Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Pola Umum Pemasangan Paving Block

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia atau SNI 03-2403-1991 yang berisi mengenai : ” Tata Cara Pemasangan Blok Beton Terkunci Untuk Permukaan Jalan ”

Terdapat beberapa pola umum dan masing masing pola susun tersebut memberikan efek penguncian (interlocking) yang berbeda beda, seperti gambar berikut :

1. Pola Susun Bata,


pada pola susun ini bata paving disusun seperti menyusun batu bata merah saat membangun dinding rumah. Pola susun ini sangat sederhana dgn interlocking rendah.pola-susun-bata

2. Pola Anyam Tikar,


pada pola susun ini bata paving disusun dua sejajar dengan sumbu X dan dua sejajar dengan sumbu Y dengan pola seperti pada gambar dibawah ini. Dengan pola susun seperti ini efek penguncian yang dihasilkan sedang. pola-susun-anyam-tikar 


3. Pola Tulang Ikan 90 °,

pada pola susun ini bata paving disusun seperti tulang ikan, yang satu mengarah sumbu X dan satunya mengarah sumbu Y dengan sudut 90 derajat seperti pada gambar dibawah ini. Dengan pola susun seperti ini efek penguncian atau interlocking yang dihasilkan pun sangat baik.pola-susun-tulang-ikan-90-derajat 

4.Pola Tulang Ikan 45 °,



pada pola susun ini bata paving disusun seperti tulang ikan, yang satu mengarah sumbu X dan satunya mengarah sumbu Y tetapi dengan sudut 45 derajat seperti pada gambar dibawah ini. Dengan pola susun seperti ini efek penguncian atau interlocking yang dihasilkan pun sangat baik.pola-susun-tulang-ikan-45-derajat Dari ke empat pola pemasangan paving block diatas pilihlah salah satu yang cocok diterapkan di lokasi yang sedang Anda kerjakan. Agar bata conblock tetap rapi ditempatnya saat menerima beban diatasnya, pada setiap pinggirnya dikunci dengan adukan beton atau kanstin.

Read More »
31 August | 0komentar

RAB Pemasangan Paving Block (EBK)

SITE PLAN Landscape Planning


Material yang banyak dipergunakan untuk perkerasan jalan, taman, dan juga halaman. Bentuk dan ukuran paving bermacam-macam, ada bentuk segi enam maupun segi empat. Ketebalan paving ada yang 6 cm, 8 cm, 10 cm, dst. Untuk jenis paving yang umum digunakan untuk perkerasan jalan adalah paving segi empat, sedangkan untuk halaman dan taman biasanya menggunakan paving segi enam. 

Tabel Harga Analisa Satuan Pekerjaan untuk Pemasangan luas 1m2, Paving block tebal 8 cm mutu K 175 , dengan menggunakan analisa SNI 2016.

Koefisien
Satuan
Uraian
Harga Satuan
Jumlah
1
m2
Paving Block Segi Enam (20 x 20 cm) tebal 8cm
dalam 1m2 terdapat 25 buah
             120.000
     120.000
0,1
m3
Pasir pasang
             275.000
       27.500
0,2
Org
Pekerja
               70.000
       14.000
0,3
Org
Tukang batu
               80.000
       24.000
0,03
Org
Kepala tukang batu
               90.000
        2.700
0,025
Org
Mandor
               90.000
        2.250
0,05
lot
Peralatan
               50.000
        2.500


JUMLAH

     192.950


Jadi besar Anggaran Biaya untuk pemasangan Paving Block adalah:

Jika diketahu luas yang akan dipasangi Paving Block adalah 235m2.

Maka besar biaya = Rp.192.950 x 235m2 = Rp. 45.343.250,-

 Soal
1. Tentukan berapa biaya pemasangan paving block pada pekerjaan gambar dibawah ini!
2. Tentukan berapa jumlah paving block yang dibutuhkan (dalam buah)!
   
TUGAS DISERAHKAN (TURN IN) KE Google Classroom!


Read More »
31 August | 2komentar

Materi Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK)

Perangkat pembelajaran untuk menunjang Materi Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK). Proses Belajar Mengajar (PBM) ini sesuai dengan kurikulum tahun 2013. Informasi tentang SK/KD/ dengan meng-KLIK gambar dibawah ini. Perangkat pembelajaran Teknik Gambar Bangunan pada Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK)
Silahkan anda Klik pada tulisan yang dimaksud untuk melihat dan mendownload Materi.
         

MATERI PROSES PRODUKSI MASAL
dan mendownloadnya


PEMBUATAN PRODUK MASAL



TAHAPAN PEMBUATAN PAVING BLOCK

LANGKAH-LANGKAH MEMASANG PAVING BLOCK
CARA MEMASANG PAVING BLOCK
VIDEO PEMBUATAN PAVING BLOCK MANUAL 
PERHITUNGAN RAB PAVING BLOCK
POLA PEMASANGAN PAVING BLOCK
PEMBAHASAN TUGAS 3 (RAB)
PPEMBUATAN PAVING BLOCK YANG BERKUALITAS
SNI PAVING BLOCK
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PAVING BLOCK
PENGUJIAN PRODUK
SNI PAVING BLOCK
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PAVING BLOCK
KUMPULAN MATERI PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN LATIHAN SOAL KLIK DISINI

Tulisan Terbaru:

Read More »
30 August | 79komentar

Menyusun Gaya

Menyusun Gaya adalah memadukan atau menjumlahkan beberapa gaya menjadi satu. Penjumlahan beberapa gaya menjadi satu disebut dengan Resultante.

1. Menyusun Gaya yang Kolinier
Kolinier adalah gaya-gaya yang bekerja dalam satu garis lurus
a. Penjumlahan gaya yang searah

P1 + P2 + P3 = R

Contoh:

1. Diketahui P1 = 10 Kg, P2= 5 Kg dan P3 = 20 Kg, Ketiga gaya bekerja kearah kanan secara kolinier tentukan berapa besar gaya penggantinya (R) ?

Jawab:

R= P1+P2+P3
   = 10 + 5 + 20
   =  35 Kg

b. Menyusun gaya yang berlawanan arah

2. Tiga buah gaya bekerja dalam satu garis lurus P1 bekerja kearah kanan sebesar 20 Kg. P2 dan P3 bekerja kearah kiri masing-masing 5kg dan 10 kg. Tentukanlah berapa besar pengganti dari ketiga gaya tersebut?

Jawab:

R= P1+ (- P2) +(- P3)
   = 20 - 5 - 10
   = 5 Kg ( kearah Kanan)

Dianggap gaya berlawanan negatif


2. Menyusun Gaya Koplanar
    Gaya-gaya yang bekerja dalam satu bidang datar/rata

   a. Menyusun  gaya yang sejajar
Contoh Soal:

1. Tiga buah Gaya P1, P2 dan P3 masing-masing besarnya  5Kg, 12Kg dan 14Kg. Tentukanlah Gaya Penggantinya!
Jawab:

R= P1+P2+P3
   = 5 + 12 + 14
   = 31 Kg

2. Diketahui 3 buah gaya P1, P2 dan P3 masing-masing sebesar 5 Kg, 15Kg dan 30Kg.
P1 dan P2 bekerja kearah bawah dan P3 bekerja kearah atas. Tentukan besar Resultante Gayanya!

Jawab:
    R = P1 + P2 + P3
        = -5   + (-15) + 30
        =  10 Kg
           Arah gaya Pengganti (R) adalah keatas
   b. Menyusun gaya yang membentuk sudut

Letak Resultante (R) adalah:



Dua buah gaya P1 dan P2 membentuk Gaya dengan sudut alfa.
Maka besar Gaya Pengganti (R) adalah arah diagonal nya.

Besar R adalah



c. Dua Gaya saling Tegak Lurus (90 derajat)


Letak Resultante (R)


Besar Resultante (R) adalah :







Read More »
28 August | 30komentar

Pembuatan Paving Block Manual (Video)

Berikut disajikan pembuatan Paving Block Secara manual/ dengan manual




Mesin Cetak Paving Block secara Otomatis


Read More »
23 August | 1komentar

Tahapan Pembuatan Paving Block (Video)


Sumber gambar : https://sdunej.id/

Tahapan Pembuatan Paving Block

1. Persiapan
Dalam pembuatan paving atau pencetak paving maka ada beberapa pilihan jenis alat atau mesin yang harus anda pertimbangkan, umumnya ada yang dikenal dengan mesin otomatis dan manual sehingga tidak perlu mesin yang besar dan pengerjaannya masih dibantu oleh tenaga manusia.
Dalam persiapan kita hanya perlu menyediakan
pasir, semen dan air bisa juga water glass.

2. Bahan

Bahan baku paving block yang utama adalah :
· Pasir
· Semen
· Air/Water Glass

 3. Alat
Pembuatan paving Block bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara otomatis dan manual. Pembuatan secara otomatis dapat menghasilkan empat paving block dalam sekali pencetakan, kita akan cepat mendapatkan paving dalam waktu yang tidak terlalu lama, tenaga yang kita gunakan pun tidak terlalu banyak,dan pengerjaannya tidak terlalu sulit.


Sedangkan dalam pencetakan manual kita hanya dapat menghasilkan satu paving dalam sekali cetak dan tenaga yang kita gunakan pun cukup besar, karena dalam alat manual ini kualitas paving ditentukan dari kuatnya kita menekan tuas pada alat tersebut.


4. Cara Kerja
Berikut langkah-langkah atau prosedur pembuatan paving blok dengan menggunakan alat otomatis: Saring pasir dengan menggunakan saringan Tentukan perbandingan campuran yang akan dipergunakan :
- 1:5 untuk Badan Paving
- 1:3 untuk Kepala Paving

Setelah bahan ditakar sesuai dengan perbandingan campuran, campur dan aduk sampai rata dalam keadaan lembab. Untuk pembuatan kepala paving pengadukan bahan digunakan dengan mengggunakan molen, dan untuk pengadukan badan paving bisa menggunakan cangkul atau sekop.
Masukkan bahan badan paving yang telah dicampur kedalam cetakan dengan dipadatkan oleh getaran, supaya ada ruang untuk pembentukan kepala dan kemudian cetakan dibalik dan diangkat secara perlahan-lahan.
Setelah tercetak, simpan paving ditempat yang teduh dan lembab. Setelah 24 jam, paving dilepas dari plat alasnya dan direndam dalam air selama 3 hari.
Selanjutnya paving diangin-anginkan dan diangkat selama 14 hari, setelah kering paving siap dipakai setelah umur 28 hari.

Berikut langkah-langkah atau prosedur pembuatan paving blok dengan menggunakan alat manual : Saring pasir dengan menggunakan saringan Tentukan perbandingan campuran yang akan dipergunakan
- 1:5 untuk Badan Paving
- 1:3 untuk Kepala Paving
Setelah bahan ditakar sesuai dengan perbandingan campuran, campur dan aduk sampai rata dalam keadaan lembab.
Untuk pembuatan kepala paving pengadukan bahan digunakan dengan mengggunakan molen, dan untuk pengadukan badan paving bisa menggunakan cangkul atau sekop.
· Masukkan bahan kepala paving yang telah dicampur kedalam cetakan kemudian setelah itu masukkan bahan badan, tutup cetakan dan kunci.
Tekan tuas alat sekuat mungkin, seperti halnya kita bermain jungkat-jungkit, setelah itu buka tutup cetakan kemudian angkat perlahan-lahan.
Setelah tercetak, simpan paving ditempat yang teduh dan lembab.
Setelah 24 jam, paving dilepas dari plat alasnya dan direndam dalam air selama 3 hari.
Selanjutnya paving diangin-anginkan dan diangkat selama 14 hari, setelah kering paving siap dipakai setelah umur 28 hari.


5. Hasil Akhir (Output) Pembentukan paving block banyak macamnya, ada yang berbentuk segi enam, persegi panjang dan sebagainya.



Read More »
23 August | 1komentar

Langkah-Langkah Pemasangan Paving Block

Lantai Kerja Padat dan Rata

Dalam memasang paving block, kita harus benar-benar memperhatikan tingkat ketepatannya dan ksesuaiannya dengan prosedur. Tujuannya ialah agar struktur pasangan yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, rapi, dan awet. Menurut SNI 03-2403-1991 tentang Tata Cara Pemasangan Blok Beton Terkunci untuk Permukaan Jalan, pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan paving block antara lain pemasangan paving block baru, pembongkaran pasangan paving block lama, perataan (leveling) tanah dasar di bawah lapisan pasir, pengadaan alat bantu kerja, dan uji laboratorium untuk mengetahui mutu kuat tekan jalan paving tersebut.

Bahan-bahan yang diperlukan :

Paving block yang memiliki spesifikasi sesuai dengan kebutuhan. Apakah paving block yang berbentuk persegi atau segi banyak? Apakah paving block yang mempunyai ketebalan 60 mm, 80 mm, atau 100 mm? Apakah paving block yang bermutu fc’ 37,35 Mpa atau fc’ 27,00 Mpa? Apakah paving block yang berwarna abu-abu, hitam, atau merah?

Pasir yang memiliki ukuran butir yang tajam sekitar 2,4 mm dan telah diayak. Kandungan air di dalam pasir tersebut juga sebaiknya tidak boleh lebih dari 5 persen dengan kandungan lumpur maksimal 10 persen. Spesifikasi pasir seperti ini memungkinkan air yang mengalir di atasnya dapat meresap ke dalam pori-pori tanah dengan lancar.

Alat-alat yang digunakan :
Benang
Jidar
Sapu lidi
Potongan besi
Sikat ijuk
Pemadat penggetar (vibro compactor)
Songkro
Palu kayu
Lori
Alat potong paving block
Waterpass

Langkah-langkah kerja pemasangan : 


Langkah 1 :
Persiapan Awal Pemeriksaan pondasi bertujuan untuk memastikan pondasi dibangun dengan tepat. Usahakan kondisi permukaan pondasi yang berhubungan dengan pasir alas sudah rata, tidak bergelombang, dan rapat. Perhatikan pasir alas tidak boleh dipakai untuk memperbaiki kekurangan pondasi karena spesifikasinya berbeda. Cek tingkat kemiringan pondasi untuk jalan kendaraan adalah 2,5 persen dan untuk trotoar adalah 2 persen.
Ukuran lebar pondasi juga harus cukup sampai di bawah beton penahan dan beton pembatas. Setelah itu, dilakukan penentuan lokasi titik awal pemasangan khususnya pada tanah miring sehingga paving block yang telah terpasang tidak tergeser. Jadi proses pemasangannya nanti dilakukan dengan berurut-urutan yang dimulai dari satu sisi tadi. Hindari pemasangan paving block secara acak karena akan mengacaukan jalannya pekerjaan.
Supaya proses pemasangan paving block dapat terlaksana dengan baik, Anda perlu memasang benang pembantu sebagai pembatas area kerja. Pemasangan benang pembantu ini dilakukan setiap jarak 4-5 meter. Apabila di area kerja terdapat fitur-fitur seperti lubang drainase, bak tanaman, dan konstruksi lainnya, maka diperlukan benang pembantu tambahan untuk mempertahankan pola ikatan paving block.

Langkah 2 :
Pemasangan Beton Beton pembatas (kanstin) adalah bagian perkerasan paving block yang berfungsi untuk menghimpit dan menahan lapisannya sehingga saling mengunci dan tidak tergeser sewaktu menerima beban. Pemasangan beton pembatas ini harus dikerjakan sebelum proses penebaran pasir alas. Ada bermacam-macam bentuk beton pembatas dengan proses pembuatan yang beraneka ragam pula seperti beton pracetak, beton cor di tempat, dan sebagainya. Untuk membuat beton pembatas, mulailah dengan membangun lapisan beton penahan secara rata dengan ketebalan minimal 7 cm. Kemudian segera pasang beton pembatas di atas lapisan tersebut selagi kondisinya masih basah agar kelurusan dan ketinggian beton pembatas dapat disesuaikan dengan mudah. Lalu tuangkan adukan beton pada bagian belakang beton pembatas. Setelah beton penahan agak mengering, timbun tanah di atasnya. Beberapa orang kerap memadukan beton pembatas dengan tali air dan mulut air sebagai saluran drainase air.

Langkah 3 :
Penebaran Pasir Alas Pasir alas yang digunakan untuk menutupi susunan paving block harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu. Di antaranya yaitu butiran kasar, tajam, berurutan maksimal 9.5 mm, bersih dari lumpur dan kotoran, kadar airnya kurang dari 10%, serta bersifat gembur. Pasir ini lantas dihamparkan sedemikian rupa di atas paving block menggunakan jidar untuk menghasilkan ketebalan yang seragam yakni 5 cm.
Oleh sebab itu, pengerjaan penghamparan pasir ini idealnya dilakukan dengan gundukan-gundukan kecil supaya ringan dalam menarik jidar. Pasir alas yang sudah ditebarkan dengan rata kemudian dijaga agar tidak terinjak atau ditumpuki material. 

Langkah 4 :
Pemasangan Paving Block Pelaksanaan pemasangan paving block biasanya dilakukan dengan menyusunnya menurut pola-pola tertentu. Beberapa pola pasangan yang umum diterapkan antara lain pola susunan bata, pola anyaman tikar, dan pola tulang ikan. Perlu kehati-hatian yang tinggi saat memasang paving block sesuai pola, khususnya pada barisan pertama.
Pastikan proses pemasangan ini selalu memperhatikan benang pembantu supaya susunannya membentuk pola yang baik. Selama proses pemasangan berlangsung, pekerja harus selalu berada di atas paving yang telah terpasang dengan arah kerja ke depan supaya tidak menimbulkan lendutan ke bawah. Setelah paving block terpasang sempurna, celah-celah yang ada di antaranya lalu diisi memakai nat berupa abu batu. Terakhir padatkan paving block menggunakan roller atau stamper sebanyak 1-2 kali putaran sehingga timbul daya saling mencengkeram antar-paving block.

Referensi : Arafuru

Read More »
23 August | 1komentar

Cara Memasang Paving Block

Pemasangan paving block, sebelum paving block dipasang pastikan struktur dari lahan yang hendak di paving dalam keadaan benar-benar padat. Apabila belum padat dapat dipadatkan dengan menggunakan mesin roller (wales) atau stamper kuda. hal ini agar lahan yang telah dipasang paving block tidak amblas.
Sebelum pekerjaan pemasangan paving di mulai, harus memperhatikan syaratsyarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:

1. lapisan subgrade 
Subgrade atau lapisan tanah paling dasar harus diratakan terlebih dahulu, sehingga mempunyai profil dengan kemiringan sama dengan yang di perlukan untuk kemiringan drainage (water run off) yaitu minimal 1,5 %. subgrade atau lapisan tanah dasar tersebut harus di padatkan sebelum pekerjaan subbase dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang di butuhkan. ini sangat penting untuk kekuatan landasan area paving nantinya.

2. Lapisan Subbase
Pekerjaan lapisan subbase harus disesuaikan dengan gambar dan spesifikasi teknis yang di butuhkan. Profil lapisan permukaan dari subbase juga harus mempunyai minimal kemiringan 2 %, dua arah melintang kekiri dan kekanan. Kemiringan ini sangat penting untuk jangka panjang kestabilan paving.

3. Kanstin Beton /Penguat
Tepi Kanstin beton atau Penguat tepi atau Kerb harus sudah di pasang sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini harus dilakukan untuk menahan paving pada tiap sisi agar paving tidak bergeser sehingga paving akan lebih rapi pada hasil akhirnya.

4. Drainage/Saluran Air
Seperti halnya kanstin, Drainage atau Saluran air ini juga harus sudah di pasang sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini sangat wajib dilakukan untuk effisiensi waktu/kecepatan pekerjaan. Drainage yang dikerjaan setelah paving terpasang akan sangat mengganggu pekerjaan pemasangan paving itu sendiri karena harus membongkar paving yang sudah terpasang.

5. Langkah-langkah pekerjaan paving blok :
a. Pastikan permukaan lahan yang akan di paving dalam kondisi rata/ sudah level.
b. Pasang Kanstin beton sebagai pengunci paving block, agar paving block yang sudah terpasang tidak bergeser.
c. Gelar abu batu atau pasir mengikuti kemiringan yang telah ditentukan kemudian diratakan dengan menggunakan jidar kayu.
d. Lakukan pemasangan paving block dengan cara maju kedepan, sementara pekerja pemasang paving berada diatas paving yang telah terpasang.
e. Untuk tepian lahan/ sudut-sudut yang belum terpasang paving block (laslasan), potong paving block dengan menggunakan alat pemotong paving block / paving block cutter.
f. Setelah lahan 100% sudah terpasang paving block, selanjutnya di lakukan pengisian antar naat paving block tersebut (pengisian joint filler) dengan menggunakan abu batu atau pasir.
g. Bersihkan area lahan yang telah terpasang paving block dari sisa-sisa abu batu.
h. Pekerjaan pemasangan paving blok selesai

Gambar, dari KotakuPU.id 



Read More »
23 August | 1komentar

Muatan (Gaya Aksi) Dan Gaya Reaksi

Muatan adalah beban yang bekerja pada suatu struktur yang mempunyai besaran, arah dan garis gaya.


Menurut Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung ( PPIUG ), beban atau muatan dibagi atas 5 macam :

1. Beban Mati ( Dead Load ) --- M, adalah beban yang bersifat tetap atau konstan.
Contoh : beban struktur sendiri seperti atap, rangka atap, balok, lantai, dll.

2. Beban Hidup ( Live Load ) --- H, adalah beban yang bersifat tidak tetap, bergerak, berubah sewaktu-waktu. Contoh : manusia, berbagai perabot, dll.

3. Beban Angin ( Wind Load ) --- A, adalah beban berupa angin dengan segala arah dan kecepatannya.

4. Beban Gempa ( Earthquake Load ) --- G, adalah beban berupa gempa bumi atau pergerakan (pergeseran) lapisan tanah bumi.

5. Beban Khusus ( Special Load ) --- K, adalah beban-beban yang merupakan penyederhanaan kenyataan sehari-hari. Contoh : penurunan (settlement), efek cuaca, panas, suhu, temperatur, susut (shrinkage), dll.

Jenis Muatan berasarkan dari bentuk pembebanan kepada suatu konstruksi, beban dapat dibedakan menjadi :
1. Beban atau Muatan Terpusat ( Muatan Titik ), adalah beban atau muatan yang tertuju pada satu titik. Contoh : manusia, perabot, benturan, muatan ban kereta api terhadap rel dll.
Beban Titik disimbulkan dengan Huruf P (P besar).

Berat manusia diibaratkan beban titik

Luas singgung Roda Kereta Api terhadap rel keci, dianggap sebagai beban titik

Muatan Titik adalah muatan yang luas singgung terhadap bidang singgung kecil sehingga diabaikan (berupa titik).

2. Beban atau Muatan Terbagi/ Muatan Merata, adalah beban atau muatan yang tidak tertuju pada satu titik, tapi terbagi pada bagian atau seluruh elemen struktur tersebut.

Beban merata dilambangkan dengan q
satuan Kg/m atau T/m

Berat (Q) = q x l



Luas singgung terhadap bidang singgung besar sehingga tidak bisa diabaikan.


3. Beban Berbentuk Segitiga

Beban tidak merata dapat berupa beban berbentuk segitiga baik satu sisi maupun dua sisi, berbentuk trapesium dsb. Satuan beban ini dalam newton per meter pada bagian ban yang paling besar lihat.
Contoh Perhitungan pembeban pada lantai dan Pembebanan tekanan air pada dinding kolam.



Diatas adalah gaya Aksi (yang mengenai suatu benda). Ada Gaya Reaksi, sebagai rekasi terhadap aksi yang dilakukan oleh gaya reaksi. Arah berlawanan dengan Gaya Aksi

GAYA REAKSI
Gaya Reaksi biasanya terjadi pada tumpuan sebagai akibat/perlawanan agar tetap stabil karena adanya aksi yang mengenai benda.
 Berikut adalah macam-macam tumpuan KLIK

Read More »
14 August | 0komentar

Gaya Pada Struktur Bangunan

A. Pengertian Gaya

Gaya adalah sesuatu yang menyebabkan benda itu diam atau bergerak. Saat benda itu sedang bergerak kemudian diam bekerja gaya. Saat benda itu diam kemudian bergerak maka itulah gaya.

Gaya dilambangkan dengan tanda panah

Simbol Gaya
A = Titik Tangkap Gaya
B = Arah Gaya
P = Besar Gaya
l  = Garis kerja gaya: garis yang dilalui oleh gaya


B. Sifat Gaya

Gaya dilambangkan dengan Huruf P atau F.
Sifat Gaya :
1. Mempunyai besaran
2. Mempunyai arah
3. Mempunyai titik tangkap

C. Komposisi Gaya


  1. Gaya-gaya kolinier (colinear forces) = gaya-gaya yang segaris kerjanya terletak pada satu garis lurus 
  2. Gaya-gaya koplanar (coplanar forces) = gaya-gaya yang garis kerjanya terletak pada satu bidang rata 
  3. Gaya-gaya ruang (three dimensional system of forces) = gaya-gaya yang bekerja didalam ruang Gaya-gaya konkuren (concurrent forces) = gaya-gaya yang garis kerjanya melalui sebuah titik sedang jika sebaliknya disebut nonkonkuren 
  4. Gaya-gaya sejajar = gaya-gaya yang garis kerjanya sejajar baik pada bidang rata maupun dalam ruang
Komposisi Gaya


Read More »
13 August | 0komentar

Pembuatan Produk masal

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini siswa diharapkan mampu:
1. Memahami pengertian dan prinsip perakitan/Pembuatan
2. Menerangkan prose perakitan
3. Menganalisis sistem perakitan
4. Mengetahui rancangan perakitan

A. Pengertian Prinsip Perakitan/Pembuatan Produk 

Perakitan/Pembuatan adalah suatu proses penyusunan dan penyatuan beberapa bagian komponen menjadi suatu alat/benda/mesin yang mempunyai fungsi tertentu. Pekerjaan perakitan dimulai bila obyek sudah siap untuk dipasang/dibuat dan berakhir bila obyek tersebut telah bergabung secara sempurna. 
Perakitan juga dapat diartikan penggabungan antara bagian yang satu terhadap bagian yang lain atau pasangannya. Pada prinsipnya perakitan dalam proses manufaktur terdiri dari pasangan semua bagian-bagian komponen menjadi suatu produk, proses pengencangan, proses inspeksi dan pengujian fungsional, pemberian nama atau label, pemisahan hasil perakitan yang baik dan hasil perakitan yang buruk, serta pengepakan dan penyiapan untuk pemakaian akhir.
Contoh pembuatan produk masal yang berkaitan dengan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan adalah Proses Pembuatan Paving Block, Pembuatan Genteng, Pembuatan keramik, Pembuatan Kusen Aluminium, Merangkai hendle kunci (slot pintu) dan lain-lain.

B. Pembuatan Paving Block (Bata Beton) 
Paving Block atau bisa disebut dengan Bata Beton, kita sering mendengar dan melihat. bahan bangunan ini. Paving Block memiliki karakteristik, ukuran dan mutu beton yang beragam. Seperti yang tertera di SNI (Standar Nasional Indonesia). 

Definisi Paving Block sesuai dengan SNI 03 0691 1996, Bata Beton (Paving Block) adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu bata beton itu. 

Paving block memiliki klasifikasi mutu, perlu diketahui, dalam SNI 03 0691 1996 dicantumkan:

Klasifikasi
Bata beton mutu A digunakan untuk jalan
 Bata beton mutu B digunakan untuk peralatan parkir
 Bata beton mutu C digunakan untuk pejalan kaki
 Bata beton mutu D : digunakan untuk taman dan penggunaan lain.

Syarat mutu
 1. Sifat tampak Bata beton harus mempunyai permukaan yang rata, tidak terdapat retak-retak dan cacat, bagian sudut dan rusuknya tidak mudah direpihkan dengan kekuatan jari tangan.
 2. Ukuran Bata beton harus mempunyai ukuran tebal nominal minimum 60 mm dengan toleransi + 8%.
3. Sifat fisika Bata beton harus mempunyai sifat-sifat fisika seperti pada tabel 1.



4. Ketebalan, paving mempunyai 3 macam ketebalan, yaitu 6 cm, 8 cm dan 10 cm.




5. Kuat tekan bata beton (paving block) tidak ditentukan dari ketebalan, tetapi dari komposisi bahan/material penyusunnya.
6. Ketahanan terhadap natrium sulfat Bata beton apabila diuji dengan cara seperti pada butir
7. tidak boleh carat, dan kehilangan berat yang diperkenankan niaksirnum 1%. Proses

Pembuatan Paving Block
• Pembuatan dengan cara manual 
Pembuatan paving block dimulai dengan mencampur semen, air, pasir, penambahan batu pecah (kericak) dan penambahan abu batu (sebagai filler) dengan komposisi tertentu. Setelah adukan homogen, kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dan dipress dengan kekuatan tekan tenaga manusia. Pembuatan cara manual ini umumnya menghasilkan mutu paving block yang rendah karena tekanan yang diberikan pada saat mengempa tidak maksimal. 

• Pembuatan dengan mesin 
Mencampurkan bahan material penyusun ke dalam mesin molen, kemudian di masukkan ke dalam mesin press paving block. Pada mesin ini dapat disetting tekanan yang akan diterima untuk menghasilkan paving dengan mutu tertentu. Umumnya pembuatan paving block dengan menggunakan mesin akan menghasilkan mutu beton yang tinggi, keseragaman dan kestabilan tekanan pada saat pengempaan memberikan kontribusi peningkatan mutu paving block, Meskipun demikian, komposisi material penyusun bata beton (paving block) sangat menentukan mutu produk tersebut.



Read More »
09 August | 0komentar

Kriteria Pembebanan Struktur

TINJAUAN BEBAN
Dalam melakukan analisis desain suatu struktur bangunan, perlu adanya gambaran yang jelas mengenai perilaku dan besar beban yang bekerja pada struktur. Hal penting yang mendasar adalah pemisahan antara beban-beban yang bersifat statis dan dinamis.



1. Beban statis

Beban statis adalah gaya yang bekerja secara terus-menerus atau konstan.
Jenis-jenis beban statis menurut Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Rumah dan Gedung 1983 adalah sebagai berikut:

• Beban mati (dead load/ DL) Beban mati adalah semua beban yang berasal dari berat bangunan, termasuk segala unsur tambahan tetap yang merupakan satu kesatuan dengannya.

• Beban Hidup ( Live Load/LL)
Beban hidup adalah semua beban tidak tetap, kecuali beban angin, beban gempa dan pengaruh-pengaruh khusus yang diakibatkan oleh selisih suhu, pemasangan (erection), penurunan pondasi, susut, dan pengaruh-pengaruh khusus lainnya. Meskipun dapat berpindahpindah, beban hidup masih dapat dikatakan bekerja perlahan-lahan pada struktur.
Beban hidup diperhitungkan berdasarkan perhitungan matematis dan menurut kebiasaan yang berlaku pada pelaksanaan konstruksi di Indonesia. Untuk menentukan secara pasti beban hidup yang bekerja pada suatu lantai bangunan sangatlah sulit, dikarenakan fluktuasi beban hidup bervariasi, tergantung dari banyak faktor. Oleh karena itu faktor pengali pada beban hidup lebih besar jika dibandingkan dengan faktor pengali pada beban mati.


2. Beban Dinamik
Beban dinamik adalah beban dengan variasi perubahan intensitas beban terhadap waktu yang cepat. Beban dinamis ini terdiri dari beban gempa dan beban angin.

a) Beban Gempa
Gempa bumi adalah fenomena getaran yang dikaitkan dengan kejutan pada kerak bumi. Beban kejut ini dapat disebabkan olehbanyak hal, tetapi salah satu faktor utamanya adalah benturan/pergesekan kerak bumi yang mempengaruhi permukaan bumi. Lokasi gesekan ini disebut fault zone. Kejutan tersebut akan menjalar dalam bentuk gelombang. Gelombang ini menyebabkan permukaan bumi dan bangunan di atasnya bergetar.
Pada saat bangunan bergetar timbul gaya-gaya pada struktur bangunan karena adanya kecenderungan dari massa bangunan untuk mempertahankan dirinya dari gerakan.
Gaya yang timbul disebut gaya inersia, besar gaya tersebut bergantung pada banyak faktor yaitu:
1. Massa bangunan
2. Pendistribusian massa bangunan
3. Kekakuan struktur
4. Jenis tanah
5. Mekanisme redaman dari struktur
6. Perilaku dan besar alami getaran itu sendiri
7. Wilayah kegempaan
8. Periode getar alami

b) Beban Angin
Berdasarkan Peraturan Muatan Indonesia 1971,muatan angin diperhitungkan dengan menganggap adanya tekanan positif dan tekanan negatif (isapan), yang bekerja tegak lurus pada bidang-bidang yang ditinjau. Besarnya tekanan positif dan tekanan negatif ini dinyatakan dalam kg/m2 ,

Pembebanan https://www.sarastiana.com/2016/09/pembebanan-pada-struktur.html

Read More »
07 August | 0komentar