Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts sorted by date for query industri digital. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query industri digital. Sort by relevance Show all posts

Menanamkan Karakter Presisi Lewat Hal-Hal Kecil

Di Laboratorium Komputer
Dunia Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) saat ini bergerak cepat. Dari meja gambar manual, kita beralih ke layar monitor. Aplikasi seperti AutoCAD dan SketchUp menjadi "senjata" utama. Namun, jangan salah, meskipun alatnya digital, prinsip ketelitian dan detail justru semakin krusial. Kalau Anda mampir ke lab komputer jurusan DPIB kami, mungkin Anda akan menemukan beberapa "ritual aneh" yang dilakukan siswa. Mereka mungkin terlihat berlebihan, tapi percayalah, di balik keanehan itu ada manfaat besar yang membentuk kompetensi mereka. 
1. "Ritual" Zoom-In Sampai Piksel Pecah di AutoCAD 
Pernah lihat siswa melototi layar, meng-klik zoom-in berkali-kali sampai objek terlihat pecah jadi piksel kotak-kotak? Hanya untuk memastikan dua garis yang jaraknya cuma 0.001 mm itu benar-benar menyatu (join) atau tidak overlap. 
Hal kecil yang dianggap aneh: Menginvestasikan waktu berharga untuk memastikan presisi garis yang tak kasat mata di layar AutoCAD. 
Manfaatnya: Ini bukan soal perfeksionis semata. 
Di dunia BIM (Building Information Modeling) dan konstruksi, ketidakpresisian 0.001 mm di gambar bisa berarti error di output cutting material, salah perhitungan volume, bahkan clash detection yang fatal di proyek besar. Kita melatih mereka untuk berpikir secara zero-error. 

2. "Obsesi" Layering dan Grup yang Rapi di SketchUp 
Siswa DPIB seringkali sangat cerewet soal "layering" di SketchUp. Setiap komponen, dari dinding, kusen, hingga furnitur, harus punya layer dan group yang terpisah dan terorganisir rapi. 
Hal kecil yang dianggap aneh: Menghabiskan waktu membuat layer dan group yang sistematis bahkan untuk objek sederhana. 
Manfaatnya: Ini adalah fondasi kerja kolaborasi di industri. Tim arsitek, struktur, MEP (Mekanikal, Elektrikal, Plumbing) harus berbagi model yang terstruktur. Layering yang rapi memudahkan revisi, rendering, analisis clash, dan workflow proyek. Ini melatih mereka berpikir sistematis seperti arsitek profesional. 

3. "Debat Kusir" Soal Material dan Rendering "Pak, material kayunya kenapa pakai yang tekstur ini? Lebih bagus pakai yang itu!" atau "Renderingnya kok belum maksimal ya?" 
Hal kecil yang dianggap aneh: Menghabiskan waktu ekstra untuk memilih tekstur material atau menyesuaikan parameter rendering hanya untuk mendapatkan "feel" yang pas. 
Manfaatnya: Di era digital, visualisasi adalah kunci presentasi. Rendering yang realistis dan pemilihan material yang tepat di SketchUp (atau software rendering lain) bisa memengaruhi keputusan klien, investor, hingga kualitas pemasaran properti. Kita mendidik mereka untuk bukan hanya membuat model, tapi juga "menjual" ide. 

4. Berkomunikasi dengan Model 3D (Simulasi Maket Digital) 
Mirip dengan maket fisik, siswa juga sering memutar-mutar model 3D di SketchUp, masuk ke dalam model (walkthrough), dan melihatnya dari berbagai sudut pandang yang tidak biasa. 
Hal kecil yang dianggap aneh: Berlama-lama "berjalan-jalan" di dalam model 3D yang mereka buat. 
Manfaatnya: Mereka sedang melakukan simulasi ruang dan fungsi. Mereka belajar merasakan skala, proporsi, dan interaksi pengguna dengan bangunan. Ini penting untuk mengembangkan spatial intelligence mereka. 

Dari Presisi Digital Lahirlah Kepercayaan 
Di DPIB, kita tidak hanya mengajar menggunakan software. Kita menanamkan nilai presisi digital dan tanggung jawab. Hal-hal yang dianggap aneh itu sebenarnya adalah mindset seorang profesional. Karena di industri konstruksi, setiap piksel, setiap garis, dan setiap layer di AutoCAD maupun SketchUp adalah representasi dari sebuah tanggung jawab besar. Dari ketelitian digital itulah, kepercayaan akan terbangun. Jadi, kalau ada siswa DPIB yang terlihat "aneh" dengan ritual presisi digitalnya, dukunglah. Karena dari "keanehan" itulah, karya-karya arsitektur yang kuat dan aman akan terbangun. Bagaimana, Pak Guru? Apakah dengan penambahan AutoCAD dan SketchUp ini sudah sesuai dengan yang Bapak harapkan? Saya usahakan bahasanya tetap luwes khas Bapak, tapi sentuhan teknisnya lebih kuat.

Read More »
02 January | 0komentar

Aplikasi Presentasi Gamma dan Canva


Dalam era digital ini, presentasi tidak lagi hanya sekadar slide teks. Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), Anda dapat membuat presentasi yang memukau dan efektif dalam waktu singkat. Dua platform populer yang mengintegrasikan AI untuk pembuatan presentasi adalah Gamma dan Canva. Mari kita selami fitur-fiturnya dan cara menggunakannya.


Mengidentifikasi Fitur-fitur Aplikasi Pembuatan Presentasi Berbasis AI
1. Gamma: Generasi Presentasi Otomatis dengan AI
Gamma adalah aplikasi yang dirancang khusus untuk menghasilkan presentasi, dokumen, dan halaman web secara cepat menggunakan AI. Fokus utamanya adalah mengubah ide Anda menjadi konten visual yang menarik dengan sedikit usaha.
Fitur Utama Gamma:
Generasi Otomatis (AI-Powered Generation): Anda cukup menuliskan topik atau poin-poin utama, dan AI Gamma akan membuat draf presentasi lengkap dengan teks, gambar, dan tata letak. Template Minimalis dan Modern: Gamma menawarkan desain yang bersih, profesional, dan modern yang cocok untuk berbagai keperluan, termasuk materi pembelajaran. Fokus pada Konten: Antarmuka Gamma dirancang agar Anda bisa fokus pada ide dan konten, bukan pada desain manual yang memakan waktu. Fleksibilitas Format: Selain presentasi slide, Gamma juga bisa membuat dokumen interaktif atau halaman web yang bisa dibagikan dengan mudah. Integrasi Media: Mudah menyisipkan video, GIF, atau embedding dari platform lain. Analitik (untuk versi berbayar): Melacak interaksi audiens dengan presentasi Anda.

Kapan Gamma Cocok untuk Guru SMK?
Ketika Anda membutuhkan draf presentasi cepat untuk topik baru. Untuk membuat materi pengantar atau ringkasan topik. Jika Anda ingin fokus pada isi materi tanpa pusing memikirkan desain grafis yang rumit.

2. Canva: Desain Serbaguna dengan Bantuan AI 
Canva adalah platform desain grafis yang sangat populer, menawarkan kemudahan bagi siapa saja untuk membuat berbagai jenis visual. Meskipun bukan pure-play aplikasi presentasi AI seperti Gamma, Canva telah mengintegrasikan banyak fitur AI dan otomatisasi yang sangat membantu dalam membuat presentasi.

Fitur Utama Canva yang Mendukung Presentasi AI:
  • Magic Design (Fitur AI): Anda bisa mengetikkan deskripsi presentasi yang diinginkan, dan Magic Design akan menyarankan template desain lengkap dengan teks dan gambar. 
  • Ribuan Template Profesional: Canva memiliki koleksi template presentasi yang sangat luas untuk berbagai mata pelajaran dan gaya. 
  • Pustaka Media Luas: Akses ke jutaan foto, ilustrasi, ikon, video, dan elemen grafis. Drag-and-Drop Editor: Antarmuka yang sangat intuitif memudahkan penyesuaian desain. 
  • Fitur Brand Kit (untuk versi Pro): Menjaga konsistensi branding sekolah atau mata pelajaran. 
  • Kolaborasi Real-time: Memungkinkan Anda dan rekan guru atau siswa untuk bekerja bersama pada satu presentasi.
  • Perekam Presentasi (Canva Presentations): Anda bisa merekam diri Anda menjelaskan slide, cocok untuk pembelajaran asinkron.
  • Background Remover (Fitur AI): Menghapus latar belakang gambar dengan cepat. 
  • Text to Image (Fitur AI): Membuat gambar dari deskripsi teks.

Kapan Canva Cocok untuk Guru SMK?
Ketika Anda ingin kontrol penuh atas desain visual dan personalisasi. Untuk membuat presentasi yang sangat interaktif dengan banyak elemen grafis. Jika Anda sudah memiliki beberapa aset visual dan ingin mengaturnya dengan indah. Untuk presentasi yang membutuhkan branding atau identitas visual yang kuat.

Menggunakan Gamma untuk Presentasi Cepat
Mulai Baru: Kunjungi website Gamma (gamma.app) dan daftar/masuk. 
Pilih "Create New": Anda akan diberikan opsi untuk membuat presentasi, dokumen, atau halaman web. Pilih "Presentation". 
Berikan Prompt AI: Masukkan topik utama presentasi Anda. Misalnya: "Perkembangan Industri 4.0 dan Dampaknya pada Kompetensi Siswa SMK Jurusan Teknik Otomotif." 
Pilih Outline (Opsional): Gamma akan menyarankan kerangka presentasi. Anda bisa mengedit atau menambah poin-poin yang relevan. 
Pilih Tema: Pilih salah satu tema visual yang ditawarkan Gamma. 
Review dan Edit: AI akan mulai menghasilkan slide demi slide. 

Setelah selesai, Anda bisa mengedit teks, menambahkan gambar/video, mengubah tata letak, atau menambahkan detail spesifik. Bagikan: Setelah puas, Anda bisa membagikan presentasi Anda melalui link, embed, atau mengunduhnya.


Menggunakan Canva untuk Desain Presentasi Interaktif
Mulai Baru: Kunjungi website Canva (canva.com) dan daftar/masuk. 
Pilih "Presentation": Di halaman utama, Anda bisa langsung mencari "Presentation" atau menggunakan fitur "Magic Design". 
Magic Design (Fitur AI): Ketikkan deskripsi presentasi Anda, misalnya: "Presentasi tentang Keamanan Jaringan untuk siswa SMK TIK." Canva akan menyarankan beberapa template yang sesuai dengan deskripsi Anda. Pilih salah satu. Anda akan mendapatkan draf presentasi yang bisa langsung diedit. 
Pilih Template Manual: Jika Anda ingin kontrol lebih, pilih "Presentation" kosong dan cari template di sisi kiri. Gunakan kata kunci seperti "pendidikan", "SMK", "teknik", "bisnis", dll. Pilih template yang Anda suka dan sesuaikan.

Kustomisasi: 
Teks: Klik pada kotak teks untuk mengedit. Anda bisa mengubah font, ukuran, warna, dan posisi. Gambar & Video: Gunakan "Uploads" untuk mengunggah materi Anda sendiri, atau "Elements" untuk mencari foto, grafis, atau video dari pustaka Canva. Fitur "Background Remover" (Pro) bisa sangat berguna. 
Elemen: Tambahkan ikon, bentuk, garis, atau ilustrasi untuk memperkaya visual. Halaman: Tambah atau hapus slide, duplikat slide, atau ubah urutan slide. 
Animasi & Transisi: Berikan efek animasi pada objek atau transisi antar slide untuk membuatnya lebih dinamis. 
Perekam Presentasi (Opsional): Klik "Present & Record" untuk merekam penjelasan Anda bersamaan dengan slide. 
Bagikan/Unduh: Setelah selesai, Anda bisa membagikan link, mengunduh sebagai PDF, PPTX, atau video.

Read More »
24 December | 0komentar

MPLS Hari ke-2

 


Hari kedua pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 1 Bukateja pada (Sebutkan tanggal pelaksanaan) tak kalah semarak dari hari sebelumnya. Setelah kemarin para peserta didik baru diajak menyelami semangat kebersamaan dan nilai-nilai sekolah, hari ini mereka dibawa lebih dekat untuk mengenal potensi masa depan mereka di dunia pendidikan vokasi. Memilih Jalan Karir: Pengenalan Program Keahlian Sesi pagi MPLS didedikasikan untuk pengenalan mendalam tentang berbagai program keahlian yang ada di SMKN 1 Bukateja. 
Para siswa baru tampak antusias menyimak pemaparan dari perwakilan masing-masing jurusan. Ini adalah kesempatan penting bagi mereka untuk memahami lebih jauh apa yang akan mereka pelajari dan prospek kerja yang menanti setelah lulus. SMKN 1 Bukateja menawarkan beragam program keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini: 
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB): Bagi siswa yang tertarik pada dunia arsitektur, konstruksi, dan gambar teknik bangunan. Mereka diperkenalkan pada proses perancangan, penggunaan software desain, hingga implementasi di lapangan. 
Busana: Jurusan ini cocok untuk mereka yang memiliki passion di bidang fashion dan tata busana. Siswa mendapatkan gambaran tentang proses desain, teknik menjahit, pemilihan bahan, hingga pemasaran produk busana. 
Teknik Kendaraan Ringan (TKR): Fokus pada pemeliharaan dan perbaikan kendaraan roda empat. Para calon teknisi diajak mengenal sistem mesin, kelistrikan, chassis, dan transmisi mobil. 
Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ): Mempersiapkan siswa menjadi ahli di bidang jaringan komputer, instalasi hardware, troubleshooting, hingga konfigurasi server. Dunia digital menanti mereka. 
Broadcasting dan Film (BCF): Jurusan yang menarik bagi pecinta dunia kreatif media. Siswa diperkenalkan pada teknik produksi film, penyiaran, jurnalistik audio-visual, hingga penyuntingan video. 
Rekayasa Perangkat Lunak (RPL): Mengajak siswa menyelami dunia pemrograman dan pengembangan aplikasi. Mereka belajar logika coding, membangun software, hingga menciptakan aplikasi berbasis web atau mobile. 
Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBKR): Mirip dengan TKR, namun lebih spesifik pada kendaraan roda dua. Siswa akan menguasai perawatan, perbaikan, dan modifikasi sepeda motor, serta seluk-beluk bisnis bengkel. 
Setiap pemaparan jurusan dilengkapi dengan tayangan visual, contoh proyek siswa, bahkan beberapa alat peraga yang langsung menarik perhatian. Sesi tanya jawab juga dibuka lebar, memungkinkan siswa untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan gambaran yang lebih jelas sesuai minat mereka. Mengembangkan Bakat di Luar Kelas: Pengenalan Ekstrakurikuler Sore hari diisi dengan sesi yang tak kalah seru: pengenalan ekstrakurikuler. 
SMKN 1 Bukateja meyakini bahwa pengembangan diri tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, siswa dapat menyalurkan minat, bakat, serta mengembangkan soft skills yang penting. Para perwakilan dari setiap ekskul memamerkan keunggulan dan kegiatan mereka. Mulai dari olahraga seperti basket, voli, futsal, seni seperti musik, tari tradisional, teater, hingga kegiatan ilmiah dan keterampilan seperti Paskibra, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Karya Ilmiah Remaja (KIR), hingga klub fotografi atau videografi. Suasana menjadi lebih hidup dengan adanya penampilan singkat dari beberapa ekskul, seperti demonstrasi bela diri, pertunjukan musik, atau cuplikan latihan. Ini memberikan gambaran nyata kepada siswa tentang aktivitas yang bisa mereka ikuti. 
Diharapkan, dengan pengenalan yang komprehensif ini, para peserta didik baru tidak hanya memahami pilihan jurusan mereka, tetapi juga terinspirasi untuk aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. MPLS hari kedua ini menjadi fondasi awal bagi mereka untuk merencanakan perjalanan pendidikan yang bermakna dan menemukan bakat terpendam di SMKN 1 Bukateja.





Read More »
15 July | 0komentar

Rasional Mapel Koding dan Kecerdasan Artifisial

Integrasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KA) dalam pendidikan memungkinkan penggunaan teknologi secara maksimal untuk mendukung pembangunan nasional. Dalam hal peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, pembelajaran ini mengasah keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah, yang sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing di tingkat global.
Dari sudut pandang ekonomi berkelanjutan, keahlian dalam koding dan KA menciptakan peluang ekonomi baru, mendukung inovasi, dan mendorong pertumbuhan industri digital, yang memungkinkan generasi muda berkontribusi pada ekonomi kreatif. Lebih jauh lagi, dalam konteks inovasi dan teknologi untuk pembangunan, pendidikan berbasis koding dan KA menghasilkan generasi inovator yang dapat berkontribusi dalam penelitian dan pengembangan teknologi untuk mengatasi berbagai tantangan sosial.
Selain itu, program pembelajaran koding dan KA juga memperkuat pemerataan akses pendidikan berkualitas, sehingga semua peserta didik, tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi, mendapatkan kesempatan belajar yang setara. Yang tak kalah penting, penguatan identitas nasional tetap terjaga, karena teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung dan mempromosikan budaya lokal di arena global.
Dengan mengintegrasikan pembelajaran koding dan KA dalam sistem pendidikan nasional, diharapkan generasi mendatang dapat menciptakan solusi inovatif untuk tantangan nasional, mendorong kesejahteraan sosial-ekonomi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang inovatif di kancah global.
Seiring dengan kemajuan zaman yang semakin mengarah pada digitalisasi di berbagai sektor, diharapkan penerapan koding dan kecerdasan artifisial (KA) di dunia pendidikan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta didik. Hal ini penting agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk bersaing di era industri digital yang cepat dan inovatif. Teknologi KA tidak hanya berpengaruh pada ekonomi dan lapangan kerja, tetapi juga membentuk norma sosial dan budaya. Oleh karena itu, peserta didik perlu memahami dampak sosial serta etika dalam pemanfaatan dan pengembangan teknologi tersebut.
Mata pelajaran Koding dan KA memiliki pendekatan holistik, di mana pembelajaran tidak hanya berfokus pada kompetensi teknis. Peserta didik juga akan mengembangkan diri mereka sebagai individu yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, mandiri, dan sehat.
Seluruh aspek kompetensi yang diperoleh melalui pembelajaran Koding dan KA saling terintegrasi dan melengkapi. Hal ini sangat penting karena akan memberikan dukungan kepada peserta didik untuk menghadapi dunia yang terus berubah, mengatasi tantangan baru, dan berkontribusi pada kesejahteraan diri mereka maupun orang lain.

Read More »
01 July | 0komentar

Mapel Koding dan Kecerdasan Artifisial


Indonesia telah menetapkan fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif untuk menghadapi tantangan global, termasuk di bidang digital, melalui Undang-Undang No. 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Kemampuan digital sangat penting di era Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0, di mana teknologi seperti Kecerdasan Artifisial (KA), mahadata, dan Internet of Things (IoT) semakin banyak digunakan di berbagai sektor.
Dalam konteks RPJPN, peningkatan literasi digital di semua jenjang pendidikan sangat diperlukan untuk membekali manusia dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, kemampuan digital juga membantu dalam transformasi ekonomi digital, meningkatkan efisiensi layanan publik, dan mempercepat inovasi di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Dengan cara ini, peningkatan keterampilan digital tidak hanya membuat Indonesia lebih kompetitif di dunia, tetapi juga membantu pembangunan berkelanjutan dan memastikan akses teknologi yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan digital adalah dengan penguatan literasi digital, koding, dan kecerdasan artifisial (KA) dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Selanjutnya, dalam konteks inovasi dan teknologi untuk pembangunan, pendidikan yang berfokus pada Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bisa menghasilkan generasi inovator yang mampu berkontribusi pada penelitian dan pengembangan teknologi untuk mengatasi berbagai masalah sosial. Yang tak kalah penting, menjaga identitas nasional sangat perlu, karena teknologi bisa digunakan untuk mengangkat dan mempromosikan budaya lokal di kancah global. Dengan menggabungkan pembelajaran koding dan KA dalam sistem pendidikan nasional, diharapkan generasi mendatang dapat menciptakan solusi inovatif untuk menghadapi tantangan nasional,meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara inovatif di dunia.
Untuk mendukung kebijakan pendidikan berkualitas untuk semua, Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah dibuat untuk mengatasi tantangan pendidikan di era digital. Fokus utama program ini adalah menyediakan fasilitas yang baik, meningkatkan kualitas guru, dan mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Program ini juga menekankan pemerataan akses pendidikan, termasuk layanan pendidikan untuk peserta didik dengan kebutuhan khusus, dukungan finansial bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu, serta menciptakan lingkungan sosial-budaya yang mendukung pembelajaran.
Dalam pengembangan talenta unggul, pemerintah berupaya memberi lebih banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di berbagai bidang, termasuk literasi digital, koding, dan kecerdasan artifisial. Kemendikdasmen menjadikan transformasi digital sebagai fokus utama untuk memperkuat sistem pendidikan dasar dan menengah. Penguatan kurikulum berbasis teknologi, pelatihan guru dalam menggunakan teknologi informasi, dan penyediaan akses ke infrastruktur digital adalah langkah penting untuk memastikan peserta didik siap menghadapi tantangan di masa depan. Salah satu inovasi yang didorong adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk personalisasi pembelajaran, sehingga pengalaman belajar bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Dengan sistem pembelajaran yang inklusif dan adil, pendidikan di Indonesia diharapkan mampu mencetak generasi yang kompetitif dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan berkualitas.
Menyaksikan keberhasilan negara-negara seperti Singapura, India, Tiongkok, Australia, dan Korea Selatan dalam mengintegrasikan pembelajaran koding dan KA ke dalam sistem pendidikan mereka, Indonesia perlu mengambil langkah strategis agar tidak tertinggal dalam revolusi digital global. Upaya ini dapat dimulai dengan mengadaptasi kurikulum berbasis teknologi, memberikan pelatihan intensif bagi guru, dan memastikan akses yang merata terhadap infrastruktur digital di seluruh daerah. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL) yang telah diterapkan di berbagai negara dapat diadopsi untuk mendorong kreativitas dan inovasi peserta didik dalam memecahkan masalah menggunakan teknologi. Dengan merancang kebijakan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan pendidikan di Indonesia, pembelajaran koding dan KA tidak hanya akan meningkatkan daya saing peserta didik di tingkat nasional dan internasional, tetapi juga membantu menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.

Read More »
01 July | 0komentar

Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam

 Materi Pembelajaran Mendalam




Pendidikan terus berkembang, dan di era yang serba cepat ini, tuntutan terhadap kualitas lulusan semakin tinggi. Bukan hanya sekadar menguasai materi, lulusan kini diharapkan memiliki kompetensi holistik yang relevan dengan tantangan masa depan. Di sinilah konsep pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi krusial. Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang mendorong peserta didik untuk tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami konsep secara mendalam, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan pengetahuannya dalam konteks nyata. Artikel ini akan membahas berbagai dimensi penting dalam kerangka pembelajaran mendalam.

Dimensi Profil Lulusan
Profil lulusan dalam kerangka pembelajaran mendalam jauh melampaui sekadar nilai akademis. Ada beberapa dimensi kunci yang menjadi fokus, yaitu: Penguasaan Konsep Mendalam: Lulusan tidak hanya tahu "apa", tetapi juga "mengapa" dan "bagaimana". Mereka mampu menjelaskan konsep-konsep kompleks dengan bahasa mereka sendiri dan menghubungkannya dengan berbagai ide. Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah: Lulusan mampu menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, mengidentifikasi masalah, dan merumuskan solusi inovatif. Mereka tidak takut menghadapi tantangan dan mampu mencari berbagai perspektif. Kolaborasi dan Komunikasi Efektif: Di dunia yang semakin terhubung, kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi secara efektif adalah fundamental. Lulusan diharapkan mampu berinteraksi, berbagi ide, dan membangun konsensus dengan beragam individu. Kreativitas dan Inovasi: Lulusan didorong untuk berpikir di luar kotak, menghasilkan ide-ide baru, dan menerapkan solusi kreatif untuk masalah yang ada. Mereka tidak hanya mengonsumsi informasi, tetapi juga menciptakan. Karakter dan Kewarganegaraan Global: Pembelajaran mendalam juga menekankan pada pengembangan integritas, empati, ketahanan, dan tanggung jawab sosial. Lulusan diharapkan menjadi warga negara yang sadar dan berkontribusi positif bagi masyarakat global. Literasi Digital dan Belajar Sepanjang Hayat: Di era informasi, kemampuan menggunakan teknologi secara bijak dan terus belajar sepanjang hidup adalah suatu keharusan. Lulusan diharapkan proaktif dalam mengembangkan diri dan menyesuaikan diri dengan perubahan.

Prinsip Pembelajaran
Untuk mencapai profil lulusan yang diinginkan, pembelajaran mendalam didasarkan pada beberapa prinsip utama: Fokus pada Makna dan Relevansi: Pembelajaran harus bermakna dan relevan bagi peserta didik. Mereka harus melihat hubungan antara apa yang mereka pelajari dengan kehidupan mereka dan dunia nyata. Pembelajaran Berpusat pada Peserta Didik: Peserta didik bukan objek pasif, melainkan aktor aktif dalam proses pembelajaran. Mereka didorong untuk mengambil kepemilikan atas pembelajaran mereka sendiri. Penekanan pada Pemahaman Konseptual: Bukan sekadar menghafal fakta, tetapi membangun pemahaman yang kokoh tentang konsep-konsep dasar dan hubungan di antaranya. Pembelajaran Berbasis Proyek dan Masalah Nyata: Peserta didik terlibat dalam proyek-proyek yang menantang dan memecahkan masalah-masalah nyata, yang menuntut mereka untuk mengaplikasikan berbagai pengetahuan dan keterampilan. Lingkungan Belajar yang Mendukung Eksplorasi dan Risiko: Guru menciptakan suasana yang aman di mana peserta didik merasa nyaman untuk bertanya, bereksperimen, dan bahkan membuat kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Umpan Balik yang Konstruktif dan Berkelanjutan: Umpan balik tidak hanya tentang nilai, tetapi juga tentang memberikan arahan yang jelas untuk perbaikan dan pengembangan.

Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar dalam kerangka pembelajaran mendalam dirancang untuk memfasilitasi pencapaian profil lulusan dan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran. Ini mencakup: Pembelajaran Kolaboratif: Peserta didik sering bekerja dalam kelompok untuk memecahkan masalah, melakukan proyek, dan saling belajar. Pembelajaran Berbasis Inkuiri: Peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan, menyelidiki, dan menemukan jawaban sendiri, daripada hanya menerima informasi dari guru. Pemanfaatan Teknologi untuk Pembelajaran Aktif: Teknologi digunakan sebagai alat untuk eksplorasi, kreasi, dan kolaborasi, bukan hanya sebagai sumber informasi pasif. Asesmen Formatif yang Berkelanjutan: Asesmen tidak hanya untuk menilai hasil akhir, tetapi juga untuk memantau kemajuan peserta didik dan memberikan umpan balik yang relevan selama proses pembelajaran. Koneksi dengan Dunia Luar: Pembelajaran dihubungkan dengan komunitas, industri, dan isu-isu global melalui kunjungan lapangan, narasumber ahli, atau proyek-proyek yang melibatkan pihak eksternal. Ruang untuk Refleksi dan Metakognisi: Peserta didik diajak untuk merenungkan proses belajar mereka sendiri, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta merencanakan langkah selanjutnya.

Kerangka Pembelajaran (Struktur Implementasi)
Kerangka pembelajaran mendalam tidak hanya berhenti pada filosofi, tetapi juga membutuhkan struktur implementasi yang jelas. Ini bisa mencakup: Desain Kurikulum yang Fleksibel dan Terintegrasi: Kurikulum dirancang untuk memungkinkan koneksi antar-mata pelajaran dan memberikan ruang bagi pembelajaran yang berpusat pada minat peserta didik. Pengembangan Profesional Guru yang Berkelanjutan: Guru membutuhkan pelatihan dan dukungan untuk mengembangkan kapasitas mereka dalam memfasilitasi pembelajaran mendalam. Lingkungan Fisik yang Mendukung: Ruang kelas dan fasilitas lainnya dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi, eksplorasi, dan kreativitas. Kemitraan dengan Orang Tua dan Komunitas: Orang tua dan komunitas menjadi mitra dalam mendukung proses pembelajaran mendalam, menciptakan ekosistem yang terpadu. Sistem Asesmen yang Komprehensif: Mengukur tidak hanya pengetahuan, tetapi juga keterampilan, sikap, dan karakter sesuai dengan dimensi profil lulusan. Ini bisa melibatkan portofolio, proyek, dan observasi. Budaya Sekolah yang Inovatif: Seluruh ekosistem sekolah mendorong eksperimen, pembelajaran dari kesalahan, dan suasana yang mendukung pertumbuhan bagi semua warganya. Dengan mengimplementasikan kerangka pembelajaran mendalam secara komprehensif, institusi pendidikan dapat menciptakan lingkungan yang memberdayakan peserta didik untuk menjadi individu yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi kompleksitas dunia abad ke-21. Ini bukan hanya tentang mengisi kepala dengan informasi, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang mampu berpikir, berkreasi, berkolaborasi, dan berkontribusi secara bermakna.

Read More »
23 June | 0komentar

Mengasah Kemampuan Estimasi Biaya Konstruksi (Materi Semester Genap)

Dalam era digital ini, akses terhadap informasi dan sumber belajar menjadi semakin mudah dan efisien. Mata pelajaran Konsentrasi Keahlian Estimasi Biaya Konstruksi (EBK) memanfaatkan kemudahan ini untuk membekali siswa dengan keterampilan penting dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebuah proyek konstruksi. Tugas kali ini mengajak siswa untuk secara aktif menggunakan sumber daya daring dalam proses penyusunan RAB, sebuah kompetensi krusial bagi seorang ahli estimasi biaya. Langkah-langkah sistematis telah dirancang untuk memandu siswa dalam menyelesaikan tugas ini, menggabungkan eksplorasi materi daring dengan praktik langsung penyusunan RAB. Berikut adalah tahapan pembelajaran yang akan dilalui: 

1. Mengakses Sumber Informasi: 
Langkah awal yang esensial adalah mengakses sumber materi pembelajaran yang telah disiapkan. Siswa akan menggunakan peramban web seperti Google Chrome atau Mozilla Firefox untuk menuju alamat URL berikut: 


Situs web ini akan menjadi gerbang utama untuk mendapatkan pemahaman konseptual dan teoritis terkait Estimasi Biaya Konstruksi. 

2. Mendalami Materi EBK: 
Setelah berhasil mengakses situs web, siswa akan diarahkan untuk mencari materi EBK secara spesifik melalui tautan berikut: 


Pada halaman ini, siswa diharapkan untuk mempelajari berbagai materi yang relevan dengan penyusunan RAB, termasuk pemahaman tentang komponen biaya, metode perhitungan, dan standar yang berlaku dalam industri konstruksi. Pemahaman yang kuat terhadap materi ini akan menjadi landasan yang kokoh dalam menyusun RAB yang akurat dan komprehensif. 

3. Mengunduh Lembar Kerja: 
Untuk memfasilitasi proses penyusunan RAB secara terstruktur, siswa akan mengunduh lembar kerja yang telah disiapkan melalui tautan berikut:  


Lembar kerja ini kemungkinan berisi format tabel atau panduan langkah demi langkah yang akan membantu siswa dalam mengorganisir data dan melakukan perhitungan biaya. 

4. Memvisualisasikan Proyek dengan Gambar Kerja
Pemahaman yang baik tentang desain dan spesifikasi proyek adalah kunci dalam menyusun RAB yang tepat. Oleh karena itu, siswa akan mengunduh gambar kerja pembangunan rumah melalui tautan berikut: 


Gambar kerja ini akan memberikan visualisasi detail mengenai dimensi bangunan, tata ruang, material yang digunakan, dan detail konstruksi lainnya yang relevan untuk perhitungan biaya. 

5. Memanfaatkan Contoh RAB dalam Format Excel: 
Sebagai referensi dan panduan praktis, siswa juga akan mengunduh contoh file RAB dalam format Excel melalui tautan berikut: 


 File Excel ini kemungkinan berisi contoh format RAB yang lengkap, termasuk rincian item pekerjaan, satuan, volume, harga satuan, dan total biaya. Dengan mempelajari contoh ini, siswa dapat memahami struktur dan format yang umumnya digunakan dalam penyusunan RAB. 

Mengintegrasikan Pengetahuan dan Keterampilan: 
Tugas ini tidak hanya sekadar mengunduh dan mengisi formulir. Lebih dari itu, tugas ini bertujuan untuk mengintegrasikan pemahaman teoritis dari materi EBK dengan kemampuan praktis dalam menyusun RAB berdasarkan gambar kerja dan contoh yang diberikan. Siswa diharapkan untuk: 

  • Menganalisis Gambar Kerja: Memahami detail teknis bangunan untuk mengidentifikasi semua item pekerjaan yang diperlukan. 
  • Mengaplikasikan Pengetahuan EBK: Menggunakan prinsip-prinsip estimasi biaya untuk menentukan volume pekerjaan dan memilih harga satuan yang sesuai. 
  • Memanfaatkan Lembar Kerja: Mengorganisir data dan melakukan perhitungan biaya secara sistematis. 
  • Mereferensi Contoh RAB: Memahami format dan struktur RAB yang baik dan benar. 

Melalui tugas ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan analitis, ketelitian, dan pemahaman mendalam tentang proses penyusunan Rencana Anggaran Biaya dalam proyek konstruksi. Penggunaan sumber daya daring memberikan fleksibilitas dan aksesibilitas dalam belajar, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin terhubung dan berbasis data. Selamat mengerjakan!

Read More »
27 April | 0komentar

Pintu Gerbang Menuju Dunia Desain Digital

AutoCAD adalah perangkat lunak desain berbantuan komputer (Computer-Aided Design/CAD) yang paling populer dan banyak digunakan di dunia. Dikembangkan oleh Autodesk, AutoCAD memungkinkan pengguna untuk membuat gambar 2D dan 3D dengan tingkat presisi yang tinggi. Software ini telah menjadi standar industri untuk berbagai bidang, mulai dari arsitektur, teknik mesin, hingga desain interior. 

Kegunaan AutoCAD 
Visualisasi Ide: AutoCAD membantu mengubah ide abstrak menjadi gambar yang nyata. Dengan fitur-fitur yang lengkap, pengguna dapat memvisualisasikan desain produk, bangunan, atau struktur lainnya sebelum diwujudkan dalam bentuk fisik. 
Peningkatan Produktivitas: AutoCAD menawarkan berbagai alat dan fitur yang dapat meningkatkan efisiensi kerja. Otomatisasi tugas-tugas rutin dan kemampuan untuk membuat perubahan desain dengan cepat membuat proses desain menjadi lebih produktif. 
Kolaborasi: AutoCAD memungkinkan tim desain untuk bekerja sama secara efektif. Berbagai fitur kolaborasi memungkinkan pengguna untuk berbagi file, meninjau desain, dan memberikan komentar secara real-time. 
Akurasi Tinggi: Dengan AutoCAD, pengguna dapat membuat gambar dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa desain yang dihasilkan dapat diproduksi dengan tepat. 

Fitur Utama AutoCAD 
Drawing and Annotation: Membuat garis, bentuk, teks, dan anotasi lainnya dengan presisi tinggi. 3D Modeling: Membangun model 3D yang kompleks dengan berbagai alat pemodelan. 
Rendering: Membuat visualisasi realistis dari model 3D. 
Simulation: Menganalisis kinerja desain melalui simulasi. 
Customization: Menyesuaikan tampilan dan perilaku AutoCAD sesuai dengan kebutuhan pengguna. 

Siapa yang Menggunakan AutoCAD? 
AutoCAD digunakan oleh berbagai profesional, termasuk: 
Arsitek: Mendesain bangunan, interior, dan lanskap. 
Insinyur: Mendesain produk, struktur, dan sistem mekanikal. 
Desainer Produk: Membuat desain produk industri. 
Peta: Membuat peta dan data spasial. 

Mengapa AutoCAD Populer? 
Antarmuka yang User-Friendly: AutoCAD memiliki antarmuka yang intuitif dan mudah dipelajari, sehingga pengguna dapat dengan cepat menguasai software ini. 
Komunitas Pengguna yang Besar: Terdapat komunitas pengguna AutoCAD yang sangat besar, sehingga pengguna dapat dengan mudah menemukan bantuan dan sumber daya yang dibutuhkan. 
Integrasi dengan Software Lain: AutoCAD dapat diintegrasikan dengan berbagai software lain, seperti software analisis struktur, software rendering, dan software manajemen proyek. 

Kesimpulan AutoCAD adalah alat yang sangat penting bagi para profesional yang bekerja di bidang desain. Dengan fitur-fiturnya yang lengkap dan kemampuan untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi, AutoCAD telah menjadi standar industri yang diakui secara global.

Read More »
22 September | 0komentar

Leading for Learning: How to Transform Schools into Learning Organization


Reflesi Buku 
Leading for Learning: How to Transform Schools into Learning Organization 
Direfleksi Oleh: Arifin
Bab 1 : 
Menyoal Transformasi 
Semua sepakat bahwa sekolah-sekolah kita harus diperbaiki kualitasnya. Namun kesepakatan tidak tercapai ketika berbicara tentang bagaimana cara memperbaiki kualitas tersebut. Ada yang berpendapat bahwa yang dibutuhkan adalah reformasi, namun sebagian yang lain mengatakan reformasi tidak cukup. Yang dibutuhkan saat ini adalah transformasi, bukan reformasi. 
Dalam konteks upaya perbaikan sekolah, reformasi memiliki arti melakukan perubahan prosedur, proses, dan teknologi dalam rangka memperbaiki kinerja sistem operasi yang telah ada. Tujuan reformasi adalah untuk menjaga agar sistem yang telah ada dapat berjalan dengan lebih efektif sebagaimana yang telah ditentukan. 
Transformasi dimaksudkan untuk memungkinkan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh organisasi. Transformasi berarti bermetamorfosis, yaitu berubah dari satu bentuk ke bentuk lain yang benar-benar berbeda. Dalam bahasa organisasi, transformasi berarti melakukan reposisi (repositioning) dan reorientasi (reorienting) aksi dengan memasukkan organisasi ke dalam sebuah bisinis baru atau dengan cara mengadopsi cara –cara berbeda yang mendasar untuk melakukan pekerjaan organisasi. 
Maka transformasi meliputi upaya perubahan keyakinan, nilai-nilai, dan makna –kultur– serta perubahan sistem aturan yang ada, peran dan pola hubungan antar warga organisasi –struktur sosial—sehingga inovasi-inovasi yang dicanangkan aka memperoleh dukungan. Sebaliknya, reformasi hanya bermakna meng-install inovasi-inovasi yang akan berjalan dalam konteks sturktur dan kultur sekolah yang telah ada. Transformasi , dengan demikian, merupakan upaya yang beresiko dan sulit, dimensi-dimensinya dipenuhi dengan ketidakpastian dan sukar untuk didefinisikan. 
Transformasi membutuhkan sumber daya manusia yang mampu melakukan pekerjaan yang belum pernah mereka lakukan – tidak hanya mampu melakukan pekerjaan yang rutin mereka lakukan. Karena transformasi berresiko, maka transformasi membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tangguh yang memahami posisi mereka sebagai penyemai nilai-nilai, penerap tehnik-tehnik terbaik, makna sekaligus keterampilan kepemimpinan. Diatas segalanya, transformasi membutuhkan para pemimpin yang memiliki pemahaman mendalam tentang rasionalitas transformasi dan lika-liku jalan terjal yang akan mereka lalui. Transformasi menghendaki pemimpin yang memiliki komitmen diri yang kuat untuk menciptakan satu entitas organisasi baru yang dicita-citakannya. 
Tanpa sosok pemimpin yang demikian itu, maka upaya transformasi sekolah akan mustahil terjadi. Tanpa pemimpin yang tangguh, masa depan pendidikan Indonesia dan masa depan demokrasi di negeri katulistiwa ini akan berada dalam resiko besar. 

MENGAPA REFORMASI SAJA TIDAK CUKUP? 
Kasus reformasi di berbagai Negara biasanya terjadi karena dipicu oleh persaingan , terutama bidang ekonomi dan teknologi, dengan Negara lain. Amerika serikat melakukan gerakan reformasi pendidikan besar-besaran karena gusar dengan keberhasilan Uni Soviet yang berhasil meluncurkan Sputnik. Pada era tahun 80an Amerika, lagi-lagi, gusar karena keberhasilan Jepang dibidang manufaktur yang menguasai dunia. Dan sekarang Amerika Serikat tambah gusar karena kehebatan China dan India dan merebut pasar ekonomi dunia. Sudut dunia mana yang tidak dibanjiri barang-barang impor dari China dan India. Bahkan sudut Gunung Kidul yang terpencil sekalipun pasti ada mainan made in China. 
Satu-satunya Negara yang tidak pernah gusar hanyalah Indonesia…ha..ha…apa yang digusarkan Indonesia..wong…memiliki kolam susu dan batang bamboo ditancapkan saja tumbuh kok…. Namun, ada beberapa hal yang bisa saya ingatkan untuk kawan Amerika yang sedang gusar, bahwa reformasi saja tidak cukup. Kita tahu bahwa pendidikan itu tidak hanya terkait dengan urusan ekonomi saja, tetapi kait mengait dengan bidang politik, komunitas, kewarganegaraan, kesehatan moral, karakter generasi yang akan dating, dan masa depan demokrasi bangsa. Pendidikan menjadi landasan pengembangan semua aspek kehidupan sehingga reformasi secara sporadis saja tidak lagi memadai. 
Maka yang dibutuhkan adalah perubahan mendasar secara komprehensif melalui upaya transformasi. 

 PERLUNYA UPAYA TRANSFORMASI 
Bagaikan menanam padi, maka penanaman yang paling baik adalah di lahan yang lebih subur. Demikian pula dengan pendidikan, jika kita menginginkan perbaikan di bidang pendidikan, maka sekolah-sekolah harus dicangkokkan ke dalam lingkungan yang lebih kondusif. Sekolah-sekolah harus ditransformasikan dari pengajaran (instructrion) menuju pembelajaran (learning), dari pola birokrasi yang mengekang menuju organisasi pembelajaran yang mendorong kreatifitas. Tujuan sekolah saat ini adalah untuk memastikan bahwa semua siswa memiliki akses pada kualitas pengajaran yang seragam. Padahal definisi kualitas pengajaran sendiri sulit didefinisikan. 
Dalam atmosfir reformasi saat ini, kualitas pengajaran diartikan sebagai bentuk pengajaran yang mengantarkan siswa mampu mengerjakan soal-soal terstandar, memperoleh skor tes tertentu dan hanya melalui tes lah kualitas pengajaran dapat distandardisasikan. Persolannya adalah bahwa tipe pengajaran yang memadai untuk memastikan siswa mampu mengerjakan soal-soal tentang puisi tidak sama dengan pengajaran yang dibutuhkan siswa untuk mampu menulis puisi. Sebagian besar siswa mengetahui dan mampu menjawab soal tentang menulis puisi, namun mereka tidak terinspirasi dan mampu menulis puisi. 
Tipe pengajaran di sekolah saat ini tidak mampu mengembangkan keterampilan, sikap, dan kebiasaan berfikir serta kemampuan-kemampuan lainnya yang dibutuhkan oleh dunia kerja abad 21. Tipe pengajaran saat ini belum mampu mengantarkan siswa memasuki lingkungan digital dan belum mampu juga mengantarkan siswa menjadi warga negara yang efektif dalam Negara demokrasi dimana laki-laki dan perempuan bakal kebanjiran informasi dan fakta-fakta yang diberitakan. Transformasi Tidak “Sekadar Akademik” Harus diakui bahwa siswa belajar banyak hal di sekolah. 
Bagi yang tertarik di berbagai aspek atau bidang akademik, mereka akan tertantang untuk belajar giat tentang kerja akademik yang ditawarkan sekolah. Namun demikian, banyak pula siswa yang tidak begitu tertarik dengan kerja akademik sekolah atau tidak memiliki banyak manfaat bagi kehidupannya. Mata pelajaran akademis memang penting, namun kerja akademik bukanlah satu-satunya keunggulan yang harus dimiliki siswa. Masih ada keunggulan lain yang harus diakui dan dikembangkan oleh sekolah, yaitu, misalnya kemampuan atletik dan artistik. 
Dengan mengakui keunggulan lain maka ukuran keberhasilan atau sukses seorang siswa tidak tergantung pada keunggulan akademik saja tapi juga dikarenakan oleh keunggulan yang lain. Oleh karena itu, sekolah perlu didesain sedemikian rupa agar mampu menghargai potensi siswa secara purna, tidak hanya akademik saja, namun juga mampu mengembangkan standar-standar yang lebih komprehensif, lebih dari sekadar standar akademik yang sempit. 
Melihat tantangan di atas, transformasi sekolah membutuhkan pemimpin-pemimpin yang siap untuk menyusun ulang tujuan sekolah dan mampu berimaginasi tentang sekolah masa depan yang lebih baik. Sekolah masa depan, abad 21, adalah sekolah yang membekali siswa dengan daya kreatifitas tinggi, kemampuan berkolaborasi, kemampuan mensintesa data-data dari berbagai sumber, dan kemampuan mengevaluasi data secara kritis. Sekolah yang hanya mampu mengantarkan siswanya menyelesaikan soal-soal dan berhasil mengerjakan tes ujian dengan baik bukan sekolah yang dibutuhkan generasi masa depan. 
Realitas Abad 21 Setidaknya terdapat tiga bentuk atau realitas perubahan yang memberikan pengaruh terhadap sekolah dan hubungan antara siswa, sekolah, guru, dan orangtua. Bentuk perubahan itu diantaranya : 
 - Ketersediaan peluang pembelajaran digital, 
 - Penciptaan gagasan remaja sebagai kategori demografik dan meningkatnya pengaruh atau arti teman sebaya diantara para remaja 
 - Pemasaran langsung kepada anak-anak dan remaja. Realitas baru ini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan, yaitu tantangan bagi status quo pendidikan sekaligus peluang bagi inovasi dan transformasi. 

Keharusan Digital 
Kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi (TI), memberikan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan dan khususnya dunia sekolah. Ada sebagian sekolah dan guru yang memandang TI sebagai musuh (enemy) karena dianggap ikut andil dalam menembus batas-batas norma social dan agama serta membawa virus kebobrokan moral bagi para siswa. Namun ada juga yang memiliki pandangan positif, dimana TI dimanfaatkan untuk proses pembelajaran sehingga menjadi lebih fleksibel dan kaya. 
TI memperkaya pembelajaran dengan sumber-sumber belajar yang tidak hanya terbatas pada guru. Dengan pemanfaatn TI pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas selama beberapa jam efektif, pembelajaran menjadi proses sepanjang hayat baik bagi siswa maupun guru. Guru dan siswa bisa memanfaatkan internet untuk pembelajaran nir kelas yang tidak dibatasi tempat dan waktu.
Persoalannya adalah apakah sekolah memiliki pemimpin yang mampu melakukan transformasi secara fundamental yang bisa mendorong perubahan pola hubungan otoritas antara guru dan siswa, dan apakah mereka mampu menciptakan kondisi sekolah yang fleksibel dalam pemanfaatan teknologi digital tersebut. Tanpa pemimpin yang transformatif, sekolah kita akan bertahan menjadi sekolah tradisional, dimana siswa tidak berkembang dalam cara belajarnya. 
Di masa depan, siswa memiliki pilihan yang lebih banyak dalam pembelajaran dengan membuncahnya kemajuan TI. Merekalah yang mengendalikan waktu dan tempat pembelajaran. Guru dan sekolah akan lebih berperan sebagai designer yang membantu siswa mengelola sumber-sumber informasi dan pengajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa. 
Pengaruh Teman Sebaya Realitas abad 21 yang kedua adalah menguatnya pengaruh teman sebaya dan memudarnya pengaruh orangtua terhadap remaja. Hal ini terjadi karena para remaja semakin independen, baik dalam konteks keluarga maupun independesi dalam akses informasi. Dulu, tahun 1960an, teknologi informasi belum berkembang seperti saat ini, para remaja saat itu hanya memperoleh informasi dari sumber terbatas, terutama orang tua mereka. Sekarang para remaja telah membentuk jaringan pertemanan mereka sendiri melalui berbagai teknologi informasi yang ada, misalnya Twitter, facebook, dan lain sebagainya, sehingga pengaruh teman sebaya lebih kuat. 
Dalam menghadapi realitas ini, guru dan sekolah harus mampu memanfaatkan the power of peer group dan jaringannya untuk kepentingan pendidikan. Sekolah dan guru harus mampu menemani dan mengarahkan para siswa dalam dunia maya sekaligus memanfaatkannya untuk proses pembelajaran yang lebih fleksibel agar pengaruh negative yang mungkin muncul dari networking mereka bisa direduksi. 
Pemasaran Kepada Anak-anak Realitas ketiga abad 21 adalah pemasaran yang bersifat langsung dann menjadikan anak-anak dan para remaja sebagai sasaran tembak. Berbagai produk dan iklan yang gencar membombardir mereka, dari soft drink , pakaian, mainan, hingga alat-alat elektronik canggih seperti iPhone, iPod , dan lain sebagainya. Yang menarik dari realitas ini adalah bahwa para pemasar komersial tersebut seolah-olah lebih memahami kemauan anak-anak dan remaja daripada orangtua mereka, para pemimpin agama, guru dan sekolah. Guru dan sekolah kalah dengan para pemasar komersial. Guru dan sekolah perlu belajar dari para pemasar industri tersebut dan mencoba menerapkannya dalam proses pembejalaran di sekolah. 
Bagaimana membuat para siswanya tertarik untuk melakukan pembelajaran dengan sepenuh hati. Keharusan Demokratik Demokrasi didasarkan pada keyakinan bahwa rakyat biasa dapat dipercaya untuk membuat keputusan politik yang akan mempengaruhi kehidupan mereka sendiri dan kehidupan orang lain. Di Negara non-demokrasi, hak-hak semacam ini hanya dimiliki oleh para elit. 
Pendidikan dan sekolah-sekolah memiliki peran sentral dalam menyemai benih-benih demokrasi. Sekolah publik , terutama, memiliki kewajiban untuk mengajarkan kemampuan pengambilan keputusan, keterampilan berfikir kritis, kemampuan berkolaborasi, dan kemampuan esensial lain sebagai warga negara kepada para siswanya. Kemampuan-kemampuan tersebut merupakan modal dasar bagi tumbuhnya demokrasi. 
Demokrasi juga menuntut adanya sistem pendidikan yang egaliter dimana semua warga Negara memiliki hak dan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas. Hal ini tentu saja membutuhkan para pemimpin pendidikan yang mampu mentransformasikan sekolah menjdi tempat penyemai warga demokratis dengan berbagai profesi mereka, baik sebagai artis, novelis, sejarawan, jurnalis, musisi, dan berbagai profesi lainnya. 
Tantangan Moral Dunia insustri abad 21 menawarkan segala macam bentuk hiburan, baik yang positif maupun nagatif. Hampir tidak ada institusi yang mampu mensensor secara penuh muatan hiburan tersebut. Maka menjadi tugas institusi pendidikan untuk membekali peserta didiknya dengan kemampuan pengambilan keputusan tentang mana yang baik dan buruk, mana yang indah dan tidak, mana seni dan pornografi, dan mana music dan kegaduhan. Inilah tugas moral pendidikan. 
Dan, sekali lagi, agar mampu melaksanakan kewajiban tersebut, institusi pendidikan perlu melakukan transformasi. Pembelajaran Untuk Mengeksploitasi Peluang Baru Para guru mengeluhkan fakta bahwa para siswa malas mengerjakan PR karena lebih suka kongkow-kongkow dengan teman sebayanya daripada memelototi PR. 
Orangtua juga mengeluh karena anak-anak mereka menghabiskan waktu di depan televise sehingga kesehatan fisik dan mentalnya terganggu. Dewan sekolah menghabiskan waktu mereka untuk membuat formulasi dan regulasi tentang bagaimana membatasi penggunaan telepon selular, iPhod, dan akses internet di sekolah. Keprihatinan yang dialami guru, orangtua dan sekolah sebenarnya bisa di mengerti. Namun mereka juga harus memahami bahwa dunia telah mengalami perubahan sehingga dunia anak-anak dan remaja saat ini memang berbeda. 
Guru, orangtua, dan orang dewasa lainnya seharusnya mulai memahami dan mengapresiasi perubahan yang terjadi dalam kehidupan para remaja, mereka harus berhenti melihat perubahan-perubahan ini sebagai ancaman, sebaliknya mereka perlu melihatnya sebagai kesempatan dan peluang. Telah terjadi pergeseran prinsip-prinsip otoritas tradisional dalam pola hubungan antara anak dan orangtua. Anak atau siswa cenderung memiliki akses informasi lebih cepat dari orangutan dan gurunya, bahkan mereka sering mempelajari tehnik-tehnik baru dalam mengakses informasi dan menciptakan konten serta pengolahan informasi dibanding para gurunya. 
Guru dan sekolah harus melihat ini sebagai peluang edukatif guna meraih tujuan pendidikan yang ditetapkan bersama dengan sekolah. Daripada sekolah menghabiskan waktu untuk memerangi atau membatasi penggunaan jaringan elektronik bagi para siswanya, guru dan sekolah mestinya mengeksploitasi inovasi-inovasi ini demi tujuan pendidikan yang positif. 

 MENGAPA KITA SUKA MENGUTAK-ATIK : MERUMUSKAN MASALAH 
Sebagian besar upaya perbaikan pendidikan dilakukan dengan cara melakukan utak-atik dengan program-program dan cara-cara yang sama sekali tidak mendasar sehingga tidak mengena. Upaya perbaikan hanya menyentuh kulit dari masalah sebenarnya yang ada dalam dunia pendidikan kita. Perubahan kurikulum telah berkali-kali dilakukan, sekarang kita menggunakan KTSP sejak 2006, dan perilaku guru dalam pembelajaran tetap sama seperti ketika mereka menggunakan kurikulum 1999. Para birokrat pendidikan kemudian mencanangkan program sertifikasi untuk meningkatkan kualitas guru. 
Namun lagi-lagi program sertifikasi dilakukan secara tidak komprehensi dan sempurna sehingga setiap tahun bahkan setiap saat terjadi perubahan yang justru semakin membingungkan guru. Tengoklah misalnya program UKA dan UKG yang kacau balau. Semua itu karena para birokrat pendidikan suka utak-atik dalam perbaikan pendidikan bukan melakukan transformasi yang lebih mendasar. Begitu pula dengan kasus Ujian Nasional (UN) kala itu, dimana kulaitas lulusan sekolah hanya diukur dengan angka-angka dan distandardisasi secara kaku. 
Alasannya adalah obyektifitas, prediktibilitas, dan stabilitas. Jika itu alasannya maka struktur pendidikan kita, sekolah kita, masih menggunakan sistem birokrasi yang mengedepankan stabilitas, ketenangan, dan prediktibilitas. Padahal organisasi yang mengedepankan prinsip-prinsip kaku birokrasi akan mati di telan perubahan dan perkembangan zaman yang semakin cepat dan tidak bisa diprediksi. Sekolah kita, sekali lagi, harus menjadi pusat kreatifitas, imaginasi, dan menyusun standar-standar keunggulan melalui komitmen bersama, penguatan kolegial, serta agenda-agenda kolaboratif daripada menggunakan gaya manajemen birokrasi yang dikendalikan dari luar (eksternal), penghargaan ekstrinsik, dan pemberian hukuman. Itulah arah transformasi yang perlu dilakukan oleh sekolah dan guru. 

Rangkuman Kuliah 
1. Pendahuluan 
  • Di era informasi dan teknologi, peningkatan mutu sekolah merupakan suatu keharusan. 
  • Peningkatan mutu sekolah tidak sekadar reformasi tetapi harus melalui transformasi. 
  • Reformasi berarti perubahan prosedur, proses dan teknologi dengan focus pada peningkatan kinerja lebih efektif. 
  • Transformasi, lebih dari sekadar reformasi, dalam transformasi ada agenda reposisi dan reorientasi tindakan kea rah yang lebih baru. 

 2. Reformasi saja tidak cukup? 
  • Reformasi hanya menekankan pada perbaikan dalam bentuk yang sudah ada dan lebih didorong oleh pengaruh eksternal. 
  • Realitanya, aspek-aspek perbaikan cukup kompleks (tidak hanya akademik, tetapi juga terkait dengan aspek politik, social, moral, dan ekonomi) dan melibatkan banyak pihak. 
  • Oleh karena itulah kita membutuhkan transformasi guna perubahan yang lebih mendasar. 

 3. Realitas abad 21 mendorong terjadinya transformasi. 
  • Realitas kemajuan TI, teknologi digital 
  • Perubahan demografi dan pola hubungan antara orangtua, guru, sekolah, dan teman sebaya. 
  • Realitas pemasaran industry komersial. 
  • Realitas demokrasi 
  • Tantangan moral 
  • Munculnya peluang-peluang baru yang harus dimanfaatkan untuk kemajuan pendidikan.

Read More »
19 December | 0komentar

Tentang BIM (Building Information Modeling)


Building Information Modelling (BIM) sebagai salah satu menjawab era revolusi industri 4.0 di bidang industri konstruksi. BIM merupakan seperangkat teknologi, proses kebijakan yang seluruh prosesnya berjalan secara terintegrasi dalam sebuah model digital, yang kemudian diterjemahkan sebagai gambar tiga dimensi. Hanifah (2016) menyatakan bahwa kesadaran (awareness) untuk menggunakan dan memanfaatkan Building Information Modelling (BIM), khususnya pada akademisi dan praktisi di bidang Arsitektur pada saat ini cukup tinggi namun tingkat penggunaanya masih rendah. 

Padahal pemerintah sangat mengapresiasi pelaku konstruksi yang menjadi pionir dalam melakukan setiap proyek pekerjaannya menggunakan BIM (https://www.pu.go.id/berita/view/14977). 
Beberapa keunggulan BIM seperti dijelaskan oleh Berlian et, al (2016) dari M. Agphin Ramadhan bahwa penggunaan aplikasi dengan konsep BIM dapat mempercepat waktu perencanaan proyek sebesar ±50%, BIM mengurangi kebutuhan SDM sebesar 26,66%, dan menghemat pengeluaran biaya personil sebesar 52,25% dibandingkan dengan menggunakan aplikasi konvensional. Selain itu menurut Liang (2015) nilai tambah yang dihasilkan oleh BIM yaitu kegiatan proyek dan kinerja proyek memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan proyek konstruksi. 

Penggunaan teknologi Building Information Modeling (BIM), sangat membantu sekali dalam hal proses pelaksanaan proyek, karena user dengan sangat mudah mengetahui kondisi bentuk jadi proyek tersebut tanpa bingung membayangkan hasilnya. Pemodelan 3D yang dihasilkan dapat dijadikan bahan diskusi oleh seluruh tim proyek untuk dapat memutuskan metode pelaksanaan /kerja yang akan diambil (Amir, 2017). Sejalan dengan hal tersebut Christian (2016) menyatakan aplikasi berbasis BIM dalam merancang sebuah bangunan dapat mempermudah proses analisis desain. 
Pembuatan model arsitektur dapat sekaligus digunakan untuk pemodelan analisis struktur yang dapat digunakan yang dapat digunakan untuk menganalisis gaya dalam dan kebutuhan penulangan. Setelah melalui proses yang terintegrasi, model akhir yang dibuat memiliki semua informasi yang terdiri dari: denah arsitektur, struktur, hingga pembesian tulangan dengan output volume secara otomatis. Jayadi dan Riantini (2019) menambahkan salah satu manfaatBIM adalah meningkatkan kualitas komunikasi yang dapat secara positif memengaruhi fase perencanaan waktu pembangunan infrastruktur, yang merupakan salah satu aspek terpenting dalam proses bisnis kontraktor.


Read More »
13 December | 0komentar

Menulis Dan Menerbitkan Buku


Pembelajaran menulis bersama Onjay malam ini bertemakan Menulis dan Menerbitkan Buku bersama Praktisi dan aktivis menulis, Beliau lahir di Yogyakarta, tanggal 24 Mei 1969. Beliau Bapak Edi S. Mulyanta S.Si, M.T. adalah Publishing Consultant Andi Publisher. 
Deretan Buku-buku Beliau :
 (1) Lebih Mahir Word 2019, Untuk Penulisan Ilmiah, 2019.
 (2) Lebih Kreatif dengan Adobe Photoshop CS4 2008,
 (3) Corel Draw X4 2008,
 (4) Teknik Modern Fotografi Digital 2007,
 (5) Pengolahan Digital Image dengan Photoshop CS3 2007,
 (6) Menyusun Karya Tulis Ilmiah Menggunakan MS Office Word, 2006,
 (7) Special Workshop: Teknik Airbrush Menggunakan Photoshop CS2 2005,
 (8) Menjadi Desainer Layout Andal dengan Adobe InDesign CS 2005,
 (9) Pengenalan Protokol Jaringan Wireless Komputer 2005,
 (10) Trik dan Teknik Profesional CorelDraw 12 2004,
 (11) Kupas Tuntas Ponsel Anda 2003.

 Kondisi terkini di outlet penerbitan tutup karena pandemi yang luar biasa mengubah haluan secara mendadak.Darah penerbitan adalah karya tulis dari penulisnya, dimana dari karya tulis tersebut dapat diubah menjadi sebuah media buku yang dapat dinikmati pembacanya melalui outlet-outlet pemasaran baik toko buku, kampus, sekolah, dan pembaca secara langsung.
 Setiap penerbit telah dipercayakan ISBN dari perpustakaan nasional, sebagai penanda setiap terbitannya, dan dinaungi di bawah IKAPI sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk mewadahi setiap penerbit di luar penerbit kampus.Penerbit di bawah IKAPI secara alamiah memilih jalur masing-masing sesuai passionnya dalam menerbitkan buku.Sebagai penulis, sebaiknya memahami ciri khas terbitan setiap penerbit. Tentunya bertujuan agar tulisannya sesuai dengan misi penerbit tersebut. Walaupun ada penerbit yang dapat menerbitkan segala tema di setiap terbitannya. Penulis, dapat mengirimkan usulan dan proposal terlebih dahulu untuk menjajagi apakah jalur tulisannya sudah sesuai dengan visi dan misi penerbitan belum. Hal ini untuk menghemat waktu dan biaya dalam memersiapkan tulisannya.
Setiap penerbit, mempunyai SOP dalam memilah, memilih tulisan untuk dijadikan komoditas industri, dengan tujuan utama tentunya adalah terbitannya dapat terserap di pasar dengan cepat. Penerbit mempunyai peta pasar yang dia rekam dari outlet-outletnya, sehingga instink penerbitan yang telah lama bergelut di bidangnya akan semakin terasah. Dari melihat judul, outline, dan siapa penulis, terkadang penerbit dapat memproyeksikan pasar buku yang menjadi sasarannya. Kunci pertama bagi penulis adalah pemilihan judul yang baik, pasar sasaran yang akan dituju, kemudian lakukan sedikit riset pesaing, sehingga dapat dengan gamblang ditawarkan ke penerbit. Apalagi tema yang ditulis tersebut ternyata tema yang baru, perlu tambahan data riset kecil yang tidak gampang untuk memengaruhi penerbit.
 Penerbit lebih cenderung mencari tema yang secara data pemasaran sudah ada, sehingga gambling dalam membiayai penerbitannya mempunyai resiko yang semakin kecil untuk tidak terserap di pasar. Kirimkan ke beberapa penerbit, apabila penulis belum berpengalaman bekerjasama dengan penerbit. Penerbit akan menyeleksi tulisan, dengan beberapa pertimbangan. Paling banyak porsi pemasaran sebagai pertimbangan utamanya. Berikan sedikit penjelasan pasar sasaran, dengan data-data angka akan lebih menarik.Buku yang sangat dicari adalah buku tentang Covid-19.
Cari secepatnya apa, bagaimana, virus tersebut. Pesaing buku apakah sudah ada apa belum. Penulis perintis pertama biasanya dapat menikmati pasar awal yang cukup menarik. Biasanya tulisan pertama mempunyai kualitas yang belum baik, akan tetapi mengejar momen yang cukup bagus. Penulis follower biasanya mempunyai penyajian materi yang lebih baik akan tetapi terkadang menikmati pasar sisa dari para penulis perintis. Penulis perintis effort awal lebih banyak, dan terkadang mempunyai risiko tidak laku juga besar.
Penerbit akan sangat tergantung dari tawaran awal dalam proposal dalam menentukan penerbitannya. Agar roses penyelesaian tulisannya tidak terlalu lama. Penerbit biasanya memberikan waktu yang beragam untuk menyelesaikan tulisan tersebut. Banyak penulis yang menebar proposal banyak, akan tetapi finishing tulisannya lambat. Hal ini akan menghambat proses produksi bukunya, sehingga terkadang penerbit akan memilih tulisan yang lebih dahulu selesai. Hal inilah diperlukan manajemen waktu penyelesaian tulisan penulis, supaya dapat segera diproses di penerbitannya. Proses penerbitan cukup panjang waktunya, dari administrasi penerbitan awal, editing, setting layout, desain cover, dan proses produksi. Tanpa ada antrian proses penerbitan buku memakan waktu antara 2 minggu hingga 1 bulan paling lama. Yang membuat lama adalah proses antrian, baik dari sisi penulis maupun beberapa bagian di penerbitan.
Pada proses administrasi penerbitan, yang perlu dipersiapkan adalah: Kelengkapan naskah, dari Judul-Sub Judul, Nama Pengarang, Kata Pengantar, Prakata, Daftar Isi, Bab, hingga Sinopsis. Penulis harus jeli melengkapi hal demikian, karena biasanya sebelum lengkap, proses selanjutnya tidak akan dijalankan.Proses editing, akan terbantukan dengan pengetahuan ejaan, pemilihan kata, kalimat, paragraf hingga hirarki bab yang baik dari penulis.
Kelemahan penulis biasanya tidak clear saat menentukan hirarki bab, paragraf, kalimat, kata, dan pemilihan fontasi. Editor akan membantu hal tersebut, akan tetapi apabila penulis telah menata dengan baik, maka kerja editor akan lebih fokus ke dalam bagaimana memilih efektifan kalimat, dan struktur bab yang baik. Setting layout juga mempunyai peranan yang penting, karena menentukan ukuran buku, jumlah halaman, dan keindahan halaman per halaman. Titik krusial ada di sini, karena dengan pengaturan halaman yang baik, makan harga buku akan dapat efektif di tentukan. Harga buku yang menarik, akan cukup mempengaruhi pembeli dalam memutuskan akan menikmati buku tersebut atau meninggalkannya.
Desain cover, juga mempunyai peranan strategis dalam sebuah buku. Apalagi tipikal pembeli buku di Indonesia adalah didasarkan dari keindahan dan seberapa menarik cover buku. Tipikal pembaca buku di Indonesia adalah, sight seeing, sehingga cover sangat penting sekali dalam pemasaran buku. Setiap penerbit mempunyai data juga bagaimana cover yang menarik, dan terbukti mendongkrak pemasaran. Saat proofing, penulis sebaiknya memberikan beberapa perbaikan ide untuk lebih memperkuat pasar buku yang ditulisnya. Kerjasama yang baik dari penulis, dan pengetahuan data dari penerbit akan dapat menentukan keberhasilan tulisan untuk terserap di pasar. Akan tetapi dari pengalaman kami, tidak ada buku Best Seller yang By Design. Artinya, banyak buku Best Seller di Indonesia, terkadang karena karunia semata.
Jadi jangan takut menawarkan tulisan anda ke penerbit karena pada dasarnya penerbit juga trial and error dalam menerbitkan buknya. Hanya pengalaman, dan intuisi terkadang membantu untuk menghindari kerugian akibat terbitannya tidak laku di pasar. Kunci yang harus disiasati oleh penulis pemula, dalam melakukan tambahan data riset kecil yang berguna untuk memengaruhi penerbit agar mau menerbitkan buku tersebut yaitu melalui Riset pasar yang dilakukan pertama kali dan hal terpenting adalah siapa sasarannya.
Buku sekolah pasarnya sangat besar sekali, di banding buku masak.Kemudian pesaing, buku dengan pasar besar pesaingnya banyak, nah ini perlu strategi pemosisian kedalaman materi. Apakah buku kita lengkap, atau hanya buku pengayaan. Perlu diputuskan segera, supaya tidak terjadi tabrakan materi buku dengan pesaing. Hampir 90 % outlet penerbitan sekarang tutup. Kampus dan sekoah tutup semua tidak ada aktifitas.
Omzet kami betul-betul turun hingga ke titik nadir. Kami harus berjuang hingga 3 bulan ke depan untuk menanti masa panen di tahun ajaran baru.Dalam 3 bulan ke depan merupakan titik hidup mati penerbitan, karena jika tidak dapat melewatinya, banyak sekali penerbit di bawah IKAPI akan gulung tikar.Sementara pasar On Line di Indonesia belum tumbuh untuk pasar buku, sehingga kami harus menahan lapar sejenak untuk 3 bulan ke depan semoga pandemi ini akan reda. Hasil penelitian, biasanya tergantung sekali dengan tujuan penelitian dan hasilnya.
Pasar penelitian di Indonesia sangat kecil sekali, sehingga terkadang pasar yang di dituju adalah pasar captive market, atau pasar yang sudah memahami betul materi bahasan. Pasar ini disebut niche market atau pasar ceruk. Buku yang terbukti masih laku di Toko Buku dan menjadi Rangking pertama adalah buku Anak, buku dongeng, cerita bergambar, komik. Kami sarankan buku yang mempunyai value bagus untuk pendidikan karakter. Kemudian buku, keagamaan, motivasi, dan buku sekolah.
 Yang menjadi prioritas pertama tulisan adalah peristiwa. Kami tidak sengaja menemukan tulisan tentang Virus, saat corona di Wuhan bulan Desember 19 dan Januari 20, ada penulis kami yang telah melakukan riset tersebut. Dan buku kami yang best seller saat ini adalah buku Covid-19, walaupun kualitas tulisannya belum begitu sempurna. Buku Laskar Pelangi, adalah buku terlaris di Indonesia, timing yang tepat saat itu adalah adanya Muktamar Muhammadiyah, dan buku itu meledak luar biasa dari mulut ke mulut awalnya, word of mouth. ingat Muhammadiyah umatnya luarbiasa.. nah itulah target awal buku tersebut. Banyak penulis yang menebar proposal banyak, akan tetapi finishing tulisannya lambat. Hal ini akan menghambat proses produksi bukunya, sehingga terkadang penerbit akan memilih tulisan yang lebih dahulu selesai.
Diperlukan manajemen waktu penyelesaian tulisan penulis, supaya dapat segera diproses di penerbitannya. Strateginya, saat menulis proposal, materi buku harus sebagian besar telah tertuliskan baik dalam bentuk draft atau masih outline detail. Sehingga waktu penyelesain dari usulan ke naskah lengkap tidak terlalu lama, untuk mengejar momen. Usulkan beberapa bab yang telah di tulis sebagai tambahan informasi ke penerbit, sehingga penerbit akan tahu gaya tulis penulis tersebut. Aturan penulisan untuk buku bisa diterbitkan, atau pedoman penulisan buku yg dipersyaratkan oleh penerbit Andi adalah tata letak dengan mengikuti aturan internal Andi, dan untuk buku pendidikan mengikuti aturan-aturan yang ada disesuaikan dengan tingkat jenjang pendidikan.
 Ada beberapa aturan fontasi, jenis gambar, jenis illustrasi yang harus dipenuhi untuk terbitan buku pelajaran. Selain itu aturan tata letak biasanya diatur secara internal penerbitan, mengikuti tema buku yang diusulkan. Penulis dapat memberikan kisi-kisi tata letak yang diinginkan, misalnya jenis huruf, kolom, text book, atau side note dan lain-lain. Kemudian akan diterjemahkan oleh desainer layout kami untuk disesuaikan dengan mesin-mesin cetak. Sebelum cetak, biasanya penulis akan diminta melakukan proofing materi, sebelum diproduksi massal.
Pertimbangkan skala pasar penerbitannya sebelum memutuskan salah satu penerbit yang dipilih untuk menerbitkan buku. Penerbit skala nasional akan lebih menguntungkan secara keuangan, karena akan tersebar di seluruh penjuru toko buku.Pertimbangan ke dua, siapa penerbit yang tercepat memutuskan menerima itulah yang dipilih. Untk buku-buku momen tertentu hal ini diperlukan, misalnya momen Ujian Nasional (walaupun sudah dihapus), Momen penerimaan PNS dll. Visi dan misinya dari pernerbit Andy Yogyakarta: 
Kami penerbit buku pendidikan baik dari pendidikan dasar menengah hingga perguruan tinggi.Di samping itu kami juga menerbitkan buku umum, non politik dan non agama. Buku yang diterima adalah buku yang punya life cycle atau daur hidup yang panjang, karena akan menguntungkan di jangka yang amat panjang.
Buku trending topic, biasanya berumur pendek dan jarang sekali terjadi cetak ulang atau repeat order dari toko buku, sehingga cepat berlalu momennya. Buku kami yang abadi adalah buku referensi untuk perguruan tinggi, ada yang berumur 30 th masih bagus pasarnya. Kelemahan antologi kisah inspiratif, atau antologi cerpen adalah pasar yang sangat kecil.
Peminat buku seperti ini biasanya tergantung penulisnya, dalam arti komunitas penulis, lingkungan social medianya, sehingga market sasarannya menjadi kecil atau niche market.Tapi jangan berkecil hati, Raditya Dika awalnya dipandang sebelah mata oleh penerbit, karena beliau hanya nulis blog-blog yang tidak bermutu, tapi Fun buat generasi milenial. Awalnya pasarnya niche market, akan tetapi berkembang social medianya karena followernya banyak. Akhirnya bukunya best seller semuanya, walaupun secara value naskahnya kurang bagus, tapi nilai pasarnya sangat besar.
Naskah Motivasi, termasuk naskah primadona, karena menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Apalagi jika penulisnya rajin promosi karena motivator terkenal, bukunya bak kacang goreng.Buku motivasi, cukup menarik semua penerbit. Akan tetapi tergantung kreativitas penulis dalam memaparkan ide-idenya. Buku motivasi yang baik pasarnya, memang melekat pada nama-nama terntentu di Indonesia. 
Tung Desem Waringin, sangat fenomenal. Akan tetapi ternyata buku-buku motivasi tidak pernah surut terbitannya. Terbukti buku motivasi-motivasi berbasis agama, menjadi trend yang luar biasa.
Kreativitas penulis menjadi tumpuan utama buku motivasi, sehingga jangan ragu-ragu brainstorming dengan penerbit untuk menerbitkan buku motivasi di Indonesia. Cari peluang-peluang baru saat Pandemi Covid-19 yang memorak porandakan motivasi kita. Hal ini adalah lahan yang luar biasa untuk membuat buku motivasi.


Read More »
22 April | 6komentar

Era Revolusi Industri 4.0 Big Data


Pada tahun 1990an industri media cetak demikian membuming, koran, majalah dan tabloit menjadi sebuah gaya hidup. Sebuah rumah tangga akan menjadi pretice jika sudah berlangganan koran, majalah atau tabloid. Lambat laun era itu tergerus oleh arus media elektronik atau tepatnya televisi.Perkembangan terus terjadi hingga sekarang media koran/cetak makin tersisihkan dengan media online. Demikianlah gambaran makin bergesernya perkembangan teknologi yang menandai revolusi industri 4.0.
Industri 4.0 adalah sebuah akronim dari sebuah kebangkitan baru di era industri dengan nama revolusi industri ke-4. Di era revolusi industri keempat ini, terjadi fusi berbagai kemajuan teknologi. Inovasi bergerak cepat dan semua serba terkoneksi. Ini eranya internet of things (IoT), bahkan internet of everything yang ditandai dengan adanya kecerdasan buatan (artificial intelligence), self driving car, 3D printing, dan teknologi pintar lainnya. Lantas, apa dan bagaimana sesungguhnya Industri 4.0? Istilah ini pertama kali dikenal di Jerman pada 2011. 
Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada pertemuan tahunan WEF 2015, menjelaskan Industri 4.0 tak lain mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri. Ringkasnya, bayangkan sebuah pabrik pintar yang di dalamnya mesin-mesin dan robot mampu bekerja menjalankan tugas-tugas rumit, bertukar informasi, saling memberi dan menerima perintah secara otomatis tanpa melibatkan manusia. Semua proses produksi tersebut berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Semua obyek dilengkapi perangkat teknologi yang dibantu sensor (wifi) mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi. 

Ada empat prinsip desain di Industri 4.0. Prinsip-prinsip ini mendukung perusahaan dalam mengidentifikasi dan menerapkan Industri 4.0 skenario.

Interoperabilitas:
Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan orang-orang untuk terhubung dan berkomunikasi satu sama lain melalui Internet of Things (IOT).

Keterbukaan informasi: Kemampuan sistem informasi untuk membuat salinan virtual dari dunia fisik dengan memperkaya model tanaman digital dengan data sensor. Ini membutuhkan agregasi data sensor baku untuk informasi konteks yang lebih tinggi-nilai.

Technical assistance (Bantuan teknis):
Pertama, kemampuan sistem bantuan untuk mendukung manusia dengan menggabungkan dan visualisasi informasi comprehensibly untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah yang mendesak dalam waktu singkat. Kedua, kemampuan sistem fisik cyber untuk fisik mendukung manusia dengan melakukan berbagai tugas yang menyenangkan, terlalu melelahkan, atau tidak aman untuk rekan kerja manusia mereka.

Decentralized decisions (Keputusan terdesentralisasi):
Kemampuan sistem fisik cyber untuk membuat keputusan sendiri dan melakukan tugas-tugas mereka sebagai otonom mungkin. Hanya dalam kasus pengecualian, gangguan, atau tujuan yang saling bertentangan, tugas didelegasikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Industri 4.0 memiliki empat pilar fungsional yaitu Big Data, Internet of Things, Internet of Services dan Cyber Security.

1. Internet of Things Merupakan peningkatan Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain melalui jaringan cyber – Internet of Things (IoT).

2. Big Data Peningkatan kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan data fisik secara digital dengan memadukan data-data digital dengan data sensor, dan data lainnya yang terkait. Proses ini mengumpukan data mentah dan selanjutnya akan di proses agar menghasilkan informasi data yang lebih kompleks.

3. Technical assistance Yang pertama adalah peningkatan kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah secara lebih cepat dan akurat. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik (robotik) untuk membantu manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang beresiko, terlalu berat, atau tidak aman bagi manusia.

4. Artificial Intelligence Ada beberapa pengertian dari Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan ini :
“Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas” – H. A. Simon (1987)
“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik dari manusia” – Rich and Knight (1991)
“Bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia” – Idhawati Hestiningsih

Dari beberapa definisi diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa AI (Artificial Intelligence) / kecerdasan buatan merupakan sebuah teknologi komputer atau mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia. Secara sederhananya kuranglebihnya, sebuah instruksi pintar yang diberikan kepada program maupun mesin sehingga si komputer atau mesin dapat mengumpulkan data, mempelajari kebiasaan, dan kemudian dapat mengambil keputusan sendiri.

Disarikan dari berbagai sumber.

Read More »
16 February | 0komentar