1. Pendahuluan
Dalam sebuah proyek konstruksi, perencanaan yang matang tidak hanya berhenti pada angka biaya (RAB). Masalah klasik di lapangan adalah proyek yang selesai terlambat atau biaya yang membengkak karena manajemen waktu yang buruk.Kurva S (disebut juga Warren-Alpen Chart) adalah sebuah grafik yang dikembangkan untuk menunjukkan hubungan antara persentase (%) kumulatif biaya atau bobot pekerjaan dengan waktu pelaksanaan. Disebut Kurva S karena bentuk akumulasi biaya dari awal hingga akhir proyek biasanya membentuk huruf "S": lambat di awal, cepat di tengah, dan melambat kembali di tahap finishing.
2. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:
- Memahami korelasi antara Item Pekerjaan, Harga Satuan, dan Durasi Waktu.
- Menghitung Bobot Persentase (%) setiap item pekerjaan berdasarkan RAB.
- Mendistribusikan bobot pekerjaan ke dalam durasi waktu (mingguan/bulanan).
- Menggambar Kurva S menggunakan bantuan perangkat lunak (MS Excel) secara akurat.
- Menganalisis kemajuan proyek (apakah terjadi percepatan atau keterlambatan).
3. Materi Inti: Komponen Kurva S
Untuk membuat Kurva S yang valid, siswa harus menyiapkan data-data berikut:
- Daftar Rekapitulasi RAB: Total biaya tiap divisi pekerjaan.
- Harga Total Proyek: Sebagai pembagi untuk mencari bobot.
- Time Schedule (Bar Chart): Rencana durasi pelaksanaan (kapan pekerjaan dimulai dan selesai).
4. Tahapan Penyusunan Kurva S (Langkah Kerja)
Berikut adalah langkah-langkah sistematis penyusunan di dalam spreadsheet:
- Persiapan Tabel: Buat tabel yang terdiri dari Kolom No, Uraian Pekerjaan, Harga Pekerjaan, Bobot (%), dan kolom Waktu (Minggu 1, Minggu 2, dst).Menghitung Bobot:
- Hitung bobot setiap item pekerjaan menggunakan rumus di atas. Pastikan total akumulasi bobot di akhir adalah 100%.
- Menentukan Durasi: Tentukan berapa lama sebuah item pekerjaan dilakukan (misal: Pekerjaan Pondasi memakan waktu 2 minggu, dilakukan pada minggu ke-2 dan ke-3).
- Distribusi Bobot: Bagilah nilai bobot pekerjaan secara merata ke dalam durasi waktu yang telah ditentukan. Contoh: Bobot Pekerjaan Atap adalah 10% dengan durasi 2 minggu. Maka pada kolom Minggu ke-X diisi 5% dan Minggu ke-Y diisi 5%.
- Menghitung Jumlah Mingguan: Jumlahkan semua bobot yang ada pada kolom minggu yang sama (penjumlahan vertikal).
- Menghitung Kumulatif: Jumlahkan hasil mingguan secara berantai (penjumlahan horizontal/akumulatif) hingga mencapai angka 100 di minggu terakhir.
- Plotting Grafik: Blok baris kumulatif, lalu gunakan fitur Insert Chart (Line Chart) untuk membentuk grafik Kurva S.
5. Analisis Kurva S (Logika Konstruksi)
Sebagai calon teknisi DPIB, siswa harus memahami bentuk kurva:
- Awal Proyek (Landai): Tahap persiapan, mobilisasi alat, dan pembersihan lahan. Biaya yang keluar belum terlalu besar.
- Tengah Proyek (Curam): Tahap struktur (beton, dinding, atap). Biaya sangat besar karena banyak material dan tenaga kerja yang terlibat secara simultan.
- Akhir Proyek (Landai Kembali): Tahap finishing dan perapihan (cat, pembersihan). Pekerjaan mendetail tapi nilai biayanya tidak sebesar tahap struktur.
6. Tips Praktis untuk Siswa SMK
- Sinkronisasi dengan Gambar: Durasi harus logis. Jangan menjadwalkan pemasangan keramik sebelum pekerjaan plesteran dinding selesai.
- Ketelitian Data: Satu angka salah di RAB akan merusak seluruh bentuk Kurva S.
- Gunakan Formula Excel: Manfaatkan fungsi SUM agar jika ada perubahan harga di RAB, Kurva S akan terupdate secara otomatis.






Post a Comment