Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Membuat Sloof di Revit

Setelah Footplat dan Kolom Pedestal selesai dibuat, kemudian dilanjutkan untuk membuat Sloof. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 

 a. Pilih terlebih dahulu ViewsStructural Plans ➔ Level 2 Pada Project Browser yang ada pada sebelah kiri halaman kerja 
 b. Untuk membuat sloof, pilih menu Structure ➔ Beam



c. Kemudian pada pilihan Properties sebelah kiri, pilih M_Concrete-Rectangular-Beam


d. Pada kasus ini, kita memiliki dua jenis sloof yang akan dibuat, yaitu Sloof 35 x 20 cm, dan Sloof 25 x 15 cm. Untuk membuat dimensi sloof, hampir sama langkahnya dengan membuat kolom pedestal. Klik Edit Type ➔ Klik Duplicate ➔ ketik nama Sloof yang ingin dibuat (Dalam contoh kita buat “Sloof 35 x 20 cm”) ➔ Pada bagian Dimensions ketik ukuran dimensi pada sloof yang dibuat kemudian ➔ Klik OK

e. Lakukan langkah yang sama untuk membuat Sloof 25 x 15 cm 
f. Posisikan Sloof yang sudah dibuat sesuai dengan gambar denah.


g. Untuk mengecek posisi sloof sudah sesuai atau belum, langkah yang dilakukan adalah mengatur tampilan halaman kerja dengan cara, Pada sisi kiri Project Browser ➔ Pilih Elevations ➔ East



h. Jika posisi sloof sudah sesuai, lakukan Copy paste sloof yang sudah dibuat dan disesuaikan ukurannya ke dalam denah. Perlakuan yang sama dilakukan kepada sloof 25 x 15 cm. 
i. Untuk melihat gambar hasil inputan ke visual 3D, klik logo (rumah tiga dimensi) yang ada pada bagian atas halaman kerja. Sehingga tampilan menjadi akan seperti gambar dibawah ini.




Lakukan langkah yang sama untuk membuat Kolom, Balok maupun Ring Balok untuk pekerjaan struktur.

Read More »
18 December | 0komentar

Membuat Kolom di Revit

 Melengkapi postingan terdahulu tentang mengenal Revit, Import AutoCAD ke Revit dan membuat pondasi maka pada postingn kali ini akan dibahas tentang Menambah Kolom di Revit.

Langkah-langkahnya:

a. Pilih terlebih dahulu Views ➔ Structural Plans ➜ Level 2 Pada Project Browser yang ada paa sebelah kiri halaman kerja 

b. Untuk membuat kolom, pilih menu Structure ➔ Colomn 

Kemudian pada pilihan Properties sebelah kiri, pilih M_Concrete-Rectangular-Column


d. Pada kasus ini, kita memiliki dua jenis kolom yang akan dibuat, yaitu Kolom 25 x 25 cm, dan Kolom 20 x 20 cm. Untuk membuat dimensi kolom, hampir sama langkahnya dengan membuat pondasi footplate. Klik Edit Type Klik Duplicate ketik nama kolom yang ingin dibuat (Dalam contoh kita buat “Kolom 25 x 25 cm”) Pada bagian Dimensions ketik ukuran dimensi pada kolom yang dibuat kemudian Klik OK.

e. Lakukan langkah yang sama untuk membuat Kolom 20 x 20 cm 
f. Posisikan Kolom yang sudah dibuat sesuai dengan gambar denah


g. Untuk mengecek posisi kolom sudah sesuai atau belum, langkah yang dilakukan adalah mengatur tampilan halaman kerja dengan cara, Pada sisi kiri Project Browser ➔ Pilih ElevationsEast


h. Sehingga untuk mengatur tinggi kolom (yang berwarna biru pada gambar diatas) agar sesuai dengan ukurannya 1.05 m, maka pada pilihan Constrains sebelah kiri pada gambar dibawah, untuk kategori Base Offset ketik angka 450 (dalam satuan mm) untuk menyesuaikan tinggi kolom yang awalnya 1.5 m menjadi 1.05 m setelah dikurangi tebal footplat 0.45 m. Sehingga posisi kolom sudah sesuai dengan gambar dan dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini.




i. Copy pastekan kolom pedestal yang sudah dibuat dan disesuaikan ukurannya ke dalam denah. Perlakuan yang sama dilakukan kepada kolom 20 x 20 cm 

 j. Untuk melihat gambar hasil inputan ke visual 3D, klik logo (rumah tiga dimensi) yang ada pada bagian atas halaman kerja. Sehingga tampilan menjadi akan seperti gambar dibawah ini.


k. Kita lihat gambar Footplate dan kolom pedestal yang sudah dibuat sudah muncul di visual 3D

Demikian step by step pembuatan Kolom pada penggambaran menggunakan revit. Langkah berikutnya adalah membuat sloof. pada postingan berikut. 


Read More »
17 December | 0komentar

Membuat Grid dan Level di Revit

 Menyambung postingan sebelumnya tercait Import File AutoCAD ke Revit, berikut ini dibahas tentang langkah berikutnya. Langkah berikutnya setelah gambar CAD masuk di Revit yaitu adalah membuat Grid dan Levelling.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Pilih menu Architecture pada menu bar, kemudian klik ➔ Grid
b. Buatkan grid di Revit sesuai dengan grid pada Autocad sesuai pada gambar dibawah ini.




c. Setelah itu kita buat leveling untuk gambar bangunan tersebut. Pada kasus ini, kita akan membuat bangunan 2 lantai dengan tinggi 4 meter antar lantai dan kedalam pondasi 1.5 m. 
d. Untuk mengatur level di Revit, pada bagian kiri Project Browser pada pilihan Views ➔ pilih Elevation ➔ East/North/South/West (Sesuaikan keinginan untuk melihat dari sudut mana), pada kasus ini kita melihat dari sudut East. Dan tampilan akan seperti  gambar  dibawah ini.

Leveling Pada Revit

Berikutnya untuk setting adalah mensetting Pondasi, selengkapnya di Postingan berikutnya. Membuat Pondasi di Revit.

1001 Tentang Revit


Read More »
16 December | 0komentar

Membuat Pondasi Pada Revit

Pada postingan sebelumnya yaitu leveling pada denah, berikutnya adalah membuat pondasinya. Setelah semua penyetingan yang dilakukan sudah selesai dan sesuai dengan kondisi gambar, mulai dari grid dan leveling langkah selanjutnya yaitu memodelkan gambar 2D tersebut ke gambar 3D mulai dari pemodelan pondasi sampai struktur atas. Adapun langkah-langkah dalam membuat pondasi di Revit adalah sebagai berikut :

a. Pilih terlebih dahulu Views ➔ Structural Plans ➔ Level 2 Pada Project Browser yang ada pada sebelah kiri halaman kerja.



b. Untuk membuat pondasi, pilih menu Structure ➔ Isolated



c. Pada Bagian Properties sebelah kiri ➔ klik Edit Type, maka akan muncul kotak dialog Type Properties



d. Kemudian klik Duplicate ➔ ketik nama properties yang ingin dibuat. Contoh pada kasus ini saya membuat propertis pondasi dengan nama “Footplate uk. 120 x 120 x 45 cm”


e. Pada Type Parameters Dimensions ketik ukuran sesuai dengan yang diinginkan. Seperti : 
➥ Foundation Thickness = 450 mm 
➥ Widht = 1200 mm 
➥ Length = 1200 mm

f. Kemudian Klik OK 
g. Dilanjutkan dengan menempatkan properties pondasi yang sudah dibuat pada titik-titik yang sesuai dengan gambar. Sehingga akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.


h. Selanjutnya, cek posisi pondasi footplate pada Views ➔ Elevations ➔ East, sehingga muncul gambar seperti dibawah ini.



Untuk mengatur tata letak/posisi Footplate langkah yang harus dilakukan adalah: 
➧ Seleksi Type Properties Footplate dengan klik kanan pada salah satu footplate ➔ Select All Instance ➔ Visible In View. Maka semua type properties Footplate akan terseleksi semua.



➧ Setelah Footplate terseleksi semua, langkah selanjutnya adalah mengatur posisi footplate berada pada level 1. Pada bagian kotak Properties sebelah kiri, ubah pilihan level menjadi Level 1 dan Height Offset 450. Sehingga posisi footplate sudah sesuai dengan gambar dan dapat dilihat seperti contoh dibawah ini.


Berikutnya mengatur/membuat kolom, klik berikut pada postingan selanjutnya.

Read More »
16 December | 0komentar

Import File AutoCAD ke Revit

1001 Tentang BIM
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery|
http://www.sarastiana.com

1001 Tentang Desain Rumah
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery|
http://www.sarastiana.com

1001 Tentang AutoCAD
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery|
http://www.sarastiana.com

1001 Tentang Metode Pembelajaran
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery|
http://www.sarastiana.com

* **
Dekade sebelumnya bagi yang berkecimpung di dunia perencanaan gedung/rumah/struktur, aplikasi AutoCAD adalah aplikasi yang sangat membantu pada proses perencanaan. Pada AutoCAD hanya dapat menyajikan bentuk desain perencanaan atau dikatakan bahwa informasi yang disampaikan hanya berupa gambar. Seiring dengan kebutuhan dan tuntutan pada dunia perencanaan dan konstruksi untuk mendapatkan hasil yang cepat, tepat, detail dan teliti serta cermat telah hadir sebuah aplikasi yang dapat menyajikan bukan saja desain tetapi informasi-informasi (properties) yang berkaitan dengan desain/elemen struktur tersebut. Aplikasi tersebut adalah Revit, meskipun sudah hadir beberapa tahun terakhir akan tetapi baru berkembang/diaplikasikan tahun-tahun terakhir. Terbukti dibeberapa Pemda ada yang mensyaratkan menggunakan BIM sebagai dokumen mengajukan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan). Apa hubungannya BIM dengan Revit? Bahwa pada desain di Aplikasi Revit memuat properties yang berkaitan dengan informasi elemen/struktur yang ada contoh: Pada dinding dapat diketahui berkaitan dengan informasi: panjang,tinggi,keberadaanya,volumenya/luas dan lain-lainnya.

Pemanfaatan software revit pada dunia konstruksi sekarang sedang berkembang karena pada Gambar Revit ini memuat Propertis (spesifikasi) terhadap elemen-elemen struktur. Jadi Gambar 2D maupun 3D cukup menggunakan 1 unit gambar. demikian juga potongannya. Dari itu semua dapat diketahui spesifikasi bahan,ukuran, bahkan kekuatannya. Dari itu semua menjadi sebuah BIM (Building Information Model). 

Setelah membahas Import File AutoCAD ke Revit, akan dibahas editnya meliputi:
3. Membuat kolomnya
4. Membuat sloofnya
5. Membuat dindingnya
6. Atap

Jadi dari aplkasi Revit ini kita memasukan Properties (Spesifikasi bahan/material/struktur) secara detail sehingga menjadi sebuah informasi detail tentang gedung/bangunan yang direncanakan sebagai sebuah BIM. Baik langsung kita bahas bagaimana mengimport file AutoCAD ke Revit.

Berikut langkah-langkah mengimport file AutoCAD ke Revit:
a. Sebelumnya masuk ke Revit seperti Postingan terdahulu
b. Klik Menu Insert pada menu bar 
c. Klik Import Cad

Import CAD (Sumber Gambar :https://www.rowinsinaya.com/)

d. Setelah itu, akan muncul kotak dialog Import CAD formatseperti gambar dibawah ini, kemudian pilih file CAD yang ingin diimport.



Keterangan: 
➥ Kolom no.1, berikan tanda centang (√) pada current view only 
➥ Kolom no.2, pada pilihan import unit pilih satuan meter
➥ Kolom no.3, pada pilihan Positioning pilih Auto – Center to Center dan Place at ada di Level 2


e. Setelah semua terisi, lanjutkan dengan klik Open, dan gambar CAD sudah terimport ke Revit. (seperti gambar dibawah ini)

Read More »
15 December | 0komentar

Belajar Revit Untuk dapat Mengerti BIM

Revit dan BIM apa hubungannya? Pertama Revit adalah sebuah software yang digunakan untuk penggambaran model 2D dan 3D dimana pada Revit ini terdapat beberapa informasi terkait elemen-elemen yang ada di Revit tersebut. Contoh  Pada dinding, pada dinding terdapat Properti : tebal, panjang, tinggi, luasnya volumenya, jenisnya/materialnya dan lain-lain.

Jadi informasi di Revit adalah tergantung apa yang kita inputkan. Dari ini maka baru kita bisa katakan bahwa Revit yang kita gunakan adalah Revit untuk BIM (Building Informasi Modeling).

Sudah pahamkah apa itu BIM? Atau malah semakin bingung? BIM itu merupakan suatu sistem integrasi antara beberapa disiplin ilmu, mulai dari struktur, arsitektur, mep, landscape, maupun bidang ilmu ketekniksipilan lainnya. Suatu sistem yang nantinya saling berhubungan satu sama lain, sehingga meminimalisir terjadinya ketidaksesuaian antara disiplin ilmu yang satu dengan yang lainnya atau Bahasa lainnya bisa mensinkronkan satu dengan yang lainnya. 

Untuk perencanaan Bangunan Gedung lebih dari 3 lantai atau luasan 2000 m2 mesti perlu analisis menggunakan BIM untuk memudahkan dalam analisis terhadap propertis (Spesifikasi bahan,ukuran dan kekuatan) yang digunakan. Dan ini akan bermanfaat bagi owner atau berbagai bagian untuk memahami tanpa harus dijelaskan lebih detail terkait spesifikasinya. 

Tools yang digunakan untuk mengetahui penggunaan BIM adalah Revit. Revit sebuah aplikasi produk dari  Autodesk. Pertama-pertama, sebelum kalian lanjut kepembahasan berikutnya, terlebih dahulu kalian instal aplikasi Revit.

Halaman pertama Autodesk Revit 2018

Pada tutorial Revit ini Referensi dari rowinsinaya.com

Untuk tahapan selanjutkan dalam menjalankan apilaksi Autodesk Revit 2018 ikuti langkah-langkah dibawah ini: 

  1. Membuka Halaman Template di Revit Setelah muncul halaman pertama Autodesk Revit 2018, pada pilihan Project yang berada sebelah kiri halaman ➔ klik New 
  2. Kemudian akan muncul kotak dialog New Project, kemudian pada template file pilih Construction Template 
  3. Lalu klik Browse, kemudian akan muncul kotak dialog Choose Template 
  4. Pilih RVT2018 Pilih Templates 
  5. Pilih ➔ US Metric ➔ Pilih Structural Analysis Default Metric.rte ➔ Klik Open, kemudian Klik OK. 
  6. Setelah klik OK, maka akan muncul halaman utama Project pada Revit.


Pilik Templates


Klik US Matric




Untuk tahapan berikutnya adalah inport gambar dari AutoCAD atau dapat juga langsung membuat obyek gambar di Revit. Klik berikut.

Read More »
14 December | 0komentar

Tentang BIM (Building Information Modeling)


Building Information Modelling (BIM) sebagai salah satu menjawab era revolusi industri 4.0 di bidang industri konstruksi. BIM merupakan seperangkat teknologi, proses kebijakan yang seluruh prosesnya berjalan secara terintegrasi dalam sebuah model digital, yang kemudian diterjemahkan sebagai gambar tiga dimensi. Hanifah (2016) menyatakan bahwa kesadaran (awareness) untuk menggunakan dan memanfaatkan Building Information Modelling (BIM), khususnya pada akademisi dan praktisi di bidang Arsitektur pada saat ini cukup tinggi namun tingkat penggunaanya masih rendah. 

Padahal pemerintah sangat mengapresiasi pelaku konstruksi yang menjadi pionir dalam melakukan setiap proyek pekerjaannya menggunakan BIM (https://www.pu.go.id/berita/view/14977). 
Beberapa keunggulan BIM seperti dijelaskan oleh Berlian et, al (2016) dari M. Agphin Ramadhan bahwa penggunaan aplikasi dengan konsep BIM dapat mempercepat waktu perencanaan proyek sebesar ±50%, BIM mengurangi kebutuhan SDM sebesar 26,66%, dan menghemat pengeluaran biaya personil sebesar 52,25% dibandingkan dengan menggunakan aplikasi konvensional. Selain itu menurut Liang (2015) nilai tambah yang dihasilkan oleh BIM yaitu kegiatan proyek dan kinerja proyek memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan proyek konstruksi. 

Penggunaan teknologi Building Information Modeling (BIM), sangat membantu sekali dalam hal proses pelaksanaan proyek, karena user dengan sangat mudah mengetahui kondisi bentuk jadi proyek tersebut tanpa bingung membayangkan hasilnya. Pemodelan 3D yang dihasilkan dapat dijadikan bahan diskusi oleh seluruh tim proyek untuk dapat memutuskan metode pelaksanaan /kerja yang akan diambil (Amir, 2017). Sejalan dengan hal tersebut Christian (2016) menyatakan aplikasi berbasis BIM dalam merancang sebuah bangunan dapat mempermudah proses analisis desain. 
Pembuatan model arsitektur dapat sekaligus digunakan untuk pemodelan analisis struktur yang dapat digunakan yang dapat digunakan untuk menganalisis gaya dalam dan kebutuhan penulangan. Setelah melalui proses yang terintegrasi, model akhir yang dibuat memiliki semua informasi yang terdiri dari: denah arsitektur, struktur, hingga pembesian tulangan dengan output volume secara otomatis. Jayadi dan Riantini (2019) menambahkan salah satu manfaatBIM adalah meningkatkan kualitas komunikasi yang dapat secara positif memengaruhi fase perencanaan waktu pembangunan infrastruktur, yang merupakan salah satu aspek terpenting dalam proses bisnis kontraktor.


Read More »
13 December | 0komentar

Tentang Multiline (ML) Pada AutoCAD

Dalam penggambaran denah di autocad, selain line (garis),  juga terdapat objek yang daat digunakan untuk mempercepat membuat ketebalan dinding yaitu multiline. Mline adalah perintah untuk membuat multiline,yaitu kumpulan garis pararel.jumlah elemen dan property (warna dan tipe garis) setiap elemennya tergantung dari style multiline aktif.
Jika anda menggunakan autocad dengan fitur ribbon panel seperti autocad 2009, 2010, dan versi yang lebih baru, fungsi Multiline tidak memiliki toolbar. Karena itu cara membuatnya harus menggunakan keyboard shortcut; yaitu ML(Multi Line). Namun selain dengan keyboard shortcut, ia juga dapat dibuat melalui menu Draw Multiline. Cara membuat mutiline masih sama mudahnya dengan cara membuat line.

Menu pull down : Draw <Multiline 
• Mline dengan opsi start point (menentukan titik) Pilihan ini dilakukan dengan menentukan titik pertama multiline pada pertanyaan di atas.Ini dilakukan apabila anda sebelumnya telah menentukan justifikasi(justification) dan skala (scale) multiline sesuai keinginan. 
• Justification Pilihan ini digunakan untuk menentukan justifikasi atau metode pembuatan multiline,apakah titik yang anda tentukan akan dianggap sebagai bagian atas,poros atau bawah multiline. 
  • Pilihan TOP akan menjadikan titik-titik yang anda tentukan sebagai garis teratas multiline. 
  • Pilihan ZERO akan menjadikan titik yang anda tentukan dianggap sebagai poros multiline. 
  • Pilihan BOTTOM akan menjadikan titik yang anda tentukan dianggap sebagai bawah multiline.
Anda harus menentukan justifikasi multiline ini sebelum menentukan titik awal.Bila tidak,AutoCAD akan menggunakan justifikasi aktif.

 Justifikasi pada Multiline


1.    Ketik ML (Multiline) > Spasi.
Alternative: klik menu bar Draw > pilih Multiline

Perhatikan command line di bawah area kerja autocad

2.    Pada Specify start point or [Justification/Scale/STyle]:  J   _ketik J untuk memilih Justification lebar multiline, kemudian tekan enter

3.  Pada Specify start point or [Justification/Scale/STyle]:  SC   _ketik SC untuk mengatur skala / lebar multiline, kemudian tekan Spasi.

4.    Dan pada Enter mline scale <200.00>:  150   _masukkan nilai skala multiline misalnya 150 satuan, kemudian tekan Spasi.

5.   Dan pada  Enter justification type [Top/Zero/Bottom] <top>:  Z  ketik Z untuk pilihan Zero (rata tengah), kemudian tekan Spasi.

6.    Pada Specify start point or [Justification/Scale/STyle]:  _klik di sembarang area, kemudian geser mouse ke kanan. Tekan tombol F8 (Ortho) untuk membuat garis lurus sempurna. Seperti tampak pada gambar dibawah ini.

7.    Pada Specify next point:  5000  _masukkan nilai yang anda inginkan misalnya 5000 satuan ke kanan, dan tekan Spasi.
Kemudian geser mouse ke atas, seperti tampak pada gambar di bawah ini.

8.    Pada Specify next point or [Undo]:  2000  _masukkan nilai misalnya 2000 satuan ke atas, dan tekan Spasi.

9.    Pada Specify next point or [Close/Undo]:  *Cancel*   _tekan Esc untuk mengakhiri perintah
Maka hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini



Read More »
13 December | 0komentar

Mengenal Grip, Pada AutoCAD

Grip adalah kotak-kotak kecil yang terdapat pada bagian-bagian tertentu suatu obyek gambar.Grip akan muncul bila dilakukan seleksi pada default mode.Ada dua macam grip,yaitu: 

Unselectected grip,merupakan grip yang tidak dipilih pada proses pengeditan.Pada Ada kondisi default unselected grip berwarna biru.


Selected grip,merupakan grip yang dipilih pada proses pengeditan.Pada kondisi selected grip berwarna merah

Untuk mengatur setting grip ikuti langkah-langkah sebagai berikut : 

  • klik menu Tools pada menu bar 
  • klik Options pada menu pull down 
  • klik Selection Tab pada Options dialog box 

setelah selection tab terpilih,atur warna,ukuran,dan tentukan penempatan grip pada obyek gambar maupun obyek yang dibuat dengan perintah block. Beberapa perintah edit yang dapat dilakukan pada suatu obyek gambar dengan menggunakan grip antara lain : move,mirror,rotate,scale,copy selection dan stretch. Grip dapat dijadikan sebagai base point dan melalui grip dapat dilakukan perubahan property. 

Untuk mengedit obyek gambar melalui grip lakukan langkah-langkah sebagai berikut 

  • Klik obyek gambar sehingga muncul unselected grip.(obyek berubah menjadi highlight/garis putus-putus) 
  • Klik salah satu unselected grip hingga menjadi selected grip.Grip akan menjadi hotgrip(grip berubah menjadi blok kotak warna merah). 
  • Klik kanan pada drawing area higga muncul menu pop-up
  • Pilih salah satu perintah edit yang akan diterapkan pada obyek gambar. 
Pada kondisi default pengeditan suatu obyek gambar dengan menggunakan grip akan berarti perintah stretch atau perpindahan  selected grip merupakan titik rentang obyek gambar.

Untuk perintah memindahkan/move obyek melalui selected grip ,klik grip pada bagian tengah obyek

Kesimpulan singkat perintah Grips : 

  • Klik pada ujung grips menjadikan ujung grips menjadi panjang. 
  • Klik pada grips yang tengah pada garis menjadikan keseluruhan garis bisa dipindah/move. 
  • Jika 2 obyek bertemu pada ujung-ujungnya dan anda klik pada grips pertemuannya,kedua grips akan aktif. 
  • Kita dapat memilih langsung beberapa grips dengan menekan kunci shift dan klik pada grips yang diinginkan.


Read More »
12 December | 0komentar

Memahami Penggambaran AutoCAD Dengan System Koordinat

 Penggambaran dua dimensi pada program aplikasi AutoCAD dinyatakan dengan nilainilai penunjuk arah horizontal dan vertical.Arah horizontal diwakili oleh sumbu X,dan arah vertical diwakili oleh sumbu Y.Posisi suatu titik terhadap sumbu-sumbu X dan Y disebut dengan koordinat. Obyek dua dimensi dapat memiliki ketebalan tertentu,sehingga pada penggambaran obyek dua dimensi tidak tertutup kemungkinan tampilan yang dihasilkan menyerupai tampilan pada obyek tiga dimensi,walaupun demikian obyek dua dimensi yang memiliki ketebalan tidak dapat disebut obyek tiga dimensi. Ada bebrapa system koordinat yang merupakan dasar dari penggambaran dalam program aplikasi AutoCAD,antara lain adalah :

 Koordinat Kartesius (format : X,Y) 

Koordinat Kartesius adalah Koordinat yang diawali  oleh nilai (x,y) yang menunjukkan letak suatu titik koordinat terhadap titik koordinat (0,0) terhadap UCS aktif.


Koordinat Kartesius

  • Command: line (enter) atau klik toolbar icon line 
  • Specify first point: 300,300 (enter) 
  • Specify next point or [Undo]: 600,300 (enter) 
  • Specify next point or [Undo]: 600,600 (enter) 
  • Specify next point or [Close/Undo]: 300,600 (enter) 
  • Specify next point or [Close/Undo]: c 

Penulisan koordinat kartesius selalu mengacu pada titik koordinat (0,0) yang merupakan titik tolak penentu titik-titik koordinat yang lain


Koordinat Relatif 

(format: @X,Y) Koordinat Relatif adalah koordinat yang mengacu pada titik koordinat sebelumnya,sehingga nilai x dan y mewakili besar jarak antara suatu titik koordinat dengan titik koordinat sebelumnya terhadap arah sumbu x dan y. Penulisan koordinat relatif pada penggambaran dalam AutoCAD yaitu (@x,y). @ : menunjukan bahwa nilai yang mengikutinya adalah jarak titik koordiant dari titik koordinat sebelumnya terhadap arah sumbu-sumbu x dan y. X : adalah nilai untuk arah mendatar (searah sumbu X) dengan memasukkan nilai positif akan mengarah ke kanan dan apabila negative akan mengarah ke kiri.

, (Tanda koma): adalah nilai pemisah Y : adalah nilai untuk arah tegak (searah sumbu Y ) dengan memasukkan nilai positif akan mengarah ke atas dan apabila negative akan mengarah ke bawah

Koordinat Polar (format : @D<A)

Koordiant Polar adalah system koordinat pemakai yang digunakan untuk menentukan titik penempatan koordinat berikutnya dari titik saat ini,dengan memasukkan nilai jarak dan arah penempatan berdasarkan nilai sudut.

Penulisan koordinat polar pada penggambaran dalam AutoCAD yaitu @D<A @ : menunjukan bahwa nilai yang mengikutinya adalah jarak titik koordiant dari titik koordinat sebelumnya terhadap arah sumbu-sumbu x dan y.

D : Distance / jarak / panjang dihitung dari titik terakhir

< : adalah tanda pemisah yang berfungsi untuk memisahkan nilai input jarak dengan nilai sudut. 

A : Angle / sudut dihitung dari sumbu X positif.Nilai sudut diberikan dalam satuan derajat.


Read More »
12 December | 0komentar

Mengontrol Obyek Gambar Pada Gambar AutoCAD

Dalam proses penggambaran control terhadap obyek gambar sangat penting control terhadap obyek gambar merupakan bagaian dari setiap perintah penggambaran lainnya. Mengontrol obyek gambar meliputi pengaturan terhadap:

  • Tampilan gambar
  • Pemilihan obyek gambar,
  • Penentuan base point pada suatu obyek gambar
Mengaturan tampilan gambar 
Keterbatasan drawing area bukan merupakan kendala dalam pembuatan gambargambar besar.AutoCAD menyediakan beberapa fasilitas yang berfungsi mengatur tampilan gambar. Beberapa fasilitas yang sering dipergunakan dalam penggambaran obyek dua dimensi antara lain : 

 Zoom realtime 
memperbesar atau memperkecil layar secara interaktif dengan cara menarik mouse.
Artinya,ukuran layer akan langsung diperlihatkan seiring dengan gerakkan mouse.Kursor akan berubah menjadi kaca pembesat dengan tanda + dan – prompt yang muncul adalah. 
Press ESC or ENTER to exit, or right-click to display shortcut menu
Perintah zoom realtime dapat diakses melalui : 
 toolbar : klik tombol icon pada standard toolbar
Pergerakan Mouse vertical ke atas untuk memperbesar tampilan obyek,dan tariklah vertical ke bawah untuk memperkecil tampilan obyek.Apabila mouse anda mencapai dasar atau atas layer,lepaskan tombol mouse,dan ulangi menarik mouse untuk menambah besar atau kecilnya layer sesuai dengan keinginan.

 Zoom window 
Adalah fasilitas pengaturan tampilan yang berfungsi memperbesar obyek gambar di dalam jendela. Jendela ditentukan dengan menentukan titik awal dan akhir secara diagonal. perintah zoom window dapat diakses melalui : 
  • toolbar : klik tombol icon pada standard toobar 
  • Specify first corner: (klik titik 1) 
  • Specify opposite corner: (klik titik 2) 
Selection System Zoom Window
Zoom Previus 

Kembali ke tampilan sebelumnya,baik tampilan yang dihasilkan oleh perintah zoom.maupun perintah pengaturan sudut pandang seperti VPOINT.Anda dapat memundurkan tampilan hingga 10 kali. 
Perintah zoom Previus dapat diakses melalui : toolbar : klik tombol icon (gamar atas) pada standard toolbar.

Pan realtime  
Pan realtime merupakan fasilitas pengaturan tampilan yang berfungsi menggeser bidang kerja.Untuk mengaktifkan perintah pan dapat dilakukan melalui : 
toolbar : klik tombol icon pada standard toolbar 
Zoom all Adalah fasilitas pengaturan tampilan yang berfungsi menampilkan seluruh obyek gambar hingga limit bidang gambar yang terluar. 
Command: Z (enter) 
Specify corner of window, enter a scale factor (nX or nXP), or [All/Center/Dynamic/Extents/Previous/Scale/Window] : A (enter) 

Osnap 
OSNAP adalah perintah untuk mengaktifkan /mematikan object snap secara permanent.Object snap adalah fitur yang berfungsi untuk mengunci/menangkap lokasi tertentu dari obyek,misalkan ke ujung garis,atau ke titik pusat lingkaran,dan sebagainya. 
Ada dua metode menggunakan object snap,yaitu object snap temporer dan object snap permanent. Object snap permanent : adalah osnap yang aktif secara terus menerus tanpa harus memanggil ulang setiap kali akan menggunakannya,sampai anda mematikannya.Osnap ini akan langsung bekerja secara otomatis jika kursor melintasi titik snap-nya,dengan memunculkan tanda (marker) yang bentuknya berbedabeda,tergantung dari modus osnap yang sedang bekerja saat ini. 
Berikut adalah penjelasan mengenai osnap permanent 
Menu pull down : Tool drafting settings – pilih Object Snap 
Klik kanan mouse pada tombol OSNAP di baris status,lalu klik settings 
Command line : ketik OSNAP;OS;DDOSNAP 
AutoCAD akan membuka kotak dialog Drafting settings,tab object snaps  



Read More »
11 December | 0komentar

Perencanaan Biaya Pembuatan Paving Block

Paving Block material ini banyak digunakan untuk berbagai keperluan perkerasan, baik jalan, halaman, taman, atau lokasi-lokasi lain. Pada intinya material pving Block banyak digunakan oleh orang hal ini menjadikan lahan pengembangan kewirausahaan/ usaha. Berbagai keuntungan pemasangan, paving juga mudah ditemukan di pasaran. mengenai cara menentukan harga paving. Tentu saja hal ini berkaitan dengan usaha pembuatan paving dan cara menentukan harga jualnya. Penentuan harga paving untuk tiap-tiap daerah berbeda-beda, tergantung dari harga bahan dasar paving dan hasil pembuatan selama satu hari oleh pekerja.


Berikut ini contoh untuk menghitung biaya pembuatan Paving Block dengan ukuran; 20 cm x 10cm dan ketebalan 6cm.
Mutu paving digunakan untuk jalan, dengan perbandingan 1PC : 3Pasir 


Kebutuhan bahan

:

0,20 x 0,10 x 0,06 = 0,0012 m3

Perbandingan campuran 

 

1 PC : 3 Ps

Kebutuhan pasir

:

3/4 x 0,0012 = 0,0009 m3

Kebutuhan PC               

:

1/4 x 0,0012 = 0,0003 m3 = 0,0099 sak

PC 50 Kg Per Zak harga Rp. 60.000,-

Kebutuhan upah            

:

Upah pekerja 1 hari Rp 15.000, 1 hari kerja menghasilkan 300 buah paving

Harga Material

:

Pasir:  Rp 275.000 / m3,

 

 

PC : 60.000/Zak



Perhitungan Biaya:

Bahan:
Pasir       = 0,0009 x Rp.275.000 = Rp. 247,50
PC          = 0,0099 x Rp. 40.000 =   Rp. 594,-
                                                    =  Rp.  841,5

Upah:

1 buah Paving = Rp. 15.000/300 = Rp.50,-



Read More »
11 December | 0komentar

Sistem Koordinat Dalam AutoCAD

UCS (User Coordinate System) adalah perintah untuk mendifinisikan,menyimpan,dan mengoperasikan system koordinat pengguna ( user coordinate system ). AutoCAD menyediakan dua system koordinat,yaitu Koordinat dunia (WCS : world coordinate system) dan koordinat pengguna .Koordinat dunia adalah system koordinat yang menggunakan acuan bumi dan bersifat absolute.Arah dan lokasinya selalu tetap,tidak bisa dipindah-pindahkan atau diputar-putar. Sedangkan UCS adalah system koordinat yang dapat diubah – ubah (diputar dan dipindah ) sesuai keinginan pengguna.

Icon system koordinat yang ada pada model space dapat anda lihat pada Gambar.Tampilan icon system koordinat dapat diatur melalui UCS icon dialog box.Untuk membuka UCS icon dialog box dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut : 

  • Klik menu View pada menu bar 
  • Klik display pada menu pull down 
  • Pilih UCS Icon,lalu klik Properties 


Setelah UCS icon dialog box terbuka atur style,tebal garis,ukuran,dan warna icon system koordinat.

UCS icon style : adalah bentuk –bentuk dari UCS icon 


Read More »
11 December | 0komentar

Istilah yang ada di Edit Gambar AutoCAD

Diklat AutoCAD dimasa Pandemi



Perintah-perintah dasar dalam penggambaran berfungsi mengatur perintah-perintah penggambaran yang lain,perintah-perintah tersebut antara lain adalah : 

 Undo 

Undo,perintah ini berfungsi membatalkan perintah yang sudah diproses sebelumnya.Setiap kali perintah ini dimasukkan AutoCAD akan meniadakan perintah terakhir yang telah diproses.undo dapat dilakukan dari perintah paling terakhir hingga perintah yang pertama kali diproses secara berurutan. 

Perintah undo dapat diakses melalui : 

  •  Toolbar : tekan tombol icon Undo pada standard toolbar 
  •  Menu bar : klik Menu Edit – Undo 
  •  Command Line : Ketik Undo atau U - enter 
  •  Keybord : tekan tombol ctrl + Z secara bersamaan. 
  •  Shortcut menu : klik kanan pada drawing window lalu klik Undo pada pop – up list. 

 Redo 

Redo,perintah ini berfungsi untuk membatalkan satu perintah undo yang terakhir;tetapi tidak dapat membatalkan lebih dari satu perintah undo.

  • Printah redo dapat diakses melalui : 
  • Toolbar : tekan tombol Redo pada standard toolbar 
  • Menu bar : klik menu edit – redo 
  • Command line : ketik Redo – enter 
  • Keybord : tekan tombol ctrl + Y secara bersamaan 
  • Shortcut menu : klik kanan pada drawing window lalu klik redo 

 Repeat 

Repeat, perintah ini berfungsi untuk mengulang perintah terakhir yang telah diproses.Perintah repeat diikuti nama perintah lain yang akan diulang.

Perintah repeat dapat diakses melalui: 

  • Shortcut menu : klik kanan pada drawing window lalu klik repeat. 
  • Keyboard : tekan enter atau spacebar pada keyboard setelah perintah terakhir yang akan diulang selesai diproses. 

 Backspace 

Backspace adalah tombol pada keyboard yang berfungsi menghapus karakter yang telah diketikkan pada command line dari kanan ke kiri.membantu dalam memperbaiki kesalahan ketik pada saat memasukan perintah melalui command line.

 Esc 

Esc atau escape adalah tombol pada keyboard yang berfungsi membatalkan perintah yang sedang diproses,dan mengembalikan pada kondisi semula yaitu command prompt.


Read More »
10 December | 0komentar