Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts sorted by date for query rohani. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query rohani. Sort by relevance Show all posts

Sehat Jasmani dan Rohani

 Sehat dalam makna positif yang digambarkan al-Qur‟an, yakni terpeliharanya semua potensi anugerah. Ada kekhususannya yang dapat digambarkan alQur‟an pada aspek sehat lahir dan bathin pada masalah ini, terutama semua potensi jiwa dan raganya senantiasa bermakna untuk sehat dan kuat melakukan ibadah kepada Allah SWT dengan sempurna sebagai bukti rasa syukurnya kepada Allah SWT yang telah menciptakannya dengan suatu harapan agar memperoleh ridha-Nya dan mendapatkan mau‟nah tertinggi dari Tuhannya untuk mendapatkan syurga jannatun na‟im. 

Surga jannatun na'im merindukan orang-orang kuat beribadah dan beramal shalih dengan sempurna sesuai kehendak dan keinginan Allah SWT ataupun yang diridhai-Nya. Sudah barang tentu, hanya orang-orang sehat dan kuat lahir bathinnya maupun kesempurnaannya beribadah atau beramal shalih kepada Allah yang akan menempati surga yang berkualitas. 
Kuat itu identik dengan sehatnya lahir dan bathin, karena itu hanyasanya pada orang-orang yang kuat dan sehat itu pula yang akan mampu mengemban amanah Tuhan yakni agama dengan kesempurnaan seluruh syariatnya. Oleh karena itu orang-orang yang ingin mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang disertai keselamatan di dunia dan di akhirat wajib berupaya sehat lahir dan bathin serta senantiasa menghormati, menjaga dan memuliakan fisik dan rohaninya agar selalu sehat atau membiasakan diri hidup sehat dalam bingkai syariat Islam berpedoman pada ajaran al-Qur‟anul Karim dan Al-Hadits. 
Sungguh amat banyak nikmat Allah yang tidak dapat dihitung besarnya nikmat yang dicurahkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang pandai menggunakan nikmat Allah yang Maha Kuasa. Di dalam al-Qur‟an pada Surah An-Nahl ayat 18 telah disebutkan Allah SWT.
Artinya : dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q.S. An-Nahl : 18)
Berdasarkan ayat di atas, bahwa dapat diambil pelajaran bahwa nikmat Allah tidak dapat dihitung oleh manusia siapapun karena kalau diperhatikan terkait nikmat sehat pada manusia sungguh besar rahmat Allah tersebut dan sepantasnya manusia wajib bersyukur kepada-Nya. Tanda bersyukurnya manusia adalah dengan menggunakan semua potensi-potensi fisik dan jiwa rohaninya yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya. Sehat fisik dapat diadakan dengan cara makan-minum makanan yang halal dan baik, bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup, berolahraga dan menjaga pikiran maupun perasaan tidak tegang atau stres. 
Sehat fisik ini merupakan potensi jasmani manusia yang selalu harus diupayakan normal dan dapat mengendalikan datangnya penyakit-penyakit dari luar, karena dipengaruhi oleh lingkungan tidak sehat yang merusak kekebalan tubuhnya atau antibodi tubuh yang sehat. Namun yang lebih penting dan utama lagi adalah sehat rohani berdasarkan upaya mempelajari agama dan mempertebal keimanannya kepada yang ghaib, yakin dan percaya kepada rukun iman yang enam dan melaksanakan rukun Islam yang lima. Iman dan taqwa berdasarkan aplikasi ibadah murni kepada Tuhannya dan juga berdasarkan upaya memperbaiki diri menyempurnakan hubungan ibadah sosialnya dengan sesama manusia dan lingkungan alamnya, cara ini dapat mempengaruhi sehatnya sosial atau sehat lahir dan bathinnya.

Read More »
13 August | 0komentar

Definisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Definisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan, kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya. Definisi secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. 
Definisi lain dari K3 adalah usaha untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan bagi tenaga kerja yaitu kesehatan dan keselamatan dalam melakukan pekerjaannya. Kesehatan kerja merupakan spesialisasi ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi- tingginya baik fisik, mental maupun sosial dengan usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum. Konsep kesehatan kerja mengarah kepada upaya kesehatan untuk semua orang dalam melakukan pekerjaannya (total health of all at work).
Sasaran kesehatan kerja adalah manusia dan bersifat medis. Sedangkan sasaran keselamatan kerja adalah lingkungan dan bersifat teknis. 
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses pelaksanaan pekerjaan bangunan. Budaya K3 ini harus diterapkan dalam mendukung produktivitas kerja dan hasil yang tinggi dan efisiensi biaya dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi bangunan. Program dalam rangka untuk menghindari bahaya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat meningkatkan kenyamanan dan suasana yang baik serta kondusif pekerja harus direncanakan dengan baik. Untuk menciptakan budaya kerja agar patuh terhadap aturan K3 maka dibutuhkan papan informasi yang dapat mengingatkan semua elemen yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi di lapangan.

Definisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan, kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya. Kesehatan kerja merupakan spesialisasi ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun sosial dengan usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum. 
Peraturan dan perundangan yang berkaitan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada pekerjaan konstruksi di bidang bangunan antara lain: 
  1. Undang-undang No.14 Tahun 1989 tentang Kesehatan Tenaga Kerja. 
  2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER-01/MEN/1980 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan. 
  3. Peran dan fungsi K3 pada pekerjaan menggambar Konstruksi dan Utilitas Gedung ini, untuk menjaga keselamatan dan kesehatan selama proses menggambar, terhindar dari bahaya kecelakaan yang disebabkan penggunaan alat menggambar, seperti penggaris, jangka, cutter dan lain-lain. 
  4. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan K3 pada pekerjaan menggambar Konstruksi dan Utilitas 
Gedung dengan menggunakan prinsip 5R (ringkas, rapih, resik, rawat dan rajin), dari filosofi Jepang yaitu seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke.

Read More »
21 April | 0komentar

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lab.Komputer


Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat makmur dan sejahtera. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usahamencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasamaupun industri. Perkembangan pembangunan setelah Indonesia merdeka menimbulkan konsekwensimeningkatkan intensitas kerja yang mengakibatkan pula meningkatnya resiko kecelakaan dilingkungan kerja.

A. SIKAP DAN PRINSIP KERJA K3 
a. Berpakaian rapi dan sopan 
b. Memakai pakaian /jas laboratorium 
c. Mengisi bon alat sesuai dengan jenis dan jumlah alat yang dibutuhkan setiap praktikum 
d. Menggunakan peralatan praktikum dengan hati hati dan sesuai dengan petunjuk penggunaan 
e. Mengisi buku penggunaan alat selama praktek 
f. Tidak bergurau dalam lab 
g. Tidak makan dan minum atau merokok dalam lab 
h. Menjaga keselamatan kerja dalam menggunakan peralatqan selama praktikum berlangsung 
i. Menjaga kebersihan lab 
j. Mengembalikan peralatan laboratorium yang di pinjam setelah selesai praktikum dalam keadaan bersih dan sesuai dengan jumlah pada saat bon / pinjam peralatan 
k. Peralatan di lab komputer yang mungkin membuat ruangan yang paling mahal di sekolah. pedoman khusus harus ditetapkan untuk memastikan bahwa mesin tidak rusak dan digunakan untuk potensi mereka sepenuhnya: Berikut adalah beberapa contoh dari disiplin komputer lab berurusan dengan peralatan: 
l. Tidak ada makanan atau minuman diperbolehkan dalam laboratorium. 
m. Ransel tidak diperbolehkan di laboratorium atau dimasukkan di dalam loker masing-masing 
n. Jika ditemui masalah selalu meminta bantuan guru tidak pernah mencoba untuk memperbaiki sendiri. 
 B. PENYEBAB TERJADINYA KECELAKAAN KERJA

PENYEBAB DASAR 
1. Faktor manusia/pribadi, antara lain karena :kurangnya kemampuan fisik, mental, dan psikologiskurangny/lemahnya pengetahuan dan ketrampilan/keahlian.stressmotivasi yang tidak cukup/salah 
 2. Faktor kerja/lingkungan, antara lain karena :tidak cukup kepemimpinan dan atau pengawasantidak cukup rekayasa (engineering)tidak cukup pembelian/pengadaan barangtidak cukup perawatan (maintenance)tidak cukup alat-alat, perlengkapan dan berang-barang/bahan-bahan.tidak cukup standard-standard kerja penyalahgunaan 

 PENYEBAB LANGSUNG 
1. Kondisi berbahaya (unsafe conditions/kondisi-kondisi yang tidak standard) yaitu tindakan yangakan menyebabkan kecelakaan, misalnya (Budiono, Sugeng, 2003) :Peralatan pengaman/pelindung/rintangan yang tidak memadai atau tidak memenuhi syarat.Bahan, alat-alat/peralatan rusak Terlalu sesak/sempitSistem-sistem tanda peringatan yang kurang mamadaiBahaya-bahaya kebakaran dan ledakanKerapihan/tata-letak (housekeeping) yang buruk Lingkungan berbahaya/beracun : gas, debu, asap, uap, dllBisingPaparan radiasiVentilasi dan penerangan yang kurang 

 2. Tindakan berbahaya (unsafe act/tindakan-tindakan yang tidak standard) adalah tingkah laku,tindak-tanduk atau perbuatan yang akan menyebabkan kecelakaan, misalnya (Budiono, Sugeng, 2003)Mengoperasikan alat/peralatan tanpa wewenang.Gagal untuk memberi peringatan.Gagal untuk mengamankan.Bekerja dengan kecepatan yang salah.Menyebabkan alat-alat keselamatan tidak berfungsi.Memindahkan alat-alat keselamatan.Menggunakan alat yang rusak.Menggunakan alat dengan cara yang salah.Kegagalan memakai alat pelindung/keselamatan diri secara benar 

C. GANGGUAN KESEHATAN AKIBAT BEKERJA DI KOMPUTER.
Dalam dunia industri atau perkantoran, pendidikan yang menggunakan komputer dalam jumlah yang banyak, kesehatan dan keselamatan kerja tentu menjadi faktor yang sangat penting.Para pengguna komputer pribadi pun perlu menerapkan prinsip menjaga kesehatan dan keselamatan kerja menurut petunjuk yang sudah ada. Seorang yang sehari-hari menggunakan komputer baik untuk pekerjaan, pendidikan, ataupun hobi tetap harus memperhatikan prinsip-prinsip kesehatan agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan.Gangguan kesehatan yang mungkin muncul akibat penggunaan komputer adalah: 
1. gangguan pada mata 
2. gangguan pada kepala 
3. gangguan pada tangan 
4. gangguan pada badan Salah satu peralatan komputer yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan adalah monitor. 
Seperti kita ketahui, layar monitor memancarkan radiasi atau pemancaran partikel-partikel elementer dan energi radiasi. Energi radiasi dapat mengeluarkan elektron dari inti atom sehingga atom menjadi muatan positif dan disebut ion positif. Sementara itu, elektron yang dikeluarkan dapat tinggal bebas atau mengikat atom netral lainnya dan membentuk ion negatif. Hal ini dapat menimbulkan dampak buruk pada atom-atom di tubuh kita. Radiasi yang dipancarkan monitor komputer antara lain berupa: 
1. sinar-X 
2. sinar ultraviolet 
3. gelombang mikro 
4. radiasi elektromagnetik frekuensi sangat rendah 
Gangguan kesehatan yang diduga timbul akibat radiasi komputer adalah penyakit katarak.Untuk itu, setiap pengguna komputer perlu mengatur waktu pemakaian komputer. Jika Anda harus bekerja di depan komputer dalam jangka waktu yang lama, usahakan untuk mengatur waktu jeda agar tidak terus menerus menatap layar monitor. Selain radiasi yang ditimbulkan oleh monitor komputer, kita perlu memperhatikan pula faktor-faktor lain yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, yaitu posisi tubuh, posisi peralatan, pencahayaan ruangan, dan kondisi lingkungan (suhu, kualitas udara dan gangguan suara). Menggunakan komputer dengan posisi tubuh yang benar, akan memberikan kenyamanan saat bekerja. Dengan posisi tubuh yang rileks, kita dapat bekerja secara efektif dan kesehatan kita pun akan terjaga. Ilmu yang mempelajari bagaimana mengatur posisi duduk yang baik dan benar di depan komputer disebut ergonomi. Kenyamanan yang dibutuhkan antara lain keadaan user maupun hardware atau perangkat keras komputer

Read More »
19 April | 0komentar

Sholat dan Ketenangan Jiwa

Hotel Baiti 5, Makah

Ketenangan jiwa merupakan istilah psikologi yang terdiri atas dua kata yaitu jiwa dan ketenangan. Jiwa berasal dari kata psyche yang berarti jiwa, nyawa atau alat berfikir. Dalam bahasa Arab disebut an-nafs. Jiwa manusia merupakan sumber kebahagiaan dan kesengsaraan. Tenang dalam kamus besar bahasa indonesia bermakna tidak gelisah, tidak rusuh, tidak kacau, tidak ribut, aman dan tenteram. Jiwa dalam kamus besar bahasa indonesia bermakna roh manusia (nyawa), seluruh kehidupan batin manusia (yang terjadi dari perasaan, pikiran, dan angan-angan). 
Jiwa adalah sesuatu yang terdapat di dalam diri manusia, yang tidak dapat diketahui wujudnya, yang dapat menerima arahan kepada kebaikan dan keburukan, dan memiliki berbagai sifat dan karakter kemanusiaan, juga memiliki pengaruh yang nyata pada perilaku manusia. Ketenangan adalah ketertambatan hati kepada Rabb, kepercayaan hati yang sangat kuat kepada Yang Maha Pengasih, atau ketenangan nurani karena bertawakkal kepada Yang Mampu.
Jiwa adalah kekuatan dalam diri yang menjadi penggerak bagi jasad dan tingkah laku manusia. Jiwa menumbuhkan sikap dan sifat yang mendorong tingkah laku. Dekatnya fungsi jiwa dengan tingkah laku, maka fungsi jiwa dapat diamati dari tingkah laku yang tampak.
Shalat hanya akan terasa dampaknya apabila dilakukan dengan benar. Shalat yang dilaksanakan dengan khusyu’ akan memberikan efek positif bagi jasmani dan rohani. Sebaliknya, shalat yang dilaksanakan dengan tidak khusyu’ maka tidak akan memberikan efek yang berarti bagi keduanya. Shalat bukan hanya sekedar ritual formal, melainkan ada muatan aktual, yaitu bukti nyata yang bisa dirasakan.4 Shalat yang dilakukan dengan khusyu’ akan memberikan efek yang nyata dan langsung dalam kehidupan sehari-hari. 
Shalat akan kurang memberi dampak pada orang yang melaksanakannya hanya untuk sekedar penggugur kewajiban dengan tidak memperhatikan kualitas shalatnya.5 Shalat khusyu’ adalah dengan menghadirkan hati dan menunaikan apa yang seharusnya dilakukan (kewajiban) serta ketika seseorang secara sadar merasakan berdiri di hadapan Allah, mengetahui makna bacaan dalam shalatnya dan seolah berkomunikasi dengan Allah.6 Ketenangan jiwa merupakan keadaan dimana jiwa merasakan ketenteraman dan kedamaian. Orang yang tenang jiwanya adalah orang yang memiliki keseimbangan dan keharmonisan di dalam fungsi jiwanya. Dalam kondisi ini orang bisa membedakan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak serta mana yang baik dan mana yang buruk. Untuk mencapai ketenangan jiwa maka fungsi-fungsi jiwa seperti pikiran, perasaan, pandangan dan keyakinan hidup, harus dapat saling membantu dan bekerjasama sehingga dapat dikatakan adanya keharmonisan, yang menjauhkan orang dari perasaan ragu, bimbang, dan pertentangan batin. 
Sumber: Nurul Hidayah

Read More »
14 April | 0komentar

Sholat Khusyu' dan Sikap Tawadhu'

Depan King Abdul Aziz Gate

Shalat adalah sebaik-baiknya ibadah badaniyah. Shalat merupakan amalan yang pertama kali dihisab. Sehingga shalat menjadi ibadah yang paling utama, dan menjadi patokan amal yang lainnya. Shalat menjadi pintu pembuka dalam setiap bentuk amal kebaikan lain yang dilakukan seorang hamba. Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menyebutkan tentang shalat, yang berarti mengandung maksud bahwa shalat mempunyai kedudukan, fungsi, serta peranan yang sangat penting dalam Islam. 
Shalat khusyu’ adalah sikap tunduk dan tawadhu’ serta menjaga ketenangan hati kepada Allah, mewujudkan jiwa shalat dan hakikatnya. Ada beberapa makna khusyu’ menurut beberapa ulama, ada yang mengatakan bahwa khusyu’ artinya tunduk dan merendahkan diri tanpa mengangkat penglihatan dari tempat sujud dan tidak menoleh ke kanan dan ke kiri.
Khusyu’ adalah terpusatnya pikiran terhadap shalat yang sedang dilaksanakan hingga tidak diketahui siapa orang yang di sebelah kanan dan di sebelah kiri. Kekhusyu’an hati juga dipengaruhi oleh kondisi jasmani. Jasmani yang segar dan bersih akan memberikan pengaruh pada kekhusyu’an hati, kondisi jasmani saling mempengaruhi kondisi rohani yang berlangsung selama shalat.
Dalam Al-Qur’an terdapat pengulangan kata shalat yang beberapa diantaranya berdampingan dengan kata sabar dan zakat. Oleh sebab itu jika kewajiban shalat ini diingkari, maka akan menyebabkan orang yang mengingkarinya menjadi kufur. Ibadah shalat merupakan perwujudan langsung hubungan manusia dengan Allah. Shalat adalah ibadah yang menunjukkan adanya ikatan yang kuat antara hamba dengan Tuhannya. Dalam shalat, hamba seolah berada di hadapan Tuhannya dan memohon kepada-Nya. Ketika seseorang mampu khusyu’ di dalam shalatnya, 
Shalat, baik yang wajib maupun sunnah, dapat membersihkan kotoran dan penyakit dalam diri manusia. Kebersihan memiliki dua bagian; Pertama, kebersihan inderawi (al-bissiyah), yaitu kebersihan fisik manusia dari segala macam kotoran dan najis. Kedua, kebersihan maknawi (al-ma’nawiyah), yaitu kebersihan psikis manusia dari segala maksiat dan perbuatan tercela. Kebersihan pertama berkaitan dengan syarat-syarat sah shalat, sedangkan kebersihan kedua berkaitan dengan kualitas ke khusyuan dalam shalat.
Seseorang yang shalat dengan mengenakan pakaian atau bertempat di tempat yang najis maka secara lahiriah shalatnya tidak sah, demikian pula seseorang yang shalat namun di dalam batinnya menyimpan rasa riya atau sombong maka shalatnya tidak diterima. Kebersihan dalam shalat merupakan proses untuk mencapai kesehatan, sedangkan kesehatan merupakan hasil dari kebersihan. Karena itu, shalat merupakan terapi bagi penyakit manusia, baik penyakit fisik maupun psikis. Shalat merupakan terapi psikis yang bersifat preventif, kuratif, dan konstruktif. 
Sholat memiliki pengaruh dalam menjaga kesehatan fisik dan psikis dengan menolak segala materi yang buruk bagi keduanya. Shalat memiliki peranan yang efisien dalam menanggulangi keraguan hati, stress dan depresi yang banyak dialami oleh manusia. Shalat dapat mendatangkan rezeki, menjaga kesehatan, menolakSholat, baik yang wajib maupun sunnah, dapat membersihkan kotoran dan penyakit dalam diri manusia. Kebersihan memiliki dua bagian; Pertama, kebersihan inderawi (al-bissiyah), yaitu kebersihan fisik manusia dari segala macam kotoran dan najis. Kedua, kebersihan maknawi (al-ma’nawiyah), yaitu kebersihan psikis manusia dari segala maksiat dan perbuatan tercela. Kebersihan pertama berkaitan dengan syarat-syarat sah shalat, sedangkan kebersihan kedua berkaitan dengan kualitas ke khusyuan dalam shalat. 
Seseorang yang shalat dengan mengenakan pakaian atau bertempat di tempat yang najis maka secara lahiriah shalatnya tidak sah, demikian pula seseorang yang shalat namun di dalam batinnya menyimpan rasa riya atau sombong maka shalatnya tidak diterima. Kebersihan dalam shalat merupakan proses untuk mencapai kesehatan, sedangkan kesehatan merupakan hasil dari kebersihan. Karena itu, shalat merupakan terapi bagi penyakit manusia, baik penyakit fisik maupun psikis. Shalat merupakan terapi psikis yang bersifat preventif, kuratif, dan konstruktif. Sholat memiliki pengaruh dalam menjaga kesehatan fisik dan psikis dengan menolak segala materi yang buruk bagi keduanya. 
Sholat memiliki peranan yang efisien dalam menanggulangi keraguan hati, stress dan depresi yang banyak dialami oleh manusia. Sholat dapat mendatangkan rezeki, menjaga kesehatan, menolak. Dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang selalu shalat dan bahkan tepat waktu. 
Namun kehidupannya tidak seindah seperti yang dijanjikan Allah dalam surat Al-Mu’minun ayat 1-2. Hidupnya dirudung berbagai masalah yang tidak kunjung selesai, selalu dalam kesulitan dan hidup dalam keadaan tertekan. Padahal di dalam ayat tersebut, Allah menjamin keberuntungan dan kebahagiaan bagi orang yang beriman dan khusyu’ di dalam shalatnya. Permasalahannya sekarang adalah sebagian besar orang tidak mengerjakan shalat dengan khusyu’, yang shalat hanya badannya saja, tetapi hati dan pikirannya tidak ikut shalat. 
Seseorang sudah benar dalam melaksanakan shalat sesuai dengan rukun shalat tapi tidak sepenuhnya memahami makna bacaan shalat. Ketika shalat hatinya tidak fokus dan pikirannya menerawang sehingga tidak dapat menghayati shalatnya. Ia tidak menghadirkan hati ketika shalat dan sibuk memikirkan berbagai macam hal lain atau urusan yang belum selesai. Sehingga shalat menjadi gagal fungsi serta tidak dapat menentramkan hati dan menenangkan jiwa.

Read More »
13 April | 0komentar

Definisi Dan Fungsi Rumah

Desain Rumah , dari berbagai Prespektif hingga Finish

Rumah tinggal bagi manusia merupakan kebutuhan dasar disamping kebutuhan pangan dan sandang. Jaman dahulu rumah hanya sebagai tempat berlindung dari alam (gangguan binatang, sinar matahari, hujan, cuaca). Sebagai naluri manusia akan kebutuhan fisiknya atau jasmaninya.
Setelah manusia memenuhi kebutuhan jasmaninya berupa sandang, pangan dan kesehatan, kebutuhan akan tempat tinggal merupakan salah satu motivasi untuk pengembangan tingkatan kehidupan yang lebih tinggi lagi, dalam perkembangannya rumah tinggal tidak hanya sebagai tempat berlindung manusia dari gangguan cuaca dan hewan, namun merupakan sarana peningkatan kebanggaan dan harga diri, serta dinikmati juga keindahannya.
Beragamnya tingkat ekonomi, sosial, kebudayaan, politik, pendidikan dan karakter serta subyektifitas manusia akan mempengaruhi disain rumah tinggal yang ditempatinya Dalam arti umum, rumah adalah salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia maupun hewan, namun untuk istilah tempat tinggal yang khusus bagi hewan adalah sangkar, sarang, atau kandang. Dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, hidup, makan, tidur,beraktivitas, dan lain-lain.
Sebagai bangunan, rumah berbentuk ruangan yang dibatasi oleh dinding dan atap. Rumah memiliki jalan masuk berupa pintu dengan tambahan berjendela. Lantai rumah biasanya berupa tanah, ubin, babut, keramik, atau bahan material lainnya. Rumah bergaya modern biasanya memiliki unsur-unsur ini.

Zoning Ruang

Ruangan di dalam rumah terbagi menjadi beberapa ruang yang berfungsi secara spesifik, seperti:kamar tidur, kamar mandi, WC, ruang makan, dapur, ruang keluarga, ruang tamu, garasi, gudang, teras dan pekarangan. Aktivitas yang paling sering dilakukan di dalam rumah adalah beristirahat dan tidur. Selebihnya, rumah berfungsi sebagai tempat beraktivitas antara anggota keluarga atau teman, baik di dalam maupun di luar rumah pekarangan.Dalam perencanaan pun dibagi menjadi beberapa zona ruang.
Dalam kegiatan sehari-hari, orang biasanya berada di luar rumah untuk bekerja, bersekolah atau melakukan aktivitas lain. Seringkali arsitek yang melayani client dalam merencanakan dan merancang rumah tinggal mendapatkan pertanyaan terkait dengan dimensi atau besaran ruang, estetika atau keindahan dan kenyamanan. 
Dari ketiga unsur tersebut sebetulnya jika dikaji secara mendalam memiliki jawaban yang relatif dan subyektif karena dimensi, estetika dan kenyamanan sangattergantung pada kebutuhan dan karakteristik dari client. Disain suatu rumah tinggal sangat dipengaruhi oleh subyektifitas dan karakteristik seseorang yang akan membangun rumah tinggal tersebut.Selain peran arsitek, secara umum karakteristik seseorang tersebut dipengaruhi oleh faktor beragamnya tingkat ekonomi, sosial, kebudayaan, politik dan tingkat pendidikan.

Definisi Rumah dari berbagai Sumber


Rumah dapat berfungsi sebagai: tempat untuk menikmati kehidupan yang nyaman, tempat untuk beristirahat, tempat berkumpulnya keluarga dan tempat untuk menunjukkan tingkat sosial dalam masyarakat.:

1. Dalam pengertian yang luas, rumah bukan hanya sebuah bangunan (struktural), melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syarat-syarat kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat. Rumah dapat dimengerti sebagai tempat perlindungan, untuk menikmati kehidupan, beristirahat dan bersuka ria bersama keluarga. Di dalam rumah, penghuni memperoleh kesan pertama dari kehidupannya di dalam dunia ini. Rumah harus menjamin kepentingan keluarga, yaitu untuk tumbuh, memberi kemungkinan untuk hidup bergaul dengan tetangganya, dan lebih dari itu, rumah harus memberi ketenangan, kesenangan, kebahagiaan, dan kenyamanan pada segala peristiwa hidupnya. (Frick,2006:1).

2. Rumah merupakan sebuah bangunan, tempat manusia tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Disamping itu,rumah juga merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan kepada norma dan adat kebiasaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat.Jadi setiap perumahan memiliki sistem nilai yang berlaku bagi warga-nya. Sistem nilai tersebut berbeda antara satu perumahan dengan perumahan yang lain, tergantung pada daerah ataupun keadaan masyarakat setempat. (Sarwono dalam Budihardjo, 1998 : 148).

3. Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. (UU No.4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman)

4. Rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal (Kamus Bahasa Indonesia, 1997).

5. Dalam arti umum, rumah adalah bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia maupun hewan, namun tempat tinggal yang khusus bagi hewan biasa disebut sangkar, sarang, atau kandang. Sedangkan dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, tempat bertumbuh, makan, tidur, beraktivitas, dll. (Wikipedia, 2012).

6. Rumah merupakan suatu bangunan, tempat manusia tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Disamping itu,rumah juga merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan kepada norma dan adat kebiasaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat. Jadi setiap perumahan memiliki sistem nilai yang berlaku bagi warganya. Sistem nilai tersebut berbeda antara satu perumahan dengan perumahan yang lain, tergantung pada daerah ataupun keadaan masyarakat setempat. (Sarwono dalam Budihardjo, 1998 : 148)

7. Turner (dalam Jenie, 2001 : 45), mendefinisikan tiga fungsi utama yang terkandung dalam sebuah rumah tempat bermukim, yaitu :
a. Rumah sebagai penunjang identitas keluarga (identity) yang diwujudkan pada kualitas hunian atau perlindungan yang diberikan oleh rumah. Kebutuhan akan tempat tinggal dimaksudkan agar peng-huni dapat memiliki tempat berteduh guna melindungi diri dari iklim setempat.
b. Rumah sebagai penunjang kesempatan (opportunity) keluarga untuk berkembang dalam kehidupan sosial budaya dan ekonomi atau fungsi pengemban keluarga. Kebutuhan berupa akses ini diterjemahkan dalam peme-nuhan kebutuhan sosial dan kemudahan ke tempat kerja guna mendapatkan sumber penghasilan.
c. Rumah sebagai penunjang rasa aman (security) dalam arti terjaminnya. keadaan keluarga di masa depan setelah mendapatkan rumah. Jaminan keamanan atas lingkungan perumahan yang ditempati serta jaminan keamanan berupa kepemi-likan rumah dan lahan (the form of tenure).

8. Rumah berfungsi sebagai wadah untuk lembaga terkecil masyarakat manusia,yang sekaligus dapat dipandang sebagai “shelter” bagi tumbuhnya rasa aman atau terlindung. Rumah juga berfungsi sebagai wadah bagi berlangsungnya segala aktivitas manusia yang bersifat intern dan pribadi.

Jadi, rumah tidak semata-mata me-rupakan tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala bahaya, gangguan dan pengaruh fisik belakang melainkan juga merupakan tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala bahaya, gangguan, dan pengaruh fisik belaka, melainkan juga merupakan tempat tinggal, tempat berisitirahat setelah menjalani perjuangan hidup sehari-hari. (Ridho, 2001 : 18)

9. Secara garis besar, rumah memiliki fungsi (Doxiadis dalam Dian, 2009), yaitu: 
a. Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok jasmani manusia.
b. Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok rohani manusia. 
c. Rumah harus melindungi manusia dari penularan penyakit. 
d. Rumah harus melindungi manusia dari gangguan luar. 
e. Rumah menunjukan tempat tinggal. 
f. Rumah merupakan mediasi antara manusia dan dunia. 
g. Rumah merupakan arsenal, yaitu tempat manusia mendapatkan kekuatan kembali.

Read More »
30 June | 2komentar

Perencanaan Sarana Ibadah Di Rumah


Fungsi rumah yang utama adalah untuk bertempat tinggal, melindungi dari berbagai kemungkinan buruk akibat cuaca, iklim dan dari keadaan yang mengancam (binatang dan pencurian). Tetapi berkembangnya peradaban dan kebutuhan manusia memungkinkan kebutuhan lain atas fungsi rumah ini yaitu kebutuhan akan rohani, sehingga diperlukan ruang khusus untuk sholat. Terutama sholat sunah.
Keberadaan mushola dirumah ini janganlah meniru keberadaan masjid ditempat-tempat umum sebut saja di Mall. Sungguh ironi dan memprihatinkan, keberadaan tempat ibadah ini....terpencil, sulit dijangkau...terkesan kumuh.
Hanya pesan moral saja semoga penempatan mushola di rumah mendapat tempat yang layak.
Bagi umat muslim, sholat merupakan ibadah yang wajib dijalankan. Ditambah kegiatan ibadah yang lain seperti membaca Al Quran dan lain sebagainya. Namun banyak diantara kita tidak mengalokasikan sebuah ruangan dirumah dengan dekorasi yang tepat untuk mendukung kegiatan ibadah tersebut. Padahal dengan desain dan dekorasi yang benar, aktifitas ibadah dirumah dapat menjadi lebih khusuk.

Sebelum membangun mushola dirumah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diaantaranya : 

MEMPERLIHATKAN UKURAN
Hal pertama yang perlu Anda perlihatkan adalah ukuran luas mushola. Ukuran minimum yang baisa digunakan 70 cm X 140 cm untuk satu orang. Jika Anda ingin mendesain tiga shaf dengan peruntukan 3 orang per shaf maka ukuran ruangan yang diperlukan sekitar 2,5 X 4 m.
MENYESUAIKAN ARAH KIBLAT
Arah mushola disesuaikan dengan arah kiblat agar penggunaan ruangan menjadi lebih efektif. Anda bisa menutup dengan dinding yang permanen agar aktifitas sholat dapat berlangsung lebih khusuk. Namun Anda juga bisa menggunakan sebuah partisi ruangan dirumah Anda dan juga arah kiblat sholat.
FURNITURE
Rak atau lemari tempat penyimpanan peralatan ibadah sebaiknya ditempatkan di area yang mudah dijangkau. Lemari minimalis dengan model yang simpel dengan pilihan yang tepat.
MENYESUAIKAN WARNA
Warna interior ruangan mushola sebaiknya dipilih warna yang dingin dan menyejukkan mata. Contohnya warna hijau muda, kre, biru muda, salem dan warna-warna pastel. Jangan menggunakan warna-warna yang terang dan panas. Jika Anda ingin memadupandankan warna, pilihlah warna yang senada atau netral dan jangan memilih kombinasi warna yang kontras.
MEMILIH KARPET
Anda bisa memilih sajadah yang tebal agar proses ibadah sholat terasa nyaman. Anda bisa juga menggelar sebuah karpet tebal lebih dahulu di bawah permukaaan sajadah. Motif dan pola karpet sebaiknya yang polos.
TATA CAHAYA
Tata cahaya ruangan mushola juga perlu dilihatkan. Pencahayaan yang cukup dan juga tidak berlebihan.
MEMBERIKAN PENGHARUM
Hadirkan kenyamanan dalam ruangan mushola dengan menyebarkan aroma wewangian.

Read More »
30 November | 0komentar

Keluarga Di Era "Now"


Anak adalah Peniru Ulung. Sikap mereka di sekolah, di lingkungan dan di masyarakat adalah cerminan bagaimana kehidupan mereka di rumah, yang tentu tidak terlepas dari teladan/didikan orang tua. Rumah merupakan madrasah (sekolah) pertama bagi tumbuh kembang anak dan orang tua adalah guru utama bagi tahun-tahun pertama kehidupan mereka. Disebabkan karena usia dini adalah usia meniru, maka orang tua adalah ‘model’ bagi anaknya. Oleh karena itu, keluarga menjadi ujung tombak dalam perkembangan sosio-emosinya. 
Menyikapi fenomena dan tantangan anak jaman “Now”, pola pendidikan orang tua tidak akan sama dengan pola pendidikan yang kita dapati dari orang tua kita dahulu (saya sekarang sebagai orang tua). Jaman dahulu (saya masih sekolah SD) semua serba sederhana,belum berkembang dengan menggunakan perangkat elektronik, perangkat lunak masih bersifat tradisional, radio, tape recoder, permainan menggunakan motorik sangat dominan. Anak-anak pada zaman sekarang sudah langka melakukan permainan petak umpet, lompat tali,egrang, ular naga panjang,engklek,congklak, kelereng, gobag sodor, kucing-kucingan dan permainan tradisonal lainnya. 

Sumber gambar : PUSKAKOM (Pusat Kajian Komunikasi) UI,2014

Ibarat pepatah yang sudah kita kenal, Lain lading lain belalang, lain zaman lain juga permainan. Zaman Now, interaksi anak untuk bermain bisa dikatakan berhadapan dengan layar atau disebut juga jaman ‘layar’, layar televisi, handphone, komputer atau laptop, game, dan internet. perlu mendapat perhatian dan pengawasan orangtua terhadap apa yang dilihat anak di layar-layar media elektronik tersebut. Demikian pula dengan jenis dan bentuk permainan anak di zaman digital ini seperti play stastion, game online, jejaring sosial, youtube, instagram, dan berbagai permainan yang berbasis IT lainnya. Bagaimana peran orangtua dalam menjaga anak-anaknya dari dampak negatif dunia layar, dan bagaimana memanfaatkan dunia layar bagi kebaikan hidup mereka? Perlu dipahami bahwa tugas orangtua menjaga anak-anak mereka dari dampak negatif dunia layar bukan berarti menutup rapat-rapat anak mereka dari dunia layar sama sekali. 
Penelitian yang dilakukan oleh Nasrun Faisal (2016) mengungkapkan bahwa pola asuh yang tidak otoriter oleh orang tua disertai penjelasan dan pengawasan penggunaan media digital diperlukan sehingga anak akan menggunakan media tersebut sesuai kebutuhan. Pemberian penjelasan adalah bentuk pemahaman orang tua terhadap sesuatu aplikasi sehingga orang tua dapat memandu dengan benar. 
 

Globalisasi dengan segala dampaknya sudah tidak dapat dibendung lagi kedahsyatannya, dan oleh sebab itu keluarga sebagai lingkungan terkecil harus bisa menyiapkan pendidikan untuk berlayar di lautan modernisasi.Upaya-upaya untuk mengantisipasi serbuan situs pornografi pada dampak negatif penggunaan internet, berbagai internet software ini sedikit banyak bisa mengurangi efek penetrasi pornografi yang ditimbulkan. Sebut saja Solid Oak Softwarei, dengan produk andalannya Cybersitter. Software ini bekerja melalui tiga tahap; mengunci akses ke URL (Uniform Resource Locator) tertentu (Web, FTP Sites, dan Unsenet News Gruop)` yang kedua adalag dengan meyensor key words tertentu, dan yang terakhir berfungsi sebagai penyensor file-file tertentu. Disamping cybersitter, software lainnya yang cukup populer adalah Net Nanny dan Surf Watch. Kedua software ini, disamping memiliki keunggulan seperti yang dimiliki oleh cybersitter, juga memiliki kemampuan untuk menyensor IRC chat rooms, Gopher, dan E-mail. Sekalipun banyak kelemahan yang tedapat pada berbagai software tersebut, akan tetapi paling tidak orang tua bisa sedikit bernafas lega dan tidak berprasangka buruk terhadap teknologi. 

Komitmen 

Diperlukan komitmen bersama antara orang tua dan anak untuk membatasi diri penggunaan media elektronik dengan merencanakan jadwal penggunaannya. Tentunya hal ini berlaku bagi semua anggota keluarga (orang tua, anak yang dewasa,mahasiswa dan anak-anak yang masih usia sekolah dasar). Orangtua hanya berusaha membatasi waktu anak-anak dalam dunia internet, seimbangkan waktu mereka dengan keluarga-saudara-teman, dan lain-lain. Buatlah kesepakatan dengan anak mengenai durasi dan aturan menggunakan digital. Buatlah jadwal penggunaan digital. Kemudian berhentilah bermain digital saat makan bersama, jangan makan di depan televisi atau layar apa pun, jadikan obrolan anda di seputar meja makan sebagai layar. 
Beberapa solusi terkait dengan komitmen penggunaan waktu dalam keluarga diera digital ini diantaranya: 

  1. Menjalankan fungsi dan tatanan keluarga dengan baik (yaitu kerjasama antara Ayah dan Bunda), 
  2. Membuat kesepakatan dengan anak, me-manage aktivitas harian mereka mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, tanpa mengekang hak bermainnya termasuk menikmati suguhan gadget mereka. Hal yang terpenting adalah, hindari menggunakan gadget saat bersama anak, karena hal itu akan membuat anak meniru prilaku buruk orang tua tersebut; 
  3. Ciptakan kebersamaan dengan anak sebaik mungkin (tanpa gangguan gadget), untuk melatih anak agar mereka selalu terbuka pada orang tua dan tidak mencari tempat curhat lain selain orang tuanya;
  4. Usahakan 30 menit dalam 24 jam yang kita punya, untuk mengevaluasi aktivitas hariannya, berdialog mendengarkan curahan hati dan perasaan mereka. Meski tidak dapat memberi solusi, setidaknya jadilah orang tua yang bersahabat, yang selalu membuat anak merasa nyaman dan terbuka dengan kita. 


 Alternatif Kegiatan 

Berikan keragaman pada anak dari digital ke buku, bacakan cerita, berjalan jalan ke perpustakaan atau toko buku, banyak beli kaset film rohani, lagu anak yang mendidik, dan sebagainya. Hindari penggunaan digital di depan anak karena anak akan mudah meniru. Orangtua harus mengerti terhadap perkembangan dunia digital agar dapat mendampingi, mengawasi, mengontrol dunia digital anak-anaknya. Jangan malas untuk belajar hal baru. Kemudian, keluarga hendaknya punya ruang digital, di ruang terbuka, bukan di kamar tertutup. Terbiasa melakukan interaksi dengan seluruh anggota keluarga secara terbuka.

Semua masalah anak akan segera menyampaikan kepada orang tua.Hal ini tentunya sudah dilatih dengan menerapkan pola asuh yang terbuka. Usia remaja adalah usia yang membuat anak-anak terobsesi mengikuti setiap fantasi yang ada didalam fikiran mereka. Terutama bagi remaja diera digital, tontonan acapkali menjadi tuntunan; meniru dan mecomplak setiap tokoh yang diidolakan. Mereka mulai silau dengan fana dan fatamorgana. 
Kebahagiaan dan kesenangan selalu menjadi keniscayaan. Bahkan tidak sedikit remaja kekinian lupa dengan cita-cita yang dulu mereka gadang-gadangkan dimasa kanak-kanaknya. Terlebih diera digital ini, kejahatan media terhadap anak semakin tak kenal ampun. Fakta membuktikan, semua teori perkembangan seks pada anak, tumbang seiring perkembangan teknologi. 
Pakar psikologi anak mengamati, realitas anak dan remaja di era digital ini cenderung mudah bosan, stress berkepanjangan, selalu merasa kesepian meski di keramaian, takut dimarahi dan mudah lelah. Semua jenis layar, membuat otak dan mata anak menjadi fokus. Bukan fokus aktif, melainkan fokus pasif. Sehingga, anak tidak lagi aware dengan lingkungan. Maka dari itu, perlu rasanya digalakkan durasi sehat digital; 15-20 menit bagi anak usia 3-5 tahun, 60 menit bagi anak rentang usia 6-7 tahun, dan 2 jam saja bagi anak usia diatas 7 tahun, tentu tidak dengan memberikan keseluruhan waktu itu untuk mereka menikmati gadget-nya, melainkan diselingi dengan aktfitas produktif mereka.

Penanaman Aqidah 

Keimanan Semua agama pasti sepakat bahwa keimanan adalah pondasi dasar bagi tumbuh berkembangnya anak. Pada usia pendidikan dasar (SD dan SMP) orang tua harus bisa menjadi sahabat. Penanaman pondasi keimanan akan menjadi benteng bagi anak dari gempuran musuh-musuh modernisasi. Jangan biarkan masa remaja anak-anak kita rusak diperbudak modernisasi dan budaya kebarat-baratan. Remaja yang rusak adalah kegagalan penanaman aqidah dan akhlakul karimah diusia emas. Tegas tidak harus keras. Tetapi tegas, harus tegaan. Maksimalkan pendidikan anak di setiap fase perkembangannya, sebelum mereka tumbuh menjadi pribadi yang gagal dan kehilangan masa depannya.


Hasil penelitian yang dilakukan oleh Apriyani Dwi Latifah (2016) menyatakan bahwa urgensi menanamkan nilai-nilai akidah pada anak dikarenakan nilai-nilai akidah sangat berpengaruh terhadap keyakinan (keimanan) anak. Karena akidah merupakan pondasi awal dan hal yang fundamental dalam mendidik keagamaan anak sebelum memberikan pendidikan ibadah dan pendidikan lainnya. Nilai-nilai akidah mengandung pengertian rukun iman yang dapat diimplementasikan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Dengan demikian anak akan terhindar dari perilaku yang tidak dibenarkan oleh agama dengan arahan dari orang tua yang merupakan lembaga pendidikan utama bagi anak. Menanamkan nilai-nilai akidah pada anak dapat dilakukan dengan metode Kasih Sayang, metode dialog Qur’ani dan Nabawi (bagi beragama Islam), metode Kisah, metode Ibrah, metode Keteladanan, metode Pembiasaan, metode Memberi Nasihat, metode Perumpamaan, metode Motivasi dan Intimidasi, serta metode doa. #sahabatkeluarga 

Sumber: 
Abeng Eddy Adriansyah Dkk, jendela Keluarga. Cet. III; Bandung: MQS Publishing, 2015. 
Alief Budiyono,Sikap Asertif dan Peran keluarga Terhadap Anak : Komunika, Vol. 6, 2012
https://sugithewae.wordpress.com/2012/05/05/pendidikan-dalam-lingkungan-keluarga/ 
Yee-jin Shin, Mendidik Anak Di Era digital. Cet. I;Bandung: PT Mizan Publik, 2014. 
Nasrun Faisal, Pola Asuh Orang Tua Dalam Pendidikan Era Digital: An-Nisa’, Volume IX Nomor 6,2016 
Apriyani, Dwi Latifah (2016) MENANAMKAN NILAI-NILAI AKIDAH PADA ANAK DALAM KELUARGA (Skripsi). Other thesis, UIN Raden Fatah Palembang.

Read More »
13 April | 1komentar

Kualitas Layanan


Pendahuluan
layanan pendidikan
Kualitas layanan jasa dapat diukur dengan melihat seberapa jauh efektifitas layanan jasa dapat mempertipis kesenjangan  antara harapan dengan layanan jasa yang  diberikan dan Tingkat kepuasan siswa atas suatu pelayanan dapat diukur dengan membandingkan antara harapan siswa terhadap kualitas pelayanan yang diinginkan dengan kenyataan yang diterima. Dalam tulisan ini kelompok kami mengeksplor tentang layanan harapan siswa terhadap layanan sekolah terkait dengan sarana, prasarana, guru, karyawan, kurikulum, dan karyawan.
Layanan kepada siswa terkait sarana dan prasarana:
  1. Masalah kebersihan WC/kamar mandi,
  2. Kenyamanan ruang kelas,
  3. Fasilitas bangku dan meja yang tidak layak,
  4. Fasilitas Pembelajaran praktik tidak lengkap/ tidak sesuai dengan rasio 1:1
Layanan kepada siswa terkait guru:
  1. Guru tidak bersikap adil terhadap seluruh siswa,
  2. Guru sering meninggalkan tugas mengajar,
  3. Guru tidak melakukan fasilitator dengan semestinya dikelas
Layanan kepada siswa terkait Karyawan:
  1. Karyawan tidak ramah melayani siswa,
  2. Karyawan tidak terampil menangani urusan administrasi,
Rekomendasi yang disarankan untuk dapat meningkatkan pelayanan:
  1. menugaskan seorang petugas kebersihan yang khusus menangani kebersihan toilet
  2. memberi penerangan yang cukup untuk setiap kelas, memasang kipas angin,membersihkan kelas sebelum dan sesudah jam pelajaran, serta menyediakantempat sampah di setiap kelas yang ada.
  3. Terpenuhinya rasio alat  1:1
  4.  menyelenggarakan acara siraman rohani disekolah secara rutin
  5. setiap pagi kepala sekolah melakukan briefing, dan mengirim karyawan untuk mengikuti training dan pelatihan administrasi.


Read More »
10 June | 0komentar