Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts sorted by relevance for query guru menulis. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query guru menulis. Sort by date Show all posts

Guru Menulis? Siapa Takut!

Bersama Mereka Yang Muda,Gupres 2017

Guru mengajar, itu sih mah biasa, bukan berita. Guru menulis, itu baru berita! Guru mengajar dan terus mengajar tidaklah aneh. Guru yang gemar membaca dan terus membaca, kemudian menulis apalagi berganti dari satu buku ke buku lainnya, juara lomba, ini yang luar biasa. Sebab, banyak guru hanya membaca satu-dua buku. Itu pun buku-buku yang menjadi bahan ajarnya. Jarang ia membaca buku selain buku yang menjadi bahan ajarnya. Pada artikel yang terdahulu (Semua Berawal dari Membaca) penulis telah memanjang-lebarkan tentang membaca. Menulis dan membaca bak dua sisi mata uang, yang selalu berdampingan. 
Seharusnya guru sangat kompeten dalam menulis tapi permasalahannya sekarang adalah guru tidak melaksanakan apa yang seharusnya di kerjakan. Seabreg kegiatan dari persiapan mengajar, proses mengajar dan evaluasi.Semua berkaitan dengan tulis menulis dan membaca. Coba kita lihat berapa teman guru kita yang membuat RPP, menyusun jurnal mengajar, merekap nilai, membuat analisis nilai ....mungkin hanya segelintir guru.
Apakah guru malas menulis? Jawabannya pasti bermacam ragam. Namun dalam kenyataannya, memang sangat sedikit guru yang menulis. Jangankan untuk menulis di media massa, jurnal atau yang lainnya, untuk membuat karya tulis yang diajukan dalam pengurusan kenaikan pangkat saja, banyak yang menunda- nundanya. Kronisnya untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran saja banyak yang tidak membuat. Kondisi seperti ini tentu merupakan sesuatu yang memprihatinkan bagi kita. Padahal, guru harus membuat karya tulis; salah satu unsur pengembangan profesi, kalau mau cepat naik pangkat. Jika dijawab betul dan menganggap semua guru malas membaca pastilah tidak benar anggapan tersebut. Semua tidak bisa disamakan.

Kutu Buku?

Ada guru yang betul-betul gemar menulis. Contohnya Om Jay. Penulis buku, aktif menulis di Kompasiana dan seabreg kegiatan yang berkaitan dengan menulis. Guru yang gemar menulis tentu akan gemar membaca, untuk memunculkan ide dan gagasan. Dia membaca semua buku, tak hanya yang menjadi bahan ajarnya. Malah rutin membaca koran (walaupun koran sekolah), sesekali membeli majalah. Untuk membeli buku yang dibacanya pun tak hanya buku baru yang relatif mahal harganya, tapi juga membaca buku yang dibelinya di pasar buku murah. Namun, jarang memang guru yang seperti ini. Jarang sekali. 
Guru senang membaca, kutu buku, atau pelahap buku, bisa dijamin sangatlah sedikit jumlahnya, apalagi yang mau menulis. Tulisan Agus M Irkham dalam artikelnya yang berjudul Menulis Artikel Itu Gampang mengatakan bahwa peserta seminar yang berjumlah 50 orang, semuanya guru Bahasa Indonesia tingkat SLTA, kurang dari 10 persen yang suka menulis dan yang mengirimkan tulisannya untuk dikirim ke media adalah 0 persen, alias tidak ada bin tidak pernah. Ini hal yang sangat ironi, bagaimana dengan guru mapel lain. 
Kelompok guru yang suka menulis tentu akan suka membaca boleh dikatakan pesuka buku, kutu buku. Mereka mau menyisihkan uang gajinya untuk dapat mengurangi rasa kehausan terhadap keinginan meminum segarnya ilmu pengetahuan. Terlebih mereka telah mendapatkan sertifikasi. Disaat sesama guru antri/ inden mobil, dia rela menyisihkan uang serifikasi itu untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya.
Banyak kendala yang mengahadang aktivitas menulis di kalangan guru. Pertama, dari sisi guru, mereka banyak yang tidak mempunyai budaya membaca yang baik. Mereka umumnya miskin bahan bacaan atau referensi. Ada ungkapan yang mengatakan, penulis yang baik berawal dari pembaca yang baik. Coba saja amati di sekeliling kita. Berapa banyak guru yang mempunyai perpustakaan pribadi. Berapa banyak guru yang sering mengunjungi perpustakaan umum untuk mencari referensi. Berapa banyak guru yang berlangganan koran atau majalah? Berapa banyak guru yang bisa dan biasa berselancar di internet? Jawaban atas pertanyaan-tertanyaan tersebut dapat mencerminkan apakah guru mempunyai budaya membaca yang baik atau sebaliknya. Kedua, motivasi yang rendah di kalangan guru untuk menulis. Tidak sedikit guru yang walapun telah banyak memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas, namun enggan untuk menulis. Dalam kaitan ini Agus Irkham- penulis artikel kondang yang ratusan tulisannya terserak di Koran Suara Merdeka, Wawasan, Kaltim Pos, Solo Post dan sebagainya, menegaskan bahwa kegagalan seorang untuk menjadi penulis, minimal menulis, justru lebih banyak disebabkan oleh lemahnya motivasi. Termasuk habit atau kebiasaan hidup yang dapat mendukung keprigelan dan tradisi menulis yang kuat. Kendala ketiga, guru yang miskin gagasan. Andaikan para guru di seluruh Indonesia dapat menulis buku untuk para muridnya. Andaikan para guru dapat memperkaya para muridnya dengan cerita-cerita yang mengasyikkan, ditulis oleh mereka di karya-karya tulis mereka. Andaikan artikel-artikel, opini dan celoteh guru banyak mengisi lembaran surat kabar dan majalah. Namun, mengapa tidak banyak guru yang mau menulis. Kurangnya gagasan dalam menulis membuat guru tidak tahu apa yang akan ditulis. Bahkan untuk memulai menulis kata pertama dalam karangannya sering membuatnya berkali-kali membuang kertas Akibat salah memilih kata – kata. 
Juara Blog Guru Tk.Prop.Jawa Tengah
Pertama- tama yang terbayang di benak saya ketika disuruh menulis adalah kalimat apa yang pertama akan saya tulis. Pengalaman pertama menulis ketika saya mengikuti lomba menulis untuk guru yang diadakan oleh Agupena Jawa Tengah dengan Tema Membudayakan menulis di Kalangan Guru, mengirimkan artikel di majalah Infokompetensi yang Insyaallah akan dimuat pada penerbitan edisi terbaru, dan Alhamdulillah dimuat, semakin menambah semangat pada diri saya untuk mencoba dan mencoba, terus kirim artikel ke berbagai media. Alhamdulillah ditayangkan juga masuk pada kolom Opini di koran Satelit Pos Jawa Tengah. Mengirimkan hasil PTK dan ditayangkan di Jurnal Profesionalitas terbitan PGRI. Sampai sekarang masih terus mencoba untuk mengasah kemampuan menulis dan pengembangan diri sebagai guru yang patut ditiru minimal oleh anak kita sendiri lewat menulis, sebagai bentuk merubah cara mengajar agar lebih bermakna, sehingga bermuara pada kebangkitan pendidikan Indonesia.


Read More »
13 May | 6komentar

Berprestasi dan Menulis Buku


Nara Sumber pada Diklat Berlatih Menulis 7 Mei 2020
Dr. H. IMRON ROSIDI, S.Pd., M.Pd

DIODATA Dr.H. IMRON ROSIDI, S.Pd., M.Pd
Imron Rosidi dilahirkan di Surabaya, 10 Juni 1966. Tahun 1988 berhasil menyelesaikan studinya di IKIP Surabaya program D3. Tahun itu pula penulis diangkat menjadi guru di SMA Negeri Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik selama 4 tahun. Pada tahun 1994, penulis melanjutkan studi S-1 di IKIP Malang dan pindah mengajar ke SMA Negeri 2 Pasuruan, tahun 2004 pindah ke SMKN 2 Pasuruan. Tugas sebagai pembina Karya Tulis se kota Pasuruan masih dijalani. Saat ini dia juga aktif sebagai staf pengajar di STKIP kota Pasuruan. Pada tahun 1998, Imron melanjutkan studi di Universitas Negeri Malang program S-2 dan pada tahun 2003, penulis melanjutkan studi program Doktor (S3) di universitas yang sama. Pada tahun 2006, dia berkesempatan berkunjung ke Amerika Serikat atas biaya Deplu AS. Imron Rosidi juga beberapa kali berhasil menjadi juara lomba karya tulis dan penyusunan buku tingkat nasional. Beberapa buku juga berhasil diterbitkan, misalnya ”Menulis karya Ilmiah” dengan penerbit Pusbuk dan ’Menulis, Siapa Takut?” dengan penerbit Kanisius. Buku-buku pelajaran SMP dan SMA juga telah disusun dan diterbitkan oleh penerbit Universitas Negeri Malang dan YA3 Malang. Dia juga aktif menulis artikel di beberapa majalah seperti Media LPMP Jatim dan Media serta jurnal perguruan tinggi. Selain mengajar di SMKN 2 Pasuruan, Imron masih menyempatkan diri mengajar di Pondok Pesantren Sidogiri dan Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan. Selain itu, dia juga dikenal sebagai Dewan Pendekar Perguruan Pencak Silat Pencak Organisasi (PO) kota Pasuruan. Imron juga pernah aktif di organisasi Dewan Kesenian dan Dewan Pendidikan kota Pasuruan.

Prestasi yang dimiliki sungguh luar biasa. Berikut prestasi yang diraih oleh Bapak Dr. H. IMRON ROSIDI, S.Pd., M.Pd.
1. Juara III Lomba Penulisan Buku tingkat nasional tahun 2004
2. Juara III Lomba Karya Ilmiah Jawa Timur tahun 2005
3. Juara II tingkat Nasional Lomba Keberhasilan Guru tahun 2006
4. Terpilih sebagai peserta pertukaran tokoh masyarakat Indonesia-Amerika 2006
5. Juara II Lomba Penulisan Buku tingkat nasional tahun 2009
6. Penulis artikel terbaik versi majalah Media Jatim tahun 2010 dan 2011
7. Juara I Guru Prestasi Tingkat nasional tahun 2011
8. Juara I Guru Prestasi tingkat Jatim tahun 2011
9. Terpilih menjadi peserta kunjungan ke Australia tahun 2013
10. Juara Lomba Best Practice Tingkat Nasional tahun 2014
11. Juara 1 Menulis Legenda Pasuruan 2016
12. Instruktur Nasional Kepala Sekolah Kurikulum 2013 Tahun 2015
13. Narasumber untuk Instruktur Nasional Kurikulum 2013 untuk guru
14. Narasumber penulisan buku tingkat nasional
15. Narasumber penyusunan PKB Guru dan KS
16. Penulis buku pelajaran, buku pendidikan dan buku umum dari penerbit UM Press, Kanisius, Sidogiri Press, dll.
17. Penulis artikel populer dalam majalah Media Jatim dan Radar Bromo serta artikel ilmiah pada beberapa Jurnal.
18. Juri Lomba Guru Prestasi Tingkat Jawa Timur selama 4 tahun
19. Koordinator penilaian DUPAK Guru dan KS tingkat Jawa Timur 1

Materi yang disampaikan Dr. H. IMRON ROSIDI, S.Pd., M.Pd terkait dengan "Memotivasi Menulis Buku dan Berprestasi" menggunakan dua cara dengan slide/presentasi dan langsung menggunakan chat/obrolan pada grop. Persoalan yang paling utama dan sangat melekat pada masing-masing pribadi terkait dengan menulis buku adalah “Mereka Tidak Mau Menulis” bisa diartikan tidak berbuat. Sebagai guru ada alasan klasik kenapa tidak menulis yakni pertama, belum menemukan alasan mengapa harus menulis dan kedua, tidak tahu cara menulis.

Lakukanlah trik mau, tekun, nekat, dan baca dalam menulis niscaya pasti akan berhasil. Mau artinya berusaha melakukan kegiatan menulis, tekun menulis lakukan secara terus menerus karena kita tau menulis adalah sebuah keterampilan, nekat , menulislah dg jelek dan jangan takut salah dan yang terakhir baca yang sudah ditulis. Selain dengan itu penulis harus didukung Baca, baca pengetahuan tentang teori menulis dan hal-hal lain yg berhubungan dengan menulis, yang salah satu sumbernya biasa diperoleh dari buku.Sudah selayaknyalah kita sebagai guru sedini mungkin harus belajar menulis. Selain dari identitas dan tugas yang melekat, ada beberapa hal yang bisa diberikan kepada orang lain dengan menulis bisa berbagi inspirasi, menyuarakan kebenaran dan menyebarkan ilmu. Bonus lain tentu sebuah popularitas dan Uang atau royalty.

Ubahlah mainset kita bergeraklah dari seorang guru menjadi seorang penulis. Setelah mempraktekkan ilmu mau, tekun, nekat, dan baca. Lakukanlah Pendalaman Materi dengan 3 P ( Paper, Parson, Place). Dengan didasari Paper ( mengumpulkan literature) kita akan bisa menentukan jenis buku yang mau di tulis. Sebagai langkah awal Bisa dimulai dengan menulis buku kumpulan puisi, kumpulan cerpen. Lanjut ke buku umum, atau buku-buku motivasi dan buku pelajaran. Berikutnya buatlah kerangka buku. Person banyak berdiskusi dengan orang-orang yang mengerti dengan apa yang akan kita tulis. Place, mendatangi tempat yg akan kita tulis. Setelah buku sempurna telah dibuat, langkah terakhir terbitkanlah buku. Ada dua cara yang kita bisa lakukan dalam menerbitkan buku, semua itu tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Rangkuman Jawaban dari beberapa tanya jawab:
Setiap bertemu langsung berbicara tanpa mikir. Tp ketika menulis? Padahal keduanya sama, yaitu mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan. Masalah siswa sekarang lebih suka youtube karena memang peradabannya sdh seperti itu. Setiap hari dan detik buka hp, bukan buka buku. Kalau menulis buku dan digemari penerbit (buku umum) ya menulis hal-hal yg saat ini sudah hit. Mungkin tulisan ttg kiat belajar di rumah di saat pandemi virus corona lebih menarik. Atau tulisan yg berisi pengalaman orang2 sukses, bagaimana saat dia menjadi siswa juga menarik. Dicoba saka ibu. Jangan tajut jelek dan tdk laku. 

Dari kecil saya suka membaca dan menulis dan slalu terputus ditengah jalan, karena slalu mencari alasan dan slalu ada alasan itu, salah satu nya adalah aturan pembuatan tulisan yang di paparkan bapak dalam ppt, mohon di jelaskan lebih spesifik lagi karena saya slalu tergerak tetapi tidak bisa menulis... Terima kasih atas bantuannya pemahamannya Begini. Antara otak kita yg berjalan lancar dg tangan kita yg mengetik, jauh lebih cepat otak kita. Waktu menulis anggaplah sdg berbicara. Kalau ada yg salah saat mengetik, mungkin salah huruf, kurang huruf, kalimatnya kurang baik. Biarkan saja.

Terus menulis jangan takut salah. Setelah dianggap selesai, mungkin 4 sd 6 paragrag paragraf. Dibaca lagi sambil membenahi yg salah. Masalah kemandegan, belum selesai berhenti, itu karena kurangnya motivasi dlm.menulis. kalau menulis artikel populer, cerpen, puisi hrsnya sekali duduk. Malanya sebelum menulis, penuhi dulu wawasan kita ttg apa yg akan ditulis.


Daftar pustaka hanya di akhir tulisan. Bisa juga dg diberi footnote 2. Tergantung prediksi penerbit. Maaf, buku saya yg akan diterbitkan Kanisius Jogja, masih proses, akan diterbitkan 5rb eks. Kalau menerbitkan sendiri 5 eks bisa, 100 juga bisa

Biasanya penerbit major tdk menerbitkan buku antologi yg royoan. Sbg penulis pemula, ke penernit indie atau menerbitkan sendiri dulu. Artinya dg biaya sendiri..nanti kalau dirasa tulisan kita bagus, baru kirim le major. Ingat lihat visi penerbit Untuk langkah awal yang bisa memberi semangat kita untuk kita bisa menemukan sesuatu agar bisa berlanjut ke menulis buku itu apa pak? Seorang penulis itu hrs selalu mempersejatai dg sebuah pena. Sekarang bisa dg hp untuk mencatat ide yg muncul tiba2. Tdk boleh ditunda.

Selain motivasi terdapat juga passion dalam menulis. Bagaimana menyelaraskan dan mensinergikan keduanya. Tentunya setiap orang berbeda. Gairah dan motivasi keduanya sijoli dan berjodoh. Ketika ada motivasi aku hrs nukis agar siswaku bangga, saat itu bisa muncul gairah. Gairah ini akan terus bertambah ketika tukisan kita terbit. Waduh, akhirnya terus menulis dan menulis. Bagaimana tahapan dalam membuka dan menutup kalimat atau paragraf?

Paragraf itu gabungan kalimat yg koheren atau padu. Ada 3 cara agar padu:
1. Mengulang kata yg sebelumnya disebutkan,
2. Mengganti dg kata lain yg sama maknanya, dan
3. Memberi konjungsi antarkalimat.

Paragraf itu terdiri atas 3 sd 5 kalimat, bisa 1 kalimat utama dg 2 kalimat penjelas. Paragraf bisa dimulai dr kalimat utama, yaitu kalimat yg perlu dijelaskan dan masih bersifat umum. Misal Pandemi Corona menyengsarakan banyak orang. Kalimat selanjutnya adalah penjelas dr kalimat tersebut. Jd berakhir apabila dianggap penjelasnya sdh cukup. Usahakan maksimal 5 kalimat

Beliu menulis sebenarnya baru masuk menjadi mahasiswa jurusan bhs Ind dan mengikuti kegiatan HMP Himpunan mahasiswa penulis. Banyak menulis puisi dan cerpen serta artikel populer di majalah kampus. Sejak menjadi guru 1989, pd tahun 1990 baru ada 1 buku yg terbit. Itu karena motivasi muncul karena hinaan salah satu guru. Waktu itu bdia bilang, mana ada guru D3 tukisannya diterbitkan. Alhamdulillah saat itu buku saya diterbitkan oleh penerbit YA3 malang dan mulai saat itulah gairah menulis muncul.

Penulis itu hrs mau mebgorbankan waktu. Selain saya sekarang jd kepala sekolah, saya juga mengajar di 2 pondok pesantren dan 1 perguruan tinggi dan masih sempat melatih pencak silat. Kapan menulis. Setiap malam dan setiap ada waktu luang. Hrs ada waktu wajib, misal malam hari jam berapa sd berapa. Tanpa ada waktu wajib menulis, pasti sulit untuk menjadi penulis. Jika ingin menerbitkan buku di penerbit mayor harus faham visi misi penerbit. Mohon mengupas beberapa penerbit beserta karakteristik tulisan yang diterima.
Untuk kenaikan pangkat . Buku kumpulan puisi dan cerpen karya sendiri, masing2 buku isi berapa. Untuk bisa dinilai. Untuk bisa ke major, usahakan kita sdh terkenal dulu. Untuk mengetahuinya bagaimans? Buka google, ketik nama dan asal. Kalau ada berarti sdh terkenal. Untuk mengetahui visi misinya ya buka google. Atau yg paling gampang datang ke toko buku. Cari buku yg selaras dg buku yg anda tulis. Nah. Kirim ke sana. Jangan mengirim buku agama ke balai pustaka misalnya, ya korim.ke.mizan. kha gitu. Lihat di buku 4. Kalau puisi lebih dr 20 nilai 2, kalai lebih dr 40 nilai 4. Kalau cerpen lebih dr 10 nilai 2 dan kalau lebih dr 20 nilai 4. Untuk saat ini, saat karakter anak jauh berbeda dengan zaman dulu.

Penggaris untuk Mengajar, bukan untuk Menghajar 
(disadur dari http://guru-umarbakri.blogspot.com/)
Tantangan mengajarkan bahasa Indonesia lebih tinggi. Siswa SMK pada umumnya lebih suka menerima pelajaran produktif dan menganggap pelajaran bahasa Indonesia kurang penting. Dengan berbagai strategi mengajar melalui pendekatan kasih sayang, aku berhasil membawa siswa SMKN 2 Pasuruan senang bahasa Indonesia. Aku tidak jarang menggunakan pendekatan personal ketika mengajar. Saat ini aku kemabali mengajar di SMAN 2 Pasuruan. 
Selain itu, aku beruntung bisa mengajar di dua Pondok pesantren terbesar di kota dan kabupaten Pasuruan. Aku mengajar di kedua pondok ini diawali dengan permintaan kyai. Mengajar di pondok juga aku gunakan sebagai wujud pengabdianku kepada masyarakat dan aku gunakan untuk belajar agama. Tugas mengajar di pondok diawali pada tahun 2000 sampai sekarang. Santri di kedua pondok ini sangat menyukai pelajaran bahasa Indonesia. 
Santri kedua pondok ini memiliki prestasi di bidang lomba karya tulis tingkat nasional dan lomba mading tingkat Jawa Timur. Diklat-diklat jurnalistik sering aku lakukan untuk melatih santri menulis. Tabloit, majalah terbit di kedua pondok ini. Semua itu aku lakukan tanpa kekerasan. Memang, penggaris digunakan untuk mengajar, bukan untuk menghajar. Selain mengajar di sekolah, aku juga menyempatkan diri mengajar di perguruan tinggi. Hal ini aku lakukan karena aku harus dapat mengembangkan ilmu yang aku miliki. Pada tahun 2002 s.d. 2005, aku mengajar di AKPER kota Pasuruan MK penelitian keperawatan. Pada tahun 2002 sampai dengan sekarang, aku juga mengajar di STKIP Pasuruan dan menjadi Ketua Jurusan sejak 2013. Aku juga pernah mengajar di STAIS Pasuruan.



Read More »
07 May | 15komentar

Kiat Sukses Gupres bersama H. Encon Rahman


Pertemuan kelas belajar menulis online gelombang 7 yang kesekian kalinya bersama Nara sumber: Bapak Encon Rahman Guru berprestasi dari Pasundan Tahun 2017 Tema: Kunci Sukses Jadi Gupres

Tujuan pemerintah selalu mengadakan lomba gupres baik dari tingkat jenjang satuan pendidikan TK, SD, SMP, SMA adalah:
1. Mengangkat guru sebagai profesi terhormat mulia bermartabat dan terlindungi
2. Meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya
3. Meningkatkan persaingan yang sehat selalu pemberian penghargaan di bidang pendidikan
4. Membangun komitmen mutu guru dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran menuju standar nasional pendidikan.

Undang-undang nomor 14 tahun 2005 jabatan guru itu adalah profesi. Apabila guru tidak memiliki ranah 7M ini maka akan menjadi pertanyaan besar karena guru adalah seorang profesional Adapun yang dimaksud dengan 7 M adalah Mendidik Membimbing Mengarahkan kan Melatih Menilai Mengajar Mengevaluasi

Bapak Encom Rahman juga seorang penulis buku, judul buku yang ditulis beliau adalah Kiat Praktis Menulis "Siapa Bilang Menulis Artikel untuk Koran Susah" Ada beberapa materi yang dibahas di dalamnya;
1. Cara menulis Judul Artikel agar menarik
2. Kiat Meningkatkan Kemampuan Menulis
3. Cara Menggali Ide tulisan
4.Rahasia Agar Artikel Gampang dimuat di koran lokal dan nasional
5. Cara Menulis Berita
6. Rahasia Menjadi Kaya dalam Menulis. Buku yang ditulis oleh Bapak Encon Rahman berisi tentang pengalaman beliau menulis artikel ke berbagai koran/ majalah lokal dan nasional agar bisa dimuat. Selain itu paparan isi buku beliau lebih fokus membahas tentang artikel strategi menulis artikel berdasarkan pengalaman nyata yang pernah beliau alami.

 Motto buku beliau :
* jika ingin kaya belajar dan bergaul dengan orang orang kaya. Jika ingin sukses belajar dan bergaul dengan orang sukses. Jika ingin menjadi kiai belajar dan bergaul dengan kiai. Jika ingin pandai menulis artikel belajar dan bergaul dengan orang yang menulis artikel.*

Keterampilan menulis dapat dilakukan dengan oleh siapapun. Nah, ketika anda kesulitan menuangkan tulisan. Anda butuh bengkel menulis untuk konsultasi memperbaikinya, itu pesan beliu kepada kita semua Guru. Untuk menjadi guru berprestasi saran beliau kepada kita semua Guru bagi yang ingin berprestasi jangan tergesa gesa karena bukan saja tidak akan jadi pemenang juga hanya menghabiskan waktu dan biaya saja,
Untuk menjadi guru berprestasi persiapkan dengan baik diantaranya 1 karya tulis 3 tahun terakhir, dua karya tulis yang sudah memiliki hak cipta, Banyak bertanya dan belajar kepada alumni Gupres tingkat nasional.

Sebagai alumni pondok pesantren Daarut Tauhid di Bandung, begitu ingin mengamalkan ajaran guru beliau yang menyatakan jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain". Kesimpulan dari kuliah malam ini dari beliau, untuk sukses dibidang apapun tidak terlepas dari amalan lahiriyah dan bathiniyah, selain itu harus percaya diri dan yakin pada kemampuan pribadi serta jangan tergesa gesa dalam menentukan keputusan, ketenangan, kesabaran, dan keuletan adalah kunci suksesnya menjadi pemenang bukan perundang.
Beliau juga mengatakan ikut lomba lomba sejenis yang diadakan oleh Kemendikbud seperti inobel, LKG, OGN dan sejenisnya itu baru bagian terkecil dari komponen Gupres. Berdasarkan kondisi itu, bagi bagi rekan guru yang tertarik akan mengikuti ajang lomba Gupres harus dipersiapkan sejak dini. Bapak Encon Rahman adalah selain guru berprestasi juga beliau Penerima penghargaan dari PCMA.

Read More »
12 April | 5komentar

Ibarat Dua Sisi Mata Uang; Menulis dan Membaca

Lomba Guru Berprestasi Tk.Prov.insi, 2017 

Guru menulis, itu baru berita! Guru mengajar, itu sih mah biasa, bukan berita.  Guru mengajar dan terus mengajar tidaklah aneh. Guru yang gemar membaca dan terus membaca, kemudian menulis apalagi berganti dari satu buku ke buku lainnya, ini yang luar biasa.

Berawal Dari Membaca

Pada artikel yang terdahulu (Semua Berawal dari Membaca) penulis telah memanjang-lebarkan tentang membaca. Menulis dan membaca bak dua sisi mata uang, yang selalu berdampingan. Seharusnya guru sangat kompeten dalam menulis tapi permasalahannya sekarang adalah guru tidak melaksanakan apa yang seharusnya di kerjakan.
Seabreg kegiatan dari persiapan mengajar, proses mengajar dan evaluasi.Semua berkaitan dengan tulis menulis dan membaca.Sebab, banyak guru hanya membaca satu-dua buku. Itu pun buku-buku yang menjadi bahan ajarnya. Jarang ia membaca buku selain buku yang menjadi bahan ajarnya.  Guru harus membuat karya tulis; salah satu unsur pengembangan profesi, kalau mau cepat naik pangkat.

Coba saja amati di sekeliling kita. Berapa banyak guru yang mempunyai perpustakaan pribadi. Berapa banyak guru yang sering mengunjungi perpustakaan umum untuk mencari referensi. Berapa banyak guru yang berlangganan koran atau majalah? Berapa banyak guru yang bisa dan biasa berselancar di internet? Beberapa guru ada yang rela uang sertifikasinya dibelanjakan untuk membeli buku/ berlangganan artikel jurnal penelitian untuk memuaskan rasa dahaganya akan ilmu. Jawaban atas pertanyaan-tertanyaan tersebut dapat mencerminkan apakah guru mempunyai budaya membaca yang baik atau sebaliknya. Jangan ditanya berapa teman guru anda yang punya mobil...semua punya mobil kecuali saya.hehe. curhat.

Banyak guru yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas, namun enggan untuk menulis. Dalam kaitan ini Agus Irkham- penulis artikel kondang yang ratusan tulisannya terserak di Koran Suara Merdeka, Wawasan, Kaltim Pos, Solo Post dan sebagainya, menegaskan bahwa kegagalan seorang untuk menjadi penulis, minimal menulis, justru lebih banyak disebabkan oleh lemahnya motivasi. Nominal kenaikan gaji sedikit efek dari kenaikan pangkat.

Kelompok yang suka membaca boleh dikatakan pesuka buku, kutu buku di atas mau menyisihkan uang gajinya untuk memuaskan rasa dahaga akalnya. Guru ini rela memotong gajinya untuk makanan ruhaninya. Tunjangan sertifikasinya tidak digunakan untuk mengangsur mobil.
Selain itu, dia juga berupaya mendapatkan uang halal dari sumber-sumber lain, tak hanya mengandalkan gajinya. Bisa lewat makelar mobil/ motor, membuat kios kecil di rumahnya, atau berkirim artikel ke media massa. Guru yang demikian pantaslah menjadi motor masyarakat-baca, minimal sebagai contoh bagi murid-muridnya.
Wasalam..



Read More »
27 June | 7komentar

MENULIS DI BLOG HASILKAN BUKU DAN PRESTASI


Materi : Menulis di Blog Menghasilkan Buku
Waktu : Senin, 1 Juni 2020
Pukul 19.00 – 21.00
Narasuber : Omjay (Wijaya Kusumah)

Keempat buku ini adalah hasil dari menulis di blog. Banyak orang tidak tahu bahwa menulis buku itu memerlukan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu saya menulis setiap hari di blog. Dengan begitu saya bisa membuat buku dari hasil menulis di blog. Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. Tema inilah yang malam ini saya berikan dari wa group gelombang 1 sampai 12 secara online di WA group. 
Menerbitkan buku dari hasil menulis di blog. Sekadar informasi. Buku catatan harian seorang guru blogger diterbitkan dalam waktu 6 bulan. Buku ini dikerjakan dengan sangat teliti oleh pak sukarno yang menjadi editornya. Selama pengerjaan buku tidak pernah satu kalipun kami bertatap muka. Pak Sukarno mengerjakannya di Semarang. Sedangkan omjay ada di bekasi. Kami berkomunikasi hanya lewat wa saja. 

Tulisan diambil dari kisah nyata Omjay yang ditulis di blog kompasiana.com/wijayalabs. 
Silakan di buka dan tolong literasi blog nya laku tinggalkan komentar terimakasih banyak Buku melejitkan keterampilan menulis siswa diterbitkan dalam waktu 3 bulan. Buku ini adalah hasil penelitian tindakan kelas atau PTK yang lolos masuk final lomba karya tulis inovasi pembelajaran tingkat nasional. Berkat ptk ini omjay mendapatkan laptop baru dan uang jutaan rupiah. Bisa ke bali gratis naik pesawat garuda indonesia dan menginap di hotel bintang lima. Awalnya Omjay tidak tahu kalau hasil PTK bisa dijadikan buku ber-ISBN. 
Setelah belajar sama pak Lukman di Jawa Timur lewat online, Omjay menjadi tahu ilmunya. Ibu Hati di Bandung menawarkan diri menjadi editornya. Tentu saja omjay senang sekali karena belum punya pengalaman sama sekali menulis buku dari hasil PTK. Alhamdulillah buku itu jadi dan banyak yang memesannya. Berkat membuat laporan PTK yang baik saya dapat hadiah kuliah singkat ke China University of Mining Technology atau cumt. Omjay belajar steam di sana dan pulang bawa uang 21 juta. 
Bukan hanya uang tapi juga segudang pengetahuan baru yang akan omjay terbitkan dalam buku baru. Sekarang sedang dikerjakan prosesnya di penerbit camp pustaka yogyakarta. Buku Blogger ternama adalah sebuah buku yang diterbitkan dari hasil menulis di blog selama 6 bulan. Buku ini diterbitkan oleh Pak Wiranto dari Penerbit Camp Pustaka. Isinya kisah nyata omjay meulis di blog dan menjadi blogger ternama. Lewat buku ini omjay mengajak kawan kawan guru untuk menulis di blog dan kemudian merajut tulisannya menjadi buku yang layak jual. Jadi tidak mengajari guru cara membuat blog. Sebab cara membuat blog dapat dengan mudah kita dapatkan di google.com dan youtube.com. Banyak orang baik yang sudah menuliskannya di internet. 
Blogger ternama ditulis dari kisah kisah inspiratif bagaimana seorang guru yang biasa saja dapat menjadi guru yang luar biasa. Bahkan berkat rajin menulos di blog omjay diundang keliling Indonesia dan diajak makan siang di istana negara bersama Presiden Jokowi. Itulah keajaiban ngeblog yang mengantarkan Omjay menjadi blogger ternama. Bahkan kami suami istri bisa bulan madu gratis ke Singapura gara gara menulis di blog. 
Hal itulah yang ingon omjay tularkan dalm buku ini. Bukan menularkan virus corona tapi menularkan virus ngeblog di kalangan guru Indonesia. Dengan begitu para guru menjadi blogger ternama dan menjadi guru blogger Indonesia. Buku menulislah setiap hari adalah buku pertama kali yang omjay terbitkan di penerbit mayor. Perlu waktu 3 tahun menerbitkan bukunya. Omjay masih belum percaya diri menerbitkan buku. Sebab seringkali ditolak oleh penerbit mayor. Namun, Omjay tak pernah putus asa. Buku akhirnya jadi berkat jasa Mbak Abdah Khan. Berkat beliau buku itu menjadi enak dan renyah dibaca. Kemudian buku itu diterbitkan oleh Penerbit Indeks Jakarat dengan editor Mas Yuan Acita. Sampai sekarang Omjay belum pernah bertemu orangnya.
Kabarnya beliau ada di Padang. Berkat tangan dingin beliau buku ini laku keras dan tersebar ke seluruh Indonesia. Berkat buku ini omjay membeli rumah baru. Tidak besar tapi cukup untuk berlibur bersama keluarga di wanaraja Garut Jawa Barat. Pesan apa yang ingin omjay sampaikan malam ini? Omjay ingin menyampaikan kepada kawan kawan guru bahwa kolaborasi itu penting. Keempat buku yang omjay terbitkan adalah berkat kolaborasi antara penulis dan editor. Penerbit yang baik tentu memerlukan waktu dalam proses editingnya. 
Hal ini kurang disadari oleh para penulis pemula. Apalagi buat kawan guru yg menulis hanya untuk kenaikan pangkat. Jadi menulis buku itu bertujuan berbagi ilmu dan pengalaman. Bukan sekedar menambah point untuk kenaikan pangkat saja. 

 SESI TANYA JAWAB 
Saya tertarik tentang membukukan hasil PTK. 
Bagaimana caranya menuangkan hasil penelitian menjadi sebuah buku? Maksud saya apa saja hasil dari penelitian kita yang harus dituliskan menjadi sebuah buku? Apakah data-data penelitian juga turut dimasukkan juga? Ya Omjay dapat bimbingan dari Pak Lukman dan Bu Hati. Nanti Omjay kasih nomor WA mereka. Om Jay..mohon donk berbagi begitu besar perjuangn Om Jay dalam menghasilkan sebuah karya besar, bagaimana langkah Om Jay untuk bisa memengarungi dan meraih keberhasilan dan kesuksesan yang Omjay telah raih? Berbagi itu tidak pernah rugi. Kita bisa berbagi ilmu lewat blog di internet. 
Hal itulah yang omjay lakukan selama 11 tahun ini. Orang tahu omjay dari tulisan omjay di blog. Kesuksesan itu butuh proses. Ibarat bertani. Kita akan menghasilkan padi yang bagus kalau prosesnya bagus. Ingat selalu ilmu padi. Kian berisi kian merunduk. Apakah buku yang dituliskan dari hasil menulis diblog harus satu tema atau bervariasi? Bagaimana cara om jay mendapatkan orang-orang "keren" yang dapat membantu dalam menerbitkan buku. Bebas aja. Terkait menulis PTK menjadi sebuah buku, bagaimana mengerjakanya Om? Adakah pengurangan atau penambahan isi PTK? Agar bisa menjadi sebuah buku yang menarik. Ada ilmunya itu. Nanti belajar dan berguru sama Pak Lukman dan Bu Hati. Lukman Kelas Online. 
Hati Rahayu Bandung. Belajarlah kepada kedua guru hebat di atas. Pak Lukman dan Bu Hati. Kalau buku kita bisa diterbitkan penerbit mayor alhamdulillah. Terus saya tanya, kalau buku kita diterbitkan di penerbit indhie bagaimana trik pemasarannya Om Jay agar buku itu laku jual. Rajin bergabung di media sosial dan WA group. Omjay, apakah penerbit-penerbit tersebut merupakan penerbit indie atau kategori mayor? Tata Akbar dan Presindo penerbit indi. Sedangkan Indeks dan Camp Pustaka penerbit mayor. Itulah materi kuliah malam ini dari seorang blogger ternama yang dapat menerbitkan buku dari menulis setiap hari. Menulis di blog yang dapat mengantarkannya menjadi orang ternama dan menjadi narasumber nasional serta bisa berkeliling Indonesia. Selain itu, beliau juga bisa berbulan madu gratis ke Singapura bersama istri. Dari menulis juga beliau bisa membeli rumah baru di Garut. Asyik, kan? Tunggu apalagi? Yuk, ikuti jejak beliau.

Read More »
22 June | 0komentar

Peran Penelitian Tindakan Kelas

Diklat VEDC Malang
Beragam-ragam murid di dalam kelas, dari sifat, karakter kemampuan menerima pelajaran dan menalar serta memiliki kemauan dan keinginan yang berbeda-beda. Di kelas guru selalu merasa bahwa terdapat permasalahan bahkan bermunculan masalah-masalah yang harus segera diatasi. Permasalahan tersebut akan terus terpikirkan oleh guru sehingga diperlukan langkah-langkah tepat dan jitu untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Sang eksekutor penyelesaian masalah itu tiak lain dan tidak bukan adalah guru.

Langkah-langkah yang tepat dan jitu yang harus dilakukan guru untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut adalah dengan cara melakukan PTK. Dengan menggunakan metode-metode pembelajaran jika memang berkaitan masalah pembelajaran karena kompetensi. Demikian juga bisa berkaitan dengan masalah motivasi, penggunaan media pembelajaran. Jadi pada PTK ini ada 3 faktor penting:
1. Perubahan
2. Perbaikan
3. Peningkatan

Demi untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran murid serta untuk meningkatkan profesionalitas guru itu sendiri. Oleh karena itu, PTK memang begitu diperlukan oleh guru yang selalu berkecimpung dengan dunia kelas.

Guru merupakan orang yang paling tepat untuk melakukan PTK. Rustam dan Mundilarto (2004:1) mengemukakan ; (1) guru mempunyai otonomi untuk menilai kinerjanya, (2) temuan penelitian tradisi-onal sering sukar diterapkan untuk mem-perbaiki pembelajaran, (3) guru merupakan orang yamg paling akrab dengan kelasnya, (4) interaksi antara guru dengan murid berlangsung secara unik, dan (5) keterli-batan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan, mempersyaratkan guru untuk mampu melaksanakan PTK di kelasnya.

Menurut Salakim (2007:http://www. msaifunsalakim.blogspot.com),PTK merupakan suatu kebutuhan guru untuk meningkatkan profesionalitasnya sebagai guru. Alasannya (1) PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya. Guru menjadi reflektif dan kritis terhadap apa yang guru dan murid lakukan, (2) PTK meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional.
Guru tidak lagi sebagai seorang praktisi yang sudah merasa puas terhadap apa yang di-kerjakannya selama bertahun-tahun tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi, namun dia bisa menempatkan dirinya sebagai peneliti di bidangnya, (3) Guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu pengkajian yang terdalam terhadap apa yang terjadi di kelasnya, dan (4) PTK tidak mengganggu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya. Salah satu kompetensi yang ter-masuk dalam kompetensi profesional guru adalah kemampuan melakukan penelitian teru-tama PTK, dimana PTK langsung terkait dengan kebutuhan guru untuk promosi kenaikan pangkat dan jabatan mulai dari golongan IV/a ke atas (Arikunto, 2006:1-2).

Bahkan, Menurut Menpan (2008:29-31) Dalam rancangan Keputusan Menpan tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, persyaratan meme-nuhi angka kredit dari sub unsur pengem-bangan profesi dipersyaratkan bagi guru yang akan naik pangkat dari golongan III/b ke III/c sebesar 2 angka kredit, golongan III.c ke III/d sebesar 4 angka kredit, golongan III/d ke IV/a sebesar 6 angka kredit, golongan IV/a ke IV/b sebesar 8 angka kredit, golongan IV/b ke IV/c sebesar 10 angka kredit, golongan IV/c ke IV/d sebesar 12 angka kredit, dan golongan IV/d ke IV/e sebesar 14 angka kredit. Selain itu, menurut Nurzaman (2006:36) dalam penilaian Setifikasi Guru, Karya Tulis Ilmiah termasuk PTK merupakan salah satu butir yang dinilai.

PTK merupakan salah satu jenis penelitian yang sangat mungkin dapat di-lakukan oleh guru-guru di sekolah, karena dalam pelaksanaannya PTK tidak terlepas dari pekerjaan keseharian sebagai guru. Yang penting, guru yang bersang-kutan mempunyai keinginan untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan dalam proses pembelajaran yang dilakukannya. Sedang-kan manfaat yang diperoleh dari pelaksa-naan PTK di samping laporannya dapat diakui sebagai karya tulis ilmiah, juga dapat memperbaiki/meningkatkan kualitas pembelajaran secara langsung yang akan bermuara pada peningkatan kualitas hasil belajar murid.

Berdasarkan hal diatas, maka PTK bermanfaat setelah melakukannya, bahwa dalam PTK ada 3 (tiga) komponen yang menjadi sasaran utama PTK, yaitu murid (siswa)/pembelajaran, guru, dan sekolah. Tiga komponen itulah yang akan menerima manfaat dari PTK.

 1). Manfaat bagi siswa dan pembelajaran
Tujuan PTK adalah memperbaiki kuali-tas proses pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki hasil belajar siswa, sehingga PTK mempunyai manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan adanya pelaksanaan PTK, kesalahan dan kesulitan dalam proses pembelajaran (baik strategi, teknik, konsep dan lain-lain) akan dengan cepat dapat dianalisis dan didiagnosis, sehingga kesalah-an dan kesulitan tersebut tidak akan ber-larut-larut. Jika kesalahan yang terjadi dapat segera diperbaiki, maka pembela-jaran akan mudah dilaksanakan, menarik, dan hasil belajar siswa diharapkan akan meningkat. Ini menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara pembelajaran dan perbaikan hasil belajar siswa. Kedua-nya akan dapat terwujud, jika guru memiliki kemampuan dan kemauan melakukan PTK. Selain PTK dapat meningkatkan hasil belajar siswa, PTK yang dilakukan oleh guru dapat menjadi model bagi siswa dalam mening-katkan prestasinya. Guru yang selalu melakukan PTK yang inovatif dan kreatif akan memiliki sikap kritis dan reflektif terhadap hasil belajar yang dicapai siswa. Sikap kristis inilah yang akan dijadikan model bagi siswa untuk terus merefleksi diri sebagaimana yang dilakukan oleh gurunya.

 2). Manfaat bagi guru.
Beberapa manfaat PTK bagi guru antara lain:
a) Guru memiliki kemampuan mem-perbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang mendalam terhadap apa yang terjadi dikelasnya. Keberhasilan dalam perbaikan ini akan menimbulkan rasa puas bagi guru, karena Ia telah melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi siswanya melalui proses pembelajaran yang dikelola-nya.
 b).Dengan melakukan PTK, guru dapat berkembang dan meningkatkan kinerjanya secara profesional, karena guru mampu menilai, merefleksi diri, dan mampu memperbaiki pembelajaran yang dikelola-nya. Dalam hal ini, guru tidak lagi hanya sebagai seorang praktisi yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakan selama ini, namun juga sebagai peneliti dibidang-nya yang selalu ingin melakukan perbaikan-perbaikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif.
c). Melalui PTK, guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan kete-rampilan sendiri. Guru tidak hanya menjadi penerima hasil perbaikan dari orang lain, namun guru itu sendiri berperan sebagai perancang dan pelaku perbaikan tersebut, sehingga diharapkan dapat menghasilkan teori-teori dan praktik pembelajaran.
d). Dengan PTK, guru akan merasa lebih percaya diri. Guru yang selalu merefleksi diri, melakukan evaluasi diri, dan meng-analisis kinerjanya sendiri di dalam kelas, tentu saja akan selalu menemukan keku-atan, kelemahan, dan tantangan pembe-lajaran dan pendidikan masa depan, dan mengembangkan alternatif pemecahan masalah/kelemahan yang ada pada dirinya dalam pembelajaran. Guru yang demikian adalah guru yang memiliki kepercayaan diri yang kuat.

 3). Manfaat bagi sekolah
Sekolah yang para gurunya memi-liki kemampuan untuk melakukan perubahan atau perbaikan kinerjanya secara profe-sional, maka sekolah tersebut akan ber-kembang pesat. Ada hubungan yang erat antara berkembangnya suatu sekolah dengan berkembangnya kemampuan guru. Sekolah tidak akan berkembang, jika gurunya tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri.
Kaitannya dengan PTK, jika sekolah yang para gurunya memiliki keterampilan dalam melaksanakan PTK tentu saja sekolah tersebut akan memperoleh man-faat yang besar, karena peningkatan kualitas pembelajaran mencerminkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Dalam keterangan lain, ahli pendidikan menyebutkan bahwa manfaat PTK di samping untuk membiasakan diri dengan menulis, mengorganisasi, melaporkan ten-tang segala yang terjadi di dalam proses pembelajaran yang kelak dapat digunakan sebagai bentuk karya tulis ilmiah dan diakui sebagai salah satu point perhitungan dalam kenaikan pangkat, juga ada manfaat lain yang lebih berarti bagi seorang guru.
Manfaat tersebut adalah (1) inovasi dalam pembelajaran; (2) pengembangan kuriku-lum yang mereka pahami; dan (3) untuk peningkatan profesionalisme seorang guru.

Artikel yang relevan:
Merumuskan Masalah Penelitian Tindakan Kelas

Read More »
10 June | 0komentar

Menulis Cepat dan Tepat Media Daring dan Luring

Karya: Catur Nurochman Oktavian

Belajar menulis online gelombang 7 bersama Om Jay, Tema: Menulis Cepat dan Tepat Media Daring dan Luring, tanggal 20 April 2020 Pukul 19.00 s.d 21.00. Narasumber: Catur Nurochman Oktavian Menulis dengan cepat jarang dilakukan semua orang, karena setiap orang ingin membuat tulisan yang berkualitas dan berbobot di setiap kata dan kalimat yang ditulisnya.

Biodata Catur Nurochman Oktavian:
Beliau penulis 20 buku, redaktur pelaksana Majalah Suara Guru sejak Jan 2019, telah menghasilkan ratusan artikel tersebar di media daring dan luring. Guru SMP yang hobi menulis sejak 1999, buku pertamanya terbit tahun 2003. Pendidikan S1 di UNS, S2 di UPI Bandung. Sejak Juli 2019 menjadi Ketua Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Pengurus Besar PGRI.

Moderator Bapak Bambang
Terkadang ditengah menulis energi terbuang untuk melakukan editing setiap beberapa kalimat yang tertulis. Hal ini membuat otak letih dan buruknya kadang ide yang disusun menjadi buntu. Kata daring seperti senyap senyap pernah terdengar tapi luring benar benar kata kata baru buat saya. Jadi, daring dan luring ternyata sebenarnya adalah akronim. Daring sendiri sebenarnya merupakan akronim dari dalam jaringan yang bisa diistilahkan dengan online. Sedangkan luring adalah akronim dari luar jaringan yang dapat dipadankan dengan istilah offline.

Setiap penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood”. Tidak ada alasan tidak menulis, karena tidak ada mood. Mood harus disingkirkan dari benak Anda jika menghambat kerja otak dalam menulis. Bayangkan Anda seorang yang bekerja menghasilkan tulisan seperti wartawan, kolumnis, dan redaktur majalah. Jika mereka bekerja mengandalkan mood, tentu karirnya akan tamat seketika. Isaac Asimov, seorang penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui bahwa cara ia menulis adalah “simpel dan apa adanya”. Saya garis bawahi. Menulislah dengan simpel dan apa adanya. Menulis hal yang aktual dan sesuai dengan gaya selingkung media yang akan dituju, menjadi kunci sebuah tulisan diterbitkan. Bahkan menulis cepat tanpa memikirkan kualitas tulisan dan apa isi dari tulisan tersebut dinilai merupakan teknik menulis yang harus dihindari jika tidak ingin tulisannya bernilai jelek dihadapan pembaca nantik. Mulai dari awal menulis, baru beberapa kalimat dihentikan sementara untuk mengecek kesalahan penulisan, tata bahasa atau tanda baca yang tidak sesuai daan dan salah.
Kemudian lanjut menulis lagi,setelah beberapa kalimat selesai, kemudian mengecek lagi, mengedit lagi, menghapus kata kata yang salah. Begitu seharusnya sampai untuk membuat satu Paragraf saja membutuh waktu hampir setengah jam lebih, dan itu tidak efisien.

Bagi seorang pemula: 
Mengapa Anda masih ragu menghasilkan draf tulisan yang pertama? Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut. Jika ingin tulisan dimuat di media, maka perlu diketahui informasi tentang gaya selingkungnya. Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya. Misalnya, kita perlu mengetahui, berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya. Atau rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut. Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya. Misalnya, kita perlu mengetahui, berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya. Atau rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut. Tidak usah kuatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki lagi kekurangannya, dan terus kirim lagi. Banyak faktor mengapa tulisan tidak diterima redaksi. Mungkin tulisan tidak aktual? Atau space dalam edisi penerbitan sudah penuh. Setelah mendapatkan sharing dari saya di atas, mengapa masih ada keraguan menghasilkan draf tulisan?

Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut. Draf tulisan yang jelek masih dapat diperbaiki daripada tidak ada draf sama sekali.

Pertanyaan para peserta :
Seperti dikatakan asimov tadi, seorang penulis yang baik, maka ia dapat menulis dengan cepat. Perlu diingat, bahwa setiap orang yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia dapat melakukan lebih cepat dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik. Selamat Malam, Ibu Ari Rumbini Purbalingga. Kepo yang menarik. Yang memotivasi saya menulis adalah rasa suka. Passion.

Ada kenikmatan dan kebahagiaan bisa berbagi inspirasi, motivasi, pengetahuan melalui tulisan. Awalnya saya suka menulis lirik lagu dan puisi, lalu menulis artikel populer, cerita anak, karena dulu pernah menjadi guru TK juga. Menulis keseharian perilaku anak didik di prasekolah sungguh menggemaskan. Menyenangkan. Siap dijawab Pak Mukminin dari Lamongan. Pertanyaan yang bagus. Seperti saya sudah utarakan di atas, bahwa tiap media memiliki gaya, ciri masing masing sesuai kebijakannya. Tidak selalu sama. Itulah yang dinamakan gaya selingkung. Misal, media jawa pos mengharuskan tulisan opini minimal 600 kata. Atau majalah Suaraguru, untuk tulisan opini minimal 700 kata. Jadi berbeda-beda. Bisa ditanyakan di redaksi masing-masing atau biasanya tertulis di salah satu bagian media itu. Pertemuan malam ini sangat berterima kasih kepada bapak Pemateri yaitu dengan tema menulis cepat dan tepat Media Daring dan Luring.


Read More »
21 April | 0komentar

Kisah Guru Ngeblog di Wordpress

Mr. Bam

Materi : Kisah Guru Ngeblog di Wordpress
Waktu : Jumat, 12 Juni 2020
Narasumber : Bambang Purwanto (Mr. Bambs)
 Profil Narasumber
Nama Lengkap : Bambang Purwanto, S.Kom., Gr.
Nama Panggilan 1 : Abang (nama panggilan keluarga di rumah )
Nama Panggilan 2 : Ayah Salwa (nama panggilan sebagai pendongeng)
Nama Panggilan 3 : Mr.BamS (panggilan di sekolah SMP Taruna Bakti)
Tempat Lahir : Bandung Tanggal Lahir : 6 April 1974
Pekerjaan : Guru Tetap SMP Taruna Bakti
Alamat Rumah : Perumahan Lebakwangi Asri RT 04 RW 13 Desa Lebakwangi Kec Arjasari Kab Bandung Jawa Barat – 40379 No Kontak : 088809405468, 081322278305
Email pribadi : bangpurwa@gmail.com Blog &
Website : www.penamrbams.id
Instagram : @ayahnasalwa
Pendidikan Akhir : STMIK AMIKBANDUNG, Jurusan Sistem Informasi
Hobi : Membaca Buku, mendongeng, berorganisasi, catur
Nama Isteri : Euis Mulyati (Ibu rumah tangga, pernah bekerja 18 Leader SPG PT. SMU / Wings)
Nama Anak : Salwa Nurkhalishah (SMAN 1 Banjaran Kelas XI)
Pengelola Taman Baca : Ketua TBM AS Lebakwangi

Kisah Guru Ngeblog di WordPress 12/06/2020

Bergabungnya menjadi peserta di kelas menulis bareng Omjay sejak beberapa bulan yang lalu rasanya bagaia. Senang bisa bergabung di kelas yang luar biasa dibimbing oleh Omjay yang luar bisa untuk berbagi pengalaman dan ilmu pengetahuan tentang kepenulisan. Hati tergerak untuk bisa membantu membuatkan daftar hadir online kemudian menjadi moderator. Saat program Kelas Menulis Bareng Omjay berjalan pasca Lebarang, saya ingin fokus sebagai peserta. Walau nyatanya hanya dipertemuan yang pertama dan kedua bisa fokus untuk mengirim resume dengan cepat, ini tulisan yang bisa saya buat :
1. Kisah Omjay dari Ngeblog Menjadi Buku, disampaikan oleh Om Jay dilaksanakan tanggal 1 Juni 2020
2. Menyulap Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menjadi Buku, disampaikan oleh Ibu Hati dilaksanakan tanggal 3 Juni 2020

Tulisannya materi-materi berikutnya masih dalam bentuk tulisan sederhana di word belum sampai dimuat di halaman blog. Beberapa hari sebelummnya saya mendapatkan pesan dari Omjay melalui whatsapp, beliau memberikan kesempatan kepada saya untuk berbagi pengalaman di Kelas Menulis WAG Kelas Menulis Gelombang 1-12. Kaget, senang dan haru membaca pesan Omjay. Ini menjadi kesempatan untuk terus belajar melalui kesempatan-kesempatan yang menambah pengalaman. Untuk mendukung dalam rangka menyampaikan materi yang nanti malam pukul 19.00 WIB akan dilaksanakan, saya menghimpun beberapa informasi yang mendukung di halaman ini. Ibu kunjungi blog pena Mr bams tolong tinggalkan komentar ok. Supaya ada kenangannya terima kasih banyak. Saya akan ajak jalan-jalan dulu, karena judulnya kisah, maka simaklah berikut ini. Saya dilahirkan sebagai orang yang kurang berani. Maka Allah mengantarkan teman di dalam perut ibu, jadi saya tidak sendirian. Kami lahir normal, saat mau keluar saya bermain hompimpah siapa yang keluar duluan. Saya pun memainkan kedua tanganku sehingga saya menjadi kalah. Saya dorong agar kakak peremuanpu bisa keluar duluan, maka keluarlah duluan. Kini saya sendirian, tanganku, kusimpan rapat seperti orang mau sholat, ternyata kakiku yang keluar duluan. Saya pun lahir bersama tangisan bahagia. Itulah kisah saat lahir ke muka bumi ini. Malam ini saya bercerita sebagai Guru. Perjalanan panjang menjadi seorang guru.
Saya masih ingat saat mau lulus SMA tahun 1992 saya main ke daerah LEdeng Bandung, tempat IKIP berasa (saat ini) UPI. Saya daftar ke PGSD tahun 1992 akan tetapi ternyata saya tidak masuk, malah temanku yang ikut-ikutan masuk PGSD. Ya itulah perjalanan kehidupan ini Keluar SMA saya tidak melanjutkan, saya ikut kursus Komputer di Bandung selama 3 bulan, setiap hari.
Sebelum lulus dari tempat kursus Komputer pun saya sudah bekerja disebuah Konsultan.
1992 - 2000 : Konsultan
2001 - 2004 : Kemfood (milik Bob Sadino)
2004 - 2008 : Pendongeng Keliling
2004 - 2008 : Konsultan Pelatihan
2008 - sekarang : Guru SMP Taruna Bakti

Itulah perjalanan hidup saya Saat saya di SMP Taruna Bakti diterima tahun 2008, tahun 2009 saya selain guru diminta membimbing ekskul. Saya membimbing ekskul blog, tetapi pakai multipy. Kenapa Konsultan?
Saat itu saya diterima sebagai tenaga administrasi, mengoperasikan komputer diperusahaan konsultan pemetaaan. Ternyata dalam perjalanannya multiply tidak bisa dipakai lagi, Saya berpindah hati ke wordpress. Kenapa nggak blogspot, ya namanya juga jodoh. Jadi saya pilih wodpress.
Kenapa Ngeblog?
Saya senang dunia menulis. Karena sejak tahun 2003 saya adalah pendongeng juga. Maka sebagai sumber mendongeng harus banyak membaca buku. Tahun 2011 saya membuat Taman Baca di rumah sendiri, dan sejak tahun 2012 taman baca sudah mandiri, kami sekeluarga pindah ngak jauh dari Taman Baca
Pegiat Literasi 
Label pegiat literasi nempel, sejak tahun 2011 saya sudah kenal dengan Gol A Gong, penulis hebat Balada si Roy. Beliau juga pendiri Rumah Dunia. Rumah Dunia adalah taman bacaan yang keren. Disekolah pun sebelum ada program Gerakan Literasi Sekolah , membaca lima belas menit, saya sangat senang membaca. Kegiatan yang berhubungan literasi di sekolah selalu mendapat jatah untuk terlibat.

Prestasi tertinggi di sekolah:
Saat SMP Taruna Bakti tahun 2019 mendapatkan Juara Literasi Katagori Utama mengalahkan sekolah negeri yang favorit. Saat itu saya sebagai Ketua Tim Literasi. Selain sekolah, saya pun mendapat Anugerah Penggiat Literasi Dari Dinas Pendidikan Kota Bandung. Tahun 2019 pun saya mengikuti ajang Guru Inspiratif Een Sukaesih 2019, hanya saja masuk 6 besar. Mendapatkan penghargaan dari Kepala Disdik Jabar dan Bapak Gubernur.

Read More »
22 June | 1komentar

Menulis Di Media Cetak



Pertemuan kelas belajar menulis online gelombang ke 7 bersama Om Jay pada siang hari ini tanggal 13 Mei 2020 Pukul 13.00 s.d 15.00. Narasumber: Dra. Rahmi Wilandari, M.Pd Tema: Menulis di Media Cetak

Biodata Nara Sumber
Blog: :https://edukasirahmiwilandari.blogspot.com
Nama
:
Dra. Rahmi Wilandari
Alamat
:
Jalan Sutedi Senoputra Gg Cempaka 1/2 Karangpilang Surabaya Jawa Timur
Pendidikan
:
1
S1 Pendidikan Ekonomi Unesa Surabaya Tahun lulus 1988
2
S2 Pendidikan Ekonomi Unesa Surabaya Tahun lulus 2013
Pengalaman
:
1
SMA Negeri 21 Surabaya Jawa Timur


2
Narasumber PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh) Radio Streaming jenjang SMA Tekkomdik Info Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tahun 2010 s.d 2017



Narasumber Pembelajaran Online Pro 2 RRI Sby 95,2 FM " Program Indonesia Memanggil




Karya
:
1
Jurnal Pendidikan Ekonomi UNESA Surabaya



Pembelajaran Kooperatif Tipe Thik Pair Share dengan Media 3D Topiscape SE (Student Education) untuk meningkatkan ketuntasan belajar siswa (2013)


2
Pemanfaatan Media Pembelajaran Audio dan Multimedia (2013)


3
My Literacy For My Future (Literasiku, Masa Depanku)


4
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match dengan menggunakan Media Kartu Remi (Playing Cards) untuk Meningkatkan ketuntasan Belajar Siswa Pada Materi Permintaan dan Penawaran (2018)


5
Wajib dan Perlukah Pendidikan Kewirausahaan Di SMA (Artikel Ilmiah) (2019).


6
Membangun Karakter Milenial Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 (2019)


7
Tolak Narkoba Raih Prestasi /KTI anti Narkoba (2020)


8
Memaknai Hardiknas di era Pandemi Covid -19 (2020)




Penghargaan
:

1. Juara 3 Majalah Media (PGRI) tingkat Jawa Timur Tahun 2013



Juara Lomba Guru Menginspirasi ( KTI Literasi) Tingkat Nasional Tahun 2018 untuk jenjang SMA /MA / SMK Penerbit Erlangga Jakarta



Pembimbing Terbaik 3 Perbanas Banking Competiation (PBC) Tingkat Nasional Tahun 2016 jenjang SMA /MA /SMK STIE Perbanas Surabaya

Menulis Di Media Cetak Forum guru ada hampir setiap hari, memuat opini para guru dan tenaga kependidikan terkait masalah pendidikan, misalnya bimbingan belajar, UN moral dll. Panjang tulisan 2000 -3000 karakter. Suatu hari ditanya oleh seorang kawan mengapa harus menulis di media cetak? Sebenarnya saya malu dan tak percaya diri untuk menjawabnya. 
Bagi sebagian orang menulis di media massa ( cetak) merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Setiap orang pada dasarnya memiliki kemampuan untuk menulis. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan dan konsistensi dalam melaksanakan aktivitas menulis. 
Berawal dari kegundahan penulis pemula ketika melihat banyak aspek dalam dunia pendidikan yang harus diperbaiki. Suatu kebahagiaan tersendiri bila tulisan kita dimuat di media cetak. Bagi saya pribadi menulis adalah hobi yang mengasyikkan. 
Berita dimedia Cetak merupakan sebuah informasi tentang suatu peristiwa atau kegiatan yang baru saja terjadi atau pun yang sudah terjadi disuatu Wilayah yang kemudian disebarkan melalui media berita yang Dicetak kedalam beberapa lembaran kertas yang disusun semenarik mungkin.


Sebagian peserta adalah guru-guru yang haus terhadap ilmu ini,terutama bagi kita-kita yang sedang mengumpulkan kridit point unuk naik pangkat, pada sesi tanya jawab sangat menarik sekali. Terkait dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) berupa PIKI, pengembangan ilmiah dan karya ilmiah. Pertanyaan yang menyangkut PTK, Best Practise sangat dominan, oleh Bp.Said dari Makasar menanyakan ciri utama PTK adalah adanya siklus. Bagaimana kalau hasil penilaian siklus 1 ke siklus 2 menurun ? 2. PTK diseminarkan disekolah. Bagaimana prosedurnya ? Bahwa menulis bisa dari kejadian, peristiwa atau gejala yg ada disekitar kita sehari2. Contoh apa dampak Pandemi Covid -19 thd ekonomi masyarakat. Atau dengan adanya Pandemi Covid 19 masalah apa yg dihadapi orangtua peserta didik cukup tulis 500-1000 kata, ada masalah, ada bahasan, ada solusi kirim ke redaksi majalah atau surat kabar, dapat COIN dan POINT. Coin dpt honor, POINT dpt nilai 2 utk kenaikan pangkat jika majalah/surat kabar Nasional. Lebih lanjut disampaikan oleh narasumber, Kalau surat kabar dan majalah regional / provinsi nilai 1, 5.


Read More »
14 May | 0komentar