Read More »
Ketika Sumber Belajar berada di Bangku Sebelah
Read More »
Mengenal Pembelajaran Flipped Classroom
![]() |
| Ilustrasi Flipped Classroom, Sumber Gambar: https://www.kajianpustaka.com/ |
- Peserta didik lebih aktif dan diberikan peran terhadap pola pembelajaran mereka.
- Sangat sesuai dengan gaya belajar peserta didik masa kini, dimana peserta didik sangat dekat dengan teknologi.
- Membantu peserta didik yang mau berusaha untuk memahami materi belajar secara lebih leluasa di rumah.
- Meningkatkan interaksi antara peserta didik dengan guru.
Beberapa alternatif penerapan Model Flipped Classroom saat peserta didik Belajar Dari Rumah (BDR), yakni Alternatif I an Alternatif II:
Berikut hal-hal yang dilakukan oleh Guru/Pendidik, Peserta Didik, Sekolah dan Orang Tua dalam proses pembelajaran model Flipped Classroom:
1. Sintaks Pembelajaran Flipped Classroom oleh Pendidik:
Sintaks
|
Peran Pendidik
|
|
Awal tahun pelajaran
|
•
Menganalisis
materi, indikator pencapaian kompetensi, dan kebutuhan media, serta
karakteristik peserta didik (sarana & kemampuan awal)
• Mengidentifikasi
konten/media pembelajaran yang tersedia di Rumah Belajar
(Sumber
Belajar, TV Edukasi, serta sumber belajar lainnya)
•
Mempersiapkan bahan
belajar dan panduan pembelajaran yang akan
menjadi rujukan bagi peserta didik dalam melaksanakan aktivitas.
|
|
Daring (WAG/Kelas
Digital/Sosmed)
|
Blended/Luring
|
|
Sebelum pembelajaran (kurang lebih 1 minggu)
|
•
Memberikan bahan
belajar dan petunjuk belajar yang harus dipelajari
peserta didik melalui WAG/Kelas Digital/Sosmed/ aplikasi lain.
•
Menjawab pertanyaan
dari peserta didk terkait materi yang belum mereka pahami melalui WAG/Kelas Digital/Sosmed/ aplikasi lain.
|
•
Memberikan bahan
belajar dan petunjuk belajar yang harus dipelajari peserta didik melalui WAG.
Menginformasikan pada peserta didik untuk berbagi bahan belajar kepada
temannya yang tidak memiliki WAG.
•
Memberikan daftar
materi dan petunjuk belajar bagi peserta
didik, sesuai jadwal tatap muka dari sekolah secara bergiliran
(apabila peserta didik tidak memiliki sarana untuk pembelajaran daring)
|
Saat Pembelajaran
|
1. Memfasilitasi diskusi peserta didik terkait materi dalam chat
grup atau video conference.
2. Memberikan arahan pada peserta didik yang sedang presentasi
atau simulasi melalui video conference (WAG atau aplikasi lain).
3. Membimbing peserta didik yang belum memahami materi yang sudah dipelajari.
4. Memberikan ulasan atau umpan balik pada peserta didik yang
telah melakukan presentasi.
5. Memberikan evaluasi kepada semua
peserta didik untuk mengetahui capaian tujuan pembelajaran menggunakan
aplikasi kuis/Latihan.
|
1. Memfasilitasi peserta didik yang tidak memiliki sarana untuk
pembelajaran daring dengan home visit terjadwal. Peserta didik dikelompokkan
sesuai jarak rumah mereka (4 – 5 orang).
2. Kelompok peserta didik diberi kesempatan untuk berdiskusi atau
mempresentasikan tugas yang telah dikerjakan sebelumnya.
3. Memberikan umpan balik setelah peserta didik dalam kelompoknya
selesai melakukan simulasi atau presentasi.
4. Mengarahkan peserta didik untuk menuliskan kesimpulan terhadap
materi yang baru dipelajari.
(semua aktivitas
luring dilakukan dalam durasi 60 menit)
|
Setelah pembelajaran
|
Menggunakan sosial media sebagai wadah bagi peserta didik
untuk berbagi proyek/praktik yang telah dilakukan.
Komentar dari pengunjung sosial media bisa dijadikan salah
satu evaluasi hasil karya peserta didik.
(Konten yang diunggah peserta didik bisa materi remedial atau
pengayaan)
|
Peserta didik dapat diberikan tugas untuk membuat poster atau
bahan belajar sederhana. Tugas dapat dilakukan secara kolaborasi, antara
peserta didik yang memiliki gawai dan tidak tetapi rumahnya saling
berdekatan.
(Konten yang dibuat peserta didik bisa materi remedial atau
pengayaan, kemudian diunggah ke sosial media)
|
2. Sintaks Pembelajaran Flipped Classroom oleh Peserta Didik:
Sintaks
|
Peran Peserta Didik
|
|
Daring (WAG/Kelas
Digital/Sosmed)
|
Blended/Luring
|
|
Sebelum pembelajaran (kurang lebih 1 minggu)
|
•
Mempelajari bahan
belajar dan petunjuk belajar yang diberikan pendidik melalui WAG/Kelas
Digital/Sosmed/ aplikasi lain.
•
Mencatat materi
yang belum dipahami dan berdiskusi melalui WAG/Kelas Digital/ Sosmed/ aplikasi
lain.
•
Menyiapkan tugas
atau presentasi sesuai petunjuk pendidik.
|
•
Mempelajari bahan
belajar dan petunjuk belajar yang diberikan pendidik melalui WAG/Kelas
Digital/Sosmed/ aplikasi lain.
•
Menginformasikan
bahan belajar dan petunjuk belajar yang telah dipelajari kepada temannya yang
tidak memiliki WAG.
•
(apabila peserta
didik tidak memiliki sarana untuk pembelajaran daring dan tidak ada teman
yang bisa berbagi, maka pendidik akan memberikan tugas & petunjuk belajar
di sekolah sesuai jadwal)
|
Saat Pembelajaran
|
1. Melakukan diskusi untuk menjawab permasalahan yang diberikan
pendidik dalam chat grup atau video conference
secara berkelompok.
2. Melakukan simulasi atau mempresentasikan hasil diskusi/ tugas
sesuai petunjuk pendidik, serta berdiskusi
dengan kelompok lain.
3. Mengerjakan kuis menggunakan
aplikasi atau membuat resume/ kesimpulan.
|
Apabila peserta didik tidak memiliki sarana daring, pendidik
melakukan home visit secara berkelompok dengan durasi 60 menit.
1. Peserta didik berdiskusi terkait tugas yang diberikan pendidik
dengan kelompoknya diarahkan dan difasilitasi
oleh pendidik.
2. Peserta didik membuat resume/ kesimpulan hasil diskusi dan
mempresentasikan di depan pendidik.
3. Setiap peserta didik membuat kesimpulan berdasarkan pemahaman
mereka atau mengerjakan kuis yang diberikan
pendidik.
|
Setelah pembelajaran
|
Menggunakan sosial media sebagai wadah bagi peserta didik
untuk berbagi proyek/ praktik yang telah dilakukan. Komentar
dari pendidik, orang tua, dan teman, bisa dijadikan salah satu
evaluasi hasil karya peserta didik.
(Konten yang diunggah peserta didik bisa materi remedial atau
pengayaan)
|
Peserta
didik dapat diberikan tugas untuk membuat poster atau bahan belajar
sederhana. Tugas dapat dilakukan secara kolaborasi, antara peserta didik yang
memiliki gawai dan tidak tetapi rumahnya saling berdekatan, atau sesuai
kelompok belajarnya.
(Konten
yang dibuat peserta didik bisa materi remedial atau pengayaan, kemudian
diunggah ke sosial media)
|
3. Sintaks Pembelajaran Flipped Classroom oleh Sekolah:
Langkah-langkah Sekolah saat BDR dengan Model Flipped Classroom
- Berkoordinasi dengan pendidik sebelum tahun ajaran baru dimulai, dalam rangka menyiapkan jadwal vicon apabila memungkinkan bagi peserta didik.
- Memfasilitasi pendidik untuk menyiapkan konten/bahan belajar bagi peserta didik.
- Memfasilitasi peserta didik yang memiliki keterbatasan sarana untuk melakukan pembelajaran daring di rumah. Misalnya: Ketika ada pertemuan dengan guru secara tatap muka daring, ada siswa yang tidak memiliki sarana perlu difasilitasi oleh sekolah (guru home visit atau siswa datang ke sekolah).
- Menyampaikan informasi kepada orang tua tentang system pembelajaran yang akan diterapkan oleh guru-guru dan memberikan alternatif pilihan cara belajar peserta didik kepada orang tua (jika memang sekolah memiliki kemampuan untuk mengakomodir beberapa alternatif yang disepakati antara sekolah dan pendidik).
4. Sintaks Pembelajaran Flipped Classroom oleh Orang Tua:
Langkah-langkah Orang Tua saat BDR dengan Model Flipped Classroom. Persiapan di awal tahun pelajaran:
- Menyiapkan gawai (laptop atau handphone) dan jaringan internet di rumah, jika memungkinkan. Menyiapkan aplikasi pembelajaran yang akan digunakan sesuai petunjuk/ informasi dari sekolah, jika memungkinkan.
- Mencatat jadwal kegiatan daring peserta didik.
- Mendampingi peserta didik, terutama pada jenjang dasar, ketika mempelajari materi, berdiskusi dengan guru dan temannya secara langsung melalui berbagai saluran yang tersedia, serta saat menyelesaikan tugas dari pendidik.
Sumber: Pusdatin/ Rumah Belajar
Read More »
Membedah RPP Berdiferensiasi
![]() |
| Model Mengajar RPP Berdiferensial |
Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Yang pertama dipersiapkan adalah menggali karakteristik anak.
- Menjelaskan perintah pengoperasian menggambar bidang 2 dimensi menggunakan software AutoCAD,
- Mengidentifikasikan perintah pengoperasian menggambar bidang 2 dimensi menggunakan software AutoCAD,
- Mampu Menunjukan perintah pengoperasian menggambar bidang 2 dimensi dengan menubar.
- Mampu Menunjukan perintah pengoperasian menggambar bidang 2 dimensi dengan toolbar.
- Mampu Menunjukan perintah pengoperasian menggambar bidang 2 dimensi dengan shortcut keyboard
- Mendemontrasikan menggambar bidang 2 dimensi menggunakan software AutoCAD dengan penuh rasa rasa ingin tahu, tanggung jawab, displin selama proses pembelajaran, bersikap jujur, percaya diri dan pantang menyerah, serta memiliki sikap responsif (berpikir kritis) dan proaktif (kreatif), serta mampu berkomukasi dan bekerjasama dengan baik.
|
Kegiatan |
Deskripsi Kegiatan |
|
Pendahuluan |
● Guru
menyapa peserta didik ● Guru
memulai pelajaran dengan mengucapkan salam,
berdoa, dan menanyakan kesiapan belajar peserta ● Guru melakukan apersepsi dengan
mengajak peserta didik untuk melihat video tutorial Menggambar rumah
dengan AutoCAD ● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai |
|
Kegiatan Inti |
● Guru
mengeksplorasi pengetahuan peserta didik dengan meminta peserta didik mengamati gambar potongan rumah, video tutorial dan membagikan
link blog tentang materi.( https://www.sarastiana.com/2022/10/jenis-jenis-uraian-pekerjaan-pada.html). ● Guru memberikan link lembar kerja untuk didiskusikan ● Peserta
didik diberikan kesempatan untuk saling bertanya jawab tentang jenis-jenis pekerjaan yang ada dikonstruksi ● Guru
memberikan penguatan tentang jenis-jenis
pekerjaan Guru
melakukan diferensiasi proses (Guru
menggunakan video dan gambar
potongan.untuk murid-murid yang bergaya belajar visual
dan link blog untuk siswa yang
bergaya belajar tekstual dan media interaktif untuk siswa yang bergaya
belajar kinestetik. (untuk
siswa yang masing belum paham guru memberi layanan secara japri lewat wa) ● Peserta
didik membuat pertanyaan terkait dengan perintah menggambar 2 dimensi ● Guru
menunjukan
video tutorial, link
blog dan link media pembelajaran interaktif dan mengirimkan link-nya lewat WAG agar dapat diakses lagi setelah
pembelajaran ● Peserta
didik diminta membuat produk pembelajaran yang berkaitan dengan item-item perintah menggambar bid.2
dimensi Ppt, note, diagram atau tulisan |
|
|
Produk
dipresentasikan didepan
kelas (Guru melakukan diferensiasi produk) |
|
Kegiatan Penutup |
● Guru memberikan umpan balik kepada
peserta didik ● Guru
menutup pembelajaran dengan mengingatkan peserta
didik pentingnya
memahami perintah menggambar 2 dimensi sebagai dasar untuk menggambar gambar
perencanaan rumah |
|
|
Read More »
Menumbuhkembangkan Kepemimpinan Murid, Student Agency
![]() |
| Studen Agency, Pilketos Kansika 2022 |
Sesuai dengan postingan sebelumnya berkaitan dengan student agency, murid menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran mereka sendiri (atau kita katakan: saat murid memiliki agency, maka mereka sebenarnya memiliki suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) dalam proses pembelajaran mereka. Lewat suara, pilihan, dan kepemilikan inilah murid kemudian mengembangkan kapasitas dirinya menjadi seorang pemilik bagi proses belajarnya sendiri. Tugas kita sebagai guru sebenarnya hanya menyediakan lingkungan yang menumbuhkan budaya di mana murid memiliki suara, pilihan, dan kepemilikan dalam apa yang mereka pikirkan, niat yang mereka tetapkan, bagaimana mereka melaksanakan niat mereka, dan bagaimana mereka merefleksikan tindakan mereka.
Read More »



.png)


.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)




