Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts with label umum. Show all posts
Showing posts with label umum. Show all posts

Materi Bimtek: Anti Korupsi BPSDMD Provinsi Jawa Tengah

Bimtek Daring:Materi anti korupsi, 21 s.d. 25 Feb 2022

Salah satu mater Bimtek Perencangan Metode dan Media Pembelajaran Interaktif Bagi guru SLB/SMK/SMA Prov. Jawa Tengah adalah Materi Anti Korupsi. Materi ini disampaikan oleh Iswahyudi, Widyaiswara dari Badan Pengembangan Sumber daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah. 
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Selaras dengan kata asalnya, korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup, pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas. Kerusakan tersebut tidak hanya terjadi dalam kurun waktu yang pendek, namun dapat berdampak secara jangka panjang. 
Tujuan materi ini adalah diharapkan mampu menyadari dampak perilaku dan tindak pidana korupsi. Secara lebih khusus, Anda diharapkan dapat: 
1. Menjelaskan berbagai dampak dari perilaku dan tindak pidana korupsi 
2. Memahami pengertian korupsi 
3. Mengenali delik-delik tindak pidana korupsi yang berlaku di Indonesia 
4. Memiliki niat, semangat dan komitmen melakukan pemberantasan korupsi 
5. Membuat impian Indonesia yang bebas dari korupsi

Korupsi termasuk kejahatan luar biasa karena dampak yang ditimbulkan adalah mutidimensi.
dampak korupsi itu tidak sekedar kerugian keuangan negara, namun ada kaitannya dengan kerusakan kehidupan.
Korupsi sudah ada sejak dahulu, sejak yaman penjajahan. dimana VOC sebagai organisasi dagang yang telah mendunia akhir hancur juga gara-gara korupsi. 
Unsur-unsur tindak pidana: 
1. Subyektif (Setiap orang, penyelenggara negara,PNS,Korporasi)
2. Obyektif (janji,kesepakatan,kemudahan,kekayaan milik negara)

Nilai yang dianut setiap individu yang terimplementasikan dalam perilaku sehari-hari secara otomatis akan membentuk nilai-nilai organisasi/kelompok masyarakat yang pada gilirannya akan berkontribusi dalam membangun nilai nasional. Nilai nasional merupakan nilai luhur bangsa yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan situasi dan perkembangan zamannya. Nilai nasional tadi diwujudkan melalui kontribusi nilai-nilai institusi secara proporsional sesuai tupoksi yang diamanahkan kepada organisasi yang bersangkutan. Nilai-nilai institusi tadi terkristalisasikan ke dalam budaya organisasi (corporate culture).
Ada 9 (sembilan) nilai-nilai anti korupsi yang didefinisikan oleh KPK bersama dengan para pakar , sebagai berikut : 
1) jujur, 
2) peduli, 
3) mandiri, 
4) disiplin, 
5) tanggung jawab, 
6) kerja keras, 
7) sederhana, 
8) berani, 
9) adil.



Read More »
28 February | 0komentar

Arah Kebijakan Pengembangan Pendidikan Prov.Jawa Tengah

Sumber Materi Bimtek BPSDMD Jawa Tengah

Materi Bimtek Perancangan Metode dan Media Interaktif untuk Guru SLB/SMA/SMK Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan setelah pembukaan. Materi disampaikan oleh Sugiyarto,S.Sos. ,Widyaprada Ahlimuda PTK SMA Bidang Ketenagaan Disdikbud. Disampaikan bahwa isu-isu pendidikan di Jawa Tengah diantaranya ada beberapa :
1. Akses pemerataan pendidikan
2. Peningkatan kualitas,relevasi dan daya saing pendidikan
3. Tata kelola, akuntabilitas dan citra pendidikan
4. Memperluas layanan pendidikan terutama bagi yang kurang mampu melalui inovasi layanan pendidikan
5. Meningkatan kualitas lulusan melalui pembelajaran
6. Meningkatkan tatakelola, penyelenggaraan dan layanan pendidikan yang akuntabel

Arah Kebijakan layanan pendidikan:
Memperkuat Kapasitas Ekonomi rakyat dan membuka lapangan kerja baru untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran.
Menjadikan rakyat Jawa Tengah lebih sehat, lebih pintar, lebih berbudaya dan mencintai lingkungan

Peningkatan Akses Pendidikan dan Kebudayaan didukung peningkatan sarpras serta pemanfaatan IPTEK.
Peningkatan Mutu Pendidikan dan Pelestarian Budaya didukung Peningkatan Kapasitas Pendidik, Tenaga Pendidikan dan Pamong Budaya.
Peningkatan Daya Saing SDM Pendidikan dan Kebudayaan didukung Penguatan Tata Kelola.
Peningkatan relevansi pendidikan berbasis budaya.
Penguatan insan serta ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter

Read More »
27 February | 0komentar

Tentang Media Pembelajaran Interaktif, Articulate Storyline


Aplikasi articulate storyline merupakan sebuah perangkat lunak (software) yang menyajikan fitur-fitur seperti video, gambar, animasi, foto audio dan lain-lain. Articulate storyline memiliki fungsi yang hampir sama dengan aplikasi microsoft power point. Aplikasi articulate storyline membuat pembelajaran berpusat pada peserta didik. Bisa disebut sebagai media interaktif.
Peserta didik menggali informasi dari berbagai sumber, kemudian mengumpulkan informasi yang diperoleh pada aplikasi articulate storyline serta peserta didik dapat saling memberikan tanggapan pada kegiatan presentasi yang dapat menambah informasi. Articulate storyline memiliki beberapa kelebihan yang menarik untuk dapat menunjang proses pembelajaran,
(1) dapat dibuat sendiri dengan mudah, baik yang sudah berpengalaman maupun belum, 
(2) dapat memasukkan beberapa bentuk file, seperti teks, gambar, video, animasi, dan sebagainya, 
(3) bisa berbentuk audio dan visual, suara dan gambar bisa dibuat di dalam articulate storyline, 
(4) terdapat aplikasi pembuatan quiz tanpa mengunggah file yang berada di luar, dan 
(5) memberikan konten yang interakif lebih melibatkan siswa dalam pembelajaran. 

Aplikasi articulate storyline dapat digunakan sebagai media pembelajaran mandiri bagi peserta didik. Beberapa alasan aplikasi articulate storyline digunakan sebagai media pembelajaran mandiri, di antaranya :
(1) dalam Kurikulum 2013 disebutkan bahwa kegiatan pembelajaran haruslah berpusat kepada peserta didik (student centered), 
(2) peserta didik dapat belajar sesuai dengan kemampuannya dengan mengumpulkan informasi yang diperoleh ke dalam aplikasi articulate storyline, 
(3) aplikasi articulate storyline sesuai dengan karakteristik peserta didik masa kini yang senang akan sesuatu yang bersifat baru untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik, 
(4) pembelajaran menggunakan aplikasi articulate storyline di desain untuk pembelajaran mandiri lebih mudah digunakan kapan saja dan dimana saja, dan 
(5) inovasi baru dalam pembelajaran mandiri sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik lebih kreatif dan inovatif. 

Proses pembelajaran menggunakan aplikasi articulate storyline dilakukan oleh peserta didik dengan membentuk sebuah kelompok, menggali pengetahuan dari berbagai sumber, menuangkan pengetahuan yang diperoleh dalam aplikasi articulate storyline, dan mempresentasikan hasil temuan peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini mengkaji kegiatan belajar mandiri peserta didik dengan penggunaan aplikasi articulate storyline.

Penggunaan aplikasi articulate storyline dalam pembelajaran mandiri memudahkan peserta didik karena kontrol pembelajaran sepenuhnya ada pada peserta didik, penggunaan aplikasi articulate storyline dapat memotivasi peserta didik dalam pembelajaran mandiri, dan penggunaan aplikasi articulate storyline dapat membuat peserta didik aktif dan kreatif dalam mencari sumber belajar.
Pembelajaran mandiri menggunaan aplikasi articulate storyline dapat melatih kemandirian peserta didik selama proses pembelajaran. Dalam pembelajaran mandiri menggunakan aplikasi articulate storyline dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta didik tanpa selalu bergantung pada guru. Peran guru dalam pembelajaran mandiri hanya sebagai fasilitator, guru dapat membimbing peserta didik ketika peserta didik kurang memahami mengenai materi pembelajaran teks negosiasi. 
Pembelajaran mandiri menggunakan aplikasi articulate storyline dapat memotivasi peserta didik, karena pembelajaran dikemas menjadi lebih menarik. Aplikasi articulate storyline merupakan sebuah media pembelajaran yang menyediakan berbagai fitur yang menarik untuk digunakan peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap materi pembelajaran teks negosiasi. 
Penggunaan aplikasi ariculate storyline dapat membuat peserta didik aktif dan kreatif dalam mencari sumber pelajaran. Penggunaan aplikasi articulate storyline memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mencari pengetahuan dari berbagai sumber, sehingga peserta didik mendapatkan pemahaman sendiri mengenai konsep pembelajaran teks negosiasi. Melalui menemukan informasi atau pengetahuan sendiri, peserta didik lebih mudah memahami dan mengingat materi pembelajaran teks negosiasi.
Berikutnya artikel step by step membuat media interaktif menggunakan Articulate Storyline 3.


Read More »
25 February | 0komentar

Bimtek Perancangan Metode dan Media Interaktif Tahun 2022


Bimtek Perancangan Metode dan Media Interaktif Tahun 2022 untuk guru SLB/SMA dan SMK. Bimtek diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah. Pelaksanaannya menggunakan metode Distance Learning secara Daring dari tanggal 21 s..d. 25 Februari 2022.
Aplikasi SipTenan menjadi ruang kelas virtual kami. Aplikasi ini berbasis LMS yang dikembangkan oleh BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Media ini sangat interaktif digunakan sebagai ruang kelas virtual. Para peserta dapat melakukan presensi, bertanya, mendownload materi, mengirim tugas pada aplikasi ini. 
Selamat datang para peserta BIMTEK Perancangan Metode dan Media Pembelajaran Interaktif Bagi Guru SLB/SMA/SMK Provinsi Jawa Tengah Metode pelatihan ini meliputi pembelajaran e-learning /online menggunakan Aplikasi LMS SIPTENAN dan pembelajaran tatap muka virtual dengan menggunakan Aplikasi Video Conference. 

Urgency Pelatihan
Dalam menghadapi Era Society 5.0, dunia pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas SDM Perubahan Paradigma Pendidikan:
  1. Pendidik meminimalkan peran sebagai learning material provider 
  2. Pendidik menjadi penginspirasi bagi tumbuhnya kreativitas peserta didik. 
  3. Pendidik berperan sebagai fasilitator, tutor, penginspirasi dan pembelajar sejati yang memotivasi peserta didik untuk “Merdeka Belajar,” 
Pendidik juga harus memiliki kecakapan hidup abad 21 yaitu memiliki kemampuan leadership, digital literacy, communication, emotional intelligence, entrepreneurship, global citizenship, team working dan problem solving. Sebagai Pendidik di era society 5.0, para guru harus memiliki keterampilan dibidang digital dan berpikir kreatif. Guru dituntut untuk lebih inovatif dan dinamis dalam mengajar. 
Ada tiga hal yang harus dimanfaatkan pendidik di era society 5.0. diantaranya:
  • Internet of things pada dunia Pendidikan (IoT), 
  • Virtual/Augmented reality dalam dunia pendidikan, 
  • Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan untuk mengetahui serta mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran yang dibutuhkan oleh pelajar.  

Sebelum memulai pembelajaran, Saudara / i diharuskan mengikuti ketentuan sebagai berikut : 
  1. Mengikuti seluruh kegiatan pelatihan yang telah ditetapkan pada Jadwal /timeline pelatihan. 
  2. Pembelajaran e-learning / online dilakukan melalui Learning Management System (LMS) secara mandiri. 
  3. Mengunduh Panduan Pelaksanaan e-learning dan materi serta menyimak video pengantar materi dan video referensi pada setiap Materi. 
  4. Peserta wajib masuk /login LMS pada setiap hari pembelajaran dan melakukan presensi kehadiran. 
  5. Materi dipelajari secara sekuen / berurutan. 
  6. Mengisi evaluasi /feedback pelatihan untuk saran dan masukan terhadap substansi pembelajaran.
Materi disajikan oleh Widyaiswara yang berkompeten dibidangnya yaitu:
5. Menulis Sekuel Interaktif multimedia oleh Yusuf Aufal Maron
6. Edit Canva 
7. Aplikasi Articulate Storyline untuk membuat Media interaktif bersama Andicha 

Tujuan
  • Knowledge: Mampu Memahami dan mengetahui metode pembelajaran jarak jauh yang interaktif sesuai dengan kajian ilmunya.
  • Skill :Mampu melaksanakan, mendesain, mengelolah, memproduksi pembelajaran jarak jauh yg interaktif dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang virtual.
  • Attitude : Semangat, motivasi dan Profesional dalam melaksanakan pembelajaran baik secara virtual maupun klasikal A K

Tangkapan Layar Zoom :

Hari 1

Pembukaan

Materi Hari 1

Hari 2.



Read More »
24 February | 0komentar

Berkas Pengusulan Peninjauan Masa Kerja



SYARAT USUL PENINJAUAN MASA KERJA 
1. Fc. SK CPNS 
2. Fc. SK PNS (bagi yang usul KP pertama) 
3. Fc. SK Kenaikan Pangkat Terakhir 
4. Fc. Surat Tugas Terakhir 
5. Fc Karpeg 
6. Fc. Pengangkatan GTT/PTT/Honorer dari awal sampai akhir, sampai Pengangkatan CPNS secara berturut-turut 
7. Ijazah Terakhir
8. Masing-masing Rangkap 2 dan dilegalisir 


Selain diatas dilampirkan Juga Bukti yang Asli :
1. SK Honor dari awal melaksanakan tugas hingga terakhir pada instansi pemerintah maupun swasta (bagi honorer pada sekolah swasta SK ditandatangani oleh Ketua Yayasan dan bagi yang bekerja pada instansi swasta ditandatangi oleh Direktur).
2. Surat Perjanjian Kerja. 
3. Surat Keputusan Pemberhentian sebagai tenaga Honor.
4. SK Pembagian Tugas Mengajar
5. SK Tenaga Kontrak
9. Usulkan lewat SKPD induknya ke BKD


Read More »
17 February | 0komentar

Strategi Pengembangan GTK Untuk Kurikulum Prototipe


Penyiapan Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Penerapan Kurikulum Prototipe Strategi yang dilakukan adalah 
 1. Fokus kepada pelatihan SDM  
  • ○ Meningkatkan kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam menerapkan kurikulum prototipe 
  •  ○ Mempercepat peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan secara masif agar siap menerapkan kurikulum prototipe 
  1. 2. Mengembangkan komunitas belajar 
  • ○ Komunitas belajar dapat terdiri dari guru, KS, PS dari Sekolah Penggerak atau Guru Penggerak 
  • ○ Komunitas belajar ini memfasilitasi berbagi praktik baik penerapan kurikulum prototipe 
  1. 3. Adopsi kurikulum dapat dilakukan secara bertahap (learning journey).

Dukungan GTK Untuk Penerapan Kurikulum Prototipe.

 


Adopsi kurikulum dapat dilakukan secara bertahap (1)

Pilihan 1: Pelatihan di tahun pertama, penerapan di tahun kedua
Pilihan 2: Pelatihan dan/atau penerapan di tahun pertama dengan kompleksitas sederhana/dasarPilihan pilihan 3: Pelatihan dan/atau penerapan di tahun pertama dengan kompleksitas sedang.

Penerapan kurikulum prototipe dilakukan melalui tahapan berdasarkan kapasitas dan penetapan target oleh satuan pendidikan:
Tahap 1 Kompleksitas Sederhana : Mengikuti contoh yang telah disediakan/dilatihkan
Tahap 2 Kompleksitas Dasar : Melakukan modifikasi mengacu contoh yang disediakan/dilatihkan,
Tahap 3 Kompleksitas Sedang :Melakukan pengembangan sesuai konteks satuan pendidikan dengan pelibatan warga sekolah dan masyarakat secara terbatas
Tahap 4 Kompleksitas Tinggi : Melakukan pengembangan sesuai konteks satuan pendidikan dengan pelibatan warga sekolah secara luas.


IMPLIKASI JAM MENGAJAR GURU DAN LINEARITAS MATA PELAJARAN 
1. Prinsip utama: Guru yang telah menerima tunjangan profesi akan tetap menerima tunjangan jika ada implikasi pengurangan jam mengajar sebagai implikasi penerapan kurikulum prototipe 
2. Peraturan terkait poin 1, telah disiapkan dalam bentuk Kemendikbud dan berlaku untuk sekolah yang mengikuti PSP. 
3. Selanjutnya untuk sekolah yang akan menerapkan kurikulum prototipe secara mandiri akan dibuatkan regulasi, sehingga hak-hak yang telah diterima guru sebelumnya tidak berkurang (sesuai dengan prinsip pada poin 1)

Read More »
29 December | 0komentar

Kurikulum 2022, Kurikulum Prototipe

Sebagai bagian dari mitigasi learning loss, sekolah diberi opsi untuk menggunakan kurikulum yang disederhanakan agar dapat berfokus pada penguatan karakter dan kompetensi mendasar. Siswa pengguna Kurikulum Darurat mendapat capaian belajar yang lebih baik daripada pengguna Kurikulum 2013 secara penuh, terlepas dari latar belakang sosio-ekonominya. Kebijakan ini dilakukan saat Pandemi, yaitu kurikulum darurat. 
Survei pada 18.370 siswa kelas 1-3 SD di 612 sekolah di 20 kab/kota dari 8 provinsi (April-Mei 2021) menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat.Bila kenaikan hasil belajar itu direfleksikan ke proyeksi learning loss numerasi dan literasi, penggunaan kurikulum darurat dapat mengurangi dampak pandemi sebesar 73% (literasi) dan 86% (numerasi).
Kurikulum Darurat efektif memitigasi learning loss karena membantu guru untuk fokus pada materi esensial dan menerapkan pembelajaran yang lebih mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi dasar.
Penyederhanaan tergambar pada jumlah kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengalami penurunan antara 42% (SMA peminatan) sampai 68% (SMP). Data kualitatif mengkonfirmasi bahwa guru merasa terbantu untuk melihat materi yang esensial, sehingga bisa merancang dan menerapkan pembelajaran yang lebih baik. Modul literasi-numerasi dari Kemendikbudristek juga sering disebutkan sebagai alat bantu yang bermanfaat untuk penerapan kurikulum.

Kurikulum prototipe 
Kurikulum prototipe diberikan sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.




Kurikulum prototipe mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar.

Kurikulum prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran:
  1. Pengembangan soft skills dan karakter (akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan, kemandirian, nalar kritis, kreativitas) mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis projek. 
  2. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. 
  3. Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.




Penerapan Kurikulum Prototipe didukung melalui penyediaan buku teks serta pelatihan dan pendampingan bagi guru, KS, dan dinas pendidikan.


Sumber: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 

Read More »
26 December | 0komentar

Cara Mudah Membuat Blog Dengan Blogspot Bagi Pemula


Internet makin menjadi sarana yang sering digunakan/ dimanfaatkan untuk mencari informasi. Pencarian informasi akan sis-sia jika tidak ada yang menuliskan beberapa informasi itu di blog atau di website atau media penayangan yang lainnya, seperti media sosial. 

Semakin banyak orang yang mengelola blog/website maka informasi itu akan sangatlah mudah untuk didapat. Semua orang dari berbagai profesi menshare terkait dengan ilmu atau bidang yang digeluti.

Berlatar dari itu maka semoga tlian ini bermanfaat bagi semua pembaca. Judul tulisan ini adalah  Cara Mudah Membuat Blog Dengan Blogspot Bagi Pemula.  Syaratnya adalah memiliki akun gmail.

Langkah-langkah membuat Blogspot:

1. Ketik pada Browser : www.blogger.com . maka akan muncul 


2. Klik,  CREATE YOUR BLOG

Masukan Nama email (gmail.com) dan Passwordnya. Setelah bisa login, akan dibawa ke menu di bawah ini. Berikan Nama/ judul Blog, misal saya buat Judul My Blog < Klik Berikutnya

2. Beri Nama sebagai alamat Blog Kamu, misalkan saya beri nama desainrumah2022ok (ini nanti menjadi alamat blog kamu semua menjadi https://www.desainrumah2022ok.blogspot.com


3. Klik berikutnya. Selesai.


4. Silahkan tinggal isi postingan Kalian.


Read More »
17 December | 0komentar

Tujuan Pembelajaran ABCD


Salah satu produk Guru yang mutlak ada adalah RPP (Rencana Program Pembelajaran). Dengan RPP ini seorang guru bak seorang sutradara yang menyusun sinopsis pembelajaran mulai dari pembukaan, proses PBM dan penutup. Apa yang harus dilakukan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Semua tertulis pada RPP.Pada kali ini akan dibahas mengenai bagaimana merumuskan tujuan pembelajaran sebagaimana yang tertuang pada pedoman penyusunan RPP Kurikulum 13. 

Bahwa badan besar RPP ada 3 yaitu:
1. Tujuan Pembelajaran 
2. Kegiatan Pembelajaran 
3. Evaluasi

Sehingga sangat jelas di sini bahwa RPP adalah sebuah dokumen yang dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Tujuan pembelajaran adalah sasaran yang harus tercapai dalam sebuah kegiatan pembelajaranTujuan pembelajaran seyogyanya merujuk kepada KD yang telah ditentukan, tujuan pembelajaran disusun dalam bentuk sebuah narasi yang mengacu kepada Formula ABCD (Adience, Behaviour, Conditioning, Degree) dalam menurut Baker (1971 dalam Sudrajat, 2017) bahwa tujuan pembelajaran yang baik adalah mengandung unsur Adience, Behaviour, Conditioning, Degree,Sundrajat (2017) menjelaskan 

Untuk memudahkan penjabaran dan perumusan tujuan pembelajaran khusus ini dapat dilakukan dengan memilah menjadi empat komponen, yaitu ABCD. Komponen dari Baker tersebut sering digunakan dan diuraikan sebagai berikut. 

1.A=Audience 
Pengertian Audience 
Salah satu unsur pokok dalam perumusan suatu tujuan pembelajaran adalah audience. Secara bahasa, audience berarti pendengar atau peserta. Dalam konteks pembelajaran, yang dimaksud audience adalah peserta didik. Audience merupakan subjek sekaligus objek dalam pembelajaran, sehingga dalam sebuah rumusan tujuan pembelajaran harus memuat unsur audience. Dalam pembelajaran harus dijelaskan siapa siswa yang mengikuti pelajaran itu. Keterangan mengenai kelompok siswa yang akan manjadi kelompok sasaran pembelajaran diusahakan sespesifik mungkin. 

Contohnya kata yang mewakili audience 
Siswa 
Mahasiswa 
Murid 
Peserta didik, dan sebagainya. 

Contoh audience dalam tujuan pembelajaran dalam pembelajaran matematika “Diberikan beberapa contoh barisan geometri, siswa dapat mengidentifikasi pola barisan geometri dengan teliti.”

2. B=Behaviour 
Pengertian behavior 
Behavior adalah perilaku yang diharapkan dilakukan siswa setelah selesai mengikuti proses pembelajaran. Rumusan perilaku ini mencakup dua bagian penting, yaitu kata kerja aktif transitif dan objek. Kata kerja menunjukkan bagaimana siswa mempertunjukkan sesuatu, seperti: menyebutkan, menganalisis, menyusun, dan sebagainya. Objek menunjukkan pada apa yang akan dipertunjukkan itu, misalnya contoh himpunan dan bukan himpunan, kesalahan tanda baca dalam kalimat prinsip induksi matematika, rumus barisan aritmatika, dan sebagainya. 
Komponen perilaku dalam tujuan pembelajaran sangat penting karena tanpa perilaku yang jelas, komponen yang lain menjadi tidak bermakna. 
Contohnya kata yang mewakili behavior Berikut adalah kata yang mewakili behavior yang berupa kata kerja operasional dalam Taksonomi Bloom.

No

Dimensi Proses Kognitif dan Kategori

Kata Kerja Operasinal untuk

Perumusan Indikator/Tujuan

1

Mengingat (C1: Cognitive 1th)

Pengertian: Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang

1.1. Mengenali

mengenali, menyebutkan, menunjukkan, memilih, mengidentifikasi

1.2. Mengingat Kembali

mengungkapkan kembali, menuliskan kembali, menyebutkan kembali

2

Memahami (C2: Cognitive 2th)

Pengertian: Mengkonstruk makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru

2.1. Menafsirkan

menafsirkan, memparafrasekan, mengungkapkan dengan kata-kata sendiri, mencontohkan, memberi contoh, mengklassifikasikan, mengkelompok-kelompokkan, mengidentifikasi berdasarkan kategori tertentu, merangkum, meringkas, membuat ikhtisar, menyimpulkan, mengambil kesimpulan, membandingkan, membedakan, menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan

2.2. Mencontohkan

mencontohkan, memberi contoh

2.3. Mengklassifikasikan

mengklassifikasikan, mengkelompok-kelompokkan, mengidentifikasi berdasarkan kategori tertentu,

2.4. Merangkum

merangkum, meringkas, membuat ikhtisar

2.5. Menyimpulan

menyimpulkan, mengambil kesimpulan

2.6. Membandingkan

membandingkan, membedakan

2.7. Menjelaskan

menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan

3

Mengaplikasikan (C3: Cognitive 3th)

Pengertian: Menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu

3.1. Mengeksekusi

menghitung, melakukan gerakan, menggerakkan, memperagakan sesuai prosedur/teknik, mengimplementasikan, menerapkan, menggunakan, memodifikasi, menstransfer

3.2. Mengimplementasikan

mengimplementasikan, menerapkan, menggunakan, memodifikasi, menstransfer

4

Menganalisis (C4: Cognitive 4th)

Pengertian: Memecah-mecah materi jadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antarbagian itu dan hubungan antara bagian-bagian tersebut dan keseluruhan struktur atau tujuan

4.1. Membedakan

membedakan, menganalisis perbedaan, mengorganisasikan, membuat diagram, menunjukkan bukti, menghubungkan, menganalisis kesalahan, menganalisis kelebihan, menunjukkan sudut pandang

4.2. Mengorganisasi

mengorganisasikan, membuat diagram, menunjukkan bukti, menghubungkan

4.3. Mengatribusikan

menganalisis kesalahan, menganalisis kelebihan, menunjukkan sudut pandang

5

Mengevaluasi (C5: Cognitve 5th)

Pengertian: Mengambil keputusan berdasarkan kriteria dan atau standar

5.1. Memeriksa

memeriksa, menunjukkan kelebihan, menunjukkan kekurangan, membandingkan, menilai, mengkritik

5.2. Mengkritik

menilai, mengkritik

6

Mencipta (C6: Cognitive 6th)

Pengertian: Memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau untuk membuat suatu produk yang orisinal

6.1. Merumusakan

Merumuskan, merencanakan, merancang, mendisain, memproduksi, membuat

6.2. Merencanakan

merencanakan, merancang, mendisain

6.3. Memproduksi

memproduksi, membuat




Contoh behavior dalam tujuan pembelajaran dalam pembelajaran DPIB
a.Siswa dapat menyebutkan prinsip menggambar 2d 
Keterangan: Kata menyebutkan prinsip menggambar 2d adalah menunjukkan behavior. 

b.Siswa dapat mencontohkan menggambar bidang 2d.
 Keterangan: Kata mencontohkan menggambar bidang 2d adalah menunjukkan behavior. 

3.C=Condition 
Pengertian condition Condition atau kondisi diartikan sebagai suatu keadaan siswa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas pembelajaran, serta persyaratan yang perlu dipenuhi agar perilaku yang diharapkan dapat tercapai. Dalam perumusan tujuan pembelajaran, condition ditulis dalam bentuk kata kerja. Kata kerja yang dimaksud adalah aktivitas yang harus dilakukan siswa agar tercapai suatu perubahan perilaku yang diharapkan. 
Contohnya kata yang mewakili condition 
dengan cara mengamati 
dengan berdiskusi 
dengan menyimak penjelasan guru 
dengan membaca buku sumber 
dengan menggunakan kamus 
dengan menggunakan internet, dan sebagainya. 

Keterangan: Kata melalui pengamatan lingkungan sekitar adalah menunjukkan condition. 

 4.D=Degree 

Pengertian degree Degree adalah batas minimal tingkat keberhasilan yang harus dipenuhi dalam mencapai perilaku yang diharapkan. Tingkat degree bergantung pada bobot materi yang akan disajikan serta sejauh mana siswa harus menguasai suatu materi atau menunjukan suatu tingkah laku. 
Contohnya kata yang mewakili degree 
dengan benar 
paling sedikit 4 macam, dan sebagainya. 

Contoh degree dalam tujuan pembelajaran dalam pembelajaran matematika 
a.Setelah mengamati video pembelajaran terkait menggambar 2d, siswa dapat memberi contoh menggambar yang lain minimal 2 contoh. 

Keterangan: Kata minimal 2 contoh adalah menunjukkan degree. 

b.Setelah melakukan percobaan membuka jaring-jaring balok, siswa dapat menemukan rumus luas permukaan balok dengan tepat. Keterangan: Kata dengan tepat adalah menunjukkan degree. 



Read More »
12 December | 0komentar

Media Elearning Sebagai Alat Bantu



Media apabila dipahami secara garis besar adalah sebagai manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat seseorang/siswa mampu memperoleh pengetahuan,keterampilan dan sikap (Gerlach & Ely dalam Arsyad, 2009). Dari pengertian media diatas menempatkan guru, orang tua siswa, buku teks, lingkungan bermain, dan lingkungan sekolah sebagai sebuah media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses,dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Media dapat juga diartikan sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan informasi Association of Education and Communication Technology (AECT) (dalam Sadiman, dkk., 2006). Pendapat lain diberikan oleh Gagne (dalam Sadiman, dkk., 2006) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Pendapat Gagne diperkuat oleh Briggs (dalam Sadiman, dkk., 2006) yang berpendapat bahwa media segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Dalam awal perkembanganya, internet melayani dua hal yaitu sebagai jaringan komunitas militer yang ampuh dan sebagai sistem komunikasi percobaan dalam komunitas akademik, yang tujuanya adalah untuk merangsang para peneliti.Dan untuk saat ini, dalam dunia akademik atau pendidikan sudah terkenal istilah virtual university, cyber-gurus, cyber-education, digital campus, cyber-campus, cyberary, cyber-research.

Penulis Sebagai Juara 2 Tk.Provinsi Lomba Media Pembelajaran Berbasis Website

E-learning merupakan sistem yang memanfaatkan beberapa teknologi,yang pada dasarnya memberikan seperangkat alat bantu (tools) kepada pendidik untuk menciptakan dan mengelola situs web (web site) pembelajaran yang diakses dari berbagai tempat di seluruh dunia oleh peserta didik dengan koneksi internet.oleh karena itu E-learning sangat membantu pendidik untuk menciptakan mekanisme pembelajaran online yang efektif (Dougiamas, 2006).Pendapat di atas diperkuat oleh Cisco (dalam Suyanto, 2005) sebagai berikut:
Pertama, e-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi,pendidikan, pelatihan secara on-line. Kedua, e-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi. Ketiga, e-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan. Keempat, Kapasitas siswa amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar content dan alat penyampai dengan gaya belajar, akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.
Istilah blog adalah campuran dari istilah web dan log, yang mengarah ke web log, weblog, dan akhirnya blog. Authoring blog, memelihara sebuah blog atau menambahkan artikel ke blog yang ada disebut blogging. Artikel individu pada sebuah blog disebut "posting blog," "posting" atau "masukan". Seseorang yang posting entri-entri ini disebut blogger (Huette, 2006). Scot dalam (Zake, 2010) memberikan pengertian tentang sebuah blog adalah situs di mana entri yang ditulis dan ditampilkan dalam urutan kronologis terbalik.

Juara 3 Lomba Blog Sebagai Media Ajar Tk.Provinsi

Blog diperkenalkan pada pertengahan tahun 1990an (Farmer, Yue, & Brooks dalam Zake, 2010) dan mudah digunakan karena pengguna tidak perlu pengetahuan teknis canggih untuk menciptakan atau mempertahankan mereka (Bartlett-Bragg dalam Zake, 2010). Isi blog umumnya dibaca publik, mengirim komentar, berinteraksi asynchronous terbatas. Penelitian telah menunjukkan bahwa, antara lain, orang di masyarakat termotivasi untuk menulis blog untuk mengekspresikan diri dan karena blog merupakan wadah untuk mencurahkan pikiran dan perasaan dan cara berpikir dengan menulis (Nardi et al.) (dalam Zagal & Bruckman, 2011).

Sebelum memulai kelas dengan menggunakan media blogging, Huette (2006) mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
a) Mulai blog Anda sendiri pada setiap topik yang Anda pilih dan update secara teratur.
b) Memulai sebuah blog kelas dengan pengumuman sederhana, tugas pekerjaan rumah, dan eksternal link.
c) rekomendasikan siswa untuk membaca blog lain yang terkait. Mulailah dengan menyediakan daftar terkait subjek dan meninjau kegiatan siswa.
d) Sarankan siswa untuk menanggapi posting di blog yang sudah dikembangkan.
e) Tugaskan siswa membuat dan memelihara sebuah blog kelompok.
f) Tugaskan setiap siswa untuk memulai dan mempertahankan blog mereka sendiri pada subjek minat mereka yang berhubungan dengan kelas.

Huette (2006) juga memaparkan keuntungan dari penggunaan blog di ruang kelas antara lain:
1) dapat mempromosikan berpikir kritis dan analitis,
2) dapat men-dorong Kreatif, berpikir intuitif dan asosiasional,
3) dapat Mendorongberpikir analogis,
4) potensi peningkatan akses dan paparan untuk informasi berkualitas, dan 5) kombinasi interaksi soliter dan sosial.

Tentang teme/template blog terserah kepada guru untuk menggunakannya

Read More »
11 December | 0komentar

Uji Sertifikasi Kompetensi DPIB 2021 Tahap 1

USK DPIB 18 s.d. 29 Oktober 2021

Tahun 2021 ini SMK Negeri 1 Bukateja mendapatkan bantuan untuk pelaksanaan USK (Uji Sertifikasi Kompetensi) dari dari Kemendikbudristek. Pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi pada Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Negeri 1 Bukateja Tahun 2021 dilaksanakan dari tanggal 18 s.d. 29 Oktober 2021.Diikuti oleh 60 siswa. Skema sertifikasi yang dilaksanakan adalah SKKNI Level II.  
Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) merupakan skema sertifikasi KKNI yang dikembangkan oleh Komite Skema BNSP bersama dengan Direktorat Pembinaan SMK. 
Skema mengacu pada pada SKKNI yang ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor KEP.327/MEN/IX/2009 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung dan Bangunan Sipil Sub Bidang Transportasi Jabatan Kerja Juru Gambar Pekerjaan Jalan dan Jembatan, NOMOR KEP.06/MEN/I/2011 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Konstruksi Untuk Jabatan Kerja Quantity Surveyor Menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Nasional Bidang Teknik Gambar Bangunan Tahun 2003. 
Skema sertifikasi ini digunakan untuk memastikan kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dan sebagai acuan bagi LSP dan asesor kompetensi dalam pelaksaan sertifikasi kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan.
Uji Sertifikasi diikuti oleh 60 Siswa dari kelas XII DPIB.

Dengan skema sertifikasi yang mengacu langsung pada SKKNI ini diharapkan dapat memberi manfaat langsung para pemangku kepentingan. 

Bagi Industri 
  • Membantu industri meyakinkan kepada kliennya bahwa jasanya telah dibuat oleh tenaga-tenaga yang kompeten 
  • Membantu industri dalam rekruitmen dan mengembangkan tenaga berbasis kompetensi guna meningkatkan efisiensi pengembangan SDM khususnya dan efisiensi nsaional pada umumnya 
  • Membantu industri dalam sistem pengembangan karir dan remunerasi tenaga berbasis kompetensi dan meningkatkan produktivitas 

Bagi Siswa/ Tenaga Kerja 
  • Membantu tenaga profesi meyakinkan kepada organisasi/industri/kliennya bahwa dirinya kompeten dalam bekerja atau menghasilkan jasa dan meningkatkan percaya diri tenaga profesi 
  • Membantu tenaga profesi dalam merencanakan karirnya dan mengukur tingkat pencapaian kompetensi dalam proses belajar di lembaga formal maupun secara mandiri 
  • Membantu tenaga profesi dalam memenuhi persyaratan regulasi 
  • Membantu pengakuan kompetensi lintas sektor dan lintas negara 
  • Membantu tenaga profesi dalam promosi profesinya dipasar tenaga kerja

Bagi Lembaga Pendidikan dan juga Pelatihan 
  • Membantu memastikan link and match antara kompetensi lulusan dengan tuntutan kompetensi dunia industri 
  • Membantu memastikan tercapainya efisiensi dalam pengembangan program diklat 
  • Membantu memastikan pencapaian hasil diklat yang tinggi 

Read More »
31 October | 0komentar

Info Pemberkasan ASN PPPK Tahap 1 Tahun 2021

Rekrutmen ASN PPPK Tahap 1

Seperti diketahui, sebanyak 173.329 guru yang telah ditetapkan sebagai calon ASN PPPK Guru. Namun nama-nama yang lulus berpeluang diganti karena adanya masa sanggah. Masa sanggah adalah waktu pengajuan sanggah yang diberikan kepada pelamar untuk melakukan sanggahan terhadap pengumuman hasil seleksi.
Kabar gembira untuk para peserta PPPK Guru yang lolos tahap 1. Pemberkasan CASN tampaknya dipercepat. Kini di akun SSCASN sudah ada menu baru untuk melakukan pengisian daftar riwayat hidup dan pemberkasan CASN. Namun belum bisa diakses.
Itu artinya, peserta yang dinyatakan lulus atau lolos seleksi Tahap 1 akan segera melakukan pemberkasan. Menurut keterangan Plt. Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, pemberkasan PPPK Guru tahap 1 tidak menunggu seluruh proses seleksi PPK Guru 2021. 
"Jadi tidak menunggu tahapan sampai selesai. Yang lulus tahap pertama ini nanti akan kami tetapkan Nomor Induk PPPK," kata Bima Haria Wibisana, dikutip dari channel Youtube Kemendikbud RI pada Jumat 8 Oktober 2021 dalam pengumuman PPPK Guru tahap 1.
Kepala Pusat Pengembangan Sistem Seleksi (PPSS) BKN, Mohammad Ridwan dalam status di twitter Rabu 13 OKtober 2021 membenarkan jika ada menu baru soal pengisian daftar riwayat hidup. 
"Pengisian Daftar Riwayat Hidup di SSCASN bagi yg "L" SelKom P3K Guru Tahap I baru bisa dilakukan setelah Pengumuman Pasca Sanggah Tahap I (20 Okt 2021). Bahwa disampaikan posisi yang ada bisa mungkin bergeser pada jika sanggahan ranking II diterima.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi PPPK Guru harus menyiapkan berkas, yakni dalam bentuk penyerahan surat lamaran yang telah diisi dan ditandatangani berdasarkan format yang sudah ditetapkan oleh panitia seleksi nasional PPPK. Berkas tersebut ditujukan kepada PPPK dengan disertai beberapa lainnya, di antaranya: 
  • Fotokopi Ijazah/STTB yang dilegalisir oleh pihak berwenang berdasarkan kualifikasi dan tugas yang ditetapkan 
  • Daftar riwayat hidup yang terdapat tanda tangan peserta di atas materai, 
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) 
  • Surat keterangan sehat dari dokter 
  • Surat pernyataan tidak mengkonsumsi narkotika 
Sebagai tambahan informasi. Bagi peserta yang tidak lolos seleksi PPPK Guru tahap 1, peserta masih punya kesempatan mengikuti tes sebanyak tiga kali.

Sumber : https://portalkudus.pikiran-rakyat.com/

Read More »
30 October | 0komentar

Peran Pendidikan Sebagai Subyek Dalam Transformasi Sosial

PJJ Tidak ada Interaksi Guru-Siswa

Dua sisi mengenai hubungan pendidikan dengan masyarakat yaitu pendidikan sebagai kekuatan yang dapat mendorong terhadap perubahan masyarakat. Hal ini sering diperspektif bahwa pendidikan dikatakan sebagai kunci pembangunan bangsa. Bicara tentang pendidikan tentu tidak akan ada habisnya. Setiap tahun atau bahkan setiap hari pendidikan di dunia ini akan selalu berkembang dari pendidikan tradisionalis menuju pendidikan modern. Perkembangan pendidikan akan berkembang sejalur atau paralel bersamaan dengan kemajuan teknologi. 
Dan tidak dipungkiri bahwa sistem kebudayaan-kebudayaan dari luar juga tak luput untuk menjadi dasar perkembangan pendidikan saat ini. 

Menurut Aris Shoimin (2014: 15) menjelaskan bahwa “Bagian dari tujuan pendidikan nasional adalah pembangunan sumber daya manusia yang mempunyai peranan sangat penting bagi kesuksesan dan kesinambungan pembangunan nasional”.Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan generasi-generasi bangsa untuk dapat menjadikan generasi penerus yang lebih kompeten dan juga profesional. 

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksud dengan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 

Oleh karena itu dalam kehidupan berbangsa, pendidikan memiliki posisi yang sangat penting dalam menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa yang bersangkutan. Selain itu juga diperlukannya suatu cara atau strategi agar pendidikan dapat berkembang dengan berdasarkan kebudayaan-kebudayaan yang ada pada bangsa ini. Berbagai macam cara dilakukan mulai dari memperbaiki sistem kurikulum baik kurikulum nasional maupun kurikulum sekolah, atau dengan menggunakan model dan strategi pembelajaran yang dirasa cukup baik untuk di terapkan.


Pendidikan dan Perubahan Sosial 
Bagaimana melihat kaitan perubahan sosial dengan pendidikan? dapat dilihat dari dua sudut pandang. Pertama, melihat posisi pendidikan sebagai subjek perubahan sosial; kedua melihat posisi pendidikan sebagai objek perubahan sosial. Posisi pendidikan sebagai subjek dalam proses perubahan sosial berkaitan era dengan fungsi pendidikan sebagai agent of change. Dalam kaitannya sebagai agent of change, maka pendidikan berfungsi sebagai penanaman mulai dari pengetahuan, keterampilan hingga nilai sehingga pendidikan dapat mengubah pola pikir individu, memberikan pencerahan yang selama ini belum banyak diketahui oleh masaryakat, merombak berbagai mitos yang selama ini berkembang di tengah masyarakat, meluruskan berbagai hal yang selama ini melenceng di tengahmasyarakat. Singkat kata, melalui pendidikan individu atau kelompok masyarakat dapat melakukan perbaikan (perubahan/transformasi). 

Peran pendidikan sebagai subjek dalam proses perubahan sosial dapat kita lihat pada masa pergerakan nasional saat menentang penjajahan Belanda di Indonesia. Pada masa ini bertumbuh lembaga-lembaga pendidikan terutama yang dalam bentuk informal yang didirikan oleh tokoh-tokoh bangsa guna memberikan pencerahan (emansipatoris) kepada anak bangsa sehingga mereka tersadar bahwa mereka tengah ditindas dan untuk itu mereka harus berjuang untuk meraih kemerdekaan. Salah satu tokoh tersohor di bidang pendidikan yang punya semangat melihat pendidikan sebagai agent of change atau subjek perubahan adalah Paulo Freire. 

Satu di antara pemikiran terpenting dari tokoh pendidikan kelahiran 19 September 1921 di Recife, sebuah kota pelabuhan di Brasil bagian Timur Laut ini adalah kritiknya atas “pendidikan gaya bank”. Pendidikan gaya bank adalah sebuah istilah atau konsep yang dimunculkan Freire untuk menjelaskan kondisi pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai “objek” dari proses pendidikan dan bukan sebagai “subjek”.
Tatkala peserta didik menjadi objek dalam proses pendidikan, ini berarti peserta didik dipersepsikan sebagai “wadah kosong”, tidak tahu apa-apa, yang kemudian siap diisi dengan pemahaman-pemahaman serta pengetahuan-pengetahuan yang ditentukan oleh sistem pendidikan beserta kurikulumnya. 

Dalam sistem pendidikan semacam ini, di samping yang berkembang adalah model pendidikan satu arah, di mana guru mentranfrer pengetahuan dan murid cukup menerima saja, kreatifitas peserta didik dalam mengembangkan minat dan potensi keilmuannya akhirnya juga tidak berkembang (tersumbat) akibat sistem pendidikan gaya bank tersebut. Sebagai tandingan atas pendidikan gaya bank ini, Freire memunculkan konsep pendidikan yang diistilahkan dengan “pendidikan hadap-masalah”. Berbeda dengan sistem atau model pendidikan gaya bank yang cenderung satu arah, model pendidikan hadap-masalah ini bersifat dua arah atau dialogis. 

Di sini peserta didik tidak lagi dimaknai sebagai “objek pendidikan” melainkan sebagai “subjek pendidikan”. Kala peserta didik dimaknai sebagai subjek pendidikan, maka peserta didik memiliki hak yang sama dalam menyampaikan pendapat dan gagasannya;misalnya ihwal suatu teori keilmuan yang kemudian teori tersebut langsung dibahas sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang terjadi. Jadi, dalam model pendidikan hadap- masalah ini, posisi pendidik (guru, pengajar) bukan lagi sebagai pribadi pemilik ilmu dan penentu ilmu mana yang perlu dan tidak perlu bagi peserta didik melainkan menjadi mitra bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Read More »
29 October | 0komentar