Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts sorted by relevance for query volume. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query volume. Sort by date Show all posts

Gambar dan Rencana Anggaran Biaya Instalasi Air Bersih

Merencanakan penempatan sebuah pipa tentunya dilihat dari denah bangunan yang ada. Dengan menempatkan jaringan pipa pada penempatan yang dibuat secara efisien. Ini bertujuan untuk memudahkan dalam pemasangan dan perbaikan apabila terjadi kebocora/ tersumbat. Setelah instalasi pipa direncanakan, tentunya kita akan melakukan perhitungan berapa jumlah pipa yang digunkan dan berapa biaya pemasangan pipa secara keseluruhan. Berikut langkahlangkah dalam perhitungan instalasi air bersih.

a) Pengertian Gambar rencana ialah gambar yang menggambarkan bentuk konstruksi rencana suatu bangunan secara keseluruhan. Pada gambar ini biasanya diperlihatkan denah bangunan dan detail setiap item pekerjaan. Pada instalasi air, akan terdapat denah saluran air bersih dan air kotor, septiktank, resapan dan detail. 
Rencana Anggaran Biaya (RAB) suatu bangunan ialah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biayabiaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut. Sedangkan, anggaran biaya adalah harga dari bangunan yang dihitung secara teliti, cermat dan memenuhi syarat. Anggaran biaya pada type bangunan yang sama bisa saja berbeda-beda

1. Volume / Kubikasi Pekerjaan 

a) Pengertian Volume Pekerjaan 
Yang dimaksud dengan volume suatu pekerjaan, ialah menhitung jumlah banyaknya volume pekerjaan dalam satu satuan. Volume juga disebut sebagai kubikasi pekerjaan. Jadi volume suatu pekerjaan bukanlah merupakan volume isi sesungguhnya, melainkan jumlah volume bagian pekerjaan dalam satu kesatuan.
b) Uraian Volume Pekerjaan 
Yang dimaksud dengan uraian volume pekerjaan, ialah menguraikan secara rinci besar volume atau kubikasi suatu pekerjaan. Menguraikan, berarti menghitung besar volume masing-masing pekerjaan sesuai dengan gambar bestek dan gambar detail. Sebelum menghitung volume masing-masing pekerjaan, lebih dulu harus dikuasai membaca gambar bestek berikut gambar detail/ penjelasan. Susunan uraian pekerjaan ada dua system yaitu : susunan system lajur-lajur tabel baris., susunan system post-post. Volume pekerjaan disusun sedemikian rupa secara sistematis dengan lajur-lajur tabelaris dengan pengelompokkan dimulai dari pekerjaan pondasi sampai pada pekerjaan perlengkapan luar. 
c) Perhitungan volume pada pekerjaan saniter dan instalasi air 
Untuk pekerjaan saniter terdiri dari kebutuhan akan kloset (dihitung perbuah), perlengakapan instalasi air bersih dan perlengkapan instalasi air kotor. Masing-masing pipa volumenya dihitung per meter dan diameternya disesuaikan dengan kebutuhan.








Read More »
04 March | 2komentar

Menghitung Volume Galian Tanah



Pada seri menghitung Volume Rencana Anggaran Biaya menggunakan Denah yang telah diupload pada postingan sebelumnya yaitu Menghitung Volume Pengukuran. Pada postingan berikut ini dibahas tentang menghitung Galian Tanah Pondasi.

Ukuran penampang galian tanah adalah:

Pagar    : 

Diketahui :

Tinggi galian tanah = 950 mm = 0,950m

Lebar galian  tanah   = 575 mm = 0,575m

Rumah 

Tinggi galian tanah = 950 mm = 0,950m

Lebar galian  tanah = 900 mm = 0,900m

---------------------------------------------------------------

Volume galian tanah penjumlaha antara Volume galian tanah pagar dan galian tanah rumah.


Volume = Luas penampang x Panjang pondasi

---------------------------------------------------------------

Volume Galian Tanah Pagar =

0,950 x 0,575 x 35 = 19,12 m3

NB: 35 meter dari perhitungan panjang pondasi dipostingan Menghitung Volume Pengukuran dan Bowplank 


Volume Galian Tanah Rumah =

0,950 x 0,900 x 25,25m = 21,59 m3

NB: 25,25 meter dari perhitungan panjang pondasi dipostingan Menghitung Volume Pengukuran dan Bowplank 


Maka Jumlah Volume Galian Tanah Pada Gambar tersebut adalah :

19,12 + 21,59 = 40,71 m3


Read More »
03 May | 0komentar

Menghitung Urugan Tanah Kembali Pada Pondasi Batu Kali

Berikut membahas pada materi sebelumnya yaitu menghitung Pondasi Batu kali. Pembahasan pada menghitung Volume Urugan tanah kembali,Volume Aanstamping (Batu kosong) dan Urugan pasir bawah pondasi. 
Menghitung Urugan tanah kembali, menurut emperis langsung saja menggunakan rumus 1/3xVolume galian tanah. 

 Menghitung Volume Aanstamping (Luas penampang x Panjang pondasi) 

 Pagar : 0,15 x 0,575 x 35 = 3,019 m3 
Rumah : 0,15 x 0,90 x 25,25 = 3.409 m3 
  Volume Aanstamping = 3,019+ 3,409 = 6,428 m3 

 Menghitung Volume Pasir Bawah Pondasi 
 Pagar : 0,05 x 0,575 x 35 = 1,010 m3 
Rumah : 0,05 x 0,90 x 25,25 = 1,136 m3 
  Volume Pasir bawah pondasi = 1,010 + 1,136 = 2,143 m3 

 Posting Sebelumnya : 

Read More »
07 May | 0komentar

Menghitung Volume Pondasi

 


Perhitungan Volume pondasi batu kali

Penampang Ponsasi Batu Kali adalah berbentuk Trapesium maka untuk menghitung Volumenya menggunakan rumaus Luas Trapesiun dikalikan jaraknya.

Untuk menghitung Volume Pondasi: Luas Penampang (bentuk Trapesium) dikalikan dengan panjang pondasi.Luas trapesium adalah jumlah garis sejajar dikalikan dengan setengah tinggi.Dari gambar dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut:




 

maka:


Volume Pondasi = Luas Penampang Trapesium (Penampang) x Panjang Pondasi


Pada postingan sebelumnya menghitung panjang pondasi 


Diketahui Panjang Pondasi :
1. Pagar 



Diketahu Panjang Pondasi Pagar = 35m

Volume = 0, 254 X 35 meter
             = 8,88 m3

2. Pondasi Rumah




Diketahui Panjang pondasinya = 25,25m

Volume = 0,333 x 25,25 
             = 8,40m3


Jadi Jumlah Volume pondasi = 8,88 m3 + 8,40 m3
                                               = 17,28m3



Read More »
29 April | 0komentar

Peran Sentral Matematika dalam Menghitung Skala, Volume, dan Anggaran Proyek Rumah Type 36



Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) mendorong integrasi disiplin ilmu untuk memecahkan masalah nyata. Dalam proyek perencanaan Rumah Type 36, Mata Pelajaran Matematika berperan sebagai tulang punggung struktural dan logis. Peran Matematika jauh melampaui perhitungan dasar, menjadi fondasi utama dalam aspek efisiensi, biaya, dan akurasi desain.
Secara keseluruhan, dalam proyek perencanaan Rumah Type 36, Mata Pelajaran Matematika mengubah ide abstrak menjadi rencana konkret yang layak bangun. Matematika memastikan bahwa produk akhir tidak hanya indah, tetapi juga fungsional, efisien secara biaya, dan dapat diwujudkan dengan akurasi tinggi.

Desain dan Ukuran
Rumah Type 36 adalah contoh perencanaan rumah minimalis yang sangat mengutamakan efisiensi ruang. Di sinilah konsep-konsep Matematika diterapkan secara intensif:

Geometri dan Skala:
Siswa menggunakan konsep perbandingan dan skala untuk mengubah ukuran sebenarnya (misalnya 6m x 6m) menjadi denah yang proporsional di kertas (misalnya skala 1:100 atau 1:50).Mereka menerapkan ilmu geometri (luas, keliling, sudut) untuk memastikan tata letak ruang (kamar, dapur, kamar mandi) berbentuk ideal (persegi/persegi panjang) dan sudut siku-siku (90 derajad) untuk konstruksi yang kokoh.

Perhitungan Luas dan Volume:
Matematika digunakan untuk menghitung luas efektif lantai, luas dinding yang akan dicat, dan luas atap. Perhitungan volume (misalnya volume beton untuk pondasi, volume tanah yang harus digali) menjadi krusial untuk estimasi material yang akurat.

Analisis Finansial dan Anggaran (RAB)
Salah satu produk terpenting dari proyek perencanaan rumah adalah Rencana Anggaran Biaya (RAB). Matematika adalah alat utama untuk memastikan proyek ini realistis secara finansial. Dari volume yang ada dikalikan dengan harga satuan pekerjaan, maka didapatkan harga pekerjaan.

Aritmatika Dasar dan Persen: 
Siswa melakukan operasi dasar (penjumlahan, perkalian) untuk menghitung total biaya material dan jasa pekerja. Mereka juga menggunakan persentase untuk menghitung pajak, diskon material, atau keuntungan kontraktor.
Analisis Biaya Material: 
Matematika membantu siswa menentukan jumlah material yang dibutuhkan (misalnya, berapa buah keramik ukuran 40x40 cm yang diperlukan untuk luas 10 m2) dan mengalikan dengan harga satuan untuk mendapatkan total biaya. Ini memerlukan kemampuan mengelola variabel dan data kuantitatif yang kompleks.

Kontribusi Matematika pada Keterampilan Abad ke-21
Melalui proyek ini, peran Matematika diperkuat dalam melatih keterampilan penting yang dibutuhkan di dunia kerja:
Pemecahan Masalah Kuantitatif: Siswa menghadapi masalah nyata, seperti: "Bagaimana cara memasukkan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur ke dalam lahan 36 m2 dengan mematuhi standar minimal luas ruang yang sehat?" Jawaban memerlukan kombinasi geometri dan logika.
Ketelitian dan Akurasi: Perhitungan yang salah satu sentimeter saja dapat berdampak besar pada biaya dan konstruksi. Matematika menuntut ketelitian tinggi dalam pengukuran dan perhitungan.
Berpikir Logis dan Sistematis: Menyusun RAB atau denah membutuhkan langkah-langkah logis yang berurutan (misalnya, menghitung pondasi dulu, baru dinding, baru atap).

Kolaborasi Lintas Mapel
Matematika bertindak sebagai jembatan data dalam proyek ini, menyediakan angka-angka yang dibutuhkan oleh mata pelajaran lain: 
  • Seni Budaya/Desain: Matematika memastikan estetika desain (yang dibuat di Seni Budaya) dapat diimplementasikan sesuai ukuran dan skala yang akurat. 
  • Penjaskes: Data luas minimal ruang aktivitas dan sirkulasi udara (yang ditentukan oleh Penjaskes) diolah oleh Matematika menjadi ukuran nyata dalam denah. 
  • Fisika: Prinsip perhitungan beban struktural atau kekuatan material (yang dipelajari di Fisika) dihitung menggunakan rumus-rumus dan aljabar Matematika.

Read More »
08 November | 0komentar

Asesmen Anti-Mainstream

Di ruang kelas XI DPIB 2 SMKN 1 Bukateja, hawa tegang menyelimuti suasana. Hari itu, jadwal asesmen mata pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi. Bapak guru berdiri di depan kelas dengan senyum misterius. Di tangannya, sebuah kotak kardus bekas snak yang dihiasi kertas kado berwarna-warni.
"Selamat siang, anak-anak," Bapak guru menyapa ramah. "Hari ini, kita akan melakukan asesmen yang sedikit berbeda. Tidak ada soal dari saya. Kalianlah yang akan menentukan soal kalian sendiri."
Semua siswa saling pandang, bingung. Budi, yang duduk di barisan depan, berbisik pada temannya, Agus, "Maksudnya apa, ya?"
Pak Guru meletakkan kotak itu di atas meja dan menjelaskan, "Di dalam kotak ini ada 9 gulungan kertas. Setiap gulungan berisi nomor soal dari materi 'Jenis-jenis Pekerjaan Konstruksi', dan  'Menghitung Volume Pekerjaan Konstruksi'. Masing-masing dari kalian akan maju, mengambil satu gulungan, dan mengerjakan soal yang tertera di dalamnya."
Seketika, bisik-bisik dan celetukan langsung memenuhi ruangan.
"Wah, ini kayak undian arisan!" celetuk Aljaan, si jagoan hitung.
"Gawat, kalau dapat soal yang susah gimana?" timpal Sifa, yang lebih suka materi teori.
Adinda maju pertama. Ia memasukkan tangannya ke dalam kotak, meraba-raba gulungan kertas, dan menarik satu. Dengan hati-hati, ia membukanya. Soal yang didapatnya adalah: "Hitung volume pekerjaan beton pada balok kolom proyek rumah tinggal sederhana." Adinda mengembuskan napas lega. Ini adalah materi yang ia kuasai dengan baik.
Selanjutnya, giliran Aira. Ia menarik gulungan dan membacanya: "Hitung volume pekerjaan plesteran dan acian dinding untuk rumah tinggal sederhana." Wajah Aira langsung pias. Ia lupa rumus volume plesteran.
Yang paling kocak adalah Gunawa. Ia dengan santai mengambil gulungan dan membukanya. Soalnya berbunyi: "Hitung volume pekerjaan pemasangan atap genteng pada proyek masjid agung." Ujang langsung tertawa terbahak-bahak. "Pak, kenapa harus masjid agung, Pak? Gentengnya pasti banyak banget!" ujarnya sambil menggaruk kepala.
Pak guru hanya tersenyum. Asesmen pun dimulai. Sebagian siswa terlihat lancar mengerjakan soalnya, seperti Nabila dan Ratu. Sementara itu, Harlan dan Chrisan tampak kesulitan.
Pak guru menyampaikan refleksi terkait dengan model asesmen yang baru saja dilaksanakan, "Bagaimana menurut kalian dengan asesmen dengan model diundi ini?" 
"Saya lupa rumus menghitung pondasi, Pak," jawab Agus lesu.
"Grogi pak !" jawab Dela
" Soalnya ndak sesuai dengan yang saya hafalkan", celetuk Gunawan
Pak Budi menepuk pundaknya. "Nak, di dunia kerja nanti, kamu tidak akan pernah tahu proyek seperti apa yang akan kamu dapatkan. Asesmen ini bukan hanya menguji pengetahuanmu, tetapi juga kesiapanmu dalam menghadapi ketidakpastian. Siapa yang menguasai semua materi, dia yang akan siap menghadapi undian apapun."
Agus merenung. Ia menyadari bahwa ia terlalu fokus pada materi-materi yang ia anggap mudah. Malam itu, ia kembali membuka buku Estimasi Biaya Konstruksi dan membaca semua bab dari awal hingga akhir. Ia tak ingin lagi kalah dalam 'undian' kehidupan.

Read More »
30 August | 0komentar

Menghitung Volume Pengukuran dan Bowplank


Menghitung Volume Pengukuran dan Bowplank ada beberapa trik yang harus dikuasai oleh seorang Estimator. Sebelumnya mengenal terlebih dahulu tentang Bouwplank, adalah balok kayu, bambu, baja ringan atau material sejenis lainya yang disertai dengan benang ukur sebagai penanda batas-batas galian serta pemasangan pondasi bangunan. 
Pengerjaanya dilakukan pada tahap awal setelah pembersihan lahan dan sebelum galian pondasi. Pada gambar tersebut bisa kita lihat contoh bouwplank pondasi rumah yang memakai material papan/ bambu. Disitu ada benang ukur yang dibentangkan antar bouwplank dengan diikat memakai paku. Dengan adanya benang ukur tersebut maka penggalian tanah bisa pas sesuai posisi serta ukuran pondasi yang telah direncanakan. 
Untuk menghitung volume serta analisa harga satuan pekerjaan 1m' (satu meter panjang) bouwplank, di bawah ini.



Pertama yang dilakukan adalah menghitung Jarak  Denah.

Untuk menghitung jarak menggunakan bantuan Grade (Penomoran Angka dalam lingkaran, 1,2,3 4, dan 5 pada denah di atas arah vertikal dan huruf pada arah horizontal yaitu A,B,C,D E dan F).
Ini salah satu fungsi grade selain pada pembahasan sebelumnya berikut.

 

 

ARAH VERTIKAL

 

 

ARAH HORIZONTAL

GRADE

PANJANG

 

GRADE

PANJANG

1 (A-G)

10.000

 

A (1-5)

7.500

2 (B-F)

5.000

 

B (1-2)

2.750

3 (E-F)

1.500

 

C (2-4)

2.750

4 (C-F)

4.000

 

D (1-2)

2.750

5 (A-G)

10.000

 

E (3-4)

1.500

 

Keterangan:
1 (A-G) 
lihat pada grade 1, (Lingkaran 1) arah Vertikal, Panjang pondasi dari Grade A-G adalah 10.000mm (10 meter).
3 (E-F)
Lihat pada Grade 3 (Lingkaran 3) arah Vertikal. Panjang pondasi dari Grade E-F adalah 1.500mm (1,5m)
A (1-5)
Lihat grade A (Lingkaran A) arah Horizontal. Panjang pondasi dari Grade 1 ke Grade 5 adalah 7.500 mm (7,5 m).
E (3-4)
Lihat grade E (lingkaran E) arah horizontal. Panjang grade 3 ke grade 4 adalah 1.500mm (1,5m)

Dari Gambar diatas dapat dihitung Panjang pondasi sebagai berikut:

Panjang Pondasi Pagar
Kenapa pondasi pagar dipisah? karena penampang dari galian tanah dan penampang pondasinya berbeda. Untuk pagar penampang pondasinya setengah tidak utuh seperti pondasi untuk rumah.



Panjang Pondasi Pagar:                                                   

 

ARAH VERTIKAL

 

 

ARAH HORIZONTAL

GRADE

PANJANG

 

GRADE

PANJANG

1 (A-G)

10.000

 

A (1-5)

7.500

5 (A-G)

10.000

 

G (1-5)

7.500

Jumlah

20.000

 

Jumlah

15.000


Total Panjang Pagar : 20.000 + 15.000 = 35.000 mm (35 meter)


Pondasi Rumah (Dalam):

 

ARAH VERTIKAL

 

 

ARAH HORIZONTAL

GRADE

PANJANG

 

GRADE

PANJANG

2 (B-F)

5.000

 

B (1-2)

2.750

3 (E-F)

1.500

 

C (2-4)

2.750

4 (C-F)

4.000

 

D (1-2)

2.750

 

 

 

E (3-4)

1.500

 

 

 

F (1-4)

5.500

JUMLAH

10.000

 

JUMLAH

15.250

 Jumlah total Panjang Pondasi adalah 10.000 + 15.250 = 25.250 mm ( 25,25meter)


Setelah panjang pondasi tersebut diketahui maka dapat dihitung volume pengukuran dan Bouwplank

Jadi Panjang Bouwplank adalah = 35m + 25,25m = 60,25m


Untuk menghitung volume pondasi antara pondasi pagar dan rumah panjangnya disesuaikan. Perhitungan penampang pondasi pagar x panjang pagar.

Perhitungan penampang pondasi rumah x panjang pondasi rumah.

Baru kedua perhitungan diatas ditambahkan  


Read More »
28 April | 0komentar

Menghitung Material Pasangan Batu Bata

Salah satu bahan yang sering digunakan dalam pembangunan dinding adalah batu bata.Batubata sering dipakai untuk karena pengerjaannya yang mudah dan tukang sudah terbiasa mengerjakannya.Bahan-bahan yang diperlukan untuk pekerjaan dinding batubata adalah:
a. Batubata
b. Pasir
c. Semen/Portlant cement (PC)
Kebutuhan tersebut dihitung dalam satuan meter persegi (M2).Kebutuhan batu bata untuk satu meter persegi (1M2) pasangan batu bata adalah 70 buah.

No 
Pekerjaan Dinding (1M2)
 Sat
 Kebutuhan
 Kebutuhan
 Ket
1
 Bata merah 5x11x22 cm
Bh
70,000


2
 Semen Portland ( PC )
Kg
11,500

0,32 Zak
3
 Pasir pasang
M3
0,043


4
 Pekerja
OH

0,320

5
 Tukang batu
OH

0,100

6
 Kepala tukang
OH

0,010

7
 Mandor
OH

0,015


Pada tulisan ini contoh menghitung kebutuhan material yang dipakai untuk pekerjaan pasangan batubata dari gambar dibawah ini:
Tinggi tembok   = 350
Lebar   tembok = 400
Tinggi lobang    = 170
Lebar  lobang  = 65
Luster = 15x40 cm

Volume dinding:
(3,50 x 4,00 x 2) = 28 m2

Luas lobang:
(1,70 x 0,65 x 4) + (0,15 x 0, 40 x 8) = 4,8 m2


Volume Batu Bata = Volume dinding - Luas Lobang
= 28 - 4,8
= 23,2 m2

Kebutuhan Batu bata = Volume batu bata x jumlah batu bata/m2
= 23,2 x 70
= 1624 buah



Read More »
11 October | 0komentar