Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Koneksi Antar Materi - Modul 3.2

Sumber Daya Budaya

Pada koneksi antar materi di Modul 3.2, membuat koneksi materi dari modul-modul sebelumnya dan diminta kesimpulan. Pada koneksi antar materi di modul ini dipandu dengan pertanyaan-pertanyaan sebgai berikut: 


Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan 'Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya' dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah!

Sumber daya sebagai suatu komunitas sekolah adalah suatu kesatuan yang tidak bisa berdiri sendiri. Dalam pengelolaan sumber daya oleh Pemimpin Pembelajaran dalam pemanfaatan pada aset-aset sekolah yang dimiliki dikelola dengan baik oleh seorang pemimpin pembelajaran. Pemanfaatan sumber daya yang ada di sekolah menjadi modal utama dalam membangun kekuatan atau potensi dalam ruang lingkup warga sekolah, lingkungan dan masyarakat, yang bermuara pada kebermanfaatan bagi peserta didik. Sebagai sebuah ekosistem di sekolah sumber daya yang ada saling berhubungan/ interaksi atau hubungan timbal balik atau saling ketergantungan antara komponen dalam ekosistem, yaitu dalam hal ini adalah komponen biotik yaitu unsur yang hidup dan komponen abiotik, yaitu unsur yang tidak hidup dalam sebuah lingkungan. Faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup) ini saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling memengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya, seperti hubungan antara Murid, Kepala Sekolah, Guru, Staf/Tenaga Kependidikan, Pengawas Sekolah, Orang Tua dan Masyarakat sekitar sekolah. Sedangkan faktor abiotik yang juga berperan aktif dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran di antaranya adalah: Keuangan dan Sarana dan prasarana termasuk media pembelajaran dan sarana teknologi informasi.
Aset Manusia dan Lingkungan

Melalui pemetaan kekuatan atau potensi sumber daya yang ada di sekolah, sebagai pemimpin pembelajaran harus dapat mengimpelementasikan kekuatan tersebut melalui konsep 7 modal utama yang terdapat di sekolah, yakni 1. Modal Manusia, 2. Modal Fisik, 3. Modal Sosial, 4. Modal Finansial, 5. Modal Politik, 6. Modal Lingkungan/ Alam, 7. Modal Agama dan budaya. Pengelolaan 7 oleh pemimpin pembelajaran menjadi modal utama sebagai kekuatan sekolah. Pemimpin pembelajaran juga harus dapat memanfaatkan pendekatan berfikir dalam pengelolaan asset, diantaranya Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking) akan melihat dengan cara pandang negatif. memusatkan perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak bekerja, dan pendekatan berbasis aset (Asset-Based Thinking) adalah memusatkan pikiran pada kekuatan positif, pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.


Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.

Pengelolaan sumber daya yang tepat dan dapat mendorong pada proses pembelajaran dikelas menjadi lebih berkualitas merupakan bagian dari pengelolaan sumber daya yang ada di sekolah. Contoh : guru sebagai salah satu modal tentu akan berkorelasi langsung pada peningkatan PBM yang berkualitas jika sekolah mempunyai jadwal bagi guru-guru untuk mengembangkan kompetensinya melalui diklat. Dengan terupgradenya pengetahuan guru menyesuaikan dengan perkembangan kekinian pada materi sesuai dengan bidangnya tentu akan tertranfer knowledge tersebut pada siswa. Pengelolaan modal lingkungan dipadu dengan modal fisik akan berkorelasi dengan peningkatan proses KBM. Lingkungan sekolah yang kondusif dari segi sosial maupun politik akan menciptakan proses belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) yang dapat menitikberatkan pada kemampuan, pengalaman, pengetahuan, dan hasrat yang dimiliki oleh anggota komunitas, yang dijadikan sebagai kekuatan untuk maju dan berkembang. Sehingga sekolah dalam memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mendorong pada proses pembelajaran dikelas menjadi lebih berkualitas, maka sekolah dapat menerapkan model pengembangan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA), yaitu 7 modol/aset utama ini merupakan salah satu alat yang dapat membantu menemukenali sumber daya yang menjadi aset sekolah dan ketujuh aset ini dapat saling beririsan satu sama lain, dan contoh 7 Modal Utama, antara lain : Modal Manusia Modal manusia tersebut terdiri dari kepala sekolah, pengawas, guru, orag tua, dan murid serta ketenaga kependidikan seperti tata usaha, penjaga sekolah. Dengan mengelolaan modal ini melalui pengembangan kompetensi sebagai contoh pada dalam satu sekolah terdapat guru selalu yang selalui mengupgrade pengetahuan melalui diklat atau media yang lainnya. Terdapat tranfer pengetahuan kekinian terhadap siswa. Menggali potensi dalam bidang akademik untuk mengikuti perlombaan. Modal Sosial Pemanfaatan modal sosial dalam hal ini dapat melalui kerjasama dengan MGMP tingkat sekolah maupun MGMP antar sekolah untuk meningkatkan kompetensi sekolah. Kerjasama dengan Puskesmas untuk meningkatkan mutu kesehatan di sekolah
Modal Fisik Modal fisik yang terdapat disekolah adalah bangunan dan sarana prasarana yang dapat dimanfaatkkan sesuai dengan bentuk dan pemanfaatanya, misalnya laboratorium komputer dapat dimanfaatkan untuk belajar mengenai TIK dll. Modal Lingkungan/Alam Lingkungan / alam yang ada disekitar sekolah merupakan modal yang sangat berharga untuk menciptakan pembelajaran yang menyenagkan, seperti memanfaatkan lingkungan menjadi area apotik hidup dan dapat dimanfaatkan untuk belajar tentang obat dan pemanfaatanya. Modal Financial Modal finansial menjadi sangat perlu dipertimbangkan, karena untuk mewujdukan pembelajaran yang berkualitas perlunya adanya perencanaan yang matang, seperti pembuatan rencana kerja yang diimbangi dengan rencana anggaran biayanya yang mendukung untuk keberlangsungan proses pembelajaran manjadi lebih berkulitas. Modal Politik Dalam modal politik ini merupakan kerjasama dengan pihak luar, seperti dukungan dari Kodim Purbalingga terhadap program kedisiplinan dengan mendukung program kegiatan Pendidikan berkarakter. Kerjasama dengan Polsek berkaitan dengan budaya lalulintas. Bekerjasama MOU dengan Indusri pasangan. Modal Agama dan Budaya Modal Agama dan Budaya untuk membantu proses pembelajaran menjadi lebih berkualitas yakni, dengan adanya warga sekolah dan lingkungan religius, adanya tokoh agama baik dari lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar, dan terlibat aktif dalam komunitas keagamaan dan budaya daerah setempat. Misalnya menyelenggarakan program sekolah yang menunjang peningkatan budaya positif berupa budaya industri dan pendidikan karakter, dan menyelenggearakan kegiatan keagamaan dengan melibatkan tokoh agama disekitarnya.

Aset Budaya Displin

Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak.






Keterkaitan modul 3.2 dengan modul 1.1 yaitu Nilai Filosofi Ki Hadjar Dewantara 
Ki Hajar Dewantara melalui filosiofinya yang mengungkapkan bahwa tujuan pendidikan,bahwa pendidikan merupakan kegiatan menuntun segala kekuatan kodrat yang pada anak-anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setingi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Pemanfaatan asset kekuatan guru dan siswa sehingga guru sebagai pemimpin pembelajaran harus dapat melakukan proses pembelajaran yang menyenangkan, dan berpihak pada murid, karena murid bukanlah kertas kosong, namun setiap murid memilki potensi yang berbeda-beda, dan tugas kita sebagai guru hanya menuntun dan menebalkan potensi yang sudah mereka miliki. 



Nilai dan Peran Guru Penggerak 
Guru sebagai pendidik merupakan bagian dari 7 modal utama, yaitu sebagai modal manusia, dalam hal ini guru sebegai pemimpin pembelajaran nilai dan peran yang sagat penting dalam proses belajar dikelasnya, sehingga ilai-nilai mandiri, kolaboratif, reflektif, inovatif dan berpihak pada murid harus dijadikan landasan dalam terciptanya pebelajar yang sesuai dengan profil pelajar pancasila. Dan guru juga harus dapat berperan dalam membangun sinergi dilingkungan sekolah sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, serta mewujudkan kepemimpinan murid, dengan nilai dan peran guru secara aktif, maka akan menciptakan generasi unggu dengan memanfaatan modal utama untuk menggali potensi murid-muridnya.
 
Visi Guru Penggerak 
Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus memilki Visi guru penggerak yang berbasis IA (Inkuiri Apresiatif) melalui alur BAGJA. Pada konsep terebut dapat juga digunakan sebagai pengelolaan sumber daya yang ada disekolah. Bahwa Inkuiri Apresiatif adalah suatu filosofi, landasan berpikir, yang berfokus pada upaya kolaboratif menemukan hal positif dalam diri seseorang, organisasi, dan dunia sekitarnya, baik dari masa lalu, masa kini, maupun masa depan.
Budaya Positif
Sebagai salah satu asset bentuk kekuatan, Budaya positif dilingkungan sekolah merupakan budaya yang mendukung segala bentuk perkembangan murid, 

Murid dan guru peraih juara sebagai Aset
dengan tujuan memanusikan manusia dengan menerapkan disiplin positif, motivasi perilaku manusia (hukuman dan penghargaan), posisi kontrol restitusi, keyakinan sekolah/kelas, sehingga akan menghasilkan out put dari peserta didik yang memilki karakter kuat dimasa depan. Misalnya dengan melakukan resitusi akan menciptakan peserta didik yang memilki karakter positif dimasa depannya.


 Pembelajaran Diferensiasi


Pembelajaran berdiferensiasi adalah sebuah cara dalam pembelajaran yang sangat berpihak kepada siswa, sesuai dengan kesiapan belajar siswa dan profil belajar siswa yang berbeda sesuai dengan keunikannya. Sebelum melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru harus sudah melaksakanan pemetaan terhadap minat belajar siswa. Dalam proses pembelajaran berdifrensiasi akan sangat dapat terwujud, jika pemanfaatan sumber daya yang ada disekolah seperti guru dan murid, seta modal lingkungan, modal fisik dan yang lainnya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Pembelajaran Sosial dan Emosional
Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) merupakan strategi atau cara seorang pemimpin pembelajaran dalam melakukan kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah, yang menenkankan pada keterampilan dan pengelolaan mengenai aspek-aspek sosial emosional. Teknik mindfulness juga dapat dijadikan strategi bagaimana acara mengelola sumber daya manusia, yakni murid sehingga melalui tahap tersebut potensi kecerdasan sosial emosional anak bisa berkembang optimal.

Coaching
Coaching merupakan sebuah strategi atau acara seorang pemimpin pembelajaran untuk melakukan pengembangan kekuatan diri pada diri anak dengan menuntun, mendampingi anak, untuk menggali potensi anak dan memaksimalkannya. Pada proses Coachee memberikan kesempatan anak-anak berkembang dan menggali proses berpikir pada diri anak, yang didalamnya terdapat Caach sebagai pengembangan kekuatan dan potensi pada coachee sebagai lawan bicara.


Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab

Sebagai pemimpin pembelajaran dalam prosesnya akan selalu berhadapan dengan dua situasi yakni, dilema etika dan bujukan moral yang dituntut pada pengembilan keptusan. Sebagai pemimpin pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan yang baik, diharapkan pada pengambilan keputusan tersebut dengan mengedepankan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi seluruh elemen yang terlibat didalamnya,yaitu dengan langkah-langkah pengambilan keputusan berdasarakn 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Prinsip tersebut sanat penting karena hal ini sangat terkait dengan pengelolaan sumber daya yang ada disekolah.

Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.
Sebelum belajar modul 3.2 mengenai pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya. Dalam pngambilan keputusan lebih banyak berpikir pada kekurangan, hal menyebabkan tidak jarang perasaan yang timbul adalah, perasaan yang pesimis, negatif sehingga berakhir dengan kegagalan. Dengan mempelajari modul 3.2 ini, sudut pandang mengenai pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya ini menjadi berubah, karena ternyata seorang pemimpin harusnya selalu mengedanpan pola pikir berbasis kekuatan/aseet, sehingga hal tesebut membuat kita akan berpikir postif dengan memanfaatkan sumber daya atau aset yang ada disekelilingya.

Read More »
18 February | 0komentar

Aset- Aset Dalam Sebuah Komunitas


Sebagai sebuah komunitas, sekolah dapat memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya sama seperti komunitas pada umumnya. Pemanfaatan sumber daya yang dimiliki sekolah dapat memanfaatkan konsep yang digunakan pada pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset. Kerangka dari Green dan Haines (2016), yang memetakan 7 aset utama, atau sebagai modal utama. Tujuh modal utama ini merupakan salah satu alat yang dapat membantu menemukenali sumber daya yang menjadi aset sekolah. 
Dalam pemanfaatannya, ketujuh aset ini dapat saling beririsan satu sama lain. Misalnya modal budaya dapat beririsan dengan modal agama. 
Selengkapnya kita bisa pelajari sebgai berikut:

Modal Manusia 
  • Sumber daya manusia yang berkualitas, investasi pada sumber daya manusia menjadi sangat penting yang berhubungan dengan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan harga diri seseorang. 
  • Pemetaan modal atau aset individu merupakan kegiatan menginventaris pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan yang dimiliki setiap warganya dalam sebuah komunitas, atau dengan kata lain, inventarisasi perorangan dapat dikelompokkan berdasarkan sesuatu yang berhubungan dengan hati, tangan, dan kepala. 
  • Pendekatan lain mengelompokkan aset atau modal ini dengan melihat kecakapan seseorang yang berhubungan dengan kemasyarakatan, contohnya kecakapan memimpin sekelompok orang, dan kecakapan seseorang berkomunikasi dengan berbagai kelompok. Kecakapan yang berhubungan dengan kewirausahaan, contohnya kecakapan dalam mengelola usaha, pemasaran, yang negosiasi. Kecakapan yang berhubungan dengan seni dan budaya, contohnya kerajinan tangan, menari, bermain teater, dan bermain musik. 

Modal Sosial 
  • Modal sosial dimaknasi sebagai norma dan aturan yang mengikat warga masyarakat yang ada di dalamnya dan mengatur pola perilaku warga, juga unsur kepercayaan (trust) dan jaringan (networking) antara unsur yang ada di dalam komunitas/masyarakat. 
  • Ini juga dapat dimaknai sebagai investasi yang berdampak pada bagaimana manusia, kelompok, dan organisasi dalam komunitas hidup berdampingan, contohnya adanya kepemimpinan, kerjasama, saling percaya, dan rasa memiliki masa depan yang sama. 
  • Contoh-contoh yang termasuk dalam modal sosial antara lain adalah asosiasi. Asosiasi adalah suatu kelompok yang ada di dalam komunitas masyarakat yang terdiri atas dua orang atau lebih yang bekerja bersama dengan suatu tujuan yang sama dan saling berbagi untuk suatu tujuan yang sama. Asosiasi terdiri atas kegiatan yang bersifat formal maupun nonformal. Beberapa contoh tipe asosiasi adalah berdasarkan keyakinan, kesamaan profesi, atau kesamaan hobi. Terdapat beberapa macam bentuk modal sosial, yaitu fisik (lembaga), misalnya asosiasi dan institusi. Institusi adalah suatu lembaga yang mempunyai struktur organisasi yang jelas dan biasanya sebagai salah satu faktor utama dalam proses pengembangan komunitas masyarakat. 

Modal Politik 
  • Modal politik tidak hanya dimaknai sebagai sebuah aktivitas demokratis dalam tataran politik praktis tapi merupakan kemampuan kelompok untuk memengaruhi distribusi sumber daya di dalam unit sosial.
  • Sebagai kendaraan dalam mencapai tujuan, modal politik berkaitan dengan kekuasaan dan kebijakan. Modal politik juga menjadi sebuah instrumen melalui sumber daya manusia yang dapat memengaruhi kebijakan untuk mencapai kepentingan. Selain itu, modal politik dapat bersifat struktural apabila merujuk pada atribut-atribut dalam sistem politik yang menajamkan partisipasi dalam pengambilan keputusan. 
  • Modal politik sebagai sebagai salah satu aset sekolah dapat digunakan untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Misalkan seorang kepala sekolah dengan kewenangan yang dimilikinya, menggunakan kewenangannya untuk membuat kebijakan-kebijakan yang mengakomodir kepentingan warga sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid. 

Modal agama dan budaya 
  • Agama merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar, dan berfungsi untuk mengintegrasikan perilaku individu di dalam sebuah komunitas, baik perilaku lahiriah maupun simbolik. Agama menuntut terbentuknya moral sosial yang bukan hanya kepercayaan, tetapi juga perilaku atau amalan.
  • Kebudayaan merujuk pada hasil cipta dan karya manusia yang unik yang lahir dari serangkaian ide, gagasan, norma, perilaku, serta benda. Modal budaya dijelaskan dari tiga hal, yaitu keadaan yang melekat dan mewujud, seperti nilai dan tradisi yang dianut dan berkembang dalam masyarakat; keadaan konkret hasil cipta dan karya, seperti lukisan, buku, mesin, kerajinan tangan, dan semua benda yang dihasilkan oleh manusia sebagai bentuk kreativitas; dan sebuah bentuk yang dapat dipelajari melalui kualifikasi akademik, yaitu sekolah. 
  • Identifikasi dan pemetaan modal budaya dan agama merupakan langkah yang sangat penting untuk melihat keberadaan kegiatan dan ritual kebudayaan dan keagamaan dalam suatu komunitas, termasuk kelembagaan dan tokoh-tokoh penting yang berperan langsung atau tidak langsung di dalamnya. 
  • Sangat penting kita mengetahui sejauh mana keberadaan ritual keagamaan dan kebudayaan yang ada di masyarakat serta pola relasi yang tercipta di antaranya dan selanjutnya bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk menunjang pengembangan perencanaan dan kegiatan bersama. 

Modal Fisik 
Terdiri atas dua kelompok utama, yaitu: 
  • Bangunan yang bisa digunakan untuk kelas atau lokasi melakukan proses pembelajaran, laboratorium, pertemuan, ataupun pelatihan. 
  • Infrastruktur atau sarana prasarana, mulai dari saluran pembuangan, sistem air, mesin, jalan, jalur komunikasi, sarana pendukung pembelajaran, alat transportasi, dan lain-lain. 

Modal lingkungan/alam
  • Bisa berupa potensi yang belum diolah dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dalam upaya pelestarian alam dan juga kenyamanan hidup. 
  • Modal lingkungan terdiri dari bumi, udara yang bersih, laut, taman, danau, sungai, tumbuhan, hewan, dan sebagainya. Tanah untuk berkebun, danau atau empang untuk berternak, semua hasil dari pohon seperti kayu, buah, bambu, atau material bangunan yang bisa digunakan kembali. 

Modal finansial 
  • Dukungan keuangan yang dimiliki oleh sebuah komunitas yang dapat digunakan untuk membiayai proses pembangunan dan kegiatan sebuah komunitas. 
  • Modal finansial termasuk tabungan, hutan, investasi, pengurangan dan pendapatan pajak, hibah, gaji, serta sumber pendapatan internal dan eksternal. 
  • Modal finansial juga termasuk pengetahuan tentang bagaimana menanam dan menjual sayur di pasar, bagaimana menghasilkan uang dan membuat produk-produk yang bisa dijual, bagaimana menjalankan usaha kecil, bagaimana memperbaiki cara penjualan menjadi lebih baik, dan juga bagaimana melakukan pembukuan.

Read More »
16 February | 0komentar

5 Perang Nabi di Bulan Ramadhan

Ilustrasi Perang

Keistimewaan bulan Ramadhan bukan hanya karena terdapatnya puasa Ramadhan dan malam Lailatul Qadar di dalamnya. Ternyata terdapat banyak sejarah Islam yang terjadi di bulan Ramadhan. Berikut adalah beberapa peperangan yang terjadi di bulan Ramadhan: 

 1. Perang Badar 
 Perang Badar terjadi pada Jumat pagi, 17 Ramadhan 2 Hijriyah di Badar. Rasulullah memimpin langsung aksi penyerangan yang hanya melibatkan sekitar 313 orang muslim, 8 pedang, 6 baju perang, 70 ekor unta, dan 2 ekor kuda. Sedangkan kaum Quraisy memiliki 1.000 orang, 600 persenjataan lengkap, 700 unta, dan 300 kuda. Rasulullah menggunakan taktik dengan menggeser pergerakan kaum muslimin ke sumur mata air terdekat musuh.
Beliau juga memerintahkan agar sumur-sumur yang tersisa ditimbuni sehingga gerakan musuh pun akan sesuai dengan keinginan. Perang dimulai dengan kubu Muslim menurunkan Hamzah, Ali, dan Ubaidah bin Alharits. Sedangkan kaum Quraisy menerjunkan Utbah, Syaibah, dan Walid bin Utbah. Ketiga orang Quraisy itu akhirnya tewas mengenaskan. Sementara Ubaidah mendapat luka serius dan mesti diusung ke luar medan. 
Meskipun jumlah musuh lebih banyak, nyatanya Rasulullah dan pasukannya berhasil memenangkan pertempuran ini. Dalam kemeriahan kemenangan, kamu Muslimin justru terlena dalam euforia dan membantai setiap musuh yang tersisa. Mereka juga merampas harta perang yang ada. Hal ini membuat Rasulullah segera menghentikannya dan memerintahkan untuk membagi rata harta rampasan perang yang terdiri dari 150 unta, 10 kuda, dan pelbagai perlengkapan perang. 
Perang Badar ini selain menjadikan kaum Muslimin sebagai salah satu pasukan yang disegani, juga meningkatkan keimanan dan ketakwaan kaum Muslimin.  

2. Perang Khandaq 
Perang Khandaq yang terjadi pada tahun 5 Hijriah merupakan perang yang dilakukan dengan taktik membuat parit untuk melindungi Madinah. Perang ini melibatkan 3.000 pasukan Muslim melawan 10.000 pasukan musuh yang terdiri dari Bani Quraisy, Bani Nadir, Bani Sulaym, dan Bani Murra. 
Berdasarkan teknik perang yang diajarkan oleh Salman dari Persia, Rasulullah memerintahkan untuk menggali parit hanya dalam waktu 6 hari sebelum musuh tiba. Berkat parit besar yang digali, pihak musuh menjadi kesulitan untuk menyerang kaum Muslim. Selama dua minggu, mereka hanya berbalas umpatan tanpa bisa menyebrang. Setelah 25 hari, akhirnya pihak musuh menyerah dan diadili. 

3. Pembebasan Spanyol 
 Pada mulanya, Spanyol disebut dengan nama Andalusia oleh kaum Muslimin. Namun sebelumnya, negeri ini pernah diduduki oleh bangsa Vandal yang kejam dan brutal. Kala itu, 
Andalusia berada di bawah kepemimpinan Raja Roderic yang sangat kejam setelah menggulingkan Ghaitasya. Kekejaman dari Roderic ini ternyata juga berdampak pada Julian, teman Ghaitasya. Bahkan anak perempuan anak perempuan Julian juga menjadi korban perkosaan Roderic. Kemarahan Julian ini memuncak dan akhirnya meminta bantuan Tariq bin Ziyad, seorang panglima Islam dari bangsa Barbar. Julian menawarkan kesepakatan pada Tariq, yakni penyediaan sejumlah kapal untuk membawa pasukan muslimin menyeberangi lautan menuju Andalusia serta gambaran geografis dan kondisi alam Andalusia yang akan menunjuki rute perjalanan pasukan. 
Panglima tentara Islam, Tariq bin Ziyad memimpin 12.000 tentara Islam berhadapan dengan pasukan Roderic berjumlah 90.000 yang diketuai sendiri oleh Raja Frederick. Pada peperangan ini, untuk menambah semangat pasukannya, Tariq bin Ziyad membakar kapal- kapal perang mereka sebelum bertempur dengan tentara Raja Roderic. Beliau berkata, ”Sesungguhnya, syurga Allah terbentang luas di hadapan kita, dan dibelakang kita terbentangnya laut. Kamu semua hanya ada dua pilihan, apakah mati tenggelam , atau mati syahid.” Pertempuran akhirnya dimenangkan oleh kaum Muslimin dengan 3.000 orang syahid.Namun banyak juga yang tewas dari pasukan salib. Roderic sendiri dikabarkan tewas di pertempuran. Meski ada yang menyebutkan dia melarikan diri dengan sisa tentaranya. Berkat kemenangan ini, pasukan 
Muslimin mendapatkan harta rampasan yang tak ternilai. Mereka menjadi pasukan berkuda dimana sebelumnya mereka adalah pasukan pejalan kaki. Dari sinilah, Islam masuk menyebar ke Eropa sampai ke 75 persen negara Perancis sampai 30 km sebelum Paris, seperti kota Arla, Podo, Tolusha, Tours dan kota Poatche. 

 4. Pembebasasan Palestina
 Pembebasan Palestina yang pertama telah dilakukan oleh Umar bin Khattab, namun pasukan perang salib berhasil merebut kembali kota suci tersebut. Dalam pembebasan Al Quds, Salahhuddi Al Ayyubi harus menghadapi beberapa peperangan, seperti perang Hittin. Namun berkat kearifan dan kecerdikannya, Salahuddin Al-Ayyubi mendapat kemenangan besar atas tentera Salib tanpa perlu memakan banyak korban seperti yang terjadi dalam pembebasan Al Quds yang pertama kalinya. Ia menawarkan untuk masuk Islam atau membayar jizyah kepada mereka yang mampu membayarnya. 
Tentara Islam menguasai daerah-daerah yang sebelumnya dikuasai oleh tentara Salib. Ketika bulan Ramadhan, penasihat-penasihat Salahuddin menyarankan agar dia istirahat kerana risau ajalnya tiba. Tetapi Salahuddin menjawab “Umur itu pendek dan ajal itu sentiasa mengancam”. Kemudian tentera Islam yang dipimpinnya terus berperang dan berjaya merampas Benteng Shafad yang kuat. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan.  

5. Perang Ain Jalut 
Saat itu, pasukan Mongol yang dipimpin oleh Hulegu merupakan pasukan yang paling ditakuti. Kebengisan mereka serta jumlah yang begitu banyak membuat mereka dengan mudah merebut kota-kota di Baghdad dan Damaskus. Begitu pula, dengan yang akan mereka lakukan di Mesir. Penguasa Mesir, Qutuz disuruh untuk bertekuk lutut jika ingin selamat. Mengingat jumlah pasukan Mongol yang 15 kali lipat lebih banyak dibandingkan pasukan Mesir, Qutuz pun menjadi sangat resah. Qutuz sebenarnya adalah seorang budak dari Turki yang menggulingkan tuan-tuan mereka. Ia adalah seorang pejuang yang tangguh tapi mengingat jumlah pasukan Mongol pun ia jadi tidak berkutik. Namun terdengar kabar bahwa Hulegu dan beberapa pasukannya kembali ke Mongolia untuk membereskan masalah internal disana dan hanya menyisakan 20.000 pasukan saja. 
Kesempatan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh Qutuz. Dengan meminta bantuan untuk membuka jalan kepada pasukan salib yang juga resah dengan keberadaan pasukan Mongol, Qutuz menyiapkan tentaranya di beberapa bukit di Ain Jalut di Dataran Esdrelon pada September 1260. Konon, Ain Jalut terletak dekat kota kuno Megido. Ia menyembunyikan pasukannya dan memancing pasukan Mongol dengan pasukan kecil. Setelah pasukan Mongol terpancing, pasukan yang berada di bukit sekitar pun langsung turun dan menyerang pasukan Mongol dari samping. Pasukan Mongol pun takluk dan menyisakan beberapa keturunannya di Persia yang kini menjadi pelindung budaya Islam. Demikian penjelasan terkait apa saja sejarah perang di bulan Ramadhan yang pernah terjadi. Semoga membuat kita semakin mencintai Islam dari lubuk hati yang paling dalam. 
Dari berbagai sumber

Read More »
15 February | 0komentar

2.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 2.3


Berikut tugas dari saya Sarastiana CGP Angkatan 6 Kab. purbalingga dalam mengerjakan 2.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 2.3 yang terdiri dari :
  1. Link Youtube hasil percakapan Pra, Pelaksanaan dan Pasca observasi
  2. Lembar Catatan Percakapan Pra-Observasi Kelas 
  3. Lembar Catatan Percakapan Pelaksanaan Observasi Kelas 
  4. Lembar Catatan Percakapan Pasca-Observasi Kelas 
  5. Lembar Rencana Pengembangan Diri 
  6. Lembar Refleksi Diri Latihan Coaching 
1. Link Youtube




Read More »
14 February | 0komentar

TUGAS DEMONTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3 1, REFLEKSI HASIL WAWANCARA






Read More »
10 February | 0komentar

3.1.a.8. Koneksi Antarmateri - Modul 3.1


Pendidikan Guru penggerak Angkatan 6 pada saat ini, bulan Februari 2023 sampai pada tugas 3.1.a.8 Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran. Pada koneksi antar materi di modul 3 ini tentu saya harus merefleksi kebelakang padaa modul-modul terdahulu. Tentunya semua ilmu-ilmu yang sudah didapat tersebut akan sangat berguna dan bermanfaat untuk mewujudkan merdeka belajar. 

Judul Materi Modul Pendidikan Guru Penggerak: 

Dari table dapat dilihat tema dari masing-masing modul dan bagaimana koneksinya dari modul-modul yang telah di pelajari? Modul 1. Paradigma dan Visi Guru Penggerak. Modul 1.1. filosofi pendidikan yang disampaikan oleh bapak pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 
Di dalam melaksanakan pembelajaran seorang pemimpin (guru) harus menerapkan sistem among (menuntun) agar mampu mendorong tumbuh kembangnya potensi siswa. Modul 1.2. Nilai dan peran guru penggerak. Modul 1.3. Visi Guru Penggerak. Modul 1.4. Budaya Positif Modul 2 membahas tentang pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik. Modul.Modul 2.1. Pembelajaran yang berdiferensiasi. Modul 2.2. Pembelajaran Sosial dan Emosional. Modul 2.3. Coaching untuk supervise akademik. 
Sesuai dengan yang tertera di dalam LMS bahwa dalam membuat koneksi antar materi pada modul 3.1 ini berdasarkan pada pertanyaan-pertanyaan berikut: 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?
Filosofi Ki Hajar Dewantara tentang triloka berpengaruh terhadap proses seorang guru mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantoro dan sampai menjadi landasan berpijak pendidik adalah Ing Ngarso Sung Tulodho (Seorang pemimpin harus mampu memberi tauladan), Ing Madya Mangunkarsa (Seorang pemimpin juga harus mampu memberikan dorongan, semangat dan motivasi dari tengah), Tut Wuri handayani (Seorang pemimpin harus mampu memberi dorongan dari belakang), yang artinya adalah Seorang pemimpin (Guru) memberikan teladan dan memberikan semangat dan motivasi dari tengah juga mampu memberikan dorongan dari belakang untuk kemajuan seorang muridnya. Filosofi ini jadikan landasan dalam setiap pengambilan keputusan selalu berpihak kepada murid untuk menjadikan generasi cerdas dan berkarakter profil pelajar Pancasila. Transfer nilai -nilai kebajikan dapat kepada siswa secara terus menerus dengan eksplisit pada pembelajaran dan keteladanan disetiap pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan yang bertanggungjawab dan berpihak kepada murid. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan? 
Proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, dan kompetensi kesadaran diri (self awareness), pengelolaan diri (self management), kesadaran sosial (social awareness) dan keterampilan berhubungan sosial (relationship skills) akan mewujudkan Tut wuri handayani dengan memberikan dorongan secara moril maupun materil bagi semua warga sekolah tak terkecuali murid-murid kita. Nilai-nilai kebajikan yang tertanam dalam diri pendidik akan mewarnai setiap pengambilan keputusaan. Sebagai manusia yang beragama, kita yakin apapun yang kita lakukan, kelak akan dimintai pertanggungjawaban, begitu pula dengan pengambilan keputusan. Nilai kejujuran, integritas sebagi pendidik akan tergambar dalam keteladanan dan kebijakan – kebijakan yang diambil dalam setiap keputusan 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
3. Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? 
Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya Setelah mengikuti modul 2 tentu CGP sebagai pendidik memiliki keterampilan coaching. Salah satu kompetensi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Beberapa contoh praktik coaching yang baik memberi gambaran utuh untuk dapat diterapkan di sekolah. Keputusan-keputusan dengan teknik coaching yang berlandaskan Tirta dan etika, nilai-nilai kebajikan, sesuai dengan visi misi sekolah yang berpihak pada murid dan menciptakan budaya positif di lingkungan sekolah. Pada coaching seorang coaching tidak menggurui akan menimbulkan rasa nyaman sehingga coach mampu mengidentifikasi permasalahan dan dapat menyampaikan pertanyaan berbobot dari coachee. Menggali dengan pertanyaan-pertanyaan agar coachee melakukan Analisa jawaban sebagai sebuah pemecahan masalah. Keputusan yang diambil telah efektif terbukti dari apayang dilakukan coachee menemukan sendiri hambatan-hambatannya. Hambatan selama PBM. Bahwa terdapat pertanyaan dalam diri tentu ada misalkan apakah benar tadi menyampaikan pertanyaan tersebut? Bisa ndak ya coachee melakukan itu? Hal ini penting karena pada akhirnya menciptakan situasi kondusif dan dapat meningkatkan kompetensi peserta didik dan tenaga pendidik. Keterampilan coaching juga dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi peserta didik. Dengan coaching guru dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran. Sebagai coach yang baik guru memiliki harapan seluruh siswanya dapat menjalankan seluruh tugas dan kewajiban yang diberikan di sekolah sesuai dengan kodrat zaman dan kodrat alam. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
4. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika? 
Mengelola sosial emosional akan berpengaruh pada pengambilan keputusan. Guru/ pendidik menyadari setiap keputusan wajib berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan, apakah masalah tersebut dilemma etika atau bujukan moral serta regulasi yang ada dan melakukan 9 langkah pengambilan keputusan. Sosial emosional akan menumbuhkan empati dan simpati bagi kita sebagai pendidik. Rasa empati pada apa yang peserta didik alami, tentu dengan mengidentifikasi permasalahan, diharapkan dalam pengambilan keputusan dapat berpihak pada murid. Sebagai pemimpin pembelajaran setiap keputusan harus berpihak pada murid, berbasis etika dan nilai kebajikan dengan memetakan 4 paradigma dilema etika yaitu individu vs masyarakat, rasa keadilan vs rasa kasihan, kebenaran vs kesetiaan dan jangka pendek vs jangka panjang. Pengambilan keputusan juga berpegang pada 3 prinsip pengambilan keputusan yaitu prinsip berbasis hasil akhir, prinsip berbasis peraturan, dan prinsip berbasis rasa peduli. Serta dipadukan dengan 9 langkah pengambilan keputusan. Sembilan keputusan tersebut yaitu: 
• Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan 
• Menentukan siapa saja yang terlibat 
• Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan 
• Pengujian benar atau salah yang didalamnya terdapat uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, uji keputusan panutan/idola 
• Pengujian paradigma benar lawan benar 
• Prinsip Pengambilan Keputusan 
• Investigasi Opsi Trilemma 
• Buat Keputusan 
• Tinjau lagi keputusan Anda dan refleksikan 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
5. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik? 
 Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika akan semakin mengasah empati dan simpati seorang pendidik. Empati dan simpati yang terlatih akan mampu mengidentifikasi dan memetakan paradigma dilema etika agar pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran lebih bijak. Tentu saja rasa empati dan pengelolaan diri dengan kesadaran penuh (Mindfulness) akan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan tersebut. Selain itu pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika juga dapat melatih ketajaman dan ketepatan dalam pengambilan keputusan, sehingga dapat dengan jelas membedakan antara dilemma etika ataukah bujukan moral. Keputusan yang diambil akan semakin akurat dan menjadi keputusan yang dapat mengakomodir kebutuhan murid dan menciptakan keselamatan dan kebahagian semua pihak berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan kebajikan. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
6. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman?
Dampak dari keputusan akan yang dihasilkan baik itu problem dilemma etika ataupun bujukan moral akan berpengaruh pada peserta didik, berpihal atau tidak. Tentu berpengaruh pada imlementasi pembelajaran dan mempengaruhi situasi di sekolah. Pengambilan keputusan yang berdasarkan pada atau berpihak pada peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai kebajikan, keteladanan, bijaksana dan tidak melanggar norma akan menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.Sehingga murid-murid dapat belajar dengan baik dan dapat mengembangkan kompetensinya. Terwujudnya murid yang Bahagia, cerdas dan berkarakter. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
7. Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda? 
 Hasil keputusan tentu tidak dapat memuaskan pada semua pihat, pro dan kontra tentu ada. Salah satu yang dilakukan adalah dengan komunikasi yang intens setelah pengambilan keputusan. Tentu mengacu pada etika pengambilan keputusan berlandaskan tiga prinsip penyelesaian dilema, mana yang akan dipakai apakah Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) ataukah Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Semua tergantung situasi dan kondisi yang ada. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
8. Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda? 
Dalam proses pembelajaran yang saya lakukan sebagai guru melihat karakteristik siswa yang berbeda-beda adalah melakukan pembelajaran yang berdiferensiasi. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
9. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya? 
 Sesuai dengan teori/ materi bahwa pengambilan keputusan akan membawa dampak baik jangka pendek VS jangka panjang bagi murid-murid. Semua akan terekam dalam memori dan akan menjadi role model bagaimana kelak murid -murid berpikir dan berpijak. Pengambilan keputusan bagi seorang pendidik harus keputusan yang tepat, benar dan bijak melalui pengujian benar salah menggunakan lima uji yaitu uji legal, uji regulasi, uji instuisi, uji publikasi dan uji panutan atau uji idola akan menjadikan pengambilan keputusan kita akurat dan teruji sehingga tidak menyesatkan murid-murid. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya? 
 Kesimpulan pada pembelajaran modul 3 dan koneksinya pada modul sebelumnya bahwa pengambilan keputusan adalah suatu kompetensi atau skill yang harus dimiliki oleh guru jika dikorelasikan pada filosofi Ki Hajar Dewantara akan sangat relevan. Secara sadar keputusan itu akan mewarnai pola pikir dan karakter bagi murid-murid. Sekolah sebagai Lembaga yang melakukan proses transfer ilmu dan karakter selalu memberikan pelayanan kepada murid-murid tentu saja banyak pengambilan keputusan yang mewarnai kebijakan-kebijakan sekolah. Pengambilan keputusan harus bertujuan mewujudkan budaya positif dan menggunakan alur BAGJA yang akan mengantarkan pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman (well being). Pada pengambilan keputusan baik yang bersifat problem dilema etika dan bujukan moral pemecahan masalah berupa keputusan yang berpihak kepada murid demi terwujudnya merdeka belajar. Pembelajaran diferensiasi merupakan salah satu bentuk merdeka belajar, karena dengan pembelajaran berdiferensiasi maka kebutuhan murid terpenuhi sesuai bakat, minat dan kecenderungan gaya belajarnya. Pembelajaran kokulikuler juga salah satu implementasi untuk mewujudkan karakter pelajar Pancasila. Berbagai tema dan dimensi yang disiapkan memungkinkan murid terbiasa dengan nilai-nilai positif dan pada akhirnya menjadi pembiasaan. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
11. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan? 
Terdapat 4 paradigma pengambilan keputusan : adalah landasan sesorang mengambil keputusan 
• Individu lawan masyarakat 
• kebenaran lawan kesetiaan 
• keadilan VS belas kasihan 
• Jangka Pendek VS jangka panjang 

Ada 3 prinsip mengambil keputusan 
• berfikir berbasis akhir 
• berfikir berbasi aturan 
• berfikir berbasi rasa peduli 

Ada 9 tahapaan pengambilan dan pengujian keputusan 
• Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan 
• Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini 
• Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dalam situasi ini 
• Pengujian benar atau salah (uji legal, uji regulias, uji instuisi, uji publikasi, uji panutan/idola) 
• Pengujian paradigma benar atau salah 
• Prinsip pengambilan keputusan 
• Investigasi tri lema 
• Buat keputusan 
• meninjau kembali keputusan dan refleksikan 
Hal-hal yang menurut saya diluar dugaan adalah ternyata dalam pengambilan keputusan bukan hanya berdasarkan sesuai pemikiran saja namun perlu melihat 4 paradigma, 3 prinsip dan melakukan 9 langkah pengujian pengambilan keputusan. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 12. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini? 
Sebelum mempelajari modul ini saya pernah mengambil keputusan dengan situasi dilema etika. Namun tidak mengikuti 9 langkah pengambilan keputusan. Keputusan yang saya ambil biasanya hanya dari dua hal yang pertama sesuai dengan regulasi dan tidak merugikan orang lain. Tidak melalukan uji benar vs benar. Dalam modul ini saya belajar Langkah-langkah pengambilan keputusan dengan tepat dan akurat karena ada 5 uji benar vs benar. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
13. Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini? 
 Sebelumnya izinkan saya bersyukur atas apa yang sudah saya temui pada modul 3.1 ini. Banyak ilmu yang saya terima dan insyaalloh akan sangat bermanfaat untuk hari ini dan masa yang akan datang. Konsep yang saya pelajari memberikan dampak luar biasa bagi pola pikir saya. Sebelum bertemu dengan modul ini saya berpikir bahwa pengambilan keputusan hanya berdasarkan regulasi saja. Ternyata banyak hal yang menjadi dasar, ada 4 paradigma dilemma etika yaitu: individu lawan kelompok (individual vs community), rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term). Serta konsep pengambilan dan pengujian keputusan, sehingga saya lebih yakin dengan apa yang sudah saya tetapkan sebagai satu keputusan. Saya berencana akan mengimplementasikan dalam setiap pengambilan keputusan baik sebagai pemimpin pembelajaran maupun dalam ikut serta pengambilan kebijakan di sekolah dan komunitas praktisi yang saya ikuti. Saya berharap pengambilan keputusan yang saya lakukan akan selalu berpihak pada murid. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
14. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin? 
Bagi saya materi pada modul 3.1 sangat penting dan bermakna. Di lingkungan sekolah guru sebagai pemimpin pembelajaran dan sebagai warga sekolah banyak keputusan yang akan dikeluarkan menghasilkan kebijakan -kebijakan yang akan mewarnai perjalanan sekolah untuk mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar Pancasila. Guru harus memiliki keterampilan pengambilan keputusan untuk dapat mewujudkan itu semua. Keputusan yang bernilai kebajikan dan mampu mengimplementasikan 9 langkah pengambilan keputusan, sesuai 4 paradigma, 3 prinsip penyelesaian dilemma serta tiga uji yang sejalan dengan prinsip pengambilan keputusan yaitu: Uji Intuisi berhubungan dengan berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking), Uji publikasi, sebaliknya, berhubungan dengan berpikir berbasis hasil akhir (Ends-Based Thinking) yang mementingkan hasil akhir dan Uji Panutan/Idola berhubungan dengan prinsip berpikir berbasis rasa peduli (Care-Based Thinking), dimana ini berhubungan dengan golden rule . 


Read More »
10 February | 1komentar

Mulai dari diri Modul 3.1


“Beban dan amanah kepemimpinan adalah mengimbangi semua prioritas yang terpenting. Tugas saya dalam pendidikan adalah melakukan yang terbaik. Apa yang diinginkan kadang-kadang belum tentu itu yang terbaik. Dan untuk membuat perubahan, apalagi perubahan yang transformational, pasti ada kritik. Sebelum mengambil keputusan, tanyakan, apakah yang kita lakukan berdampak pada peningkatan pembelajaran murid?” (Nadiem Makarim, 2020) 
Menganalisis pernyataan Mendikbudristek diatas mengharus seorang pemimpin dalam mengambil sebuah keputusan haruslah bijaksana. Sebuah keputusan tersebut memiliki dampak pada peningkatan pembelajaran murid atau tidak. Bahwa keputusan kita kadang-kadang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan belum tentu itu yang terbaik. 
Seorang pemimpin harus bijaksana dan adil, apalagi seorang pemimpin pembelajaran haruslah mengutamakan kepentingan murid. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid, sering dihadapkan dalam situasi di mana mengambil suatu keputusan melibatkan kepentingan dari masing-masing pihak yang sama-sama benar, tapi saling bertentangan satu dengan yang lain.
Pengalaman dan situasi jika kita menghadapi masalah tersebut, dengan landasan-landasa pemikiran yang tepat, setelah mengambil keputusan tersebut, kadang menjadi ragu-ragu dan menanyakan diri Anda sendiri apakah keputusan yang diambil telah tepat, ada perasaan tidak nyaman dalam diri Anda, atau timbul pemikiran mengganjal dalam diri Anda seperti, ‘Apakah ini sesuai peraturan?’ atau ‘Bagaimana panutan saya akan berlaku dalam hal seperti ini?’ Keputusan yang melibatkan kepetentingan umum, beberapa pihak yang berseberangan yang sama-sama benar, tapi saling bertentangan satu dengan yang lain. 
Urgensi yang melandasi pengambilan keputusan adalah selalu melihat kemanfaatan yang besar kepada peserta didik. Tentu setelah kita mengambil keputusan kadang timbul keraguan apa yang kita putuskan benar? Tetapi jika masih melandasi kepada berpihakan kepada azas manfaat bagi peserta didik maka keputusan tersebut akan efektif. 

Survei Pengetahuan Awal: 
Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran 
Studi Kasus: 
Anda adalah Kepala Sekolah yang baru diangkat di SMP X. Wakil Kepala Sekolah Kurikulum mengatakan bahwa sekolah memerlukan buku-buku pelajaran baru yang perlu didistribusikan dengan segera kepada murid-murid. Hari itu, Anda diberitahu bahwa penerbit Y akan hadir untuk presentasi buku-buku pelajaran untuk tahun ajaran baru. Wakasek Kurikulum Anda mengatakan bahwa ini adalah kegiatan rutin sekolah untuk menyeleksi buku-buku pelajaran murid kelas 1-6 menjelang tahun ajaran baru dimulai, dan para orang tua pun sudah menunggu daftar buku-buku yang harus dibeli. Anda pun bertemu dengan penerbit Y. Di akhir rapat, penerbit Y memberitahu Anda bahwa jika Anda memutuskan memesan dari penerbitan mereka, maka seperti kepala sekolah sebelumnya, Anda akan mendapatkan 'komisi'. Penerbit memberitahu Anda bahwa kegiatan seperti ini sudah dilakukan setiap tahun oleh pimpinan sekolah Anda terdahulu. Penerbit Y juga mengatakan bahwa kerja sama ini sudah lama terbina, dan mereka senantiasa tepat waktu memberikan buku-buku pelajaran yang dibutuhkan sekolah. Apa yang akan Anda lakukan sebagai Kepala Sekolah? Suatu saat, pihak Yayasan/Manajemen Sekolah memanggil Anda untuk mengetahui prosedur dan praktik pemesanan buku-buku tahun ajaran baru di sekolah selama ini. Apa yang Anda katakan? 

Solusi
Melakukan kordinasi pada pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal ini misalkan guru maple menyampaikan bagaimana kesesuaian materi pada buku tersebut. Berikutnya berkordinasi pada para waka terkait prosedur pembelian dan penawaran barang termasuk buku. Kemudian disampaikan kepada penerbit tentang bagaimana prosedur dan praktik pemesanan buku ajaran baru di sekolah. Termasuk terkait dengan komisi yang telah diatur dalam prosedur tersebut. Tentu akan digunakan untuk peningkatan kompetensi guru, murid, seperti mengadakan pelatihan untuk guru, dan untuk mendanai proyek murid. 
Bagaimana situasi di lingkungan Anda sendiri, adakah nilai-nilai kebajikan yang dijunjung tinggi di tempat Anda bekerja, atau tinggal? Ceritakan pengalaman Anda Anda bagaimana nilai-nilai kebajikan tersebut telah membentuk diri Anda terutama dalam mengambil suatu keputusan? Alhamdulillah ada nilai-nilai kebajikan yang dijunjung tinggi di tempat saya bekerja, atau tinggal. 
Seperti nilai kejujuran, keterbukaan dan musyawarah. Apapun masalah yang dihadapi di sekolah, kami musyawarahkan bersama dengan rekan sejawat dan kepala sekolah. Jadi semua pihak harus mengetahui permasalahannya, lalu kita dapat mengambil keputusan terbaik. 3. Apakah Anda pernah mengalami atau melihat suatu pengambilan keputusan serupa studi kasus yang ditanyakan di atas, di mana ada dua kepentingan saling berbenturan? Ceritakan bagaimana pengalaman Anda sendiri di sekolah asal Anda. Apa yang Anda lakukan pada waktu itu, mengapa?

Read More »
04 February | 0komentar

Tugas Mandiri Eksplorasi Konsep Modul 3.1



Tugas Mandiri 
Eksplorasi Konsep Modul 3.1 
Oleh Sarastiana CGP Angkatan 6 Kab. Purbalingga

 -------------------------------------------------------------------------------------------- 
Contoh Kasus 
Pada saat supervise kelas mendapati guru yang monoton penyampaian materi selama 2JP hanya dengan metode ceramah. Hal tersebut saya sampaikan pada saat refleksi/evaluasi pelaksanaan supervise. Tampak guru yang saya supervise merasa tidak berkenan. Teman saya saya supervise menyampaikan bahwa karena ini pertemuan pertama. Saya menyampaikan supaya anak tidak bosan/jenuh gunakan metode diskusi atau model lain. Ketika diingatkan Rekan guru menyampaikan yang penting tetap mengacu pada kurikulum/ RPP dan materinya tersampaikan “Kan Ceramah juga termasuk metode Pembelajaran” demikian timpal rekan saya. Rekan guru tersebut merasa tersinggung. Bagaimana Anda menyikapinya? 
-------------------------------------------------------------------------------------------- 
Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?

Langkah 1. 
Nilai yang bertentangan pada kasus ini adalah 
1. Mempunyai prinsip bahwa mengajar yang penting sesuai dengan RPP/Kurikulum walaupun monoton yang penting materi tersampaikan 
2. Nasehat tidak di hiraukan oleh rekan saya, jadi alasan rekan saya tetap mengacu pada kurikulum yang mengajar dengan metode ceramah. 

 Langkah 2: 
Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut? 
Yang terlibat adakah rekan saya. Mengalami dilema etika antara mengikuti saran menggunakan metode lain dalam pembelajaran atau memngikuti prinsip diri tentang pembelajarn di kelas. 

 Langkah 3: 
Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut? 
1. Supervisi kepada rekan saya. 
2. Saya menanyakan kenapa 2JP hanya dengan metode ceramah? 
3. Rekan saya menjawab yang penting mengacu pada RPP dan Ceramah juga salah satu metode mengajar 
4. Saya merasa kecewa 
5. Hasil evaluasi disampaikan dalam rapat evaluasi hasil supervise 

 Langkah 4: 
Pengujian benar atau salah Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.
  1. Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji lega)   Tidak ada aspek pelanggaran hukum 
  2. Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi) tidak ada pelanggaran peraturan atau kode etik profesi 
  3. Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi) Berdasarkan perasaa, kasus ini terdapat kesalahpahaman antara saya dan rekan Guru saya. Saling       mempertahankan prinsip yang dipegang, rekan saya lebih percaya bahwa satu-metode ceramah untuk awal pelajaran sedangkan saya menyampaikan ada model lain supaya anak antusias 
  4. Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan rapat evaluasi? Apakah anda merasa nyaman? Yang saya rasakan sesuai karena keputusan yang saya ambil bisa dijadikan pertimbangan atau inspirasi banyak orang yang mungkin mengalami masalah yang sama. 
  5. Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini? Keputusan yang diambil adalah menggunakan metode mengajar: Metode Diskusi,Metode demontrasi, Metode Ceramah dan diskusi, Metode Eksperimen, Metode Karya Wisata, Metode Latihan Ketrampilan (Drill Method), Team Teaching, Peer teaching Method, Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving), Discovery Learning 

Langkah 5: 
Pengujian Paradigma Benar lawan Benar 
Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut? Paradigma yang terjadi mpada kasus ini adalah Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty). Kebenaran metode ceramah bukan satu-satunya metode yang bisa dipakai di pembelajaran. Dan Benar juga bahwa kita sebagai Guru harus mendengar masukan dari supervisor. Untuk kebaikan proses pembelajaran kita. 

Langkah 6: 
Melakukan Prinsip Resolusi Prinsip penyelesaian yang dipilih adalah berpikir berbasis peraturan (rule based thingking). Karena adanya aturan bagaimana hubungan antara supervise/sor, dan Guru. Kita sebagai Guru harus menghormati dan menghargai saran dan nasehat dari rekan sejawat. Dana bila nasehatnya adalah sesuatu yang baik, kita tidak boleh menolaknya. 

 Langkah 7: 
Investigasi Opsi Trilema Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)? 
Penyelesaian yang diambil adalah rekan saya menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan Tindakan/konten materi. Dan penyelesaian kreatif adalah mengkombinasikan metode ceramah dengan metode yang lain atau antara diskusi dengan discovery learning dan yang lain, dengan melihat gaya belajar murid yang ada di kelas (pembelajaran diferensiasi). Sehingga ini menjadi penyelesaian yang tak terpikir sebelumnya, dari kasus teguran hanya metode ceramah, rekan saya dapat membuat pembelajaran diferensiasi di kelas nya, sehingga murid dapat belajar sesuai dengan profil belajar/ gaya belajar murid, tercapai pembelajaran yang berpihak pada murid. 

Langkah 8: 
Buat Keputusan Apa keputusan yang akan Anda ambil? 
Keputusan saya pada kasus ini adalah saya meminta untuk menerapkan beragam metode mengajar supaya siswa tidak bosan. Kemudian saran dari saya dipakai yaitu menggunakan metode pembelajaran yang beragam tidak hanya ceramah dalam pembelajaran yang dikombinasikan dengan sumber belajar lain dan disesuai juga dengan profil belajar murid di kelas (penerapan pembelajaran diferensiasi) 

Langkah 9: 
Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan. 
Keputusan yang diambil, dilaksanakan dengan baik, kemudian di evaluasi dan di refleksi 
apakah pelaksanaannya sudah sesuai? 
apakah keputusan tersebut sudah efektif dalam menjawab permasalahan yang dihadapi? 
apakah kedua pihak yang berselisih sudah sama-sama bisa menerima dengan keputusan ini?
apakah masih ada sesuatu yang menghalangi dalam pelaksanaan keputusan tersebut?
apakah hasil pembelajaran lebih maksimal? Murid dan Guru bahagia? 
Rekan Guru semuanya sudah dapat menerima dengan ikhlas? Refleksi perlu dilaksanakan supaya keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan, bila masih ada kekurangan dapat di tinjau kembali dan diperbaiki.

Read More »
03 February | 0komentar

Bismillah, Mengawali Modul 3.1


Mengawali modul 3 Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6 dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2023. Tema Modul 3 adalah Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah. Sub Modul 3.1. Bertema “Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin

Daftar isi 
Kata Pengantar Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan
Surat dari Instruktur 
Daftar isi
Capaian yang diharapkan  
Ringkasan Alur Belajar ‘MERDEKA’
Pembelajaran 1: Mulai Dari Diri  
Pembelajaran 2: Eksplorasi Konsep.
Pembelajaran 3: Ruang Kolaborasi
Pembelajaran 4: Demonstrasi Kontekstual  
Pembelajaran 5: Elaborasi Pemahaman. 
Pembelajaran 6: Koneksi Antarmateri 
Pembelajaran 7: Aksi Nyata 
Surat Penutup 
Daftar Pustaka

Sambutan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan,Dr. Iwan Syahril, Ph.D. pada Modul 3.1.

Pemimpin sekolah, dalam berbagai literatur, disebut berperan besar dalam menentukan keberhasilan sekolah karena ia mempunyai tanggung jawab dalam menyinergikan berbagai elemen di dalamnya. Seorang pemimpin sekolah yang berkualitas akan mampu memberdayakan seluruh sumber daya di ekosistem sekolahnya hingga dapat bersatu padu menumbuhkan murid-murid yang berkembang secara utuh, baik dalam rasa, karsa dan ciptanya. Tak dipungkiri, pemimpin sekolah merupakan salah satu aktor kunci dalam terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. 
Untuk dapat menjalankan peran-peran tersebut, seorang pemimpin sekolah perlu mendapatkan pendidikan yang berkualitas sebelum ia menjabat. Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP), sebagai bagian dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar episode kelima, didesain untuk mempersiapkan guru-guru terbaik Indonesia untuk menjadi pemimpin sekolah yang berfokus pada pembelajaran (instructional leaders). Melalui berbagai aktivitas pembelajaran dalam PPGP, kandidat kepala sekolah masa depan diharapkan dapat memiliki kompetensi dalam pengembangan diri dan orang lain, pengembangan pembelajaran, manajemen sekolah serta pengembangan sekolah. 
Kami memiliki harapan besar agar lulusan PPGP dapat mewujudkan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan di seluruh wilayah negeri ini, di mana keberpihakan pada murid menjadi orientasi utamanya. Upaya pemenuhan kandidat kepala sekolah yang lebih optimal menuntut penyesuaian pada desain pembelajaran PPGP. Karena itu, terhitung dari angkatan kelima durasi program diefisiensikan dari sembilan menjadi enam bulan. 
Selain itu, PPGP juga menerapkan diferensiasi proses untuk peserta di daerah yang memiliki akses terbatas, baik dari segi transportasi maupun telekomunikasi. Namun, terlepas dari moda penyampaian yang beragam, para Calon Guru Penggerak (CGP) di seluruh Indonesia sama-sama mempelajari materi-materi bekal kepemimpinan dengan sistem on-the-job learning di mana selama belajar, guru tetap menjalankan perannya di sekolah sekaligus menerapkan pengetahuan yang didapat dari ruang pelatihan ke dalam pembelajaran di kelas. Pendekatan pembelajaran juga tetap menggunakan siklus inkuiri yang sarat dengan refleksi dan praktik langsung, baik bersama sesama CGP maupun rekan sejawat di sekolah.
Pendampingan di lapangan juga tetap menjadi kunci dari keberhasilan implementasi konsep di kelas atau sekolah CGP. Tentu saja, seluruh upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa peran berbagai tim pendukung yang telah bekerja keras dan berkontribusi positif mewujudkan penyelesaian bahan ajar ini serta membantu terlaksananya PPGP. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengembang modul, tim digitalisasi, serta fasilitator, pengajar praktik dan instruktur. Semoga Allah Yang Mahakuasa senantiasa memberkati upaya yang kita lakukan demi transformasi pendidikan Indonesia. Amin.

Read More »
30 January | 0komentar

Supervisi Akademik


Pendidikan Guru Penggerak menyiapkan guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran, program identik dengan pemimpin pembelajaran adalah kepala sekolah. Sebagai kepala sekolah, tentunya tidak akan terlepas dengan tugas supervisi akademik. Supervisi akademik ini dilakukan untuk memastikan pembelajaran yang berpihak pada murid sebagaimana tertuang dalam standar proses pada Standar Nasional Pendidikan Pasal 12 yaitu: Pelaksanaan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf b diselenggarakan dalam suasana belajar yang: interaktif; inspiratif; menyenangkan; menantang; memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi aktif; dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis Peserta Didik
Oleh karena itu, penting kiranya bagi kita memastikan bahwa supervisi akademik yang kita jalankan benar-benar berfokus pada proses pembelajaran sebagaimana yang tertuang dalam standar proses tersebut. Selain bertujuan untuk memastikan pembelajaran yang berpihak pada murid, supervisi akademik juga bertujuan untuk pengembangan kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah sebagaimana tertuang dalam standar tenaga kependidikan pada Standar Nasional Pendidikan pasal 20 ayat 2: Kriteria minimal kompetensi pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. 
Rangkaian supervisi akademik ini digunakan kepala sekolah untuk mendorong ruang perbaikan dan pengembangan diri guru di sekolahnya. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, kepala sekolah seperti apakah yang dapat mendorong warga sekolah untuk selalu mengembangkan kompetensi diri dan senantiasa memiliki growth mindset, serta keberpihakan pada murid? Jawabannya adalah pemimpin sekolah yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. 
Dalam hal ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan. Pendekatan dengan paradigma berpikir yang memberdayakan mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah coaching sebagaimana Whitmore (2003) ungkapkan bahwa coaching adalah kunci pembuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya
Sejalan dengan hal ini, dengan adanya program Pendidikan Guru Penggerak ini, diharapkan menjadi supervisor atau kepala sekolah yang memiliki paradigma berpikir dan keterampilan coaching dalam rangka pengembangan diri dan rekan sejawat. Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan mengenai konsep coaching secara umum dan konsep coaching dalam konteks sekolah pada dan kaitannya dengan peran kita sebagai kepala sekolah atau supervisor.

Read More »
28 January | 0komentar

Sunnah-Sunnah Ibadah Haji




Ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang prima. Pada tulisan terdahulu telah dibahas mengenai rukun,wajib dan sunah ibadah haji. Pada kali ini kita bahas mengenai sunah haji. Ibadah sunah adalah ibadah yang jika dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapat dosa atau menebus dengan dam. 
Sunnah haji adalah sesuatu yang tidak berkaitan dengan sah atau tidaknya haji, tidak diwajibkan pula membayar dam bila meninggalkannya, dan tidak berdosa meninggalkannya meskipun dengan sengaja. Tetapi, pahala haji akan terasa kurang sempurna bila tidak melakukan sunnah haji ini. Masing-masing memiliki konsekuensinya yang berbeda-beda. Maka sunnah dalam ibadah haji sangat dianjurkan dan rugi jika ditinggalkan. Sunnah haji dibagi menjadi dua, yaitu sunnah haji secara umum dan sunnah haji secara khusus. 

 1. Sunnah Haji Secara Umum
Ada beberapa sunnah yang umum dijalankan, misalnya: Melaksanakan Haji Ifrad Memperbanyak membaca Talbiyah Thawaf Qudum (bagi yang melaksanakan Haji Ifrad) Salat sunnah Thawaf Mandi. Ada beberapa macam mandi dalam ibadah haji, yaitu: Mandi Ihram, mandi masuk tanah haram (Makkah dan Madinah), mandi Wukuf, serta mandi Mabit di Muzdalifah. Berpakaian ihram dengan kain putih. Minum air Zam-zam. 

2. Sunnah Haji Secara Khusus 
Selain itu, terdapat pula sunnah haji yang khusus dilakukan, seperti: 

Sunnah saat melakukan ihram 
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mandi. Berdasarkan hadits Zaid bin Tsabit dan juga dari ‘Aisyah ia berkata, “Aku pernah memberi wewangian Rasulullah SAW untuk ihramnya sebelum berihram dan untuk tahallulnya sebelum melakukan thawaf di Ka’bah. Melakukan salat ihram dan berdoa kepada Allah sambil menghadap ke arah kiblat. Mengucapkan niat ihram dilanjutkan dengan berdoa serta memperbanyak bacaan talbiyah serta salawat.” 

Sunnah saat thawaf 
Lakukan thawaf dengan berjalan kaki, selanjutnya memulai dengan posisi menghadap kiblat. Setelah itu, mengusap permukaan Hadjar Aswad atau jika tidak memungkinkan cukup dengan melambaikan tangan lalu dikecup. 

Membaca do’a-do’a ma’tsur dengan berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama 
Selanjutnya mengusap Rukun Yamani atau cukup dengan melambaikan tangan tanpa dikecup. Setelah itu memanjatkan doa di Multazam, melakukan salat sunnah Thawaf di belakang Makam Ismail, salat sunnah mutlaq di Hijr Ismail, serta minum air zam-zam. 
 
Sunnah ketika melakukan Sa’i 
Pertama harus bersih dari hadast besar dan kecil. Selanjutnya masuk dimulai dari pintu shafa (Babus Shafa). Untuk jamaah pria melakukan perjalanan naik sampai ke bukit Shafa dan Marwah, menghadap ke arah Ka’bah setiap mau memulai perjalanan. Setelah itu berlari-lari kecil di antara dua pilar hijau, memanjatkan do’a-do’a ma’tsur dan terakhir adalah muwalah (nuli-nuli). 

Sunnah ketika melakukan wuquf 
Harus suci dari hadast besar dan kecil (mandi dan wudhu), mendengarkan khutbah dengan khidmat, menghadap ke arah Ka’bah (kiblat), dan melaksanakan ibadah wuquf hingga matahari tenggelam. Selain itu, dapat juga memperbanyak amalan-amalan sunnah seperti, doa, zikir, salawat, membaca Alquran, bertaubat, menenangkan hati dan berdoa dengan khusyuk, serta menjaga lisan untuk tidak mengucapkan hal-hal yang tidak berguna apalagi berkata kotor. 

Sunnah yang harus dilakukan saat mabit di Muzdalifah 
Hal pertama yang harus dilakukan adalah salat jamak ta’khir yaitu salat Maghrib dan Isya secara berjamaah, mengambil batu kerikil untuk melempar jumrah, memperbanyak bacaan takbir dan talbiyah,serta berdoa di Masjidil Haram. 

Sunnah saat melempar Jumrah
Melempar Jumrah Aqobah setelah terbit matahari tanggal 10 Dzulhijjah. Pada tanggal 10 Dzulhijajah lakukan juga hal-hal lain yaitu, menyembelih qurban dan dam, memotong rambut (Tahallul Awal), melakukan Thawaf Ifadloh, mandi setiap akan melempar Jumrah, membaca takbir ketika akan melempar Jumrah, berdo’a setiap selesai 7 kali lemparan pada Jumrah Ula dan Wustho. Lalu melempar Jumrah lagi tanggal 11 Dzulhijah setelah Zawal (setelah matahari condong ke barat). Diwajibkan bagi laki-laki yang melempar Jumrah sunnah mengangkat tangan kanan sampai kelihatan ketiaknya. Batu yang digunakan untuk melempar Jumrah berukuran sedang (Hashal Qodfi). Itu dia Moms, pengertian dan serba-serbi haji yang perlu diketahui. Diawali dengan mengetahui apa saja yang terkait dengan haji, akan semakin meningkatkan keinginan Moms dan keluarga untuk bisa disegerakan pergi berhaji bersama.

Read More »
27 January | 0komentar

Rukun,Wajib dan Sunah Haji

Rukun, Wajib dan Sunah Haji 

Ibadah haji di tahun ini telah digaungkan dilaksanakan dengan adanya kenaikan ONH (ongkos Naik Haji). Dengan kenaikan ongkos untuk menunaikan ibadah haji ini maka diharapkan kita yang akan melaksanakannya untuk mempelajari rukun,wajib dan sunah haji. Sehingga ibadah haji kita akan diterima/sah.

Rukun haji 
Rukun Haji adalah syarat wajib yang harus dilakukan saat menunaikan ibadah haji. Rukun haji dan umrah ada 5 sedangkan urutannya adalah diawali dari ihram, wukuf di Arafah, thawaf, sa'i, dan terakhir cukur rambut (tahalul).
Berikut Penjelasannya:
  1. Ihram yaitu berniat untuk haji. Niat haji dan umrah diwajibkan sebagaimana niat sholat. 
  2. Wukuf di Arafah, Waktunya mulai dari waktu Zuhur tanggal 9 Zulhijjah sampai Subuh tanggal 10 Zulhijjah. Jamaah bisa mengambil waktu siang sampai setelah maghrib, ataupun malam harinya sampai jelang subuh. 
  3. Tawaf  yakni mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali. Putaran ini dimulai dari sekiranya arah dari Hajar Aswad, dan Kabah berada di sisi kiri badan jamaah haji. Gampangnya, orang berhaji berputar melawan arah jarum jam. 
  4.  Sa'i adalah berjalan kaki dari Bukit Shafa dan Marwah. Dimulai dari Bukit Shafa, kemudian berjalan sampai tujuh kali perjalanan hingga berakhir di Bukit Marwah. 
  5.  Tahalul yaitu mencukur rambut kepala setelah seluruh rangkaian haji selesai. Waktunya sekurang-kurangnya adalah setelah lewat tanggal 10 Dzulhijjah. 

Wajib haji 
Wajib Haji ada 6 yaitu 
1. Mabit di Muzdalifah 
2. Lempar jumrah aqabah tujuh kali 
3. Lempar tiga jumrah di hari tasyriq (11, 12, dan 13 Zulhijjah). 
4. Mabit pada malam tasyriq 
5. Ihram dari miqat 
6. Tawaf wada 

Antara rukun haji dan wajib haji terdapat perbedaan/ harus dibedakan. Pembedaan keduanya tidak terdapat pada ibadah lainnya. Rukun haji menjadi bagian inti ibadah haji. Rukun haji menentukan keabsahan ibadah haji. Rukun haji tidak dapat digantikan dengan denda atau dam dan lainnya. Sedangkan wajib haji tidak berpengaruh pada keabsahan haji. Orang yang meninggalkannya tanpa uzur terkena dosa atas kelalaiannya dan diwajibkan membayar dam atau denda. 

Sunah haji 
adalah amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan dalam ibadah haji. Bagi yang mengerjakan sunahnya akan mendapat pahala. Tetapi bila ditinggalkan, tidak perlu mengulang dan tidak membayar denda, sehingga ibadah hajinya pun tetap sah

Read More »
26 January | 0komentar

Penyelenggaraan Haji di Tahun 2023

Umroh dan Haji


Musim haji tahun 2023 segera tiba. Indonesia datang ke Arab Saudi untuk mengikuti Pameran Haji sekaligus melobi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar mendapat tambahan kuota haji lebih tahun ini. Selain kuota haji, sejumlah kebijakan pun berubah untuk penyelenggaraan haji tahun 2023, mulai dari sistem syarikah pengganti muassasah, hingga pengaturan landing pesawat di Jeddah dan Madinah. Beberapa kebijakan tertuang dalam dokumen nota kesepahaman (MoU) penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2023 M yang diserahkan oleh Menteri Umrah dan Haji Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. 
Penandatanganan ikut disaksikan oleh Ketua Komisi VIII Ashabul Kahfi, Dirjen Penyenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, serta Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah. Hadir juga Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar Ali, Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo dan Ishfah Abidal Aziz, serta Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam. Kuota haji bertambah Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menetapkan kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 221.000. Jumlah ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya, yaitu 100.051 orang. 
Kepastian kuota yang diinformasikan sejak dini akan memudahkan Indonesia dalam melakukan persiapan. Kuota itu terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Adapun untuk petugas, kuotanya tahun ini sebanyak 4.200 orang. "Alhamdulillah misi haji 2023 dimulai. Saya menandatangani kesepakatan haji dengan Menteri Haji Saudi. Kuota haji Indonesia tahun ini sebesar 221.000 jemaah," ujar Menag. Tambahan kuota itu didapat dengan memanfaatkan kuota negara lain yang tidak terserap maksimal. “Ini kami perjuangkan agar kuota yang tersedia terserap efektif dan antrean jemaah haji Indonesia juga tidak terus bertambah,” kata Yaqut. 
Saat ini, Kemenag tengah bersiap membahas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2023 setelah mendapat kuota haji tahun ini bersama Komisi VIII DPR RI. Sebelumnya, karena pandemi, Pemerintah Arab Saudi membatasi usia jemaah haji. Saat itu, Saudi menerapkan syarat usia jemaah haji 2022 di bawah 65 tahun. Namun, sesuai kesepakatan yang tertuang dalam MoU, pembatasan usia dihapus. "Sesuai kesepakatan, tahun ini sudah tidak ada pembatasan usia jemaah haji. Artinya, jemaah 65 tahun ke atas juga dapat berangkat haji tahun ini," ujar Yaqut. 
Menteri Umrah dan Haji Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah menyatakan, tidak ada lagi muassasah dalam penyelenggaraan haji. Tercatat, ada 6 syarikah/Perusahaan yang ditunjuk dalam pelaksanaan layanan ibadah haji tahun ini. Setiap negara, termasuk Indonesia, dapat memilih syarikah dalam menyiapkan layanan. Hal ini memberi kesempatan bagi setiap negara untuk mendapatkan harga terbaik. "Sehingga akan ada kesempatan untuk mendapatkan harga terbaik. Saya juga meminta agar perjanjian dibuat dengan detail, agar dapat memberikan layanan terbaik juga. Jika detail, ini akan menjadi pegangan ketika syarikah melanggar. Jika mereka melanggar, kami bisa memberikan sanksi," ujar Tawfiq. 
Dilansir dari Kompas.com


Read More »
25 January | 0komentar

Platform Merdeka Kemendikbudristek


Platform Merdeka mengajar adalah sebuah sarana digital yang disediakan oleh Kemendikbudristek RI dalam membantu guru-guru Indonesia untuk meningkatkan kualitas kompetensi, integrasi pendidikan serta pembelajaran. Platform ini merupakan bagian di dalam program Merdeka Belajar Episode 15, yang mana diluncurkan di awal Februari 2022 lalu. 
Platform Merdeka Mengajar ini hanya bisa diakses dan digunakan oleh semua guru dan kepala sekolah.

Pembelajaran sesuai tahap capaian belajar murid (teaching at the right level) adalah pendekatan belajar yang berpusat pada kesiapan belajar murid, bukan pada tingkatan kelas. 
Apa tujuan pembelajaran ini?
Sebagai bentuk implementasi filosofi ajar Ki Hadjar Dewantara yang berpusat pada murid Menguatkan kompetensi numerasi dan literasi murid Agar setiap murid mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan

Bagaimana pembelajaran dilakukan? 
Murid dalam fase perkembangan yang sama bisa memiliki tingkat pemahaman dan kesiapan yang berbeda. Karena itu, pada model pembelajaran ini, cara dan materi pembelajaran divariasikan berdasarkan tingkat pemahaman dan kesiapan murid.

Apa itu fase perkembangan? 
Fase atau tingkatan perkembangan adalah capaian pembelajaran yang harus dicapai murid, yang disesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta kebutuhannya. 

SD, SMP, SMA, SMK (MI, MTs, MA, MAK) 
Fase A: SD/MI kelas 1–2 
Fase B: SD/MI kelas 3–4 
Fase C: SD/MI kelas 5–6 
Fase D: SMP/MTs kelas 7–9 
Fase E: SMA/MA, SMK/MAK kelas 10 
Fase F: SMA/MA, SMK/MAK kelas 11–12 

Sekolah Luar Biasa 
Fase A: usia mental ≤ 7 tahun 
Fase B: usia mental ± 8 tahun 
Fase C: usia mental ± 8 tahun 
Fase D: usia mental ± 9 tahun 
Fase E: usia mental ± 10 tahun 
Fase F: usia mental ± 10 tahun 

Sinkronisasi Jenjang, Usia Mental, dan Usia Kronologis 
Fase A Jenjang/kelas: SD/MI (kelas 1–2) Usia kronologis: ≤ 6–8 tahun Usia mental: ≤ 7 tahun 
Fase B Jenjang/kelas: SD/MI (kelas 3–4) Usia kronologis: 9–10 tahun Usia mental: ± 8 tahun 
Fase C Jenjang/kelas: SD/MI (kelas 5–6) Usia kronologis: 11–12 tahun Usia mental: ± 8 tahun 
Fase D Jenjang/kelas: SMP/MTs (kelas 7–9) Usia kronologis: 13–15 tahun Usia mental: ± 9 tahun 
Fase E Jenjang/kelas: SMA/MA, SMK/MAK (kelas 10) Usia kronologis: 16–17 tahun Usia mental: ± 10 tahun 
Fase F Jenjang/kelas: SMA/MA, SMK/MAK (kelas 11–12) Usia kronologis: 17–23 tahun Usia mental: ± 10 tahun 

Bagaimana cara menentukan kemajuan hasil belajar? 
Kemajuan hasil belajar murid dilakukan melalui evaluasi pembelajaran atau asesmen. Murid yang belum mencapai capaian pembelajaran akan mendapatkan pendampingan agar mencapai capaian pembelajarannya. 

Bagaimana tahapan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen? 
Perencanaan 
Guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, yang mencakup rencana asesmen formatif yang akan dilakukan di awal pembelajaran dan asesmen sumatif di akhir pembelajaran. 

 Asesmen Awal Pembelajaran 
  • Asesmen awal bertujuan untuk untuk menilai kesiapan masing-masing murid untuk mempelajari materi yang telah dirancang. 
  • Dengan demikian, guru bisa melakukan pengelompokkan murid berdasarkan tingkat kesiapan yang sama. 
Pembelajaran 
  • Selama proses pembelajaran, guru akan mengadakan asesmen formatif secara berkala. 
  • Di akhir proses pembelajaran, guru akan mengadakan asesmen sumatif sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran. Asesmen ini juga bisa digunakan sebagai asesmen awal pada pembelajaran berikutnya.

Read More »
25 January | 0komentar

SISTER, Sistem Informasi Terpadu Skansika

Login SISTER

Perkembangan teknologi informasi memang diakui begitu pesat, hampir dua tahun bahkan setahun sekali terjadi perubahan atau penambahan sistem dan teknologi informasi. Tujuan pendidikan yang efektif dan efisien adalah tujuan yang bersifat jelas, mengunakan bahasa-bahasa operasional agar mudah dipahami, penyusunan program harus menyeluruh dan saling bersinergi dengan program yang lain sehingga saling memberi manfaat yang positif. 
Manajemen sekolah merupakan faktor penting dalam melaksanakan suatu pendidikan dan pengajaran di sekolah dengan mengukur suatu keberhasilan dari prestasi yang diperoleh siswa. Sekolah sebagai organisasi dalam pengembangan dan pencapaian tujuan harus mengacu pada pedoman dan arah pengembangan pendidikan. Sistem informasi manajemen sekolah yang dapat diakses oleh semua orang melalui PC,smart phone memberikan ide untuk membuat aplikasi sistem informasi manajemen sekolah yang dapat memberikan informasi tentang program kegiatan sekolah untuk guru, siswa dan orang tua siswa yang pada akhirnya sistem informasi manajemen tersebut dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen sekolah. 
Penyediaan sebuah situs diharapkan bisa membantu orang tua siswa mendapatkan informasi akademik dan perkembangan anaknya secara psikologis. Sehingga diharapkan tidak hanya untuk membantu memudahkan orang tua siswa tapi juga untuk meningkatkan kualitas sekolah itu sendiri. (Setyanto et al., 2018). Orang tua akan lebih mudah dalam memantau perkembangan anak dan komunikasi dengan pihak sekolah melalui sistem informasi ini. Sistem informasi akan dirancang sesederhana mungkin sehingga memudahkan pengguna dan secara real time, artinya dapat diakses kapan saja dan terdapat notifikasi yang bisa langsung diketahui oleh pengguna. 
SMK Negeri 1 Bukateja melakukan upaya integrasi data, kegiatan lintas sektoral; Kepegawaian, penilaian, ketenagaan, kesiswaan, Manajemen dan lain-lain. Pengembangan yang dilakukan adalah melalui aplikasi SISTER (Sistem Informasi Sekolah Terpadu). Pada semester Gasal taun Pelajaran 2022/2023 telah terupload dan digunakan aplikasi E-Raport. Alhamdulillah dapat digunakan dengan lancar meskipun terdapat beberapa permasalahan, misalnya untuk update setelah ada revisi nilai, Tujuan pembelajaran. Fitur yang ada pada SISTER : 
1. Data Kepegawaian 
2. Buku Induk 
3. E-Raport 
4. Presensi Siswa menggunakan Android (Face) 
5. Kesiswaan 
6. Perpustakaan digital 
7. Ulangan Online 
8. Pembelajaran Digital 
9. Jadwal Mata Pelajaran 
10.Dan Lain-lain (Dikembangkan sesuai dengan Kebutuhan) 
Penggunaan sistem atau teknologi informasi dapat dijadikan sebagai salah satu komponen peningkatan mutu di sekolah. Hal ini terkait pada peningkatan kualitas akademik sebuah strategi unggul untuk mencapai keunggulan kompetitif sehingga sekolah dapat bersaing dengan sekolah yang lain dalam kancah pendidikan diera global. Kesuksesan sistem informasi merupakan suatu tingkat di mana sistem informasi mampu memberikan konstribusi pada organisasi dalam pencapaian tujuannya.

Read More »
24 January | 0komentar

Demontrasi Kontekstual Modul 1.2


Peserta Pendidikan Guru Penggerak, kedepanya diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai dan peran guru penggerak untuk mewujudkan profil pelajar pancasila.  Sebagai guru penggerak sebagai pemimpin dan mengelola perubahan, berpikir sistem yang berfokus pada penyusun sebuah ekosistem pendidikan yang beranjak dari diri sendiri dengan kesadaran penuh mewujudkan lima keterampilan sosial-emosional (kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan relasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan beretika yang menumbuhkan pola pikir dan nilai-nilai yang diharapkan pada seorang guru pada video berikut:


Read More »
23 January | 0komentar