Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts with label AutoCAD. Show all posts
Showing posts with label AutoCAD. Show all posts

Media Interaktif Perintah Menggambar Dengan AutoCAD



Media ini menggunakan Articulate Stroryline. Pada media ini siswa dapat secara mandiri belajar dengan mengakses Button/Tombol-tombol yang dikehendaki. Misak dengan klik Tombol Materi maka siswa akan secara puas mempelajari sendiri materi yang dilengkapi dengan contoh menggunakan video. Silahkan klik saja link dibawah ini untuk masuk pada media interaktif tersebut: 







Read More »
14 July | 0komentar

Menghitung Volume Pengukuran dan Bowplank


Menghitung Volume Pengukuran dan Bowplank ada beberapa trik yang harus dikuasai oleh seorang Estimator. Sebelumnya mengenal terlebih dahulu tentang Bouwplank, adalah balok kayu, bambu, baja ringan atau material sejenis lainya yang disertai dengan benang ukur sebagai penanda batas-batas galian serta pemasangan pondasi bangunan. 
Pengerjaanya dilakukan pada tahap awal setelah pembersihan lahan dan sebelum galian pondasi. Pada gambar tersebut bisa kita lihat contoh bouwplank pondasi rumah yang memakai material papan/ bambu. Disitu ada benang ukur yang dibentangkan antar bouwplank dengan diikat memakai paku. Dengan adanya benang ukur tersebut maka penggalian tanah bisa pas sesuai posisi serta ukuran pondasi yang telah direncanakan. 
Untuk menghitung volume serta analisa harga satuan pekerjaan 1m' (satu meter panjang) bouwplank, di bawah ini.



Pertama yang dilakukan adalah menghitung Jarak  Denah.

Untuk menghitung jarak menggunakan bantuan Grade (Penomoran Angka dalam lingkaran, 1,2,3 4, dan 5 pada denah di atas arah vertikal dan huruf pada arah horizontal yaitu A,B,C,D E dan F).
Ini salah satu fungsi grade selain pada pembahasan sebelumnya berikut.

 

 

ARAH VERTIKAL

 

 

ARAH HORIZONTAL

GRADE

PANJANG

 

GRADE

PANJANG

1 (A-G)

10.000

 

A (1-5)

7.500

2 (B-F)

5.000

 

B (1-2)

2.750

3 (E-F)

1.500

 

C (2-4)

2.750

4 (C-F)

4.000

 

D (1-2)

2.750

5 (A-G)

10.000

 

E (3-4)

1.500

 

Keterangan:
1 (A-G) 
lihat pada grade 1, (Lingkaran 1) arah Vertikal, Panjang pondasi dari Grade A-G adalah 10.000mm (10 meter).
3 (E-F)
Lihat pada Grade 3 (Lingkaran 3) arah Vertikal. Panjang pondasi dari Grade E-F adalah 1.500mm (1,5m)
A (1-5)
Lihat grade A (Lingkaran A) arah Horizontal. Panjang pondasi dari Grade 1 ke Grade 5 adalah 7.500 mm (7,5 m).
E (3-4)
Lihat grade E (lingkaran E) arah horizontal. Panjang grade 3 ke grade 4 adalah 1.500mm (1,5m)

Dari Gambar diatas dapat dihitung Panjang pondasi sebagai berikut:

Panjang Pondasi Pagar
Kenapa pondasi pagar dipisah? karena penampang dari galian tanah dan penampang pondasinya berbeda. Untuk pagar penampang pondasinya setengah tidak utuh seperti pondasi untuk rumah.



Panjang Pondasi Pagar:                                                   

 

ARAH VERTIKAL

 

 

ARAH HORIZONTAL

GRADE

PANJANG

 

GRADE

PANJANG

1 (A-G)

10.000

 

A (1-5)

7.500

5 (A-G)

10.000

 

G (1-5)

7.500

Jumlah

20.000

 

Jumlah

15.000


Total Panjang Pagar : 20.000 + 15.000 = 35.000 mm (35 meter)


Pondasi Rumah (Dalam):

 

ARAH VERTIKAL

 

 

ARAH HORIZONTAL

GRADE

PANJANG

 

GRADE

PANJANG

2 (B-F)

5.000

 

B (1-2)

2.750

3 (E-F)

1.500

 

C (2-4)

2.750

4 (C-F)

4.000

 

D (1-2)

2.750

 

 

 

E (3-4)

1.500

 

 

 

F (1-4)

5.500

JUMLAH

10.000

 

JUMLAH

15.250

 Jumlah total Panjang Ponasi adalah 10.000 + 15.250 = 25.250 mm ( 25,25meter)


Setelah panjang pondasi tersebut diketahui maka dapat dihitung volume pengukuran dan Bouwplank

Jadi Panjang Bouwplank adalah = 35m + 25,25m = 60,25m


Untuk menghitung volume pondasi antara pondasi pagar dan rumah panjangnya disesuaikan. Perhitungan penampang pondasi pagar x panjang pagar.

Perhitungan penampang pondasi rumah x panjang pondasi rumah.

Baru kedua perhitungan diatas ditambahkan  


Read More »
28 April | 0komentar

Membuat Dinamik Block Pintu

 Untuk menggambar denah diperlukan beberapa teknik agar mempercepat penggambaran. Salah satu yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan penggunaan Dinamik Block Pintu. Dengan membuat dinamik Block Pintu ini tinggal kita sesuaikan jarak/ukuran panjang pintu. Hanya dengan menggesernya.

Dibawah ini disajikan Video Tutorial membuat Dinamik Block pada pintu.



Read More »
22 April | 0komentar

Menggambar Genteng Pada Potongan (Materi 14)

 Salah satu perintah dalam AutoCAD yang mempermudah dan mempercepat penggambaran dengan obek yang sama selain Copy, Mirror, Array dll adalah Perintah Measure (ME).

Pada postingan yang ke-765 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1442H (21 April 2021) akan dibahas tentang menggambar genteng pada Kondisi Gambar Potongan.

Langsung saja Bahwa Ukuran Genteng yang kita pakai adalah pada sisi yaitu panjang 30cm dan tinggi 5cm.

Yang pertama gambar tampak samping dari genteng sebagai berikut:

Gambar reng (2/3 cm) karena menggunakan unit milimeter dalam penggambaran AutoCAD maka digambar dengan ukuran @30,20.

Hapus bagian seperti dibawah ini:
Berikutnya buat sepertigambar berikut ini:
 
Pindahkan ke posisi seperti berikut:

Putar (Rotasi) genteng searah Kasau, seperti gambar berikut:


Jadikan genteng tersebut menjadi Block!
dengan perintah sebagai berikut:
a. Ketik b pilih block

b. Beri nama setelah muncul berikut:
    Ketik GENTENG ,dan Klik Select Object

c. Pilih gambar genteng enter muncul gambar dibawah ini, Klik Pick Point (tanda lingkaran merah)


d. Klik di titik ini (Titik merah didalam lingkaran)


e. Klik Ok muncul dibawah ini, Klik Close Editor (Tanda Centang)


Ketik ME, pilih MEASURE


Klik Garis Kasau/Usuk (garis dibawah Reng)


Ketik B (bLOCK) enter


Ketik nama Block yang baru kita buat (GENTENG), ENTER

Ketik N (no)
Muncul, MEASURE Specify lenght of segment : Ketik 250 (Jarak Reng). Enter.

Genteng akan muncul seperti dibawah ini:

Selesai, semoga bermanfaat.....
























Read More »
21 April | 0komentar

Auto Number with AutoCAD


Grade pada penggambaran denah sangat salah satunya adalah berfungsi untuk pemberian nomor Kolom. Pada tulisan ini dibahas mengurutkan penomoran grade dengan menggunakan fitur Express Tools pada menu Auto Numbers.


Read More »
14 February | 0komentar

Membuat Viewports Bentuk Lingkaran

 Untuk membuat detail kadang kita gunakan bentuk yang didetail dengan lingkaran contohnya Detail Kuda-kuda. Untuk penggambaran menggunakan AutoCAD saat akan print gambar tersebut. Maka langkah-langkahnya adalah:

1. Masuk ke Layout (sudah disetting Page Setup Managernya) untuk pengaturan kertas nya. Klik kanan di layout < Page setup Manager.


2. Lanjutkan untuk membuat detail Viewports lingkaran, Buat lingkaran di kertas yang sudah diatur Page setupnya tadi.

3. Ketik MV enter

4. Ketik O enter

5. Pilih/klik lingkaran

6. Atur obyek yang didetail

Lebih lengkapnya video berikut:



Read More »
05 February | 0komentar

BIM dan Permen PUPR

Computer Aided Design (CAD) telah lama dikenal untuk mendokumentasikan pekerjaan dan informasi desain arsitektur,menggantikan metode gambar manual dengan tangan serta membawa perubahan yang signifikan dalam dokumentasi proyek.Indonesia, melaui Peraturan Mentri Pekerjaan Umum.

Perencanaan Interior R.Tamu

Dan Perumahan Rakyat Nomor 22/PRT/M/2018 Tentang Pedoman Pembangunan Bangunan Gedung Negara,menegaskan penggunaan BIM walau masih dalam lingkup terbatas yang antara lain berbunyi : “Penggunaan Building Information Modelling (BIM) wajib diterapkan pada Bangunan Gedung Negara tidak sederhana dengan kriteria luas diatas 2000 M2 (dua ribu meter persegi) dan diatas 2 (dua) lantai. 

Keluaran dari perancangan merupakan hasil desain menggunakan BIM untuk : 
a. Gambar Arsitektur. 
b. Gambar Struktur. 
c. Gambar Utilitas (Mekanikal Dan Elektrikal) 
d. Gambar Lansekap. 
e. Rincian Volume Pelaksanaan Pekerjaan. 
f. Rencana Anggaran Biaya 

Pada metode konvensional pengerjaan gambar-gambar sebagai mana disebutkan diatas dilakukan secara terpisah oleh masing-masing keahlian dengan Revit modelnya yang sudah dalam bentuk 3D, akan otomatis menghasilkan QTO (Qantity Material Take Off) serta membuat gambar-gambar 2D atau gambar teknis tanpa membuat baru secara manual.
Building Information Modelling (BIM) adalah pengembangan dan penggunaan data software computer bukan hanya untuk mendokumentasikan desain bangunan, tetapi juga untuk mensimulasikan konstruksi dan penggunaan dari fasilitas baru dan yang di perbaharui. Proses BIM menghasilkan model informasi bangunan yang memiliki karakteristik berupa elemen dengan data perilaku, dapat dihitung, konsisten, tidak tereduksi dan informasi yang terkoordinasi.
Menurut Eastman et al (2008), BIM merupakan perubahan paradigma yangmemiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk mereka yang bergerak dalam bidang industrikontruksi bangunan tetapi juga untukmasyarakat yang lebih luas lagi. BIM pada dasarnya adalah digital platform untukpembuatan bangunan virtual.Inti dari konsep tersebut adalah bahwa model BIM berisi informasi-informasi. Tidak hanya geometris tetapi model tersebut juga berisi informasi tentang bahan yang digunakan, berat, biaya, waktu dan bagaimana bagian2 dipasang, dan lain-lain. (Janni Tjell, 2010). Objek 3D dengan menggunakan BIM dapat dilihat dan diperiksa secara otomatis apabila ada kesalahan ataupun kendala. Konsep dan metode BIM dipilih karena bentuk-bentuk geometri beserta propertinya diperlakukan seperti halnya pada dunia nyata.

Read More »
22 December | 0komentar

Keuntungan Menggnakan BIM

1001 Tentang BIM
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery|
http://www.sarastiana.com

1001 Tentang Desain Rumah
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery|
http://www.sarastiana.com

1001 Tentang AutoCAD
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery|
http://www.sarastiana.com

1001 Tentang Metode Pembelajaran
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery|
http://www.sarastiana.com

* **
Sebelum dikenalkan adanya gambar 3D, gambar 2D adalah sebagai salah satu sumber informasi pada jamannya. Setelah diperkenalkan gambar perencanaan 3D, juga merupakan sumber informasi yang dapat digunakan oleh semua steakholder perencanaan dalam mewujudkan desain perencanaan mendaji Gedung/rumah/struktur jadi.Dasar patokan dalam pembuatan desain tersebut menggunakan gambar perencanaan 2D dan Gambar 3D. Informasi yang berkaitan dengan elemen-elemen lainnya terdapat dalam lembar lain.
Penggunaan BIM (Building Information Modelleng) lebih mempercepat akses terhadap informasi-informasi yang dibutuhkan. Terkait dengan panjang,volume,kekuatan,material, MEP, BQ dan lainnya. Informasi-informasi itu ada dalam satu desain lembar perencanaan. Semua perencanaan dari rencana struktur, arsitektural, Mekanikal elektrikal, Plumbing, kelistrikan dan laninya, semua disiplin ilmu.
BIM (Building Information Modeling) adalah sebuah proses kolaborasi antar multi disiplin dalam sebuah proyek yang dituangkan kedalam model 3D. Jadi semua data dari lembaga Arsitektur, Rekayasa enginering dan Konstruksi tertuang dalam model 3D ini tidak melulu hanya sekedar bentuk 3D. Juga merupakan data dari sebuah bangunan yang dapat diakses oleh pemilik dan lembaga yang berkepentingan agar bisa diambil keputusan mengenai keadaan pada siklus hidup sebuah bangunan yaitu pada masa perencanaan, pembangunan, perawatan bahkan sampai pada masa pembongkaran suatu bangunan. 
Pada jaman dahulu sebuah blueprint perencanaan bangunan adalah data mengenai keadaan bangunan. kemudian datanglah CAD yang membantu digitalisasi data agar lebih mudah untuk menyimpan dan mencarinya. Kemudian ada file 3D yang membantu memvisualisasikan keadaan bangunan dan saat ini BIM adalah sebuah standar. Namun BIM tidak hanya visualisasi 3D saja karena setiap obyek dalam BIM memuat informasi – informasi yang lebih kaya (ukuran tepat, mutu bahan, kekuatan, koneksi antar obyek dll).Sumber :https://bimcad.id/

Desain Klinik


Bagaimana data – data tersebut bisa mudah untuk dapat saling berbagi? Data ini tersimpan pada suatu tempat yang mudah untuk diakses yang dikenal dengan sebutan common data enviroment (CDE). Tempat ini merupakan satu – satunya sumber mengenai aset bangunan. Jadi setiap keputusan diambil berdasarkan data dari tempat ini. 
Data yang dari luar tidak boleh untuk digunakan dalam mengambil keputusan. Untuk itu semua data dari pemilik, perencana, pelaksana dan data dari pemerintahan semua disimpan di tempat ini.

Keuntungan menggunakan BIM dalam proyek
  • Menampilkan keadaan nyata. 
  • Dengan BIM kita bisa menampilkan keadaan nyata sebuah proyek dalam file 3D 
  • Mengurangi hal yang tidak perlu. 
  • Karena model BIM adalah model 3D yang terintegrasi, maka akan mengurangi duplikasi gambar yang tidak perlu. Misalkan drafter arsitek masih menggambar elemen struktur dalam mendetailkan sebuah bagian untuk menyesuaikan gambar yang akan dia buat. 
  • Kolaborasi lebih mudah. Karena data ada disatu tempat maka kolaborasi akan lebih mudah. Ketika arsitek membuat perubahan maka enginer struktur, MEP dll akan segera mengetahui perubahan tersebut. 
  • Memudahkan pendeteksian konflik. Karena perubahan dari sebuah disiplin bisa segera diketahui, maka akan cepat untuk dideteksi konflik dari elemen masing – masing disiplin sehingga dapat segera di ambil keputusan. Misalnya pipa dari disiplin MEP yang menabrak di kolom struktur bisa lebih mudah di deteksi. 
  • Simulasi dan Visualisasi. Dengan BIM kita bisa mensimulasikan bangunan misalkan dihubungkan dengan cuaca alam (musim).

Read More »
21 December | 0komentar

Membuat Sloof di Revit

Setelah Footplat dan Kolom Pedestal selesai dibuat, kemudian dilanjutkan untuk membuat Sloof. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 

 a. Pilih terlebih dahulu ViewsStructural Plans ➔ Level 2 Pada Project Browser yang ada pada sebelah kiri halaman kerja 
 b. Untuk membuat sloof, pilih menu Structure ➔ Beam



c. Kemudian pada pilihan Properties sebelah kiri, pilih M_Concrete-Rectangular-Beam


d. Pada kasus ini, kita memiliki dua jenis sloof yang akan dibuat, yaitu Sloof 35 x 20 cm, dan Sloof 25 x 15 cm. Untuk membuat dimensi sloof, hampir sama langkahnya dengan membuat kolom pedestal. Klik Edit Type ➔ Klik Duplicate ➔ ketik nama Sloof yang ingin dibuat (Dalam contoh kita buat “Sloof 35 x 20 cm”) ➔ Pada bagian Dimensions ketik ukuran dimensi pada sloof yang dibuat kemudian ➔ Klik OK

e. Lakukan langkah yang sama untuk membuat Sloof 25 x 15 cm 
f. Posisikan Sloof yang sudah dibuat sesuai dengan gambar denah.


g. Untuk mengecek posisi sloof sudah sesuai atau belum, langkah yang dilakukan adalah mengatur tampilan halaman kerja dengan cara, Pada sisi kiri Project Browser ➔ Pilih Elevations ➔ East



h. Jika posisi sloof sudah sesuai, lakukan Copy paste sloof yang sudah dibuat dan disesuaikan ukurannya ke dalam denah. Perlakuan yang sama dilakukan kepada sloof 25 x 15 cm. 
i. Untuk melihat gambar hasil inputan ke visual 3D, klik logo (rumah tiga dimensi) yang ada pada bagian atas halaman kerja. Sehingga tampilan menjadi akan seperti gambar dibawah ini.




Lakukan langkah yang sama untuk membuat Kolom, Balok maupun Ring Balok untuk pekerjaan struktur.

Read More »
18 December | 0komentar

Membuat Kolom di Revit

 Melengkapi postingan terdahulu tentang mengenal Revit, Import AutoCAD ke Revit dan membuat pondasi maka pada postingn kali ini akan dibahas tentang Menambah Kolom di Revit.

Langkah-langkahnya:

a. Pilih terlebih dahulu Views ➔ Structural Plans ➜ Level 2 Pada Project Browser yang ada paa sebelah kiri halaman kerja 

b. Untuk membuat kolom, pilih menu Structure ➔ Colomn 

Kemudian pada pilihan Properties sebelah kiri, pilih M_Concrete-Rectangular-Column


d. Pada kasus ini, kita memiliki dua jenis kolom yang akan dibuat, yaitu Kolom 25 x 25 cm, dan Kolom 20 x 20 cm. Untuk membuat dimensi kolom, hampir sama langkahnya dengan membuat pondasi footplate. Klik Edit Type Klik Duplicate ketik nama kolom yang ingin dibuat (Dalam contoh kita buat “Kolom 25 x 25 cm”) Pada bagian Dimensions ketik ukuran dimensi pada kolom yang dibuat kemudian Klik OK.

e. Lakukan langkah yang sama untuk membuat Kolom 20 x 20 cm 
f. Posisikan Kolom yang sudah dibuat sesuai dengan gambar denah


g. Untuk mengecek posisi kolom sudah sesuai atau belum, langkah yang dilakukan adalah mengatur tampilan halaman kerja dengan cara, Pada sisi kiri Project Browser ➔ Pilih ElevationsEast


h. Sehingga untuk mengatur tinggi kolom (yang berwarna biru pada gambar diatas) agar sesuai dengan ukurannya 1.05 m, maka pada pilihan Constrains sebelah kiri pada gambar dibawah, untuk kategori Base Offset ketik angka 450 (dalam satuan mm) untuk menyesuaikan tinggi kolom yang awalnya 1.5 m menjadi 1.05 m setelah dikurangi tebal footplat 0.45 m. Sehingga posisi kolom sudah sesuai dengan gambar dan dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini.




i. Copy pastekan kolom pedestal yang sudah dibuat dan disesuaikan ukurannya ke dalam denah. Perlakuan yang sama dilakukan kepada kolom 20 x 20 cm 

 j. Untuk melihat gambar hasil inputan ke visual 3D, klik logo (rumah tiga dimensi) yang ada pada bagian atas halaman kerja. Sehingga tampilan menjadi akan seperti gambar dibawah ini.


k. Kita lihat gambar Footplate dan kolom pedestal yang sudah dibuat sudah muncul di visual 3D

Demikian step by step pembuatan Kolom pada penggambaran menggunakan revit. Langkah berikutnya adalah membuat sloof. pada postingan berikut. 


Read More »
17 December | 0komentar

Membuat Grid dan Level di Revit

 Menyambung postingan sebelumnya tercait Import File AutoCAD ke Revit, berikut ini dibahas tentang langkah berikutnya. Langkah berikutnya setelah gambar CAD masuk di Revit yaitu adalah membuat Grid dan Levelling.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Pilih menu Architecture pada menu bar, kemudian klik ➔ Grid
b. Buatkan grid di Revit sesuai dengan grid pada Autocad sesuai pada gambar dibawah ini.




c. Setelah itu kita buat leveling untuk gambar bangunan tersebut. Pada kasus ini, kita akan membuat bangunan 2 lantai dengan tinggi 4 meter antar lantai dan kedalam pondasi 1.5 m. 
d. Untuk mengatur level di Revit, pada bagian kiri Project Browser pada pilihan Views ➔ pilih Elevation ➔ East/North/South/West (Sesuaikan keinginan untuk melihat dari sudut mana), pada kasus ini kita melihat dari sudut East. Dan tampilan akan seperti  gambar  dibawah ini.

Leveling Pada Revit

Berikutnya untuk setting adalah mensetting Pondasi, selengkapnya di Postingan berikutnya. Membuat Pondasi di Revit.

1001 Tentang Revit


Read More »
16 December | 0komentar

Membuat Pondasi Pada Revit

Pada postingan sebelumnya yaitu leveling pada denah, berikutnya adalah membuat pondasinya. Setelah semua penyetingan yang dilakukan sudah selesai dan sesuai dengan kondisi gambar, mulai dari grid dan leveling langkah selanjutnya yaitu memodelkan gambar 2D tersebut ke gambar 3D mulai dari pemodelan pondasi sampai struktur atas. Adapun langkah-langkah dalam membuat pondasi di Revit adalah sebagai berikut :

a. Pilih terlebih dahulu Views ➔ Structural Plans ➔ Level 2 Pada Project Browser yang ada pada sebelah kiri halaman kerja.



b. Untuk membuat pondasi, pilih menu Structure ➔ Isolated



c. Pada Bagian Properties sebelah kiri ➔ klik Edit Type, maka akan muncul kotak dialog Type Properties



d. Kemudian klik Duplicate ➔ ketik nama properties yang ingin dibuat. Contoh pada kasus ini saya membuat propertis pondasi dengan nama “Footplate uk. 120 x 120 x 45 cm”


e. Pada Type Parameters Dimensions ketik ukuran sesuai dengan yang diinginkan. Seperti : 
➥ Foundation Thickness = 450 mm 
➥ Widht = 1200 mm 
➥ Length = 1200 mm

f. Kemudian Klik OK 
g. Dilanjutkan dengan menempatkan properties pondasi yang sudah dibuat pada titik-titik yang sesuai dengan gambar. Sehingga akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.


h. Selanjutnya, cek posisi pondasi footplate pada Views ➔ Elevations ➔ East, sehingga muncul gambar seperti dibawah ini.



Untuk mengatur tata letak/posisi Footplate langkah yang harus dilakukan adalah: 
➧ Seleksi Type Properties Footplate dengan klik kanan pada salah satu footplate ➔ Select All Instance ➔ Visible In View. Maka semua type properties Footplate akan terseleksi semua.



➧ Setelah Footplate terseleksi semua, langkah selanjutnya adalah mengatur posisi footplate berada pada level 1. Pada bagian kotak Properties sebelah kiri, ubah pilihan level menjadi Level 1 dan Height Offset 450. Sehingga posisi footplate sudah sesuai dengan gambar dan dapat dilihat seperti contoh dibawah ini.


Berikutnya mengatur/membuat kolom, klik berikut pada postingan selanjutnya.

Read More »
16 December | 0komentar

Belajar Revit Untuk dapat Mengerti BIM

Revit dan BIM apa hubungannya? Pertama Revit adalah sebuah software yang digunakan untuk penggambaran model 2D dan 3D dimana pada Revit ini terdapat beberapa informasi terkait elemen-elemen yang ada di Revit tersebut. Contoh  Pada dinding, pada dinding terdapat Properti : tebal, panjang, tinggi, luasnya volumenya, jenisnya/materialnya dan lain-lain.

Jadi informasi di Revit adalah tergantung apa yang kita inputkan. Dari ini maka baru kita bisa katakan bahwa Revit yang kita gunakan adalah Revit untuk BIM (Building Informasi Modeling).

Sudah pahamkah apa itu BIM? Atau malah semakin bingung? BIM itu merupakan suatu sistem integrasi antara beberapa disiplin ilmu, mulai dari struktur, arsitektur, mep, landscape, maupun bidang ilmu ketekniksipilan lainnya. Suatu sistem yang nantinya saling berhubungan satu sama lain, sehingga meminimalisir terjadinya ketidaksesuaian antara disiplin ilmu yang satu dengan yang lainnya atau Bahasa lainnya bisa mensinkronkan satu dengan yang lainnya. 

Untuk perencanaan Bangunan Gedung lebih dari 3 lantai atau luasan 2000 m2 mesti perlu analisis menggunakan BIM untuk memudahkan dalam analisis terhadap propertis (Spesifikasi bahan,ukuran dan kekuatan) yang digunakan. Dan ini akan bermanfaat bagi owner atau berbagai bagian untuk memahami tanpa harus dijelaskan lebih detail terkait spesifikasinya. 

Tools yang digunakan untuk mengetahui penggunaan BIM adalah Revit. Revit sebuah aplikasi produk dari  Autodesk. Pertama-pertama, sebelum kalian lanjut kepembahasan berikutnya, terlebih dahulu kalian instal aplikasi Revit.

Halaman pertama Autodesk Revit 2018

Pada tutorial Revit ini Referensi dari rowinsinaya.com

Untuk tahapan selanjutkan dalam menjalankan apilaksi Autodesk Revit 2018 ikuti langkah-langkah dibawah ini: 

  1. Membuka Halaman Template di Revit Setelah muncul halaman pertama Autodesk Revit 2018, pada pilihan Project yang berada sebelah kiri halaman ➔ klik New 
  2. Kemudian akan muncul kotak dialog New Project, kemudian pada template file pilih Construction Template 
  3. Lalu klik Browse, kemudian akan muncul kotak dialog Choose Template 
  4. Pilih RVT2018 Pilih Templates 
  5. Pilih ➔ US Metric ➔ Pilih Structural Analysis Default Metric.rte ➔ Klik Open, kemudian Klik OK. 
  6. Setelah klik OK, maka akan muncul halaman utama Project pada Revit.


Pilik Templates


Klik US Matric




Untuk tahapan berikutnya adalah inport gambar dari AutoCAD atau dapat juga langsung membuat obyek gambar di Revit. Klik berikut.

Read More »
14 December | 0komentar