meliputi berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan pembentukan ruang dalam bangunan. Contohnya antara lain: 
 Pemasangan bata merah; 
Pemasangan bata ringan; 
Pekerjaan plesteran; 
Pekerjaan acian; 
Pembuatan dinding pembatas. 
Peserta didik perlu memahami perbedaan jenis material dan metode pelaksanaan karena setiap jenis pekerjaan memiliki kebutuhan biaya yang berbeda. 

 5. Pekerjaan Lantai dan Penutup Dinding 
Pekerjaan ini berkaitan dengan penyelesaian permukaan lantai maupun dinding. Beberapa pekerjaan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain: 
Pemasangan keramik lantai; 
Pemasangan keramik dinding; 
Pemasangan granit; 
Pemasangan batu alam; 
Pekerjaan finishing lantai. 
 Dalam penyusunan estimasi biaya, jenis material, ukuran, luas pekerjaan, dan metode pemasangan menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan.  

6. Pekerjaan Atap  
Atap berfungsi sebagai pelindung bangunan dari panas, hujan, dan berbagai pengaruh cuaca lainnya. Pekerjaan atap dapat meliputi:  
Pemasangan rangka atap; 
Pemasangan kuda-kuda; 
Pemasangan reng; 
Pemasangan penutup atap; 
Pemasangan nok; 
Pemasangan talang. 
Setiap jenis material atap memiliki karakteristik dan kebutuhan biaya yang berbeda sehingga perlu diidentifikasi secara tepat.  

7. Pekerjaan Kusen, Pintu, dan Jendela  
Pekerjaan ini meliputi pemasangan berbagai elemen bukaan pada bangunan, seperti:  
Kusen pintu; 
Kusen jendela; 
Daun pintu; 
Daun jendela; 
Kaca; 
Perlengkapan pintu dan jendela. 
 Dalam proses perhitungan biaya, peserta didik harus mampu membaca ukuran dan jumlah bukaan berdasarkan gambar kerja.  

8. Pekerjaan Finishing 
Pekerjaan finishing merupakan tahap penyelesaian yang bertujuan memberikan nilai estetika dan kenyamanan pada bangunan. Jenis pekerjaan finishing dapat berupa:  
Pengecatan dinding; 
Pengecatan plafon; 
Pengecatan kusen; 
Pemasangan plafon; 
Pekerjaan dekoratif lainnya.  
Meskipun berada pada tahap akhir, pekerjaan finishing tetap membutuhkan perencanaan biaya yang matang. 
 
9. Pekerjaan Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing  
Dalam pembangunan gedung, terdapat pula pekerjaan instalasi yang mendukung fungsi bangunan. Beberapa di antaranya adalah:  
Instalasi listrik; 
Pemasangan lampu; 
Instalasi air bersih; 
Instalasi air kotor; 
Pemasangan sanitair; 
Instalasi drainase.  
Pekerjaan ini juga perlu diidentifikasi secara terpisah agar perhitungan anggaran dapat dilakukan secara lengkap. Pembelajaran Berbasis Identifikasi dan Analisis Melalui pembelajaran materi Identifikasi Jenis-Jenis Pekerjaan Konstruksi, peserta didik Kelas XI DPIB 1 SMKN 1 Bukateja diharapkan mampu memahami tahapan pekerjaan dalam suatu proyek pembangunan secara sistematis. Peserta didik belajar untuk:  
Mengidentifikasi jenis pekerjaan berdasarkan gambar konstruksi;  
Mengelompokkan pekerjaan sesuai tahapan pelaksanaan;  
Memahami urutan pekerjaan konstruksi; 
Menentukan satuan pekerjaan; 
Menghitung volume pekerjaan; 
Menjadi dasar dalam penyusunan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP); 
Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB).  
Pembelajaran ini menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan peserta didik sebelum memasuki materi perhitungan biaya konstruksi yang lebih kompleks. Menyiapkan Kompetensi Peserta Didik DPIB Kompetensi dalam bidang estimasi biaya konstruksi sangat dibutuhkan dalam dunia kerja konstruksi. Seorang tenaga kerja di bidang konstruksi tidak hanya dituntut mampu membaca gambar, tetapi juga harus mampu memahami pekerjaan yang akan dilaksanakan dan menghitung kebutuhan biaya secara tepat.  
Melalui pembelajaran Konsentrasi Kejuruan DPIB, peserta didik diberikan kesempatan untuk mempelajari proses konstruksi secara bertahap, mulai dari mengenal gambar, mengidentifikasi pekerjaan, menghitung volume, menganalisis harga satuan pekerjaan, hingga menyusun Rencana Anggaran Biaya. Dengan demikian, pembelajaran Estimasi Biaya Konstruksi tidak hanya berorientasi pada kemampuan berhitung, tetapi juga melatih peserta didik untuk memiliki kemampuan analisis, ketelitian, serta pemahaman terhadap proses pembangunan secara menyeluruh.  
Materi Identifikasi Jenis-Jenis Pekerjaan Konstruksi menjadi salah satu pondasi penting dalam pembelajaran Estimasi Biaya Konstruksi pada Konsentrasi Kejuruan DPIB. Melalui materi ini, peserta didik Kelas XI DPIB 1 SMK Negeri 1 Bukateja diharapkan mampu memahami bahwa setiap bangunan terdiri dari berbagai jenis pekerjaan yang harus direncanakan, dilaksanakan, dan diperhitungkan secara sistematis. Pemahaman terhadap jenis-jenis pekerjaan konstruksi akan menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam mempelajari materi berikutnya, terutama dalam melakukan perhitungan volume pekerjaan, analisis harga satuan, serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).  
Dengan pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi dan kebutuhan dunia konstruksi, peserta didik DPIB diharapkan dapat berkembang menjadi sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan untuk menghadapi tantangan dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. SMK Negeri 1 Bukateja Konsentrasi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) Kelas XI DPIB 1 Materi: Estimasi Biaya Konstruksi – Identifikasi Jenis-Jenis Pekerjaan Konstruksi

Read More »
08 September | 0komentar

Menyusun Analisis Analisa Harga Satuan Pekerjaan


Menyusun Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) adalah tahapan paling krusial dalam pembuatan RAB. Sebagai guru SMK DPIB, Bapak tentu tahu bahwa jika AHSP salah, maka seluruh nilai RAB akan meleset.Secara teknis, AHSP di Indonesia saat ini mengacu pada Permen PUPR No. 1 Tahun 2022. 

Berikut adalah langkah-langkah sistematis menyusun AHSP :

1. Identifikasi Item Pekerjaan
Sebelum menghitung, tentukan item pekerjaan yang akan dibuat analisanya. Contoh: Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Merah (per 1 m2).Satuan: Pastikan satuan volume sesuai standar (misal: m1, m2, m3, kg, atau ls).

2. Tentukan Komponen Dasar (Input Data)
AHSP terdiri dari tiga komponen biaya utama yang harus dikumpulkan datanya:
  • Harga Satuan Upah: Upah pekerja, tukang, kepala tukang, dan mandor (berdasarkan Standar Harga Satuan Regional/SHSR).
  • Harga Satuan Bahan: Harga material di lokasi pekerjaan (harga pasar atau harga standar pemda).
  • Harga Satuan Alat: Biaya sewa atau penyusutan alat yang digunakan (jika menggunakan alat berat/khusus).

3. Tentukan Koefisien (Analisa Teknis)
Koefisien adalah angka indeks yang menunjukkan kebutuhan sumber daya untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan.
Sumber Data: Gunakan tabel koefisien SNI (Permen PUPR). Contoh Koefisien 1 m2 Pasangan Bata (1:4) dibutuhkan :
  • Bata Merah: 70 buah
  • Semen: 11,5 kg
  • Pasir Pasang: 0,043 m3
  • Pekerja: 0,300 OH
  • Tukang: 0,100 OH

4. Perhitungan Biaya Tiap Komponen
Gunakan rumus dasar:

Total Biaya Komponen = Koefisien x Harga Satuan

Hitung Sub-Total A (Tenaga Kerja): Penjumlahan semua (Koefisien Tenaga x Upah).
Hitung Sub-Total B (Bahan): Penjumlahan semua (Koefisien Bahan x Harga Bahan).
Hitung Sub-Total C (Peralatan): Penjumlahan semua (Koefisien Alat x Harga Alat).

5. Menghitung Biaya Langsung (Hard Cost)
Jumlahkan ketiga sub-total tersebut:

Biaya Langsung = Sub-Total A + Sub-Total B + Sub-Total C

6. Menghitung Biaya Tidak Langsung (Overhead & Profit)Sesuai aturan pemerintah (Permen PUPR), biaya umum (overhead) dan keuntungan kontraktor biasanya dipatok maksimal 10% hingga 15% dari biaya langsung.Rumus: 

Overhead/Profit = 10% Biaya Langsung

7. Harga Satuan Pekerjaan (HSP) Final
Langkah terakhir adalah menjumlahkan Biaya Langsung dengan Overhead/Profit.

HSP Final = Biaya Langsung + Overhead/Profit

Tips untuk Pengajaran di Kelas XII DPIB:
Gunakan Link Cell di Excel: Ingatkan siswa untuk tidak mengetik angka harga secara manual di tabel AHSP. 
Gunakan rumus =Link ke tabel "Daftar Harga Satuan Dasar" agar saat harga semen naik, seluruh AHSP dan RAB berubah otomatis.
Logika Koefisien: Jelaskan bahwa koefisien didapat dari penelitian produktivitas. Semakin besar koefisien tenaga, artinya pekerjaan tersebut semakin sulit atau lambat dikerjakan.
Pembulatan: Biasanya dalam AHSP, hasil akhir dibulatkan ke dua angka di belakang koma (rupiah terdekat).

Read More »
14 January | 0komentar

Langkah-Langkah Membuat Kurva S

Secara teknis, Kurva S adalah grafik yang menggambarkan hubungan antara persentase kumulatif biaya atau bobot pekerjaan dengan waktu pelaksanaan proyek.Mengapa Berbentuk "S"?Kurva ini biasanya landai di awal (persiapan), curam di tengah (masa produktif konstruksi), dan kembali melandai di akhir (finishing). Jika kurva kamu berbentuk garis lurus atau patah-patah ekstrem, sebaiknya cek kembali distribusi jadwalmu.
Berikut adalah langkah-langkah sistematis untuk menyusunnya:
1. Siapkan Daftar Pekerjaan (WBS) Langkah awal adalah menyusun Work Breakdown Structure (WBS) atau daftar uraian pekerjaan secara berurutan, mulai dari pekerjaan persiapan hingga pembersihan akhir. Ambil data ini dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah dibuat.



2. Menghitung Bobot Setiap PekerjaanBobot adalah persentase pengaruh satu jenis pekerjaan terhadap total biaya proyek. Rumusnya sederhana:



Catatan: Pastikan jika semua bobot dijumlahkan, hasilnya harus tepat 100%.

3. Tentukan Durasi dan Jadwal (Bar Chart)Tentukan berapa lama setiap pekerjaan akan diselesaikan (hari atau minggu). Gambarkan dalam bentuk diagram batang (Bar Chart) untuk melihat kapan suatu pekerjaan dimulai dan berakhir.

4. Distribusi Bobot per Satuan WaktuBagi nilai bobot pekerjaan (langkah 2) dengan durasi pekerjaannya (langkah 3). Masukkan nilai tersebut ke dalam kolom-kolom waktu pelaksanaan.

Contoh: Jika pekerjaan pondasi punya bobot 10% dan dikerjakan dalam 2 minggu, maka setiap minggunya pekerjaan tersebut menyumbang 5%.


5. Hitung Persentase Kumulatif
Ini adalah langkah paling krusial:
Persentase Mingguan: Jumlahkan semua bobot pekerjaan yang ada dalam satu kolom minggu yang sama.
Persentase Kumulatif: Tambahkan persentase minggu berjalan dengan total persentase minggu sebelumnya. Angka di minggu terakhir harus mencapai 100%.

6. Plotting dan Menggambar Kurva S
Setelah mendapatkan angka kumulatif setiap periodenya:Buat titik-titik koordinat pada grafik (Sumbu X untuk waktu, Sumbu Y untuk persentase kumulatif 0-100%).Hubungkan titik-titik tersebut hingga membentuk garis lengkung menyerupai huruf S.

Read More »
13 January | 0komentar

Tentang-Kurva-S

1. Pendahuluan
Dalam sebuah proyek konstruksi, perencanaan yang matang tidak hanya berhenti pada angka biaya (RAB). Masalah klasik di lapangan adalah proyek yang selesai terlambat atau biaya yang membengkak karena manajemen waktu yang buruk.Kurva S (disebut juga Warren-Alpen Chart) adalah sebuah grafik yang dikembangkan untuk menunjukkan hubungan antara persentase (%) kumulatif biaya atau bobot pekerjaan dengan waktu pelaksanaan. Disebut Kurva S karena bentuk akumulasi biaya dari awal hingga akhir proyek biasanya membentuk huruf "S": lambat di awal, cepat di tengah, dan melambat kembali di tahap finishing.

2. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:
  1. Memahami korelasi antara Item Pekerjaan, Harga Satuan, dan Durasi Waktu.
  2. Menghitung Bobot Persentase (%) setiap item pekerjaan berdasarkan RAB.
  3. Mendistribusikan bobot pekerjaan ke dalam durasi waktu (mingguan/bulanan).
  4. Menggambar Kurva S menggunakan bantuan perangkat lunak (MS Excel) secara akurat.
  5. Menganalisis kemajuan proyek (apakah terjadi percepatan atau keterlambatan).

3. Materi Inti: Komponen Kurva S
Untuk membuat Kurva S yang valid, siswa harus menyiapkan data-data berikut:
  • Daftar Rekapitulasi RAB: Total biaya tiap divisi pekerjaan.
  • Harga Total Proyek: Sebagai pembagi untuk mencari bobot.
  • Time Schedule (Bar Chart): Rencana durasi pelaksanaan (kapan pekerjaan dimulai dan selesai).


4. Tahapan Penyusunan Kurva S (Langkah Kerja)
Berikut adalah langkah-langkah sistematis penyusunan di dalam spreadsheet:
  • Persiapan Tabel: Buat tabel yang terdiri dari Kolom No, Uraian Pekerjaan, Harga Pekerjaan, Bobot (%), dan kolom Waktu (Minggu 1, Minggu 2, dst).Menghitung Bobot: 
  • Hitung bobot setiap item pekerjaan menggunakan rumus di atas. Pastikan total akumulasi bobot di akhir adalah 100%.
  • Menentukan Durasi: Tentukan berapa lama sebuah item pekerjaan dilakukan (misal: Pekerjaan Pondasi memakan waktu 2 minggu, dilakukan pada minggu ke-2 dan ke-3).
  • Distribusi Bobot: Bagilah nilai bobot pekerjaan secara merata ke dalam durasi waktu yang telah ditentukan. Contoh: Bobot Pekerjaan Atap adalah 10% dengan durasi 2 minggu. Maka pada kolom Minggu ke-X diisi 5% dan Minggu ke-Y diisi 5%.
  • Menghitung Jumlah Mingguan: Jumlahkan semua bobot yang ada pada kolom minggu yang sama (penjumlahan vertikal).
  • Menghitung Kumulatif: Jumlahkan hasil mingguan secara berantai (penjumlahan horizontal/akumulatif) hingga mencapai angka 100 di minggu terakhir.
  • Plotting Grafik: Blok baris kumulatif, lalu gunakan fitur Insert Chart (Line Chart) untuk membentuk grafik Kurva S.

5. Analisis Kurva S (Logika Konstruksi)
Sebagai calon teknisi DPIB, siswa harus memahami bentuk kurva:
  • Awal Proyek (Landai): Tahap persiapan, mobilisasi alat, dan pembersihan lahan. Biaya yang keluar belum terlalu besar.
  • Tengah Proyek (Curam): Tahap struktur (beton, dinding, atap). Biaya sangat besar karena banyak material dan tenaga kerja yang terlibat secara simultan.
  • Akhir Proyek (Landai Kembali): Tahap finishing dan perapihan (cat, pembersihan). Pekerjaan mendetail tapi nilai biayanya tidak sebesar tahap struktur.

6. Tips Praktis untuk Siswa SMK
  • Sinkronisasi dengan Gambar: Durasi harus logis. Jangan menjadwalkan pemasangan keramik sebelum pekerjaan plesteran dinding selesai.
  • Ketelitian Data: Satu angka salah di RAB akan merusak seluruh bentuk Kurva S.
  • Gunakan Formula Excel: Manfaatkan fungsi SUM agar jika ada perubahan harga di RAB, Kurva S akan terupdate secara otomatis.

Read More »
12 January | 0komentar

Asesmen Anti-Mainstream

Di ruang kelas XI DPIB 2 SMKN 1 Bukateja, hawa tegang menyelimuti suasana. Hari itu, jadwal asesmen mata pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi. Bapak guru berdiri di depan kelas dengan senyum misterius. Di tangannya, sebuah kotak kardus bekas snak yang dihiasi kertas kado berwarna-warni.
"Selamat siang, anak-anak," Bapak guru menyapa ramah. "Hari ini, kita akan melakukan asesmen yang sedikit berbeda. Tidak ada soal dari saya. Kalianlah yang akan menentukan soal kalian sendiri."
Semua siswa saling pandang, bingung. Budi, yang duduk di barisan depan, berbisik pada temannya, Agus, "Maksudnya apa, ya?"
Pak Guru meletakkan kotak itu di atas meja dan menjelaskan, "Di dalam kotak ini ada 9 gulungan kertas. Setiap gulungan berisi nomor soal dari materi 'Jenis-jenis Pekerjaan Konstruksi', dan  'Menghitung Volume Pekerjaan Konstruksi'. Masing-masing dari kalian akan maju, mengambil satu gulungan, dan mengerjakan soal yang tertera di dalamnya."
Seketika, bisik-bisik dan celetukan langsung memenuhi ruangan.
"Wah, ini kayak undian arisan!" celetuk Aljaan, si jagoan hitung.
"Gawat, kalau dapat soal yang susah gimana?" timpal Sifa, yang lebih suka materi teori.
Adinda maju pertama. Ia memasukkan tangannya ke dalam kotak, meraba-raba gulungan kertas, dan menarik satu. Dengan hati-hati, ia membukanya. Soal yang didapatnya adalah: "Hitung volume pekerjaan beton pada balok kolom proyek rumah tinggal sederhana." Adinda mengembuskan napas lega. Ini adalah materi yang ia kuasai dengan baik.
Selanjutnya, giliran Aira. Ia menarik gulungan dan membacanya: "Hitung volume pekerjaan plesteran dan acian dinding untuk rumah tinggal sederhana." Wajah Aira langsung pias. Ia lupa rumus volume plesteran.
Yang paling kocak adalah Gunawa. Ia dengan santai mengambil gulungan dan membukanya. Soalnya berbunyi: "Hitung volume pekerjaan pemasangan atap genteng pada proyek masjid agung." Ujang langsung tertawa terbahak-bahak. "Pak, kenapa harus masjid agung, Pak? Gentengnya pasti banyak banget!" ujarnya sambil menggaruk kepala.
Pak guru hanya tersenyum. Asesmen pun dimulai. Sebagian siswa terlihat lancar mengerjakan soalnya, seperti Nabila dan Ratu. Sementara itu, Harlan dan Chrisan tampak kesulitan.
Pak guru menyampaikan refleksi terkait dengan model asesmen yang baru saja dilaksanakan, "Bagaimana menurut kalian dengan asesmen dengan model diundi ini?" 
"Saya lupa rumus menghitung pondasi, Pak," jawab Agus lesu.
"Grogi pak !" jawab Dela
" Soalnya ndak sesuai dengan yang saya hafalkan", celetuk Gunawan
Pak Budi menepuk pundaknya. "Nak, di dunia kerja nanti, kamu tidak akan pernah tahu proyek seperti apa yang akan kamu dapatkan. Asesmen ini bukan hanya menguji pengetahuanmu, tetapi juga kesiapanmu dalam menghadapi ketidakpastian. Siapa yang menguasai semua materi, dia yang akan siap menghadapi undian apapun."
Agus merenung. Ia menyadari bahwa ia terlalu fokus pada materi-materi yang ia anggap mudah. Malam itu, ia kembali membuka buku Estimasi Biaya Konstruksi dan membaca semua bab dari awal hingga akhir. Ia tak ingin lagi kalah dalam 'undian' kehidupan.

Read More »
30 August | 0komentar

Project EBK Semester Genap 2025

Perhatikan tugas Mapel Konsentrasi Keahlian pada Elemen EBK (estimasi biaya konstruksi), membuat Rencana Anggaran Biaya. Tugas dengan mengakses website pada URL (alamat), http://www.sarastiana..com. 

 Langkah-langkah: 
  1. Ketik Url : https://sarastiana.com pada Google Chrome,Mozilla FireFox dsb. 
  2. Materi EBK dapat diakses di : https://www.sarastiana.com/search?q=ebk 
  3. Unduh Lembar kerja di https://tinyurl.com/mr9e3k3f 
  4. Unduh Gambar Kerja pembangunan rumah https://bit.ly/4hnoIW2
  5. Unduh File RAB dalam bentuk Excel : https://bit.ly/40kSSTc



Lebih Lanjut pada Lembar Kerja yang dapat didownload di SINI.

Spesifikasi Bahan:
Sloof 15x20
Balok Latay 11x15
Ringbalk 15x15
Kolom 15x15
Dinding Batu Bata 1/2 batu
Kusen 6/15 Kayu Kruing
Kuda-Kuda ky Bengkirai 8/12
Gording ky Bengkirai 8/12
Cat tembok sekelas Decolith
Cat kayu sekelas Avian
Lantai Keramik 40x40 sekelas Asia Tile
Plafon Gypsum
Rangka plafon ky 6x6
Usuk ky tahun 6x6
Reng ky thn 2/3
Dll yg blm terdaftar bs ditentukan sendiri


 

Read More »
19 January | 0komentar

Awal Tampilan Aplikasi Revit Architecture

Kemampuan mendesain perencanaan bangunan pada software/ aplikasi Revit Architecture Revit Architecture sangat membantu para desainer/ perencanaan bangunan.Perkembangan aplikasi ini tetap memberikan kemudahan dalam mempelajarinya. Selain itu tentu saja karena terbiasa menggunakan tentu akan terasa terbiasa/ familier. Dibawah ini adalah tampilan awal ketika kita memulai program revit architecture.

Tampilan Awal Revit Architecture, Sumber Gambar Autodesk Revit

Pada tampilan pembuka dapat ditemukan tombol open dan new, namun ada dua klasifikasi file yaitu projects dan family. Projects merupakan file utama untuk mendesain sebuah proyek. File inilah yang disimpan ketika kita membuat suatu proyek skala kecil maupun besar. Ukuran filenya akan tergantung pada banyak atau tidaknya dan rumit atau sederhananya proyek bangunan yang kita buat. 
Sedangkan family adalah file yang digunakan sebagai pendukung file project. Family dapat berupa komponen seperti jendela, pintu, atau furnitur. Ia dapat juga berupa garis profil, gubahan massa, bahkan anotasi sekalipun. Karakter family akan berbeda-beda sesuai template yang kita pilih. 
Kehadiran family sangat penting terlebih jika kita menggunakan revit untuk beberapa proyek, karena file family terpisah dari file proyek maka dapat digunakan dan selalu tersedia untuk proyek-proyek lain. Family akan dibahas lebih mendetail pada postingan yang lain. 

Area Kerja Revit Architecture 



Area kerja yang diberikan mungkin terlihat asing bagi para pengguna cad pada umumnya. Latar belakang gambar yang putih mungkin tidak biasa dimata para praktisi Autocad. Namun layar yang putih berguna untuk menampilkan seluruh objek dengan jelas. Dikarenakan Autodesk Revit menggunakan sistem BIM (Building Information Modelling) maka yang ditampilkan lebih kepada komponen, sehingga jika digunakan latar hitam seperti Autocad kemungkinan banyak komponen akan kurang terlihat. 

Toolbar Utama
Dominan berada dibagian atas. Disinilah seluruh perangkat utama pemodelan bangunan dapat kita temukan. Penyusunannya cukup sistematis sesuai dengan hirarki proyek. Dapat terlihat ukuran icon ada yang besar dan ada yang kecil karena beberapa tool sangat sering digunakan sehingga ditampilkan lebih besar. 

Project Browser
Merupakan basis data untuk proyek, berisikan seluruh view, sheet, family, bahkan animasi. Jendela inilah yang sangat berperan mengelola seluruh produk yang bisa kita hasilkan dari file project. 

Object Properties:
Jendela ini akan berubah-ubah sesuai komponen apa yang akan kita buat. Didalamnya berisi setingan-setingan mengenai komponen seperti dinding, lantai, jendela, ataupun family. 

Setting Tampilan : 
Disini kita dapat mengontrol tampilan yang berada di area kerja, terutama untuk tampilan 3d. Disini dapat di setel tipe shading mulai dari wireframe, hidden line, sampai realistik. Selain itu ada fasilitas untuk mengisolasi objek agar mudah dimodifikasi. 

Area Kerja : 
Tampilan area kerja akan sangat tergantung pada Project Browser. Karena di project browser terdapat seluruh view yang mengendalikan area kerja. Di project browser terdapat view lantai/level bangunan, potongan, tampak, 3d, hingga daftar material atau schedule. 

Read More »
03 October | 0komentar

Menggambar Desain Rumah Dengan Revit

Sumber Gambar : ALC


Revit adalah software Building Information Modeling (BIM) yang sangat populer untuk membuat desain bangunan, termasuk rumah. 
Berikut adalah langkah-langkah dasar yang bisa Anda ikuti: 
1. Persiapan Awal: Instalasi Revit: 
Pastikan Anda sudah menginstal Revit dengan benar di komputer Anda. 
Pelajari Interface: Kenali tampilan utama Revit, seperti ribbon, toolbar, dan area tampilan 3D. 
Buat Proyek Baru: Mulai proyek baru dengan memilih template yang sesuai (misalnya, Architectural). 

2. Membuat Denah Lantai: 
Buat dinding: Gunakan alat dinding untuk membuat outline ruangan
ruangan di lantai pertama. 
Tambahkan pintu dan jendela: Letakkan pintu dan jendela pada dinding yang sesuai. 
Buat elemen lainnya: Tambahkan elemen seperti kolom, balok, tangga, dan detail interior lainnya. Atur level: 
Buat level lantai yang berbeda jika rumah Anda memiliki lebih dari satu lantai. 

3. Membuat Elevasi dan Tampak: 
Buat elevasi: Buat tampilan 2D dari setiap sisi bangunan untuk melihat desain eksterior. 
Buat tampak: Buat tampilan potongan untuk melihat detail interior dan struktur bangunan. 

4. Membuat Model 3D: 
 Ubah ke tampilan 3D: Lihat hasil desain Anda dalam bentuk 3D untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. 
Perbaiki detail: Perbaiki detail-detail kecil yang mungkin terlewatkan dalam tampilan 2D. 
Tambah material: Berikan material pada setiap elemen bangunan untuk melihat tampilan yang lebih realistis. 

5. Anotasi dan Dokumentasi: Tambahkan dimensi: 
Berikan dimensi pada setiap elemen untuk memudahkan dalam pembuatan gambar kerja. 
Buat judul gambar: Buat judul gambar dan lembar kerja yang sesuai dengan standar. 
Buat schedule: Buat schedule untuk mendapatkan daftar material dan informasi kuantitas. 

Tips Tambahan: 
 Manfaatkan library: Gunakan library keluarga Revit yang sudah tersedia atau buat keluarga sendiri untuk mempercepat proses desain. 
Gunakan parameter: Gunakan parameter untuk membuat desain yang fleksibel dan mudah diubah.
Manfaatkan fitur visualisasi: Gunakan fitur rendering untuk membuat tampilan yang lebih realistis.
Pelajari fitur lanjutan: Revit memiliki banyak fitur lanjutan yang dapat Anda pelajari untuk meningkatkan produktivitas Anda. 

Sumber Belajar: 
Tutorial online: Banyak tutorial Revit yang tersedia secara gratis di YouTube dan situs web lainnya.
Kursus online: Anda juga bisa mengikuti kursus online untuk mempelajari Revit secara lebih mendalam.
Buku panduan: Buku panduan Revit dapat menjadi referensi yang baik. 

Rekomendasi Tutorial: 
YouTube: Cari channel seperti "Revit Tutorial" atau "Autodesk Revit" untuk menemukan berbagai tutorial, mulai dari dasar hingga tingkat lanjut. 
Autodesk Knowledge Network: Situs resmi Autodesk menyediakan banyak sumber daya pembelajaran, termasuk tutorial, dokumentasi, dan forum diskusi. 

Contoh Tutorial: 
Membuat denah rumah: https://www.youtube.com/watch?v=aoUZpuadezA 
Membuat rumah 2 lantai: https://www.youtube.com/playlist?list=PLNj5ZyqxKgaRURSDrE-tjO-lmcbzFpHRk 

Penting: 
Latihan: Praktek terus-menerus adalah kunci untuk menguasai Revit. 
Eksperimen: Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan bereksperimen dengan fitur-fitur Revit.
Bergabung dengan komunitas: Bergabunglah dengan komunitas Revit untuk berbagi pengetahuan dan mendapatkan bantuan dari pengguna lain. 

Apakah Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang fitur tertentu di Revit atau ingin contoh yang lebih spesifik? Sebagai tambahan, saya bisa membantu Anda dengan hal-hal berikut: Mencari tutorial spesifik: Jika Anda ingin mempelajari cara melakukan sesuatu yang tertentu di Revit, saya bisa mencarikan tutorial yang sesuai. Menjelaskan istilah teknis: Jika Anda tidak memahami istilah-istilah teknis yang digunakan dalam Revit, saya bisa menjelaskannya. Memberikan tips dan trik: Saya bisa memberikan tips dan trik untuk meningkatkan efisiensi Anda dalam menggunakan Revit. Semoga penjelasan ini bermanfaat!

Read More »
30 September | 0komentar

Pembelajaran EBK, 2 September 2024

 
Bismillah, Assalamu'alaikum
Pada siswa kelas XI DPIB SMKN 1 Bukateja yang Saya Cintai dan Saya Banggakan.....
Pada kesempatan ini Hari Senin, 2 September 2024 proses Kegiatan Belajar dilaksanakan secara PJJ (pembelajaran Jarak Jauh). Untuk itu silahkan anak2 ku untuk menyimak materi dan mengerjakan tugas2 pada tautan dibawah ini.

Langkah kerja :
  1. Unduh lembar kerja
  2. kerjakan tugas yang tertera pada  lembar kerja di word
  3. upload pada link dibawah ini


Form Pengumpulan Tugas 


Lembar Kerja EBK

Read More »
31 August | 1komentar

Aplikasi Rectangle Untuk Menggambar Simbul Pintu (AutoCAD)

Menggunakan perintah dasar Draw yaitu Rectangle pada AutoCAD membntuk gambar aplikasi/penerapannya, contoh gambar salah satunya adalah gambar simbol pintu pada denah. https://www.sarastiana.com/2021/01/perintah-rectangle-polygon-arc-circle.html

Read More »
05 August | 0komentar

Video Membuat Dinamik Blok Pintu


Block pada penggambaran AutoCAD sangat membantu, mempermudah dan mempercepat penggambaran. Pada Block dinamik akan lebih mempercepat penggambaran. Block Dinamik adalah block yang hanya berdasarkan satu gambar bisa digunakan untuk dimensi/ukuran yang berbeda. Pada kali ini dibahas tentang block dinamis pintu. Block ini akan kita gunakan untuk membuat denah. Dari block dinamik pintu ini kita tinggal mengdrag (memperpanjang/memperpendek)nya sesuai dengan ukuran pintu di denah.

Read More »
03 August | 0komentar

Level Kognitif Pada Kisi-Kisi Soal

Diklat Menyusun Soal HOTS

Dalam membuat kisi-kisi soal salah satunya adalah menentukan kata kerja operasional (KKO).  Penulisan indikator soal sering kali mendapati KKO yang digunakan sama dengan KKO proses berfikir yang lain. Puspendik dalam Kemendikbud (2019) mengklasifikasikan KKO menjadi level kognitif. Level kognitif adalah tingkat kemampuan peserta didik dalam penerimaan penjelasan. Baik secara individu maupun kelompok. 
Level Kognitif dibagi menjadi 3 kelompok yaitu level kognitif 
1. Level 1 pengetahuan dan pemahaman (knowing)
2. Level 2 aplikasi (applying)
3. Level 3 penalaran (reasoning)

Pada level kognitif 1, mengukur pengetahuan (C1) dan pemahaman (C2). 
Karakteristik soal level 1: 
  • Menunjukkan ingatan & pemahaman dasar materi-materi pelajaran serta bisa membuat generalisasi (pengelompokan umum) sederhana. 
  • Menunjukkan tingkatan dasar dalam memecahkan masalah sesuai contoh pembelajaran melalui salah satu cara yang pernah diajarkan. 
  • Menunjukkan pemahaman dasar terhadap bentuk penyajian data grafik, label & bentuk visual lainnya.
  • Menyampaikan fakta-fakta dasar melalui istilah sederhana. 
Kategori soal pada level 1 terkadang kategori sukar, tetapi bukanlah soal HOTS. Untuk menjawab soal di level 1 ini, siswa harus mengingat beberapa rumus atau peristiwa, menghafal definisi, menyebutkan prosedur.


Pengembangan Soal Level Kognitif 2 
Level kognitif 2 mengukur aplikasi atau menerapkan (C3). 
Karakteristik soal pada level 2: 
  • Menunjukkan pengetahuan & pemahaman materi pelajaran & mampu mengaplikasikan ide-ide & konsep-konsep sesuai konteks tertentu. 
  • Membuat penafsiran & analisis terhadap suatu informasi & data. 
  • Melakukan pemecahan masalah-masalah umum di suatu materi pelajaran. 
  • Membuat penafsiran data yang berupa grafik, tabel maupun bentuk visual lainnya. 
  • Menyampaikan secara gamblang & terorganisir penggunaan istilah-istilah khusus. 
Kata Kerja Operasional (KKO) yang sering digunakan yaitu: menerapkan, menggunakan, menentukan, menghitung, membuktikan, dan lainnya. Soal di level 2 ini dimungkinkan termasuk kategori sedang atau sulit, namun demikian bukan termasuk soal-soal HOTS.

Pada level ini mencakup 3 tingkat yaitu C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), C6 (Mengkreasi).
Karakteristik soal pada level 3: 
  • Menunjukkan pengetahuan & pemahaman lebih luas terkait materi pelajaran & juga penerapan ide maupun konsep untuk kondisi serupa maupun kondisi berbeda. 
  • Melakukan analisis, sintesis & evaluasi terhadap gagasan & informasi teraktual. Menjabarkan hubungan konseptual sebuah gagasan & informasi teraktual. 
  • Membuat penafsiran & penjelasan gagasan kompleks suatu ilmu pelajaran. 
  • Menyampaikan gagasan nyata & akurat menggunakan istilah (terminologi) yang benar. 
  • Melakukan pemecahan masalah menggunakan berbagai cara & variabel yang berkaitan. 
  • Membuat demonstrasi hasil pemikiran orisinal. 
Level ini merupakan level soal HOTS. Soal tidak selalu soal sulit, tetapi menuntut siswa menggunakan logika atau penalaran untuk mengambil keputusan, memprediksi, menyusun strategi baru untuk memecahkan masalah. KKO yang digunakan adalah menguraikan, mengorganisir, membandingkan, menyusun hipotesis, mengkritik, memprediksi, menilai, menguji, menyimpulkan, merancang, membangun, merencanakan, memproduksi, menemukan, memperbarui, menyempurnakan, memperkuat, memperindah, dan menggubah.

Read More »
04 August | 0komentar

Download Rencana Kerja dan Syarat

Sumber Gambar : https://www.homeshabby.com/

Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) adalah dokumen yang bersikan nama proyek berikut penjelasaannya berupa jenis, besar dan lokasihnya, serta tata cara pelaksnaan, syarat-syarat pekerjaan, syarat mutu pekerjaan dan keterangan – keterangan lain yang hanya dapat djelaskan dalam bentuk tulisan. RKS basanya diberikan bersamaa dengan gambar yang semuanya menjelaskan mengenai proyek yang akan dilaksanakan.

Sebagai kelengkapan dari dokumen tender, Rencana Kerja dan Syarat (RKS) ditempatkan sebagai dokumen penting selain gambar rencana. Keberadaannya sangat menentukan kepentingan dari berbagai pihak yang akan terlibat dalam realisasi pekerjaan, dimulai sejak tahap awal dari proses realisasi ide dari pemilik proyek (Owner). RKS ini diperlukan tidak hanya dalam proyek baru saja, namun juga diperlukan untuk pekerjaan perbaikan dan renovasi bangunan, pekerjaan pemeliharaan dan pekerjaan-pekerjaan lain yang spesifik seperti listrik, gas dan mesin. 
Umumnya isi dari RKS terdiri dari lima bagian, yaitu : 
1. Keterangan 
2. Penjelasan Umum 
3. Peraturan Teknis 
4. Syarat Pelaksanaan 
5. Peraturan Administrasi 

 Isi dari ke lima bagian diatas adalah sebagai berikut : 
1. KETERANGAN, dalam bagian ini dipaparkan mengenai pihak-pihak yang terlibat didalamnya, yaitu pemberi tugas, konsultan, perencana, konsultan pengawas, kontraktor. Termasuk juga hak dan kewajiban dari setiap pihak yang terlibat. Hal yang kedua dituliskan lampiran-lampiran yang disertakan, dengan menyebutkan macam-macam gambar dan jumlah selengkapnya. Hal ini harus disampaikan sebgai tindakan antisipasi apabila dalam dokument tidak tidak terdapat ketidak lengkapan gambar. 

2. PENJELASAN UMUM , hal-hal yang dipaparkan dalam bagian ini antara lain adalah : (a) jenis pekerjaan, informasi tentang pekerjaan yang akan dikerjakan apakah itu bangunan gedung, bangunan jalan, jembatan dan lain sebagainya. (b) peraturan-peraturan yang akan digunakan baik yang bersifat nasional ataupun lokal, penjelasan mengenai berita acara penjelasan pekerjaan dan keputusan akhir yang akan digunakan. (c) status dan batas-batas lokasi pekerjaan beserta patok duga yang digunakan. Hal ini adalah bagian terpenting pada saat kontraktor akan memulai pekerjaannya dikarenakan implikasi-nya sangat besar terhadap pelaksanaan pelaksanaan. 

3. PERATURAN TEKNIS, adalah rincian dari setiap bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan dimulai pekerjaan persiapan sampai dengan finishing. Bisa juga disebut Metode Kerja Pelaksanaan Pekerjaan, bahan-bahan yang akan digunakan beserta persyaratannya. 

4. SYARAT PELAKSANAAN, adalah pemjelasan lengkap mengenai : (a) Rencana Pelaksanaan Pekerjaan , misalnya pembuatan Time Schedule, Perlengkapan kantor, ketersediaan obat-obatan, peralatan pemadam kebakaran, Perlengkapan di lapangan sesuai dengan Peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. (b) Persyaratan dan Pemeriksaan bahan yang akan digunakan, baik secara visual maupun laboratorium beserta jumlah sample yg harus di uji. (c) Rencana Pengaturan Pelaksanaan ditempat pekerjaan, misalnya letak dan besar kantor proyek dan direksi, system aliran material di lokasi pekerjaan, letak peralatan konstruksi, lokasi barak pekerja, bengkel kerja, dan tempat-tempat penyimpanan material beserta sistemnya. 

5. PERATURAN ADMINISTRASI, adalah penjelasan tentang tehnik dan tata cara administrasi yang harus dilakukan selama pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan instansi pemilik proyek. Ketentuan administrasi antara proyek swasta dan proyek pemerintah tentunya akan berbeda, esensinya adalah bagaimana cara mempertanggungjawabkan kepada pihak lain. Dalam peraturan administrasi dibedakan pula antara peraturan administrasi keuangan dan teknis. Administrasi keuangan mencakup hal-hal sebagai berikut : Harga penawaran termasuk didalamnya biaya pelelangan, ketentuan apabila terjadi Pekerjaan tambah kurang, persyaratan yang harus dipenuhi dari setiap jenis jaminan yang digunakan (Tender bond, performance bond), ketentuan denda yang disebabkan karena keterlambatan, kelalaian pekerjaan, pemutusan kontrak dan pengaturan pembayaran kepada Kontraktor, resiko akibat kenaikan harga upah dan bahan. Administrasi Teknis memuat hal-hal sebagai berikut: ketentuan apabila terjadi perselisihan beserta cara-cara penyelesaiannya, syarat-syarat penawaran dan pelulusan pekerjaan, tata cara pelelangan, kelengkapan surat penawaran, ketentuan penyampaian dokumen penawaran dan sampul penawaran, syarat peserta lelang dan sangsi yang harus diberikan apabila terjadi pelanggaran, hak sanggah dan kegagalan pelelangan, serta persyaratan pengadaan Subkontraktor dan kualifikasinya. Hal lain yang dijelaskan adalah peraturan penyelenggaraan, misalnya pembuatan laporan kemajuan pekerjaan (progress), cara penyelenggaraan penyerahan pekerjaan dan cara pembuatan time schedule.


Read More »
30 November | 0komentar

Material Reused (Daur Ulang) Pada Hunian

Bahan material memang menjadi hal paling penting dalam membangun sebuah hunian. Dengan kreativitas, material reused bisa diaplikasikan pada hunian. Material bekas yang unik justru bisa membuat hunian memiliki nilai seni yang tinggi. Termasuk saat kita memilih material apa yang akan kita gunakan. Tak hanya dari segi estetis yang dipertimbangkan, kekuatan serta ketahanan material patut untuk diperhatikan demi mencapai suatu hunian yang cantik dan menarik. 
Material reused (daur ulang) bisa dikatakan sebagai material bekas bangunan lain atau material dari benda/barang dengan kegunaan lain yang bisa digunakan kembali sebagai material bangunan. Kendati demikian, beberapa dari material bekas yang masih bisa dipakai sebagai bahan bangunan relatif besar. Misalnya material kayu, kayu dari atap, kusen pintu dan jendela dengan kacanya, genting bongkaran, material bongkaran yaitu bata dan tembok yang dirobohkan dari rumah lama, kayu dari bekas peti kemas, kontainer baja bekas pengangkutan barang, besi bongkaran struktur atau konstruksi bangunan lain, misalnya bekas pabrik, paving block bekas. 

Spul Kabel dapat digunakan untuk Meja

Untuk mengaplikasikan material reused ke dalam sebuah bangunan baru memang bukan perkara mudah. Penghuni dituntut untuk lebih teliti. Dalam arti, dari segi kekuatan material reused masih terjamin. Hal tersebut dibenarkan Probo. Menurutnya, si penghuni harus mengetahui apakah material tersebut kuat atau tidak, rapuh atau tidak. Sekiranya tidak bisa digunakan karena kualitas bahan sudah menurun drastis, maka tidak disarankan menggunakan material tersebut. 
Beberapa jenis bahan bangunan reused yang kadang memiliki kualitas tinggi, yaitu kusen kayu jati, paving block, dan sebagainya. Beberapa hal lain yang perlu untuk diperhatikan adalah fungsi dari material tersebut. Misalnya, dalam mempergunakan material reused, tentunya si pengguna perlu memperhatikan fungsi dari material yang akan dia gunakan. Maksudnya, apakah bisa difungsikan sebagai material dengan fungsi struktural atau hanya bahan material pengisi bangunan. Hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, ialah perincian bagian desain yang dapat mempergunakan material ini.

Read More »
11 May | 0komentar

Perencanaan Kelistrikan Yang Ramah Lingkungan

Ruang Baca yang Terang Akan Menghemat Penggunaan Kelistrikan

Kelangkaan BBM dan BBG serta fenomena global warming menyebabkan setiap bidang keilmuan berlomba untuk melakukan inovasi penggunaan energi-energi alternatif selain minyak dan gas bumi, serta berlomba menciptakan dan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan "green technology"
Penggunaan panel sel surya meringankan kebutuhan energi listrik bangunan dan memberikan keuntungan tidak perlu takut kebakaran, hubungan pendek (korsleting), bebas polusi, hemat listrik, hemat biaya listrik, dan rendah perawatan. Panel sel surya diletakkan di atas atap, berada tepat pada jalur sinar matahari dari timur ke barat dengan posisi miring. Kapasitas panel sel surya harus terus ditingkatkan sehingga kelak dapat memenuhi kebutuhan energi listrik setiap bangunan. 
Pada akhirnya di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan krisis ekonomi sekarang, cara pandang merencanakan atau merenovasi bangunan sudah harus mulai diubah. Bagaimana menghadirkan bangunan yang hemat (bahan bangunan, waktu, tenaga) yang berujung pada penghematan anggaran biaya dengan tetap menjaga kualitas dan tampilan bangunan, serta ramah lingkungan. 
Sejak fenomena pemanasan global mencuat, isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan banyak digaungkan di berbagai bidang termasuk properti. Di bidang ini, pemilihan material atau bahan bangunan adalah salah satu langkah yang dilakukan dalam upaya menciptakan green property atau properti yang ramah lingkungan. Masyarakat Indonesia saat ini semakin sadar akan pentingnya memilih bahan atau material yang mengakomodasi isu-isu lingkungan misalnya yang menyangkut go green, low energy, dan antitoksin. 
Secara sederhana, dijelaskan bahwa pemilihan material yang ramah dapat dijabarkan menjadi dua hal yakni dari sisi teknologi dan penggunaan. Dari sisi teknologi, misalnya, pemilihan bahan sebaiknya menghindari adanya toksin atau racun dan diproduksi tidak bertentangan dengan alam. Sebagai contoh, minimalkan penggunaan material kayu, batu alam ataupun bahan bangunan yang mengandung racun seperti asbeston. Sedangkan dari sisi penggunaan, pemilihan material yang ramah lingkungan misalnya menggunakan lampu hemat energi seperti lampu LED yang rendah konsumsi listrik, semen instan yang praktis dan efisien, atau pun memilih keran yang memakai tap yang hanya mengeluarkan air dalam volume tertentu.
Solusinya,hemat listrik seperti disadur dari https://www.cnbcindonesia.com/opini, berikut ini: 
 1. Ganti bohlam lampu 
Anda mungkin sudah menyadari bahwa untuk menghemat listrik maka matikan lampu sesegera mungkin setelah meninggalkan sebuah ruangan. Namun, tahukah Anda bahwa lampu LED 25 kali lebih tahan lama dan mengkonsumsi hanya 75% energi listrik dibandingkan dengan lampu biasa? Lampu LED ketika dinyalakan tidak akan langsung menyala dengan terang, tetapi akan diawali dengan cahaya sedikit redup sehingga berangsur-angsur menjadi terang. Inilah yang membuatnya dapat menghemat listrik. 
2. Ubah produk pembersih di rumah 
Produk pembersih yang digunakan di rumah biasanya memiliki bahan kimia yang dapat membahayakan Anda dan juga lingkungan sekitar. Jadi, cari produk pembersih yang memiliki label ‘eco-friendly’. Jika ingin lebih menghemat, Anda juga bisa membuat produk pembersih sendiri menggunakan bahan sederhana seperti baking soda, buah lemon, cuka, dan sabun yang bisa menjadi bahan pembersih yang cukup efektif. 
3. Pilih peralatan rumah tangga yang hemat energi 
Meskipun beberapa produk eletronik rumah tangga yang hemat energi biasanya berharga lebih mahal, namun dengan memilih produk-produk ini dapat menghemat biaya pengeluaran rutin Anda di masa depan. Mulai dari barang elektronik yang biasa menyerap listrik dengan besar yaitu kulkas. Kulkas selalu menyala satu hari penuh, dengan mengganti listrik yang hemat energi maka akan Anda dapat menghemat hingga 15 persen. Jual kulkas lama jika ingin mendapatkan untung lebih. 
4. Perbaiki rumah bila ada kebocoran air atau udara 
Perhatikan bila ada kebocoran di saluran air atau pipa di rumah. Air yang terbuang sia-sia hanya akan meningkatkan pengeluaran rutin Anda, begitupun dengan pendingin ruangan di rumah bila terdapat bagian rumah yang memiliki lubang udara. Perbaiki kebocoran-kebocoran ini meskipun kecil. 
5. Alirkan air dengan kecil 
Ubah keran di dapur dan juga kamar mandi dengan aliran air yang lebih kecil sehingga Anda bisa lebih menghemat air. Mengganti pancuran mandi juga dapat menghemat air hingga 2,5 galon setiap menitnya dan biaya listrik pemanas air sebesar 50%.

Read More »
10 May | 0komentar

Merealisasikan Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

Penggunaan Jendela/Ruangan Yang Kenyang Cahaya Sebuah Reealisasi Konsep Rumah Ramah Lingkungan

Semen, keramik, batu bata, aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan ramah lingkungan. Untuk kerangka bangunan utama dan atap, kini material kayu sudah mulai digantikan material baja ringan. Isu penebangan liar (illegal logging) akibat pembabatan kayu hutan yang tak terkendali menempatkan bangunan berbahan kayu mulai berkurang sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan terhadap penebangan kayu dan kelestarian bumi. 
Peran kayu pun perlahan mulai digantikan oleh baja ringan dan aluminium. Baja ringan dapat dipilih berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung dari bahan bakunya. Rangka atap dan bangunan dari baja memiliki keunggulan lebih kuat, antikarat, antikeropos, antirayap, lentur, mudah dipasang, dan lebih ringan sehingga tidak membebani konstruksi dan fondasi, serta dapat dipasang dengan perhitungan desain arsitektur dan kalkulasi teknik sipil. Kusen jendela dan pintu juga sudah mulai menggunakan bahan aluminium sebagai generasi bahan bangunan masa datang. 
Aluminium memiliki keunggulan dapat didaur ulang (digunakan ulang), bebas racun dan zat pemicu kanker, bebas perawatan dan praktis (sesuai gaya hidup modern), dengan desain insulasi khusus mengurangi transmisi panas dan bising (hemat energi, hemat biaya), lebih kuat, tahan lama, antikarat, tidak perlu diganti sama sekali hanya karet pengganjal saja, tersedia beragam warna, bentuk, dan ukuran dengan tekstur variasi (klasik, kayu). 
 Bahan dinding dipilih yang mampu menyerap panas matahari dengan baik. Batu bata alami atau fabrikasi batu bata ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan lain) memiliki karakteristik tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap air rendah, kedap suara, dan menyerap panas matahari secara signifikan. Penggunaan keramik pada dinding menggeser wallpaper merupakan salah satu bentuk inovatif desain. Dinding keramik memberikan kemudahan dalam perawatan, pembersihan dinding (tidak perlu dicat ulang, cukup dilap), motif beragam dengan warna pilihan eksklusif dan elegan, serta menyuguhkan suasana ruang yang bervariasi. 
Fungsi setiap ruang dalam rumah berbeda-beda sehingga membuat desain dan bahan lantai menjadi beragam, seperti marmer, granit, keramik, teraso, dan parquet. Merangkai lantai tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal untuk tampil artistik. Lantai teraso (tegel) berwarna abu-abu gelap dan kuning yang terkesan sederhana dan antik dapat diekspos baik asal dikerjakan secara rapi. Kombinasi plesteran pada dinding dan lantai di beberapa tempat akan terasa unik. Teknik plesteran juga masih memberi banyak pilihan tampilan.

Read More »
08 May | 0komentar

Ramah Lingkungan = Hemat


Fakta akibat pemanasan global mendorong lahirnya berbagai inovasi produk industri terus berkembang dalam dunia arsitektur dan bahan bangunan. Konsep pembangunan arsitektur hijau menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi, dan material bangunan, mulai dari desain building interior, pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu ke depan.
Konsep green building atau bangunan ramah lingkungan didorong menjadi tren dunia bagi pengembangan properti saat ini. Bangunan ramah lingkungan ini punya kontribusi menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro.
Desain memerhatikan banyak bukaan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami. Sedikit mungkin menggunakan penerangan lampu dan pengondisi udara pada siang hari. Desain building hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir, kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, dan material ramah lingkungan. Atap-atap bangunan dikembangkan menjadi taman atap (roof garden, green roof) yang memiliki nilai ekologis tinggi (suhu udara turun, pencemaran berkurang, ruang hijau bertambah). 
Penggunaan material bahan bangunan yang tepat berperan besar dalam menghasilkan bangunan berkualitas yang ramah lingkungan. Beberapa jenis bahan bangunan ada yang memiliki tingkat kualitas yang memengaruhi harga. Penetapan anggaran biaya sebaiknya sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia dan dilakukan sejak awal perencanaan sebelum konstruksi untuk mengatur pengeluaran sehingga baik building interior maupun eksteriornya tetap berkualitas. Konsep membangun rumah berwawasan lingkungan tidak selalu identik dengan rumah mewah. Kenaikan harga bahan bakar minyak memukul telak industri properti di Tanah Air. 
Harga bahan bangunan meroket, sementara daya beli masyarakat semakin menurun. Di tengah keterpurukan ekonomi seperti ini, kita dituntut hidup hemat, bertindak bijak, dan kreatif dalam segala lini kehidupan. Kenaikan harga bahan bangunan membuat masyarakat yang berniat atau telanjur tengah merenovasi dan membangun rumah dipaksa mengevaluasi kembali rencana atau kegiatan pembangunan rumah yang sedang berlangsung. 
Prioritas pekerjaan disusun ulang, utamakan kegiatan yang paling mendesak dilakukan. Penghematan pengeluaran dengan membelanjakan bahan bangunan yang paling diperlukan untuk pembangunan sekarang. Lakukanlah survei terlebih dahulu untuk mencari alternatif bahan bangunan yang bersifat praktis, mampu memberi solusi tepat kebutuhan bangunan baik untuk building interior design maupun bagian eksteriornya, dan ramah lingkungan. Hal ini bisa dilihat mulai dari lama waktu proses pengerjaan, tingkat kepraktisan, dan hasil yang diperoleh. Building design menggunakan bahan bangunan yang tepat, efisien, dan ramah lingkungan. Beberapa produsen telah membuat produk dengan inovasi baru yang meminimalkan terjadinya kontaminasi lingkungan, mengurangi pemakaian sumber daya alam tak terbarukan dengan optimalisasi bahan baku alternatif, dan menghemat penggunaan energi secara keseluruhan. 
Bahan baku building interior design maupun eksteriornya yang ramah lingkungan berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan bumi. Beragam inovasi teknologi proses produksi terus dikembangkan agar industri bahan baku tetap mampu bersahabat dengan alam. Industri bahan bangunan sangat berperan penting untuk menghasilkan bahan bangunan yang berkualitas sekaligus ramah lingkungan. Konstruksi building design yang berkelanjutan dilakukan dengan penggunaan bahan-bahan alternatif dan bahan bakar alternatif yang dapat mengurangi emisi CO2 sehingga lebih rendah daripada kadar normal bahan baku yang diproduksi sebelumnya.

Read More »
08 May | 0komentar

Denah Rumah: Fungsi dan Manfaat


Denah adalah gambar yang akan menunjukkan letak tata ruang maupun lokasi dari suatu titik menuju ke titik berikutnya secara runtut dan baik. Denah juga didefinisikan sebagai tampak atas bangunan dengan potongan horizontal setinggi 1 m dengan level elevasi 0.00.

Fungsi Denah 
Denah juga kerap dipakai oleh seseorang guna menemukan tujuan tertentu. Dengan adanya denah, maka diharapkan lokasi tujuan bisa dengan mudahnya ditemukan. Adanya denah tentu akan membuat segalanya terasa lebih efisien. Bahkan adanya denah juga bisa bermanfaat untuk aktivitas lainnya, seperti: 
 
Fungsi ruangan 
Sirkulasi ruangan
Letak pintu maupun bukaan 
Dimensi ruangan 
Isi ruangan 
Fungsi ruangan seperti listrik, air, AC dan masih banyak lagi tentunya


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denah 
Fungsi bangunan 
Sebelum merencanakan sebuah denah kita perlu mengetahui, fungsi bangunan apa yang akan direncanakan denah nya,sehingga pola ruang – ruang dalam denah sesuai dengan apa yang di fungsikan atau fungsi bangunan tersebut. Karena masing – masing fungsi bangunan memiliki denah yang berbeda-beda. 
Kebutuhan ruang 
Menentukan ruang-ruang yang di butuhkan sesuai dengan fungsi ruang dan kebutuhan ruang yang akan direncanakan, sehingga tidak terjadi kekurangan ruang atau kelebihan ruang yang akan menjadi ruang negatif. 
Standar ruang 
Ruang-ruang yang di rencanakan harus sesuai dengan standar ruang.  Sehingga memenuhi standar keamanan,kenyamanan dan tidak melupakan estetika. Penggunaan standar ukuran juga tidak hanya di lihat dari standar ukuran ruang menurut buku arsitek jilid satu dan dua saja namun sesungguhnya standar ruang biasa nya di sesuaikan dengan standar kenyamanan pemilik karena biasanya standar kenyamanan masing-masing orang berbeda-beda.
Zoningan Ruang
Sirkulasi 
Perhatikan juga sirkulasi udara, karena dalam membuat denah perlu adanya perencanaan bukaan, seperti bukaan untuk sirkulasi udara atau pencahayaan sehingga ruangan akan memiliki tingkat kenyamanan dan kesehatan yang baik.



Cara Membaca 
Denah Berikut ini langkah-langkah atau cara membaca denah antara lain yaitu: 
Bacalah terlebih dahulu judul denah tersebut, biasanya letaknya di bagian tengah atas. 
Perhatikan keterangan-keterangan atau legenda yang menjelaskan simbol pada denah yang ada. 
Baca juga hubungan antara bagian denah, baik yang berupa jalan maupun berupa bangunan-bangunannya. 
Ajukan segala hal yang ingin kita ketahui dari denah tersebut. 
Baca juga keseluruhan isi dari denah untuk mencari jawaban atas berbagai pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan.

Read More »
07 May | 0komentar

Menggambar Proyeksi Bangunan


Gambar proyeksi pada bangunan dikenal ada 2 (dua) sistem yaitu Proyeksi Eropa dan Proyeksi Amerika. 
Perbedaan pertama antara proyeksi amerika dan eropa adalah lokasi kuadrannya. Perbedaannya hanya pada meletakan obyek proyeksi. Jika Proyeksi Eropa itu berada di diseberang benda yang diproyeksi, jika proyeksi Amerika ada di depan penggambar.
Dalam proyeksi dibagi menjadi empat kuadran, masing-masing teredapat kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Setiap kuadran dibagi dari perpotongan bidang vertikal dan bidang horizontal sehingga memiliki 4 kuadran.


Proyeksi amerika berada di kuadran ketiga. Kuadran ini terletak di sebelah kiri bidang vertikal dan di bawah bidang horizontal. Sementara proyeksi eropa berada di kuadran I. Kuadran I terletak di sisi kanan bidang vertikal dan di atas bidang horizontal.Untuk lebih memahami pengertian gambar proyeksi dan praktek pembuatan gambar tersebut di atas kertas gambar, berikut ini akan diuraikan teknik dasar pembuatan gambar proyeksi untuk jenis proyeksi kuadran I dan III.
Bentuk dan ukuran benda yang akan digambarkan diperlihatkan pada gambar berikut:

  
Dari gambar diatas kita lihat tampak Depan, tampak samping (kiri/kanan), tampak atas dan sebagainya.
yang pertama menggunakan proyeksi Eropa (Kuadran 1).


KUADRAN I (PROYEKSI EROPA) 
Prinsip dasar proyeksi kuadran I ialah benda digambarkan pada bidang proyeksi yang berada di belakang benda dan bidang‐bidang proyeksi tersebut disusun kearah belakang benda. sesuai dengan pandangan mata kita. 
Tampak depan dari gambar diatas adalah :




Tampak Samping Kanan: 
Perlu diingat untuk proyeksi kuadran I, letak T.S. Kanan diletakkan pada sisi kiri gambar

Tampak Samping Kiri:
Tampak Samping Kiri diletakkan pada sisi kanan gambar

Tampak Atas: 
Tampak atas diletakkan pada bidang proyeksi di bawah benda.


Tampak Bawah: 
Tampak bawah benda diletakkan pada bidang proyeksi di atas benda.


Tampak Belakang 
Tampak belakang diletakkan pada proyeksi di depan benda. Letak tampak belakang pada susunan gambar di atas kertas dapat diletakkan dimana saja, tetapi harus tersusun rapi dan baik.


Proyeksi Amerika ( Kuadran III)

Prinsip dasar proyeksi kuadran III ialah benda digambarkan pada bidang proyek yang berada di depan benda dan bidang‐bidang proyeksi tersebut disusun/dibuka ke arah depan benda.





Read More »
07 May | 0komentar