Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts with label Teknologi Informasi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi Informasi. Show all posts

Keunggulan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Contoh media Interaktif pada Menu Petunjuk

Multimedia sebagai salah satu media pembelajaran yang menarik berdasarkan upaya yang menyentuh berbagai panca indera: penglihatan, pendengaran, dan sentuhan. Pembelajaran tentunya bertujuan untuk dapat memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik. Pembelajaran merupakan sebuah interaksi antar komponenkomponen pembelajaran (guru, siswa, media, kurikulum, lingkungan, dan tujuan pembelajaran) sehingga terciptanya pengalaman belajar yang dibutuhkan peserta didik. Pembelajaran yang baik, diukur dari ketercapaian tujuan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan, diperlukan dukungan dari masing-masing komponen, salah satunya media pembelajaran. Media pembelajaran dapat memberikan berbagai pengalaman belajar yang bervariasi dan konten-konten pembelajaran yang dapat mendukung penyampaian materi oleh guru. Penggunaan berbagai jenis media, yakni berupa multimedia, dapat memberikan berbagai pengalaman belajar melalui berbagai format media.
Salah satu tujuan penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran adalah untuk mendukung tercapaian tujuan pembelajaran. Disamping itu, terdapat beberapa kontribusi penggunaan media menurut Kemp & Dayton (Rudi Susilana & Cepi Riyana, 2008) yakni: 
1. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar. 
2. Pembelajaran dapat lebih menarik. 
3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar. 
4. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek. 
5. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan. 
6. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan. 
7. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan. 
8. Peran guru berubah kearah yang postitif. Kontribusi penggunaan media memang dapat dirasakan memiliki banyak manfaat yang positif untuk pembelajaran. 

Pemilihan jenis media yang tepat, juga dapat mempengaruhi efek proses pembelajaran yang berlangsung. Secara khusus, Fenrich menyebutkan keunggulan multimedia pembelajaran, antara lain: 
a. Peserta didik dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kesiapan, dan keinginannya. Proses belajar lebih mengarah pada pendekatan yang student centered. 
b. Peserta didik belajar dari tutor yang ‘sabar’ (seperti komputer) yang menyesuaikan diri dengan kemampuan diri peserta didik. 
c. Peserta didik akan terdorong untuk mengejar pengetahuan dan memperoleh umpan balik yang seketika. 
d. Peserta didik mengadapi suatu evaluasi yang objektif melalui keikutsertaannya dalam latihan/tes yang disediakan. 
e. Peserta didik menikmati privasi dimana mereka taj perlu malu saat melakukan kesalahan. 
f. Belajar saat kebutuhan muncul (just-in-time learning). 
g. Belajar kapan saja sesuai dengan kemauan mereka tanpa terikat suatu waktu yang teah ditentukan. 
h. Peserta didik mengenal perangkat teknologi informasi dan komunikasi. 
i. Memberikan pengalaman baru dan menyenangkan baik bagi pendidik dan peserta didik. 
j. Metode pembelajaran yang menyenangkan dapat menambah motivasi belajar peserta didik lebih meningkat. 
k. Mengejar ketertinggalam akan pengetahuan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan. 
l. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 
Dari sekian banyak keunggulan yang ditawarkan oleh multimedia pembelajaran, manakah yang menurut Anda paling menguntungkan bagi proses pembelajaran?

Read More »
13 May | 0komentar

Karakteristik Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI)

MPI menggunakan Ariculate Storyline

Setiap produk pasti memiliki karakteristik khusus yang akan membedakan produk tersebut dengan produk sejenis lainnya, begitu juga dengan multimedia pembelajaran. Apakah yang membedakan sebuah multimedia pembelajaran dapat digolongkan sebagai jenis MPI atau bukan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu mengidentifikasi beberapa karakteristik khusus MPI agar dapat mengidentifikasi apa saja yang menjadi karakteristik sekaligus tanda bahwa sebuah multimedia dapat dikatakan interaktif. 
Karakteristik multimedia pembelajaran interaktif (MPI) tidak dapat dipisahkan dari peran dan kemampuan yang dimilikinya. Oleh karena itu, secara umum sebuah MPI harus memiliki karakteristik sebagai berikut: 
1. Memiliki lebih dari satu jenis media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual. Untuk dapat dikatakan sebagai MPI, setidaknya dalam program atau aplikasi tersebut menyajikan dua jenis media. 
2. Bersifat interaktif, yang berarti memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna atau siswa. Kegiatan mengakomodasi respon ini terdiri dari kontrol pengguna untuk mengoperasikan MPI serta respon (feedback) dari program. 
3. Bersifat mandiri, memberikan kemudahan dan kelengkapan isi sehingga pengguna bisa menggunakannya tanpa harus dibimbing orang lain. Pada praktiknya dalam pembelajaran, MPI perlu dirancang bersifat mandiri agar siswa dapat belajar secara lebih leluasa. 
Karakteristik MPI juga dapat ditunjang dari segi fungsi yang diperankannya untuk mendukung proses pembelajaran. Untuk menghasilkan MPI yang mampu mendukung proses pembelajaran, menurut Munir (2013) sebaiknya MPI memenuhi fungsi sebagai berikut: 
1. Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin. 
2. Mampu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengontrol laju kecepatan belajarnya sendiri. 
3. Memperhatikan bahwa peserta didik mengikuti suatu urutan yang koheren dan terkendalikan. 
4. Mampu memberikan kesempatan adanya partisipasi dari pengguna dalam bentuk respon, baik berupa jawaban, pemilihan, keputusan, percobaan dan lain lain. 

Setelah mencermati karakteristik dan fungsi multimedia pembelajaran interaktif, apakah Anda menemukan adanya perbedaan kemampuan antara MPI dengan jenis media lainnya? Berikut ini merupakan beberapa kemampuan MPI dibandingkan dengan jenis media lainnya. 
1. Multimedia menyediakan proses interaktif dan memberikan kemudahan umpan balik. 
2. Multimedia memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam menentukan topik proses belajar. 
3. Multimedia memberikan kemudahan kontrol yang sistematis dalam proses belajar.

Read More »
12 May | 0komentar

Membuat Quiz Interaktif Menggunakan Smart Apps Creator (SAC)


Media interaktif untuk pembelajaran tanpa adanya Quiz akan sangat kurang.Media pembelajaran merupakan salah satu hal yang mutlak keberadaanya dalam sebuah proses pembelajaran di sekolah, terlebih lagi dibarengi dengan kemajuan teknologi yang menuntut perkembangan dan akselerasi dalam pembelajaran. Keberadaan media pembelajaran bisa menjadi salah satu cara untuk mengaktifkan pembalajaran sekaligus mengubah konsep teacher center menjadi student center. 
Fungsi media pembelajaran khususnya media visual yaitu: 
Pertama fungsi atensi yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran; Kedua, fungsi afektif yaitu dapat menggugah emosi dan sikap siswa misalnya informasi menyangkut masalah sosial atau ras. 
Ketiga, fungsi kognisi; dan 
Keempat yaitu fungsi kompensatoris. Fungsi ini berkenaan dengan kemampuan media dalam mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.
1. Buat Soal lengkap dengan option A,B,C,D dan E, kemudian dibuat dalam file gambar (PNG/JPG)

Ini soal lengkap dengan option ABCD dan E dalm bentuk File PNG

2. Insertkan pada Program SAC

3. Menjadikan gambar menjadi Quiz adalah dengan :
    Klik Hospot dan simak video berikut:


4. Interaksikan  hotspot yang benar dengan:
    1. Klik Insert < Counter , pilih global Counter < Pindah terlebih dahulu hasil Counter dibawah.


    2. Klik Hotspot untuk jawaban/Option yang benar < Klik Interaction < Klik Touch < Klik Object < Pilih Counter < Pilih Increase Counter

    3. Masukan nilai persoal Soal, misal 10 < Klik Submit

     4. Demikian juga untuk jawaban yang salah

    
     Klik Hospot jawaban yang benar , Klik Interaction < Object
4. Lengkapi juga pada lembar seperti gambar diatas dengan notifikasi Benar/Salah,.
    Buat Tombol Benar/Salah menjadi Animasi (seperti pada PPt), yaitu dengan
    a. Klik tombol Benar < Klik Animation < Pilih Fade in < Klik Add
    b. Klik tombol Benar < Klik Animation < Pilih Fade Out < Klik Add        


                                            Jangan lupa Centang Hide Object when Browsing

5. Interaksikan Option yang benar :
    Klik Benar < Interaction < Object < Benar (PNG) < Klik Add < Play Animation
   

Referensi : Tugas Bimtek Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif, BPTIK Dinas P&K Prov. Jawa Tengah


Read More »
03 May | 0komentar

Berpikir Kritis dan Keterampilan Memecahkan Masalah (IBL)

Berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah

Guru memiliki peran ganda yaitu sebagai pengajar sekaligus sebagai pendidik. Didalam merealisasikam dan mengembangkan tugas atau peran gandanya maka guru memiliki persyaratan kepribadian sebagai guru diantaranya, Suka bekerja keras, demokratis, penyayang, menghargai kepribadian peserta didik, sabar, memiliki pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman yang bermacam-macam, perawakan menyenangkan dan berkelakuan baik, adil dan tidak memihak, toleransi, mantap dan stabil, ada perhatian terhadap persoalan peserta didik, lincah, mampu memuji, perbuatan baik dan menghargai peserta didik, cukup dalam pengajaran, mampu memimpin secara baik.
Tugas guru tidak terbatas pada memberikan informasi kepada murid namun tugas guru lebih konprehensif dari itu. Selain mengajar dan membekali murid dengan pengetahuan, guru juga harus menyiapkan mereka agar mandiri dan memberdayakan bakat murid di berbagai bidang, mendisiplinkan moral mereka, membimbing hasrat dan menanamkan kebajikan dalam jiwa mereka. Guru harus menunjukkan semangat persaudaraan kepada murid serta membimbing mereka pada jalan kebenaran agar mereka tidak melakukan perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama. 
Pendidikan selalu mengalami pembaharuan dalam rangka mencari struktur kurikulum, sistem pendidikan, dan metode pengajaran yang efektif dan efesien.Upaya itu tidak lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Seperti yang kita ketahui saat ini masalah pendidikan di Indonesia menjadi suatu masalah yang rumit dimana kebutuhan masyarakat akan pendidikan sangat tinggi seiring dengan perkembangan IPTEK dan pengaruh globalisasi, akan tetapi sebagian besar masyarakat masih dalam keadaan ekonomi yang sulit. Sehingga diperlukan suatu solusi untuk memecahkan masalah tersebut.

Mengkomunikasikan

Keberhasilan proses belajar mengajar ditentukan oleh beberapa faktor antara lain siswa, guru, metode, sarana dan prasarana serta situasi kelas pada saat itu. Semua faktor diatas sangat berperan penting. Guru diharapkan dapat mengembangkan model pembelajaran sehingga siswa lebih memahami materi mapel Kejuruan yang akan diajarkan. Guru dituntut menggunakan metode mengajar yang lebih baik, inovatif untuk memotivasi siswa dalam belajar. 
Pemilihan metode pengajaran dan model pembelajaran merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru. Selain itu agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, profesional dan bertanggungjawab, guru harus memiliki kepribadian yang mantap, stabil dan dewasa (Mulyasa, 2007:35). Namun dalam kenyataannya terdapat kesenjangan antara tujuan yang ingin dicapai dengan paradigma yang dipergunakan. Siswa di sekolah dijejali dengan informasi-informasi yang harus dikuasai, sementara kehidupan di masa depan menuntut pemecahan masalah baru secara inovatif.
Paradigma belajar yang dewasa ini adalah belajar yang beroriantasi pada proyek, masalah, penyelidikan (inkuiri), penemuan dan penciptaan. Penggunaaan prinsipprinsip belajar yang berorientasi pada masalah, belajar secara kolaboratif, belajar dengan melakukan kegiatan yang berpusat pada masyarakat, serta pembelajaran yang didasarkan pada dunia nyata diharapkan akan memberikan hasil belajar yang lebih baik. Dengan hasil belajar yang lebih baik, siswa diharapkan mampu bersaing demi kemajuan bangsa.
Untuk mengatasi permasalahan di atas, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan model pembelajaran Inquiri Based Learning (IBL). Menurut Sudarman (2007:69) Iquiry Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.

Read More »
15 March | 0komentar

Tentang Media Pembelajaran Interaktif, Articulate Storyline


Aplikasi articulate storyline merupakan sebuah perangkat lunak (software) yang menyajikan fitur-fitur seperti video, gambar, animasi, foto audio dan lain-lain. Articulate storyline memiliki fungsi yang hampir sama dengan aplikasi microsoft power point. Aplikasi articulate storyline membuat pembelajaran berpusat pada peserta didik. Bisa disebut sebagai media interaktif.
Peserta didik menggali informasi dari berbagai sumber, kemudian mengumpulkan informasi yang diperoleh pada aplikasi articulate storyline serta peserta didik dapat saling memberikan tanggapan pada kegiatan presentasi yang dapat menambah informasi. Articulate storyline memiliki beberapa kelebihan yang menarik untuk dapat menunjang proses pembelajaran,
(1) dapat dibuat sendiri dengan mudah, baik yang sudah berpengalaman maupun belum, 
(2) dapat memasukkan beberapa bentuk file, seperti teks, gambar, video, animasi, dan sebagainya, 
(3) bisa berbentuk audio dan visual, suara dan gambar bisa dibuat di dalam articulate storyline, 
(4) terdapat aplikasi pembuatan quiz tanpa mengunggah file yang berada di luar, dan 
(5) memberikan konten yang interakif lebih melibatkan siswa dalam pembelajaran. 

Aplikasi articulate storyline dapat digunakan sebagai media pembelajaran mandiri bagi peserta didik. Beberapa alasan aplikasi articulate storyline digunakan sebagai media pembelajaran mandiri, di antaranya :
(1) dalam Kurikulum 2013 disebutkan bahwa kegiatan pembelajaran haruslah berpusat kepada peserta didik (student centered), 
(2) peserta didik dapat belajar sesuai dengan kemampuannya dengan mengumpulkan informasi yang diperoleh ke dalam aplikasi articulate storyline, 
(3) aplikasi articulate storyline sesuai dengan karakteristik peserta didik masa kini yang senang akan sesuatu yang bersifat baru untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik, 
(4) pembelajaran menggunakan aplikasi articulate storyline di desain untuk pembelajaran mandiri lebih mudah digunakan kapan saja dan dimana saja, dan 
(5) inovasi baru dalam pembelajaran mandiri sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik lebih kreatif dan inovatif. 

Proses pembelajaran menggunakan aplikasi articulate storyline dilakukan oleh peserta didik dengan membentuk sebuah kelompok, menggali pengetahuan dari berbagai sumber, menuangkan pengetahuan yang diperoleh dalam aplikasi articulate storyline, dan mempresentasikan hasil temuan peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini mengkaji kegiatan belajar mandiri peserta didik dengan penggunaan aplikasi articulate storyline.

Penggunaan aplikasi articulate storyline dalam pembelajaran mandiri memudahkan peserta didik karena kontrol pembelajaran sepenuhnya ada pada peserta didik, penggunaan aplikasi articulate storyline dapat memotivasi peserta didik dalam pembelajaran mandiri, dan penggunaan aplikasi articulate storyline dapat membuat peserta didik aktif dan kreatif dalam mencari sumber belajar.
Pembelajaran mandiri menggunaan aplikasi articulate storyline dapat melatih kemandirian peserta didik selama proses pembelajaran. Dalam pembelajaran mandiri menggunakan aplikasi articulate storyline dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta didik tanpa selalu bergantung pada guru. Peran guru dalam pembelajaran mandiri hanya sebagai fasilitator, guru dapat membimbing peserta didik ketika peserta didik kurang memahami mengenai materi pembelajaran teks negosiasi. 
Pembelajaran mandiri menggunakan aplikasi articulate storyline dapat memotivasi peserta didik, karena pembelajaran dikemas menjadi lebih menarik. Aplikasi articulate storyline merupakan sebuah media pembelajaran yang menyediakan berbagai fitur yang menarik untuk digunakan peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap materi pembelajaran teks negosiasi. 
Penggunaan aplikasi ariculate storyline dapat membuat peserta didik aktif dan kreatif dalam mencari sumber pelajaran. Penggunaan aplikasi articulate storyline memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mencari pengetahuan dari berbagai sumber, sehingga peserta didik mendapatkan pemahaman sendiri mengenai konsep pembelajaran teks negosiasi. Melalui menemukan informasi atau pengetahuan sendiri, peserta didik lebih mudah memahami dan mengingat materi pembelajaran teks negosiasi.
Berikutnya artikel step by step membuat media interaktif menggunakan Articulate Storyline 3.


Read More »
25 February | 0komentar

Mengikuti RCC (Recognition Current Competency)


Kegiatan Refreshment dan RCC (Recognition Current Competency) dilaksanakan oleh LSPP1-SMK Negeri 1 Bukateja setelah mendapatkan izin dan persetujuan dari BNSP. Kegiatan dilaksanakan pada Tanggal 22 - 23 Nopember 2021, bertempat di Hotel Owabong Purbalingga.
LSPP1-SMK Negeri 1 Bukateja mengajukan permohonan pelaksanaan Refreshment dan RCC, lalu BNSP akan mengirimkan Master Asesor sebagai narasumber dan penguji. Master Asesor yang ditugaskan BNSP pada kegiatan tersebut ada 2 orang, Ibu Sri Salimah dab Bp. Muhaemin dengan peserta terdiri dari 17 peserta dari beberapa sekolah di Wilayah IX Cab.Dinas.
Pada kegiatan tersebut, kedua Master Asesor memberikan materi secara bergantian selama 11 jam pelajaran. Materi yang diberikan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

1) Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen, 
2) Melaksanakan Asesmen, dan 
3) Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen. 

Selain materi, Master Asesor juga memberikan latihan kepada para peserta pelatihan terkait 3 materi tersebut guna mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki. Latihan tersebut juga dimaksudkan agar seluruh peserta pelatihan dapat mengikuti ujian kompetensi dengan baik. Setelah mendapatkan teori dan latihan dari Master Asesor, seluruh peserta RCC mengikuti uji kompetensi untuk memastikan peserta telah menguasai ketiga materi yang telah diberikan. 
Peserta dinyatakan kompeten jika mampu menjawab semua pertanyaan Master Asesor serta mampu membuat perangkat uji kompetensi dengan baik dan sesuai persyaratan. Namun, keputusan kelulusan peserta RCC tetap menunggu hasil sidang pleno BNSP. Semoga semua peserta RCC dinyatakan lulus, sehingga dapat melakukan uji kompetensi bagi siswa.









Read More »
09 January | 0komentar

Cara Mudah Membuat Blog Dengan Blogspot Bagi Pemula


Internet makin menjadi sarana yang sering digunakan/ dimanfaatkan untuk mencari informasi. Pencarian informasi akan sis-sia jika tidak ada yang menuliskan beberapa informasi itu di blog atau di website atau media penayangan yang lainnya, seperti media sosial. 

Semakin banyak orang yang mengelola blog/website maka informasi itu akan sangatlah mudah untuk didapat. Semua orang dari berbagai profesi menshare terkait dengan ilmu atau bidang yang digeluti.

Berlatar dari itu maka semoga tlian ini bermanfaat bagi semua pembaca. Judul tulisan ini adalah  Cara Mudah Membuat Blog Dengan Blogspot Bagi Pemula.  Syaratnya adalah memiliki akun gmail.

Langkah-langkah membuat Blogspot:

1. Ketik pada Browser : www.blogger.com . maka akan muncul 


2. Klik,  CREATE YOUR BLOG

Masukan Nama email (gmail.com) dan Passwordnya. Setelah bisa login, akan dibawa ke menu di bawah ini. Berikan Nama/ judul Blog, misal saya buat Judul My Blog < Klik Berikutnya

2. Beri Nama sebagai alamat Blog Kamu, misalkan saya beri nama desainrumah2022ok (ini nanti menjadi alamat blog kamu semua menjadi https://www.desainrumah2022ok.blogspot.com


3. Klik berikutnya. Selesai.


4. Silahkan tinggal isi postingan Kalian.


Read More »
17 December | 0komentar

Merencanakan DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit)

Publikasi Ilmiah

Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai Visi Kemdikbud 2025 yaitu Menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif. Oleh karena itu, profesi guru harus dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 
Konsekuensi dari jabatan guru sebagai profesi, diperlukan suatu sistem pembinaan dan pengembangan terhadap profesi guru secara terprogram dan berkelanjutan melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan Pengembangan Profesi Guru merupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk mewujudkan terbentuknya guru yang profesional. 
Postingan ini dapat menjadi referensi pada  Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang disajikan untuk digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan, baik oleh guru, tim penilai, maupun pemangku kepentingan (stake holder). 
Kegiatan pengembangan Keprofesional Berkelanjutan ini menjadi bagian yang sering kosong/ tidak ada nilainya pada usulan DUPAK oleh guru. DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit) Guru sebagai kegiatan rutin yang harus dipersiapkan oleh guru setiap tahunnya. 
Berikut Sistematika dari DUPAK.

DAFTAR ISI

BERKAS USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT

 TAHUNAN

A.   BERKAS USUL PAK/PKG

1.     Lampiran V

a.    MASA PENILAIAN                  : 1 JANUARI S/D 31 DESEMBER 2021

b.   NAMA                                      

c.   NIP                                            : 

d.   NUPTK                                      : 

e.    NO. KARPEG                            : 

f.    PANGKAT/GOL. RUANG/TMT : PEMBINA/ IVa/  01-10-2021

g.   TEMPAT/TGL LAHIR                : 

h.   JENIS KELAMIN                       : 

i.     PENDIDIKAN TERTINGGI        : S2

j.     JABATAN FUNGSIONAL          : GURU AHLI MADYA

k.   MASA KERJA GOL BARU        : 

l.     UNIT KERJA                              : SMK NEGERI 1 BUKATEJA

m.  PAK LAMA DAN PAK BARU   : 406,825 DAN 458,250

2.     Lampiran 1

3.     Lampiran II

4.     Lampiran III

5.     Lampiran IV

6.     Kompetensi 14 point

7.     Lampiran 1 B

8.     Lampiran 1C

9.     Lampiran 1D

B.   DOKUMEN KEPEGAWAIAN / BUKTI FISIK PEGAWAI

1.     Foto Copy Kartu Pegawai

2.     Foto Copy NUPTK

3.     Foto Copy SK CPNS

4.     Foto Copy SK PNS

5.     Foto Copy SK Kenaikan Pangkat Terakhir

6.     Foto Copy PAK Terakhir

7.     Foto Copy Ijasah S2

8.     Foto Copy Sertifikat Kompetensi Profesi Pendidik (Akta IV)

9.     Foto Copy Penilaian Prestasi Kerja PNS, 2020 dan 2021 

C.      BUKTI FISIK MELAKSANAKAN KBM DAN TUGAS TERTENTU:

1.      SK Pembagian Tugas dalam Pelaksanaan PBM dan Tugas Tambahan Sebagai Ketua Program Keahlian Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021

2.      SK Pembagian Tugas dalam Pelaksanaan PBM dan Tugas Tambahan Sebagai Ketua Program Keahlian Semester Ganjil Tahun Ajaran 2021/2022

D.  BUKTI FISIK MELAKUKAN KEGIATAN PKB :

1.      Pengembangan Diri :

a.   Surat Tugas, Sertifikat dan Laporan Diklat Penulisan Artikel Ilmiah Populer di Media Masa

b.   Surat Tugas, Sertifikat dan Laporan  Diklat Virtual Coordinator Batch 5

c.   Surat Tugas, Sertifikat dan Laporan  Diklat Ketrampilan Digital Abad 21 Level 100

2.      Publikasi Ilmiah

a.   Tinjauan Ilmiah Bid.Pendidikan

b.   Buku ber ISBN

c.   Jurnal Propinsi ber ISSN

d.   Buku Pedoman Guru

e.   Buku Pedoman Guru 2021

3.      Melaksanakan Karya Inovasi berupa Alat Bantu Pembelajaran Berbasis Android

E.   BUKTI FISIK MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS GURU :

1.   Fotokopi Kartu Anggota PGRI

 



Read More »
14 December | 0komentar

Tujuan Pembelajaran ABCD


Salah satu produk Guru yang mutlak ada adalah RPP (Rencana Program Pembelajaran). Dengan RPP ini seorang guru bak seorang sutradara yang menyusun sinopsis pembelajaran mulai dari pembukaan, proses PBM dan penutup. Apa yang harus dilakukan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Semua tertulis pada RPP.Pada kali ini akan dibahas mengenai bagaimana merumuskan tujuan pembelajaran sebagaimana yang tertuang pada pedoman penyusunan RPP Kurikulum 13. 

Bahwa badan besar RPP ada 3 yaitu:
1. Tujuan Pembelajaran 
2. Kegiatan Pembelajaran 
3. Evaluasi

Sehingga sangat jelas di sini bahwa RPP adalah sebuah dokumen yang dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Tujuan pembelajaran adalah sasaran yang harus tercapai dalam sebuah kegiatan pembelajaranTujuan pembelajaran seyogyanya merujuk kepada KD yang telah ditentukan, tujuan pembelajaran disusun dalam bentuk sebuah narasi yang mengacu kepada Formula ABCD (Adience, Behaviour, Conditioning, Degree) dalam menurut Baker (1971 dalam Sudrajat, 2017) bahwa tujuan pembelajaran yang baik adalah mengandung unsur Adience, Behaviour, Conditioning, Degree,Sundrajat (2017) menjelaskan 

Untuk memudahkan penjabaran dan perumusan tujuan pembelajaran khusus ini dapat dilakukan dengan memilah menjadi empat komponen, yaitu ABCD. Komponen dari Baker tersebut sering digunakan dan diuraikan sebagai berikut. 

1.A=Audience 
Pengertian Audience 
Salah satu unsur pokok dalam perumusan suatu tujuan pembelajaran adalah audience. Secara bahasa, audience berarti pendengar atau peserta. Dalam konteks pembelajaran, yang dimaksud audience adalah peserta didik. Audience merupakan subjek sekaligus objek dalam pembelajaran, sehingga dalam sebuah rumusan tujuan pembelajaran harus memuat unsur audience. Dalam pembelajaran harus dijelaskan siapa siswa yang mengikuti pelajaran itu. Keterangan mengenai kelompok siswa yang akan manjadi kelompok sasaran pembelajaran diusahakan sespesifik mungkin. 

Contohnya kata yang mewakili audience 
Siswa 
Mahasiswa 
Murid 
Peserta didik, dan sebagainya. 

Contoh audience dalam tujuan pembelajaran dalam pembelajaran matematika “Diberikan beberapa contoh barisan geometri, siswa dapat mengidentifikasi pola barisan geometri dengan teliti.”

2. B=Behaviour 
Pengertian behavior 
Behavior adalah perilaku yang diharapkan dilakukan siswa setelah selesai mengikuti proses pembelajaran. Rumusan perilaku ini mencakup dua bagian penting, yaitu kata kerja aktif transitif dan objek. Kata kerja menunjukkan bagaimana siswa mempertunjukkan sesuatu, seperti: menyebutkan, menganalisis, menyusun, dan sebagainya. Objek menunjukkan pada apa yang akan dipertunjukkan itu, misalnya contoh himpunan dan bukan himpunan, kesalahan tanda baca dalam kalimat prinsip induksi matematika, rumus barisan aritmatika, dan sebagainya. 
Komponen perilaku dalam tujuan pembelajaran sangat penting karena tanpa perilaku yang jelas, komponen yang lain menjadi tidak bermakna. 
Contohnya kata yang mewakili behavior Berikut adalah kata yang mewakili behavior yang berupa kata kerja operasional dalam Taksonomi Bloom.

No

Dimensi Proses Kognitif dan Kategori

Kata Kerja Operasinal untuk

Perumusan Indikator/Tujuan

1

Mengingat (C1: Cognitive 1th)

Pengertian: Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang

1.1. Mengenali

mengenali, menyebutkan, menunjukkan, memilih, mengidentifikasi

1.2. Mengingat Kembali

mengungkapkan kembali, menuliskan kembali, menyebutkan kembali

2

Memahami (C2: Cognitive 2th)

Pengertian: Mengkonstruk makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru

2.1. Menafsirkan

menafsirkan, memparafrasekan, mengungkapkan dengan kata-kata sendiri, mencontohkan, memberi contoh, mengklassifikasikan, mengkelompok-kelompokkan, mengidentifikasi berdasarkan kategori tertentu, merangkum, meringkas, membuat ikhtisar, menyimpulkan, mengambil kesimpulan, membandingkan, membedakan, menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan

2.2. Mencontohkan

mencontohkan, memberi contoh

2.3. Mengklassifikasikan

mengklassifikasikan, mengkelompok-kelompokkan, mengidentifikasi berdasarkan kategori tertentu,

2.4. Merangkum

merangkum, meringkas, membuat ikhtisar

2.5. Menyimpulan

menyimpulkan, mengambil kesimpulan

2.6. Membandingkan

membandingkan, membedakan

2.7. Menjelaskan

menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan

3

Mengaplikasikan (C3: Cognitive 3th)

Pengertian: Menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu

3.1. Mengeksekusi

menghitung, melakukan gerakan, menggerakkan, memperagakan sesuai prosedur/teknik, mengimplementasikan, menerapkan, menggunakan, memodifikasi, menstransfer

3.2. Mengimplementasikan

mengimplementasikan, menerapkan, menggunakan, memodifikasi, menstransfer

4

Menganalisis (C4: Cognitive 4th)

Pengertian: Memecah-mecah materi jadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antarbagian itu dan hubungan antara bagian-bagian tersebut dan keseluruhan struktur atau tujuan

4.1. Membedakan

membedakan, menganalisis perbedaan, mengorganisasikan, membuat diagram, menunjukkan bukti, menghubungkan, menganalisis kesalahan, menganalisis kelebihan, menunjukkan sudut pandang

4.2. Mengorganisasi

mengorganisasikan, membuat diagram, menunjukkan bukti, menghubungkan

4.3. Mengatribusikan

menganalisis kesalahan, menganalisis kelebihan, menunjukkan sudut pandang

5

Mengevaluasi (C5: Cognitve 5th)

Pengertian: Mengambil keputusan berdasarkan kriteria dan atau standar

5.1. Memeriksa

memeriksa, menunjukkan kelebihan, menunjukkan kekurangan, membandingkan, menilai, mengkritik

5.2. Mengkritik

menilai, mengkritik

6

Mencipta (C6: Cognitive 6th)

Pengertian: Memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau untuk membuat suatu produk yang orisinal

6.1. Merumusakan

Merumuskan, merencanakan, merancang, mendisain, memproduksi, membuat

6.2. Merencanakan

merencanakan, merancang, mendisain

6.3. Memproduksi

memproduksi, membuat




Contoh behavior dalam tujuan pembelajaran dalam pembelajaran DPIB
a.Siswa dapat menyebutkan prinsip menggambar 2d 
Keterangan: Kata menyebutkan prinsip menggambar 2d adalah menunjukkan behavior. 

b.Siswa dapat mencontohkan menggambar bidang 2d.
 Keterangan: Kata mencontohkan menggambar bidang 2d adalah menunjukkan behavior. 

3.C=Condition 
Pengertian condition Condition atau kondisi diartikan sebagai suatu keadaan siswa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas pembelajaran, serta persyaratan yang perlu dipenuhi agar perilaku yang diharapkan dapat tercapai. Dalam perumusan tujuan pembelajaran, condition ditulis dalam bentuk kata kerja. Kata kerja yang dimaksud adalah aktivitas yang harus dilakukan siswa agar tercapai suatu perubahan perilaku yang diharapkan. 
Contohnya kata yang mewakili condition 
dengan cara mengamati 
dengan berdiskusi 
dengan menyimak penjelasan guru 
dengan membaca buku sumber 
dengan menggunakan kamus 
dengan menggunakan internet, dan sebagainya. 

Keterangan: Kata melalui pengamatan lingkungan sekitar adalah menunjukkan condition. 

 4.D=Degree 

Pengertian degree Degree adalah batas minimal tingkat keberhasilan yang harus dipenuhi dalam mencapai perilaku yang diharapkan. Tingkat degree bergantung pada bobot materi yang akan disajikan serta sejauh mana siswa harus menguasai suatu materi atau menunjukan suatu tingkah laku. 
Contohnya kata yang mewakili degree 
dengan benar 
paling sedikit 4 macam, dan sebagainya. 

Contoh degree dalam tujuan pembelajaran dalam pembelajaran matematika 
a.Setelah mengamati video pembelajaran terkait menggambar 2d, siswa dapat memberi contoh menggambar yang lain minimal 2 contoh. 

Keterangan: Kata minimal 2 contoh adalah menunjukkan degree. 

b.Setelah melakukan percobaan membuka jaring-jaring balok, siswa dapat menemukan rumus luas permukaan balok dengan tepat. Keterangan: Kata dengan tepat adalah menunjukkan degree. 



Read More »
12 December | 0komentar