Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Menunggu Episode Berikutnya!

Kelompok dengan Fasilitator Ibu Sulastri,ST, Pengajar Praktik : Bp. Muhammad Syaefudin, Bp. Heru, Ibu Yohana dan Bp. Eka

Menjalani sebuah episode yang telah dijalani sebagai Calon Guru Penggerak (CGP), setelah lolos seleksi administrasi. Kemudian dinyatakan lolos pada seleksi kedua melalui tes mengajar dan diakhiri dengan test wawancara. Mendaftar menjadi Calon Guru Penggerak melalui SIM PKB, berhasil masuk mengikuti kegiatan berikutnya adalah suatu yang membanggakan. Masuk sebagai Angkatan 6 CGP  Kabupaten Purbalingga. 
Proses selanjutnya adalah episode dengan melakukan lakon Pendidikan Guru Penggerak, mengikuti 9 bulan. Menjalani episode ini merupakan warna tersendiri bagi saya, merupakan langkah untuk maju sebagai barometer pencapaian seberapa besar motivasi untuk dapat berkembang kearah yang lebih baik/maju. Bertukar pikiran, berbagi ilmu, berbagi aksi nyata, dan berkolaborasi dengan teman-teman guru dalam satu Kabupaten Purbalingga yang mempunyai visi yang sama merupakan hal yang sangat positif bagi saya. 
Kegiatan selama 9 bulan, dengan tetap melakukan tugas wajib sebagai guru yakni mengajar dan tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, sungguh sebuah tataran laku hidup yang mengasyikan, menantang dan menegangkan. Tugas-tugas CGP yang demikian banyak, beruntun, marathon ditambah kegiatan sebagai Wakakur yang demikian berjubel dan multi keadaan. Diwajibkan untuk mengerjakan tugas-tugas CGP melalui LMS tentu dengan due date yang timing waktunya 1 dan 2 hari. 
Melakoni episode ini sungguh merupakan kegiatan yang menggairahkan terutama pada insting-insting mengatur manajemen waktu. Dan laku ini menjadi sebuah habit. Pengaturan waktu menjadi sebuah keharuskan, mejalani, mengerjakan tugas di manapun pada kesempatan apapun dilakukan. Tentu tidak mengganggu tugas utama, melakukan pembelajaran. Tugas yang ada dengan alur MERDEKA (Mulai dari diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demontrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi dan Aksi Nyata) dapat terselesaikan dengan baik. Meskipun per 7 Mei 2023 dashboard perkembangan LMS masih 99%. 
Rentetan kegiatan dengan menggunakan alur merdeka melalui LMS dilakukan secara daring, dan ada yang dilakukan secara luring yaitu pendampingan individu (PI) yang dilakukan oleh Pengajar Praktik (PP) dan lokakarya 1 sampai dengan lokakarya 7. Lokakarya pertama dilaksanakan di SMK negeri 1 Jateng dan lokakarya 2 s.d. 7 dilaksanakan di SMAN 1 Padamara Purbalingga Jateng. 
Melalui Program Kerja dengan Tema Literasi Digital mencoba mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman mengikuti penddidikan guru penggerak di sekolah. Hulu dari semua pengetahuan, ketrampilan dan keberhasilan adalah membaca/ literasi. Tanpa ada literasi sebuah tujuan, ide, visi tentu akan jauh api dari panggang. Membiasakan literasi bagi siswa melalui P5 sebagai ide yang tentu akan merambah, berimbas kepada kemampuan lain yang sangat berguna bagi turut berkembangnya peserta didik. 
Semoga saja hasil tidak akan pernah mengkhianati proses serta takdir Tuhan yang tidak akan pernah tertukar untuk seseorang. Hal tersebut saya yakini untuk melakukan hal-hal terbaik disaat semua kesempatan datang. Meski sedang menunggu pengumuman kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri terbuka, semakin meneguhkan visi untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak demi mewujudkan perubahan yang nyata dan lebih baik.






Read More »
07 May | 0komentar

Lokakarya 7 CPG Angkatan 6 Kab. Purbalingga


Kegiatan Lokakarya 7 Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan 6 dengan tema kegiatan Panen Raya Hasil Belajar dilaksanakan pada 28 s.d. 29 April 2023 bertempat di SMA Negeri 1 Padamara, Purbalingga. Kegiatan ini diikuti oleh 119 Calon Guru Penggerak angkatan 6. Rangkaian kegiatan lokakarya 7 dimulai pada Jumat 28 April 2023. Masing-masing CGP untuk menyampaikan tentang program yang sudah dipersiapkan. Berikutnya CGP diminta untuk melakukan kegiatan evaluasi terhadap proses selama mengikuti kegiatan dari awal sampai pada kegiatan di lokakarya 7 yang dipandu oleh pengajar praktik. 



Pada tanggal 29 April 2023 kegiatannya adalah melaksanakan Gelar Pameran Hasil Belajar. Berupa produk yang telah dihasilkan selama Pendidikan. 
Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Purbalingga mewakili Bupati dan juga dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 9 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Jateng diwakilkan oleh Kasi SMK Bp. Drs. Suwanto,MPd.


























Read More »
30 April | 0komentar

Panen Hasil Karya CGP Bentuk Media Interaktif

Pelaksanaan Panen Karya dari pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6 Kab. Purbalingga akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 April 2023. Sebelumnya diadakan Lokakarya ke 7 pada Hari Jumat, 28 April 2023. Pada pelaksanaan Panen Hasil Karya para CGP menampilkan Aksi Nyata/ Program yang telah dibuat pada tugas-tugas selama pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak. So pasti adalah pembuatan dengan menggunakan versi cetak. Ada yang mengguakan Banner, Kertas dalam ukuran besar dan media lain untuk mengisi lapak yang telah disediakan oleh Panitia (BBGP, PP dll), yang tentunya jika dikonversikan secara ekonomi tentu sangat memakan biaya yang tidak sedikit.

Satu alternatif dari kami menampilkan obyek media Hasil Karya pada Panen Karya ini dengan menggunakan Media Interaktif. Sebagai media yang sudah saya gunakan untuk pembelajaran berdiferensiasi. Media ini biasanya digunakan untuk siswa yang bergaya belajar Kinestetik (berinteraktif sesuai kehendak siswa). Seperti siswa yang belajar menggunakan media yang saya buat/kembangkan maka dengan sesuka hati kita berselancar pada media interaktif tersebut apa yang kita ingin ketahui. 

Berikut Cover Intro dari media interaktif style="text-align: justify;">Fasilitator Ibu Sulastri, ST pada kelompok 06.17. Jateng. Capaian pembelajaran di daskboard saya masih/ baru 99%. Dan Pengajar Praktik kami adalah Bp. Muhammad Saefudin, MPd.


Pada Menu Home akan dibawa pada menu aktivitas Pelatihan yaitu "MERDEKA": Mulai dari diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demontrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi dan Aksi Nyata.


Memulai bereksplorasi penggunaan Media Interaktif ini :
1.  Semisal kita akan melihat Mulai dari diri, maka tinggal kita klik Button/tombol (M) atau Button/tombol (ULAI DARI DIRI). Maka akan sampai pada jendela/window/halaman Mulai dari diri seperti di bawah ini.


2. Berikutnya  klik gambar yang tertera di atas dari Mulai Dari Diri Modul 1.1 s.d. Mulai Dari Diri Modul 3.3.

3. Media ini juga dapat digunakan berbasis Androidn dengan kita Install di APK Builder. Kita instal di HP sebelum menggunakannya.
4. Berikut saya lampirkan dalam versi Web. selamat menikmati semoga hal yang kecil ini bermanfaat bagi Bapak/Ibu/Saudara semua.

Mencoba Media Interaktif dari Panen Hasil Karya CGP Angkatan 6 Kab. Purbalingga dapat lihat pada link di bawah ini :








Read More »
27 April | 0komentar

MengIstiqomahkan Amaliyah Pasca Ramadhan

Pengajian Rutin


“Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala adalah amal yang paling terus-menerus dikerjakan meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah bulan Ramadhan berlalu yang tadinya syaitan dibelenggu maka Syaitan sudah dilepas lagi. Agar kita dapat selamat maka kita istiqomahkan amalan yang ada. Sebagai orang yang beriman, kita berupaya tetap istiqomah melakukan ama-amal sholeh pasca Ramadhan. Karena pada hakikatnya, kita adalah hamba-hamba Allah dan bukan hamba-hamba Ramadhan. 
Lalu muncul pertanyaan besar: Apa yang tertinggal dalam diri kita setelah Ramadhan berlalu? Bekas-bekas kebaikan apa yang terlihat pada diri kita setelah keluar dari madrasah bulan puasa? Apakah bekas-bekas itu hilang seiring dengan berlalunya bulan itu? Apakah amal-amal kebaikan yang terbiasa kita kerjakan di bulan itu pudar setelah puasa berakhir? 
Sekalipun Ramadhan telah pergi meningalkan kita, tetapi Allah SWT akan tetap terus ada dan tidak akan pergi meninggalkan kita, selama kita terus mengingat-Nya dalam segala keadaan. Orang-orang yang sukses dalam menjalankan segala amal sholeh selama bulan Ramadhan, memiliki peluang besar untuk tetap istiqomah menjalankan amal-amal sholeh tersebut pasca Ramadhan. Syaratnya adalah segala amal ibadah yang telah ia lakukan, dilandasi oleh iman dan semata-mata mengaharap ganjaran pahala dari Allah SWT. 
Sikap istiqomah memiliki dua dimensi, yaitu dimensi vertikal dan horisontal. Secara vertikal, seseorang yang istiqomah akan terus menjaga hubungannya dengan sang Khaliq dan berusaha untuk senantiasa dekat (taqorrub) dengan-Nya. Esensi dari dimensi vertikal ini kemudian diejawantahkan dalam dimensi horisontal dengan terus menjaga hubungan baik dengan sesama makhluk Allah, baik manusia, hewan, dan alam sekitar. 
  1. Biasakan Amalan-amalan Amaliah Ramadhan 
  2. Tetap tilawah, sholat malam. jika Ramadhan 1 malam juz sehari 
  3. Mencari lingkungan yang baik Hindarkan kemaksiatan 
  4. Berdoa, "Yaa muqallibal quluub tsabbit quluubanaa 'alaa diinik” Artinya, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu”. 
Oleh karena itulah, Allah Ta’ala mensyariatkan puasa enam hari di bulan Syawwal, yangkeutamannya sangat besar yaitu menjadikan puasa Ramadhan dan puasa enam hari di bulan Syawwal pahalanya seperti puasa setahun penuh, sebagaimana sabda Rasululah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh” (HSR Muslim (no. 1164)). 
Akhirnya, kita berharap kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kekuatan untuk dapat terus melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta diberikan keistiqomahan untuk tetap berada di jalan yang lurus, senantiasa mendapatkan bimbingan dan petunjuk-Nya, yang pada puncaknya kita akan kembali kepada Allah SWT dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin Ya Robbal 'Alamiin.

Read More »
24 April | 0komentar

Ramadhan Telah Meninggalkan Kita, Lagi !

Kultum Remaja, Ramadhan 1444H, 2023 Masehi


Bulan Suci Ramadhan pada tahun ini telah genap 29 hari, tepat pada tanggal 21 April 2023 adalah 1 Syawal 1444H. Ramadhan telah meninggalkan kita seperti tahun yang lalu apakah yang membekas dalam setiap pergantian dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya? Dan insya Allah kita akan bertemu lagi 11 bulan yang akan datang jika Allah memberi kita umur yang lebih panjang. Bulan Ramadan yang di dalamnya diwajibkan bagi setiap orang beriman untuk berpuasa memang dihadirkan khusus oleh Allah untuk memberi kesempatan kepada manusia agar melakukan penyucian diri dari semua dosa yang telah dilakukan. Di Bulan Ramadhan pula Alloh SWT menjanjikan pahala yang berlipat-lipat, berganda-ganda.
Karena itu, banyak janji Allah baik yang lewat firman-Nya langsung di dalam al Qur’an maupun yang melalui hadits Nabi atas pahala bagi orang yang menjalankan ibadah puasa semata karena imannya kepada Allah dan memohon pahala atas puasanya itu, yakni dihapuskannya dosa-dosa di masa lalu dan dosanya yang akan datang. Siapa yang tidak bahagia jika dosanya telah diampuni oleh Allah. Atau, adakah berita yang lebih menggembirakan dibanding dengan berita tatkala dosa kita diampuni oleh Allah? Niscaya tidak ada. Mengapa bulan itu begitu didambakan? Karena banyaknya rahmat yang diturunkan Allah khusus di bulan itu. 
Begitu mulianya Ramadan, hingga Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda andai saja umatku tahu hikmah yang ada di balik bulan suci Ramadan niscaya umatku meminta bahwa sepanjang tahun itu bulan Ramadan. Di kesempatan lain, karena begitu istimewanya bulan Ramadan, Nabi juga pernah bersabda barang siapa yang senang dengan datangnya bulan suci Ramadan, maka haram jasadnya bagi apai neraka. Bagaimana bulan Ramadan tidak disebut bulan mulia? Sebab, Allah melipatgandakan pahala semua ibadah wajib dengan berpuluh-puluh kali, sedangkan ibadah sunnah diberi pahala sebagaimana ibadah wajib. Tidak hanya itu, di dalam bulan Ramadan Allah juga secara tegas menurunkan sebuah malam yakni ‘lailatul qodar’ yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan, kurang lebih 83 tahun 4 bulan. 
Karena itu, jika kita sedang berpuasa dan sedang mengerjakan amal sholeh tepat di malam istimewa itu sama dengan ibadah selama 83 tahun 4 bulan. Padahal, belum tentu usia kita bisa mencapai angka 83 tahun 4 bulan itu. Jika menggunakan ukuran Nabi, usia rata-rata umat Muhammad hanya berkisar antara 60-70 tahun. Jadi sangat pendek. Subhannallah. Karena itu, sungguh rugi bagi orang yang tidak tahu makna yang dikandung di dalam bulan Ramadan, sehingga menganggap Ramadan layaknya bagaikan bulan-bulan lain sepanjang tahun, sehingga tidak cukup amalan yang diperbuat selama Ramadan. Para ulama sufi menjelaskan bahwa manusia lahir dengan keadaan suci. 
Dalam Islam tidak dikenal istilah dosa waris, sebagaimana dipercaya agama lain. Islam mengenal setiap manusia terlahir suci. Karena itu, Allah yang maha Suci hanya mau menerima orang-orang yang suci tanpa dosa tatkala menghadap-Nya. Manusia suci bukan manusia tanpa dosa, melainkan manusia yang punya dosa dan mau bertaubat, sehingga dosanya diampuni oleh Allah swt. Sebab, Allah sendiri telah mendeklarasikan diri sebagai Sang Maha Penerima Taubat. Jadi surga bukan hanya tempat orang tak berdosa, melainkan tempat orang berdosa yang kemudian mau bertaubat sehingga dosanya diampuni.
Allah menyadari benar jika manusia itu makhluk yang amat sangat lemah. Bahkan kata Nabi saja iman manusia itu naik turun. Tatkala imannya sedang naik, dia mudah diajak berbuat amal sholeh. Sebaliknya, tatkala imannya sedang turun, seseorang enggan diajak berbuat amal sholeh. Karena kelemahannya itu, manusia mudah berbuat dosa. Karena itu pula bisa dibayangkan. jika Allah tidak menciptakan sebuah momentum waktu khusus bagi manusia untuk menyucikan diri dari dosa niscaya sebagian besar manusia akan menjadi penghuni neraka. 
Dalam konteks penyucian diri dari dosa tersebut, Allah secara sistematis membuat momentum-momentum waktu secara khusus untuk beribadah. Untuk penyucian diri tiap hari Allah sediakan ibadah sholat wajib lima kali sehari. Karena itu, sholat merupakan ibadah untuk menghindarkan diri dari perbuatan mungkar dan keji dari kurun waktu harian. Jadi sholat merupakan ibadah harian. Sholat juga menjadi pembeda yang sangat jelas apakah seorang itu muslim atau tidak. Dengan menjalankan ibadah secara rutin insya Allah seorang muslim terjaga perilaku dari perbuatan mungkar dan keji. Setiap waktu sholat hakikatnya merupakan momentum penyucian diri, sehingga seorang yang terus menjaga sholatnya niscaya selalu dalam keadaan suci. Selain ibadah harian, Allah juga menciptakan ibadah mingguan, yakni sholat Jum’at. Selang waktu antara Jum’at dan Jum’at berikutnya juga merupakan momentum penyucian diri seorang muslim dari dosa mingguan. Dengan demikian, seorang muslim yang menjaga ibadah sholat Jum’at sejatinya dia juga menjaga penyucian dirinya dari perbuatan dosa mingguan. 
Ramadhan diisi dengan Tilawah Al Qur'an 


Ramadan adalah ibadah tahunan. Hanya setahun sekali Allah menurunkan waktu untuk beribadah secara khusus, yakni di bulan Ramadan. Logikanya, jika ibadah sholat merupakan momentum penyucian diri tingkat harian, dan ibadah sholat Jum’at tingkat mingguan, maka puasa Ramadan merupakan momentum penyucian diri pada tingkat tahunan. Selama satu tahun tentu banyak perbuatan dosa yang dilakukan manusia. Karena itu, lewat ibadah puasa Ramadan dosa-dosa itu dihapus sehingga tatkala Allah memanggilnya manusia menghadap dengan keadaan suci. 
Bagi orang yang menghadap dengan keadaan tidak berdosa atau suci, Allah abadikan dengan panggilan khusus sebagaimana di dalam Al Qur’an pada surat Al Fajr empat ayat terakhir, yang artinya: ”hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya, maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku”. Selain ibadah tahunan, Allah juga menyediakan momentum khusus untuk beribadah hanya sekali seumur hidup, yakni ibadah haji. Itu pun bagi yang mampu, baik secara fisik, materi, maaupun ketakwaannya. 
Bagi yang mampu, ibadah haji merupakan ibadah wajib. Ibadah haji tentu sangat berat. Karena itu, tidak berlebihan jika Nabi bersabda bagi orang yang memperoleh haji mabrur tidak ada balasannya selain surga. Dengan demikian, orang yang menjalankan ibadah haji semata karena panggilan Allah maka saat itu pula dia melakukan penyucian diri dari dosa sepanjang umurnya. Subhanallah. 
Kembali ke judul tulisan di atas bahwa kini bulan penuh berkah itu telah pergi dan akan datang kembali 11 bulan lagi. Masa penyucian diri dari kurun waktu sebelas bulan yang lalu telah kita lalui. Karena itu. kita isi lembaran hidup kita selama 11 bulan yang akan datang dengan terus mengerjakan amal sholeh seolah-olah masa kurun waktu 11 bulan yang akan datang hingga datangnya Ramadan 1444H adalah bulan Ramadan. 
Kita teruskan amalan-amalan seperti sholat berjamaah, sholat malam, berdzikir, bertadarus, berinfaq dan bersodaqoh, bersilaturrahim, dan sebagainya. Sebab, berakhirnya Ramadan tidak berarti berhentinya kita berbuat amal sholeh. Justru kata Nabi tanda-tanda orang yang puasanya diterima Allah adalah selepas Ramadan justru meningkat amal sholehnya. Sebaliknya, orang yang gagal puasanya adalah orang yang tidak memetik buah dari amalan Ramadan sama sekali. Dengan kata lain, ibadah puasa sepanjang bulan Ramadan tidak memberikan dampak pada perbuatannya pasca-Ramadan. 
Dengan berhasil menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh dengan baik, insya Allah kita telah menjadi pemenang setelah bertarung melawan hawa nafsu kita masing-masing. Sebab, dalam jiwa manusia selalu ada dua macam nafsu, baik dan buruk. Kedua nafsu tersebut selalu bertarung, dan masing-masing tentu ingin menjadi pemenang. Jika pemenangnya nafsu yang buruk, maka kita enggan berbuat amal sholeh. Sebaliknya, jika yang menang adalah nafsu yang baik, maka kita suka beramal sholeh. 
Selain itu, ibadah puasa merupakan jelajah spiritual yang sungguh berat karena hanya kita sendiri dan Allah saja yang tahu bahwa kita berpuasa atau tidak dan bagaimana kualitas puasa kita masing-masing. Oleh karena itu, panggilan ibadah puasa hanya bagi orang-orang yang beriman saja. Sebab, orang yang tidak beriman pasti tidak sanggup menjalankan ibadah tersebut, sebagaimana diabadikan oleh Allah dalam al Qur’an pada surat al Baqarah ayat 183, yang sering para Ustadz ssampaikan saat Bulan Ramadhan.


Read More »
23 April | 0komentar

Islam Membangun Masyarakat Yang Baldatun Thoyyibatun wa robbun Ghofur



Pada hari Jumat, 21 April 2023 bertepatan dengan 1 Syawal 1444H dilaksanakan Sholat Idul Fitri bertempat di Alun-alun Banjarnegara. Kutbah 'Idul Fitri 1444H Alun-alun Banjarnegara. bertema Baldatun Thoyyibatun dengan Khotib Ustadz Muhammad Fahmi Hisyam ketua Takmir Masjid An Nur Banjarnegara.

Baldatun Thoyyibatun wa robbun Ghofur adalah sebuah negeri yang subur dan makmur, adil dan aman. Dimana yang berhak akan mendapat haknya, yang berkewajiban akan melaksanakan kewajibannya dan yang yang berbuat baik akan mendapat anugerah sebesar kebaikannya. Tidak ada lagi kezaliman. 
Orang kaya menzalimi yang mizkin, yang kuat menzalimi yang lemah, yang berharta memanfaatkan hartanya untuk meraih posisi dan prestasi. Hal yang seperti ini akan menyebabkan sebuah negeri menjadi negeri yang Baldatun la'natun wa Robbun ghofur Menjadi negeri yang dilaknat Allah. Sehingga kedamaian keadilan, kemakmuran tidak akan pernah menyentuh negeri yang seperti ini. Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur merupakan cita-cita seluruh bangsa di dunia. 
Dan hanya dengan segala usaha dan kerjakeras beriring doa maka impian dan harapan suatu kaum akan terlaksana. Dan Allah berjanji akan menurunkan berkah dari langit dan bumi jika mayoritas manusia itu bertakwa. 

 وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ 

 “Andai penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan membukakan untuk mereka keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) sehingga Kami menyiksa mereka sebagai akibat dari apa yang mereka perbuat.” (TQS al-A’raf [7]: 96). 
Negeri yang nyaman, aman dan sejahtera dengan penduduk-penduduk yang berakhlak baik tentulah harapan banyak manusia, Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Sebuah negeri seperti yang digambarkan oleh Firman Allah dalam QS. Saba ayat 15. 
“Sungguh bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) ditempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun disebelah kanan dan disebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.









Read More »
23 April | 0komentar