Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Contoh Soal Tegangan Tali

Diketahui gaya P = 10 Kg akan dibagi menjadi 2 gaya dengan tali 1 da n tali 2 seperti gambar. Tentuka Berapa Tegangan Tali 1 dan 2 ( Pi dan P2?).





TUGAS!

Dari Soal diatas jika diketahui Tegangan Tali 1 (P1= 7 Kg )

Tentukanlah Tegangan Tali 2 !






 

 

 



Read More »
09 October | 1komentar

PENGUJIAN PRODUK

Produk Paving Block yang cepat ber-lumut



TUJUAN PEMBELAJARAN:

1. Memahami hakikat pengujian produk

2. Mengetahui pihak-pihak yang berwenang dalam pengujian produk

3. Memahami standarisasi dan sertifikasi produk

4. Memahami proses evaluasi produk melalui pengendalian mutu


MATERI:

A. PENGUJIAN PRODUK

B. STANDARISASI dan SERTIFIKASI PRODUK

C. EVALUASI dan PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK

 

 

A. PENGUJIAN PRODUK

1. Hakikat Pengujian Produk

Pengujian produk merupakan kegiatan penting untuk menjamin kualitas produk di pasaran,sebelum sebuah produk di pasarkan perlu dilakukan pengujian produk terlebih dahulu.Pengujian produk dilakukan degan pengukuran terhadap sifat dan kinerja produk tersebut sesuai standar tertentu.

Proses pengukuran sifat atau kinerja suatu produk inilah yang disebut dengan pengujian produk.Jadi pengujian produk adalah segala proses yang dilakukan oleh seorang peneliti,baik melalui pengukuran kinerja, keamanan, kualitas dan kesesuaian produk terhadap standar yang telah ditetapkan.

Bagi produsen,hasil pengujian produk berguna dalam pengarsipan dan untuk mendapatkan hak paten atas produknya.Selain itu,pengujian produk dapat digunakan sebagai Persyaratan dalam peluncuran produk baru.Data hasil pengujian produk dapat digunakan sebagi rujukan ang tepat agar mendapatkan lisensi untuk proses produksi dan penjualan.

 

2. Tujuan Pengujian Produk

Pengujian produk dilakukan untuk memenuhi berbagai tujuan,antara lain :

a. Memastikan produk tersebut telah memenuhi persyaratan spesifikasi,regulasi dan kontrak sesuatu produk;

b. Memastikan produk sudah berjalan sesuai dengan standarna melalui pembuktian demonstrasi produk;

c. Menyediakan data standar bagi kepentingan ilmiah, teknik dan kegiatan penjaminan mutu;

d. Menetapkan kesesuaian produk dengan penggunaan akhir;

e. Sebagai dasar untuk komunikasi teknis suatu produk

f. Sebagai sarana perbandingan dengan produk lain

g. Sebagai bukti dalam proses hukum seperti pertanggungjawaban produk, hak paten,klaim produk dan lain sebagainya;

h. Membantu memecahkan masalah yang terkait dengan kendala produk;

i. Membantu mengidentifikasi efesiensi biaya dalam proses produksi

3. Kegunaan Pengujian Produk

Besarnya nilai pengujian produk bagi perusahaan ditunjukkan oleh banyaknya kegunaan pengujian produk. Adapun kegunaan dari pengujian produk adalah :

a. Meningkatkan kinerja produk dan kepuasan pelanggan;

b. Produk akan lebih unggul dibandingkan dengan produk pesaing ;

c. Dapat mengukur kadarluarsa pada kualitas produk dalam penyimpanan;

d. Memberikan pedoman yang tepat terkait masalah harga,nama merk,kualitas kemasan produk;

e. Dapat memantau kualitas produk dari berbagai pabrik dari tahun ke tahun dan jalur distribusinya;

f. Memberikan gambaran daya terima konsumen terhadap produk tersebut.


Klik SNI 

 


4. Pihak yang Berperan dalam Pengujian Produk

Bahwa pengujian produk terkait erat dengan aspek keamanan dan kenyamanan konsumen dalam pemakaian produk.Aspek keamanan produk sendiri tidak hanya melibatkan kepentingan konsumen itu sendiri tapi juga melibatkan pemerintah yang melindungi konsumen.Adapun pihak yang berperan dalam pengujian produk sebagai berikut :

a. Pemerintah

Peran pemerintah disini yaitu dengan mengeluarkan undang – undang yang mewajibkan produsen menjelaskan kegunaan produk dan menjamin keamanan produk. Pemerintah terus mengadakan peningkatan mutu produk dengan menerbitkan suatu rangkaian standar secara nasional yaitu SNI (Standar Nasional Indonesia)

b. Perusahaan

Peran perusahaan dalam pengujian produk yaitu menyediakan produk dan layanan sesuai dengan industry.Produseen dapat menerapkan beberapa standarisasi, baik yang bersifat fakultatif ( standar yang dibuat oleh perusahaan sendiri ) ataupun standar wajib ( standar produk yang ditentukan melalui peraturan pemerintah )

c. Organisasi Konsumen

Peran oranisasi konsumen yaitu sebagai perakilan kepentingan konsumen kepada produsen dan pemerintah. Ketika pemerintah dan produsen tidak menetapkan standar kualitas suatu produk,maka organisasi konsumen beranggapan bahwa kualitas merupakan hal terpenting bagi konsumen.

5. Persyaratan Pengujian Produk

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar pengujian produk benar-benar akurat dan dapat diterapkan adalah sebagai berikut:

a. Pendekatan Sistem

Metode dan prosedur pengujian produk harus memiliki system yang standar sehingga setiap produk yang sejenis diuji dengan menggunakan cara yang sama.Termasuk dalam hal-hal sebagai berikut:

1.    Produk yang disiapkan harus sama,baik kemasan dan pengkodean

2. Kuesioner yang diajukan harus sama

3. Rencana sampling yang sama

4. Metode preparasi dan tabulasi data dilakukan secara sama

b. Data Normatif

Pengujian produk dilakukan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.Tujuannya untuk membangun data base normative sehingga hasil uji produk lebih memiliki nilai.

c. Perusahaan Penelitian yang Sama

Ada baiknya produsen menggunakan satu perusahaan riset untuk melakukan smua pengujian produknya.Hal ini merupakan satu-satunya cara untuk memastikan semua uji produk dilakukan dengan cara yang persis sama.

d. Uji Lingkungan Nyata

Adalah pengujian produk yang dilakukan oleh orang-orang yang berada dilingkungan tempat nantinya produk tersebut akan digunakan.Jika produk tersebut digunakan di kantor maka produk tersebut harus diuji oleh orang-orang yang bekerja di kantor.

e. Populasi Sampel yang Relevan

Sampel merupakan variable penting dalam pengujian produk.Apabila produk baru atau produk yang memiliki pangsa pasar rendah maka sampel harus mencerminkan susunan merk dari pasar tersebut.

f. Variabel Kritis

Kegunaan dan kualitas produk harus dipahami dari sudut pandang konsumen dan bukan dari produsen. Misalkan aspek produk apa yang benar-benar penting bagi konsumen? dan apa variable kritis yang menentukan kepuasan konsumen terhadap produk? Variabel kritis ini harus diidentifikasi untuk setiap kategori produk agar dapat merancang system pengujian produk yang akurat .

g. Tindakan Konservatif

Rumusan produk mapan sebaiknya tidak diubah tanpa melakukan pengujian dan evaluasi terhadap formulasi baru.Bila produsen telah yakin memiliki produk yang lebih baik,usahakan untuk memasarkan ke wilayah pemasaran yang terbatas selama periode tertentu.Hal ini bertujuan untuk melihat siklus pembelian produk berulang. Selanjutnya,distribusikan produk ke semua pangsa pasar.Semakin kecil pangsa pasar,akan semakin besar pula resiko 



KUMPULAN MATERI PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN

Read More »
04 October | 2komentar

Cara Praktis Print Gambar AutoCAD

Cara mencetak gambar di AutoCAD banyak cara dan tentunya sesuai dengan selera/ kebiasaan kita. Ada yang mencetak gambar AutoCAD masih menggunakan area gambar di Model dengan menentukan cetak model ini akan banyak sekali kita membuat Kop Gambar dengan skala yang bermacam-macam. Satu kelemahan cara ini adalah kita tidak bisa mencetak gambar jika dalam satu lembar terdapat beberapa skala.
Satu cara yang praktis mencetak gambar kali ini adalah menggunakan layout.Langsung saja buka file AutoCAD kita. Kemudian pilih Layout (Klik 1)


Setelah terbuka diposisi Layout buat kertas gambar yang kita gunakan (tanpa melalui Viewpoint).
Dari awal saya menggunakan satuan milimeter untuk menggambarkannya. Maka dari itu saya akan membuat kertas A4 (210 x 297mm).

Posisi kertas gambar diatas berbentuk Potrait.
Karena garis ini adalah batas kertas, supaya tidak tercetak masukan diLayer delpoint, 
Buat garis tepi (Kop Gambar) menggunakan perintah ractangle lagi dikertas tersebut dengan menggunakan Layer Garis Tepi (Tebal). Kemudian garis atas drug ketengah 10 kemudian enter semuanya kecuali kiri kita drag 20. sehingga menjadi dibawah ini.


Buat Kop Gambar sesuai dengan Kebutuhan. 

Untuk memunculkan gambar kita dikertas yang kita siapkan tadi adalah klik view < viewport < 1 viewport.


Kemudian klik di garis tepi atas (1)  geser sampai di atas Kop dalam (2)


Setelah gambar terlihat klik dua kali (2x) di area gambar (disebut dalam kondisi Paper Space) tadi kemudian pilih posisi gambar yang akan kita cetak.


Berikutnya klik di A, sehingga posisi dalam keadaan Model Space


Klik di garis tepi <pilih (A) kemudian pilih custom (B) < pilih 1:100 < OK


Pengaturan berikut pada Plot, jika penggambaran dengan menggunakan 1 satuan sama dengan 1000mm maka yang perlu diatur pada plot scale adalah 1:1


Klik preview






Read More »
28 September | 0komentar

Kelebihan dan Kekurangan Paving Block


Bahan pembuatan paving block dibuat dengan bahan dasar semen, pasir, agregat (kerikil), dan air. Selain bahan dasar tersebut, pembuatan paving block dapat memakai bahan tambahan misalnya kapur, gips, tras, abu layang, abu sekam padi dan lain lain. 
Cara pembuatannya yaitu: Mencampur dan mengaduk seluruh bahan, baik bahan dasar dan bahan tambahan pembuatan paving block. Memasukan adukan semen ke dalam cetakan (biasanya terbuat dari kayu atau logam) Memastikan adukan semen diukur, diratakan, dan dipadatkan. Mengeluarkan produk dari cetakan dan meletakannya ke tempat penyimpanan.
Dibandingkan dengan bahan lain paving block memiliki beragam bentuk dan ukuran, corak maupun tektur permukaannya.
Dari segi lingkungan pemasangan Paving Block, melalui celah nut akan lebih memudahkan peresapan air hujan dibandingkan dengan perkerasan jalan lainnya, misal aspal atau jalan cor/beton.

Penggunaan paving block memiliki beberapa keuntungan dan keunggulan, yaitu : 
  1. Dalam pelaksanaan mudah, karena tidak memerlukan keahlian khusus dan tidak memerlukan alat berat sehingga memberikan kesempatan kerja yang luas kepada masyarakat. 
  2. Mudah dan murah untuk dilakukan pemeliharaan. 
  3. Paving blok mempunyai daya serap air yang baik sehingga dapat mengurangi genangan air dan mencegah bahaya banjir. 
  4. Paving block dapat dipasang kembali setelah dibongkar jika terjadi kerusakan pada salah satu susunan paving block. 
  5. Tahan terhadap beban statis, dinamik dan kejut yang tinggi, baik vertikal maupun horizontal yang disebabkan oleh rem atau kecepatan kendaraan berat. 
  6. Cukup fleksibel untuk mengatasi perbedaan penurunan (differential sattlement). Jika mengalami kerusakan, perlakuan untuk memperbaikinya tidak memerlukan bahan tambahan yang banyak karena paving block merupakan bahan yang dapat dipakai kembali meskipun telah mengalami pembongkaran.
  7. Pori-pori pada paving block dapat meminimalisasi aliran permukaan atau limpasan untuk mencegah banjir. Selain itu, pori-pori yang terdapat di dalam paving block juga mampu memperbanyak infiltrasi dalam tanah. Pada saat pengerjaan tidak menimbulkan kebisingan dan gangguan debu. 
  8. Mempunyai durabilitas yang baik dan nilai estetika yang bagus terutama jika didesain dengan bentuk dan warna yang indah.
  9. Pemasangan paving blok sangat mudah, tidak mempergunakan spesi pasangan, pengikat antara masing-masing paving blok cukup menggunakan pasir sebagai bahan pengisi. 
  10. Apabila terjadi kerusakan (pecah) dapat diganti dengan mudah, cukup dengan mengambil paving yang pecah dan diganti dengan yang baru. 
Kekurangan penggunaaan paving blok 
  1. Pasangan paving blok mudah bergelombang bila pondasinya tidak dipasang dengan kuat. 
  2. Paving juga kurang cocok untuk dipasang di lahan yang dilalui kendaraan berkecepatan tinggi. Sehingga paving block hanya cocok untuk dipasang di lahan yang dilalui kendaraan berkecepatan rendah saja misalnya lingkungan permukiman dan perkotaan yang padat.
Dengan mempertimbangkan keunggulan dan juga kekurangan paving blok tersebut, maka dalam penggunaannya harus disesusaikan dengan kebutuhan. Bila ingin menggunakan paving blok, gunakanlah paving yang kualitasnya bagus. Paving yang bagus dan layak dipasang adalah yang mempunyai bentuk sempurna, tidak retak-retak atau cacat, dan bagian sudut dan rusuknya tidak mudah dihancurkan dengan kekuatan tangan.

KUMPULAN MATERI PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN KLIK DISINI

Read More »
27 September | 1komentar

Ilustrasi-Gaya-Yang-Bekerja-Pada-Satu-Titik-Tangkap



Gambar 1. Ilustrasi Gaya yang Bekerja pada satu Titik Tangkap



Gambar 2. Ilustrasi Gaya yang Bekerja pada satu Titik Tangkap


Dari kedua Ilustrasi Gambar Gaya-gaya yang bekerja pada Satu Titik Tangkap, untuk mencari besar Resultante Gaya adalah dengan menguraikan pada sumbu X dan Sumbu Y.


Gambar 1 Gayanya menjadi:








Gambar 2 Gayanya menjadi:








Read More »
24 September | 1komentar

Menguraikan Gaya Terhadap Sumbu X dan Sumbu Y

Menguraikan Gaya

Mengurai gaya bertujuan untuk menentukan arah dan besarnya resultan dari komponen-komponen gaya yang mempunyai sejumlah gaya dengan titik tangkap sama dan arah berlainan . Sebuah gaya yang mempunyai arah tertentu diuraikan terhadap sumbu X dan sumbu Y , Jika komponen gaya tersebut mempunyai lebih dari satu gaya , maka gaya-gaya lainnya dapat diuraikan juga , sehingga resultan pada sumbu X (Rx) maupun resultan pada sumbu Y (Ry) dapat ditentukan dengan mudah
 




Gaya P membentuk sudut  terhadap sumbu X, jika diuraikan terhadap sumbu x dan sumbu y maka menjadi Px (pada sumbu x) dan Py (pada sumbu y). seperti gambar dibawah ini.


Contoh soal berikut ini:


Tentukanlah Resultante Gaya dari 3 Gaya diatas jika = .

Jawab:





Read More »
24 September | 29komentar

Macam-macam Gaya

Gaya dapat didefisinikan sebagai sesuatu yang menyebabkan benda (titik materi) bergerak baik dari diam maupun dari gerak lambat menjadi lebih lambat maupun lebih cepat. Dalam teknik bangunan gaya berasal dari bangunan itu sendiri berat benda di atasnya atau yang menempelnya, tekanan angin, gempa,perubahan suhu dan pengaruh pengerjaan. Lebih lanjutnya dapat dilihat disini

Macam-macam Gaya:
A. Gaya Aksi
B. Gaya Reaksi

A. Gaya Aksi
    Biaya disebut dengan pembebanan/ Muatan.
    
    a. Muatan berdasarkan Permukaan singgung terhadap benda/ bentuk pembebanan/ Garis kerjanya:
        1) Muatan/beban Titik/terpusat.
             Muatan yang luas singgung terhadap benda kecil, sehingga diabaikan atau beban atau muatan  
              yang tertuju pada satu titik .


          2) Muatan terbagi Rata/ Beban Merata
              Beban atau muatan yang tidak tertuju pada satu titik, tapi terbagi pada bagian atau seluruh elemen
              struktur tersebut





           3) Muatan tidak merata/ Beban segitiga
                Contohnya beban di dinding kolam

     b. Berdasarkan Lamanya pembebanan

         1) Muatan Tetap / Beban Mati
             Muatan yang bekerja terus menerus atau permanen pada struktur yang tiak bisa dipindahkan.
             Misalnya berat sendiri bangunan, berat/muatan beton, berat kayu, berat lantai dsb.
         2) Muatan Sementara/ Beban Hidup
             Muatan yang sifatnya sementara bisa bergerak atau digeser/ dipindahkan.
             Contohnya berat manusia, berat mesin dsb.

     c. Berdasarkan Pengaruh Pembebanan
         1) Muatan Momen
         2) Momen puntir 

     d. Berdasarkan Sifat Pembebanan
         1) Muatan Langsung
         2) Muatan Tak Langsung


B. Gaya Raksi (Reaksi Tumpuan)
     Berguna bagi penopang atau untuk menahan gaya-gaya luar yang bekerja pada konstruksi/struktur.

    Berikut macam-macam Tumpuan (Klik disini)



Read More »
11 September | 39komentar

Ulangan 2


Read More »
10 September | 0komentar

Penilaian Tengah Semester


PETUNJUK UMUM
  1. Bacalah petunjuk setiap soal sebelum memulai mengerjakan soal
  2. Isilah nama dan nomor absen pada lembar jawaban
  3. Bacalah soal dengan cermat dan teliti
  4. Memulai dengan soal yang dianggap mudah
  5. Perhatikan dengan seksama data-data soal yang ditambahkan

      Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!


1. Sebutkan defenisi struktur bangunan.?
2. Jelaskan klasifikasi elemen struktur berdasarkan kekakuannya?   
3. Jelaskan Klasifikasi struktur bardasarkan material pembentuknya? 
4. Jelaskan Defenisi dari masing-masing elemen utama struktur?
5. Sebut dan jelaskan klasifikasi struktur berdasarkan geometri atau bentuk dasarnya!
6. Jelaksan Definisi dari hal berikut :
a. Beban Angin
       b. Beban Mati          
7. Jelaskan dan berikan contoh yang termasuk beban hidup!
8. Sebutkan perbedaan antara beban statis dan beban dinamis!
9. Sebutkan pengertian dari:
       a.  Gaya
       b.  Sebutkan dan gambarkan symbol


6……
gaya lengkap dengan sifat-sifatnya!
10. Tentukan nilai penjumlahan  gaya-gaya (Resultan) dan arahnya!




Read More »
10 September | 1komentar

Pembuatan Paving Block Sesuai Kualitas

Proses Manual

Bahan baku pembuatan paving block terdiri atas pasir yang mempunyai tingkat kekerasan yang baik dan semen portland sebagai material pengikat. Beberapa produsen ada pula yang kerap menambahkan abu batu (fly ash), kerikil, serta admixture ke dalam komposisi campuran paving block untuk menghasilkan material dengan spesifikasi yang berbeda. Mutu bahan baku yang digunakan akan mempengaruhi secara langsung terhadap kualitas dari paving block. Begitu pula dengan teknik pembuatannya, di mana paving block yang dibuat dengan metode yang tepat pasti akan memiliki kualitas yang bagus.

Menurut SNI 03-6861.1-2002 tentang Spesifikasi Bahan Bangunan bagian A mengenai bahan bangunan bukan logam menyebutkan bahwa agregat-agregat yang digunakan dalam pembuatan beton (termasuk paving block) harus memenuhi syarat-syarat di bawah ini :

  • Butirannya keras dan tajam 
  • Kekal terhadap pengaruh cuaca yang ekstrim 
  • Tidak mempunyai kandungan lumpur 
  • Modulus halus butir sesuai ketetapan gradasi 
  • Agregat halus tidak boleh reaktif pada alkali khusus beton yang sangat awet 
  • Pemakaian agregat halus dari rantai harus seizin lembaga pemeriksa yang diakui

Cara pembuatan paving blockyang biasanya digunakan dalam masyarakat dapat diklasifikasikan menjadi dua metode, yaitu :

Metode Konvensional: 
Pembuatan paving blok cara konvensional dilakukan dengan menggunakan alat gablokan dengan beban pemadatan yang berpengaruh terhadap tenaga orang yang mengerjakan.

Metode Mekanis:
metode ini biasa disebut metode press.
Metode ini masih jarang digunakan karena untuk pembuatan paving blok dengan metode mekanis membutuhkan alat yang harganya relatif mahal.


Modal awal dari usaha Conblock adalah membeli alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat Conblock.
Paving Block yang diproduksi mempunyai 2 model, Hexagon dan Trihex. Alat yang digunakan sudah dengan Standar SNI. Maka masing – masing model Paving Block memiliki 2 alat. Alat yang digunakan secara manual, tidak menggunakan mesin. Kebutuhan alat dan bahan tertera dibawah ini:

Alat dan Bahan :
 Cetakan (segi empat, segi enam, cacing, dan sebagainya)
Tongkat pemukul
Pasir kualitas tinggi yang telah diayak dan dicuci Semen portland Abu batu (fly ash)
Air

Cara Membuat :

  1. Buatlah adukan pertama sebagai bahan baku pembuatan paving block terlebih dahulu. Caranya yaitu Anda bisa mencampurkan semen dan pasir memakai perbandingan 1:3, 1:4, 1:5, atau 1:6. Perlu diketahui, komposisi bahan-bahan penyusun yang digunakan ini akan berpengaruh besar terhadap kuat tekan paving block yang dihasilkan. 
  2. Tambahkan air secukupnya ke dalam adukan beton pertama tadi. Pastikan hasil adukannya tidak terlalu basah ya. Kemudian Anda perlu memeriksa tingkat kelayakan adukan tersebut dengan menggenggamnya memakai tangan. Lalu rasakanlah apakah ikatan adukannya sudah cukup kuat atau belum. Jika masih lemah, tambahkan air lagi. 
  3. Bikin lagi adukan kedua di wadah yang terpisah dengan cara mencampurkan pasir dan semen secukupnya. Lalu percikkan air sedikit saja agar semen dapat mengikat pasir. Aduk campuran ini hingga benar-benar merata serta kondisinya agak basah. Adapaun adukan kedua ini berfungsi untuk membungkus adukan pertama sehingga tidak lengket pada cetakan. 
  4. Masukkan adukan kedua ke dalam cetakan paving block sedemikian rupa. Setelah itu, Anda bisa menghamparkan adukan pertama tepat di atas adukan kedua yang sudah ada di dalam cetakan. Kalau mau, Anda bisa menambahkan bahan campuran di tengah-tengah lapisan antara adukan pertama dan adukan kedua untuk menghasilkan paving block dengan karakteristik khusus. 
  5. Jangan lupa untuk mengatur terlebih dahulu posisi setiap bagian-bagian cetakan paving block tersebut. Pastikan bahwa semua bagiannya sudah beres dan terpasang dengan benar. Gunakan tongkat untuk memadatkan adukan paving block di dalam cetakan dengan memukulnya berkali-kali sampai diperoleh tingkat kepadatan yang sesuai rencana. 
  6. Jika kondisi adukan beton di dalam cetakan paving block sudah padat dan merata, maka proses selanjutnya yang harus Anda kerjakan adalah mengeluarkan hasil cetakan yang sudah jadi, lalu meletakkannya di tempat pengeringan. Sebaiknya paving block mentah ini diletakkan di tempat yang teduh dan mempunyai permukaan yang rata. 
  7. Pengujian terhadap kualitas paving block yang sudah berhasil Anda buat bisa dilakukan dengan mengubah-ubah posisi paving block yang baru saja telah dicetak tersebut menjadi berdiri-tidur beberapa kali dalam jangka waktu tertentu. Paving block yang bermutu bagus ditandai dengan bentuknya yang selalu tetap, tidak mengalami perubahan, serta tidak rusak.

Faktor Yang Memperngaruhi Mutu Paving Block 

Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi mutu paving block :
1. Semen,
adalah faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi kebutuhan dasar paving block. Semen haruslah baru dan diperhatikan tempat penyimpanannya supaya tidak menggumpal. 
2. Perbandingan Air Semen, Kekuatan paving block akan menurun dengan menurunnya perbandingan air semen (FAS). Hal ini disebabkan penurunan nilai FAS akan membuat semen tidak mengalami hidrasi (proses pengikatan) secara sempurna, sedangkan nilai FAS yang terlalu tinggi akan meninggalkan banyak pori-pori (kekosongan) setelah penguapan. Semakin banyak kekosongan maka akan semakin tidak kuat. Timbulnya pori-pori karena faktor air semen yang tinggi disebabkan akibat pasta semen yang terlalu cair, dan fungsinya sebagai pengikat malah akan mengalir meninggalkan agregat dan menyebabkan pengendapan pasta semen di dasar. 
3. Pasir, harus bersih bebas dari dedaunan, rumput, benda-benda asing, zat organik dan memiliki kadar lumpur yang kurang dari 5%. Pasir haruslah agak kasar dengan ukuran partikel mulai dari ukuran debu hingga 5 mm. 
4. Mesin cetak produksi khusus untuk paving block. Peralatan mesin cetak produksi juga dapat menentukan kekuatan yang dihasilkan oleh paving block. Semua bergantung pada kemampuan mesin dalam memberikan tekanan pada proses pencetakan. Pada umumnya Indonesia terdapat 3 jenis paving block bila dibedakan dari alat dan proses produksinya yaitu paving block press tangan, paving block press mesin vibrasi, dan paving block press mesin hidrolik. 

Berdasarkan SNI 03-0691-1996 paving block harus memiliki mutu dan standar sebagai berikut :
Sifat Tampak

  • Mempunyai bentuk yang sempurna.
  • Tidak retak-retak dan cacat. 
  • Bagian sudut dan rusukya tidak mudah hancur. 

Bentuk dan Ukuran 

  • Berdasarkan bentuknya paving block dapat dibedakan menjadi dua yaitu bentuk segi empat dan segi banyak 
  • Ketebalan 6 cm, 8 cm dan 10 cm. 
  • Warna umumnya abu-abu. 
  • Toleransi ukuran yang di syaratkan adalah 2 mm untuk ukuran lebar bidang dan 3 mm untuk tebalnya serta kehilangan berat bila diuji dengan natrium sulfat maksimum 1%. Source: https://www.ilmubeton.com/2019/10/inovasi-paving-block-kaca.html

Referensi:
1. https://arafuru.com/
2. www.ilmubeton.com


Read More »
07 September | 1komentar