Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Pertemuan Pertama Di Kelas: Warming Up

Siswa Baru Skansika
Bagi Bapak Ibu guru bulan Juli ini adalah sebagai awal melaksanakan kegiatan di dalam kelas. Sebagai seorang guru, pasti merasakan pada saat pertemuan dan kepergian setiap tahunnya. Rela melepas murid yang telah diajar bertahun-tahun dan menerima siswa baru. Pada saat pertemuan pertama di kelas ini merupakan tantangan baru yang harus. Mulai dari menghafal nama peserta didik baru yang cukup banyak, belajar memahami karakter masing-masing peserta didik (asesmen awal) serta membangun hubungan baik antara dengan peserta didik. 
Mengikuti salah satu Grup Wa di Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Kab. Purbalingga terdapat postingan menarik tentang pertemuan pertama di kelas. Pada hari pertama pembelajaran, suasana di kelas dipenuhi dengan semangat dan antusiasme anak-anak kita. Kegiatan hari ini dimulai dengan sesi perkenalan di mana setiap siswa berusaha membangun bonding yang kuat satu sama lain. Mereka saling berbagi cerita, hobi, dan impian, menciptakan ikatan yang lebih erat di antara mereka. 
Setelah itu, para siswa diajak untuk berefleksi mengenai perjalanan pembelajaran mereka selama satu tahun terakhir. Mereka merenungkan pencapaian, tantangan, serta pelajaran berharga yang telah mereka dapatkan. Refleksi ini membantu mereka memahami kekuatan & kelemahan masing-masing, serta mempersiapkan diri untuk tahun ajaran baru dgn lebih baik. 
Dalam suasana yg penuh kehangatan, masing² anak diminta dengan tulus bersedia untuk meminta maaf atas kesalahan yg pernah dilakukan kepada teman-temannya. Hal ini menciptakan atmosfer penuh pengertian & memaafkan, serta memperkuat rasa kebersamaan dan persahabatan di antara mereka. Tidak lupa, setiap siswa juga diberikan kesempatan untuk berterimakasih kepada teman2 yg telah memberikan dukungan, semangat, dan inspirasi selama ini. 
Ucapan terima kasih ini menguatkan ikatan emosional & membangun suasana positif di dalam kelas. Akhirnya, anak² kita bersama-sama merancang harapan untuk kelas impian mereka. Mereka berdiskusi mengenai nilai² yg ingin diterapkan, tujuan yang ingin dicapai, serta cara-cara untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan produktif melalui kesepakatan kelas. 
Dengan semangat & komitmen yang tinggi, mereka bertekad untuk mewujudkan kelas impian di mana setiap individu merasa dihargai, termotivasi, dan mampu berkembang secara optimal. Hari ini bukan hanya sekadar pertemuan pertama, tetapi juga menjadi fondasi yg kuat untuk perjalanan pembelajaran yg lebih bermakna & inspiratif di tahun ajaran baru.

Read More »
28 July | 0komentar

Aksi Nyata Bukan Aksi Abu-abu

Bapak Ibu Guru selamat berakhir pekan, dalam falsafah Jawa, terdapat pepatah yg berbunyi "ilmu iku kelakone kanthi laku" yg bermakna bahwa ilmu didapatkan melalui praktik. Pepatah ini sangat sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang "3 Nga" yaitu Ngerti, Ngrasa, dan Nglakoni. Ngerti berarti memahami suatu konsep atau pengetahuan, Ngrasa adalah kemampuan untuk merasakan / menyadari esensi dari pengetahuan tersebut, dan Nglakoni adalah melakukan atau mempraktikkan apa yg telah dipahami & dirasakan. 
Ki Hajar Dewantara menekankan bahwa pendidikan yg efektif tidak hanya berhenti pada tahap menghapal atau memahami teori, tetapi harus dilanjutkan dengan pengalaman nyata yang memberikan pemahaman lebih mendalam & bermakna. Pembelajaran yg baik adalah pembelajaran yg melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar-mengajar. 
Guru tidak hanya berperan sebagai pemberi materi, tetapi juga sebagai fasilitator yg membantu anak didiknya untuk mengalami dan mengaplikasikan pengetahuan yg mereka peroleh. Dengan demikian, siswa dapat mengembangkan kemampuan untuk menjadi solusi bagi diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kita sebagai guru diharapkan tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan secara verbal atau tekstual, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.
Pembelajaran berbasis pengalaman ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berinovasi. Dengan cara ini, mereka dapat tumbuh menjadi individu yg bermanfaat bagi masyarakat dan mampu mencapai potensi terbaik mereka. Falsafah "ilmu iku kelakone kanthi laku" mengajarkan kita bahwa ilmu sejati adalah ilmu yang diwujudkan dalam tindakan nyata (aksi nyata bukan aksi ghoib). Dalam konteks pendidikan, ini berarti bahwa proses pembelajaran harus melibatkan 3-si (aksi, refleksi, dan aplikasi). 
Melalui pendekatan ini, anak kita tidak hanya menjadi pengetahuan pasif, tetapi juga aktif yang mampu membuat perubahan positif dalam kehidupan mereka & komunitasnya. Mereka menjadi manusia yang bisa bermanfaat bagi sesama. Itulah salah satu puncak kebahagiaan karena menjadi versi terbaik manusia.
Dari : Grup WA GSM Purbalingga

Read More »
28 July | 0komentar

Modul Ajar (MA) Mata Pelajaran PKL

Pendidikan di dalam Kurikulum Merdeka berorientasi kepada kebutuhan peserta didik. Berbagai macam upaya dilakukan oleh pemangku kepentingan dalam sistem pendidikan untuk menjadikan peserta didik menjadi pelajar yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya berkarakter yang baik demi terwujudnya tujuan pendidikan. 
Dalam Kurikulum Merdeka dimana PKL menjadi mata pelajaran yang harus diikuti oleh peserta didik SMK.  Mapel PKL ini juga dilaksanakan di semester 5 kelas XII. Terhitung juga sebagai jumlah jam bagi guru pembimbing yang diharapkan membantu satuan pendidikan. 
Berdasarkan Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020 tentang Praktik Kerja Lapangan Bagi Peserta Didik, Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah pembelajaran bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) yang dilaksanakan melalui praktik kerja di dunia kerja dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan kerja. Selanjutnya pada Kepmendikbudristek Nomor 262/M/2022 tentang Perubahan Atas Kepmendikbudristek Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran yang kemudian disebut Kurikulum Merdeka, dan diperbaharui lagi dengan Permendikbudristek No.12 Tahun 2024 Tentang Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Pada Usia Dini dan Jenjang Dasar dan menengah.
Ditetapkan bahwa PKL merupakan salah satu mata pelajaran sebagai wahana pembelajaran di dunia kerja (termasuk teaching factory). Pada Kurikulum Merdeka, PKL menjadi mata pelajaran yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik SMK dengan ketentuan sekurang-kurangnya 6 bulan (792 jam pelajaran) di kelas XII pada SMK program 3 tahun. 
Tentunya sebagai mata pelajaran maka guru harus membuat perangkat ajarnya Telah ditetapkan Capaian Pembelajarannya sehingga guru membuat ATP, Modul Ajar dan perangkat asesmennya.
Mata Pelajaran PKL Terdiri dari 4 (empat) Elemen Dan Capaian Pembelajaran dibawah ini :


Sehingga Bp/Ibu Guru juga membuat Modul Ajar 4 elemen tersebut :
  1. Internalisasi dan Penerapan Soft Skills
  2. Penerapan Hard Skills
  3. Peningkatan dan Pengembangan Hard Skills 
  4. Penyiapan Kemandirian Berwirausaha


Read More »
28 July | 0komentar

Hari Kedua MPLS

 
Masa Pengenalan lingkungan Sekolah (MPLS) hari ke dua diisi dengan paparan Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai peserta didik baru dan Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya.
Mengawali Tahun Ajaran Baru 2024/2025 SMK Negeri 1 Bukateja Kab.Purbalingga membuka dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) selama 3 hari dari senin 22 juli sampai dengan rabu 24 juli. 
MPLS adalah kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah. Sebelum kegiatan dan penyampaian materi anak-anak melaksanakan Apel Pagi. MPLS dilakukan di kelas, dengan beberapa narasumber yang hadir memberikan materi. 
Berikut kegiatan Hari kedua MPLS: Pemberian materi dari Polres Purbalingga dari Satlantas Polres Purbalingga.






Read More »
28 July | 0komentar

Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) 2024/2025

Skema Pengecatan Bodi Kendaraan
Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional, standar internasional, dan/atau standar khusus lainnya. Tempat Uji Kompetensi SMK Negeri 1 Bukateja dilakukan melalui LSP P3. Pada tahun ini, tahun ajaran 2024/2025 USK dilaksanakan pada klas XII yang akan melaksanakan PKL. 
Dari semua program keahlian alhamdulillah memenuhi syarat untuk mengikuti USK ini menyelenggarakan 7 (tujuh) uji kompetensi diantaranya : 
Kelas dan Skema Sertifikasinya 
- Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan - Skema Juru Gambar 
- Desain dan Produksi Busana (DPB) - Skema Junior Custom Made 
- Teknik Kendaraan Ringan (TKR) - Skema Engine Tune Up Sistem Injeksi 
- Teknik Bodi Kendaraan Ringan (TBKR) - Skema Pengecatan Panel Bodi Kendaraan - 
- Program Siaran dan Produksi Televisi (PSPT) - Skema Fotografer Yunior 
Kegiatan USK Tahun Pelajaran 2024 – 2025 mendapat bantuan dana dari pemerintah. dengan jumlah peserta 599 siswa terdiri dari :

No

Program Keahlian

Jumlah siswa

Skema Penyelenggaraan

Tanggal

1

DPIB

143

LSP P3 Ataki

01 s.d. 3 Juli 2024

2

Busana

105

 LSP P1 SMKN 1 Purworejo

1 s.d. 4 Juli 2024

3

TKR

105

LSP P3 TOP

01 s.d. 3 Juli 2024

4

TKJ

106

LSP P3 Teknologi Digital

01 s.d. 3 Juli 2024

5

PSPT

70

LSP P3 Komsindo

 

6

TBKR

36

LSP P3 TOP

01 s.d. 3 Juli 2024

7

RPL

34

LSP P3 Teknologi Digital

01 s.d. 3 Juli 2024

 

Jumlah

599

 

 



Read More »
25 July | 0komentar

Hari Pertama MPLS

 

Pembukaan MPLS tahun ajaran 2024/2025 dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2024. Bertempat di Lapangan SMK Negeri 1 Bukateja dilaksanakan pembukaan. Kepala Sekolah menyematkan tanda pengenal secara simbolis, setelah itu semua siswa/peserta memakai tanda pengenal sendiri.   
MPLS diikuti oleh 608 siswa dari siswa kelas X yang baru. dari 6 Program Keahlian yaitu DPIB, BSN, TO, TKJ, BCF dan PPLG. 





Read More »
24 July | 0komentar

Menciptakan Lingkungan Belajar Kondusif : "Circle Time"

Minggu² pertama tahun ajaran baru, penting bagi kita untk membangun hubungan yg kuat dengan siswa sebelum memulai pelajaran. Kegiatan-kegiatan yang memfokuskan pada pembentukan bounding antar siswa & antara siswa dengan guru dapat menciptakan lingkungan belajar yg lebih positif & kondusif. Salah satu kegiatan yg efektif adalah Circle Time. 

Mengucap Terima Kasih dan Meminta Maaf
Selama Circle Time, anak kita duduk dalam lingkaran & diberi kesempatan untk mengucapkan terima kasih kepada teman-temannya. Setiap siswa dapat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada satu/lebih teman di kelas, menjelaskan alasan di balik ucapan terima kasih tersebut. Misalnya, seorang siswa dpt mengatakan, "Terima kasih kepada Liska karena selalu membantu saya memahami tugas matematika." Setelah sesi ucapan terima kasih, siswa diberi kesempatan untk meminta maaf atas kesalahan yg mungkin terjadi selama tahun sebelumnya. 
Dengan cara ini, mereka dapat belajar tentang pentingnya meminta maaf & memaafkan. Seorang siswa mungkin berkata, "Saya minta maaf kepada Budi karena pernah membuatmu merasa tidak nyaman dengan kata-kata saya." 
Manfaat dari Kegiatan Ini:
 1. *Mengembangkan Empati dan Rasa Hormat:* Siswa belajar untuk menghargai satu sama lain dan memahami pentingnya saling mendukung. 
 2. *Meningkatkan Keterbukaan & Kepercayaan:* Dengan meminta maaf & menerima permintaan maaf, siswa belajar tentang pentingnya kejujuran & keterbukaan. 
 3. *Memperkuat Hubungan Sosial:* Kegiatan ini membantu siswa merasa lebih dekat satu sama lain, menciptakan rasa kebersamaan yg kuat di kelas.

Diskusi Tentang Pengalaman Tahun Lalu: Hal Menarik dan Tidak Menyenangkan. Selanjutnya, siswa kita ajak untuk berbagi tentang hal paling menarik dan hal paling tidak menyenangkan yg mereka alami tahun lalu. Ini bisa berupa pengalaman pribadi atau sesuatu yg terjadi di lingkungan sekolah. Diskusi ini membantu anak kita untuk merefleksikan pengalaman mereka & memahami bahwa setiap orang memiliki pengalaman yg beragam.

Manfaat dari Kegiatan Ini:
 1. Mengembangkan Kemampuan Reflektif: Anak kita belajar untuk melihat kembali pengalaman mereka & mengambil pelajaran dari situ. 
 2. Membangun Keterbukaan: Dengan berbagi pengalaman, anak kita dapat merasa lebih terbuka & nyaman satu sama lain. 
 3. Meningkatkan Kemampuan Berbicara di Depan Umum:
 Diskusi ini juga membantu anak kita lho untuk berlatih berbicara di depan orang lain, meningkatkan kepercayaan diri mereka. 
Harapan untuk Kelas Ideal Selama Satu Tahun Kedepan
Setelah diskusi tentang pengalaman, anak didik kita ajak untuk berbagi harapan mereka tentang bagaimana kelas ideal selama satu tahun ke depan. Anak² dapat menyampaikan harapan mereka terkait suasana belajar, hubungan antar teman, dan cara mereka ingin berinteraksi dengan guru.

Manfaat dari Kegiatan Ini:
 1. Membangun Komitmen Bersama
Siswa dan guru dapat bersama-sama membangun visi tentang kelas ideal, sehingga semua pihak memiliki tujuan yg sama. 
 2. Meningkatkan Motivasi:
Dengan memiliki harapan yg jelas, siswa lebih termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut. 
 3. Menciptakan Lingkungan Positif:
Harapan² positif yg diutarakan dapat membantu menciptakan suasana belajar yg kondusif & menyenangkan.


Bersyukur Bersama
 
 Akhirnya, mari ajak anak kita untuk bersyukur atas apa yg mereka miliki & pengalaman yg telah mereka lalui. Setiap siswa bisa menyebutkan satu hal yang mereka syukuri, baik itu tentang keluarga, teman, atau pencapaian pribadi. 
Manfaat dari Kegiatan Ini:
 1. Mengembangkan Rasa Syukur: Anak kita akan belajar untuk menghargai hal² positif dalam hidup mereka. 
 2. Meningkatkan Kesejahteraan Emosional:
Bersyukur dapat meningkatkan perasaan bahagia & kepuasan hidup. 
 3. Menciptakan Lingkungan yang Positif:

Anak yg bersyukur cenderung lebih positif & mendukung satu sama lain. Bapak Ibu Guru dengan menjalankan kegiatan² ini pada awal tahun ajaran, kita tidak hanya membantu anak didik kita merasa lebih terhubung satu sama lain, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yg positif dan inklusif. 
Hal ini dapat memberikan dasar yg kuat untuk tahun ajaran yg kondusif, bermakna & menyenangkan bagi semua pihak. 
Yuk... ceritakan ide² lainnya dalam membangun kelas yang inklusif dan konektivitas kita dengan anak² agar membantu teman² mewujudkan kelas yang bermakna dan menyenangkan. 
#tahunajaranbaru 
#learningenvirontment
#kembalimendidikmanusia 
#ruangketiga 
#gurumeraki 
 #berubahberbagikolaborasi 
 #gerakansekolahmenyenangkan

Dari : Grup wa GSM Purbalingga

Read More »
24 July | 0komentar

SNP Terbaru Sesuai PP No.4 Tahun 2022

Standar Nasional Pendidikan (SNP) merupakan kriteria minimal tentang berbagai aspek yang relevan dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional dan harus dipenuhi oleh penyelenggara dan/atau satuan pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional Pendidikan berfungsi untuk dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas. 
Standar Nasional Pendidikan berhaluan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.
Peraturan yang menjadi dasar SNI adalah Peraturan Pemerintah No.4 Tahun 2022 sebagai Perubahan PP No. 57 Tahun 2021. 
Cakupan SNI adalah :
  • 1. Standar Kompetensi Lulusan
  • 2. Standar Isi
  • 3. Standar Proses
  • 4. Standar Penilaian Pendidikan
  • 5. Standar Tenaga Pendidikan
  • 6. Standar Sarana dan Prasarana
  • 7. Standar Pengelolaan 
  • 8.  Standar Pembiayaan

Download PP No. 57 Tahun 2021


1. Standar kompetensi lulusan
Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan capaian kemampuan Peserta Didik dari hasil pembelajarannya pada akhir Jenjang Pendidikan Standar kompetensi lulusan sebagaimana digunakan sebagai pedoman dalam penentuan kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan standar lainya. Ketercapaian standar kompetensi lulusan ditentukan berdasarkan data komprehensif mengenai Peserta Didik yang diperoleh secara berkesinambungan selama periode pembelajaran. Dokumen Bukti Fisik: Tata Tertib Sekolah, Buku Piket, Laporan Kegiatan Ekstra Kurikuler, Buku Catatan Kedisiplinan Siswa, Hasil Karya Siswa, Data Nilai Ujian Sekolah, Leger Nilai Kenaikan Kelas.

2. Standar Isi 
Standar isi merupakan kriteria minimal yang mencakup lingkup materi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan tertentu. Dokumen bukti fisik: Rencana Pelaksanaan Pembelajran (RPP), CP/ATP? Modul Ajar. Kisi-kisi Soal, Hasil Penilian Formatif Sumatif, Catatan / Daftar Penilaian dan Hasil Analisis Pencapaian Kompetensi, Program Pelaksanaan Remidial Pengayaan, Laporan Hasil Penilian, Dokumen Kegiatan Rapat Evaluasi dan Releksi,

3. Standar proses 
merupakan kriteria minimal proses pembelajaran berdasarkan jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar Proses meliputi Percencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian Proses Pembelajran.


4. Standar Penilaian Pendidikan
Standar penilaian Pendidikan merupakan kriteria minimal mengenai mekanisme penilaian hasil belajar Peserta Didik. 
 Mekanisme prosedur dalam melakukan penilaian meliputi: 
a. Perumusan tujuan penilaian 
b. Pemilihan dan/atau pengembangan instrumen penilaian 
c. Pelaksanaan penilaian; 
d. Pengolahan hasil penilaian; dan 
e. Pelaporan hasil penilaian. 
Penilaian hasil belajar Peserta Didik dilakukan sesuai dengan tujuan penilaian secara berkeadilan, objektif, dan edukatif. 

 Bentuk penilaian yaitu penilaian formatif dan sumatif.


5. Standar Tenaga Pendidikan

Standar pendidik merupakan kriteria minimal kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki pendidik untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai teladan, perancang pembelajaran, fasilitator, dan motivator Peserta Didik. Kriteria minimal kompetensi pendidik meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kriteria minimal kualifikasi pendidik yang harus dipenuhi oleh pendidik yang dibuktikan ijazah dan atau sertifikat keahlian Standar tenaga kependidikan selain pendidik merupakan kriteria minimal kompetensi yang dimiliki tenaga kependidikan selain pendidik sesuai dengan tugas dan fungsi dalam melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses Pendidikan pada Satuan Pendidikan

6.  Standar Sarana dan Prasarana

Standar sarana dan prasarana merupakan kriteria minimal sarana dan prasarana yang harus tersedia pada Satuan Pendidikan dalam penyelenggaraan Pendidikan.
7.  Standar Pengelolaan
Standar pengelolaan merupakan kriteria minimal mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan yang dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan agar penyelenggaraan Pendidikan efisien dan efektif. Perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan Pendidikan pada pendidikan anak usia dini dan Jenjang Pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah (MBS) yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka pendek (1 tahun) dan rencana kerja jangka menengah (4 tahunan )
8. Standar Pmbiayaan
Standar pembiayaan merupakan kriteria minimal mengenai komponen pembiayaan Pendidikan pada Satuan Pendidikan. Pembiayaan Pendidikan terdiri atas biaya investasi dan biaya operasional. Biaya investasi meliputi komponen biaya: investasi lahan, penyediaan sarana dan prasarana, penyediaan dan pengembangan sumber daya manusia dan modal kerja tetap Biaya operasional meliputi komponen biaya personalia nonpersonalia

Read More »
24 July | 0komentar

Rumah Kalang, B.H. Noerijah

Kotagede adalah sebuah kawasan tertua sejarahnya di Kota Yogyakarta karena merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Mataram yang mana pada kelak kemudian hari dibagi menjadi 2 (dua) Kerajaan : Surakarta dan Yogyakarta, melalui perjanjian Giyanti.
Konsep museum berbasis komunitas diharapkan dapat menjadi pintu untuk mengenal kisah peristiwa dan berbagai aliran sejarah yang terjadi di Kotagede secara keseluruhan & hubungannya dengan lokasi tersebut yang masih dilestarikan. Tradisi yang masih dijaga dan dilestarikan di Kotagede menjadi daya tarik wisata, sehingga museum hadir sebagai pusat informasi awal Living Museum Kotagede. Pengunjung disuguhkan potensi dari 4 klaster yang ada di Kotagede, yaitu Klaster Situs Purbakala dan Bentang Alam Sejarah, Klaster Kemahiran Teknologi Tradisional, Klaster Seni Pertunjukan Sastra, Adat-Tradisi dan Kehidupan Sehari-hari, serta Klaster Gerakan Sosial Masyarakat. Di Klaster Arkeologi dan Sejarah misalnya, pengunjung bisa melihat artefak, bangunan, cagar budaya, dan lainnya. Klaster Kerajinan Tradisional berisi informasi tentang warisan arsitektur dan kerajinan perak. Klaster Sastra, Seni Pertunjukan, Adat dan Tradisi mencakup kreasi seni dan kuliner khas Kotagede seperti Kipo dan Waru. Sedangkan Klaster Gerakan Sosial berkaitan dengan perjalanan sejarah terkait munculnya dan berkembangnya organisasi sosial dan kemasyarakatan di Kotagede. Termasuk perannya dalam kemerdekaan Indonesia. Museum Kotagede didasarkan pada keadaan lingkungan di luar tembok museum, namun tetap memerlukan titik temu untuk menjadi jangkar bagi keberadaan Museum Kotagede itu sendiri. Oleh karena itu, titik tersebut dinamakan Museum Kotagede: Intro Living Museum yang menempati bangunan cagar budaya Rumah Kalang yang terletak di Jalan Tegalgendu, Kotagede, Yogyakarta, yang berfungsi sebagai pusat informasi mengenai potensi kawasan cagar budaya Kotagede. Pembangunan Rumah Kalang dan beberapa koleksi yang ada di museum Kotagede berasal dari hibah tokoh dan masyarakat Kotagede. Rumah Kalang yang kini menjadi aset Pemerintah Daerah Yogyakarta, dulunya milik B.H. Noerijah, salah satu tokoh Wong Kalang. Wong Kalang turut membentuk identitas Kotagede, bukan hanya karena bangunannya yang memiliki ciri arsitektur khas, namun juga perannya dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi. Bangunan Rumah Kalang yang dibangun secara bertahap pada tahun 1931 hingga 1938 ini memadukan banyak gaya, dengan gaya yang unik, berbeda dengan arsitektur lain pada zamannya. Terdapat gaya bangunan tradisional  Jawa, Cina, dan Eropa yang menjadi  identitas arsitektur Rumah Kalang.


Sumber : https://visitingjogja.jogjaprov.go.id/en/18461/kotagede-museum-intro-living-museum/

Read More »
23 July | 0komentar

Museum Kotagede Intro Living

Pada masa libur akhir tahun ini menyempatkan jalan-jalan ke kota Yogyakarta (14/7). Pada kesempatan ini Alhamdulillah 3 anak sedang liburan. Bersama-sama menikmati keindahan yogyakarta yaitu ke Museum Kotagede Intro Living. Musium ini sebagai wakaf dari B.H.Noerijah. Bertempat di Tegalgendhu, Kotagede, Museum Kotagede Intro Living Museum menempati rumah B.H. Noerijah, seorang wong Kalang yang terpandang. 
Beliau merupakan pengusaha berlian yang tersohor mendatangkan berlian langsung dari Belanda.Dilansir dari budaya.jogjaprov.go.ig bahwa Rumah ini dibangun dari tahun 1931 hingga 1938 dengan kemegahan yang luar biasa. Mengadopsi sistem tata ruang Jawa dengan memberikan sentuhan Eropa melalui pemilihan warna lantai, hiasan kaca patri dan berbagai ornamen lainnya membuat bangunan Omah Kalang ini istimewa. 
Menurut ahli waris, kaca patri yang bertuliskan B.H. Noerijah dan tanggal pembuatan ini dipesan langsung dari Belgia.Museum Kotagede yang bertempat di Rumah Kalang ini baru diperkenalkan kepada publik sejak 10 Desember 2021 lalu. Mengutip laman Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, alasan mengapa diberi nama 'Intro Living Museum Kotagede' karena diharapkan museum tersebut akan menjadi intro atau pendahuluan dalam mengenal Kawasan Kotagede.
Penasaran dengan koleksi yang ada di dalam Intro Living Museum Kotagede? Tentu tak kalah lengkap dengan museum lain yang ada di Jogjakarta. Terdapat empat klaster utama pada museum tersebut yaitu Klaster Situs Arkeologi dan Lansekap Sejarah, Klaster Kemahiran Teknologi Tradisional, Klaster Seni Pertunjukan Sastra, Klaster Adat-Tradisi dan Kehidupan Keseharian, juga Klaster Pergerakan Sosial Kemasyarakatan. Ada juga ruangan khusus yang membahas tentang Ibu Hj Noerijah, pemilik lama rumah kalang sekaligus penghibah beberapa koleksi pribadi untuk museum ini.




Read More »
22 July | 0komentar

Video Aksi Nyata Modul 1.2

Pada modul tersebut, guru akan diajarkan mengenai seperti apa nilai dan peran dari seorang guru penggerak dalam pembelajaran. Apa saja nilai dan peran guru penggerak modul 1.2?

Read More »
21 July | 0komentar

Minggu Pertama Masuk


Minggu² pertama tahun ajaran baru, penting bagi kita untk membangun hubungan yg kuat dengan siswa sebelum memulai pelajaran. Kegiatan-kegiatan yang memfokuskan pada pembentukan bounding antar siswa & antara siswa dengan guru dapat menciptakan lingkungan belajar yg lebih positif & kondusif. Salah satu kegiatan yg efektif adalah Circle Time. 

Mengucap Terima Kasih dan Meminta Maaf
 
Selama Circle Time, anak kita duduk dalam lingkaran & diberi kesempatan untk mengucapkan terima kasih kepada teman-temannya. Setiap siswa dapat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada satu/lebih teman di kelas, menjelaskan alasan di balik ucapan terima kasih tersebut. Misalnya, seorang siswa dpt mengatakan, "Terima kasih kepada Liska karena selalu membantu saya memahami tugas matematika." Setelah sesi ucapan terima kasih, siswa diberi kesempatan untk meminta maaf atas kesalahan yg mungkin terjadi selama tahun sebelumnya. 
Dengan cara ini, mereka dapat belajar tentang pentingnya meminta maaf & memaafkan. Seorang siswa mungkin berkata, "Saya minta maaf kepada Budi karena pernah membuatmu merasa tidak nyaman dengan kata-kata saya." *Manfaat dari Kegiatan Ini:* 
 1. Mengembangkan Empati dan Rasa Hormat:
Siswa belajar untuk menghargai satu sama lain dan memahami pentingnya saling mendukung. 
 2. Meningkatkan Keterbukaan & Kepercayaan: Dengan meminta maaf & menerima permintaan maaf, siswa belajar tentang pentingnya kejujuran & keterbukaan. 
 3. *Memperkuat Hubungan Sosial:* Kegiatan ini membantu siswa merasa lebih dekat satu sama lain, menciptakan rasa kebersamaan yg kuat di kelas.

Diskusi Tentang Pengalaman Tahun Lalu: Hal Menarik dan Tidak Menyenangkan* Selanjutnya, siswa kita ajak untuk berbagi tentang hal paling menarik dan hal paling tidak menyenangkan yg mereka alami tahun lalu. Ini bisa berupa pengalaman pribadi atau sesuatu yg terjadi di lingkungan sekolah. Diskusi ini membantu anak kita untuk merefleksikan pengalaman mereka & memahami bahwa setiap orang memiliki pengalaman yg beragam.

 *Manfaat dari Kegiatan Ini:* 
 1. *Mengembangkan Kemampuan Reflektif:* Anak kita belajar untuk melihat kembali pengalaman mereka & mengambil pelajaran dari situ. 
 2. *Membangun Keterbukaan:* Dengan berbagi pengalaman, anak kita dapat merasa lebih terbuka & nyaman satu sama lain. 
 3. *Meningkatkan Kemampuan Berbicara di Depan Umum:
* Diskusi ini juga membantu anak kita lho untuk berlatih berbicara di depan orang lain, meningkatkan kepercayaan diri mereka. *Harapan untuk Kelas Ideal Selama Satu Tahun Kedepan*
Setelah diskusi tentang pengalaman, anak didik kita ajak untuk berbagi harapan mereka tentang bagaimana kelas ideal selama satu tahun ke depan. Anak² dapat menyampaikan harapan mereka terkait suasana belajar, hubungan antar teman, dan cara mereka ingin berinteraksi dengan guru.

 *Manfaat dari Kegiatan Ini:* 
 1. *Membangun Komitmen Bersama:* Siswa dan guru dapat bersama-sama membangun visi tentang kelas ideal, sehingga semua pihak memiliki tujuan yg sama. 
 2. *Meningkatkan Motivasi:* Dengan memiliki harapan yg jelas, siswa lebih termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut. 
 3. *Menciptakan Lingkungan Positif:* Harapan² positif yg diutarakan dapat membantu menciptakan suasana belajar yg kondusif & menyenangkan.

 
Bersyukur Bersama
 
 Akhirnya, mari ajak anak kita untuk bersyukur atas apa yg mereka miliki & pengalaman yg telah mereka lalui. Setiap siswa bisa menyebutkan satu hal yang mereka syukuri, baik itu tentang keluarga, teman, atau pencapaian pribadi. 
 *Manfaat dari Kegiatan Ini:* 
 1. *Mengembangkan Rasa Syukur:* Anak kita akan belajar untuk menghargai hal² positif dalam hidup mereka. 
 2. *Meningkatkan Kesejahteraan Emosional:* Bersyukur dapat meningkatkan perasaan bahagia & kepuasan hidup. 
 3. *Menciptakan Lingkungan yang Positif:* Anak yg bersyukur cenderung lebih positif & mendukung satu sama lain. Bapak Ibu Guru dengan menjalankan kegiatan² ini pada awal tahun ajaran, kita tidak hanya membantu anak didik kita merasa lebih terhubung satu sama lain, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yg positif dan inklusif. 
Hal ini dapat memberikan dasar yg kuat untuk tahun ajaran yg kondusif, bermakna & menyenangkan bagi semua pihak. 
 ✨✨ Yuk... ceritakan ide² lainnya dalam membangun kelas yang inklusif dan konektivitas kita dengan anak² agar membantu teman² mewujudkan kelas yang bermakna dan menyenangkan. Dari Grup wa GSM Purbalingga

Read More »
20 July | 0komentar

Video Konversi File JPG To PDF

Dokumen bentuk data diri ( KTP ,Buku Tabungan, Ijazah dll) yang kita konversi ke PDF secara Online, apakah ada jaminan data atau dokumen kita tidak tersimpan pada databased ? Untuk meminimalisir kita gunakan secara offline.Tapi kan tidak ribet langsung menggunakan Online? Benar akan tetapi jika dokumen kita merupakan dokumen penting, apakah tidak mungkin data kita tersimpan di database mereka? Tutorial ini akan aman karena proses konversi secara offline di laptop kita. Selamat mencoba.

Read More »
20 July | 0komentar

Acuan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan

Kegiatan Pengembangan Kurikulum (KSP) 2024
Dalam penyusunannya, satuan pendidikan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. Prinsip pengembangan ini bertujuan untuk membantu proses berpikir dalam menyusun kurikulum satuan pendidikan dan menjadi dasar merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum. Satuan pendidikan diberikan kebebasan dalam pengembangan dengan menyesuaikan tujuan utama dari Kurikulum Satuan Pendidikan, sejauh komponen dasarnya tercakup di dalamnya. Khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kurikulum adalah kurikulum implementatif yang menjabarkan kurikulum inti bidang dan program kompetensi ke dalam bentuk konsentrasi serta potensi internal sekolah dan dunia kerja. Menyesuaikan dengan regulasi terbaru bahwa penetapan Kurikulum Satuan Pendidikan dilakukan oleh Kepala Satuan Pendidikan, pembaruan detail informasi dan contoh pengembangan kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenjang. 
Dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan dimaksud pada tulisan ini adalah penjelasan mengenai dokumen yang menjadi rujukan dalam mengembangkan kurikulum di satuan pendidikan Kurikulum Satuan Pendidikan disusun berdasarkan: 
a. Kerangka dasar dan struktur yang ditetapkan secara nasional; dan 
b. Visi, misi, dan karakteristik satuan pendidikan. 


Standar Nasional Pendidikan
 
Standar Nasional Pendidikan yang menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum meliputi: 
  1. Standar Kompetensi Lulusan (Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah); 
  2. Standar Isi (Permendikbudristek No. 8 Tahun 2024 tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah); 
  3. Standar Proses (Permendikbudristek No. 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah); 
  4. Standar Penilaian Pendidikan (Permendikbudristek No. 21 Tahun 2022 tetang Standar Penilaian Pendidikan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah); 
  5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 
  6. Standar Pengelolaan (Permendikbudristek No. 47 Tahun 2023 tentang Standar Pengelolaan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah); 
  7. Standar Sarana dan Prasarana (Permendikbudristek No. 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah); dan 
  8. Standar Pembiayaan (Permendikbudristek No. 18 Tahun 2023 tentang Standar Pembiayaan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah).

Struktur Kurikulum
 
Struktur Kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah menjadi acuan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum yang terdiri atas intrakurikuler dan kokurikuler sekurang-kurangnya berupa projek penguatan profil pelajar Pancasila. Khusus untuk SKB/PKBM kokurikuler dilaksanakan paling sedikit melalui muatan pemberdayaan dan keterampilan berbasis profil pelajar Pancasila. Selain Intrakurikuler dan Kokurikuler, struktur Kurikulum dapat memuat Ekstrakurikuler sesuai dengan karakteristik Satuan Pendidikan. Pengembangan kurikulum ini menuju tercapainya profil pelajar Pancasila dan dapat ditambahkan dengan kekhasan satuan pendidikan sesuai dengan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan. Khusus SMK dan SMALB ditambah dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL), khusus SLB ditambah dengan Keterampilan Pilihan dan Program Kebutuhan Khusus.


Read More »
19 July | 0komentar

Panduan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)

Tim Pengembang Kurikulum
Tahun ajaran baru 2024/2025 pemerintah menentukan bahwa kurikulum yang digunakan di tingkat satuan pendidikan adalah Kurukulum Satuan Pendidikan (KSP). Kurikulum satuan pendidikan dikembangkan dan dikelola dengan mengacu kepada struktur kurikulum dan standar yang ditetapkan oleh pemerintah serta menyelaraskannya dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, satuan pendidikan, serta daerah. 
Pada panduan penyusunan KSP sebagai komponen minimal yang ditetapkan oleh Kementerian dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 dan satu komponen tambahan, yaitu evaluasi, pendampingan, dan pengembangan profesional yang dapat dilaksanakan oleh satuan pendidikan yang siap untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan. 
Dalam menyusun kurikulum satuan pendidikan, satuan pendidikan diberikan kewenangan untuk menentukan bentuk dan sistematika penyusunannya, dan dapat disesuaikan dengan konteks satuan pendidikan. Panduan ini digunakan bersama dengan dokumen-dokumen lain yang terkait, di antaranya: Panduan Pembelajaran dan Asesmen, Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Panduan Pelaksanaan Pendidikan Inklusif, Panduan Implementasi Bimbingan dan Konseling, dan Panduan Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan SMA/MA dan SMK/MAK serta bentuk lain yang sederajat. Dokumen-dokumen tersebut diharapkan dapat dibaca dan dipelajari dengan saksama sebagai penunjang pengembangan kurikulum satuan pendidikan. 

Fungsi Kurikulum Satuan Pendidikan sebagai dokumen hidup yang membantu satuan pendidikan untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas. Hal ini dapat tercapai dikarenakan pertama, dalam proses penyusunan dokumen ini, bersama warga satuan pendidikan didorong untuk melakukan analisis, refleksi proses pembelajaran, dan evaluasi berbasis data yang telah dijalankan dengan sistematis dan terstruktur. 
Proses ini dipercaya dapat memunculkan kemandirian dan mengembangkan kompetensi kepala satuan pendidikan, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk mengorganisasi dan merencanakan pembelajaran dengan lebih efektif dan efisien sesuai dengan kondisi dari satuan pendidikan untuk mencapai tujuannya. Kedua, dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan dapat membantu kepala satuan pendidikan melakukan diversifikasi kurikulum berdasarkan hasil identifikasi potensi dan karakteristik daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat ciri khas satuan pendidikan dan membantu untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya. Ketiga, pengembangan kurikulum satuan pendidikan yang prosesnya diharapkan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dapat memunculkan rasa kepemilikan dan gotong royong dalam menyukseskan pelaksanaan kurikulumnya menuju pendidikan yang berkualitas.

Read More »
19 July | 0komentar

Pra MPLS 2024/2025

Penutupan pendaftaran/ lapor diri bagi siswa cadangan telah ditutup (17/7). Panitia telah menetapkan jumlah siswa yang terdaftar pada tahun ajaran 2024/2025 di SMK negeri 1 Bukateja sejumlah 608 siswa. Bagi calon peserta didik yang sudah melakukan daftar ulang / lapor diri PPDB SMKN 1 Bukateja Tahun ajaran 2024-2025 yang telah ditetapkan tersebut diundang pada hari Kamis, 18 Juli 2024. Kegiatan tersebut adalah sebagai Pra kegiatan MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah). 
Kegiatan ini, Pra MPLS adalah sebagai kegiatan persiapan yang dilakukan di sekolah setiap awal tahun ajaran baru guna menyambut kedatangan dari peserta didik baru. Pada acara ini panitia MPLS yang terdiri dari guru dan siswa memberikan informasi tentang pembagian kelas yang telah dilakukan oleh para Ketua Program Keahlian. 
MPLS singkatan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang berarti bahwa kegiatan yang wajib untuk diikuti oleh seluruh peserta didik baru. Oleh sebab itu, siswa baru penting untuk mengetahui seluruh rangkaian MPLS maupun Pra MPLS. Kegiatan MPLS sering dilakukan oleh sekolah pada jenjang SMP, MTs, SMA dan SMK. Meskipun kegiatan tersebut sangat familiar bagi sebagian orang. Namun, peserta didik baru tidak perlu khawatir dan takut dengan adanya program wajib dari sekolah yang satu ini. Kegiatan Pra MPLS diisi dengan berbagai gambaran selama berlangsungnya kegiatan MPLS seperti peraturan, barang yang akan dibawa dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama MPLS. Salah satu hal wajib yang harus dilaksanakan di sekolah, kegiatan MPLS tentu memiliki tujuan yang sangat berguna untuk calon siswa baru. 

Read More »
19 July | 0komentar

Asesmen Diagnosis Non Kognitif

Asesmen Diagnostik merupakan penilaian/asesmen kurikulum merdeka yang dilakukan secara spesifik dengan tujuan untuk mengidentifikasi atau mengetahui karakteristik, kondisi kompetensi, kekuatan, kelemahan model belajar peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik yang beragam (kepmendikbud No.719/P/2020). Dengan terlaksananya asesmen diagnostik di sekolah telah memberikan banyak hal positif sampai dengan semangat tersendiri bagi para guru, sehingga para guru dapat menyesuaikan dan merancang metode, model dan media pembelajaran yang sesuai kemampuan peserta didik untuk menyampaikan materi capaian pembelajaran.

Read More »
19 July | 0komentar

Magang Luar Negeri Gratis

Magang keluar negeri ini sebagai salah program dari sekolah yang mendapatkan bantuan sebagai SMK Pusat Keunggulan. Dalam program kerja SMK PK Lanjutan ini terdapat program bantuan untuk pendidikan magang di luar negeri.
Merupakan bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan utuh dan terpadu di Indonesia dan luar negeri oleh Lembaga Pelatihan Kerja atau Perusahaan atau Instansi Pemerintah atau Lembaga Pendidikan di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur dan/atau pekerja yang lebih berpengalaman, dalam proses produksi barang dan/atau jasa dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu. [Permenakertrans Nomor: Per.08/Men/V/2008] 

Program untuk menunjang Program Magang
Program sertifikasi Bahasa Asing non-Inggris, bagi peserta didik lainnya yang berminat untuk pelaksanaan magang ke negara dengan bahasa resminya selain bahasa Inggris.
Program sertifikasi Bahasa Inggris (TOEIC) untuk siswa SMK yang mempu yang mempunyai kemampuan nyai kemampuan bahasa Inggris dan membutuh membutuhkan sertifikasi kan sertifikasi sebagai sebagai penunjang atas kompetensi yang dimiliki.
Penguatan Penyiapan Magang Siswa Luar Negeri Peserta Didik dengan kemampuan serta kompetensi keahlian yang memenuhi standar akan diberikan pembekalan sebagai upaya persiapan agar pelaksanaan magang ke luar negeri sesuai dengan kebutuhan dan peserta didik benar-benar siap untuk pelaksanaan magang Luar Negeri.







Read More »
18 July | 0komentar