Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan global


Sosok yang sering diibaratkan sebagai pelita dalam kegelapan, memiliki peran sentral dalam membentuk generasi penerus bangsa. Mereka adalah pembimbing, pendidik, dan inspirator yang mengantarkan anak didik menuju gerbang kesuksesan. Namun, di era perubahan zaman yang serba cepat ini, muncul pertanyaan: apakah guru hanya menjadi penonton yang menyaksikan transformasi zaman, atau justru menjadi agen perubahan yang membentuk generasi emas masa depan? Peran Guru di Era Perubahan Zaman Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, peran guru tidak lagi sebatas menyampaikan materi pelajaran. 
Guru dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, kreativitas, dan inovasi dalam proses pembelajaran. Mereka harus mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif, serta mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada anak didik. Selain itu, guru juga berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada anak didik. Di era digital yang penuh dengan informasi dan distraksi, guru harus mampu membimbing anak didik untuk memiliki sikap kritis, etika digital yang baik, dan kemampuan membedakan informasi yang benar dan salah. 
Tantangan yang Dihadapi Guru Perubahan zaman juga membawa tantangan tersendiri bagi guru. Beberapa tantangan yang dihadapi guru antara lain: 
Adaptasi terhadap teknologi: Guru dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi baru agar dapat memanfaatkannya secara efektif dalam pembelajaran. 
Perubahan kurikulum: Kurikulum pendidikan terus mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Guru harus mampu memahami dan mengimplementasikan kurikulum baru dengan baik. 
Karakteristik anak didik yang beragam: Setiap anak didik memiliki karakteristik, minat, dan bakat yang berbeda-beda. Guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak didik. 
Tuntutan masyarakat: Masyarakat menuntut guru untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di era global. 

Guru sebagai Penyelamat Generasi Emas Masa Depan 
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi emas masa depan. Dengan dedikasi, inovasi, dan semangat pantang menyerah, guru dapat: Menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter: Guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang kuat pada anak didik. Mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan global: Guru membekali anak didik dengan keterampilan abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, agar mereka siap bersaing di era global. Membangun generasi yang cinta tanah air: Guru menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air pada anak didik, sehingga mereka memiliki semangat untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa. 
Guru bukanlah sekadar penonton dalam perubahan zaman, melainkan agen perubahan yang memiliki peran krusial dalam membentuk generasi emas masa depan. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, guru mampu mengantarkan anak didik menuju gerbang kesuksesan dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.

Read More »
05 May | 0komentar

Download Lembar Kerja Pembelajaran EBK : Lembar Kerja, Tabel Berat Besi

Bagi para pengajar dan mahasiswa yang tengah berkutat dengan mata kuliah Estimasi Biaya Konstruksi (EBK) di semester genap tahun ajaran 2024/2025, kami menyediakan berbagai sumber daya penting untuk menunjang proses pembelajaran dan penyelesaian tugas proyek Anda. Dapatkan akses mudah ke lembar kerja pembelajaran EBK, tabel berat besi, dan template Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam format Excel yang praktis! Mengapa Sumber Daya Ini Penting untuk Pembelajaran EBK Anda? 
Mata Pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi (EBK) merupakan fondasi penting dalam dunia teknik sipil dan manajemen konstruksi. Pemahaman yang mendalam mengenai perhitungan biaya proyek akan membekali Anda dengan keterampilan yang sangat dibutuhkan di industri. 
Sumber daya yang kami sediakan ini dirancang untuk: Mempermudah Pemahaman Konsep EBK: Lembar kerja pembelajaran EBK akan membantu mahasiswa dalam memahami langkah-langkah perhitungan biaya konstruksi secara sistematis. Mendukung Pengerjaan Tugas Proyek: Dengan adanya panduan dan format yang terstruktur, penyelesaian tugas proyek EBK akan menjadi lebih efisien dan akurat. Menyediakan Data Berat Besi yang Akurat: Tabel berat besi akan menjadi referensi penting dalam menghitung kebutuhan material besi pada berbagai jenis proyek konstruksi. Mempercepat Proses Penyusunan RAB: Template RAB dalam format Excel akan mempermudah Anda dalam menyusun rencana anggaran biaya proyek secara profesional dan terorganisir. 

Sumber Daya yang Tersedia untuk Anda: 
Download Lembar Kerja Pembelajaran EBK (Semester Genap 2024/2025): Lembar kerja ini dirancang khusus untuk materi EBK semester genap tahun ajaran 2024/2025. Didalamnya terdapat panduan langkah demi langkah, contoh soal, dan format yang dapat diisi untuk berbagai jenis perhitungan biaya konstruksi. Lembar kerja ini akan membantu mahasiswa memahami konsep-konsep penting dan menerapkannya dalam latihan soal maupun tugas proyek. 

Download Tabel Berat Besi: Tabel berat besi merupakan referensi krusial dalam perhitungan volume dan biaya material besi. Tabel yang kami sediakan mencakup berbagai jenis dan ukuran besi yang umum digunakan dalam proyek konstruksi. Dengan tabel ini, Anda dapat dengan mudah mengetahui berat per meter dari berbagai profil besi, sehingga mempermudah perhitungan kebutuhan material. 

Download Bentuk Excel untuk Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB): Template RAB dalam format Microsoft Excel ini dirancang agar mudah digunakan dan disesuaikan dengan berbagai jenis proyek konstruksi. Template ini umumnya mencakup kolom-kolom penting seperti: 

  1. Nomor Urut 
  2. Jenis Pekerjaan 
  3. Satuan 
  4. Volume 
  5. Harga Satuan 
  6. Jumlah Harga 

Dengan template ini, Anda dapat menyusun RAB secara sistematis, menghitung total biaya proyek, dan menganalisis alokasi anggaran. Bagaimana Cara Mendapatkan Sumber Daya Ini? Untuk mengunduh lembar kerja pembelajaran EBK, tabel berat besi, dan template RAB Excel, silakan kunjungi tautan berikut:


Pastikan tautan di atas mengarah ke sumber yang valid dan aman untuk mengunduh file-file tersebut. Manfaatkan Sumber Daya Ini untuk Kesuksesan Pembelajaran EBK Anda! Kami berharap sumber daya ini dapat memberikan kontribusi positif dalam proses pembelajaran Estimasi Biaya Konstruksi Anda di semester genap tahun ajaran 2024/2025. 
Dengan pemahaman konsep yang kuat dan kemampuan menyusun RAB yang akurat, Anda akan semakin siap menghadapi tantangan di dunia konstruksi. Jangan ragu untuk memanfaatkan sumber daya ini semaksimal mungkin dalam menyelesaikan tugas proyek dan meningkatkan pemahaman Anda tentang Estimasi Biaya Konstruksi. Selamat belajar!

Read More »
04 May | 0komentar

Guru Lebih dari Sekedar Agen Program

Menyeruput kopi hitam di pagi yang tenang, pikiran ini kembali berkelana pada potret pendidikan di negeri kita. Rasanya memang seperti tersesat di sebuah labirin raksasa, bukan labirin biasa, melainkan labirin ajaib yang tembok-temboknya gemar sekali bermain petak umpet. Baru saja kita merasa menemukan alur yang pas, eh, tiba-tiba jalur itu lenyap, berganti nama, atau bahkan dihapus begitu saja. Ada semacam siklus lima tahunan yang ironis. Setiap pergantian tampuk kekuasaan, seolah kita mendapatkan "mainan" baru di dunia pendidikan. 
Kurikulum berganti rupa, program-program anyar bermunculan, seringkali dengan dalih penyegaran dan inovasi. Namun, tak jarang kita mendengar bisikan-bisikan di warung kopi, termasuk mungkin di kedai kopi Mbok Yem di Jepara, yang mempertanyakan kontinuitas dan efektivitas perubahan yang terkesan terburu-buru. Benar adanya apa yang diungkapkan oleh para pemerhati pendidikan dunia, seperti John Hattie dengan konsep visible learning-nya. Pengaruh terbesar pada hasil belajar siswa bukanlah semata-mata kurikulum atau program, melainkan kualitas guru itu sendiri. 
Hal senada juga digaungkan oleh Pak Rizal dari GSM dalam berbagai kesempatan. Namun, kenyataannya, suara riset dan kajian mendalam seringkali teredam oleh riuhnya "rapat kepentingan". Alhasil, energi dan fokus kita terkadang lebih tersedot pada implementasi perubahan yang datang silih berganti, ketimbang pada penguatan fondasi utama: pengembangan profesional guru. Belum lagi kerumitan birokrasi yang dihadapi para pendidik. Seorang guru, dalam kesehariannya, harus "melayani" berbagai "majikan" dengan aturan main yang berbeda-beda. 
Urusan seragam bisa jadi ranahnya Kemendagri, penilaian kinerja oleh BKN, gaji melalui Kemenkeu, sementara regulasi dan pengembangan berada di bawah Kemendikbud. Ibarat memiliki empat orang tua dengan instruksi yang tak jarang saling bertentangan, guru pun akhirnya dituntut menjadi sosok multitasking yang luar biasa. Harus tetap waras di tengah perubahan yang konstan, menjaga semangat meski peta pendidikan terus bergeser, dan tetap fokus mendidik di tengah gempuran slogan-slogan perubahan. Srutup kopi lagi... lalu, di tengah labirin yang terus bermetamorfosis ini, bekal apa saja yang seharusnya dimiliki seorang guru zaman sekarang? 
Pertama, mental petualang yang berani berinovasi. Jangan biarkan rasa takut tersesat menghalangi langkah untuk mencoba hal baru. Labirin ini memang penuh kejutan, namun di setiap sudutnya bisa jadi tersimpan potensi pembelajaran yang tak terduga. 
Kedua, kompas batin yang kuat. Pegang teguh tujuan utama kita: mendidik dan menumbuhkan manusia seutuhnya, bukan sekadar menuntaskan materi atau mengejar proyek sesaat. Fokus pada dampak jangka panjang bagi anak didik kita. 
Ketiga, keberanian berpikir kritis. Jangan telan mentah-mentah setiap arus perubahan program. Sebagai pendidik, kita punya tanggung jawab untuk menganalisis, mengevaluasi, dan berani menyuarakan pendapat, meskipun terkadang terasa sepi di tengah arus yang dominan. 
Keempat, kesabaran tingkat dewa, lengkap dengan dosis humor yang tinggi. Menavigasi labirin yang terus berubah membutuhkan ketahanan mental yang luar biasa. Humor bisa menjadi oase di tengah kelelahan dan frustrasi. 
Dan yang terpenting dari semuanya adalah keyakinan yang tak tergoyahkan bahwa meskipun jalan ini tampak berputar-putar tanpa akhir, anak-anak kita membutuhkan guru-guru yang tetap tegak berdiri, membawa cinta, ketulusan hati, dan kreativitas dalam membersamai perjalanan belajar mereka. Kita mungkin tidak bisa menghentikan perubahan peta di labirin ini. Namun, kita bisa memilih untuk tidak menjadi guru yang hanya sibuk membenarkan peta yang salah. 
Kita bisa menjadi guru merdeka yang berani menciptakan jalan sendiri, yang berani keluar dari kotak dan merancang pengalaman belajar yang relevan dan bermakna bagi siswa. Karena, jika kita tidak mampu menemukan pintu keluar dari labirin yang terus bergeser ini, setidaknya kita bisa mengajarkan anak-anak kita... cara membuat pintu mereka sendiri. 
Bagaimana dengan Bapak dan Ibu guru? Adakah pengalaman menarik saat Anda merasa "membuat pintu sendiri" dalam mendidik anak-anak kita di tengah dinamika perubahan pendidikan ini? Mari berbagi cerita sambil kita menghabiskan secangkir kopi hitam ini.

Disarikan dari Grup WA GSM Kab. Purbalingga

Read More »
27 April | 0komentar

Mengasah Kemampuan Estimasi Biaya Konstruksi (Materi Semester Genap)

Dalam era digital ini, akses terhadap informasi dan sumber belajar menjadi semakin mudah dan efisien. Mata pelajaran Konsentrasi Keahlian Estimasi Biaya Konstruksi (EBK) memanfaatkan kemudahan ini untuk membekali siswa dengan keterampilan penting dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebuah proyek konstruksi. Tugas kali ini mengajak siswa untuk secara aktif menggunakan sumber daya daring dalam proses penyusunan RAB, sebuah kompetensi krusial bagi seorang ahli estimasi biaya. Langkah-langkah sistematis telah dirancang untuk memandu siswa dalam menyelesaikan tugas ini, menggabungkan eksplorasi materi daring dengan praktik langsung penyusunan RAB. Berikut adalah tahapan pembelajaran yang akan dilalui: 

1. Mengakses Sumber Informasi: 
Langkah awal yang esensial adalah mengakses sumber materi pembelajaran yang telah disiapkan. Siswa akan menggunakan peramban web seperti Google Chrome atau Mozilla Firefox untuk menuju alamat URL berikut: 


Situs web ini akan menjadi gerbang utama untuk mendapatkan pemahaman konseptual dan teoritis terkait Estimasi Biaya Konstruksi. 

2. Mendalami Materi EBK: 
Setelah berhasil mengakses situs web, siswa akan diarahkan untuk mencari materi EBK secara spesifik melalui tautan berikut: 


Pada halaman ini, siswa diharapkan untuk mempelajari berbagai materi yang relevan dengan penyusunan RAB, termasuk pemahaman tentang komponen biaya, metode perhitungan, dan standar yang berlaku dalam industri konstruksi. Pemahaman yang kuat terhadap materi ini akan menjadi landasan yang kokoh dalam menyusun RAB yang akurat dan komprehensif. 

3. Mengunduh Lembar Kerja: 
Untuk memfasilitasi proses penyusunan RAB secara terstruktur, siswa akan mengunduh lembar kerja yang telah disiapkan melalui tautan berikut:  


Lembar kerja ini kemungkinan berisi format tabel atau panduan langkah demi langkah yang akan membantu siswa dalam mengorganisir data dan melakukan perhitungan biaya. 

4. Memvisualisasikan Proyek dengan Gambar Kerja
Pemahaman yang baik tentang desain dan spesifikasi proyek adalah kunci dalam menyusun RAB yang tepat. Oleh karena itu, siswa akan mengunduh gambar kerja pembangunan rumah melalui tautan berikut: 


Gambar kerja ini akan memberikan visualisasi detail mengenai dimensi bangunan, tata ruang, material yang digunakan, dan detail konstruksi lainnya yang relevan untuk perhitungan biaya. 

5. Memanfaatkan Contoh RAB dalam Format Excel: 
Sebagai referensi dan panduan praktis, siswa juga akan mengunduh contoh file RAB dalam format Excel melalui tautan berikut: 


 File Excel ini kemungkinan berisi contoh format RAB yang lengkap, termasuk rincian item pekerjaan, satuan, volume, harga satuan, dan total biaya. Dengan mempelajari contoh ini, siswa dapat memahami struktur dan format yang umumnya digunakan dalam penyusunan RAB. 

Mengintegrasikan Pengetahuan dan Keterampilan: 
Tugas ini tidak hanya sekadar mengunduh dan mengisi formulir. Lebih dari itu, tugas ini bertujuan untuk mengintegrasikan pemahaman teoritis dari materi EBK dengan kemampuan praktis dalam menyusun RAB berdasarkan gambar kerja dan contoh yang diberikan. Siswa diharapkan untuk: 

  • Menganalisis Gambar Kerja: Memahami detail teknis bangunan untuk mengidentifikasi semua item pekerjaan yang diperlukan. 
  • Mengaplikasikan Pengetahuan EBK: Menggunakan prinsip-prinsip estimasi biaya untuk menentukan volume pekerjaan dan memilih harga satuan yang sesuai. 
  • Memanfaatkan Lembar Kerja: Mengorganisir data dan melakukan perhitungan biaya secara sistematis. 
  • Mereferensi Contoh RAB: Memahami format dan struktur RAB yang baik dan benar. 

Melalui tugas ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan analitis, ketelitian, dan pemahaman mendalam tentang proses penyusunan Rencana Anggaran Biaya dalam proyek konstruksi. Penggunaan sumber daya daring memberikan fleksibilitas dan aksesibilitas dalam belajar, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin terhubung dan berbasis data. Selamat mengerjakan!

Read More »
27 April | 0komentar

Mengapa Mendaftar Haji Sebelum Umroh Lebih Utama

Alhamdulillah, mendaftar Haji di BSI
Sebagai umat Muslim, kita tentu memahami betul kedudukan ibadah haji dan umroh dalam agama Islam. Haji merupakan rukun Islam kelima yang hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik, materi, dan mental. Sementara itu, umroh adalah ibadah sunah yang sangat dianjurkan (sunah muakkadah) dan memiliki banyak keutamaan. Meskipun keduanya merupakan ibadah yang mulia dan mendatangkan pahala besar, terdapat perbedaan mendasar dalam hukum pelaksanaannya. Kewajiban haji bagi yang mampu menempatkannya pada prioritas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibadah umroh yang bersifat sunah. 

Prioritas wajib di Atas sunah

Dalam prinsip-prinsip fiqih Islam, ibadah yang wajib harus didahulukan pelaksanaannya daripada ibadah yang sunah. Hal ini didasarkan pada berbagai dalil dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Allah SWT telah secara tegas memerintahkan pelaksanaan ibadah haji bagi mereka yang memiliki kemampuan. Perintah ini termaktub dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 97:

 وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ 

 "Dan bagi Allah, atas manusia berkewajiban melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka 2 sesungguhnya Allah Mahakaya 3 (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam."  

Ayat ini jelas menunjukkan bahwa ibadah haji adalah kewajiban yang melekat pada setiap Muslim yang memenuhi syarat istitha'ah (kemampuan). Oleh karena itu, ketika seorang Muslim memiliki kemampuan untuk melaksanakan haji, maka kewajiban ini harus segera dipenuhi. 

Meskipun keinginan untuk segera mengunjungi Baitullah dan melaksanakan umroh sangatlah besar, ada beberapa hikmah mengapa mendaftar haji terlebih dahulu menjadi pilihan yang lebih bijak: 
  • Menunaikan Kewajiban Utama: Dengan mendaftar haji, seorang Muslim telah menunjukkan niat dan kesungguhannya untuk memenuhi rukun Islam yang kelima. Ini merupakan bentuk ketaatan dan kepatuhan yang lebih utama di sisi Allah SWT. 
  • Mengamankan Kesempatan: Kuota haji setiap tahunnya terbatas dan seringkali daftar tunggu keberangkatan bisa memakan waktu bertahun-tahun. Dengan mendaftar lebih awal, seorang Muslim memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dapat melaksanakan ibadah haji pada waktunya. 
  • Perencanaan Keuangan yang Lebih Baik: Biaya haji relatif lebih besar dibandingkan dengan umroh. Dengan mendaftar jauh-jauh hari, calon jamaah memiliki waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan dan mengelola keuangan dengan lebih baik. 
  • Menghindari Penyesalan di Kemudian Hari: Menunda pendaftaran haji, terutama bagi yang sudah mampu, dapat menimbulkan penyesalan di kemudian hari jika kondisi kesehatan atau finansial berubah. 
  • Menghormati Sistem dan Regulasi: Pemerintah telah mengatur sistem pendaftaran dan keberangkatan haji dengan tujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan ibadah. Mendaftar haji sesuai prosedur berarti menghormati sistem yang telah ditetapkan. 

Lalu, Bagaimana dengan Umroh? 
Bukan berarti melaksanakan umroh sebelum haji dilarang. Namun, dalam konteks prioritas, menunaikan kewajiban haji bagi yang mampu adalah yang utama. Jika seseorang telah mendaftar haji dan masih memiliki kesempatan serta kemampuan finansial untuk melaksanakan umroh, maka hal tersebut tentu diperbolehkan dan bahkan dianjurkan. 
Umroh dapat menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menambah kekhusyukan dalam menanti panggilan untuk menunaikan ibadah haji. Kesimpulan Meskipun keduanya merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, hukum wajib pada ibadah haji menjadikannya prioritas utama bagi setiap Muslim yang mampu. 
Mendaftar haji terlebih dahulu sebelum melaksanakan umroh adalah langkah yang lebih bijak sebagai bentuk ketaatan dalam menunaikan kewajiban dan mengamankan kesempatan untuk meraih kemuliaan ibadah haji. Setelah mendaftar haji, jika Allah SWT memberikan keluasan rezeki dan kesempatan, melaksanakan ibadah umroh dapat menjadi pelengkap ibadah dan semakin memperkuat keimanan kita. Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita semua untuk dapat menunaikan ibadah haji dan umroh di Baitullah.

Read More »
21 April | 0komentar

Langkah Syukur Menuju Baitullah: Pendaftaran Haji dan Prioritas Akhirat

Pendaftaran Haji di Kemenag RI untuk 3 Anak Kami

Alhamdulillah wa syukurillah 'ala ni'matillah. Rasa syukur yang tak terhingga kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas kemudahan yang telah dilimpahkan, sehingga kami sekeluarga dapat menunaikan niat suci untuk mendaftarkan Ibadah Haji. Sebuah perjalanan spiritual yang kami impikan sejak lama, kini selangkah lebih dekat untuk menjadi kenyataan. Saya dan istri telah terdaftar dan mendapatkan porsi Haji pada Tahun 2016. Sesuai dengan aplikasi dari Kemenag berangkat tahun 2034. 
Penantian yang cukup panjang, namun keyakinan akan janji Allah SWT senantiasa menghiasi hati kami. Kebahagiaan kami semakin lengkap di bulan suci Ramadhan tahun ini, tepatnya pada tanggal 25 Ramadhan 1446 Hijriyah (bertepatan dengan 25 Maret 2025), ketika ketiga buah hati kami turut serta mendaftarkan diri untuk menunaikan rukun Islam yang kelima ini. Mereka menunggu daftar antrian 33 Tahun.
Melihat nama-nama anggota keluarga tertera dalam bukti pendaftaran haji, hati ini bergetar. Bukan hanya karena terbayang indahnya Baitullah dan Madinah Al-Munawwarah, namun juga karena betapa besar karunia Allah SWT yang telah memudahkan urusan ini. Kami menyadari, banyak saudara-saudara kita yang memiliki keinginan serupa namun belum mendapatkan kesempatan yang sama. Banyak dari saudara-saudara kami yang lebih tetapi belum digerakan untuk mendaftar Haji.
Keputusan untuk mendaftarkan haji bagi kami dan keluarga bukanlah keputusan yang diambil secara instan. Ada pertimbangan matang dan skala prioritas yang kami tetapkan dalam kehidupan ini. Kami menyadari bahwa dunia ini hanyalah persinggahan sementara, dan sebaik-baik bekal adalah amalan saleh yang akan kita bawa menghadap Allah SWT di akhirat kelak. Mungkin bagi sebagian orang, memiliki kendaraan baru atau rumah yang lebih mewah menjadi prioritas utama. Namun, bagi kami, menunaikan ibadah haji bersama keluarga adalah investasi akhirat yang tak ternilai harganya. Ini adalah wujud ketaatan kepada Allah SWT, bentuk penghambaan diri yang mendalam, dan kesempatan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan khilaf. 
Kami percaya, rezeki yang Allah SWT berikan kepada kami adalah amanah yang harus digunakan sebaik-baiknya. Menyisihkan sebagian rezeki untuk menunaikan ibadah haji adalah bentuk syukur atas nikmat-Nya dan upaya untuk meraih ridha-Nya. Kami meyakini, dengan memprioritaskan urusan akhirat, Allah SWT akan mencukupkan segala kebutuhan duniawi kami. 
Proses pendaftaran haji saat ini semakin mudah dengan adanya sistem yang terintegrasi. Namun, kemudahan administratif ini hendaknya tidak melunturkan esensi dari ibadah haji itu sendiri. Niat yang tulus, persiapan yang matang, baik secara fisik, mental, maupun ilmu pengetahuan tentang manasik haji, tetap menjadi kunci utama dalam meraih haji yang mabrur. 
Janganlah kita terlalu disibukkan dengan urusan duniawi hingga melupakan panggilan suci menuju Baitullah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kelancaran dalam setiap tahapan persiapan haji kami dan keluarga, serta memberikan kesempatan kepada seluruh umat Islam yang memiliki kerinduan untuk mengunjungi tanah haram. Semoga niat suci ini menjadi langkah awal menuju haji yang mabrur, yang diterima di sisi Allah SWT. Amin ya rabbal 'alamin.

Buka Tabungan Haji Di BSI



Alhamdulillah semua telah mendapat porsi Haji



Read More »
20 April | 0komentar

Sekolah Unggul untuk Siapa, Sekolah Rakyat untuk Apa?

Belum terang benderang pelaksanaan Deep Learning pada pendidikan kita, akhir-akhir di dunia pendidikan terdengar sayup-sayup memperbincangkan berkaitan dengan sekolah unggulan dan sekolah rakyat. Dua istilah atau nama itu yaitu Sekolah unggul, sekolah rakyat nama yang terlihat begitu sakral unggul dan rakyat. Yang satu menjanjikan: prestasi, keunggulan, masa depan gemilang. Satunya lagi membawa harapan, kesempatan, dan keberpihakan bagi yg terpinggir dan tersisihkan siapa lagi kalau bukan rakyat. 
Dua wajah dari sebuah cita-cita pendidikan?
Tapi… benarkah demikian?” Mengapa ada sekolah rakyat? Bukankah setiap sekolah seharusnya menjadi tempat bagi seluruh rakyat? Bukankah pendidikan adalah hak semua orang, bukan sesuatu yang perlu 'dikategorikan'? Ah… tetapi, mungkin ini memang kenyataan yg harus diterima. 
Sekolah unggul untuk mereka yg ‘terpilih’, sekolah rakyat untuk mereka yang ‘tersisih’. Seperti dua jalur yg berpisah, masing-masing menentukan nasib penghuninya. Yang satu untuk melahirkan pemimpin unggul, yg lain melahirkan kesempatan bisa bekerja memperbaiki nasib. Yang satu berorientasi pada inovasi, yang lain berjuang memberi peluang untuk mengenyam pendidikan dan bisa bertahan hidup. 
Bukankah ini yang terjadi? Lalu di mana Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Bukankah para pendahulu kita memperjuangkan dan mengajarkan tentang kesetaraan, tentang kemerdekaan, tentang hak yg sama bagi semua anak bangsa? Ataukah kita telah kembali ke masa lalu, di mana pendidikan adalah hak segelintir orang, sementara yg lain cukup puas dengan serpihan² kesempatan? 
Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa bukan untuk menciptakan sekolah bagi orang kaya, bukan untuk menciptakan sekolah yg membedakan kasta sosial. Ia mendirikan sekolah untuk membebaskan jiwa-jiwa tertindas dari kebodohan. Ia ingin agar pendidikan bukan lagi menjadi hak istimewa, melainkan cahaya bagi semua rakyat. 
Jadi, apa yang kita butuhkan sebenarnya? Sekolah unggul yg benar² menciptakan pemimpin yg unggul tapi juga merakyat. Bukan sekolah yg membangun tembok tinggi untuk mereka yg berduit. Kita butuh sekolah yg tidak hanya memberi ‘akses’, tapi benar² menjamin pemerataan, djmana masih ada sekolah negeri atau swasta yang berlantai tanah, atapnya bocor, yg jendelanya sudah hilang, bahkan tidak bertembok. 
Kita butuh pemimpin yg tidak hanya cerdas, tapi juga berpihak pada rakyat. Kita butuh perubahan… bukan sekadar slogan. Maka pertanyaannya adalah… apakah kita akan terus membiarkan pendidikan ini menjadi alat pembeda? Atau kita akan mengembalikan esensi pendidikan sebagai alat perjuangan bagi semua? Kita berharap dua program tersebut bukan memperbanyak paradoks dalam dunia pendidikan apalagi sekadar menjalankan program tanpa keberlanjutan. Sebab sekolah seharusnya bukan tentang ‘unggul’ atau ‘rakyat’… tapi tentang bagaimana menciptakan manusia yg benar² menjadi manusia dan merdeka. 
 #kembalimendidikmanusia #kesempatansetara #gerakansekolahmenyenangkan
Sumber : Grup WA GSM Kab. Purbalingga 

Read More »
19 April | 0komentar

Jangan Malu Terlihat Miskin, Malulah Terlihat Kaya dengan Cara Riba

Di tengah gemerlap dunia yang seringkali mengagungkan kekayaan materi, kita terkadang terjebak dalam perlombaan yang tidak berujung. Dorongan untuk terlihat sukses dan berada di atas seringkali membuat kita mengambil jalan pintas yang justru menjerumuskan. Salah satu jebakan terbesar adalah keinginan untuk tampak kaya melalui cara-cara yang tidak berkah, bahkan diharamkan agama, seperti melalui riba. 
Seringkali, kita merasa malu dengan kesederhanaan yang kita miliki. Kita khawatir dipandang rendah, diremehkan, atau bahkan dikucilkan karena keterbatasan harta, contohnya tidak memiliki mobil. Padahal yang lain sudah punya semua. Rasa malu ini kemudian memicu kita untuk berusaha menutupi kekurangan dengan berbagai cara, termasuk memaksakan diri untuk memiliki barang-barang mewah atau gaya hidup di luar kemampuan. Ironisnya, upaya ini seringkali berujung pada jurang utang yang semakin dalam, yang mana salah satu sumber utang yang paling umum adalah melalui pinjaman bank yang seringkali mengandung unsur riba. 

Memahami Riba dan Bahayanya 
Dalam ajaran agama Islam, riba adalah sesuatu yang diharamkan dengan tegas. Secara sederhana, riba adalah kelebihan atau tambahan yang disyaratkan dalam transaksi pinjam-meminjam. Berhutang di bank, meskipun terlihat sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan, seringkali melibatkan sistem bunga yang merupakan bentuk riba. 
Prinsip keadilan dan keberkahan dalam setiap aspek kehidupan sangat ditekankan, terutama dalam urusan muamalah atau transaksi ekonomi. Salah satu hal yang diharamkan secara tegas dan dikutuk keras dalam Islam adalah riba. Riba secara bahasa berarti ziyadah (tambahan) atau namaa' (pertumbuhan). Dalam konteks ekonomi dan syariah, riba merujuk pada setiap kelebihan atau tambahan yang disyaratkan dalam transaksi pinjam-meminjam harta atau utang piutang. Allah SWT dengan jelas dan tegas mengharamkan riba dalam berbagai ayat Al-Qur'an. Salah satu ayat yang paling terkenal adalah dalam Surah Al-Baqarah ayat 275:

"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."

Read More »
12 April | 0komentar

Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1446H

 



Read More »
04 April | 0komentar

Safar Masjidil Haram,Masjid Nabawi dan Masjid Al Aqsa


Upaya dalam memperdalam keimanan dan meraih dapat dilakukan melalui berbagai cara dan media. Salah satunya adalah melalui cara/media syafar. Syafar ini berarti menuju ke. Sebagaimana Hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, "Tempat yang layak dijadikan tujuan safar hanyalah tiga masjid, yaitu Masjid Kabah (Masjidil Haram), Masjidku (Masjid Nabawi), dan Masjid Iliya (Masjid Al Aqsa)." (HR Muslim). 
Hadits ini menggambarkan keutamaan ketiga masjid suci yang sepatutnya menjadi tujuan untuk bersyafar. 
1. Masjidil Haram: 
Masjidil Haram berada di Mekah.Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Tempat yang layak dijadikan tujuan safar hanyalah tiga masjid, yaitu Masjid Kabah (Masjidil Haram), Masjidku (Masjid Nabawi) dan Masjid Iliya (Masjid Al Aqsa)." Melangkah ke tanah suci Mekah membuka lembaran baru keimanan dan ketaqwaan. Demikian juga pahala yang didapat 100.000 kali dibanding di masjid biasa.
2. Masjid Nabawi: 
Masjid Nabawi, terletak di Madinah, adalah tempat kedua yang sangat dianjurkan untuk dijadikan tujuan safar. Rasulullah SAW bersabda, "Satu shalat di Masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada seribu shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram." Berkunjung ke sini memberikan kesempatan untuk merasakan ketenangan dan kedamaian yang sungguh istimewa, serta meresapi keindahan sejarah Islam. 
3. Masjid Al-Aqsa: 
Masjid Al-Aqsa di Yerusalem adalah tanah yang mendapat keistimewaan dari Alloh SWT dan RosulNya, Nabi Muhammad SAW. Hadits yang sama menegaskan bahwa perjalanan ke Masjid Al-Aqsa adalah sunnah yang dianjurkan. 

Satu usaha untuk menuju Sunnah Nabi Muhammad SAW tentang safar diatas mencoba untuk melakukan hal yang wajib dahulu yaitu Haji. Haji sebagai ibadah yang wajib

Read More »
28 March | 0komentar

Nuzulul Quran dan Peran Penting Sayyidah Khadijah RA


Kuliah Subuh 
18 Ramadhan 1446H
Ustadz : Alfin Nur Mustofa Kamil,S.Ag

Romadhon, adalah bulan yang penuh berkah dan kemuliaan bagi umat Islam. Di bulan inilah, Al-Quran, kitab suci terakhir, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Peristiwa turunnya Al-Quran ini dikenal sebagai Nuzulul Quran, sebuah momen penting dalam sejarah Islam yang menandai awal dari risalah kenabian Muhammad SAW. 
Asal Muasal Nuzulul Quran Nuzulul Quran terjadi pada malam Lailatul Qadar, salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW sedang beruzlah (menyendiri) di Gua Hira, sebuah gua kecil di Jabal Nur, dekat Makkah. Malaikat Jibril AS datang menemui beliau dan menyampaikan wahyu pertama, yaitu lima ayat pertama dari Surah Al-Alaq: 

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-Alaq: 1-5) 

Peristiwa ini terjadi ketika Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun, usia yang dianggap matang untuk menerima wahyu kenabian. Kondisi Masyarakat Jahiliyah Sebelum Kenabian Sebelum diangkat menjadi nabi, masyarakat Arab pada masa itu berada dalam kondisi yang disebut jahiliyah, yaitu masa kebodohan dan kegelapan. Mereka menyembah berhala, melakukan perbuatan-perbuatan tercela seperti berjudi, minum khamar, dan berzina, serta menindas kaum lemah. 

Proses Turunnya Al-Quran Al-Quran diturunkan dalam dua tahap: 
1. Turun secara keseluruhan (Jumlatun Wahidah): Al-Quran diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuzh (kitab yang terjaga di sisi Allah) ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar. 
2. Turun secara bertahap (Munajjaman): Al-Quran diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun, sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa yang terjadi pada saat itu. Malam Lailatul Qadar Malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. 
Pada malam ini, para malaikat turun ke bumi untuk mengatur segala urusan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam ini, seperti shalat, membaca Al-Quran, dan berdoa. Dukungan Sayyidah Khadijah dan Waraqah bin Naufal Setelah menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad SAW merasa ketakutan dan pulang ke rumah dengan gemetar. Beliau menceritakan kejadian tersebut kepada istrinya, Sayyidah Khadijah RA, yang kemudian menenangkan beliau dan membawanya menemui Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Nasrani yang memiliki pengetahuan tentang kitab-kitab suci sebelumnya. 
Waraqah membenarkan bahwa apa yang dialami Nabi Muhammad SAW adalah wahyu dari Allah SWT. Pengangkatan Nabi Setelah Menikah dengan Sayyidah Khadijah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi nabi setelah menikah dengan Sayyidah Khadijah RA. Pernikahan mereka memberikan dukungan moral dan material yang besar bagi perjuangan Nabi dalam menyebarkan risalah Islam.

Tartib Nuzul dan Tartib Musyaf Tartib Nuzul: Urutan turunnya ayat dan surah Al-Quran sesuai dengan waktu dan peristiwa yang terjadi. 
Tartib Musyaf: Urutan surah dan ayat Al-Quran yang ada dalam mushaf saat ini, yang disusun berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW. 

Metode Talaki Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Malaikat Jibril AS dengan metode talaki, yaitu dengan cara mendengarkan dan menirukan bacaan Jibril AS. Kemudian, beliau menyampaikan wahyu tersebut kepada para sahabatnya, yang kemudian menghafal dan menuliskannya. Menjaga dan Memuliakan Nabi Umat Islam diperintahkan untuk menjaga dan memuliakan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT. 
Hal ini dilakukan dengan cara mengikuti sunnah-sunnah beliau, mencintai beliau, dan menjauhi segala sesuatu yang dapat menyakiti beliau. Naskh (Penghapusan) Ayat Dalam Al-Quran, terdapat beberapa ayat yang dinaskh (dihapus) dan digantikan dengan ayat yang baru. Contohnya, masa iddah (masa menunggu) bagi wanita yang ditinggal mati suaminya, yang semula satu tahun, kemudian diganti menjadi empat bulan sepuluh hari. Penjagaan Al-Quran oleh Allah SWT Allah SWT menjamin akan menjaga Al-Quran dari segala bentuk perubahan dan penyimpangan. Hal ini terbukti dengan terjaganya keaslian Al-Quran hingga saat ini, meskipun telah berlalu lebih dari 14 abad.

Read More »
21 March | 0komentar

Kirim Bibit Pohon Untuk Ucapan Selamat Pelantikan Bupati

Ucapan Selamat dari DPD Muhammadiyah Berupa Bibit Buah Duren

Ucapan selamat pada pelantikan Bupati Banjarnegara ada yang berbeda. Yang lain mengucapkan selamat dengan karangan bunga, ini nampak pot dan bibit pohon duren. Ucapan ini dikirim oleh DPD Muhammadiyah Kabupaten Banjarnegara. 
Sebagaimana Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo terpilih hasil Pilkada, Ucapan selamat berupa karangan bunga tidak laku karena bupati terpilih meminta para simpatisannya mengganti dengan mengirim bibit tanaman. “Karangan bunga memang perlu untuk membangun spirit. Tapi akan jauh lebih bermakna kalau ucapan selamat dengan pohon hidup,” kata Sugiri yang terpilih dua periode bersama Lisdyarita itu. 
Di Banjarnegara dipelopori oleh DPD Muhammadiyah mengucapkan Selamat dengan mengirimkan bibit pohon duren

Read More »
20 February | 0komentar

Persiapan Matang Sambut Ramadhan yang Penuh Ampunan


Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan, akan segera tiba. Umat Muslim di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Persiapan Menyambut Ramadhan Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga tentang meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, persiapan yang matang sangat diperlukan. 
Berikut adalah beberapa tips persiapan menyambut Ramadhan: 
Memperbaiki niat dan memperbanyak doa Niat yang ikhlas adalah kunci diterimanya amalan. Mari perbarui niat kita untuk beribadah hanya kepada Allah SWT. Perbanyak doa agar diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. 
Mempelajari ilmu tentang puasa dan Ramadhan Pelajari lebih dalam tentang hukum-hukum puasa, keutamaan bulan Ramadhan, serta amalan-amalan yang dianjurkan. Dengan ilmu, kita bisa menjalankan ibadah dengan lebih baik dan bermakna. Mempersiapkan fisik dan mental Kesehatan fisik dan mental yang prima akan membantu kita menjalankan ibadah puasa dengan lancar. Jaga pola makan dan istirahat yang cukup. 
Persiapkan mental untuk menghadapi tantangan dan godaan selama berpuasa. Membuat jadwal ibadah dan target. Susun jadwal ibadah harian, seperti shalat tarawih, membaca Al-Qur'an, dan amalan-amalan lainnya. Tentukan targetan yang ingin dicapai selama bulan Ramadhan, misalnya khatam Al-Qur'an, bersedekah, atau meningkatkan kualitas shalat. Memperbaiki hubungan dengan sesama Ramadhan adalah momen yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan. Jaga hubungan baik dengan keluarga, teman, dan tetangga. 

Keutamaan Bulan Ramadhan Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan, di antaranya: Bulan diturunkannya Al-Qur'an Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu Terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan Waktu yang mustajab untuk berdoa Mari sambut Ramadhan dengan gembira dan penuh semangat! Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan memberikan keberkahan kepada kita semua. Aamiin

Read More »
19 February | 0komentar

Ujian Nasional Kembali di 2026: Tantangan dan Implikasinya bagi Pendidikan

Pemerintah Indonesia dikabarkan tengah merencanakan kembali diadakannya Ujian Nasional (UN) pada tahun 2026 setelah sebelumnya dihapus pada 2021 dan digantikan dengan Asesmen Nasional (AN). Keputusan ini menuai beragam tanggapan dari berbagai pihak, mulai dari pendidik, siswa, hingga pemerhati pendidikan. Apakah kembalinya Ujian Nasional akan menjadi langkah maju dalam mengevaluasi mutu pendidikan, atau justru menjadi kemunduran bagi sistem pendidikan Indonesia? 

Penghapusan Ujian Nasional Pada tahun 2021
Pemerintah menghapuskan Ujian Nasional dengan alasan bahwa ujian tersebut tidak lagi relevan sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan pendidikan. Sebagai gantinya, Asesmen Nasional (AN) diperkenalkan dengan pendekatan yang lebih komprehensif dalam mengukur kualitas pendidikan melalui tiga komponen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. 
AN lebih berfokus pada pemetaan mutu pendidikan secara keseluruhan dibandingkan dengan menilai prestasi individu siswa. Alasan Kembalinya Ujian Nasional Pemerintah berpendapat bahwa dengan kembalinya Ujian Nasional, sistem evaluasi pendidikan akan lebih objektif dan dapat digunakan sebagai standar nasional. 

Beberapa alasan utama yang mendasari keputusan ini antara lain: 
Standarisasi Evaluasi Pendidikan: UN dianggap dapat memberikan ukuran baku terhadap kompetensi akademik siswa di seluruh Indonesia. 
Motivasi Siswa: UN diyakini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena adanya tolok ukur yang jelas. 
Pemantauan Kualitas Pendidikan: Dengan UN, pemerintah dapat lebih mudah mengukur capaian pendidikan di berbagai daerah secara lebih merata. 

Kontroversi dan Tantangan 
Meski memiliki tujuan yang jelas, rencana ini juga menghadapi banyak tantangan dan kritik, antara lain: Kembali ke Pola Lama yang Tekanan Tinggi: Salah satu alasan utama penghapusan UN adalah karena tekanan berlebih yang dialami siswa. Banyak pihak khawatir kembalinya UN akan menghidupkan kembali budaya belajar yang berorientasi pada ujian semata. Ketimpangan Pendidikan: Indonesia memiliki ketimpangan kualitas pendidikan yang cukup tinggi antar daerah. Jika UN dijadikan sebagai tolok ukur utama, daerah dengan fasilitas pendidikan yang kurang memadai akan mengalami kesulitan. 

Efektivitas Asesmen Nasional: 
Banyak kalangan menilai bahwa Asesmen Nasional lebih relevan dalam mengevaluasi pendidikan secara menyeluruh dibandingkan UN yang hanya menilai siswa secara individu. Alternatif dan Solusi Jika pemerintah tetap ingin menerapkan Ujian Nasional, diperlukan pendekatan yang lebih fleksibel agar tidak mengulang kesalahan di masa lalu. Beberapa alternatif yang dapat dipertimbangkan antara lain: Mengombinasikan UN dengan metode asesmen lain, seperti portofolio dan proyek berbasis keterampilan. Menjadikan UN sebagai bagian dari evaluasi, bukan satu-satunya penentu kelulusan. Meningkatkan kualitas pendidikan secara merata sebelum menerapkan kembali sistem ujian nasional. 
Rencana kembalinya Ujian Nasional di 2026 menjadi perdebatan yang menarik dalam dunia pendidikan Indonesia. Di satu sisi, UN dapat menjadi alat untuk menstandarisasi mutu pendidikan nasional, tetapi di sisi lain, ada risiko mengembalikan sistem yang sarat tekanan dan kurang memperhatikan kesenjangan pendidikan. Oleh karena itu, kebijakan ini perlu dikaji lebih mendalam dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kesiapan siswa, guru, dan infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.

Read More »
14 February | 0komentar

SKB 3 Menteri Tentang KBM di Bulan Ramadhan 1446H


Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang didalamnya umat islam diperintahkan untuk menunaikan ibadah puasa dan ibadah lainnya seperti tadarus Alquran, salat tarawih, bersedekah dan kajian agama. Pada saat yang sama, kegiatan pendidikan juga penting untuk tetap dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas belajar dan memenuhi capaian pembelajaran. Setelah bulan Ramadan berakhir, pada tanggal 1 Syawal umat Islam melaksanakan ibadah Idulfitri dan merayakan bersama keluarga dan masyarakat. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki tradisi mudik dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan.
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu diterbitkan surat edaran bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri, untuk umat Islam dianjurkan melaksanakan ibadah Ramadan dengan khusymk, merayakan ibadah dan tradisi hari raya Idulfitri, dan tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sebaikbaiknya.
Tanggal 26,27, dan 28 Maret serta tanggal 2,3,4,7, dan 8 April2025, merupakan libur bersama Idulfitri bagi sekolah/madrasah/ satuan pendidikan keagamaan. Selama libur ldulfitri, peserta didik diharapkan melaksanakan silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan. Kegiatan pembelajaran di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan dilaksanakan kembali pada tanggal 9 April 2025.

Read More »
10 February | 0komentar

Sensasi Tubing di Sungai Tutung Gunung, Limbasari

Menuju Start Tubing
Long weekend tanggal 25 s.d. 29 Januari 2025 ini dimanfaatkan untuk kegiatan refreshing dari kegiatan kerja seharian sebelumnya. Pada tanggal 27 Januari mencoba untuk mengarungi sungai Tutung Gunung di Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga. Wisata Tubing menguji adrenalin yang berbeda sembari menikmati jernihnya aliran sungai yang bermuara di Sungai Klawing. Keindahan dan suasana alam pedesaan di bawah kaki pegunungan Plana, semakin membuat suasana semakin sejuk. 
Perjalanan dari kota Purbalingga untuk mencapai desa ini, dapat ditempuh dengan kendaraan kecil sejauh kurang lebih 17 kilometer ke arah Utara. Berbekal menggunakan Google Map Alhamdulillah dapat sampai di des aini. Belum ada papan penunjuk menuju Desa Limbasari, namun jika anda sudah sampai di Kecamatan Bobotsari, ketika menanyakan arah desa Limbasari, pasti sudah banyak yang mengetahuinya. Jalan menuju desa ini masih sempit sehingga bus ukuran besar belum bisa mencapai.
Setelah samapai di Jembatan Pangayoman, dibimbing untuk parkir mobil di sekitar jembatan ini. 10 rombongan diberikan informasi terkait dengan keamanan dan hal lain yang diperlukan oleh ketua Tim Tubing yaitu Wahyu. Kemudian kami diangkut menggunakan mobil Pickup terbuka kelokasi start.
Tubing di Desa Limbasari, memanfaatkan arus Sungai Tutung Gunung yang jernih dan bebas dari pencemaran. Jernih karena air sungai ini merupakan bagian hulu yang aliran airnya bermuara di Sungai Klawing. Di Limbasari ini, kita bisa menikmati keindahan air terjun Patra Wisa. 
Salah satu kegiatannya adalah petualangan susur sungai dengan menggunakan ban karet perorangan yang kini dikenal dengan Tubing. Selain Tubing, Water Sliding juga bisa di lakukan di objek wisata Patra Wisa.









Read More »
28 January | 0komentar

Kota Lama Banyumas: Lebih dari Sekadar Bangunan Tua

Banyumas juga memiliki kawasan kota lama, tidak hanya di Semarang. Lokasi kota lama Banyumas berada di sekitar alun-alun Kecamatan Banyumas. Di sini terdapat bangunan yang dulu menjadi pusat pemerintahan kadipaten Banyumas, sebelum pindah ke kota Purwokerto. Selain itu ada sumur tua, museum wayang, rumah lengger, dan masjid Nur Sulaiman yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Kota Lama yang berada di belakang kompleks Kecamatan Banyumas telah selesai direvitalisasi. Kini kawasan tersebut jadi lebih hidup dan siap dijadikan destinasi wisata baru. Kawasan yang sudah dibangun itu membentang dari jalan Mruyung sampai Pungkuran. Trotoar dan jalan raya menggunakan paving block. Sangat menarik untuk didatangi apalagi di waktu malam hari. Penerangan jalan lebih banyak dan bernuansa kuning. Lebar jalan kurang lebih 5 meter, tempat orang jalan/trotoar/pedestrian sekitar 2,5- 3 meter.
Kota Lama Banyumas sendiri dulunya merupakan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas sebelum di pindah ke Kota Purwokerto. Hal ini membuat Kota Lama Banyumas memiliki sejumlah cagar budaya yang memikat, termasuk gedung balai kota, sumur tua, museum wayang, Masjid Agung Nur Sulaiman hingga Kelenteng Boen Tek Bio. Di sini, wisatawan dapat merasakan atmosfer bersejarah serta menikmati kemewahan arsitektur zaman dulu yang menawan. 
Kota Lama Banyumas juga menawarkan pengalaman bersantai bagi para wisatawan untuk berjalan-jalan maupun duduk-duduk di area pedestrian atau menikmati hidangan kuliner yang lezat di warung sekitar. Keindahan bangunan-bangunan tempo dulu juga cocok untuk dijadikan latar belakang bagi para pecinta foto. Kota Lama Banyumas benar-benar memikat dengan nuansa kuno yang cantik. Suasana di tempat wisata ini menggambarkan di era 1930-an. 
Tata ruang kota yang tertata dengan rapi, terutama penggunaan paving block juga menambah kesan klasik dari tempat wisata ini.
Warga sekitar pun berinovatif misalkan dengan adanya layanan jasa foto seharga 10 ribu rupiah untuk 3 foto, dan persewaan sepeda serta scooter listrik yang bisa digunakan untuk menjelajahi Kota Lama jika tidak ingin berjalan kaki. Ini membuat Kota Lama jadi lebih menyenangkan untuk didatangi. 
Menjelajahi Kota Lama saat sore hari, ketika cahaya masih terang dan suasana tidak terlalu ramai sangat menarik. Akses untuk menjangkau ke Kota Lama Banyumas sangat mudah, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi lain. Selain itu, tempat wisata ini juga dapat dikunjungi kapan saja sehingga para pengunjung dapat merasakan berbagai suasana kota ini. Meskipun begitu, suasana sore hingga malam hari masih menjadi waktu yang paling direkomendasikan untuk menikmati keindahan tempat wisata ini. 
Tentu ada masukan untuk pengelola kota ini untuk lebih menertibkan parkir mobil yang kadang tidak mengindahkan rambu-rambu, di larang parkir disepanjang jalan ini. Tetapi masih ada yang memarkir kendaraannya (mobil). dan para pengendara motor yang melaju dengan kencang bahkan ketika melewati perempatan Jl. Mruyung anak-anak muda cenderung menggunakan kendaraan bermotor yang berknalpot brong melaju bergerombol sangat sedikit mengganggu.

Read More »
28 January | 0komentar

Ketika Perdamaian Lebih Utama dari Kemenangan Sekejap

Mengutip buku Islam Konsepsi dan Sejarahnya karya Syed Mahmudunnasir yang diterjemahkan oleh Adang Affandi, pada tahun 6 H, Nabi bersama dengan kaum muslim melakukan perjalanan ke Makkah. Untuk menghilangkan prasangka kaum Quraisy kalau tujuan mereka disalahpahami, Nabi melarang kaum muslimin membawa senjata kecuali pedang untuk menyembelih hewan korban yang mereka bawa. Di samping itu, kaum muslimin hanya diperkenankan memakai baju ihram. 
Berita tentang perjalanan Nabi dan kaum muslimin untuk umrah sampai ke telinga petinggi Quraisy. Namun, mereka curiga kalau ini hanya taktik belaka untuk menembus Kota Makkah. Oleh karena itu, para pemuka Quraisy tetap teguh pada pendiriannya. Apa pun alasan yang disampaikan oleh Nabi dan rombongannya, mereka tetap dilarang memasuki Kota Makkah. Sehingga pemuka Quraisy menyiapkan pasukannya untuk menghaluskan Nabi di bawah Panglima Khalid ibnu Walid. Sementara itu, rombongan dari Madinah yang dipimpin Rasulullah SAW telah tiba di daerah Usfan. 
Nabi bertemu dengan seseorang dari suku Ka'ab dan berhasil memperoleh informasi bahwa kaum Quraisy juga telah bergerak menuju suatu daerah Kiral Gharim dan bersumpah Nabi beserta pengikutnya tidak bisa masuk Makkah. Rasulullah SAW mengalihkan rute perjalanan untuk menghindari bentrokan, dengan memilih jalur yang sulit dan berat di antara celah-celah gunung. Ketika mencapai ujung Hudaibiyah, kaum muslim mengeluhkan rasa haus kepada Rasulullah SAW. Beliau kemudian memerintahkan untuk menancapkan sebuah panah ke dalam kolam, dan air pun memancar deras. 
Kaum muslimin pun puas menikmati air tersebut. Kaum Quraisy memutuskan untuk menyusup ke tengah barisan kaum muslim pada malam hari dan memprovokasi terjadinya peperangan. Namun, Muhammad bin Maslamah, sang komandan, berhasil menangkap mereka semua. Rasulullah SAW, yang sejak awal menginginkan perdamaian, memaafkan dan membebaskan mereka semua.
Isi Perjanjian Hudaibiyah Mengutip buku Sejarah Hidup Muhammad karya Muhammad Husain Haekal yang diterjemahkan oleh Ali Audah, ada beberapa poin yang berhasil disepakati tanpa amandemen oleh Nabi Muhammad SAW. 
Berikut ini isi dari Perjanjian Hudaibiyah: 
  1. Untuk tahun ini Muhammad dan rombongannya harus kembali ke Madinah, mengurungkan niatnya untuk berumrah, dan dipersilahkan kembali pada tahun berikutnya. 
  2. Untuk tahun depan, Muhammad dan rombongannya diperkenalkan memasuki Kota Makkah tapi hanya selama tiga hari. Peralatan yang boleh dibawa hanyalah pedang tersarung dan tidak dibenarkan membawa senjata jenis lain. 
  3. Siapa pun dari suku-suku Arab yang ingin bersekutu dengan Muhammad atau dengan pihak Quraisy harus diizinkan. 
  4. Warga Quraisy yang menyeberang dan ingin bergabung ke Madinah tanpa izin walinya harus dikembalikan. Sebaliknya, jika warga Muslim di Madinah ingin kembali ke Makkah, mereka harus diizinkan. 
  5. Gencatan senjata antara pihak Quraisy dan kaum Muslim disepakati untuk berlangsung selama 10 tahun.
Mengutip buku Shahih Sirah Nabawiyah karya Akram Dhiya' Al-Umuri, sebagian besar sahabat Rasulullah SAW dan kaum muslim lain menganggap Perjanjian Hudaibiyah merugikan pihak mereka dan membuat kaum muslim marah. Namun, hasil dari Perjanjian Hudaibiyah baru terlihat setelah bertahun-tahun berlalu. Pada awal-awal kenabian, Rasulullah SAW berdakwah secara diam-diam dan butuh beberapa tahun lamanya untuk mengajak kaum kafir memeluk agama Islam. 
Baru setelah Perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah SAW melakukan dakwah terang-terangan. Nabi semakin meningkatkan gerak dakwahnya, tidak hanya di Madinah tapi juga di sekitaran Makkah. Klimaks dari keberhasilan Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada tahun 8 H, ketika Kota Makkah terbuka. Dengan kekuatan 10.000 orang, kaum muslim berhasil menembus benteng utama kaum Quraisy tanpa perlawanan. Jadi dapat dipahami jika sebenarnya poin-poin yang ada di dalam Perjanjian Hudaibiyah lebih menguntungkan kaum muslimin

Read More »
25 January | 0komentar

Analisa Harga Satuan Pekerjaan dan Manfaat RAB

Dalam industri konstruksi, Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan dua elemen penting yang memainkan peran krusial dalam perencanaan, pengawasan, dan pengendalian biaya suatu proyek. AHSP dan RAB membantu memastikan bahwa proyek konstruksi dapat dilaksanakan secara efisien, sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan, serta memberikan panduan yang jelas bagi seluruh tim proyek. Artikel ini akan menguraikan secara mendalam tentang AHSP, RAB, serta pentingnya keduanya dalam manajemen proyek konstruksi.
AHSP adalah proses identifikasi, perhitungan, dan penentuan harga untuk setiap unit pekerjaan yang akan dilakukan dalam suatu proyek konstruksi. Tujuan utamanya adalah untuk menentukan harga yang realistis dan akurat untuk setiap item pekerjaan, termasuk bahan, tenaga kerja, peralatan, dan biaya overhead lainnya. AHSP membantu dalam menyusun anggaran proyek yang komprehensif serta memberikan landasan yang kuat untuk penawaran, kontrak, dan pemantauan biaya selama pelaksanaan proyek.

Komponen RAB 
1. Biaya Langsung 
Merupakan biaya yang secara langsung terkait dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi, seperti bahan, tenaga kerja, dan peralatan. 
2. Biaya Tidak Langsung 
Merupakan biaya tambahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek, seperti biaya overhead, biaya administrasi, dan keuntungan. 
3. Cadangan (Contingency) 
Merupakan alokasi tambahan untuk mengantisipasi risiko dan ketidakpastian yang mungkin terjadi selama pelaksanaan proyek. Cadangan biasanya disediakan sebagai persentase tertentu dari total biaya proyek. 

Manfaat RAB 
1. Pengendalian Biaya 
RAB membantu dalam mengendalikan biaya selama pelaksanaan proyek dengan memberikan perkiraan biaya yang jelas dan terperinci. 
2. Perencanaan Anggaran 
RAB memungkinkan perencanaan anggaran yang lebih baik dengan mengidentifikasi dan menetapkan biaya-biaya yang diperlukan sebelumnya. 
3. Penyusunan Jadwal 
RAB memberikan informasi tentang alokasi waktu dan sumber daya yang diperlukan untuk setiap pekerjaan, yang membantu dalam menyusun jadwal proyek yang realistis. 
4. Dasar Negosiasi 
RAB dapat digunakan sebagai dasar untuk negosiasi kontrak dengan pihak ketiga, termasuk kontraktor dan pemasok. 

 Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah dua alat yang penting dalam manajemen biaya proyek konstruksi. AHSP membantu dalam menentukan harga satuan yang akurat untuk setiap item pekerjaan, sedangkan RAB menyajikan perkiraan biaya total proyek berdasarkan hasil AHSP. Kedua dokumen ini menjadi dasar penting dalam perencanaan, pengawasan, dan pengendalian biaya selama seluruh siklus proyek konstruksi. Dengan menggunakan AHSP dan RAB secara efektif, pemangku kepentingan proyek dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan memastikan keberhasilan proyek sesuai dengan anggaran dan jadwal yang telah ditetapkan.

Read More »
19 January | 0komentar

Project EBK Semester Genap 2025

Perhatikan tugas Mapel Konsentrasi Keahlian pada Elemen EBK (estimasi biaya konstruksi), membuat Rencana Anggaran Biaya. Tugas dengan mengakses website pada URL (alamat), http://www.sarastiana..com. 

 Langkah-langkah: 
  1. Ketik Url : https://sarastiana.com pada Google Chrome,Mozilla FireFox dsb. 
  2. Materi EBK dapat diakses di : https://www.sarastiana.com/search?q=ebk 
  3. Unduh Lembar kerja di https://tinyurl.com/mr9e3k3f 
  4. Unduh Gambar Kerja pembangunan rumah https://bit.ly/4hnoIW2
  5. Unduh File RAB dalam bentuk Excel : https://bit.ly/40kSSTc



Lebih Lanjut pada Lembar Kerja yang dapat didownload di SINI.

Spesifikasi Bahan:
Sloof 15x20
Balok Latay 11x15
Ringbalk 15x15
Kolom 15x15
Dinding Batu Bata 1/2 batu
Kusen 6/15 Kayu Kruing
Kuda-Kuda ky Bengkirai 8/12
Gording ky Bengkirai 8/12
Cat tembok sekelas Decolith
Cat kayu sekelas Avian
Lantai Keramik 40x40 sekelas Asia Tile
Plafon Gypsum
Rangka plafon ky 6x6
Usuk ky tahun 6x6
Reng ky thn 2/3
Dll yg blm terdaftar bs ditentukan sendiri


 

Read More »
19 January | 0komentar

Peran Orang Tua, Pendidik dan Satuan Pendidikan dalam 7 Kebiasaan Anak Hebat


Read More »
13 January | 0komentar

Peran Pendidik dalam Kebiasaan Makan Sehat dan Bergizi


Pendidik perlu membimbing peserta didik agar terbiasa makan makanan sehat dan bergizi untuk memastikan tumbuh kembangnya optimal dan menumbuhkembangkan pola makan yang baik hingga dewasa. Beberapa cara yang dapat dilakukan pendidik antara lain: 
  1. Pendidik dapat memberikan contoh baik makan makanan sehat dan bergizi dalam kesehariannya di satuan pendidikan, sehingga dapat ditiru oleh peserta didik.
  2. Pendidik dapat mengajarkan secara lebih mendalam tentang nutrisi, metabolisme, cara tubuh memproses makanan sehat dan kebutuhan nutrisi, dampak konsumsi gula berlebih, makanan cepat saji, dan makanan olahan pada kesehatan, seperti obesitas, diabetes, dan dampak pada konsentrasi belajar. 
  3. Pendidik dapat mengajarkan cara membaca label nutrisi pada kemasan makanan sehingga peserta didik dapat lebih cerdas dalam memilih makanan yang rendah gula, rendah lemak jenuh, dan kaya serat atau protein. 
  4. Pendidik dapat mengadakan kegiatan memasak sederhana, seperti membuat salad atau makanan ringan sehat yang mudah diikuti peserta didik. Keterlibatan langsung dapat membuat lebih tertarik pada makanan sehat. 
  5.  Pendidik dapat membuat kompetisi memasak sehat antar peserta didik dan diminta untuk berkreasi dengan bahan-bahan sehat. Kegiatan ini dapat menumbuhkan kreativitas dan ketertarikan pada makanan bergizi. 
  6. Pendidik dapat menjelaskan bahwa makanan sehat dapat meningkatkan konsentrasi, energi, dan daya ingat, yang berpengaruh positif pada prestasi akademik. Selain itu, dibahas tentang hubungan antara makanan dan kesehatan mental, seperti pengaruh gula berlebih pada suasana hati (mood) dan tingkat kecemasan. Hal ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi peserta didik untuk memahami pentingnya memilih makanan sehat mengubah pola makan.
  7. Pendidik dapat mengajak peserta didik untuk mengikuti kampanye makan sehat melalui media sosial, dengan konten seperti fakta nutrisi, resep sederhana, atau tantangan mengunggah foto bekal sehat. Hal ini dapat membuat edukasi lebih menarik dan relevan. Buat atau tunjukkan video dan infografis singkat yang informatif tentang nutrisi dan dampak makanan sehat pada tubuh. Visual seperti ini sering kali lebih menarik bagi remaja. 
  8. Pendidik dapat memberikan panduan kepada orang tua tentang cara menyediakan makanan sehat di rumah dan pentingnya dukungan dari rumah, menghimbau kepada orang tua untuk mendukung gerakan makan sehat dan bergizi dengan memberikan sarapan pagi dan membawakan bekal makanan ke satuan pendidikan.
  9. Pendidik dapat meminta peserta didik membuat proyek kelompok tentang menu makanan sehat atau rencana makanan selama seminggu. Proyek ini dapat disertai dengan penjelasan nutrisi dan manfaat setiap makanan yang dipilih. Berikan tugas penelitian sederhana bagi peserta didik tentang manfaat kesehatan yang dirasakan setelah menerapkan pola makan sehat. Peserta didik dapat melaporkan hasilnya dalam bentuk esai atau presentasi. 
  10. Pendidik perlu memberikan penghargaan untuk kebiasaan makan sehat dan bergizi yang dilakukan peserta didik, seperti memberi penghargaan berupa stiker atau pujian ketika peserta didik membawa bekal sehat atau makan makanan sehat dan bergizi di kelas

Read More »
13 January | 0komentar