Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts sorted by relevance for query Desain Rumah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Desain Rumah. Sort by date Show all posts

7 Desain Pencahayaan Ruangan Yang Sehat


Penataan ruang untuk memenuhi ruang yang sehat salah satunya adalah mengenai pencahayaan. Pencahayaan yang sehat adalah yang alami.Tentunya untuk siang hari. Ruangan yang cahaya langsung dari matahari akan sangat sehat, tidak lembab, sehingga akan menyebab sehat pula penghuni dan hemat energi disiang hari untuk membaca tidak memerluk
Pencahayaan alami pada hunian merupakan salah satu faktor penting yang tidak boleh disepelekan. Penerangan yang baik membuat rumah lebih nyaman dan sehat Pada dasarnya, terdapat dua jenis pencahayaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penerangan di rumah, yaitu pencahyaan alami yang diperoleh dari cahaya matahari dan pencahayaan buatan yang dihasilkan dari lampu atau lilin. Kali ini Kania akan membahas jenis pencahayaan buatan seperti apa yang dibutuhkan tiap-tiap ruangan.

Jenis pencahayaan yang diaplikasikan pada ruangan ini bergantung dengan luas dan penataan funitur. Pada ruang tamu yang cukup luas sehingga memungkinkan dilakukan pembagian area, pencahayaan sentral (general/ambience lighting) diletakkan di area yang menjadi pusat berkumpul.
Pemenuhan ruangan yang memenuhi syarat pencahayaan sebagai sumber pencahayaan alami adalah:
1. Jendela
2. Ventilasi
3. Boven
4. Bukaan atap

7 Desain Rumah dengan Pencahayaan Alami 

1. Desain Fasad Dua Lapis
Desain pencahayaan rumah yang baik pertama adalah dengan membuat fasad dua lapis.
Hal ini lebih berpengaruh pada rumah yang menghadap langsung ke arah barat atau timur. Fasad yang dua lapis dapat membantu melindungi eksterior rumah dengan menggunakan secondary skin atau panel tambahan.
Contohnya rumah ini menggunakan sunscreen dari rotan yang merupakan hasil rancangan dari Modernspace.


Material isolatornya tidak menyimpan panas dan berfungsi sebagai lapisan penahan sinar matahari untuk ruang makan yang terletak di sisi barat. Kemiringan panel sunscreen awalnya disesuaikan dulu dengan arah masuk cahaya agar saat sinar matahari sedang terik-teriknya tidak bersentuhan langsung dengan kaca.

2. Menghadirkan Skylight
Ruangan di dalam rumah terlalu berdempetan dengan ruang lainnya?
Coba hadirkan saja pencahayaan alami dari elemen dinding melalui jendela yang sering disebut pula dengan skylight. Rancangan skylight memungkinkan ruang untuk mendapatkan pencahayaan alami dari bagian atas ruangan. Desain rumah dengan pencahayaan alami ini cukup menggunakan material kaca sebagai pengganti skylight yang memerlukan bujet lebih.




3. Glass Block

Desain rumah yang dapat menghadirkan cahaya penuh adalah menggunakan kaca es glass block. Cahaya tetap bisa menembus masuk ke ruangan tanpa membuat view yang tidak diinginkan terlihat dari dalam ruangan.

Untuk tampilan yang menarik, kamu bisa menata komposisi dari glass block semenarik mungkin agar estetikanya mampu memaksimalkan penerangan pada ruangan.

4. Efek bayangan Dramatis dari Roster
Penggunaan roster bisa menghidupkan suasana rumah yang lebih dramatis. Mengapa bisa? Sebab penggunaan roster atau loster dapat menghadirkan efek dramatis dari bayangan-bayangan yang dihasilkannya. Kini sudah banyak sekali pilihan desain roaster yang lebih menarik dan juga estetik.


5. Manfaatkan Pintu
Sistem pencahayaan alami yang paling dasar adalah menggunakan jendela rumah. Itupun jika memungkinkan. Namun, jika tak ada space lagi untuk membuat jendela kamu bisa lho membuat pencahayaan alami dari pintu. Enggak cuman sirkulasi dan entrance saja, pintu dapat dirancang dengan bahan dan desain yang memungkinkan pencahayaan alami bisa masuk ke dalam rumah.


6. Jendela Kaca pada Area Tangga Daripada dinding area tangga terlihat polos, lebih baik buatlah sumber pencahayaan alami di sana. Kamu bisa membuat jendela kaca pada sudut area tangga rumah. Tak usah terlalu banyak namun, cukup untuk menerangi rumah saat siang hari agar kamu juga bisa menghemat energi. 
Berikut ini contoh ruangan yang memiliki pencahayaan yang sangat cukup.



7. Jendela Kaca di Sudut Kamar Tidur

Tak hanya ruangan keluarga, ruang makan, dan area tangga saja yang membutuhkan cahaya alami. Ruang kamar tidur juga harus memiliki penempatan posisi sirkulasi udara yang baik Tempatkan jendela kaca di sudut ruangan kamar tidur agar cahaya yang masuk langsung menyebar ke seluruh area kamar. Suasana kamar yang sejuk dan sirkulasi udara akan terlaksana dengan baik.

Sumber: dari https://www.99.co/






Read More »
28 November | 0komentar

Rumah Untuk Keluarga Kecil, 2017




Yang disebut dengan keluarga kecil adalah keluarga yang terdiri dari 2 orang tua dan maksimal 3 orang anak. Konsep rumah didesain untuk minimal 2 orang tua dan 3 anak. Pada kaitan ini tentunya berkaitan dengan aktivitas masing-masing anggota keluarga.
Dengan 5 anggota keluarga dengan berbagai aktivitas tentu seorang arsitektur harus melihat ini untuk merencanakan kebutuhan ruangnya. Orang tua yang memiliki aktivitas contoh sebagai dokter tentu sang arsitektur akan menambahkan minimal ada ruang kerja. dan tentu untuk anak-anak yang misalkan memiliki 3 orang anak. Jadi minimal ruangan yang ada tentunya adalah kamar tidur untuk 3 anak (3 Ruang Tidur) dan satu kamar tidur utama (untuk orang tua). ditambah beberapa ruangan standar misalkan ruang tamu, ruang keluaga, dapur, ruang makan, km/wc dsb.
Desain rumah sederhana misalnya dengan ukuran 6 x 9 meter berkonsep minimalis sebagai referensi pembangunan rumah. Beberapa contoh bentuk rumah di atas ada yang sesuai dengan keinginan Anda sehingga bisa menjadi contoh dalam menentukan desain rumah yang akan Anda bangun. 
Dalam membangun rumah dengan ukuran 6 x 9 yang menggunakan konsep minimalis akan membuat rumah yang dibangun terlihat mewah dan modern. Salah satu kelebihan rumah minimalis adalah tampilannya yang memancarkan kemewahan dan mencerminkan rumah modern masa kini. 
Rumah dengan ukuran 6 x 9 merupakan rumah ukuran sedang yang akan sangat cocok menggunakan konsep minimalis karena rumah minimalis dibuat simple dan memaksimalkan penggunaan lahan dan ruangan yang ada. 
Membangun rumah menggunakan konsep minimalis karena memiliki banyak kelebihan dan keunggulan. 
Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari rumah minimalis :
1. Hemat dalam penggunaan lahan.
2. Biaya pembangunannya terjangkau.
3. Ruangan nampak leluasa.
4. Simple dan elegan.
5. Tampilan rumah nampak modern.
6. Mudah dalam menata ruangan.
7. Nampak sejuk dan nyaman untuk ditempati.
Sumber : Desain Rumah

Read More »
31 October | 0komentar

Kombinasi Desain Rumah Modern dan Klasik

Penggunaan perabot Klasik dan minimalis
Penggunaan perabot Klasik

Memadukan perpaduan beberapa gaya desain rumah akan sangat menambah performa rumah menjadi lengkap. Perpaduan ini sangat tergantung dari perencana/arsitek dan tentunya mendapat persetujuan dari owner.
Konsep harmonisasi desain menjadi karakter pada memadukan berbagai desain rumah. Keharmonisan ini diperkuat melalui pemanfaatan material batu alam, ukiran kayu, dan bambu, yang alami contoh pada desain klasik. Material alami ini diharapkan dapat menciptakan keharmonisan antara manusia dengan lingkungan, antar sesama manusia, dan kedekatan manusia dengan Sang Pencipta. Penguatan Cat, desain kotak/lurus untuk desain rumah minimalis. Kedua desai ini juka dipadukan tetap harus memperhatikan keharmonisan.

Ciri-cirinya rumah gaya desain minimalis dan Klasik

Untuk menciptakan keseimbangan yang pas, kita harus dapat memutuskan apakah kita menginginkan sebuah ruang yang lebih dominan pada gaya minimalis/modern atau gaya klasik/tradisional. Menciptakan satu gaya lebih dominan terhadap gaya yang lain merupakan faktor yang sangat penting, karena jika tidak, membiarkan keduanya terlalu cair atau tidak jelas akan membuat keseimbangan visual tidak tercapai akibat dua gaya yang seolah saling bersaing satu sama lain.
Ciri-cirinya rumah gaya desan minimalis adalah bentuk-bentuk simetris dan pengunaan warna abu-abu, putih, hitam dan merah atau orange, untuk warna eksteriornya. Salah satu ciri yang lebih kentara adalah penggunaan pagar tralis menggunakan besi holo.
Sementara untuk rumah gaya desain klasik ciri-cirinya adalah Ornamen-ornamen ukiran yang rumit dan detail, langit-langit yang tinggi, kusen yang panjang/tinggi.Juga penggunaan perabot yang antik atau klasik.
Jika menginginkan keharmonisan, pilihlah tujuan untuk menciptakan tampilan yang lebih soft, kalem dan menenangkan. Memilih model furnitur dari dua gaya yang berbeda namun memiliki tampilan yang sekilas sangat mirip. Atau memadukan kursi-kursi modern kontemporer dengan meja tradisional yang akan menciptakan keselarasan tanpa terlihat perbedaan yang sangat kontras.
Sementara untuk menciptakan suasana yang kontras, pilihan warna, tekstur, model desain pada furnitur akan memberikan efek dan visualisasi ruang eklektik yang sempurna. Siapapun akan dengan mudah memberi penilaian dan kesan pada pilihan gaya desain interior yang kita gunakan.

Penggunaan Audio-Visual


Kesimpulan:
Sekarang kita sudah mengetahui elemen-elemen apa saja yang penting untuk kita perhatikan. Memadukan dua gaya desain pada satu ruang, akan memiliki nilai artistik dan estetik yang cukup unik.
Kuncinya adalah:

  • Biarkan satu gaya mendominasi, dan gunakan yang lain sebagai aksen. 
  • Satukan dan ikat gaya yang berbeda bersamaan dengan warna, tekstur, atau bentuk yang sama. 
  • Dapatkan nuansa berbeda dengan menciptakan harmoni atau kontras saat Anda memadukan gaya desain yang berbeda.
Sumber :https://interiordesign.id

Read More »
29 November | 0komentar

Memadukan Berbagai Gaya Desain Rumah

Penggunaan perabot Klasik dan minimalis
Penggunaan perabot Klasik

Memadukan perpaduan beberapa gaya desain rumah akan sangat menambah performa rumah menjadi lengkap. Perpaduan ini sangat tergantung dari perencana/arsitek dan tentunya mendapat persetujuan dari owner.
Konsep harmonisasi desain menjadi karakter pada memadukan berbagai desain rumah. Keharmonisan ini diperkuat melalui pemanfaatan material batu alam, ukiran kayu, dan bambu, yang alami contoh pada desain klasik. Material alami ini diharapkan dapat menciptakan keharmonisan antara manusia dengan lingkungan, antar sesama manusia, dan kedekatan manusia dengan Sang Pencipta. Penguatan Cat, desain kotak/lurus untuk desain rumah minimalis. Kedua desai ini juka dipadukan tetap harus memperhatikan keharmonisan.

Ciri-cirinya rumah gaya desain minimalis dan Klasik

Untuk menciptakan keseimbangan yang pas, kita harus dapat memutuskan apakah kita menginginkan sebuah ruang yang lebih dominan pada gaya minimalis/modern atau gaya klasik/tradisional. Menciptakan satu gaya lebih dominan terhadap gaya yang lain merupakan faktor yang sangat penting, karena jika tidak, membiarkan keduanya terlalu cair atau tidak jelas akan membuat keseimbangan visual tidak tercapai akibat dua gaya yang seolah saling bersaing satu sama lain.
Ciri-cirinya rumah gaya desan minimalis adalah bentuk-bentuk simetris dan pengunaan warna abu-abu, putih, hitam dan merah atau orange, untuk warna eksteriornya. Salah satu ciri yang lebih kentara adalah penggunaan pagar tralis menggunakan besi holo.
Sementara untuk rumah gaya desain klasik ciri-cirinya adalah Ornamen-ornamen ukiran yang rumit dan detail, langit-langit yang tinggi, kusen yang panjang/tinggi.Juga penggunaan perabot yang antik atau klasik.
Jika menginginkan keharmonisan, pilihlah tujuan untuk menciptakan tampilan yang lebih soft, kalem dan menenangkan. Memilih model furnitur dari dua gaya yang berbeda namun memiliki tampilan yang sekilas sangat mirip. Atau memadukan kursi-kursi modern kontemporer dengan meja tradisional yang akan menciptakan keselarasan tanpa terlihat perbedaan yang sangat kontras.
Sementara untuk menciptakan suasana yang kontras, pilihan warna, tekstur, model desain pada furnitur akan memberikan efek dan visualisasi ruang eklektik yang sempurna. Siapapun akan dengan mudah memberi penilaian dan kesan pada pilihan gaya desain interior yang kita gunakan.

Penggunaan Audio-Visual


Kesimpulan:
Sekarang kita sudah mengetahui elemen-elemen apa saja yang penting untuk kita perhatikan. Memadukan dua gaya desain pada satu ruang, akan memiliki nilai artistik dan estetik yang cukup unik.
Kuncinya adalah:

  • Biarkan satu gaya mendominasi, dan gunakan yang lain sebagai aksen. 
  • Satukan dan ikat gaya yang berbeda bersamaan dengan warna, tekstur, atau bentuk yang sama. 
  • Dapatkan nuansa berbeda dengan menciptakan harmoni atau kontras saat Anda memadukan gaya desain yang berbeda.
Sumber :https://interiordesign.id

Read More »
09 December | 0komentar

Membangun Rumah Minimalis,2019




Desain rumah sederhana misalnya dengan ukuran 6 x 9 berkonsep minimalis sebagai referensi pembangunan rumah. Beberapa contoh bentuk rumah di atas ada yang sesuai dengan keinginan Anda sehingga bisa menjadi contoh dalam menentukan desain rumah yang akan Anda bangun. 
Dalam membangun rumah dengan ukuran 6 x 9 yang menggunakan konsep minimalis akan membuat rumah yang dibangun terlihat mewah dan modern. Salah satu kelebihan rumah minimalis adalah tampilannya yang memancarkan kemewahan dan mencerminkan rumah modern masa kini. 
Rumah dengan ukuran 6 x 9 merupakan rumah ukuran sedang yang akan sangat cocok menggunakan konsep minimalis karena rumah minimalis dibuat simple dan memaksimalkan penggunaan lahan dan ruangan yang ada. 
Membangun rumah menggunakan konsep minimalis karena memiliki banyak kelebihan dan keunggulan. 
Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari rumah minimalis :
1. Hemat dalam penggunaan lahan.
2. Biaya pembangunannya terjangkau.
3. Ruangan nampak leluasa.
4. Simple dan elegan.
5. Tampilan rumah nampak modern.
6. Mudah dalam menata ruangan.
7. Nampak sejuk dan nyaman untuk ditempati.

Read More »
23 January | 0komentar

Rencana Anggaran Biaya Rumah Tumbuh

Desain By Sarastiana (Original with AutoCAD 3D) blm direnderrrrr

Perencanaan biaya untuk membangun rumah sangat penting. Demi efektifitas dana yang dikeluarkan pemilik rumah sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini saat menyusun RAB:

1. Pemilihan bahan bangunan
Bahan bangunan yang dipilih sebaiknya tahan lama dan tahan cuaca. Kemungkinan harganya akan sedikit lebih mahal. Akan tetapi, sebaiknya dipikirkan juga bahwa bahan bangunan berkualitas rendah akan memerlukan biaya perawatan yang besar, apalagi setelah jangka waktu beberapa tahun, sehingga lebih banyak biaya dan tenaga yang terbuang. Untuk rangka atap, misalnya, lebih disarankan memakai rangka atap baja. Bisa juga menciptakan nuansa rustic dengan cara mendirikan dinding batu bata ekspos tanpa dilapisi semen dan dicat.
2. Memperhitungkan inflasi
Tidak seperti pembangunan rumah konvensional, membangun rumah tumbuh dilaksanakan dalam rentang waktu yang cukup lama. Bisa dalam hitungan bulan bahkan tahun. Sementara di sisi lain tiap tahun harga bahan bangunan bisa dipastikan akan naik. RAB yang telah dirancang tahun ini sangat mungkin tidak lagi relevan digunakan sebagai acuan pembangunan 1-2 tahun mendatang. Cara untuk mengakalinya adalah dengan menambah rencana biaya sebesar 5 sampai 10% tahun, baik untuk biaya belanja bahan bangunan maupun ongkos pekerja.
3. Bantuan profesional
Merencanakan biaya membangun rumah tumbuh bisa jadi urusan rumit untuk pemilik rumah. Sudah umum bila profesional di bidang jasa konstruksi atau arsitektur menyediakan jasa menyusun RAB. Tak jarang jasa ini ditawarkan gratis satu paket bersama jasa desain rumah.
4. Memaksimalkan penggunaan bahan Meski ada anjuran menghindari bongkar pasang dalam pembangunan rumah tumbuh, tampaknya anjuran ini sedikit sulit dilaksanakan. Proses membongkar dan membangun dinding kembali sering kali tak bisa dihindari. Namun kita dapat berupaya memanfaatkan material bongkaran itu untuk keperluan lain. Misalnya kusen dan daun pintu atau jendela, lantai, balok kayu, dll.

Agar rumah tumbuh tak kelihatan seperti rumah belum jadi

Meskipun rumah tumbuh mengandung arti sebuah rumah yang belum selesai sepenuhnya, ada beberapa cara yang bisa diterapkan agar rumah tampil sempurna secara estetis. Beberapa cara yang kami usulkan adalah:
1. Membuat atap teras Bagian rumah yang saat ini berupa teras bisa dikembangkan menjadi ruang tamu. Dengan membangun atap untuk teras, ke depannya akan lebih mudah bila akan menambahkan dinding dan jendela agar fungsi teras berubah menjadi ruang tamu. Dalam hal ini kita bisa mengadaptasi konsep pembangunan konservatori di rumah-rumah gaya Eropa.
2. Membangun rumah berlangit-langit tinggi
Ingin punya rumah dua lantai tapi dana belum mencukupi? Bangunlah rumah berlangit-langit tinggi. Dalam artikel mengenai ekstensi rumah ini ada beberapa ide penambahan ruang dalam rumah yang bisa dilakukan bertahap, sejalan dengan konsep rumah tumbuh.
3. Gaya industrial
Gaya industrial identik dengan finishing serba abu-abu yang, selain dihasilkan dari pengecatan, juga bisa didapatkan dengan memplester dinding dengan semen dan menghaluskannya tanpa dicat. Gaya ini juga identik dengan penggunaan unsur-unsur logam seperti baja dan besi pada desain interior. Misalnya kita memilih rangka atap baja ringan sebagai struktur penyangga atap, hal ini bisa menjadi nilai lebih dalam hal estetika. Plafon atap bisa dipasang belakangan di tahap pembangunan selanjutnya.
 4. Open space
Konsep interior open space bisa diterapkan pada finishing tahap awal pembangunan rumah tumbuh. Pada tahap selanjutnya, open space yang tersedia bisa dikembangkan menjadi ruangan lain bila memang dibutuhkan. Apabila kurang nyaman dengan ruang tamu yang terlalu terbuka dan merasa khawatir kehilangan privasi, ruang tamu dan ruang makan bisa dipisahkan dengan rak buku, partisi, sekat bambu, dll.
5. Tentukan prioritas
Mengingat proses pembangunan rumah tumbuh tidak akan selesai dengan segera, pemilik rumah perlu menetapkan ruangan apa saja yang perlu dibangun pada tahap awal. Kami menyarankan agar pemilik rumah fokus pada kebutuhan utama, sehingga ruangan yang perlu dibangun pertama kali adalah kamar tidur, kamar mandi, dan dapur. Saran ini diberikan dengan pertimbangan bahwa kamar tidur akan diperlukan untuk beristirahat dan melakukan aktivitas pribadi lainnya, kamar mandi sangat penting untuk membersihkan diri, dan dapur menjadi tempat untuk menyiapkan makanan sehari-hari. Kita memang memerlukan ruang keluarga atau ruang tamu sebagai ruangan untuk bersosialisasi. Namun untuk sementara fungsi itu bisa digantikan oleh dapur.

Sumber : https://www.homify.co.id/

Read More »
03 December | 0komentar

Konsep Rumah Klasik Nan Modern


Konsep rumah klasik yang modern masih kental dengan gaya arsitektur kolonial. Perpaduan antara rumah klasik dan rumah modern akan menjadikan rumah nampak klasik modern, konsep seperti ini malah justru memberi nuansa yang berbeda terhadap rumah anda bila dibandingkan rumah modern yang cenderung minimalis. 
Dari desain denah nampak sebuah sistem yang sesuai kaidah etika, dapur ada di belakang. Interior rumah modern yang klasik dan lebih mengandalkan warna netral terutama warna putih, pada warna putih inilah menjadikan konsep ini menjadi enak di pandang mata sebab pada konsep minimalis ataupun klasik ini sama-sama mengandalkan sebuah warna yang sebagai ciri khasnya. 
Paduan tampak depan rumah ini yang menggunakan teras bentuk atap limas, membuat konsep rumah ini namapak klasik tahun 80an. Dimana pada tahun ini jenis teras seperti ini sangat menjamur. Sebagai sebuah trend rumah saat itu. 
Perpaduan jendela yang memanjang dan kanan kiri terdapat krepak lobang angin makin mengesankan perpaduan klasik modern dari rancangan gambar diatas.

Beberapa rumah di bawah ini adalah contoh otentik dari gaya rumah klasik Eropa tersebut atau yang sangat dipengaruhi olehnya. Semuanya unik, namun mengikuti prinsip khas ekspresi arsitektur berikut ini.

1. Model rumah early classical revival
Contoh modern yang otentik dari model rumah awal kebangkitan model rumah klasik (early classical revival) ini mencakup teras bertingkat dua dominan yang didukung oleh kolom-kolom Tuscan dengan balkon lantai dua dan langkan yang menyatu ke dalam kolom dan detail cornice yang sangat rumit. Kaitan dengan kuil Yunani dan Romawi dan monumen lainnya yang bertahan selama berabad-abad sudah jelas. Kolom-kolom yang tinggi sebagai penanda era jaman pertama ini. Simetri dan proporsi serta komposisi berulang melalui bukaan jendela dan pintu. Selain itu, ornamen adalah kuncinya.

Model rumah early classical revival Hightstown karya George F. Barber [Sumber: oldhousedreams.com]

Elemen kunci

  • Kolom tinggi dan pedimen. Model kuil kuno Yunani, dengan deretan kolom yang tinggi dan pedimen, bagian depan berbentuk segitiga yang berada di bawah atap, merupakan dua karakteristik yang paling khas dari gaya desain rumah bersejarah ini. 
  • Teras bertingkat dua. Teras-teras dominan ini didukung oleh kolom-kolom Tuscan dengan balkon lantai dua dan langkan yang menyatu ke dalam kolom. 
  • Simetri dan proporsi. Komposisi berulang, namun tetap simetris melalui bukaan jendela dan pintu, serta ornamen. 
  • Molding. Lebih rumit dan berani, molding terdapat di sepanjang interior dan eksterior rumah, merupakan karakteristik model rumah klasik mewah early classical revival. 
  • Detail ornamen. Model rumah klasik mewah bisa menambahkan detail lebih rumit seperti pada cornice. 

Di beberapa rumah modern ini kita bisa melihat ekspresi model rumah early classical revival, terutama dalam rencana majemuk. Proporsi dan komposisi berulang melalui bukaan jendela dan pintu, ornamen seluruhnya simetris, dan seimbang pada bentuk yang lebih rumit.

Read More »
31 January | 0komentar

Definisi Dan Fungsi Rumah

Desain Rumah , dari berbagai Prespektif hingga Finish

Rumah tinggal bagi manusia merupakan kebutuhan dasar disamping kebutuhan pangan dan sandang. Jaman dahulu rumah hanya sebagai tempat berlindung dari alam (gangguan binatang, sinar matahari, hujan, cuaca). Sebagai naluri manusia akan kebutuhan fisiknya atau jasmaninya.
Setelah manusia memenuhi kebutuhan jasmaninya berupa sandang, pangan dan kesehatan, kebutuhan akan tempat tinggal merupakan salah satu motivasi untuk pengembangan tingkatan kehidupan yang lebih tinggi lagi, dalam perkembangannya rumah tinggal tidak hanya sebagai tempat berlindung manusia dari gangguan cuaca dan hewan, namun merupakan sarana peningkatan kebanggaan dan harga diri, serta dinikmati juga keindahannya.
Beragamnya tingkat ekonomi, sosial, kebudayaan, politik, pendidikan dan karakter serta subyektifitas manusia akan mempengaruhi disain rumah tinggal yang ditempatinya Dalam arti umum, rumah adalah salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia maupun hewan, namun untuk istilah tempat tinggal yang khusus bagi hewan adalah sangkar, sarang, atau kandang. Dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, hidup, makan, tidur,beraktivitas, dan lain-lain.
Sebagai bangunan, rumah berbentuk ruangan yang dibatasi oleh dinding dan atap. Rumah memiliki jalan masuk berupa pintu dengan tambahan berjendela. Lantai rumah biasanya berupa tanah, ubin, babut, keramik, atau bahan material lainnya. Rumah bergaya modern biasanya memiliki unsur-unsur ini.

Zoning Ruang

Ruangan di dalam rumah terbagi menjadi beberapa ruang yang berfungsi secara spesifik, seperti:kamar tidur, kamar mandi, WC, ruang makan, dapur, ruang keluarga, ruang tamu, garasi, gudang, teras dan pekarangan. Aktivitas yang paling sering dilakukan di dalam rumah adalah beristirahat dan tidur. Selebihnya, rumah berfungsi sebagai tempat beraktivitas antara anggota keluarga atau teman, baik di dalam maupun di luar rumah pekarangan.Dalam perencanaan pun dibagi menjadi beberapa zona ruang.
Dalam kegiatan sehari-hari, orang biasanya berada di luar rumah untuk bekerja, bersekolah atau melakukan aktivitas lain. Seringkali arsitek yang melayani client dalam merencanakan dan merancang rumah tinggal mendapatkan pertanyaan terkait dengan dimensi atau besaran ruang, estetika atau keindahan dan kenyamanan. 
Dari ketiga unsur tersebut sebetulnya jika dikaji secara mendalam memiliki jawaban yang relatif dan subyektif karena dimensi, estetika dan kenyamanan sangattergantung pada kebutuhan dan karakteristik dari client. Disain suatu rumah tinggal sangat dipengaruhi oleh subyektifitas dan karakteristik seseorang yang akan membangun rumah tinggal tersebut.Selain peran arsitek, secara umum karakteristik seseorang tersebut dipengaruhi oleh faktor beragamnya tingkat ekonomi, sosial, kebudayaan, politik dan tingkat pendidikan.

Definisi Rumah dari berbagai Sumber


Rumah dapat berfungsi sebagai: tempat untuk menikmati kehidupan yang nyaman, tempat untuk beristirahat, tempat berkumpulnya keluarga dan tempat untuk menunjukkan tingkat sosial dalam masyarakat.:

1. Dalam pengertian yang luas, rumah bukan hanya sebuah bangunan (struktural), melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syarat-syarat kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat. Rumah dapat dimengerti sebagai tempat perlindungan, untuk menikmati kehidupan, beristirahat dan bersuka ria bersama keluarga. Di dalam rumah, penghuni memperoleh kesan pertama dari kehidupannya di dalam dunia ini. Rumah harus menjamin kepentingan keluarga, yaitu untuk tumbuh, memberi kemungkinan untuk hidup bergaul dengan tetangganya, dan lebih dari itu, rumah harus memberi ketenangan, kesenangan, kebahagiaan, dan kenyamanan pada segala peristiwa hidupnya. (Frick,2006:1).

2. Rumah merupakan sebuah bangunan, tempat manusia tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Disamping itu,rumah juga merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan kepada norma dan adat kebiasaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat.Jadi setiap perumahan memiliki sistem nilai yang berlaku bagi warga-nya. Sistem nilai tersebut berbeda antara satu perumahan dengan perumahan yang lain, tergantung pada daerah ataupun keadaan masyarakat setempat. (Sarwono dalam Budihardjo, 1998 : 148).

3. Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. (UU No.4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman)

4. Rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal (Kamus Bahasa Indonesia, 1997).

5. Dalam arti umum, rumah adalah bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia maupun hewan, namun tempat tinggal yang khusus bagi hewan biasa disebut sangkar, sarang, atau kandang. Sedangkan dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, tempat bertumbuh, makan, tidur, beraktivitas, dll. (Wikipedia, 2012).

6. Rumah merupakan suatu bangunan, tempat manusia tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Disamping itu,rumah juga merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan kepada norma dan adat kebiasaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat. Jadi setiap perumahan memiliki sistem nilai yang berlaku bagi warganya. Sistem nilai tersebut berbeda antara satu perumahan dengan perumahan yang lain, tergantung pada daerah ataupun keadaan masyarakat setempat. (Sarwono dalam Budihardjo, 1998 : 148)

7. Turner (dalam Jenie, 2001 : 45), mendefinisikan tiga fungsi utama yang terkandung dalam sebuah rumah tempat bermukim, yaitu :
a. Rumah sebagai penunjang identitas keluarga (identity) yang diwujudkan pada kualitas hunian atau perlindungan yang diberikan oleh rumah. Kebutuhan akan tempat tinggal dimaksudkan agar peng-huni dapat memiliki tempat berteduh guna melindungi diri dari iklim setempat.
b. Rumah sebagai penunjang kesempatan (opportunity) keluarga untuk berkembang dalam kehidupan sosial budaya dan ekonomi atau fungsi pengemban keluarga. Kebutuhan berupa akses ini diterjemahkan dalam peme-nuhan kebutuhan sosial dan kemudahan ke tempat kerja guna mendapatkan sumber penghasilan.
c. Rumah sebagai penunjang rasa aman (security) dalam arti terjaminnya. keadaan keluarga di masa depan setelah mendapatkan rumah. Jaminan keamanan atas lingkungan perumahan yang ditempati serta jaminan keamanan berupa kepemi-likan rumah dan lahan (the form of tenure).

8. Rumah berfungsi sebagai wadah untuk lembaga terkecil masyarakat manusia,yang sekaligus dapat dipandang sebagai “shelter” bagi tumbuhnya rasa aman atau terlindung. Rumah juga berfungsi sebagai wadah bagi berlangsungnya segala aktivitas manusia yang bersifat intern dan pribadi.

Jadi, rumah tidak semata-mata me-rupakan tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala bahaya, gangguan dan pengaruh fisik belakang melainkan juga merupakan tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala bahaya, gangguan, dan pengaruh fisik belaka, melainkan juga merupakan tempat tinggal, tempat berisitirahat setelah menjalani perjuangan hidup sehari-hari. (Ridho, 2001 : 18)

9. Secara garis besar, rumah memiliki fungsi (Doxiadis dalam Dian, 2009), yaitu: 
a. Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok jasmani manusia.
b. Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok rohani manusia. 
c. Rumah harus melindungi manusia dari penularan penyakit. 
d. Rumah harus melindungi manusia dari gangguan luar. 
e. Rumah menunjukan tempat tinggal. 
f. Rumah merupakan mediasi antara manusia dan dunia. 
g. Rumah merupakan arsenal, yaitu tempat manusia mendapatkan kekuatan kembali.

Read More »
30 June | 2komentar

Rumah Sederhana Tapi Menarik

Sumber Gambar: Rumah Minimalis

Sederhana bukan berarti tidak modern. Kontruksi rumah sederhana tetapi menarik, elegan terkesan modern. Kita mencoba lihat gambar diatas yang saya ambil dari http://rumahsederhanaminimalis.info/model-rumah-sederhana-yang-indah/ .Terlihat atap sangat simple berupa atap pelana susun 3,tapi terkesan wah karena tidak menyatu/ tersesusun 3 bagian lebih terkesan elegan. 
Tambah elegan terlihat dari baluran pada dinding sebelah kanan dengan menggunakan batu tempel. Makin dinamis penambahan teras dengan plat. Rangkaian batu temple dan teras menggunakan kanopi beton/plat memberi kesan minimalis/ bentuk rumah modern. Untuk posisi yang diatas sehingga digunakan beberapa anak tangga semakin elegan terlihat.Kesan lebih modern dan tegas ditunjukan juga pada penggunaan kusen aluminium.

Rumah minimalis sangat populer di antara kalangan masyarakat yang memiliki anggaran terbatas untuk memiliki rumah. Artinya, dengan dana yang terbatas, ada juga model rumah sederhana terbaru yang bisa Anda pilih.
Dengan beberapa tips sebagai berikut:

1. Detail dan Tekstur

Memiliki rumah yang tidak cukup besar bukan berarti Anda tidak bisa menampilkan gaya dan estetika pada model rumah sederhana tapi indah. Jika Anda memilih tipe rumah ini, Anda bisa mengeksplorasi warna, material, tekstur, dan bentuk pada tampilan eksterior maupun interior minimalis agar hunian mungil Anda tampak lebih mewah dan indah.

2. Memaksimalkan Ruang

Dalam model rumah sederhana tapi indah, kunci utama adalah terletak pada kenyamanan dengan cara memaksimalkan setiap ruang sehingga tetap bisa membebaskan ruang gerak Anda.

3. Split Level

Ada solusi lain yang bisa Anda terapkan untuk model rumah sederhana tapi indah di lahan sempit yaitu konsep split level. Konsep ini sudah cukup populer digunakan untuk mensiasati rumah dengan lahan yang terbatas. Konsep split level berkaitan dengan teknik konstruksi untuk menciptakan ruang dengan menonjolkan perbedaan ketinggian lantai. Perbedaan ketinggian lantai pada rumah berkonsep split level ini justru membuat seluruh ruangan terlihat lebih besar dan lapang.

4. Consep Centralized

Kecenderungan pemilik rumah dengan lahan luas adalah mencoba memaksimalkan setiap sudut lahan yang ada tanpa memperhatikan fungsi dan estetika. Hasilnya, desain rumah terkesan serampangan dan tidak terfokus pada tema minimalis sederhana, namun tetap indah. Konsep centralized sangat tepat untuk diterapkan pada lahan luas dengan anggaran terbatas. Konsep centralized dengan ruang-ruang yang saling terhubung secara bebas sehingga tampaknya tidak ada batas antara ruang satu dengan yang lainnya.

5. Rumah Tumbuh

‘Rumah tumbuh’ atau split-grow houses dalam arti sederhana adalah konsep konstruksi rumah yang masih menyisakan ruang untuk kemungkinan pengembangan sesuai dengan kebutuhan pemilik rumah di kemudian hari. Artinya, Anda bisa merancang master plan secara keseluruhan, namun tidak perlu membangun seluruh rancangan tersebut, tetapi hanya bagian tertentu yang Anda butuhkan sesuai anggaran dan kebutuhan saat ini. Karena itu, ‘rumah tumbuh’ biasanya merupakan model rumah sederhana tapi kelihatan mewah yang tidak terlalu besar, namun bisa berada di lahan luas. Konsep ini juga dapat menekan biaya pengeluaran untuk konstruksi rumah. Prinsip utama dari rumah tumbuh adalah kekuatan dan daya tahan secara struktural karena kemungkinan perkembangan lebih lanjut di kemudian hari.


Read More »
14 December | 0komentar

Desain Rumah Nyaman Sebagai Hunian


Sebagai sebuah tempat peristirahatan rumah identik dengan sebuah kenyamanan. Nyaman bisa saja dilihat dari fisik maupun non fisik. Dari segi fisik jelas bahwa rumah indah dan ditopang dengan perabot yang lengkap baik furniture maupun perlengkapan lainnya. Ketenangan lingkungan dan tetangga yang toleran menjadi kenyamanan non fisik.
Kualitas baik tidaknya sebuah rumah banyak faktor yang mendasari. Rumah tampak indah belum tentu berkualitas, bahan yang dipakai bagus maka tampak bagus menjadi kualitas sebuah rumah.
Kesesuaian fungsi ruang dan perabot juga mendasari sebuah kenyamanan rumah.Jumlah ruangan yang mencukupi untuk jumlah anggota keluarga, serta luas standar terpenuhi menjadi kenyamanan lain dari sebuah rumah.
Bagaimana arsitek anda mendesain rumah menjadi sebuah hunian yang nyaman dan menyenangkan baik fisik maupun non fisik?
Memiliki hunian nyaman jelas menjadi dambaan banyak orang. Apakah nyaman berarti harus berarti mahal/mengeluarkan banyak biaya? Alhasil, banyak yang memilih membeli rumah kecil yang harganya lebih bersahabat. Tapi, tak perlu berkecil hati. Faktanya, walau ukuran rumah gak besar, kesan mewah belum tentu nyaman. Tak perlu siapkan banyak biaya, cukup lakukan sembilan trik sederhana berikut ini untuk menjadi hunian idaman kita.

1. Pilihan Warna yang tepat untuk Cat rumah dan perabot



Untuk membuat rumah terasa jauh lebih lapang, pilihlah warna-warna terang dan netral seperti putih dan krem. Jadikan warna ini sebagai warna dominan di dalam rumah.
Sedangkan untuk perabotan, pilihlah yang memiliki unsur warna emas jika ingin memberikan kesan mewah dan elegan. Warna soft akan memberikan keteduhan. Misalnya, pada tirai atau bantalan sofa. Tone warna abu-abu yang sering dipilih pada konsep hunian minimalis juga bisa kamu coba.
Pada bagian dinding, kamu bisa menggunakan warna silver atau abu-abu muda. Sedangkan pada beberapa perabotan, warna abu-abu tua atau warna bold seperti merah atau toska dapat membuat ruangan menjadi lebih menarik. Intinya, jadikan warna netral sebagai warna dominan dan kombinasikan dengan warna menyala atau warna-warna pastel yang kamu suka. Perhatikan pula keseimbangan warna pada ruangan akan memberikan keteduhan dan kenyamanan.

2. Memaksimalkan Pencahayaan Alami



Kesan nyaman juga dapat ditimbulkan dari rumah yang terang dan cerah. Pencahayaan yang baik juga dapat menghindari perabotan rusak karena jamur yang berpotensi timbul dari kondisi lembab. Tak ada salahnya mengeluarkan uang lebih untuk lampu yang berkualitas. Akan lebih baik jika rumah mendapatkan pencahayaan alami. Hal ini bisa disiasati dengan jendela besar yang akan menjadi jalan masuknya sinar matahari ke dalam rumah. Jendela yang besar juga dapat memberi kesan luas sekaligus membuat pemandangan di luar lebih mudah dinikmati.

3. Tambahkan Asesories dekoratif yang menyenangkan

Karya seni dapat dijadikan elemen dekoratif yang mempercantik hunianmu. Namun, penggunaan karya seni sebagai dekorasi gak bisa sembarangan. Penempatannya harus tepat dengan memperhatikan komposisi ruangan. Padukan karya seni dengan warna dan ukuran perabotan lainnya agar tetap seimbang. Kamu bisa mengkombinasikan lukisan berwarna-warni di sekitar dinding maupun perabotan berwarna netral ataupun sebaliknya.

4. Menjaga Kebersihan dan Kerapihan Ruangan
Tak peduli berapa besar ukuran rumahmu, rumah yang nyaman dihuni haruslah rapi dan bersih. Pastikan tidak ada benda-benda tak terpakai yang masih disimpan apalagi dibiarkan menumpuk lama.Penggunaan perabotan dan elemen dekorasi yang terlalu banyak terkadang juga dapat membuat rumah menjadi kurang rapi. Untuk menata rumah menjadi selasar, pilihlah furniture dengan konsep senada misalnya gaya minimalis dan modern.

5. Penggunaan Tirai yang berbahan lembut/Soft
Tekstur kain yang tepat juga dapat memberikan kesan teduh pada rumah. Pilihlah tirai berbahan sutera, linen, atau beludru yang memiliki kesan elegan. Tirai panjang tanpa motif bisa dipasang pada bagian ruang tamu. Selain bahan, warna tirai juga gak boleh sembarangan. Penggunaan tirai putih polos dapat memberi kesan membosankan. Kamu bisa menggunakan tirai berwarna satu tone lebih tua atau lebih muda dari warna dinding.

6. Nuansa Alami didalam Ruangan
Unsur-unsur alam dapat menciptakan atmosfer segar dan energi positif bagi penghuni rumah. Untuk menciptakan nuansa alam, kamu bisa meletakan tanaman hias atau bunga untuk menghiasi ruangan. Warna-warna alam dari tumbuhan juga dapat membuat mata menjadi lebih rileks.  Selain menggunakan tumbuhan, nuansa alam juga bisa diciptakan menggunakan material kayu, batu, ataupun air. Jika merasa kayu asli terlalu mahal, kamu bisa juga gunakan kayu olahan. Material kayu bisa digunakan pada plafon, dinding, atau furniture. Penggunaan material ini juga harus disesuaikan dengan konsep rumahmu.

7. Lansekap
Halaman rumah juga dapat menambah kenyamanan. Tentu saat kita berada di Teras depan atau belakang akan menambah kenyamanan dengan penataan taman/ lansekap yang baik. Pada bagian halaman atau taman, kamu bisa menambahkan kolam ikan kecil yang bisa menambah kesejukan. Jika tak memungkinkan, penggunaan pot berbahan batu sebagai kolam hias kecil juga bisa dilakukan. Selanjutnya tambahkan tanaman air seperti lotus. Alih-alih pot, penggunaan rak kayu juga bisa dijadikan tempat berbagai tanaman bunga. Letakan rak kayu di sudut halaman dan tatalah dengan rapi. Selain itu, penggunaan rumput hijau juga lebih indah daripada sekadar tanah dan bebatuan. Rumput gajah mini atau rumput jarum dapat menjadi pilihannya.

Bahwa kenyamanan dan ketenangan sebuah rumah tidak harus menggunakan/mengeluarkan ongkos yang banyak cukup dengan penataan dan pengelolaan sumber bahan dan material yang ada sesuai dengan peruntukan dan warna yang tepat.

Read More »
01 December | 0komentar

RPP Mekanika Teknik Pertemuan ke 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah                             : SMK Panca Bhakti Banjarnegara
Mata Pelajaran                  : Mekanika Teknik
Kelas/Semester                 : X/ 1
AlokasiWaktu                     : 2 x 4x 45 Menit
A. KompetensiInti
3.Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan  prosedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah
4.Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung
B.       KompetensiDasar
3.1   Menganalisis faktor yang mempengaruhi struktur bangunan berdasarkan kriteria desain dan pembebanan
4.1 Menyajikan faktor yang mempengaruhi struktur bangunan berdasarkan kriteria desain dan pembebanan
C.     IndikatorPencapaianKompetensi
3.2.1 mengklasifikasikan  faktor-faktor yang mempengaruhi struktur bangunan berdasarkan kriteria Desain
3.2.2 mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi struktur bangunan berdasarkan kriteria Pembebanan

4.2.1menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi struktur bangunan berdasarkan kriteria desain
4.2.2  menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi struktur bangunan berdasarkan pembebanan
D.     TujuanPembelajaran
1.        Dengan berdiskusi dan menggali informasi melalui literature internet, peserta didik dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi struktur dengan mandiri.
2.        Setelah berdiskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menyebutkan macam-macam pembebanandengan mandiri.
3.        Maket rangka struktur dan  gambar, peserta didik dapat melakukan pengamatan bagian struktur utama dengan percaya diri
4.        Disediakan laptop dan buku literasi gambar bangunan, media blog peserta didik dapat menganalisis struktur berdasarkan kriteria desain dengan percaya diri
5.        Disediakan laptop dan buku literasi gambar bangunan, media blog peserta didik dapat menganalisis struktur berdasarkan kriteria pembebanan dengan mandiri
E.     MateriPembelajaran (Dapat dilihat disini)
a) Kriteria Desain Struktur : Kemampuan Layan, Efisiensi, Konstruksi, Ekonomis, dll.
    Adapun Faktor-faktor Desain yang mempengaruhi Sebuah struktur bangunan adalah :
• Kemampuan Layan
   Struktur harus mampu memikul beban rancangan secara aman, tanpa kelebihan tegangan pada material dan mempunyai batas deformasi dalam batas yang diizinkan. Kemampuan layan meliputi: Kriteria kekuatan, Variasi kekakuan struktur, Garakan pada struktur
• Efisiensi
   Kriteria efisiensi mencakup tujuan untuk mendesain struktur yang relatif lebih ekonomis.
• Konstruksi
       Tinjauan konstruksi juga akan mempengaruhi pilihan struktural.Konstruksi merupakan kegiatan perakitan elemen-elemen atau materialmaterial struktur.
• Ekonomis
       Harga merupakan faktor yang menentukan pemilihan struktur. Konsepharga berkaitan dengan efisiensi bahan dan kemudahan pelaksanaannya.
b) Kriteria Pembebanan Struktur: Gaya Statis (Beban mati, Beban hidup), Gaya Dinamis ( Beban Angin, Beban Gempa)
Secara Garis besar ada 2 faktor yang mempengaruhi Struktur berdasarkan Kriteria Pembebanan, Yaitu :
Gaya-Gaya Statis
       Gaya Dinamis adalah gaya yang bekerja secara terus-menerus pada struktur. Yang digolongkan kedalam gaya-gaya statis adalah Beban Mati, dan Beban Hidup
Gaya Dinamis
     Gaya Dinamis adalah gaya yang bekerja secara tiba-tiba dan/atau kadang-kadang pada struktur. Yang dikategorikan Gaya-gaya Dinamis adalah Beban Angin dan Beban Gempa.


F.     Pendekatan, Model danMetode
1.     Pendekatan : Sainstifik
2.     Model          :  Discovery Learning
3.     Metode        :  Diskusi, Tanya Jawab, Penugasan
G.    KegiatanPembelajaran
1.     PertemuanKesatu:
a.     Pendahuluan/KegiatanAwal (15 menit)
1)     Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan
2)     Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
3)     Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan
4)     Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan
b.     Kegiatan Inti (145menit)
a.     Pemberian Stimulus terhadap siswa
·       Siswa mengamati maket rangka,gambar rumah, Media Blog
·       Siswa mengkomunikasikan hasil yang diperoleh
·       Siswa/guru menanyakan tentang bagian-bagian rumah,
·       Siswa mengamati berbagai bagian rumah yang merupakan struktur utama
·       Siswa menelusuri diblog http://sarastiana.blogspot.com dengan mencari dengan kata kunci pembebanan siswa mendiskusikan macam-macam pembebanan
b.     Identifikasi masalah
·       Siswa berdiskusi tentang bagian rumah yang merupakan struktur utama
·       Siswa berdiskusi mengenai factor-faktor yang mempengaruhi struktur berdasarkan desain dan pembebanan
c.      Pengumpulan data
·       Siswa mengkomunikasikan elemen struktur utama
·       siswa menalar tentang factor yang mempengaruhi strukturberdarkan kriteria desain dan pembebanan
·       Siswa membaca referensi tentang factor yang mempengaruhi struktur berdasarkan desain dan pembebanan
d.     Pengolahan data
·       Siswa mengelompokkan elemen struktur utama
·       Siswa mengkomunikasikan tentang factor yang mempengaruhi struktur berdasarkan desain dan pembebanan
·       Siswa menyajikan hasil diskusi tentang macam-macam pembebanan
e.     Menarik kesimpulan
·       Siswa mengkomunikasikan bagian-bagian elemen struktur utama
·       Siswa mengkomunikasikan contoh dirumah masing-masing
a.     Penutup (20menit)
1.     Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu:
a.     Membuat rangkuman/simpulan pelajaran
b.     Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
c.      Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
2.     kegiatan guru
a.     Memberikan tugas/PR individual
b.     Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
3.     PertemuanKedua:
a.     Pendahuluan/KegiatanAwal (15 menit)
1.     Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan
2.     mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan
3.     Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
4.     Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan
5.     Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan
b.     Kegiatan Inti (145menit)
Bagian Pertama, 85 menit
a.      Pemberian Stimulus terhadap siswa
·       Disajikan maket struktur dan gambar struktur
·       siswa mengamati struktur dan gambar
b.      Identifikasi masalah
·       Siswa menanyakan tentang kriteria yang mempengaruhi pembebanan statis dan dinamis pada struktur bangunan
c.       Pengumpulan data
·       Siswa membaca referensi tentang factor-faktor yang mempengaruhi pembebanan statis dan dinamis pada struktur bangunan
·       Siswa berdiskusi tentang factor-faktor yang mempengaruhi pembebanan statis dan dinamis pada struktur bangunan
d.      Pengolahan data
·       Siswa menjelaskan factor-faktor yang mempengaruhi pembebanan statis dan dinamis pada struktur bangunan
·       Siswa menyebutkan macam-macam pembebanan statis dan dinamis
e.      Menarik kesimpulan
f.        Siswa mengkomunikasikan diskusi
·       Siswa memahami factor-faktor yang mempengaruhi pembebanan statis dan dinamis pada struktur bangunan

Bagian Kedua 60menit Evaluasi
a.     Siswa mengerjakan soal evaluasibentuk test tertulis, tentang factor-faktor yang mempengaruhi struktur berdasar kriteria desain dan materi pembebanan
b.     Penutup (15 menit)
1)kegiatan guru
a.     melakukan penilaian
b.     Merencanakan kegiatan tindak lanjut,remidiasi,program pengayaan layanan konseling dan pemberian tugas individu atau kelompok berkaitan dengan hasil prestasi belajar
c.      Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
H.     PenilaianPembelajaran, Remedial danPengayaan
              1.        InstrumendanTeknikPenilaian  (lampiran 1)
              2.        Teknik penilaian : tes tertulis, praktikum (unjuk kerja)
              3.        AnalisisHasilPenilaian (lampiran 2)
              4.        Pembelajaran Remedial danPengayaan (lampiran 3)
a.    Remidial dilaksanakan apabila pencapaian hasil belajar siswa belum mencapai KKM.
b.    Pengayaan dilaksanakan apabila pencapaian hasil belajar siswa sudah mencapai KKM, tetapi siwa belum puas dengan hasil belajar yang dicapai.

Untuk ulangan silahkan Klik Disini
I.       Media, Alat, Bahan, danSumberBelajar
1.     Media  : Maket,Buku,Internet,Laptop, LCD Proyektor, Papantulis
2.     Alat     :  Penggaris segitiga,penggaris panjang, balok
3.     Bahan  : Bahantayangpowerpoint, lembar kerja
4.     SumberBelajar
a.     Teknik struktur bangunan, pengarang Ariestadi, Dian, penerbit Pusbuk
b.     Diktat Mekanika Teknik
c.      Mekanika Teknik 1, Heinz Frich
d.     Blog http://sarastiana.blogspot.com

Mengetahui
Kepala SMK Panca Bhakti Banjarnegara



Agus Supartono,SH,ST,SPd,MM
NIPY.19590808 198507 0014
Banjarnegara, 18 Juli 2016
Guru Mata Pelajaran,



Sarastiana,SPd,MBA
NIP19711118 200801 1 005



Read More »
25 January | 0komentar