Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Lokakarya 2 CGP Angkatan 6 (Visi GP) Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah


Tema Lokakarya 2 CGP Angkatan di Kab. Purbalingga adalah Visi untuk Perubahan Lingkungan belajar. Lokakarya 2 dilaksanakan di SMK negeri 1 Padamara Kab. Purbalingga pada hari Sabtu 03 Desember 2022.

Melalui berbagai aktivitas pembelajaran dalam PPGP, calon pimpinan sekolah masa depan diharapkan dapat memiliki kompetensi dalam pengembangan diri dan orang lain, pengembangan pembelajaran, manajemen sekolah serta pengembangan sekolah. Lokakarya dipandu oleh Pengajar Praktik Bp. M.Syaefudin dan Ibu Enny Kus

Agenda 
  1. Pembukaan 
  2. Presentasi dan Umpan Balik Perkembangan Aksi Nyata 1.3 
  3. Presentasi dan Umpan Balik Rencana Aksi Nyata modul 1.4 
  4. Reviu singkat Keyakinan Kelas dan Segitiga Restitusi 
  5. Latihan membuat Keyakinan Kelas 
  6. Praktik Segitiga Restitusi 


Lokakarya 2 Guru Penggerak | Visi GP 
Sekilas Program Visi guru penggerak mengenai lingkungan belajar yang positif melandasi proses pengembangan kodrat murid yang selamat dan bahagia .

Produk yang dihasilkan :
  • Rencana terkait prakarsa perubahan yang terbaru level diri yang sudah diberikan umpan balik oleh Calon Guru Penggerak lain 
  • Rencana terkait strategi penyampaian disiplin positif di kelas dan konteks sekolah yang sudah diberikan umpan balik oleh Calon Guru Penggerak lain yang terbaru .

Tujuan Belajar 
  • Peserta dapat menjelaskan perkembangan/kemajuan prakarsa perubahan level diri (Aksi Nyata modul 1.3) serta memperbaharui rencana berdasarkan umpan balik Calon Guru Penggerak lain 
  • Peserta dapat menjelaskan rencana penyampaian disiplin positif di kelas dan strategi penerapan di sekolah (Aksi Nyata modul 1.4) serta memperbaharui rencana berdasarkan umpan balik Calon Guru Penggerak lain 
  • Peserta dapat menunjukkan kemampuan mempraktikkan Segitiga Restitusi dalam penerapan disiplin positif .
  • Peserta dapat menunjukkan kemampuan dalam memandu pembuatan Keyakinan Kelas 

Indikator Keberhasilan 
  • Calon Guru Penggerak dapat memperbaharui rencana prakarsa perubahan level diri 
  • Calon Guru Penggerak dapat memperbaharui rencana penyampaian penerapan disiplin positif di kelas dan di sekolah 
  • Calon Guru Penggerak dapat menunjukkan kemampuan dalam salah satu bagian praktik keyakinan kelas 
  • Calon Guru Penggerak dapat menunjukkan kemampuan melakukan disiplin positif dengan segitiga restitusi




Read More »
04 December | 0komentar

Pendampingan Individu ke-2

Pendampingan Individu ke-2

Hari Jumat, 02 Desember 2022 pelaksanaan pendampingan Individu 2 (PI2) dengan Pengajar Praktik dari SMAN 1 Purbalingga, Bapak Muhammad Syaefudin, SPd.  Untuk yang kedua Beliau mendampingi Saya sebagai CGP Angkatan 6 Kab.Purbalingga Jawa Tengah.  
Fokus dari pendampingan individu  ke-2 adalah : 
(a). Diskusi refleksi diri tentang lingkungan belajar di sekolah; 
(b). Diskusi refleksi perubahan diri setelah mempelajari modul 1.1, 1.2 dan 1.3; 
(c) Diskusi rencana merintis komunitas praktisi di sekolah, berdasarkan hasil pemetaan di lokakarya 1; (d). Mengkomunikasikan visi dan prakarsa perubahan ke KS dan warga sekolah SMK Negeri 1 Bukateja Purbalingga Jawa Tengah dengan dimoderasi oleh PP.
Dalam Pendampingan Individu (PI) kali ini lebih difokuskan pada implementasi modul 1.2 tentang nilai dan guru penggerak dilanjutkan modul 1.3 tentang Visi Guru Penggerak. Implementasi yang dilakukan di dalam kelas sangat memberikan manfaat pada anak didiknya. Anak-anak merasa ketagihan dengan pembelajaran berpusat pada siswa. 
Nilai Guru Penggerak adalah berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif dan inovatif. Peran Guru Penggerak adalah sebagai pemimpin pembelajaran (Profil Pelajar Pancasila), sebagai pelatih bagi rekan sejawat, mendorong terjadinya kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan murid dan menggerakkan komunitas praktisi, Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru Penggerak adalah mengembangkan diri dan orang lain, memimpin pembelajaran,
Dari implementasi yang sudah dilakukan terjadi perubahan di dalam kelas dan respon siswa sangat baik. Tugas-tugas yang sudah diberikan oleh fasilitator tidak harus menjadi beban. Sehingga, agar Program Guru Penggerak dapat berjalan dengan baik diperlukan konsistensi dan berkelanjutan. Dalam Pendampingan kali ini, CGP diajak untuk merevie tentang komunitas praktisi yang sudah dirintis pada lokakarya 1 bulan lalu.
Komunitas praktisi merupakan strategi pelengkap bagi pengembangan profesi yang berkelanjutan. Konsep, Komunitas Praktisi sudah banyak diterapkan oleh berbagai profesi dan penting pula diterapkan oleh para aktor utama, dalam pendidikan yaitu guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Komunitas praktisi memberikan wadah bagi para guru untuk belajar dan berpartisipasi dalam pengembangan diri mereka. Interaksi dan dialog antara anggota komunitas dapat berupa berbagi kekhawatiran, masalah, dan praktik baik untuk direfleksikan bersama-sama. Dengan begitu, anggota komunitas dapat saling dukung untuk mandiri dan berdaya memenuhi kebutuhan profesionalismenya. Maka, penting bagi semua anggota komunitas untuk berkontribusi dan memanfaatkan semua aktivitas di dalam komunitas.
Komunitas praktisi memberikan wadah bagi para guru untuk belajar dan berpartisipasi dalam pengembangan diri mereka. Interaksi dan dialog antara anggota komunitas dapat berupa berbagi kekhawatiran, masalah, dan praktik baik untuk direfleksikan bersama-sama. Dengan begitu, anggota komunitas dapat saling dukung untuk mandiri dan berdaya memenuhi kebutuhan profesionalismenya. Maka, penting bagi semua anggota komunitas untuk berkontribusi dan memanfaatkan semua aktivitas di dalam komunitas.


Read More »
02 December | 0komentar

Eksplorasi Konsep Modul 2.3 - 2.2, Paradigma Berpikir dan Prinsip Coaching

Eksplorasi Konsep Modul 2.3 
Paradigma Berpikir dan Prinsip Coaching 

oleh
Sarastiana 
CGP 6 Kab. Purbalingga 
SMK Negeri 1 Bukateja 


Kegiatan Refleksi Diri Paradigma Berpikir dan Prinsip Coaching 

  • Di antara paradigma berpikir dan prinsip coaching di bawah ini, manakah yang sudah Anda miliki? Jawab : Semua telah dimiliki hanya jika digunakan rentang nilai antara 6 s.d. 8
  • Skala 1-10, jika 10 sudah dimiliki dan diterapkan setiap hari, 1 belum dimiliki, ada di angka berapakah Anda? Jawab : (Dapat dilihat pada table) 
  • Di akhir Program Guru Penggerak, Anda ingin meningkatkannya ke angka berapa? Di akhir Program Guru Penggerak , memotivasi diri untuk dapat meningkatkan ke angka 10. Dasar saya mengoptimalkan ke nilai 10 karena keyakinan dengan mempelajari modul-modul dan kolaborasi sesama CGP serta pemahaman konsep yang nantinya akan disampaikan oleh instruktur dalam mempelajari paradigma berpikir dan prinsip coaching, saya termotivasi untuk bisa melakukan sebuah perubahan. 
  • Saya meyakini bahwa melalui coaching, saya bisa bermanfaat bagi murid dan rekan sejawat saya , karena coaching ini sebagai langkah pengembangan kompetensi diri dan orang lain.


No

Paradigma Berpikir dan Prinsip Coaching

Nilai saat ini

1-10

lngin ditingkatkan ke 1-10

 

Paradigma Berpikir Coaching

 

 

1

Fokus pada coachee/rekan yang akan dikembangkan

7

10

2

Bersikap terbuka dan ingin tahu

8

10

3

Memiliki kesadaran diri yang kuat

8

10

4

Mampu melihat peluang baru dan masa depan

7

10

 

Prinsip Coaching

 

 

1

Kemitraan

6

10

2

Proses kreatif

6

10

3

Memaksimalkan potensi

8

10







Read More »
30 November | 0komentar

Download Rencana Kerja dan Syarat

Sumber Gambar : https://www.homeshabby.com/

Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) adalah dokumen yang bersikan nama proyek berikut penjelasaannya berupa jenis, besar dan lokasihnya, serta tata cara pelaksnaan, syarat-syarat pekerjaan, syarat mutu pekerjaan dan keterangan – keterangan lain yang hanya dapat djelaskan dalam bentuk tulisan. RKS basanya diberikan bersamaa dengan gambar yang semuanya menjelaskan mengenai proyek yang akan dilaksanakan.

Sebagai kelengkapan dari dokumen tender, Rencana Kerja dan Syarat (RKS) ditempatkan sebagai dokumen penting selain gambar rencana. Keberadaannya sangat menentukan kepentingan dari berbagai pihak yang akan terlibat dalam realisasi pekerjaan, dimulai sejak tahap awal dari proses realisasi ide dari pemilik proyek (Owner). RKS ini diperlukan tidak hanya dalam proyek baru saja, namun juga diperlukan untuk pekerjaan perbaikan dan renovasi bangunan, pekerjaan pemeliharaan dan pekerjaan-pekerjaan lain yang spesifik seperti listrik, gas dan mesin. 
Umumnya isi dari RKS terdiri dari lima bagian, yaitu : 
1. Keterangan 
2. Penjelasan Umum 
3. Peraturan Teknis 
4. Syarat Pelaksanaan 
5. Peraturan Administrasi 

 Isi dari ke lima bagian diatas adalah sebagai berikut : 
1. KETERANGAN, dalam bagian ini dipaparkan mengenai pihak-pihak yang terlibat didalamnya, yaitu pemberi tugas, konsultan, perencana, konsultan pengawas, kontraktor. Termasuk juga hak dan kewajiban dari setiap pihak yang terlibat. Hal yang kedua dituliskan lampiran-lampiran yang disertakan, dengan menyebutkan macam-macam gambar dan jumlah selengkapnya. Hal ini harus disampaikan sebgai tindakan antisipasi apabila dalam dokument tidak tidak terdapat ketidak lengkapan gambar. 

2. PENJELASAN UMUM , hal-hal yang dipaparkan dalam bagian ini antara lain adalah : (a) jenis pekerjaan, informasi tentang pekerjaan yang akan dikerjakan apakah itu bangunan gedung, bangunan jalan, jembatan dan lain sebagainya. (b) peraturan-peraturan yang akan digunakan baik yang bersifat nasional ataupun lokal, penjelasan mengenai berita acara penjelasan pekerjaan dan keputusan akhir yang akan digunakan. (c) status dan batas-batas lokasi pekerjaan beserta patok duga yang digunakan. Hal ini adalah bagian terpenting pada saat kontraktor akan memulai pekerjaannya dikarenakan implikasi-nya sangat besar terhadap pelaksanaan pelaksanaan. 

3. PERATURAN TEKNIS, adalah rincian dari setiap bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan dimulai pekerjaan persiapan sampai dengan finishing. Bisa juga disebut Metode Kerja Pelaksanaan Pekerjaan, bahan-bahan yang akan digunakan beserta persyaratannya. 

4. SYARAT PELAKSANAAN, adalah pemjelasan lengkap mengenai : (a) Rencana Pelaksanaan Pekerjaan , misalnya pembuatan Time Schedule, Perlengkapan kantor, ketersediaan obat-obatan, peralatan pemadam kebakaran, Perlengkapan di lapangan sesuai dengan Peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. (b) Persyaratan dan Pemeriksaan bahan yang akan digunakan, baik secara visual maupun laboratorium beserta jumlah sample yg harus di uji. (c) Rencana Pengaturan Pelaksanaan ditempat pekerjaan, misalnya letak dan besar kantor proyek dan direksi, system aliran material di lokasi pekerjaan, letak peralatan konstruksi, lokasi barak pekerja, bengkel kerja, dan tempat-tempat penyimpanan material beserta sistemnya. 

5. PERATURAN ADMINISTRASI, adalah penjelasan tentang tehnik dan tata cara administrasi yang harus dilakukan selama pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan instansi pemilik proyek. Ketentuan administrasi antara proyek swasta dan proyek pemerintah tentunya akan berbeda, esensinya adalah bagaimana cara mempertanggungjawabkan kepada pihak lain. Dalam peraturan administrasi dibedakan pula antara peraturan administrasi keuangan dan teknis. Administrasi keuangan mencakup hal-hal sebagai berikut : Harga penawaran termasuk didalamnya biaya pelelangan, ketentuan apabila terjadi Pekerjaan tambah kurang, persyaratan yang harus dipenuhi dari setiap jenis jaminan yang digunakan (Tender bond, performance bond), ketentuan denda yang disebabkan karena keterlambatan, kelalaian pekerjaan, pemutusan kontrak dan pengaturan pembayaran kepada Kontraktor, resiko akibat kenaikan harga upah dan bahan. Administrasi Teknis memuat hal-hal sebagai berikut: ketentuan apabila terjadi perselisihan beserta cara-cara penyelesaiannya, syarat-syarat penawaran dan pelulusan pekerjaan, tata cara pelelangan, kelengkapan surat penawaran, ketentuan penyampaian dokumen penawaran dan sampul penawaran, syarat peserta lelang dan sangsi yang harus diberikan apabila terjadi pelanggaran, hak sanggah dan kegagalan pelelangan, serta persyaratan pengadaan Subkontraktor dan kualifikasinya. Hal lain yang dijelaskan adalah peraturan penyelenggaraan, misalnya pembuatan laporan kemajuan pekerjaan (progress), cara penyelenggaraan penyerahan pekerjaan dan cara pembuatan time schedule.


Read More »
30 November | 0komentar

2.3.a.3. Mulai Dari Diri - Modul 2.3

2.3.a.3. Mulai Dari Diri - Modul 2.3
 Sarastiana CGP Angkatan 6 Kab. Purbalingga 
SMK Negeri 1 Bukateja 

Kordinasi Supervisi Pembelajaran oleh Kepala Sekolah dan Waka Kurikulum


Selama menjadi guru, tentunya pembelajaran Anda pernah diobservasi atau disupervisi oleh kepala sekolah Anda. Bagaimana perasaan Anda ketika diobservasi? 
Selama men·adi guru tentunya pembelajaran saya pernah di supervisi oleh kepala sekolah, perasaan saya saat mendengar akan disupervisi ada perasaan khawatir, deg-degan padahal kegiatan ini sebenarnya rutin dilakukan. entah mengapa masih ada perasaan tidak nyaman mendengar istilah supervise. Perasaan yang ada adalah rasa khawatir karena banyak kekurangan pada diri saya. Pengalaman saya saat observasi dan pasca observasi. Sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh kurikulum saya membawa semua berkas administrasi perangkat pembelajaran keruang kepala sekolah, alhamdulillah perangkat pembelajaran yang telah saya siapkan telah lengkap. Untuk perangkat pembelajaran sudah lengkap. Supervisi di kelas XI.DPIB 1 dengan membawa RPP yang sudah di telaah. Dari kegiatan supervisi saya banyak masukan dari Kepala sekolah terutama pada bentuk apresiasi dengan menuliskan jawaban ana katas pertanyaan saya. agar ditulis pada papan tulis. Dari hasil supervisi ini sebagai refleksi untuk memperbaiki diri baik dari segi administrasi maupun kegiatan belajar mengajar di kelas. 

Menurut Anda, bagaimanakah proses supervisi akademik yang ideal yang dapat membantu diri Anda berkembang sebagai seorang pendidi ? 
a. Sebelum melaksanakan diadakan brifing, kepala sekolah/ wakasek kurikulum memberikan penyampaian bahwa supervisi merupakan kegiatan saling berbagi pengalaman, bukan sebagai kegiatan untuk mencari kesalahan 
b. Kegiata n supervisi memberikan pemahaman bahwa ada ide atau cara baru dalam pembelajaran sehingga model pembelajaran lebih bervariatif dan inovatif sehingga pembelajaran lebih mudah dipahami murid 
c. Supervisi merupakan kebutuhan administratif yang perlu dilakukan dan menjadi salah satu komponen akreditasi sekolah. 
d. Dalam supervisi ada catatan yang dijadikan bahan untuk refleksi/ tindak Ianjut. 

Menurut Anda jika Anda saat ini menjadi seorang kepala sekolah yang perlu melakukan supervisi, dimana posisi Anda sehubungan dengan gambaran ideal di atas dari skala 1 s.d 10 ? Situasi belum. ideal 1 dan situasi ideal 10 
Jika saya sebagai kepala sekolah yang harus melakukan supervisi saya berada di posisi 8, dimana masih ada guru yang takut untuk disupervisi, ada guru yang sudah di supervisi tetapi masih belum memperbaiki yang menjadi catatan saat supervisi ataupun belum melengkapi perangkat pembelajaran. 

Apa saja harapan yang anda lihat pada diri anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini? 
a. Saya berharap dapat memahami cara mengembangkan diri sebagai pendidik setelah kegiatan supervisi 
b. Terjadi perubahan cara berfikir dalam mengambil keputusan dalam menghadapi suatu kondisi atau permasalahan 
c. Terjadi perubahan cara berkomunikasi dengan murid dan rekan sejawat 
d. Mampu melaksanakan Coaching kepada murid don rekan sejawat

 Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini? 
a. Mempelajari materi-materi yang berisi contoh praktik Coaching yang konstektual antara guru-murid maupun dengan rejan sejawat 
b. Menerapkan praktik Coaching

Read More »
29 November | 0komentar

Ruang Kolaborasi Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional

Tabel 3.1 Ide Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional untuk Murid

KSE yang dikembangkan Bentuk Implementasi Skenario Penerapan
Deskripsi Kegiatan Pembelajaran( apayang dilakukan dan dikatakan guru) Deskripsi tambahan: siapa yang terlibat, dimana, waktu dan durasi, dan kebutuhan/perlengkapan
Kesadaran Diri 1. Berdoa Guru meminta murid untuk memimpin berdoa “Sebelum pelajaran dimulai silahkan Ketua kelas untuk memimpin berdoa” Yang terlibat adalah guru dan murid di kelas pada saat pembelajaran dari awal sampai akhir 1 menit.
2. Bernafas dengan kesadaran penuh Guru meminta murid utk berhenti melakukan kegiatan apaun dan menarik nafad dalam2 dan kemudian melepaskan perlahan sebanyak 3x “Marilah anak2 kita menarik nafas dalam2 kita focus pada pikiran kita apay g kita rasakan Yang terlibat adalah guru dan murid di kelas pada saat pembelajaran dari awal sampai akhir, pada saat pembelajaran kurang lebih 4 menit.
Manajemen Diri 1. Berorganisasi, Memperlihatkan keberanian untuk mengambil inisiatif Guru Meminta murid utk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran (KBM) Yang terlibat adalah guru dan murid di kelas, Instruktur pada saat kegiatan inti pembelajaran waktu sesuai dengan kegiatan KBM
2. Refleksi diri Guru melakukan refleksi/ menyimpulkan terhadap pembelajaran yang dilakukan. “Mari kita membuat kesimpulan Bersama dari kegiatan KBM dan diharapkan untuk semua siswa dapat merefleksikan diri dalam setiap kegiatan seperti mengelola emosi, focus Yang terlibat adalah guru dan murid di kelas, waktu 10 menit
Kesadaran Sosial 1. Menghargai pendapat orang lain Guru meminta murid untuk saling menghargai pendapat atau ide2 dalam diskusi. “Mari kita menghargai pendapat/ide orang lain dalam setiap kegiatan diskusi" Yang terlibat adalah guru dan murid di kelas pada saat kegiatan inti pembelajaran
2. Menunjukan kepedulian pada orang lain Guru meminta siswa untuk berempati terhadap orang lain “Marilah kita sebagai mahluk social utk selalu peduli dengan rekan kita dan lingkungan” Yang terlibat murid di kelas pada saat kegiatan inti pembelajaran waktu setiap saat.
Keterampilan Relasi 1. Menerapkan 5S (senyum,salam,sapa, sopan dan santun) Guru membiasakan kepada siswa untuk menerapkan 5S baik di kelas maupun di lingkungan sekolah. Yang terlibat adalah semua ekosistem sekolah waktu fleksibel. Perlengkapan Poster budaya positif
2. Pembelajaran kolaboratif yg berdiferensiasi Guru membuat pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa Yang terlibat adalah guru siswa tempat dilingkungan sekolah
Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab 1.Strategi sederhana yang digunakan untuk menumbuhkan kemampuan mengambil keputusan yang bertanggungjawab dengan strategi kerangka POOCH (Problem,Option,Outcome,Chois) Menyadari bahwa berpikir kritis sangat berguna baik didalam maupun diluar kelas Guru membimbing mmengarahkan dan membantu kemampuan mengambilkan keputusan yang bertanggungjawab Yang terlibat adalah guru dan murid di kelas pada saat kegiatan inti pembelajaran
2. Pendekatan personal Jika ada siswa yang melanggar keyakinan kelas guru memanggil siswa tersebut utk kelas melakukan pendekatan personal sesuai dengan segitiga restitusi “Cob akita pahami dan kita terapkan tentang keyakinan kelas yang telah disepakati” Yang terlibat adalah guru dan murid di kelas pada saat kegiatandilingkungan. Poster keyakinan

Tabel 3.2 Ide Penguatan Kompetensi Sosial dan Emosional untuk Rekan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di Sekolah
 
Bentuk (Menjadi Teladan, Belajar atau Berkolaborasi) KSE yang akan dikembangkan Skenario Penerapan
Deskripsi Kegiatan Penguatan Deskripsi tambahan: siapa yang terlibat, di mana, waktu dan durasi, dan kebutuhan/perlengkapan
Kolaboratif Manajemen diri MGMP Sekolah Guru mapel masing-masing MGMP dalam penyusunan perangkat pembelajaran awal tahun pelajara Kebutuhan/ Pelengkapan: Silabus/CP, Sumber belajar, Internet, Laptop, ATK.
Menjadi teladan Ketrampilan berelasi Mempraktekan kerjasama tim dan pemecahan masalah secara kolaboratif, misalnya dalam setiap kepanitiaan Yang terlibat adalah guru, pelaksanaannya di sekolah sebelum dan saat pelaksanaan kegiatan, yang dibutuhkan adalah program kerja, laptop, ATK
Belajar Manajemen diri IHT merancang dan membuat media pembelajaran Yang terlibat adalah guru, pelaksanaannya di sekolah di awal tahun pembelajaran, yang dibutuhkan adalah Nara sumber, Materi,laptop, jaringan internet

Read More »
27 November | 0komentar

Koneksi Antar Materi Modul 2.2 CGP

 



Pembelajaran Sosial-Emosional


Perasaan kesal, marah, stress dan cemas sebagai seorang pendidik/guru kita tentu pernah atau bahkan sering kita hadapi karena perilaku murid atau mendapat tugas tambahan dari kepala sekolah. Ketika menghadapi situasi tersebut, bagaimana kita menghadapinya ? Siswa yang kita bimbing pun sering menghadapi masalah serupa ; tidak fokus, Jenuh, stress, cemas dan marah ketika berada dalam pembelajaran. Murid-murid juga mengalami situasi yang sama. Dihadapkan dengan berbagai tantangan untuk dapat menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan Tugas yang harus diselesaikan, dengan jumlah mapel yang banyak. Baik tugas-tugas akademik, maupun tugas lain misalkan ekstrakurikuler dan tugas pengurus osis, bahkan mereka juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan fisik, hubungan dengan teman sebaya, mencapai kemandirian dan tanggung jawab diri dalam keluarga dan masyarakat, menyiapkan rencana studi dan karir dikehidupan nyata.
Menghadapi berbagai situasi dan tantangan yang kompleks ini, baik pendidik maupun murid membutuhkan berbagai bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan agar dapat mengelola kehidupan personal maupun sosialnya. Pembelajaran di sekolah harus dapat mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, baik aspek kognitif, fisik, sosial dan emosional.

Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE) adalah hal yang sangat penting. Pembelajaran ini berisi keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak untuk dapat bertahan dalam.dan menyelesaikan masalahDan tentunya untuk mengajarkan menjadi orang yang berkarakter baik.PSE memberikan keseimbangan pada individu dan mengembangkan kompetensi personal yang dibutuhkan untuk dapat menjadi sukses.

Bagaimana kita sebagai pendidik dapat menggabungkan itu semua dalam pembelajaran sehingga anak-anak dapat belajar menempatkan diri secara efektif dalam konteks lingkungan dan dunia. Pembelajaran sosial-emosional adalah tentang pengalaman apa yang akan dialami siswa, apa yang dipelajari siswa dan bagaimana guru mengajar.Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif seluruh komunitas sekolah. Proses kolaboratif untuk anak dan orang dewasa memperoleh dan menerapkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional


Pembelajaran Sosial-Emosional


Pembelajaran sosial dan emosional menurut kerangka CASEL bertujuan untuk mengembangkan 5 Kompetensi Sosial Emosional (KSE), di antaranya adalah:
  1. Memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi (kesadaran diri)
  2.  Menetapkan dan mencapai tujuan positif (manajemen diri)
  3. Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial)
  4. Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan berelasi)
  5. Membuat keputusan yang bertanggung jawab.

Bagaimana Penerapan PSE di sekolah dan kelas ? PSE dapat dilaksankan di sekolah dengan cara :
1. Rutin ( diluar waktu belajar sekolah )
2. Terintegrasi dalam pembelajaran
3. Protokol ( sesuai dengan budaya atau aturan sekolah )
Kompetensi Sosial - Emosional dapat dilaksanakan di kelas dengan teknik STOP. Teknik ini bisa dilaksnakan untuk melatih kompetensi kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial dan keterampilan berelasi.




Keterkaitan Modul dengan Materi Sebelumnya


Filosofi KHD , Nilai dan Peran Guru Penggerak

Dengan memiliki keterampilan sosial- emosional dalam pembelajran berarti kita sudah mnerapkan filosofi pendiidkan Kihajar dewantara yaitu pendtingnya pembelajaran budi pekerti bagi murid, agar bisa memperoleh kebahagiaan setinggi-tingginya sbagai warga masyarakat. seperti dalam tulisannya : ' “Pendidikan Budi Pekerti berarti pembelajaran tentang batin dan lahir. Pembelajaran batin bersumber pada “Tri Sakti”, yaitu: cipta (pikiran), rasa, dan karsa (kemauan), sedangkan pembelajaran lahir yang akan menghasilkan tenaga/perbuatan. Pembelajaran budi pekerti adalah pembelajaran jiwa manusia secara holistik. Hasil dari pembelajaran budi pekerti adalah bersatunya budi (gerak pikiran, perasaan, kemauan) sehingga menimbulkan tenaga (pekerti). Kebersihan budi adalah bersatunya cipta, rasa, dan karsa yang terwujud dalam tajamnya pikiran, halusnya rasa, kuatnya kemauan yang membawa pada kebijaksanaan.” Dengan KSE guru dapat menuntun murid untuk menuntun segala kodrat alam dan kodrat zaman yang ada pada anak sehingga mencapai kebahagiaan dan keselamatan yang setingii-tingginya sebagai individu dan anggota masayarakat.

Peran dan Nilai Guru Penggerak

Pembelajaran sosial emosional dpat menumbuhkan peran dan nilai guru penggerak dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berpusat kepada murid. Dengan PSE guru dapat mengelola emosinya sehingga proses pembelajaran yang berpusat pada musrid akan berjalan dengan seimbang . Guru dapat mencipatakan 'well being" ekosistem pendidikan di sekolah, sehingga pembelajaran akan menjadi nyaman, sehat dan membahagian bagi murid.

 Visi Guru Penggerak dan Budaya Positif

Guru harus mmapu menggunakan segala kekutan dan potensi yang ada untuk mengembangkan budaya positif di sekolah. Maka dengan PSE guru dapat mengenali dan memahami emosi masing- masing yang sedang dirasakan sehingga mampu mengontrol diri dan dapat menerapkan disiplin positif secara baik sesuai dengan kesadaran diri (self awarness). Bila hal itu tercapai maka murid dengan kesadaran penuh (mindfulness) menerapkan budaya positif tersebut.

Pembelajaran Berdiferensiasi



Pembelajaran Berdiferensiasi Kompetensi Sosial-Emosional (KSE) murid berkembang, maka aspek akademik merekapun berkembang. Hal ini selaras dengan pembelajaran berdiferensiasi, yaitu serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Bagaimana guru menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi.

Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya. Dukungan di sini bisa berupa kesiapan sosial emosional mereka untuk mengikuti pembelajaran, serta bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar mereka.Sebagai guru, kita semua tentu tahu bahwa murid akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya (kesiapan belajar). Lalu jika tugas tugas tersebut memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri seorang murid (minat), dan jika tugas itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai (profil belajar). ke-3 komponen ini disebut dengan kebutuhan belajar murid.


KESIMPULAN



Jika guru menerapka PSE di sekolah maka akan menjadi budaya postif . Budaya postif tersebut diharapkan bisa mendorong pemenuhan kebutuhan belajar murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya.Dan akhirnya pembelajaran akan dilaksankan sesuai dengan kebutuhan murid ( Pembejaran berdiferensiasi)


SUKSES DAN BAHAGIA



Read More »
20 November | 0komentar

Pedoman Asesmen Permendikbudristek No.21 Tahun 2022 (Standar Penilaian)

Download Pedoman Asesmen

Peserta didik seyogianya menjadi fokus utama dalam pembelajaran dan asesmen. Usaha untuk menjadikan peserta didik menjadi pembelajar yang aktif akan memudahkan usaha untuk mengaktualisasikan tujuan pendidikan, yaitu berkembangnya karakter dan kompetensi peserta didik. Dalam kaitannya dengan pembelajaran dan asesmen yang berpusat dan berpihak pada peserta didik perlu adanya panduan bagi pendidik pada tingkat satuan pendidikan dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka. 
Standar proses dan standar penilaian digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran dan penilaian yang efektif dan efisien sehingga mampu untuk mengembangkan potensi, prakarsa, kemampuan, dan kemandirian peserta didik secara optimal. Selanjutnya, pembelajaran dan asesmen juga diarahkan untuk memberikan fleksibilitas bagi pendidik dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) merupakan dokumen yang berisi prinsip, strategi, dan contoh-contoh yang dapat memandu guru dan satuan pendidikan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dan asesmen. 
Pembelajaran yang dimaksud meliputi aktivitas merumuskan capaian pembelajaran menjadi tujuan pembelajaran dan cara mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Sementara asesmen adalah aktivitas selama proses pembelajaran untuk mencari bukti ketercapaian tujuan pembelajaran. Dalam panduan ini, pembelajaran dan asesmen merupakan satu siklus; di mana asesmen memberikan informasi tentang pembelajaran yang perlu dirancang, kemudian asesmen digunakan untuk mengecek efektivitas pembelajaran yang berlangsung. 
Oleh karena itu, asesmen yang diutamakan adalah asesmen formatif yang berorientasi pada perkembangan kompetensi peserta didik. Panduan Pembelajaran dan Asesmen pada Kurikulum Merdeka ini akan terus disempurnakan berdasarkan evaluasi dan umpan balik dari berbagai pihak. Sejalan dengan proses evaluasi tersebut, Panduan ini juga akan mengalami revisi dan pembaruan secara berkala.


Read More »
19 November | 0komentar

Aksi Nyata PMM

 Perubahan di kelas 

Pelaksanaan mengikuti kegiatan Platform Merdeka mengajar pada minggu ini, genap terlaksana selama 2 minggu dari 6 bulan pelaksanaan. Modul pertama yang dipelajari adalah bertemakan *Pemikiran filosofi Ki Hajar Dewantara. Selama ini proses belajar mengajar yang saya lakukan memberlakukan metoda yang sama untuk semua peserta didik. Menganggap bahwa satu metode yang sama untuk semua siswa. Mempelakari modul tentang Filosofi Pendidikan menurut pemikiran Ki Hajar Dewantara, menjadi terbuka pemikiran saya terhadap apa yang seharusnya dilakukan guru dalam kelas.
Menyadari bahwa sebenarnya setiap anak itu memiliki kekhasan masing-masing, setiap anak memiliki kharakteristik yang berbeda-beda, setiap anak memiliki kodrat yang berbeda. Artinya dalam pembelajaran kita harus dapat memahami karakteristik dari masing-masing anak. Hal ini coba saya lakukan di dalam kelas dan hasilnya sangat memuaskan saya, karena tidak terpikiran anak yang yang tadinya diam saja namun setelah diberikan kesempatan untuk menjawab, anak tersebut dengan perasaan senang mengemukakan pendapatnya dengan suara yang cukup keras, walaupun anak tersebut mendapat informasi jawaban dari teman di sebelahnya. 
Hal selanjutnya yang saya lakukan adalah memberikan apersiasi terhadap jawaban yang diberikan anak tersebut.
Media Komputer


Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan
Selama menerapkan pembelajaran sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara ada beberapa gagasan yang timbul diantaranya: 1) Menyiapkan program pengembangan dalam memperbaiki model pembelajaran yang digunakan menggunakan Media Pembelajaran Interaktif terkait gaya belajar siswa yang berbeda-beda 2) Mengaplikasi nilai kebudayaan yang dimiliki dalam proses pembelajaran. Nilai kebudayaan yang ada memiliki kaitannya dengan Profil Pelajar Pancasila yang salah satunya adalah “Bergotong Royong” dan nilai kebudayaan yang dipilih adalah “Masohi”. 3) Merancang pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. 4) Menjadi penuntun bagi anak dalam setiap aktivitas atau kegiatan yang diikuti. 

Media Pembelajaran Interaktif


Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan Best Practice
Pelaksanaan praktik baik di dalam kelas adalah pertama-tama melakukan asesmen diagnosis non kognitif. Asesmen ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang siswa, minat siswa, sarana dan prasarana yang mendukung yang dimiliki siswa. Asesmen ini berupa pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan diantaranya untuk mengetahui gaya belajar siswa. Contoh pertanyaan pada analisis kebutuhan belajar di bawah ini.

Dari hasil ini maka kita lakukan treamen berkaitan penggunaan media untuk mengakomodasi gaya belajar siswa yaitu bentuk audiovisul, textual dan kinestetik. yaitu menggunakan media blog, Video tutorial dan MPI (Media Pembelajaran Interaktif).
Hal baik yang sudah dilakukan antara lain: 1) Setiap hari melaksanakan apel, mengumandangkan Indonesia Raya dan Asmaul Husna yang Islam dan puji-pujian bagi yang Kristen. 2) Anak-anak melakukan kebersihan pada lingkungan sekolah di waktu pagi dan sore. 3) Pada saat hari besar keagamaan, maka yang akan berperan dalam hal ini panitia adalah anak-anak yang beragama yang lain. 4) Melakukan pembelajaran dengan metode “Tutor Sebaya”  6) Melakukan 3S (senyum, sapa, salam) bagi siapa saja yang dilewati pada saat berada di lingkungan sekolah. Terkait budaya industri 7) Memberlakukan jalur hijau sesuai dengan di industri sebagai jalur untuk pejalan kaki.

Perencanaan, Penerapan dan Pelaksanaan 
Mengacu pada modul 1.1. Filosofi Ki Hajar Dewantar pada kegiatan ini yakni tentang membuat desaian kerangka pembelajaran sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara, maka untuk aksi nyata saya memulai dengan: 1) Perencanaan: untuk prencanaan dimulai dengan membuat desain pembelajaran, sesuai dengan gaya belajar siswa.. Dukungan kepala sekolah terkait pelaksanaan program CGP di sekolah. Selanjutnya dalam pemberian materi saya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan hasil refleksi terhadap materi yang diberikan sebelumnya. Dalam pelaksanaan pembelajaran juga diberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melakukan diskusi dalam hal ini menerapkan Tutor Sebaya yang merupakan perwujudan nilai Profil Pelajaran Pancasila yakni Bergotong Royong. 
Akhir dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan, saya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menyampaikan refleksi dan kesimpulan dari apa yang sudah dipelajari.
Salah satu bentuk refleksi yang disampaikan anak dalam bentuk testimoni. “Testimoni Rekan Guru dan Siswa” 1. Guru : Model pembelajaran yang berpusat pada siswa yang dilakukan oleh teman saya dapat memberikan inspirasi kepada saya sendiri untuk merubah model pembelajaran. 2. Siswa : Akhirnya dalam pembelajaran kita dapat bebas menyampaikan pendapat kita dengan baik tanpa harus merasa takut dimarahi. 3) Refleksi: Dari apa yang direncanakan dan dilaksanakan, maka sebenarnya untuk proses pembelajaran sudah dapat berjalan dengan baik, 

Read More »
17 November | 0komentar