Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Sekolah; Pentas Konser Transfer Knowledge


Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kegiatan untuk melakukan pemahaman dengan kegiatan pembelajaran. Dari anak yang belum tahu terhadap sesuatu hal menjadi tahu atau memahami terhadap sesuatu hal tersebut. Guru melakukan proses tranfer pengetahuan tranfer ilmu.
Proses belajar dan mengajar yang terjadi di kelas merupakan proses komunikasi antara Pendidik dan peserta didik. Kegiatan belajar dan mengajar yang tersistem dan terprogram sesuai dengan jadwal pembelajaran. Keberhasilannya tentu bisa dipantau melalui tingkat keberhasilannya dari proses komunikasi yang ada. Dan, komunikasi yang lancar ditengarai mempunyai andil yang cukup besar dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik. 
Sebagai sebuah proses transfer pengetahuan (transfer of knowledge), proses pembelajaran pada kenyataannya tidak hanya tergantung pada penguasaan materi pembelajaran oleh sang pendidik. Pendidik yang menguasai materi pembelajaran secara tuntas bukan sebagai jaminan bahwa proses pembelajarannya akan berhasil. Penguasaan materi pembelajaran hanyalah salah satu aspek yang harus dipenuyai oleh seorang guru agar dapat mengajar dengan lancar dan tidak menjadikan anak didik kebingungan saat menghadapi kesulitan.
Hal yang berperan dalam transfer knowledge di kelas ini adalah komunikasi antara pendidikan dan peserta didik. Sehingga perlu disadari bahwa komunikasi atau bagaimana seorang pendidik mengkomunikasikan materi pembelajaran kepada anak didik menjadi salah satu kondisi yang sangat mendukung keberhasilan proses pembelajaran. 
Pendidik mengkomunikasikan materi dengan baik, maka semakin bagus peserta didik menerima penyampaian materi tersebut tentu akan bermuara pada pemahaman pserta didik. Dalam proses pembelajaran seperti ini tentunya seorang pendidik dapat memperhatikan langkah-langkah konkrit, praktis dan kondisi yang seimbang antara pendidik dan peserta didik. Pendidik pada saat mengajar dan peserta didik belajar, maka perlu untuk menyamakan persepsi terhadap sesuatu materi pembelajaran melalui satu kesatuan sikap dan apresiasi terhadap apa yang dipelajari. 


Beberapa aspek yang perlu diperhatikan sebagai disadur dari http://ahmadnurhidayatarya.blogspot.com/ adalah :
1. Bahwa proses belajar itu proses komunikasi interpersonal 
Ketika suatu proses pembelajaran dilaksanakan, maka pada saat tersebut dua aspek pembelajaran melakukan komunikasi aktif untuk dapat mewujudkan sebuah peristiwa transfer pengetahuan dan keterampilan yang berhasil. Sebagai sebuah proses komunikasi, maka dalam hal ini kita perlu membedakan dua aspek pelaku komunikasi sebagai komunikator dan komunikan. Ada pihak yang berperan sebagai komunikator, ada pihak yang berposisi sebagai komunikan. Guru sebagai komunikator dan anak didik sebagai komunikan. 
Komunikator adalah pihak yang berkepentingan dalam upaya penyampaian materi pembelajaran. Pihak ini berusaha untuk memberikan materi pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dia bertanggungjawab penuh terhadap keberhasilan proses sehingga untuk hal tersebut, maka dia akan berusaha untuk dapat menciptakan berbagai konsep dasar yang menunjukkan bagaimana karater mudah agar proses transfer pengetahuan dapat dengan mudah diterima anak didik. Mereka mempunyai konsep bahwa sebenarnya kesulitan pemahaman yang dialami oleh anak didik adalah karena pola komunikasi yang salah. 
Pola komunikasi yang tidak sesuai dengan tingkat kemampuan anak didik untuk menerimanya. Sementara itu anak didik adalah pihak yang berperan sebagai komunikan, yaitu pihak yang menerima konsep-konsep yang disampaikan sebagai isi dari proses komunikasi. Anak didik harus dapat memposisikan diri sedemikian rupa sehingga mampu menerima apa yang disampaikan oleh guru (komunikator) agar proses pembelajaran mencapai keberhasilan sebagaimana yang diinginkannya. Mereka dapat memperoleh pelajaran. Anak didik haruslah mampu memposisikan dirinya sehingga dapat mengikuti secara runtut apa yang disampaikan oleh guru sebagai informasi pembelajaran. Dengan demikian, maka proses pemelajaran, pemahaman materi serta transfer of knowledge dan skill benar-benar tercapai sebagai wujud proses. 
Seringkali terjadi bahwa proses pembelajaran mengalami kegagalan implementasi adalah karena ketidakmampuan para pelaku pendidikan dalam menerapkan konsep-konsep komunikasi didalam proses pembelajarannya. Mereka hanya memegang konsep bahwa komunikasi yang terjadi ya seperti itulah, dimana guru menjelaskan materi pembelajaran dan anak didik mendengarkan dan mencatat materi tersebut di buku catatannya. Hanya itu, tidak lebih. Padahal, jika kita telaah lebih lanjut sebenarnya pada saat kita melaksanakan proses pembelajaran tersebut, kita seharusnya memperhatikan banyak hal berkaitan dengan konsep-konsep komunikasi terbaik dalam proses pembelajaran. 
Seorang guru harus dapat memilih dan memilah konsep-konsep komunikasi sehingga interaksi di dalam proses pembelajaran dapat berlangsung lancar dan ketercapaian program maksimal. 
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah: 
a. Aspek Sosial 
Bahwa keterhalangan suatu proses komunikasi adalah disebabkan oleh aspek sosial, yaitu kondisi sosial komunikan, anak didik dan kondisi komunikator, guru. Pada saat proses pembelajaran dilaksanakan di dalam kegiatan belajar dan mengajar, maka kita perlu memahami latar belakang kehidupan sosial anak didik. Hal ini agar proses pembelajaran yang diampu dapat mencapai target. Oleh karena itulah guru harus memahami aspek sosial yang melatar belakangi anak didik. Di dalam proses komunikasi pembelajaran terjadi komunikasi yang bersifat interpersonal, artinya terjadi komunikasi antar pribadi, sehingga secara langsung akan bergesekan dengan latar belakang sosial anak didik/ komunikan dan guru/komunikator. Anak didik yang berlatar belakang sosial rendah akan merasakan tekanan spesifik dan signifikan terhadap pola pergaulannya. Walau seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi. Perbedaan latar belakang aspek sosial seringkali menjadi pemicu kegagalan dalam komunikasi pembelajaran yang dilakukan di dalam interaksi edukasi. 
b. Aspek budaya 
Proses pembelajaran merupakan proses interaksi antar personal sehingga seringkali terjadi friksi antara pribadi yang akan berakibat pada suasana yang tidak stabil, tergantung pada bagaimana masing-masing pribadi menanggapi kondisinya. Proses pembelajaran sangat berkaitan dengan latar belakang budaya anak didik. Hal ini karena sebenarnya proses pembelajaran merupakan upaya untuk menanamkan konsep kebudayaan pada anak didik, sementara anak didik sendiri sudah mempunyai bekal kebudayaan masing-masing. Jika seorang guru tidak memahami konsep kedubayaan yang menjadi latar belakang hidup anak didik, maka sudah barang tentu akan terjadi benturan yang kuat antara budaya anak dan budaya sekolah. Dan, jika ternyata tidak ada yang berkenan untuk mengalah atau menyesuaikan diri, maka proses komunikasi pembelajaran akan terganggu karenanya. Oleh karena itulah, maka seorang guru harus memahami kondisi latar belakang budaya hidup anak didik jika menginginkan proses komunikasi pembelajaran yang dilakukannya berhasil.setidaknya dengan mengetahui latar belakang budaya anak didik, maka guru dapat menyusun strategi yang tepat dalam pelaksanaan komunikasi antar personal di kelasnya. 
c. Aspek kejiwaan 
Kemampuan seseorang di dalam proses pemahaman konsep sebenarnya tergantung pada kondisi kejiwaan yang bersangkutan. Demikian juga di dalam proses pembelajaran, kondisi kejiwaan anak didik sangat berperan dalam kemampuannya menyerap konsep-konsep dan materi pembel-ajaran yang diberikan oleh guru. Proses pembelajaran akan efektif, berhasil guna jika siswa dapat menerima segala penjelasan konsep atau materi pembelajaran secara baik dan menjadikannya sebagai pengalaman hidup serta bekal hidup di masa depannya. kondisi seperti ini hanya dapat dicapai jika sisi kejiwaan anak mampu menerima setiap upaya perubahan terhadap dirinya. Anak yang kondisi jiwanya tidak stabil, akan mengalami kesulitan dalam proses transfer pengetahuan dan sebagainya. Tetapi, anak didik yang stabil dengan sedemikian mudah menerima setiap konsep informasi yang dberikan oleh guru. Oleh karena itulah, maka guru haruslah memahami kondisi kejiwaan anak didik, artinya sudah siapkah anak didik menerima atau menjalani proses pembelajaran. Guru harus dapat melihat secara jelas dan teliti hal-hal yang terjadi dalam jiwa anak didik pada saat-saat tertentu, khususnya saat proses interaksi edukasi dilakukan dalam proses pembelajaran. 

2. Bahwa komunikasi pembelajaran adalah interaksi edukatif 
Proses pembelajaran yang dilaksanakan guru di dalam ruang kelasnya adalah upaya untuk menciptakan hubungan timbak balik (two ways system) sehingga proses akan berlangsung secara dinamis. Kedinamisan sebuah proses pembelajaran sangat diharapkan tercipta agar hasil proses didapatkan secara maksimal. Hubungan antar personal yang terjadi di dalam proses pembelajaran adalah mengarah pada terciptanya hasil yang memberikan kemudahan bagi pelaku proses pembelajaran menyampaikan dan menerima segala informasi pembel-ajaran. 
Bahwa komunikasi yang dibangun di antara personal pembel-ajaran merupakan sebuah interaksi yang bersifat edukatif, artinya apa yang dilaksanakan di dalam interaksi tersebut adalah semata-mata untuk proses pendidikan dan pembelajaran anak didik. Tidak ada kegiatan yang lainnya di dalam proses interaksi pembelajaran. Apapun yang dilakukan oleh personal terkait adalah upaya untuk memperbnaiki kondisi, kualitas pendidikan yang selama ini selalu menjadi kambing hitam kemerosotan nilai diri manusia Indonesia atau SDM. 
Interaksi edukatif yang dimaksudkan merupakan kondisi terbaik agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan dan membuktikan kepada masyarakat luas bahwa proses yang terjadi di dalam sekolah merupakan implementasi dari tugas dan fungsi yang dibebankan masyarakat kepada sekolah. Oleh karena itulah, maka diharapkan setiap elemen yang bertanggungjawab dalam proses pembelajaran dan pendidikan anak bangsa secara aktif ikut berperan mengambil posisinya. Dalam hal ini, yang termasuk elemen pendidikan adalah keluarga, sekolah (pemerintah), dan masyarakat. Demikianlah betapa sebenarnya keberhasilan dari proses pembelajaran dan pendidikan anak bangsa ini ternyata tidak hanya tergantung pada kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran, melainkan juga tergantung pada kemampuan guru untuk menyampaikan materi pembelajaran tersebut. 
Kemampuan menyampaikan materi inilah yang selanjutnya disebut sebagai kemampuan berkomunikasi. Kemampuan guru di dalam menyampaikan materi pembelajaran sebenar-nya merupakan sdalah satu aspek dari kemampuan guru menyusun startegi pembelajaran dan pengelolaan kelas pembelajarannya. Jika seorang guru mampu menyusun strategi pembelajaran, maka setidaknya dia mampu menyampaikan materi sebagaimana strategi yang diterapkannya. 
Demikian juga dengan kemampuan pengelolaan kelas seorang guru mencerminkan bagaimana guru tersebut menggiring anak didik sehingga merasa tertarik untuk ikut secara aktif dalam proses pembelajarannya. Dan, hal ini tidak terlepas dari kemampuan guru berkomunikasi dengan anak didik. Oleh karena itulah, maka sebenarnya, seorang guru haruslah dapat mengelola strategi-strategi yang memungkinkan untuk mengkondisikan interaksi antara guru dan anak didik secara dinamis. Guru haruslah mampu memilih dan memilah teknik-teknik penyampaian informasi efektif sehingga anak didik tidak mengalami kesulitan pada saat mengikuti proses pembelajaran yang diampunya.

Read More »
19 January | 2komentar

Modul Terbaru Guru Penggerak Tahun 2022 CGP Angkatan 8 dan 9



Program Guru peenggerak sebagai salah satu program unggulan dari Kemendikbudristek tahun 2022 Telah meluluskan sampai Angkatan 4. Setelah mereka lulus langsung diproyeksikan untuk menjadi kepala sekolah.Modul yang digunakan tentunya hampir sama dari angkatan 1 dan seterusnya, akan tetapi ada penyesuaian. 

Di awal tahun 2022 ini Modul Guru Penggerak edisi revisi ke-3 sudah mulai digunakan pada Program Guru Penggerak Angkatan-6. Untuk Bapak/Ibu Guru yang tidak berkesempatan mengikuti Pendidikan Guru Pengerak, berikut ini saya bagikan Modul Guru Penggerak untuk bahan bacaan. Tentu saja, sangat jauh efek dan hasilnya dengan yang mempelajari langsung dengan bimbingan dan melakukan aksi nyata (on-the-job learning). Tetapi, setidaknya ada gambaran dan mungkin tambahan pengetahuan tentang bagaimana menjadi pemimpin pembelajaran dan berperan sebagai agen pendorong transformasi pendidikan di Indonesia.

Berikut dapat didownload Modul revisi tahun 2022 sumber :https://www.matematrick.com/
Modul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Final.pdf
Modul 1.2. Nilai dan Peran GP - Final.pdf
Modul 1.3. Visi GP - Final.pdf
Modul 1.4. Budaya Positif - Final.pdf
Modul 2.1. Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid - Final.pdf
Modul 2.2. Pembelajaran Sosial dan Emosional - Final.pdf
Modul 2.3. Coaching untuk Supervisi Akademik - Final.pdf
Modul 3.1. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin - Final.pdf

Modul 3.2. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya - Final.pdf
Modul 3.3. Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid - Final.pdf


Read More »
19 January | 0komentar

Mencicipi Masakan Khas Timur Tengah; Shawarma

Mencicipi Shawarma ba'da Sai

Daging yang biasa digunakan di dalam shawarma adalah daging yang ditumpuk vertikal, kemudian dipanggang perlahan dengan cara memutar. Cara masak ini membuat daging yang dimasak memiliki tekstur yang masih juicy dan gurih.Daging pada shawarma dipanggang pada kerucut besar berputar kemudian diiris tipis-tipis. 
Daging itu kemudian diiris dengan pisau khusus yang panjang hingga jatuh di nampan. Irisan daging tipis tersebut kemudian digunakan sebagai isian Shawarma, bersama dengan sayur dan saus.Shawarma banyak diyakini berasal dari Turki. 
Kata “Shawarma”, konon berasal dari kata “çevirme” dalam bahasa Turki yang artinya berputar. Makanan serupa Shawarma disebut dengan Kebab Doner di Turki. Di Yunani, ada juga makanan serupa yang disebut Gyro.
Daging yang digunakan untuk isian Shawarma biasa dibumbui dengan beragam rempah. Rempah-rempah yang biasa digunakan untuk membuat Shawarma ayam biasanya adalah pasta cabai, oregano, cuka putih, dan saus bawang putih. Sementara Shawarma dengan daging sapi biasanya divariasi dengan kayu manis, kapulaga, oregano, thyme, pala, minyak jagung, dan campuran saus tahini. Saus yang biasa digunakan adalah tahini (saus putih dari kacang yang dihaluskan) atau toum (saus dari bawang). Shawarma dengan daging sapi biasa menggunakan saus tahini, sedangkan Shawarma dengan daging ayam biasa menggunakan toum.
Asyiknya menikmati Shawarma berasal dari beragam tekstur yang kontras di dalam roti pipih. Cita rasa dan tekstur yang kontras itu berasal dari bahan yang digunakan. Rempah daun dan sayur digunakan untuk menimbulkan rasa segar, serta tekstur yang renyah berasal dari acar dan bawang bombay mentah.Shawarma yang semakin berkembang kini juga banyak dimodifikasi. 
Banyak pengusaha kuliner di Uni Emirat Arab yang berinovasi dalam membuat Shawarma. Di antaranya Shawarma dengan saus harissa, dibumbui dengan beragam rempah, acar ala Asia, menghidangkan dengan kentang goreng (french fries), hingga menggunakan bumbu barbeque ala Amerika (BBQ). Walaupun banyak orang yang lebih menyukai versi original, namun aneka ragam inovasi Shawarma membuat penggemarnya memiliki banyak pilihan saat akan menyantap Shawarma kesukaan.
Sumber : Umroh.com

Read More »
16 January | 0komentar

Syarat Sertifikasi Harus Sudah Lulus Guru Penggerak

Sumber Gambar : https://populis.id/

Permendikbudristek No. 54 Tahun 2022 Tentang "Tata Cara Memperoleh Sertifikat Pendidik Bagi guru Dalam Jabatan". Menimbang bahwa untuk pemenuhan guru yang profesional, perlu dilakukan sertifikasi terhadap guru yang telah diangkat namun belum memiliki sertifikat pendidik; b. bahwa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 38 Tahun 2020 tentang Tata Cara Memperoleh Sertifikat Pendidik bagi Guru dalam Jabatan belum memenuhi kebutuhan hukum bagi guru dalam jabatan, sehingga perlu diganti; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang Tata Cara Memperoleh Sertifikat Pendidik bagi Guru dalam Jabatan.

Pada Pasal 4 Jelas nyata disebutkan bahwa :
(1) Guru Dalam Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 merupakan Guru Dalam Jabatan yang diangkat sampai dengan tahun 2025. 
(2) Guru Dalam Jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: 
a. Guru yang telah memiliki sertifikat pendidikan Guru penggerak
b. Guru yang telah mengikuti pendidikan dan latihan profesi Guru namun belum lulus ujian tulis nasional atau uji kompetensi pada akhir pendidikan dan latihan profesi Guru; dan 
c. Guru yang belum memiliki Sertifikat Pendidik yang tidak termasuk Guru sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b.

Pada Pasal 16 Jelas nyata disebutkan bahwa : 
(1) Rekognisi pembelajaran lampau sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (3) huruf a bagi Guru Dalam Jabatan yang: a. telah memiliki sertifikat pendidikan Guru penggerak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a.


Pasal 24 (1) Guru Dalam Jabatan yang telah memiliki sertifikat pendidikan Guru penggerak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a:

Selamat untuk Guru Penggerak yang telah Lulus. Dan tetap semangat untuk guru Calon Guru Penggerak yang telah/sedang berlangsung. Semoga sukses. untuk angkatan 6 dan 7 yang sempat terhenti pelaksanaannya sudah ada jadwal perlaksanaan. InsyaAlloh mulai tanggal 1 Februari 2023. Jadwal dapat dilihat dan didownload disini.


Read More »
15 January | 0komentar

Jadwal Lanjutan CGP

Sesuai dengan surat pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor : 0094/B3/GT.00.08/2023 perihal Jadwal Lanjutan Program PGP Angkatan 6 dan 7 tahun 2023. Dengan jadwal sebagai berikut:

Lanjutan pembelajaran PGP (reguler dan rekognisi) diawali dengan pre-test terlebih dahulu, sebagai mana berikut :



JADWAL IMPLEMENTASI LANJUTAN PROGRAM PGP ANGKATAN 6 DAN 7 TAHUN 2023 A. PGP ANGKATAN 6 REGULER PAKET MODUL 3: 

Modul 3.1 Pre-test Paket Modul 3 : 1 Februari 2023
Mulai dari Diri & Eksplorasi Konsep – Mandiri : 1 Februari 2023 
Eksplorasi Konsep – Forum Diskusi : 2 Februari 2022 
Eksplorasi Konsep – Forum Diskusi : 3 Februari 2022 
Jurnal Refleksi Dwimingguan : 4 Februari 2023 
Ruang Kolaborasi : 6 Februari 2023 
Ruang Kolaborasi : 7 Februari 2023 
Demonstrasi Kontekstual : 8 Februari 2023 
Demonstrasi Kontekstual : 9 Februari 2023 
Elaborasi Pemahaman/Koneksi Antar Materi*) : 10 Februari 2023 
Due Date Ruang Kolaborasi Modul 3.1 : 10 Februari 2023
 Elaborasi Pemahaman/Koneksi Antar Materi*) : 13 Februari 2023 
Aksi Nyata : 14 Februari 2023 
Due Date Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1 : 14 Februari 2023 

PAKET MODUL 3: 
Modul 3.2 
Mulai dari Diri & Eksplorasi Konsep – Mandiri : 15 Februari 2023 
Eksplorasi Konsep – Forum Diskusi : 16 Februari 2023 
Due Date Koneksi Antar Materi Modul 3.1 : 16 Februari 2023 
Ruang Kolaborasi : 17 Februari 2023 
Jurnal Refleksi Dwimingguan : 19 Februari 2023 
Ruang Kolaborasi : 20 Februari 2023 
Demonstrasi Kontekstual : 21 Februari 2023 
Demonstrasi Kontekstual : 22 Februari 2023 
Elaborasi Pemahaman/Koneksi Antar Materi*) : 23 Februari 2023 
Due Date Ruang Kolaborasi Modul 3.2 : 23 Februari 2023 
Elaborasi Pemahaman/Koneksi Antar Materi*) : 24 Februari 2023 
Pendampingan Individu : 20-24 Februari 2023 
Lokakarya 4 : 25 Februari 2023 
Aksi Nyata : 27 Februari 2023 
Due Date Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2 : 27 Februari 2023

 PAKET MODUL 3: 
Modul 3.3 
Mulai dari Diri & Eksplorasi Konsep – Mandiri : 28 Februari 2023 
Eksplorasi Konsep – Mandiri : 1 Maret 2023 
Eksplorasi Konsep – Mandiri : 2 Maret 2023 
Due Date Koneksi Antar Materi Modul 3.2 : 2 Maret 2023 
Eksplorasi Konsep – Forum Diskusi : 3 Maret 2023 
Jurnal Refleksi Dwimingguan : 4 Maret 2023 
Eksplorasi Konsep – Forum Diskusi : 6 Maret 2023 
Ruang Kolaborasi : 7 Maret 2023 
Ruang Kolaborasi : 8 Maret 2023 
Demonstrasi Kontekstual : 9 Maret 2023 
Demonstrasi Kontekstual : 10 Maret 2023

Download Surat Pemberitahuan


Read More »
15 January | 0komentar

Masjid Quba

Masjid Quba

Pada pelaksanaan Ibadah Umroh sesuatu banget saat dapat singgah dan beribadah di Masjid Quba. Ada satu amalan yang tak boleh dilewatkan begitu saja saat umrah, yaitu shalat sunnah di masjid Quba. Menurut dari Hadits Rasullullah SAW yang mana diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif RA, ia pernah mendengar bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: 
 ” Barang siapa yang bersuci di rumahnya, lalu mendatangi Masjid Quba, lalu ia sholat di dalamnya, maka untuknya akan mendapat pahala seperti pahala Umrah” . (HR. Tirmizi nomor 298, Ibnu Majah nomor 1401). 

Masjid Quba telah mengalami beberapa kali rerenovasi. 
Namun nuansa tradisional dalam arsitekturnya tetap dipertahankan. Masjid ini memiliki enam kubah besar, masing-masing berdiameter 12 meter dan 56 kubah kecil berdiameter enam meter. Bagi jamaah haji dan umrah yang singgah di Masjid Quba, petugas sudah menyediakan air zamzam. Untuk jemaah dari Indonesia disediakan juga buku bimbingan haji dan umrah berbahasa Indonesia. 
Selesai sholat, jemaah dapat berbelanja. Banyak pedagang menjajakan dagangannya seperti kurma, minyak zaitun, buah tin, dan peci dengan harga beragam. Jika tak ada uang Riyal, tak usah khawatir karena di sini hampir semua pedagang menerima mata uang rupiah dan bisa berbahasa Indonesia. Masjid Quba ini letaknya di Madinah. Biasanya, ada agenda untuk mengunjungi masjid ini saat pagi hari, jadi Anda dapat shalat dhuha di Masjid Quba untuk meraih keutamaannya.
Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun 1 Hijriyah di Quba. Masjid Quba memiliki pesona keindahan dan nilai sejarah yang penting dalam tarikh Islam sehingga menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Masjid tersebut menjadi titik awal sejarah kemasjidan dalam Islam. Berada di tepi Kota Madinah di kawasan perkampungan yang dinamai Quba, lebih kurang 5 Km di arah selatan Masjid Nabawi. 
Pembangunannya saat Rasulullah SAW tiba dari perjalanan hijrah dari Kota Makkah. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa Masjid Quba adalah masjid yang dibangun dengan dasar ketaatan dan ketaqwaan Rasullullah Saw kepada Allah SWT. 
 ”Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS At-Taubah [9]: 108). 
Di  Quba, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disambut meriah oleh penduduk Madinah dengan lantunan nasyid thala’al badru’alaina. Beliau singgah di Quba selama empat hari, dan beliau memerintahkan untuk membangun Masjid Quba bahkan ikut terlibat dalam proses pembangunannya.

Read More »
15 January | 0komentar

Ka'bah dan Sejarah Pembangunannya

Ka'bah

Ka'bah pertama dibangunan oleh Nabi Ibrahim As dan tentunya bersama anak Beliau yaitu Nabi Ismail As atas perintah Allah SWT. Bentuk Ka'bah tatkala pertama kali dibangun oleh Ibrahim adalah :

 - Berupa susunan batu tanpa ada semacam semen yang melengketkan batu-batu tersebut ;
-  Al-Hijr masuk dalam bangunan Ka'bah. 
 - Ka'bah tersebut tidak memiliki atap. 
 - Pintu Ka'bah ada dua, yaitu pintu masuk dan pintu keluar.

Sementara pembangunan yang dilakukan oleh kaum Quraisy dilakukan ketika Nabi ï·º berusia 35 tahun (lima tahun sebelum diangkat menjadi Nabi). Pada zaman jahiliah, Ka'bah dibangun dan disusun dengan batu-batu saja tanpa ada semen atau sejenisnya untuk melekatkan batu-batu tersebut (sebagaimana bangunan Ka'bah pada zaman Nabi Ibrahim Alaihissallam). 
Tinggi Ka'bah juga hanya seberapa dan tidak terlalu tinggi. Pada awalnya, Ka'bah hanya memiliki dua sudut saja, yaitu rukun yamaani dan rukun al-Hajar al-Aswad dan bentuknya kira-kira seperti huruf kapital "D". Karena kondisi Ka'bah yang demikian dan tanpa adanya dinding (semacam pagar) yang mengitari dan melindunginya, Ka'bah mudah sekali terhantam oleh banjir yang mengalir dari gunung-gunung sekitar Makkah apabila terjadi hujan.
Ketika Nabi ï·º berusia 35 tahun (lima tahun sebelum menjadi Nabi), terjadilah banjir hebat yang menghantam dinding-dinding Ka'bah sehingga merusak fondasinya. Orang-orang kafir Quraisy pun ingin merenovasi Ka'bah dengan membongkar total Ka'bah. Akan tetapi, mereka takut hal itu dapat meruntuhkan Ka'bah mengingat 35 tahun yang lalu telah terjadi peristiwa dihancurkannya tentara bergajah milik Abrahah yang hendak merusak Ka'bah. Oleh karena itu, orang-orang Quraisy tidak berani melakukannya karena takut ditimpa azab seperti yang telah dialami pasukan Abrahah 35 tahun lalu. 
Namun, salah seorang di antara mereka yang bernama Al-Walid Ibnul Mughirah nekat membongkar Ka'bah. Dia berkata kepada orang-orang Quraisy: 
 "Kalian ingin menghancurkan Ka'bah dengan tujuan untuk memperbaikinya atau memperburuknya?" Jawab mereka: "Kami ingin memperbaikinya". "Kalau begitu, Allah tidak akan menghancurkan orang-orang yang berbuat baik."
 Akhirnya, ia mulai mengambil cangkulnya dan membongkar Ka'bah sedikit demi sedikit. Pada malam itu, tidak seorang pun yang berani mengikuti dirinya membongkar Ka'bah. Orang-orang mulai menunggu dan menanti apa yang akan terjadi pada malam itu karena khawatir Al-Walid terkena azab seperti Abrahah dan pasukannya. Mereka berkata: "Jika dia ditimpa musibah, kita tidak akan membongkar Ka'bah sama sekali dan kita kembalikan Ka'bah sebagaimana sedia kala. Namun jika ia selamat, berarti Allah telah ridha dengan apa yang kita lakukan. Maka kita runtuhkan Ka'bah".
Pada pagi harinya, Al-Walid tetap dalam keadaan sehat. Ia pun kembali melanjutkan membongkar Ka'bah, dan akhirnya orang-orang ikut membantunya. Mereka kemudian membongkar Ka'bah seluruhnya hingga fondasi Ibrahim Alaihis salam, sirah Ibnu Hisyaam. Mereka menggantikan semua baru Ka'bah dengan batu yang baru, kecuali batu Hajar Aswad. 
Ketika mereka sedang membangun Ka'bah, salah seorang dari mereka berkata, sambil mengingatkan: "Wahai kaum Quraisy sekalian, janganlah kalian menggunakan biaya untuk membangun Ka'bah, kecuali dari hasil penghasilan yang baik. Jangan sampai di dalamnya ada hasil zina, hasil jual beli riba, dan hasil sebab menzalimi seseorang", sirah Ibnu Hisyaam. Inilah sebabnya kaum Quraisy kekurangan biaya tatkala membangun Ka'bah. Mereka hanya membangun Ka'bah dengan uang yang halal. Akhirnya, mereka tidak mampu membangun Ka'bah secara sempurna. 
Kekurangan biaya ini menyebabkan kaum Quraisy hanya bisa membangun sebagian Ka'bah sehingga tidak mencapai tahap yang sempurna. Padahal, Al-Hijr (yang disebut oleh orang-orang dengan Hijr Isma'il) termasuk bagian dari Ka'bah. Inilah sebab mengapa orang yang sedang melakukan tawaf tidak boleh masuk Hijr Isma'il. 
Barangsiapa yang tawaf memasuki Hijr Isma'il berarti tawafnya tidak sah karena belum mengelilingi Ka'bah secara sempurna. Saat pemugaran Ka'bah, orang-orang Quraisy membuat Ka'bah bertambah tinggi. Sebelumnya, tinggi Ka'bah hanya sembilan hasta (kira-kira empat atau 4,5 meter) ditambah sembilan hasta lagi menjadi 18 hasta (8-9 meter). 
Sementara itu, pintu Ka'bah diangkat menjadi lebih tinggi sehingga tidak lagi menempel di tanah. Tujuan mereka melakukan hal ini adalah: 
 - Memperkuat fondasi Ka'bah dan tidak terkena banjir saat hujan. 
 - Agar tidak semua orang bisa masuk Ka'bah. Mereka yang ingin masuk Ka'bah harus meminta izin terlebih dahulu kepada orang-orang Quraisy.

Referensi ; Dari berbagai sumber

Read More »
14 January | 0komentar

Jabal Rahmah: Wahyu Al Qur'an Terakhir diturunkan

Latar Belakang, Jabal Rahmah

Jabal Rahmah, sebuah bukit tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Siti Hawa setelah berpisah ratusan tahun, usai diturunkan ke bumi dari surga karena memakan buah terlarang, khuldi. Padahal Allah telah melarang mereka, akan tetapi setan terus menggoda. 
Kisah pertemuan Adam dan Hawa sudah sangat akrab di telinga jamaah haji/umroh Indonesia. Di antara doa-doa yang dipesan oleh saudara dan kerabat yang belum bisa berangkat haji/umroh adalah urusan perjodohan. Di tempat inilah doa pesanan itu dipanjatkan. Jamaah haji/umroh Indonesia memanfaatkan waktu selama di Arafah untuk mengunjungi tempat ini. Kesempatan yang paling ideal untuk mengunjungi Jabal Rahmah adalah saat pagi atau petang ketika matahari tidak terlalu terik.
Di puncak Jabal Rahmah, kini telah dibangun monumen dari beton yang tingginya mencapai delapan meter, lebar sekitar 1,8 meter. Dibangun juga sebanyak 168 anak tangga untuk memudahkan mendaki ke puncak.

Tempat Turun Wahyu Al Qur'an yang Terakhir

Ketika kembali ke Madinah, Rasulullah saw menyampaikan turunnya Surat Al-Maidah ayat 3 yang mengabarkan bahwa Islam sudah sempurna. Para sahabat menyambut gembira kabar tersebut, kecuali dua orang sahabat paling utama, Abu Bakar dan Umar bin Khattab yang malah bersedih. 
Kala itu, Nabi Muhammad SAW, menyampaikan surah An Nashr.:
 “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”
Diriwayatkan bahwa Surat Al-Maidah Ayat 3 diturunkan sesudah Ashar pada hari Jumat di Padang Arafah musim haji terakhir (Wada). Pada masa itu, Rasulullah shallalahu 'alaihi wassalam berada di atas untanya bernama Qashwa. Ketika ayat ini turun, Rasulullah tidak begitu jelas menangkap isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. 
Kemudian, beliau bersandar pada untanya dan unta itu pun duduk perlahan-lahan. Lalu Malaikat Jibril turun berkata: "Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah 'Azza wa Jalla. Dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Karena itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu denganmu." Setelah itu, Malaikat Jibril pergi. 
Maka Rasulullah pun mengumpulkan para sahabat dan menceritakan apa yang telah diberitahu oleh Malaikat Jibril. Ketika para sahabat mendengar sabda Nabi, mereka pun gembira sambil berkata: "Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempuna." 
Ketika Abu Bakar radiyallahu 'anhu mendengar keterangan Rasulullah, beliau tidak dapat menahan kesedihannya dan kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis dari pagi hingga malam. 
Sahabat terdekat Nabi ini sedih karena menangkap pesan akan berpisah dengan manusia paling mulia di muka bumi. 
Referensi : Dari berbagai Sumber

Read More »
13 January | 0komentar

Kota Mekah dan Peradaban Baru Islam


Sejarah Kota Makkah tidak terlepas dari sejarah Nabi Ismail dan ibunya Siti Hadjar. Atas perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim meninggalkan anak dan istrinya di lembah yang dahulu tidak berpenghuni, tidak ada air maupun orang yang tinggal di sana. Imam Al-Bukhari meriwayatkan, Nabi Ibrahim meninggalkan Nabi Ismail saat masih bayi dan masih menyusu kepada ibunya. Sedangkan Nabi Ibrahim kembali ke Suriah. Nabi Ibrahim menurunkan istri dan anaknya di bawah sebuah pohon dengan meninggalkan sekantong kurma dan sebotol air, lalu kembali ke Suriah kuno. 
Sesaat sebelum pergi, Hajar memanggil dan bertanya: “Kamu hendak kemana? Bagaimana kamu bisa meninggalkan kami di lembah terpencil ini yang tidak ada manusia atau apa pun (kehidupan)?"Nabi Ibrahim masih terdiam dan Hadjar kembali mengulang pertanyaannya. Hingga kesekian kali Hadjar bertanya, Nabi Ibrahim hanya terdiam. 
Hadjar kemudian mengubah pertanyaannya, "Apakah Allah memerintahkanmu untuk melakukan ini?" Barulah kemudian Nabi Ibrahim menjawab, "Ya. Maka Allah tidak akan pernah meninggalkan kita," kata Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim kemudian mengambil beberapa langkah lalu berdiri di atas bukit kecil, mengangkat tangannya seraya berdoa dan memohon kepada Allah SWT. "Ya Allah ya Tuhan kami! Sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di sebuah lembah yang belum digarap dekat Rumah Suci-Mu, Ya Allah (yang demikian itu), agar mereka mendirikan sholat. 
Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur,” (Q.S Ibrahim ayat 37).

Suku pertama yang tinggal di Makkah adalah suku Jurhum di mana Nabi Ismail dibesarkan dan dengan siapa ia menikah. Kemudian Nabi Ibrahim datang sesekali ke Makkah untuk mengunjungi anak dan istrinya. Kemudian Allah memerintahkannya untuk membangun Ka'bah. Allah berfirman: "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim sedang meningkatkan fondasi rumah (bersama) Ismail (seraya berkata) : Ya Tuhan kami! Terima (ini) dari kami. Sungguh, Engkau adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui," (QS, Al-Baqara ayat 127).
Allah juga berfirman: "Dan (ya Muhammad), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di Baitullah Rumah, (dengan mengatakan), "Jangan mengasosiasikan apa pun dengan-Ku dan sucikanlah Rumah-Ku bagi orang-orang yang melakukan tawaf (mengelilingi dari Ka'bah) dan orang-orang yang beribadah (sholat) dan orang-orang yang ruku dan bersujud," (QS. Al-Hajj ayat 26). Kota Makkah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 200 km sebelah timur laut kota Jeddah. Kota ini merupakan lembah kering, dikelilingi pegunungan karang yang tandus dengan bangunan Ka'bah sebagai pusatnya. Dengan demikian, pada masa dahulu kota ini rawan banjir bila di musim hujan sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki kota ini dan merenovasi kota ini.
Seperti pada umumnya kota-kota di wilayah Arab Saudi, kota ini beriklim gurun. Panjang lembah barat ke timur sekitar 3 km, sedangkan panjang lembah utara ke selatan sekitar 1,5 km. Kota ini dikelilingi oleh beberapa gunung, diantaranya gunung Abu Qubais pada bagian timur, gunung Abi Badidah (Kudai) dan gunung Khundamah pada bagian selatan, gunung Al Falj, gunung Qaiqa'an, gunung Hindi, gunung Lu'lu dan gunung Kada (gunung tertinggi) pada bagian utara. Dulu, hanya ada tiga jalan yang bisa dilalui untuk masuk Makkah. Yaitu celah utara di kaki gunung Al Falh, celah barat menuju Laut Merah dan celah selatan menuju Yaman.

Read More »
12 January | 0komentar

Tentang Merdeka Belajar, Download Peraturan-Peraturan



Perubahan paradigma yang dituju antara lain menguatkan kemerdekaan guru sebagai pemegang kendali dalam proses pembelajaran, melepaskan kontrol standar-standar yang terlalu mengikat dan menuntut proses pembelajaran yang homogen di seluruh satuan pendidikan di Indonesia, dan menguatkan student agency, yaitu hak dan kemampuan peserta didik untuk menentukan proses pembelajarannya melalui penetapan tujuan belajarnya, merefleksikan kemampuannya, serta mengambil langkah secara proaktif dan bertanggung jawab untuk kesuksesan dirinya.
Budi pekerti, watak atau karakter, itulah bersatunya gerak fikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan, yang lalu menimbulkan tenaga.... Dengan adanya ‘budi pekerti’ itu tiap- tiap manusia berdiri sebagai manusia merdeka (berpribadi), yang dapat memerintah atau menguasai diri sendiri. Inilah manusia yang beradab dan itulah maksud dan tujuan pendidikan dalam garis besarnya.


Read More »
07 January | 0komentar

Alur Belajar Merdeka Paradigma dan Visi Guru Penggerak

Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara


1. Mulai dari diri (Mandiri): 1JP 
Kegiatan pembelajaran pemantik: 
a. CGP memberikan jawaban reflektif-kritis untuk mengetahui pemahaman diri tentang pemikiran (filosofi pendidikan) Ki Hadjar Dewantara, 
b. CGP membuat refleksi diri tentang pemikiran (filosofi pendidikan) Ki Hadjar Dewantara. 

2. Eksplorasi Konsep: 3JP 
a. CGP menyimak video tentang pendidikan di Indonesia dari zaman kolonial dan menjawab pertanyaan-pertanyaan panduan; 
b. CGP menyimak video-video tentang pemikiran (filosofi pendidikan) Ki Hadjar Dewantara; 
c. CGP membaca 2 (dua) tulisan karya Ki Hadjar Dewantara. 

3. Eksplorasi Konsep (Forum Diskusi): 2JP 
a. CGP mendiskusikan pertanyaan reflektif terkait pemikiran (filosofi pendidikan) Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya dengan pendidikan Indonesia saat ini dan pendidikan pada konteks lokal sosial budaya di daerah asal CGP yang difasilitasi oleh Fasilitator 
b. CGP berbagi pengalaman praktik baik penerapan pemikiran filosofis Pendidikan KHD pada konteks lokal sosial budaya di daerahnya. 

4. Ruang Kolaborasi: 6JP (3 + 3) 
CGP mengeksplorasi (memaknai dan menghayati) nilai-nilai luhur sosial budaya di daerah asal dalam menguatkan dan menebalkan Konteks (kodrat) Diri Murid sebagai manusia dan anggota masyarakat. 

5. Demonstrasi Kontekstual: 4JP
CGP mendesain strategi dalam mewujudkan pemikiran KHD - 'Pendidikan yang Berpihak pada Murid' - sesuai dengan Konteks Diri Murid dan Sosial Budaya di daerah asal (karnya demonstrasi kontekstual dalam video, atau infografis atau puisi atau lagu, dll). 

6. Elaborasi Pemahaman: 2JP 
CGP mendapatkan penguatan pemahaman tentang pemikiran (filosofi pendidikan) Ki Hadjar Dewantara dari Instruktur; 

7. Koneksi Antar Materi: 2JP 
CGP membuat kesimpulan dalam bentuk esai atau jurnal reflektif tentang ‘Pendidikan yang Berpihak pada Murid’ dengan merefleksikan seluruh rangkaian materi yang sudah dipelajari dari pemikiran-pemikiran KHD dan praktik baik yang telah dilakukan di sekolah-sekolah saat ‘Elaborasi Pemahaman’.

 8. Aksi Nyata
 CGP mengimplementasikan strategi dalam mewujudkan pemikiran KHD yang telah dibuat pada ‘Demonstrasi Kontekstual’ secara konkret sebagai perwujudan 'Kepemimpinan Pembelajaran' yang Berpihak pada Murid' dan direfleksikan kembali dalam Jurnal Refleksi Pribadi,

ALUR

INTI PEMBAHASAN

AKTIVITAS PESERTA

TUGAS/ PRODUK PESERTA

M

Mulai Dari Diri

 Pertanyaan reflektif untuk memulai topik.

Forum diskusi (peserta dapat melihat komentar peserta lain)

Lembar Kerja

E

Eksplorasi Konsep

 Materi kunci untuk membangun pemahaman.

Peserta melihat video dan membaca artikel, mengerjakan kuis, jawab kuis langsung diberikan ke peserta.

Video dan perangkat pembelajaran.

R

Ruang Kolaborasi

 Penugasan kelompok untuk memperdalam pemahaman dan mendorong kolaborasi.

Peserta mendapatkan panduan LK, hasil kerja kelompok di upload dan dapat dilihat pesrta lain, rubrik penilaian instruktur.

Lembar Kerja Kelompok Panduan Diskusi

R

Refleksi Terbimbing

Peserta menuliskan refleksi pembelajaran dengan panduan pertanyaan yang disiapkan.

Forum diskusi (peserta dapat melihat dan komen peserta lain)

Lembar Kerja.

D

Demonstrasi Kontekstual

Penugasan mandiri untuk mengevaluasi pemahaman.

HOTS tes including RK dan materi kunci Scorring peserta bisa retake test.

Lembar Kerja

E

Elaborasi Pemahaman

 Diskusi dan tanya jawab dengan instruktur.

Video Konference

Panduan diskusi untuk instruktur.

K

Koneksi Antar Materi

 Diskusi refleksi belajar dan pembuatan rencana tindak lanjut.

Video conference

Panduan diskusi untuk instruktur.

A

Aksi Nyata

 

Melaksanakan aksi nyata di sekolah/di kelas.

Drive penyimpanan portofolio, bisa di akses peserta lain.

Melaksanakan aksi nyata.

 



Read More »
07 January | 0komentar

Cita-Cita dan Keberkahan Hidup (01 Januari 2023)


Apa yang terlintas dapat menjadi keinginan. Sebuah keinginan akan menjadi sebuah hal yang sia-sia jika tidak berdasar, dasar kebutuhan dan tentu usaha untuk mencapainya.  Dalam surah an-nisâ’ ayat 119 dituliskan bahwa setan berjanji kepada Allah Swt untuk terus menggoda manusia, salah satunya dengan membuat mereka berangan-angan kosong sehingga manusia lalai terhadap perintah Allah Swt . 
Berangan-angan hanya akan membuang waktu dan hal tersebut merupakan salah satu bentuk godaan setan untuk menyesatkan manusia, oleh karena itu hendaknya kita segera memohon ampun ketika terjebak dalam angan-angan kosong tersebut.
Cita-cita adalah hal yang dimiliki oleh semua orang, terutama orang-orang yang memiliki pandangan hidup kedepan, karena dengan cita-cita seseorang akan merasa termotivasi dan memiliki harapan untuk memiliki hidup yang lebih baik. Cita-cita membuat kita melihat kedepan dan merencanakan sesuatu, yang berarti kita melakukan ikhtiar ataupun usaha agar kita dapat mencapai keinginan tersebut. Apa saja yang bisa kita lakukan sebagai orang yang beriman untuk menggapai cita-cita yang diridhai-Nya? disadur dari https://dppai.uii.ac.id/ :

1. Membuat Rencana dan Menyerahkan Segala Sesuatu Kepada Allah. 
Rencana adalah salah satu hal terpenting dalam hidup, orang yang tidak memiliki rencana dapat diibaratkan seperti air yang hanya mengikuti arus, sehingga mudah terombang-ambing dan tak tentu arah. Membuat suatu perencanaan merupakan langkah awal untuk mewujudkan keinginan atau cita-cita, rencana akan membuat kita mengerti langkah apa yang harus kita ambil sepanjang perjalanan berikhtiar. Berencana adalah tugas manusia sebagai bentuk usaha yang harus dilakukan, namun orang yang beriman tidak hanya sekedar berencana akan tetapi kita perlu menyerahkan segala sesuatu kepada Allah atau dengan kata lain kita percaya bahwa Allah melihat setiap usaha kita dan pasti memberikan jalan dan hasil yang terbaik, dengan demikian kita telah meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan terus berusaha dan menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. 

2.Meluruskan dan Memperbaharui Niat. 
Sebagai orang yang beriman kita perlu memiliki visi tersendiri yang menjadi pembeda dengan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah Swt . Semua orang mengharapkan kehidupan yang baik di dunia melalui cita-cita dan target yang mereka usahakan, akan tetapi orang yang beriman punya nilai tersendiri dalam mengupayakan keinginannya dibandingkan dengan mereka yang tidak beriman. Nilai tersebut terletak pada niat yang dimiliki, orang yang beriman memiliki visi yang lebih tinggi yaitu merasakan kebaikan di dunia hingga di akhirat nanti, oleh karena itu apapun keinginan dan cita-cita yang kita inginkan harus dilandasi oleh niat karena Allah terlebih dahulu. 
Niat akan menjadi faktor yang sangat menentukan, jika niat kita sudah dibenahi maka kebaikan yang akan kita dapatkan tidak hanya sampai di dunia saja akan tetapi dapat kita rasakan hingga di akhirat kelak. 
Dari Umar, bahwa Rasulullah ` bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (H.R. Bukhari, dan Muslim) 
Hadits tersebut menunjukkan bahwa apa yang akan kita dapatkan sesuai dengan niat yang kita miliki.
Ketika niat kita hanya sebatas menjadi sukses di dunia tanpa melibatkan Allah, maka kenikmatan yang akan kita dapatkan hanya sebatas usia kita di dunia, dan ajal akan datang kapan saja tidak peduli orang tersebut sudah merasakan nikmat dari kesuksesannya atau bahkan masih bersusah payah menitih kesuksesan tersebut. Kita tidak ingin menjadi orang yang merugi di akhirat kelak karena lalai dengan kesenangan duniawi, sehingga setiap kebaikan yang kita raih di dunia ini perlu kita usahakan untuk menjadi penyebab ridha Allah dan memberikan kebaikan di akhirat kelak. 

3. Menyadari Dunia dan Isinya Bersifat Sementara.
Orang yang beriman memiliki kesadaran bahwa segala sesuatu yang dimiliki di dunia ini akan ditinggalkan setelah kematian menjemput. Bahkan orang terkaya di dunia pada akhirnya akan mati dan semua harta kekayaan yang dimiliki tidak berarti lagi bagi jasadnya. Tidak menutup kemungkinan bahwa manusia yang ada di muka bumi memiliki cita-cita tertentu seperti ingin membeli kendaraan dan rumah yang bagus, ingin memiliki usaha yang sukses atau ingin melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi. Semua contoh tadi bisa jadi adalah parameter kesuksesan dalam sebuah kehidupan yang sifatnya hanya sementara, namun tidak ada salahnya jika seseorang menginginkan kehidupan yang baik di dunia dengan syarat tetap berprinsip pada ketentuan Allah seperti firman-Nya dalam surah al-Qashash ayat 77 yang artinya, 
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan“.(Q.S. al-Qashash [28]: 77) 
 Ayat ini mengingatkan kita untuk tetap menjadikan akhirat sebagai tujuan utama karena kita diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah, namun di sisi lain kita juga perlu memperhatikan kualitas hidup selama di dunia. Orang yang beriman akan memanfaatkan kebaikan di dunia untuk memperoleh kebaikan di akhirat. Kita bisa membuat hal-hal itu terus memberikan kebaikan meskipun setelah pemiliknya meninggal dunia, yakni dengan kembali meniatkan semuanya sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah serta memanfaatkan segala apa yang kita peroleh untuk menolong agama Allah.

4.Meminta Doa dari Kedua Orang Tua 
Orang tua adalah orang terdekat dan orang yang paling pantas untuk kita hormati, terutama seorang ibu. Keridhaan Allah juga tidak akan terlepas dari keridhaan orangtua, sehingga sudah sepatutnya kita selalu menjalin komunikasi dan memberi tahu kedua orang tua kita megenai hal-hal yang akan kita rencanakan dan usahakan untuk kedepannya. 
Doa dari orang tua adalah salah satu kunci keberhasilan seseorang, oleh karena itu jangan pernah berjalan sendirian dan melupakan jasa-jasa mereka. Jika kita menanyakan balasan apa yang ingin mereka peroleh dari segala upaya dan jerih payah mereka selama mengurus dan membesarkan kita, maka mereka tidak akan menjawab untuk diberikan materi dan lain sebagainya, namun hal yang sangat mereka inginkan adalah anak yang dibesarkan bisa menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi orang banyak serta menjadi anak yang dapat menambah timbangan kebaikan dan menyelamatkan mereka di akhirat nanti.

Read More »
31 December | 0komentar