Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Menulis Di Media Cetak



Pertemuan kelas belajar menulis online gelombang ke 7 bersama Om Jay pada siang hari ini tanggal 13 Mei 2020 Pukul 13.00 s.d 15.00. Narasumber: Dra. Rahmi Wilandari, M.Pd Tema: Menulis di Media Cetak

Biodata Nara Sumber
Blog: :https://edukasirahmiwilandari.blogspot.com
Nama
:
Dra. Rahmi Wilandari
Alamat
:
Jalan Sutedi Senoputra Gg Cempaka 1/2 Karangpilang Surabaya Jawa Timur
Pendidikan
:
1
S1 Pendidikan Ekonomi Unesa Surabaya Tahun lulus 1988
2
S2 Pendidikan Ekonomi Unesa Surabaya Tahun lulus 2013
Pengalaman
:
1
SMA Negeri 21 Surabaya Jawa Timur


2
Narasumber PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh) Radio Streaming jenjang SMA Tekkomdik Info Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tahun 2010 s.d 2017



Narasumber Pembelajaran Online Pro 2 RRI Sby 95,2 FM " Program Indonesia Memanggil




Karya
:
1
Jurnal Pendidikan Ekonomi UNESA Surabaya



Pembelajaran Kooperatif Tipe Thik Pair Share dengan Media 3D Topiscape SE (Student Education) untuk meningkatkan ketuntasan belajar siswa (2013)


2
Pemanfaatan Media Pembelajaran Audio dan Multimedia (2013)


3
My Literacy For My Future (Literasiku, Masa Depanku)


4
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match dengan menggunakan Media Kartu Remi (Playing Cards) untuk Meningkatkan ketuntasan Belajar Siswa Pada Materi Permintaan dan Penawaran (2018)


5
Wajib dan Perlukah Pendidikan Kewirausahaan Di SMA (Artikel Ilmiah) (2019).


6
Membangun Karakter Milenial Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 (2019)


7
Tolak Narkoba Raih Prestasi /KTI anti Narkoba (2020)


8
Memaknai Hardiknas di era Pandemi Covid -19 (2020)




Penghargaan
:

1. Juara 3 Majalah Media (PGRI) tingkat Jawa Timur Tahun 2013



Juara Lomba Guru Menginspirasi ( KTI Literasi) Tingkat Nasional Tahun 2018 untuk jenjang SMA /MA / SMK Penerbit Erlangga Jakarta



Pembimbing Terbaik 3 Perbanas Banking Competiation (PBC) Tingkat Nasional Tahun 2016 jenjang SMA /MA /SMK STIE Perbanas Surabaya

Menulis Di Media Cetak Forum guru ada hampir setiap hari, memuat opini para guru dan tenaga kependidikan terkait masalah pendidikan, misalnya bimbingan belajar, UN moral dll. Panjang tulisan 2000 -3000 karakter. Suatu hari ditanya oleh seorang kawan mengapa harus menulis di media cetak? Sebenarnya saya malu dan tak percaya diri untuk menjawabnya. 
Bagi sebagian orang menulis di media massa ( cetak) merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Setiap orang pada dasarnya memiliki kemampuan untuk menulis. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan dan konsistensi dalam melaksanakan aktivitas menulis. 
Berawal dari kegundahan penulis pemula ketika melihat banyak aspek dalam dunia pendidikan yang harus diperbaiki. Suatu kebahagiaan tersendiri bila tulisan kita dimuat di media cetak. Bagi saya pribadi menulis adalah hobi yang mengasyikkan. 
Berita dimedia Cetak merupakan sebuah informasi tentang suatu peristiwa atau kegiatan yang baru saja terjadi atau pun yang sudah terjadi disuatu Wilayah yang kemudian disebarkan melalui media berita yang Dicetak kedalam beberapa lembaran kertas yang disusun semenarik mungkin.


Sebagian peserta adalah guru-guru yang haus terhadap ilmu ini,terutama bagi kita-kita yang sedang mengumpulkan kridit point unuk naik pangkat, pada sesi tanya jawab sangat menarik sekali. Terkait dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) berupa PIKI, pengembangan ilmiah dan karya ilmiah. Pertanyaan yang menyangkut PTK, Best Practise sangat dominan, oleh Bp.Said dari Makasar menanyakan ciri utama PTK adalah adanya siklus. Bagaimana kalau hasil penilaian siklus 1 ke siklus 2 menurun ? 2. PTK diseminarkan disekolah. Bagaimana prosedurnya ? Bahwa menulis bisa dari kejadian, peristiwa atau gejala yg ada disekitar kita sehari2. Contoh apa dampak Pandemi Covid -19 thd ekonomi masyarakat. Atau dengan adanya Pandemi Covid 19 masalah apa yg dihadapi orangtua peserta didik cukup tulis 500-1000 kata, ada masalah, ada bahasan, ada solusi kirim ke redaksi majalah atau surat kabar, dapat COIN dan POINT. Coin dpt honor, POINT dpt nilai 2 utk kenaikan pangkat jika majalah/surat kabar Nasional. Lebih lanjut disampaikan oleh narasumber, Kalau surat kabar dan majalah regional / provinsi nilai 1, 5.


Read More »
14 May | 0komentar

Masalah dan Keterbatasan, Sengatan Untuk Berinovasi


Maraton Diklat Belajar Menulis Bersama Omjay, 12 Mei 2020. Ibarat sebagai sebuah ajang perlombaan maka para pesertapun ada yang telah melakukan siasat simpan tenaga agar bisa samapai finish. Diklat ini bagi yang kurang termotivasi pasti akan merasa melelahkan. Sebuah perjuangan dari Omjay yang demikian semangatnya menghadirkan para Narasumber. Semua narasumber adalah orang-orang yang kompeten dibidangnya. 

Tidak kalah serunya diklat bersama Bapak guru yang memiliki semangat luar biasa. Mengajar dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana yang mengantarkan beliau terpecut motivasi, bukan sebuah kepasrahan dan melakukan hal-hal yang biasa. Arif Darmadiansah seakan tersengat oleh masalah dan keterbatasan yang menjadikan beliu melakukan inovasi-inovasi. Inovasi ini yang mengantarkan Beliau menjadi seorang yang bukan biasa-biasa saja.
    
Pak Arif yang merupakan guru Biologi asli Solo Alumni UNNES (Universitas Negeri Semarang) dan kini mengabdi di Alor, NTT, Prestasi yang dimiliki ibarat sebuah kawah aktif yang terus bergejolak dan terbentuk, makin menggunung: Juara II (2016) dan Juara I (2018) Lomba Inovasi Pembelajaran (Inobel) Jenjang SMA/SMK Tingkat Nasional. Pak Arif yang juga meraih Juara I Guru Dedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 mengungkapkan bahwa keputusannya mengikuti lomba Inobel pada tahun 2016 
Sengatan lebah keterbatasan dan permasalahan memunculkan semangat untuk berinovasi dengan ide atau gagasan. Wujud dari bakti dan darma agar pembelajaran lebih bermakna yaitu ingin membuat kelas menjadi menarik dan menyenangkan.

Kondisi keterbatasan ketiadaan listrik di lingkungan sekolah
Sebuah ide membuat media hologram digital proyektor dari barang bekas (Mika CD), Mikroskup daerah terpencil Bro ndak punya muncul ide untuk membuat miksroskup dengan box terbuat dari akrilik, Belum Listrik? ide dengan memanfaatkan baterai bekas power bank maka jadilah mikroskopnya.


Yang mengantarkan beliau menjadi sang Juara sebagai Guru yang menginspirasi bukan saja siswa tetapi juga menginspirasi guru-guru di linkungan Beliau mengajar.



Read More »
13 May | 3komentar

Blended Learning dan Peningkatan Kompetensi

Koran Jateng Pos, 13 Mei 2020

Blended Learning menurut Harding, Kaczynski dan Wood (2005), merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran tradisonal tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber belajar online (terutama yang berbasis web) dan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa. Dengan pelaksanaan blended learning ini, pembelajaran berlangsung lebih bermakna karena keragaman sumber belajar yang mungkin diperoleh.

Salah satu model pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa dalam pembelajaran mandiri adalah blended learning. Pembelajaran dengan blended learning dapat menggeser prinsip pembelajaran dari teacher centered menuju student centered secara dinamis. Blended Learning bersifat saling melengkapi antara kekurangan pembelajaran secara tatap muka dan online. Pembelajaran online mengarah pada kemampuan kognitif dan psikomotorik sedangkan dengan tatap muka guru mampu memfungsikan dirinya sebagai pendidik dan memberikan dorongan motivasi secara langsung dan ekspresif kepada siswa sehingga blended learning membuat keaktifan siswa dalam kelas menjadi lebih variatif.

Pelaksanan model pembelajaran blended learning berbasis blog perlu dukungan sumber daya, sarana dan prasarana: 

Konten /materi pembelajaran 
 Konten pembelajaran tersedia untuk pembelajaran online yang diunduh atau ditampilkan melalui media blog dan konten pembelajaran yang tersedia untuk pembelajaran tatap muka misalnya modul-modul pembelajaran atau lembar tugas siswa. 

Perangkat keras (hardware), berupa komputer, laptop, tablet, maupun smartphone. 
Perangkat berbasis teknologi merupakan salah satu pendukung untuk keberlangsungan penerapan model pembelajaran berbasis blog. Melalui perangkat teknologi guru dan siswa dapat untuk selalu terhubung dalam kegiatan pembelajaran baik di kelas ketika pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran di luar kelas. 

Aplikasi Blog
Aplikasi blog yang digunakan banyak tersedia di internet dan berbasis open source artinya guru dapat menggunakan dan memodifikasi sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Guru dapat memilih aplikasi blog yang dirasa mudah untuk digunakan misalnya: Wordpress, Blogger., Weebly • Infocus Infocus digunakan dalam proses kegiatan pembelajaran untuk menyajikan materi pembelajaran baik secara online maupun offline 

Jaringan internet 
Jaringan internet digunakan ketika pembelajaran online dan offline. Guru dapat mengunggah materi pembelajaran dan siswa dapat mengunduh materi pembelajaran serta penugasan-penugasan untuk siswa yang dilakukan melalui blog membutuhkan jaringan internet. 

Guru dan Siswa
Guru dan siswa merupakan komponen utama yang terjadi dalam proses pembelajaran dengan model blended learning. 
Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi, baik antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, ataupun siswa dengan lingkungan, siswa dengan teknologi (blog). Komunikasi yang meliputi interaksional (relationshipfocused) dan informational (content focused) tidak dapat dipisahkan (Thurlow, Lengel & Tomic, 2004). 

Adapun karakteristik siswa yang dibutuhkan untuk pembelajaran dengan model blended learning berbasis blog antara lain: 
 - Melek teknologi 
 - Memiliki smartphone atau laptop 
 - Memiliki akses internet 
 - Memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti pembelajaran 
 - Memiliki keterampilan dalam menggunakan internet secara aman 

Guru dalam kegiatan pembelajaran bertindak sebagai fasilitator. Model pembelajaran blended learning mendukung pembelajaran mandiri dan aktif. Sebagai fasilitator bertugas memfasilitasi pembelajaran yang berlangsung pada siswa dan memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang menarik.

Read More »
13 May | 0komentar

Asyiknya Bermain Elemen Struktur dengan Edmodo


Koran Jateng Pos, 02 Mei 2020

Kompetensi memahami Karakteristik Elemen Struktur adalah salah satu kompetensi dasar yang dimiliki oleh siswa Bidang Studi Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB). Materi pada kompetensi ini sebagian besar adalah pengetahuan yang bersifat hafalan. Penggunaan Media berbasis elearning sebagai alternatif untuk meningkatkan minat belajar. Dari data diketahui bahwa rata-rata siswa kurang termotivasi materi ini karena bersifat hafalan. 

Pengembangan bahan ajar e-learning Kompetensi Karakteristik Elemen Struktur dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sumber belajar yang berkualitas. Hasil analisis materi menunjukkan bahwa dalam mempelajari Kompetensi Karakteristik Elemen Struktur membutuhkan media agar siswa dapat dengan mudah memahami bentuk visual dari elemen-elemen struktur. Hal ini disebabkan di dalam materi banyak terdapat konsep konkret yang membutuhkan media seperti gambar, animasi, dan video untuk menjelaskan agar siswa termotivasi. Atas dasar tersebut, diperlukan bahan ajar yang mampu memuat secara terintegrasi antara teks, gambar, animasi, dan video, yaitu bahan ajar e-learning.

Penelitian yang dilakukan oleh Rita Kurniawati (2014) mengatakan adanya efektifitas dalam pembelajaran dengan menggunakan media Edmodo pada Sekolah Menengah Kejuruan. Peran media pembelajaran menjadi semakin penting pada kegiatan pembelajaran yang menekankan pada kompetensi-kompetensi yang terkait dengan keterampilan proses. Media pembelajaran merupakan alat bantu mengajar untuk menyampaikan materi agar pesan lebih mudah diterima dan menjadikan peserta didik lebih termotivasi dan aktif 

Penelitian yang dilakukan oleh Syaiful (2014) mengatakan bahwa pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan media berbasis internet. Pembelajaran yang interaktif dan kondusif di dalam kelas akan lebih menimbulkan daya tarik bagi siswa dan lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru, hal ini karena guru menggunakan media sebagai sarana penunjang pembelajaran.

Edmodo adalah program internet sebagai salah satu media social seperti halnya Facebook. Fitur-fitur yang cukup familier di Facebook juga terdapat di Edmodo ini. Edmodo dirancang untuk menciptakan interaksi guru dan siswa yang menekankan pada komunikasi yang cepat, poling, penugasan, berbagi ide, dan banyak hal lagi.

Program pembelajaran dengan kelas maya Edmodo, memungkinkan siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara mandiri, tanpa terikat oleh waktu dan tempat. Penggunaan media akan menyadarkan siswa betapa banyak sumber sumber belajar yang dapat mereka manfaatkan dalam belajar. Perlu kita sadari bahwa alokasi waktu belajar di sekolah sangat terbatas, waktu terbanyak justru dihabiskan siswa di luar lingkungan sekolah. Media dapat menumbuhkan sikap positip siswa terhadap materi dan proses belajar.

Read More »
10 May | 1komentar

POWERFUL MOTIVATION TO BE WRITERS

Materi Diklat Menulis Buku, Jumat (8/5/2020) bersama Joko Irawan Mumpuni, Direktur Penerbit Andi.dengan Materi Menerbitkan Buku Ajar.

Biodata Pemateri:
1.Direktur Penerbitan Andi Offset
2. Ketua I IKAPI DIY
3. Penulis Buku Bersertifikat BNSP
4. Asesor BNSP
Diawal ceramah memotivasi peserta bahwa motivasi yang kuat adalah modal awal dari seorang penulis. Yaitu untuk menjadi penulis sampai jadi.

Prosedur Penerbitan Buku

Bagan Naskah Menjadi Buku

Penulis yang punya naskah dan sampai buku yang dibaca pembaca.
Proses penerbitan diawali 4 pelaku, penerbit,penyalur,pembaca dan penulis.
Penulis mengirimkan naskah ke penerbit dalam bentuk soft atau cetak. Ada dua opsi naskah diterima atau naskah idak diterima. Naskah tidak diterima dikembalikan ke penulis.
Naskah sudah jadi dikirim ke penerbit dinilai diputuskan dapat diterbitkan apa tidak! Naskah tidak dikembalikan berarti naskah diterima. Penerbit meminta softcopy dari penulis.

Keputusan Naskah
Setelah Penulis menyerahkan naskah pada Penerbit, kurang lebih dalam dua bulan, Penerbit memberikan keputusan melalui surat resmi kepada Penulis, yang menyatakan apakah buku diterbitkan atau tidak. • Untuk naskah yang diterima, Penerbit akan mengirim surat pemberitahuan resmi. Penulis wajib melengkapi kelengkapan naskah – softcopy. • Untuk naskah yang ditolak, naskah akan dikembalikan kepada Penulis bersama dengan surat pemberitahuan penolakan penerbitan (sumber Andi Offset)

Keputusan Menerima/Menolak Naskah (sumber Andi Offset)
Untuk Apa dan Mengapa Penerbit Harus Menilai Naskah
• Penerbit adalah suatu badan usaha yang bercita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk tujuan tersebut, Penerbit mengusahakan, menyediakan, dan menyebarluaskan bagi khalayak umum, pengetahuan dan pengalaman hasil karya ilmiah para Penulis dalam bentuk sajian yang terpadu, rapi, indah, dan komunikatif, baik isi maupun kemasan fisik, melalui tata cara yang sesuai, dan bertanggung jawab atas segala resiko yang ditimbulkan oleh kegiatannya. Berdasarkan pengertian mengenai penerbitan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Penerbit tidak bermaksud untuk menghakimi hasil karya Penulis sehingga tidak ada alasan untuk tidak menghargai karya tersebut karena Penulis adalah “rekan sejawat” bagi Penerbit.
• Penilaian naskah bukan untuk menjatuhkan vonis naskah baik atau buruk, layak terbit atau tidak. Langkah tersebut digunakan sebagai sarana untuk memperlancar proses penerbitan secara optimal.
• Proses penilaian ini adalah proses standar penerbitan sehingga perlu ada komunikasi yang baik antara Penerbit dan Penulis. Dengan demikian, tidak ada salah pengertian: bahwa Penerbit menganggap remeh Penulis atau Penulis merasa naskahnya sudah yang terbaik.
Setelah naskah diterima dilakukan penandatanganan kontrak. Proses panjang mulai dari setting.


Keputusan NaskahSetelah Penulis menyerahkan naskah pada Penerbit, kurang lebih dalam dua bulan, Penerbit memberikan keputusan melalui surat resmi kepada Penulis, yang menyatakan apakah buku diterbitkan atau tidak. • Untuk naskah yang diterima, Penerbit akan mengirim surat pemberitahuan resmi. Penulis wajib melengkapi kelengkapan naskah – softcopy. • Untuk naskah yang ditolak, naskah akan dikembalikan kepada Penulis bersama dengan surat pemberitahuan penolakan penerbitan


Indikator Keberhasilan Penulis Buku:
1. Kepuasan
2. Reputasi
3. Karir
4. Uang


Kuadran Kategori  Naskah Buku:
1. Market sempit lifecyrclenya panjang
2. Market sempit lifecyrclenya pendek
3. Market panjang lifecyrclenya pendek
4. Market panjangt lifecyrclenya panjang

Kuadran Kategori Naskah sebagai dasar menentukan oplah. Oplah adalah berapa banyak buku yang akan dicetak. Semakin besar oplah maka semakin bagus, untuk menentukan oplah dilihat kembali buku tersebut masuk di kwadran mana. Yang perlu menjadi catatan buku yang laku adalah buku yang ilmunya dasar, bukan ilmu yang tinggi seperti buku pegangan SD. 
Kadang penerbit dan penulis sering berbeda pandangan ,biasanya penulis yang memiliki keilmuan yang tinggi ingin menulis tentang hal yang levelnya tingkat atas padahal perlu diketahui, penerbit melihat dari sisi bisnis , lakunya buku-buku yang sering dicari adalah buku sekolah dasar sampai S1, jika buku untuk level S2 dan buku materi yang levelnya tinggi , yang mencari buku tersebut jumlahnya sangat terbatas. ku yang akan dicetak atau istilahnya adalah oplah.

Konsistensi Penulisan, standar penulisan gaya selingkung, dftar pustaka dan sebagainya.

Besar royalti standar adalah antara 10% per semester atau 2 kali dalam satu tahun dihitung mulai tanggal terbit, dengan ketentuan sebagai berikut: Penulis berhak mendapat 10% dengan perhitungan: 10% x harga jual x oplah (potong pajak).
Mengingat Penerbit ANDI memiliki bentuk kerja sama yang beragam pada saluran distribusi pemasaran, perhitungan royalti adalah berdasarkan buku yang benar-benar telah terbayar lunas. Dengan demikian, buku yang sifatnya konsinyasi atau kredit belum dianggap sebagai buku laku. Dalam hal ini, Penerbit ANDI akan selalu menjaga kejujuran dan kepercayaan semua relasinya karena nama baik sangat penting bagi Penerbit ANDI.





Read More »
08 May | 5komentar

Berprestasi dan Menulis Buku


Nara Sumber pada Diklat Berlatih Menulis 7 Mei 2020
Dr. H. IMRON ROSIDI, S.Pd., M.Pd

DIODATA Dr.H. IMRON ROSIDI, S.Pd., M.Pd
Imron Rosidi dilahirkan di Surabaya, 10 Juni 1966. Tahun 1988 berhasil menyelesaikan studinya di IKIP Surabaya program D3. Tahun itu pula penulis diangkat menjadi guru di SMA Negeri Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik selama 4 tahun. Pada tahun 1994, penulis melanjutkan studi S-1 di IKIP Malang dan pindah mengajar ke SMA Negeri 2 Pasuruan, tahun 2004 pindah ke SMKN 2 Pasuruan. Tugas sebagai pembina Karya Tulis se kota Pasuruan masih dijalani. Saat ini dia juga aktif sebagai staf pengajar di STKIP kota Pasuruan. Pada tahun 1998, Imron melanjutkan studi di Universitas Negeri Malang program S-2 dan pada tahun 2003, penulis melanjutkan studi program Doktor (S3) di universitas yang sama. Pada tahun 2006, dia berkesempatan berkunjung ke Amerika Serikat atas biaya Deplu AS. Imron Rosidi juga beberapa kali berhasil menjadi juara lomba karya tulis dan penyusunan buku tingkat nasional. Beberapa buku juga berhasil diterbitkan, misalnya ”Menulis karya Ilmiah” dengan penerbit Pusbuk dan ’Menulis, Siapa Takut?” dengan penerbit Kanisius. Buku-buku pelajaran SMP dan SMA juga telah disusun dan diterbitkan oleh penerbit Universitas Negeri Malang dan YA3 Malang. Dia juga aktif menulis artikel di beberapa majalah seperti Media LPMP Jatim dan Media serta jurnal perguruan tinggi. Selain mengajar di SMKN 2 Pasuruan, Imron masih menyempatkan diri mengajar di Pondok Pesantren Sidogiri dan Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan. Selain itu, dia juga dikenal sebagai Dewan Pendekar Perguruan Pencak Silat Pencak Organisasi (PO) kota Pasuruan. Imron juga pernah aktif di organisasi Dewan Kesenian dan Dewan Pendidikan kota Pasuruan.

Prestasi yang dimiliki sungguh luar biasa. Berikut prestasi yang diraih oleh Bapak Dr. H. IMRON ROSIDI, S.Pd., M.Pd.
1. Juara III Lomba Penulisan Buku tingkat nasional tahun 2004
2. Juara III Lomba Karya Ilmiah Jawa Timur tahun 2005
3. Juara II tingkat Nasional Lomba Keberhasilan Guru tahun 2006
4. Terpilih sebagai peserta pertukaran tokoh masyarakat Indonesia-Amerika 2006
5. Juara II Lomba Penulisan Buku tingkat nasional tahun 2009
6. Penulis artikel terbaik versi majalah Media Jatim tahun 2010 dan 2011
7. Juara I Guru Prestasi Tingkat nasional tahun 2011
8. Juara I Guru Prestasi tingkat Jatim tahun 2011
9. Terpilih menjadi peserta kunjungan ke Australia tahun 2013
10. Juara Lomba Best Practice Tingkat Nasional tahun 2014
11. Juara 1 Menulis Legenda Pasuruan 2016
12. Instruktur Nasional Kepala Sekolah Kurikulum 2013 Tahun 2015
13. Narasumber untuk Instruktur Nasional Kurikulum 2013 untuk guru
14. Narasumber penulisan buku tingkat nasional
15. Narasumber penyusunan PKB Guru dan KS
16. Penulis buku pelajaran, buku pendidikan dan buku umum dari penerbit UM Press, Kanisius, Sidogiri Press, dll.
17. Penulis artikel populer dalam majalah Media Jatim dan Radar Bromo serta artikel ilmiah pada beberapa Jurnal.
18. Juri Lomba Guru Prestasi Tingkat Jawa Timur selama 4 tahun
19. Koordinator penilaian DUPAK Guru dan KS tingkat Jawa Timur 1

Materi yang disampaikan Dr. H. IMRON ROSIDI, S.Pd., M.Pd terkait dengan "Memotivasi Menulis Buku dan Berprestasi" menggunakan dua cara dengan slide/presentasi dan langsung menggunakan chat/obrolan pada grop. Persoalan yang paling utama dan sangat melekat pada masing-masing pribadi terkait dengan menulis buku adalah “Mereka Tidak Mau Menulis” bisa diartikan tidak berbuat. Sebagai guru ada alasan klasik kenapa tidak menulis yakni pertama, belum menemukan alasan mengapa harus menulis dan kedua, tidak tahu cara menulis.

Lakukanlah trik mau, tekun, nekat, dan baca dalam menulis niscaya pasti akan berhasil. Mau artinya berusaha melakukan kegiatan menulis, tekun menulis lakukan secara terus menerus karena kita tau menulis adalah sebuah keterampilan, nekat , menulislah dg jelek dan jangan takut salah dan yang terakhir baca yang sudah ditulis. Selain dengan itu penulis harus didukung Baca, baca pengetahuan tentang teori menulis dan hal-hal lain yg berhubungan dengan menulis, yang salah satu sumbernya biasa diperoleh dari buku.Sudah selayaknyalah kita sebagai guru sedini mungkin harus belajar menulis. Selain dari identitas dan tugas yang melekat, ada beberapa hal yang bisa diberikan kepada orang lain dengan menulis bisa berbagi inspirasi, menyuarakan kebenaran dan menyebarkan ilmu. Bonus lain tentu sebuah popularitas dan Uang atau royalty.

Ubahlah mainset kita bergeraklah dari seorang guru menjadi seorang penulis. Setelah mempraktekkan ilmu mau, tekun, nekat, dan baca. Lakukanlah Pendalaman Materi dengan 3 P ( Paper, Parson, Place). Dengan didasari Paper ( mengumpulkan literature) kita akan bisa menentukan jenis buku yang mau di tulis. Sebagai langkah awal Bisa dimulai dengan menulis buku kumpulan puisi, kumpulan cerpen. Lanjut ke buku umum, atau buku-buku motivasi dan buku pelajaran. Berikutnya buatlah kerangka buku. Person banyak berdiskusi dengan orang-orang yang mengerti dengan apa yang akan kita tulis. Place, mendatangi tempat yg akan kita tulis. Setelah buku sempurna telah dibuat, langkah terakhir terbitkanlah buku. Ada dua cara yang kita bisa lakukan dalam menerbitkan buku, semua itu tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Rangkuman Jawaban dari beberapa tanya jawab:
Setiap bertemu langsung berbicara tanpa mikir. Tp ketika menulis? Padahal keduanya sama, yaitu mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan. Masalah siswa sekarang lebih suka youtube karena memang peradabannya sdh seperti itu. Setiap hari dan detik buka hp, bukan buka buku. Kalau menulis buku dan digemari penerbit (buku umum) ya menulis hal-hal yg saat ini sudah hit. Mungkin tulisan ttg kiat belajar di rumah di saat pandemi virus corona lebih menarik. Atau tulisan yg berisi pengalaman orang2 sukses, bagaimana saat dia menjadi siswa juga menarik. Dicoba saka ibu. Jangan tajut jelek dan tdk laku. 

Dari kecil saya suka membaca dan menulis dan slalu terputus ditengah jalan, karena slalu mencari alasan dan slalu ada alasan itu, salah satu nya adalah aturan pembuatan tulisan yang di paparkan bapak dalam ppt, mohon di jelaskan lebih spesifik lagi karena saya slalu tergerak tetapi tidak bisa menulis... Terima kasih atas bantuannya pemahamannya Begini. Antara otak kita yg berjalan lancar dg tangan kita yg mengetik, jauh lebih cepat otak kita. Waktu menulis anggaplah sdg berbicara. Kalau ada yg salah saat mengetik, mungkin salah huruf, kurang huruf, kalimatnya kurang baik. Biarkan saja.

Terus menulis jangan takut salah. Setelah dianggap selesai, mungkin 4 sd 6 paragrag paragraf. Dibaca lagi sambil membenahi yg salah. Masalah kemandegan, belum selesai berhenti, itu karena kurangnya motivasi dlm.menulis. kalau menulis artikel populer, cerpen, puisi hrsnya sekali duduk. Malanya sebelum menulis, penuhi dulu wawasan kita ttg apa yg akan ditulis.


Daftar pustaka hanya di akhir tulisan. Bisa juga dg diberi footnote 2. Tergantung prediksi penerbit. Maaf, buku saya yg akan diterbitkan Kanisius Jogja, masih proses, akan diterbitkan 5rb eks. Kalau menerbitkan sendiri 5 eks bisa, 100 juga bisa

Biasanya penerbit major tdk menerbitkan buku antologi yg royoan. Sbg penulis pemula, ke penernit indie atau menerbitkan sendiri dulu. Artinya dg biaya sendiri..nanti kalau dirasa tulisan kita bagus, baru kirim le major. Ingat lihat visi penerbit Untuk langkah awal yang bisa memberi semangat kita untuk kita bisa menemukan sesuatu agar bisa berlanjut ke menulis buku itu apa pak? Seorang penulis itu hrs selalu mempersejatai dg sebuah pena. Sekarang bisa dg hp untuk mencatat ide yg muncul tiba2. Tdk boleh ditunda.

Selain motivasi terdapat juga passion dalam menulis. Bagaimana menyelaraskan dan mensinergikan keduanya. Tentunya setiap orang berbeda. Gairah dan motivasi keduanya sijoli dan berjodoh. Ketika ada motivasi aku hrs nukis agar siswaku bangga, saat itu bisa muncul gairah. Gairah ini akan terus bertambah ketika tukisan kita terbit. Waduh, akhirnya terus menulis dan menulis. Bagaimana tahapan dalam membuka dan menutup kalimat atau paragraf?

Paragraf itu gabungan kalimat yg koheren atau padu. Ada 3 cara agar padu:
1. Mengulang kata yg sebelumnya disebutkan,
2. Mengganti dg kata lain yg sama maknanya, dan
3. Memberi konjungsi antarkalimat.

Paragraf itu terdiri atas 3 sd 5 kalimat, bisa 1 kalimat utama dg 2 kalimat penjelas. Paragraf bisa dimulai dr kalimat utama, yaitu kalimat yg perlu dijelaskan dan masih bersifat umum. Misal Pandemi Corona menyengsarakan banyak orang. Kalimat selanjutnya adalah penjelas dr kalimat tersebut. Jd berakhir apabila dianggap penjelasnya sdh cukup. Usahakan maksimal 5 kalimat

Beliu menulis sebenarnya baru masuk menjadi mahasiswa jurusan bhs Ind dan mengikuti kegiatan HMP Himpunan mahasiswa penulis. Banyak menulis puisi dan cerpen serta artikel populer di majalah kampus. Sejak menjadi guru 1989, pd tahun 1990 baru ada 1 buku yg terbit. Itu karena motivasi muncul karena hinaan salah satu guru. Waktu itu bdia bilang, mana ada guru D3 tukisannya diterbitkan. Alhamdulillah saat itu buku saya diterbitkan oleh penerbit YA3 malang dan mulai saat itulah gairah menulis muncul.

Penulis itu hrs mau mebgorbankan waktu. Selain saya sekarang jd kepala sekolah, saya juga mengajar di 2 pondok pesantren dan 1 perguruan tinggi dan masih sempat melatih pencak silat. Kapan menulis. Setiap malam dan setiap ada waktu luang. Hrs ada waktu wajib, misal malam hari jam berapa sd berapa. Tanpa ada waktu wajib menulis, pasti sulit untuk menjadi penulis. Jika ingin menerbitkan buku di penerbit mayor harus faham visi misi penerbit. Mohon mengupas beberapa penerbit beserta karakteristik tulisan yang diterima.
Untuk kenaikan pangkat . Buku kumpulan puisi dan cerpen karya sendiri, masing2 buku isi berapa. Untuk bisa dinilai. Untuk bisa ke major, usahakan kita sdh terkenal dulu. Untuk mengetahuinya bagaimans? Buka google, ketik nama dan asal. Kalau ada berarti sdh terkenal. Untuk mengetahui visi misinya ya buka google. Atau yg paling gampang datang ke toko buku. Cari buku yg selaras dg buku yg anda tulis. Nah. Kirim ke sana. Jangan mengirim buku agama ke balai pustaka misalnya, ya korim.ke.mizan. kha gitu. Lihat di buku 4. Kalau puisi lebih dr 20 nilai 2, kalai lebih dr 40 nilai 4. Kalau cerpen lebih dr 10 nilai 2 dan kalau lebih dr 20 nilai 4. Untuk saat ini, saat karakter anak jauh berbeda dengan zaman dulu.

Penggaris untuk Mengajar, bukan untuk Menghajar 
(disadur dari http://guru-umarbakri.blogspot.com/)
Tantangan mengajarkan bahasa Indonesia lebih tinggi. Siswa SMK pada umumnya lebih suka menerima pelajaran produktif dan menganggap pelajaran bahasa Indonesia kurang penting. Dengan berbagai strategi mengajar melalui pendekatan kasih sayang, aku berhasil membawa siswa SMKN 2 Pasuruan senang bahasa Indonesia. Aku tidak jarang menggunakan pendekatan personal ketika mengajar. Saat ini aku kemabali mengajar di SMAN 2 Pasuruan. 
Selain itu, aku beruntung bisa mengajar di dua Pondok pesantren terbesar di kota dan kabupaten Pasuruan. Aku mengajar di kedua pondok ini diawali dengan permintaan kyai. Mengajar di pondok juga aku gunakan sebagai wujud pengabdianku kepada masyarakat dan aku gunakan untuk belajar agama. Tugas mengajar di pondok diawali pada tahun 2000 sampai sekarang. Santri di kedua pondok ini sangat menyukai pelajaran bahasa Indonesia. 
Santri kedua pondok ini memiliki prestasi di bidang lomba karya tulis tingkat nasional dan lomba mading tingkat Jawa Timur. Diklat-diklat jurnalistik sering aku lakukan untuk melatih santri menulis. Tabloit, majalah terbit di kedua pondok ini. Semua itu aku lakukan tanpa kekerasan. Memang, penggaris digunakan untuk mengajar, bukan untuk menghajar. Selain mengajar di sekolah, aku juga menyempatkan diri mengajar di perguruan tinggi. Hal ini aku lakukan karena aku harus dapat mengembangkan ilmu yang aku miliki. Pada tahun 2002 s.d. 2005, aku mengajar di AKPER kota Pasuruan MK penelitian keperawatan. Pada tahun 2002 sampai dengan sekarang, aku juga mengajar di STKIP Pasuruan dan menjadi Ketua Jurusan sejak 2013. Aku juga pernah mengajar di STAIS Pasuruan.



Read More »
07 May | 15komentar

Mulai Menulis Dengan Passion Kita


Founder Tangga Edu, Farrah Dina


Resume Belajar Menulis Online kali ini saya akan memulai dengan “Menulislah !, Karena tanpa Menulis Engkau akan Hilang dari Sejarah” P. Ananta Tour. Menulislah Menjadi seorang penulis, memiliki kesempatan untuk membuat sejarah dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengikuti jejaknya. Dalam dunia ini ada dua jenis kelompok manusia, yakni mereka yang adalah korban sejarah atau pembuat sejarah. Sebagaimana dituliskan oleh P.Ananta Tour diatas. 
Pemateri pada 6 Mei 2020 adalah Ibu Farrah Dina. Beliau dilahirkan di Jakarta, 17 Maret 1980 
Pendidikan : 
  1. Tokyo Gakugei University, Tokyo, Jepang, Teacher Training Program Jurusan Curriculum Theory (2014) 
  2. State University of New York, College at Buffalo Master of Science in Multidisciplinary Studies (2007), 
  3. Institut Pertanian Bogor Sarjana Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (2003). 
Kesehariannya beliau sebagai pendidik, pelatih guru, dan penulis. Ibu Farrah juga adalah pendiri Tangga Edu dan telah menulis 20 judul buku, berkaitan dengan pendidikan untuk guru dan orangtua serta buku-buku bergambar untuk anak.

   


Menerbitkan buku adalah mewujudkan ide kita agar ada sepanjang masa. Membuat buku dan menerbitkan buku adalah sesuatu yang berbeda. Salah satu hal yang bisa ditinggalkan adalah menulis buku. Yang menjadi masalah adalah bagaimana membuat karya, mengasahnya menjadi sebuah karya yang baik.
Seorang filsuf Prancis yang dikenal sebagai filsuf modern mengatakan membaca buku sama dengan berbicara dengan orang-orang di masa lalu. Menulis buku dan menerbtkan buku adalah dua hal yang berbeda. Karena itu, jauh lebih baik jika seorang penulis bertekun dahulu dalam menulis sampai karyanya berkualitas dan sangat dibutuhkan, maka akibat dari itu adalah menerbitkan buku. 
Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis hingga menerbikan buku adalah 4R yaitu: 
1. Renjana (=passion) 
2. Rutin 
3. Review 
4. Ruang 

Renjana 
Renjana adalah sesuatu yang sangat menarik. Mudah dilakukan dan menyenangkan. Karena itu, mulailah dari sesuatu yang dikuasai dengan baik. Cara paling mudah untuk terus menulis adalah merasa sukses untuk melakukan sesuatu. Ibu Farrah memiliki renjana dalam menulis buku anak. Hal tersebut lahir dari kebutuhan dan untuk anak sendiri karena, banyak buku impor, namun sering tidak tepat dengan kondisi sendiri. 

Rutin 
Bukan hanya rutin menulis tapi rutin membaca. Dengan membaca akan otomatis terbingkai untuk menjadi sebuah bahan bacaan. Kosa kata membaca berkaitan dengan kosa kata menulis. Seringlah membaca banyak buku dengan genre masing-masing. Rutin menulis kapanpun dan dimanapun. Penulis hebat selalu menyediakan waktu khusus dan tempat khusus untuk menulis. Sebab, suasana di tempat demikian akan sangat membantu dalam menemukan ide untuk menulis. Saat dalam perjalanan dan tidak bisa menulis, rekamlah peristiwa menggunakan audio recorder untuk membantu merekam tulisan. Lalu, saat mulai menulis gunakanlah rekaman logika, emosi, dan pancaindera. 

Review 
Setelah memiliki kumpulan ide dan tulisan, buatlah review. Sebelum di-review, saat masih dalam model draf tulislah apa adanya. Tak usah mempertimbangkan siapa tokoh, waktu, detail tempat, dan sebagainya. Saat di-review baru dibuat detail semuanya. Misalnya, melihat siapa pasar dari buku yang akan diterbitkan. Siapa audiens dari buku ini. 

Ruang bagi pembaca 
Saat melakukan review berikan ruang bagi pembaca. Artinya, berikan kesempatan bagi pembaca untuk memberikan feedback positif saja, tetapi juga apa yang pembaca merasa sulit untuk mengerti. Misalnya, saat buat buku anak-anak minta anak-anak untuk membaca dulu dan berikan masukan. Bisa juga bagikan di medsos, meminta kolega dan keluarga untuk membaca bukunya. Itu hqal yang baik untuk memberikan motivasi tersendiri dan masukan yang berarti.

Read More »
07 May | 5komentar

Menulis Setiap Hari Sebagai "Healing Remedy"

Dadang Kadarusman

Kebiasaan waktu kecil yang biasa membaca menjadikan Bp.Dadang Kadarusman memiliki hobby menulis. Antara membaca dan menulis bak 2 sisi mata uang. Ayah Beliau yang sekolah dasar sering membawakan buku-buku bacaan. Dari situ Beliau suka membaca. Dan dari suka membaca itu kemudian saya berkeinginan untuk menulis. Jadi sejak kecil sudah menulis. 
Hobby menulis beliau ternyata sudah dibina sejak kecil. Samapi sekarang terus menulis, menjadi seorang penulis.
Sebagian besar orang berkeinginan untuk bukunya diterbitkan. Disampaikan beliau bahwa 20 tahun yang lalu untuk dapat menerbitkan buku sangat sulit sekali. Jaman sekarang sangat mudah akan tetapi yang menjadi tantangan adalah kemampuan menulis, Bagaimana bisa menulis setiap hari. 
Ada orang yang menerbitkan banyak buku tetapi tidak menulis setiap hari akan berbeda dengan orang yang menulis setiap hari, skillnya akan berbeda.
Mengapa perlu menulis setiap hari? menulis setiap hari itu membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh kita, juga jiwa. jika sudah terbiasa menulis. Melihat apapun, selalu ingin menerjemahkan apa yang kita lihat itu kedalam bentuk tulisan.dan itu terjadi secara refleks saja. Begitu pula ketika merasakan sesuatu. Orang yang tidak terbiasa menulis, bisa saja memendam perasaan itu. atau butuh seseorang yang mau mendengarnya padahal, belum tentu ada yang mau dengar kan? 
Tapi jika dia terbiasa menulis, maka dia selalu punya teman untuk mencurahkan perasaannya. yaitu, selembar kertas dengan pena kalau dulu. kalau sekarang, tinggal ambil smart phone maka kita bisa mencurahkannya disana. v Menulis setiap hari itu merupakan healing remedy. Jadi, jika terbiasa menulis, kita bisa menjadi pribadi yang lebih sehat. Kenapa perlu menulis setiap hari adalah; karena seorang penerbit buku sejati, bukanlah orang yang meminta bantuan orang lain untuk menuliskan naskah bukunya. Melainkan orang yang memiliki kemampuan untuk menuliskan sendiri naskahnya secara mandiri. Bagimana kemampuan itu diasah? Dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan 1 hari pun dalam hidup kita TANPA MENULIS. 

 Jika bersungguh-sungguh ingin menjadi penulis handal; mulai sekarang, berkomitmen untuk menulis setiap hari. Seberapa banyak? Kalau saya pribadi, 1 hari 1 artikel. Nah kalau ukurannya jumlah artikel, berarti tidak ditentukan jumlah katanya kan ya. Kan jaman dulu kalau kita mau mengirim artikel ke koran, itu ada ketentuan jumlah kata. Hal itu membuat penulis pemula kesulitan.. kenapa ? Karena bukan hal yang mudah untuk menuangkan gagasan secara indah dengan jumlah kata yang ditentukan.Maka bagi saya, ukurannya adalah "1 Artikel". Artikel itu apa? Sebuah paparan yang memuat buah pikiran penulis sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Begitu ukurannya.
 Jadi, yang penting dalam 1 hari itu ada karya tulis ibu bapak yang "KALAU" dibaca orang lain, mereka akan memahaminya. Oya, kenapa saya pakai kata KALAU? Karena, belum tentu ada orang yang membaca artikel itu Duh, sedih banget ya. sudah cape-cape nulis tapi kok nggak ada yang baca.

Yang Perlu Diperhatikan adalah: Ditahap belajar ini, sebaiknya kita tidak terlalu baper soal ada yang baca apa nggak. kenapa? Karena kalau orang lain baca pun belum tentu feedbacknya positif kan ya. Kan tidak sedikit orang yang berhenti menulis karena pembacanya memberi feedback negatif. so, yang penting menulis saja dulu. Kalau tulisannya sudah memenuhi standar minimal untuk dibaca orang, YAKIN DEH bakal dibaca. Setelah membahas tentang WHY yang berhubungan proses membiasakan diri dalam menulis itu. Sekarang kita bahas WHATnya. 

WHAT makes you write something? Apa sih yang menjadi mendorong Anda untuk menulis? Pertanyaan ini sederhana.Tapi orang yang tidak menemukan jawaban yang tepat, akan berhenti ditengah jalan.Pertama menulis lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya. lebih banyak naskah yang dikembalikan redaksi daripada diterbitkan. Saat itulah kemudian saya sadar bahwa, menulis karena ingin mendapatkan uang; bukanlah nilai pribadi saya. Dan sampai sekarang, saya menulis BUKAN untuk uang. 

Menulis dengan dorongan INGIN BERBAGI PENGETAHUAN. Nah, yang ini menurut hemat saya; paling sesuai dengan jiwa pendidik seperti kita. Pengalaman Beliau ketika menulis orientasi karena uang, kadang saya kecewa karena penerbit menolak. Seperti diremehkan oleh mereka deh rasanya. Kita juga bisa kecewa jika bayarannya ternyata tidak seperti yang kita harapkan. 

IDE Menulis setiap hari? Om Deka menyampaikan bahwa segala hal yang bisa ditangkap oleh panca indra kita adalah sumber ide. Tinggal kita olah saja. berapa banyak rangsangan yang masuk kedalam sistem panca indra dan indra ke 6 kita? Jumlah rangsangan itu TAK TERHINGGA. Maka itu berarti bahwa sumber ide penulisan kita bisa SAAAANGAT banyak. Contoh. Hal apa yang bapak ibu tangkap dengan panca indra sekarang?. Ada bunyi AC?. Itu sumber ide. Ada suara seseorang yang lewat didepan rumah? itu sumber ide. Ada bunyi PRAAAANG! gara-gara panci jatuh? semua sumber ide. 

Ide menulis setiap hari juga merangsang indra kita terlatih. Kepekakaan terhadap sekitar bisa ditulis sebagai IDE tulisan kita. Tulislah setiap hari sampai menemukan personal branding yang akhirnya nanti akan di terbitkan di media massa untuk dijadikan Buku. Penerbit sekarang tidak sama dengan 20 tahun lalu. Menulislah setiap hari maka penerbit buku akan mencari anda, bukan anda yang mencari penerbit ? 
Jumat, 1 Mei 2020,Resume


Read More »
02 May | 2komentar

Mandor Menjadi Penulis Buku Best Seller? Tembus Gramedia !

Sebelum menjadi penulis Amir Faisal menekuni berbagai bidang pekerjaan. Termasuk salah satunya adalah dibidang konstruksi. Beliau pernah menjadi Mandor untuk pekerjaan borongan Beliu sendiri. Ketertarikan pada dunia pendidikanlah yang kemudian Beliau banting setir menjadi seorang Penulis. Beliau berhasil menulis buku yang diterbitkan oleh Gramedia. Siapa dan apasih yang dilakukan oleh beliau simak pada video berikut ini:


Beliau berhasil menembus penerbit Gramedia dengan menulis buku pertama berjudul Menyiapkan Anak Jadi Juara di terbitkan oleh Gramedia ditulis oleh Seorang Mandor Proyek menjadi Best Seller. Dua bulan buku ini sudah cetakan kedua.
Sebagai seorang Pengusaha UKM. dan berubah-ubah menjadi pekerjaan dan terakhir menjadi Konsultan.Tidak berhubungan dengan dunia pendidikan dan menulis tetapi dapat menerbitkan 15 buku.

Gramedia adalah korporasi bisnis jadi orientasi adalah menjual dan pasar.Jadi jika bukutdk bisa dijual maka buku kita akan ditarik. Buku yang disukai pasar. Jika pengin diterbitkan oleh gramedia harus cari buku yang disukai pasar.
Untuk maksud ini, akan sangat membantu jika penulis tersebut mengetahui genre tulisannya. Apa gaya dan ritme menulisnya. Penulis harus tahu passion-nya. Misalnya, apakah si penulis menyukai buku cerita anak, novel, dan sebagainya. Jika telaha memahami hal itu, langkah berikut adalah mencari di gramedia buku-buku yang sesuai dengan genre penulis. Dari langkah ini, penulis akan menemukan gaya tulisan yang selama ini diterima oleh pasar buku, oleh para pembaca buku melalui Gramedia. 
Biasanya Gramedia membagikan kuisioner di toko Gramedia untuk mengetahui buku-buku yang laris dan yang ingin dibaca oleh para pecinta buku. Berdasarkan hasil kuisioner yang sudah diolah itu, mereka akan meminta penulis untuk menulis buku-buku seperti itu. Buku yang paling laris di Gramedia adalah novel. Selanjutnya yang bertemakan tentang travelling. Apalagi jika kedua tema itu digabung. Menyusul buku-buku komik. Komik sangat disukai oleh anak dan remaja. Artinya, pasar ini sangat luas karena jumlah anak dan remaja yang sangat banyak. Karena itu, jika seorang penulis berkolaborasi dengan seorang pelukis maka akan sangat baik dan menghasilkan karya yang menembus pasar. Posisi keempat buku terlaris adalah buku motivasi, dan kelima adalah marketing.
Diatas adalah salah satu Pemateri yang didatangkan oleh OMJAY pada Diklat Belajar menulis 2020. Materi yang sangat baik dan padat ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk lebih memperkaya pengetahuan peserta dan menjawab kebutuhan peserta. Berikut beberapa petikannya.

Read More »
01 May | 4komentar

KelasMu Berasa Surga?

Kelas Mekanika Teknik (X DPIB SMK Panca Bhakti Banjarnegara)


Kelas itu tak ubahnya rumah bagimu. Tempat kita biasa belajar bersama, berbincang, bercanda, dan tak jarang mengudarkan keluh-kesah. Kamu dengan gurumu atau sesama teman sekolahmu. Kelas tempat kita kembali, memulai pelajaran dari pagi hingga tengah hari. 

Jika kelas berasa surga, kita akan betah di dalamnya. Kelas itu adalah sahabat setiamu. Sepanjang waktu menemanimu tanpa mengeluh. Sepanjang waktu ia menelan celotehan, omelan, juga bentakanmu. Ia mendengar saat kamu ngomongin gurumu. Hampir separoh hari-harimu ada dikelas. Ia melihat saat kau berdebat soal sahabat. Ia menjadi saksi saat kau bangga bercerita sejuta mimpi. Atau, ketika kau asyik mengaji kisi-kisi menghadapi ujian nanti. 

Kelas itu menyimpan sejuta rasa dalam catatan hariannya. Kelas itu seperti ruang tamu. Etalase yang memajang kreativitasmu. Dinding-dindingnya dipenuhi motivasi. Udara yang berputar dalam ruangannya menawarkan mimpi dan harapan. Kelas itu cermin bagaimana dirimu. Pengejawantahan dari sikap disiplin, rasa percaya diri, dan kerja keras. Tak lupa sikap pantang menyerah dan tak mudah putus asa, juga hal utama lainnya. 

Bekal sikap hidupmu kelak di masa depan. Kelas itu bercerita nikmatnya detik demi detik belajar bersamamu. Kamu yang begitu dengan sikapmu. Ramai sendiri, tak serius, asyik berbincang dengan teman, melupakan guru yang menerangkan pelajaran di depan. Kadang kamu seperti itu, tapi tak selalu. Seringnya, kamu murid yang sopan dan rajin. Keluar kelas selalu meminta izin. Baju seragam selalu rapi saat datang maupun pulang. Itulah kenapa, cerita kelas itu penuh makna. 
Kelasmupun selalu merindu,selalu ingin memamerkan ke-kamu, karena bersih, bangku tertata rapih. Walau kadang kelasmu penuh debu. Hingga ia tampak malu untuk bertemu. Hanya ia tak bisa mengatakannya. Debu itu melekat di kaca-kaca jendelanya. Sampah bertebaran di lantainya. Sementara, meja dan kursi tak tertata rapi. Kelas itu menangis sendu. Namun, tak mau menampakkannya padamu. Kelas itu bagai istana. Sangat menyenangkan.....


Kelas Aplikasi Perangkat Lunak dan Desain Interior Gedung (APPG)
Kelas XI DPIB SMK Panca Bhakti Banjarnegara


Aku menikmati detik-detik yang berlalu. Membersamaimu dalam belajar, hal terindah yang pernah ada. Meski tak selalu, dan kamu kecewa padaku karena itu. Kadang kenyataan mengingkari harapan. Gurumu manusia biasa bukan dewa pengetahuan, hingga tahu segalanya. Dia bukan malaikat hingga bisa melakukan segalanya dalam sekejap. Mungkin banyak asa yang belum kamu dapatkan dari gurumu. Kamu masih dahaga dengan ilmu, karena guru bukan air yang dapat lepas dahagamu.

Kelas itu bagai istana. Sangat menyenangkan. Bersih, harum, dan indah. Hingga siapa saja kerasan dan betah berlama-lama. Maka, kelasmu sudah seharusnya begitu. Sejuta rasa dalam catatan hariannya akan menjadi kenangan berharga.
Semoga wabah ini segera berlalu karena kelasmu merindukan-mu.

Kelas APPG Kelas XII SMK Panca Bhakti Banjarnegara


......Masa Akhir membersamaimu.....untuk kelas X,XI dan XII sampai jumpa.....
 

Read More »
29 April | 8komentar