Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Menata Ulang Arah di Tengah Lelah Titik Lelah yang Menjauhkan

Dalam perjalanan panjang pendidikan di Indonesia, guru sering kali merasa seperti berjalan di dalam labirin administratif yang tak berujung. Tuntutan kurikulum yang terus berganti, beban dokumen yang menumpuk, hingga ekspektasi sosial yang berat, kerap kali menjadi beban yang melelahkan.
Tanpa disadari, rutinitas ini justru perlahan menjauhkan kita dari alasan paling dasar mengapa kita dulu memilih untuk mendidik: Cinta kepada ilmu dan kasih sayang kepada murid.

Menata Ulang Arah: Bukan Sekadar Mengajar, Tapi Mendidik
Lelah itu manusiawi, namun terjebak dalam kelelahan yang mematikan idealisme adalah sebuah kerugian. Saat ini adalah momentum yang tepat bagi kita untuk berhenti sejenak dan melakukan "refleksi radikal".
Menata ulang arah bukan berarti mengganti tujuan, melainkan membersihkan jalan yang tertutup semak belukar birokrasi. Kita perlu bertanya kembali pada hati kecil kita: Apakah hari ini saya sudah benar-benar menyentuh jiwa murid saya, atau hanya sekadar menggugurkan kewajiban di depan kelas?

Menemukan Kembali Kedaulatan dan Kebermaknaan
Seorang guru yang berdaulat adalah guru yang tidak membiarkan dirinya didikte sepenuhnya oleh keadaan. Kedaulatan guru lahir ketika kita: Memiliki Otoritas di Kelas: Menjadikan ruang kelas sebagai taman belajar yang merdeka, bukan penjara hafalan. Menemukan Pengharapan: Percaya bahwa sekecil apa pun ilmu yang kita tanam, ia akan tumbuh menjadi pohon kebaikan di masa depan. Merasakan Kebermaknaan: Menyadari bahwa senyum keberhasilan seorang murid adalah "gaji" yang tidak bisa dinilai dengan angka.

Kembali ke Marwah Pendidik
Mari kita ambil kembali kedaulatan kita. Mari kita tata kembali arah kompas pendidikan kita menuju kebermaknaan. Guru yang hebat bukan ia yang mampu menyelesaikan semua laporan tepat waktu dengan sempurna, melainkan ia yang tetap mampu menyalakan api harapan di mata murid-muridnya, meskipun ia sendiri sedang berjalan di tengah tuntutan yang melelahkan. Sebab, di tangan guru yang berdaulat, masa depan bangsa ini diletakkan.

Read More »
25 January | 0komentar

Eduwisata Kampung Gagot, Banjarnegara


Dari riset yang dilakukan oleh anak saya yang ada di SMAIT IF Mungkid Magelang. Melakukan riset bersama temannya di Kampung Gagot. lengkapnya di Dusun Gagot, RT.01/RW.05, Tinembang, Kutawuluh, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah 53472

Read More »
24 January | 0komentar

Menyusun Analisis Analisa Harga Satuan Pekerjaan


Menyusun Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) adalah tahapan paling krusial dalam pembuatan RAB. Sebagai guru SMK DPIB, Bapak tentu tahu bahwa jika AHSP salah, maka seluruh nilai RAB akan meleset.Secara teknis, AHSP di Indonesia saat ini mengacu pada Permen PUPR No. 1 Tahun 2022. 

Berikut adalah langkah-langkah sistematis menyusun AHSP :

1. Identifikasi Item Pekerjaan
Sebelum menghitung, tentukan item pekerjaan yang akan dibuat analisanya. Contoh: Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Merah (per 1 m2).Satuan: Pastikan satuan volume sesuai standar (misal: m1, m2, m3, kg, atau ls).

2. Tentukan Komponen Dasar (Input Data)
AHSP terdiri dari tiga komponen biaya utama yang harus dikumpulkan datanya:
  • Harga Satuan Upah: Upah pekerja, tukang, kepala tukang, dan mandor (berdasarkan Standar Harga Satuan Regional/SHSR).
  • Harga Satuan Bahan: Harga material di lokasi pekerjaan (harga pasar atau harga standar pemda).
  • Harga Satuan Alat: Biaya sewa atau penyusutan alat yang digunakan (jika menggunakan alat berat/khusus).

3. Tentukan Koefisien (Analisa Teknis)
Koefisien adalah angka indeks yang menunjukkan kebutuhan sumber daya untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan.
Sumber Data: Gunakan tabel koefisien SNI (Permen PUPR). Contoh Koefisien 1 m2 Pasangan Bata (1:4) dibutuhkan :
  • Bata Merah: 70 buah
  • Semen: 11,5 kg
  • Pasir Pasang: 0,043 m3
  • Pekerja: 0,300 OH
  • Tukang: 0,100 OH

4. Perhitungan Biaya Tiap Komponen
Gunakan rumus dasar:

Total Biaya Komponen = Koefisien x Harga Satuan

Hitung Sub-Total A (Tenaga Kerja): Penjumlahan semua (Koefisien Tenaga x Upah).
Hitung Sub-Total B (Bahan): Penjumlahan semua (Koefisien Bahan x Harga Bahan).
Hitung Sub-Total C (Peralatan): Penjumlahan semua (Koefisien Alat x Harga Alat).

5. Menghitung Biaya Langsung (Hard Cost)
Jumlahkan ketiga sub-total tersebut:

Biaya Langsung = Sub-Total A + Sub-Total B + Sub-Total C

6. Menghitung Biaya Tidak Langsung (Overhead & Profit)Sesuai aturan pemerintah (Permen PUPR), biaya umum (overhead) dan keuntungan kontraktor biasanya dipatok maksimal 10% hingga 15% dari biaya langsung.Rumus: 

Overhead/Profit = 10% Biaya Langsung

7. Harga Satuan Pekerjaan (HSP) Final
Langkah terakhir adalah menjumlahkan Biaya Langsung dengan Overhead/Profit.

HSP Final = Biaya Langsung + Overhead/Profit

Tips untuk Pengajaran di Kelas XII DPIB:
Gunakan Link Cell di Excel: Ingatkan siswa untuk tidak mengetik angka harga secara manual di tabel AHSP. 
Gunakan rumus =Link ke tabel "Daftar Harga Satuan Dasar" agar saat harga semen naik, seluruh AHSP dan RAB berubah otomatis.
Logika Koefisien: Jelaskan bahwa koefisien didapat dari penelitian produktivitas. Semakin besar koefisien tenaga, artinya pekerjaan tersebut semakin sulit atau lambat dikerjakan.
Pembulatan: Biasanya dalam AHSP, hasil akhir dibulatkan ke dua angka di belakang koma (rupiah terdekat).

Read More »
14 January | 0komentar

Langkah-Langkah Membuat Kurva S

Secara teknis, Kurva S adalah grafik yang menggambarkan hubungan antara persentase kumulatif biaya atau bobot pekerjaan dengan waktu pelaksanaan proyek.Mengapa Berbentuk "S"?Kurva ini biasanya landai di awal (persiapan), curam di tengah (masa produktif konstruksi), dan kembali melandai di akhir (finishing). Jika kurva kamu berbentuk garis lurus atau patah-patah ekstrem, sebaiknya cek kembali distribusi jadwalmu.
Berikut adalah langkah-langkah sistematis untuk menyusunnya:
1. Siapkan Daftar Pekerjaan (WBS) Langkah awal adalah menyusun Work Breakdown Structure (WBS) atau daftar uraian pekerjaan secara berurutan, mulai dari pekerjaan persiapan hingga pembersihan akhir. Ambil data ini dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah dibuat.



2. Menghitung Bobot Setiap PekerjaanBobot adalah persentase pengaruh satu jenis pekerjaan terhadap total biaya proyek. Rumusnya sederhana:



Catatan: Pastikan jika semua bobot dijumlahkan, hasilnya harus tepat 100%.

3. Tentukan Durasi dan Jadwal (Bar Chart)Tentukan berapa lama setiap pekerjaan akan diselesaikan (hari atau minggu). Gambarkan dalam bentuk diagram batang (Bar Chart) untuk melihat kapan suatu pekerjaan dimulai dan berakhir.

4. Distribusi Bobot per Satuan WaktuBagi nilai bobot pekerjaan (langkah 2) dengan durasi pekerjaannya (langkah 3). Masukkan nilai tersebut ke dalam kolom-kolom waktu pelaksanaan.

Contoh: Jika pekerjaan pondasi punya bobot 10% dan dikerjakan dalam 2 minggu, maka setiap minggunya pekerjaan tersebut menyumbang 5%.


5. Hitung Persentase Kumulatif
Ini adalah langkah paling krusial:
Persentase Mingguan: Jumlahkan semua bobot pekerjaan yang ada dalam satu kolom minggu yang sama.
Persentase Kumulatif: Tambahkan persentase minggu berjalan dengan total persentase minggu sebelumnya. Angka di minggu terakhir harus mencapai 100%.

6. Plotting dan Menggambar Kurva S
Setelah mendapatkan angka kumulatif setiap periodenya:Buat titik-titik koordinat pada grafik (Sumbu X untuk waktu, Sumbu Y untuk persentase kumulatif 0-100%).Hubungkan titik-titik tersebut hingga membentuk garis lengkung menyerupai huruf S.

Read More »
13 January | 0komentar

Tentang-Kurva-S

1. Pendahuluan
Dalam sebuah proyek konstruksi, perencanaan yang matang tidak hanya berhenti pada angka biaya (RAB). Masalah klasik di lapangan adalah proyek yang selesai terlambat atau biaya yang membengkak karena manajemen waktu yang buruk.Kurva S (disebut juga Warren-Alpen Chart) adalah sebuah grafik yang dikembangkan untuk menunjukkan hubungan antara persentase (%) kumulatif biaya atau bobot pekerjaan dengan waktu pelaksanaan. Disebut Kurva S karena bentuk akumulasi biaya dari awal hingga akhir proyek biasanya membentuk huruf "S": lambat di awal, cepat di tengah, dan melambat kembali di tahap finishing.

2. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:
  1. Memahami korelasi antara Item Pekerjaan, Harga Satuan, dan Durasi Waktu.
  2. Menghitung Bobot Persentase (%) setiap item pekerjaan berdasarkan RAB.
  3. Mendistribusikan bobot pekerjaan ke dalam durasi waktu (mingguan/bulanan).
  4. Menggambar Kurva S menggunakan bantuan perangkat lunak (MS Excel) secara akurat.
  5. Menganalisis kemajuan proyek (apakah terjadi percepatan atau keterlambatan).

3. Materi Inti: Komponen Kurva S
Untuk membuat Kurva S yang valid, siswa harus menyiapkan data-data berikut:
  • Daftar Rekapitulasi RAB: Total biaya tiap divisi pekerjaan.
  • Harga Total Proyek: Sebagai pembagi untuk mencari bobot.
  • Time Schedule (Bar Chart): Rencana durasi pelaksanaan (kapan pekerjaan dimulai dan selesai).


4. Tahapan Penyusunan Kurva S (Langkah Kerja)
Berikut adalah langkah-langkah sistematis penyusunan di dalam spreadsheet:
  • Persiapan Tabel: Buat tabel yang terdiri dari Kolom No, Uraian Pekerjaan, Harga Pekerjaan, Bobot (%), dan kolom Waktu (Minggu 1, Minggu 2, dst).Menghitung Bobot: 
  • Hitung bobot setiap item pekerjaan menggunakan rumus di atas. Pastikan total akumulasi bobot di akhir adalah 100%.
  • Menentukan Durasi: Tentukan berapa lama sebuah item pekerjaan dilakukan (misal: Pekerjaan Pondasi memakan waktu 2 minggu, dilakukan pada minggu ke-2 dan ke-3).
  • Distribusi Bobot: Bagilah nilai bobot pekerjaan secara merata ke dalam durasi waktu yang telah ditentukan. Contoh: Bobot Pekerjaan Atap adalah 10% dengan durasi 2 minggu. Maka pada kolom Minggu ke-X diisi 5% dan Minggu ke-Y diisi 5%.
  • Menghitung Jumlah Mingguan: Jumlahkan semua bobot yang ada pada kolom minggu yang sama (penjumlahan vertikal).
  • Menghitung Kumulatif: Jumlahkan hasil mingguan secara berantai (penjumlahan horizontal/akumulatif) hingga mencapai angka 100 di minggu terakhir.
  • Plotting Grafik: Blok baris kumulatif, lalu gunakan fitur Insert Chart (Line Chart) untuk membentuk grafik Kurva S.

5. Analisis Kurva S (Logika Konstruksi)
Sebagai calon teknisi DPIB, siswa harus memahami bentuk kurva:
  • Awal Proyek (Landai): Tahap persiapan, mobilisasi alat, dan pembersihan lahan. Biaya yang keluar belum terlalu besar.
  • Tengah Proyek (Curam): Tahap struktur (beton, dinding, atap). Biaya sangat besar karena banyak material dan tenaga kerja yang terlibat secara simultan.
  • Akhir Proyek (Landai Kembali): Tahap finishing dan perapihan (cat, pembersihan). Pekerjaan mendetail tapi nilai biayanya tidak sebesar tahap struktur.

6. Tips Praktis untuk Siswa SMK
  • Sinkronisasi dengan Gambar: Durasi harus logis. Jangan menjadwalkan pemasangan keramik sebelum pekerjaan plesteran dinding selesai.
  • Ketelitian Data: Satu angka salah di RAB akan merusak seluruh bentuk Kurva S.
  • Gunakan Formula Excel: Manfaatkan fungsi SUM agar jika ada perubahan harga di RAB, Kurva S akan terupdate secara otomatis.

Read More »
12 January | 0komentar

Tugas Project Menyusun Kurva S


Buatkan kurva S dari Gambar di bawah ini (pilih salah satu)
1. Gambar A

Langkah-langkah tugas:
1. Pilih Gambar diatas (Gambar A s.d. Gambar C) pilih salah 1 (download)
2. Buat RAB-nya
3. Buatkan perencanaan Waktu Pelaksanaan (Kurva S)
Kumpulkan Tugas dalam bentuk Link di Bawah ini:

Link Pengumpulan Tugas
Link Materi :
1. Tentang Kurva S
2. Langkah Menyusun Kurva S
3. Unsur-Unsur Pengelolaan Proyek
4. Teknik Perencanaan Gedung 

Read More »
12 January | 0komentar