Berikut adalah langkah-langkah sistematis untuk menyusunnya:
1. Siapkan Daftar Pekerjaan (WBS) Langkah awal adalah menyusun Work Breakdown Structure (WBS) atau daftar uraian pekerjaan secara berurutan, mulai dari pekerjaan persiapan hingga pembersihan akhir. Ambil data ini dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah dibuat.
2. Menghitung Bobot Setiap PekerjaanBobot adalah persentase pengaruh satu jenis pekerjaan terhadap total biaya proyek. Rumusnya sederhana:
=\frac{Harga&space;Total&space;Item&space;Pekerjaan}{Harga&space;Total&space;Proyek}x&space;100)
Catatan: Pastikan jika semua bobot dijumlahkan, hasilnya harus tepat 100%.
3. Tentukan Durasi dan Jadwal (Bar Chart)Tentukan berapa lama setiap pekerjaan akan diselesaikan (hari atau minggu). Gambarkan dalam bentuk diagram batang (Bar Chart) untuk melihat kapan suatu pekerjaan dimulai dan berakhir.
4. Distribusi Bobot per Satuan WaktuBagi nilai bobot pekerjaan (langkah 2) dengan durasi pekerjaannya (langkah 3). Masukkan nilai tersebut ke dalam kolom-kolom waktu pelaksanaan.
Contoh: Jika pekerjaan pondasi punya bobot 10% dan dikerjakan dalam 2 minggu, maka setiap minggunya pekerjaan tersebut menyumbang 5%.
5. Hitung Persentase Kumulatif
Ini adalah langkah paling krusial:
Persentase Mingguan: Jumlahkan semua bobot pekerjaan yang ada dalam satu kolom minggu yang sama.
Persentase Kumulatif: Tambahkan persentase minggu berjalan dengan total persentase minggu sebelumnya. Angka di minggu terakhir harus mencapai 100%.
6. Plotting dan Menggambar Kurva S
Setelah mendapatkan angka kumulatif setiap periodenya:Buat titik-titik koordinat pada grafik (Sumbu X untuk waktu, Sumbu Y untuk persentase kumulatif 0-100%).Hubungkan titik-titik tersebut hingga membentuk garis lengkung menyerupai huruf S.


.png)






Post a Comment