Read More »
PIP (Pendampingan Implementasi Pembelajaran) SMK Pusat Keunggulan
Read More »
Lembar Identifikasi Aktivitas Pendampingan Individu
Read More »
Refleksi Model Teknik 4C Pembekalan Hari ke-11 CPP
- SMART atau specific, measurable, attainable, relevant, dan time based. Metode ini akan membawa struktur jelas untuk mencapai tujuan dan hasil akhirnya dari Coaching
- Materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang saya jalankan selama ini adalah RASA (Receive, Acknowledge, Summarize, Ask) dan mengajarkan tentang persiapan presence serta TIP tentang Coaching.
- Tujuan yang Jelas: Menetapkan tujuan yang jelas merupakan salah satu aspek penting dari coaching. Seorang coach harus membantu Calon Guru Penggerak untuk menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, realistis, dan terkait dengan visi mereka. Hal ini dapat membantu mereka untuk fokus pada pencapaian tujuan dan meraih hasil yang lebih baik.
- Mendengarkan Aktif: Mendengarkan aktif adalah kemampuan untuk sepenuhnya memahami dan memperhatikan apa yang dikatakan oleh Calon Guru Penggerak. Seorang coach yang mampu mendengarkan aktif dapat membantu mereka untuk merasa didengar, dipahami, dan diterima. Hal ini dapat membantu Calon Guru Penggerak untuk merasa lebih percaya diri dan memperoleh dukungan yang diperlukan dalam mencapai tujuan mereka.
- Pengakuan Kualitas: Pengakuan kualitas melibatkan pengakuan dan peningkatan pada kualitas positif yang dimiliki oleh Calon Guru Penggerak. Seorang coach harus membantu mereka untuk memahami kekuatan mereka dan bagaimana dapat menggunakannya untuk mencapai tujuan mereka. Pengakuan kualitas juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi.
- Pembuatan Rencana Tindakan: Membuat rencana tindakan merupakan tahap penting dalam coaching. Seorang coach harus membantu Calon Guru Penggerak untuk merancang rencana tindakan yang spesifik dan terukur untuk mencapai tujuan mereka. Rencana tindakan harus mempertimbangkan sumber daya yang tersedia dan kendala yang mungkin terjadi.
- Akuntabilitas: Akuntabilitas melibatkan tanggung jawab dan akuntabilitas dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seorang coach harus membantu Calon Guru Penggerak untuk memahami pentingnya tanggung jawab pribadi dalam mencapai tujuan mereka. Hal ini dapat membantu mereka untuk tetap fokus pada tujuan mereka dan memotivasi mereka untuk terus bekerja keras.
Read More »
Refleksi Model Teknik 6 Topi Pembekalan Hari ke-10 CPP
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1 |
Bagaimana Anda memaknai pengetahuan
yang Anda dapatkan pada pembelajaran hari ini? |
Saya memperoleh pemahaman yang cukup tentang
pembelajaran teknik fasilitasi dalam pendampingan, dan pengalaman belajar
secara kolaboratif bersama rekan CPP yang hebat dan Instruktur yang luar
biasa. |
|
2 |
Bagaimana perasaan Anda
selama mengikuti proses pembelajaran hari ini? |
Perasaan saya setelah mengikuti proses
pendampingan pada hari ke 10, Saya merasa antusias mempelajari pembelajaran
teknik fasilitasi dalam pendmpingan, dan bersemangat untuk mencoba
menerapkannya di kelas yang saya ampu pada program guru penggerak |
|
3 |
Ceritakan hal-hal positif
yang terjadi dari pembelajaran hari ini? |
Hal positif yang terjadi adalah saya sebelum
melanjutkan pembelajaran, saya harus memetakan dan menyiapkan materi yang
akan saya sampaikan, kemudian memilih strategi pendampingan yang sesuai
dengan kebutuhan peserta. |
|
4 |
Ceritakan hal-hal yang
menghambat pembelajaran Anda pada hari ini? |
Yang menghambat saya dalam memetakan teknik
fasilitasi dalam pendmpingan ini, masing bingung akan menggunakan strategi
mana yang akan saya gunakan untuk diterapkan di kelas saya nanti. |
|
5 |
Ceritakan ide-ide yang
muncul setelah Anda mengikuti pembelajaran hari ini? |
Saya akan lebih sering mengamati kebutuhan
peserta, berdiskusi dengan rekan sejawat dan wali kelas. Saya memilih teknik
fasilitasi dalam pendampingan sesuai pemetaan kebutuhan belajar . |
|
6 |
Ceritakan
kesimpulan-kesimpulan yang Anda dapatkan setelah mengikuti pembelajaran hari
ini? |
elaborasi
konsep diskusi tentang Modul 3 Teknik fasilitasi dalam pendampingan, koneksi
antar materi, membuat aksi nyata perencanaan alur fasilitasi alur dalam
penampingan, sekaligus membuat video Teknik fasilitasi dalam pendampingan |
Read More »
Refleksi Model Cerita Reflektif Hari Ke-9 Pembekalan CPP Angkatan 10
Refleksi Model FSP Hari Ke-6 Pembekalan CGP
Read More »
Refleksi Model 4P Hari Ke-8 Pembekalan Calon Pengajar Praktik
|
NO |
PERTANYAAN |
JAWABAN |
|
1 |
Peristiwa
apa yang terjadi? |
Pembelajaran bersama instruktur dan diskusi kelompok
antar CPP mengenai prakarsa perubahan melalui alur ATAP dan BAGJA. Prakarsa
perubahan di dasarkan atas
kebutuhan murid demi perubahan berkelanjutan. |
|
2 |
Perasaan apa yang muncul? |
Saya sangat senang mempelajari materi hari ini karena sangat bermanfaat bagi saya terutama
dalam membuat prakarsa demi transformasi Pendidikan Bersama instruktur dan teman
CPP |
|
3 |
Pembelajaran apa yang diambil? |
Prakarsa perubahan memberikan pencerahan tentang bagaimana sebagai seorang pendidik bisa memberikan gerakan perubahan demi kemajuan belajar peserta didik melalui program berkelanjutan.
Prakarsa perubahan dengan model ATAP dan
BAGJA menjadi sebuah
inovasi perencanaan perbahan dan sistemasi dalam pelaksanaannya. Dimulai dari visi dijabarkan dengan ATAP
untuk mendapatkan Prakarsa Perubahan kemudian untuk mewujudkannya menggunakan kanvas
BAGJA Inquiri Apresiatif |
|
4 |
Bagaimana pembelajaran dapat
digunakan di masa depan? |
Pembejaran mengenai prakarsa
perubahan melalui model ATAP dan BAGJA
sangat perlu diterapkan bagi para pendidik sebagai pemimpin-pemimpin
pembelajaran dalam rangka
mewujudkan transformasi perubahan dalam dunia
pendidikan agar memberikan pelayanan dan pembelajaran yang
berpihak kepada murid. Prakarsa ATAP dan BAGJA ini juga
memberikan paradigma baru bagi kemajuan dunia pendidikan |
Read More »
Refleksi Model Segitiga Refleksi Hari Ke-5 Pembekalan Calon Pengajar Praktik
A. Setelah pembelajaran hari ini, saya akhirnya memahami bahwa …
- Pengetahuan tentang dasar-dasar Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD),
- Keterampilan mengelola pembelajaran yang berpihak pada murid pada konteks lokal kelasdan sekolah agar terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter,
- Sikap reflektif-kritis dalam menerapkan pembelajaran yang merefleksikan dasardasar Pendidikan KHD dalam menuntun murid mencapai kekuatan kodratnya.
B. Setelah pembelajaran hari ini, saya akhirnya mampu ……
- Memberikan jawaban reflektif-kritis untuk mengetahui pemahaman diri tentang pemikiran(filosofi pendidikan) Ki Hadjar Dewantara,
- membuat refleksi diri tentang pemikiran (filosofi pendidikan) Ki Hadjar Dewantara.
- mengeksplorasi (memaknai dan menghayati) nilai-nilai luhur sosial budaya di daerah asaldalam menguatkan dan menebalkan Konteks (kodrat) Diri Murid sebagai manusia dananggota masyarakat.
C. Perasaan saya setelah melakukan pembelajaran hari ini adalah …
- Senang karena saya memiliki pengalaman baru bersama orang orang yang cerdas dan penuh semangat
- Saya merasa selama ini yang saya terapkan masih banyak kekurangan terutama dalammenerapkan pemikiran KHD yakni menghamba pada anak/siswa
- Saya merasakan menjadi orang yang berbeda yang setelah tau semua tentang pemkiranKHD akan menerapkan bagaimana memulyakan seorang siswa dengan memberikan pembelajaran yang berpihak kepada anak, karena sesungguhnya kodrat anak itu adalah baik tinggal bagaimana lingkungan pembentuknya
D. Setelah melakukan pembelajaran hari ini, target saya berikutnya adalah ….
- Melakukan refeksi terhadap apa yang saya pelajari pada modul 1.1 dan modul 1.2 2.
- Mempelajari modul berikutnya yaitu modul 1.3 dan modul 1.4
Read More »
Refleksi Pembekalan CPP Hari Ke-7 Menggunakan Model DEAL
- Description: Deskripsikan pengalaman yang dialami dengan menceritakan unsur 5W1H (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana);
- Examination: Analisis pengalaman tersebut dengan membandingkannya terhadap tujuan/rencana yang telah dibuat sebelumnya;
- Articulation of Learning: Jelaskan hal yang dipelajari dan rencana untuk perbaikan di masa mendatang
|
No |
Pertanyaan Lanjutkan pernyataan ini… |
|
1 |
Hari ini saya belajar tentang materi Pendidikan yang memerdekakan
dimana Pendidikan yang memerdekakan merupakan konsep pendidikan yang menempatkan siswa sebagai pusat dari
proses pembelajaran dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengembangkan
potensi dirinya secara optimal sesuai dengan prinsip KHD. dan anak bisa
mengembangkan bakat dan kemampuanya sesuai dengan kodratnya. yaitu kodrat
alam maupun kodrat zaman. |
|
2 |
Hal yang paling membuat tertarik pada hari ini
ketika saling bernagi dan berkolaborasi pengalaman
dan pengetahuan mengenai Pendidikan yang memerdekakan dimana background CPP
adalah dari alumni CGP maka dari itu saya tertarik menimba ilmu pada guru
guru hebat. |
|
3 |
Hal tersulit yang terjadi pada saya hari ini
ketika berbagi waktu dengan mengajar dan agenda
sekolah yang bersamaan serta jaringan yan kurang mendukung selebihnya tidak
ada kesulitan yang berarti. |
|
4 |
Saya bangga kepada diri saya hari ini ketika menerapkan
pembelajaran yang berdiferensiasi dimana siswa sepertinya tidak terbebani
dengan pembelajaran di kelas, mereka senang dan enjoy sehingga tujuan
pembelajaran tercapai |
|
5 |
Saya ingin tahu lebih banyak tentang Metode lainnya yang bikin menarik di dalam
pembelajaran dan sekolah yang menyenangkan sesuai keinginan anak dan tak
lepas dari perkembangan teknologi saat ini. |
|
6 |
Satu hal yang ingin saya coba adalah media
pembelajaran interaktif dan
dihubungkan dengan capaian pembelajaran yang tertuang dalam modul sehingga
pembelajaran bisa menarik dan tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik |
![]() |
| Kelompok 2 Diskusi Prakarsa Perubahan dengan ATAP |
Read More »
Hari Ke-7 Pembekalan CPP Kamis, 02 November 2023 (Koneksi Antar Materi)
|
No |
Kegiatan |
Waktu |
Ket |
|
1 |
Apel pagi |
07.00 s.d. 07.10 |
Hari Senin diadakan Upacara bendera s.d Pkl 07.40 |
|
2 |
Mars Anti Bullying |
07.10 s.d. 07.15 |
|
|
2 |
Menyanyikan Indonesia raya |
07.15 s.d. 07.17 |
|
|
3 |
Membaca
Asmaul Husna |
07.15 s.d. 07.20 |
|
|
|
|
|
|
2. Penyusunan kesepakatan / Keyakinan kelas
Hal-hal yang tidak selaras terkait prakti prinsip Pendidikan yang memerdekakan yang dirasa perlu dirubah ?
Read More »
Merumuskan Tujuan Pembelajaran
![]() |
| Pemaparan Materi |
Setelah merumuskan tujuan pembelajaran, langkah berikutnya dalam perencanaan pembelajaran adalah menyusun alur tujuan pembelajaran. Alur tujuan pembelajaran sebenarnya memiliki fungsi yang serupa dengan apa yang dikenal selama ini sebagai “silabus”, yaitu untuk perencanaan dan pengaturan pembelajaran dan asesmen secara garis besar untuk jangka waktu satu tahun.
- Tujuan pembelajaran adalah tujuan yang lebih umum bukan tujuan pembelajaran harian (goals, bukan objectives);
- Alur tujuan pembelajaran harus tuntas satu fase, tidak terpotong di tengah jalan;
- Alur tujuan pembelajaran perlu dikembangkan secara kolaboratif, (apabila guru mengembangkan, maka perlu kolaborasi guru lintas kelas/tingkatan dalam satu fase. Contoh: kolaborasi antara guru kelas I dan II untuk Fase A;
- Alur tujuan pembelajaran dikembangkan sesuai karakteristik dan kompetensi yang dikembangkan setiap mata pelajaran. Oleh karena itu sebaiknya dikembangkan oleh pakar mata pelajaran, termasuk guru yang mahir dalam mata pelajaran tersebut;
- Penyusunan alur tujuan pembelajaran tidak perlu lintas fase (kecuali pendidikan khusus);
- Metode penyusunan alur tujuan pembelajaran harus logis, dari kemampuan yang sederhana ke yang lebih rumit, dapat dipengaruhi oleh karakteristik mata pelajaran, pendekatan pembelajaran yang digunakan (misal: matematik realistik);
- Tampilan tujuan pembelajaran diawali dengan alur tujuan pembelajarannya terlebih dahulu, baru proses berpikirnya (misalnya, menguraikan dari elemen menjadi tujuan pembelajaran) sebagai lampiran agar lebih sederhana dan langsung ke intinya untuk guru;
- Karena alur tujuan pembelajaran yang disediakan Kemendikbudristek merupakan contoh, maka alur tujuan pembelajaran dapat bernomor/huruf (untuk menunjukkan urutan dan tuntas penyelesaiannya dalam satu fase);
- Alur tujuan pembelajaran menjelaskan SATU alur tujuan pembelajaran, tidak bercabang (tidak meminta guru untuk memilih). Apabila sebenarnya urutannya dapat berbeda, lebih baik membuat alur tujuan pembelajaran lain sebagai variasinya, urutan/alur perlu jelas sesuai pilihan/keputusan penyusun, dan untuk itu dapat diberikan nomor atau kode; dan
- Alur tujuan pembelajaran fokus pada pencapaian CP, bukan profil pelajar Pancasila dan tidak perlu dilengkapi dengan pendekatan/strategi pembelajaran (pedagogi)
Read More »















