![]() |
| Blog Saya di www.sarastiana.com |
Read More »
![]() |
| Blog Saya di www.sarastiana.com |
|
|
|
|
|
|
|
| Tantangan | Deskripsi | Solusi |
|---|---|---|
| 1. Keterbatasan sumber daya dan fasilitas |
Keterbatasan waktu, fasilitas, dan ruang yang memadai untuk melaksanakan kegiatan kokurikuler secara optimal. |
Peningkatan pelatihan berkelanjutan untuk guru terkait integrasi deep learning dalam kegiatan kokurikuler. |
| 2. Kurangnya pelatihan guru dalam deep learning |
Guru kurang siap dalam mengintegrasikan deep learning dalam setiap kegiatan kokurikuler |
Memberikan pelatihan berkelanjutan yang lebih terstruktur tentang pembudayaan deep learning dalam kegiatan kokurikuler. |
| 3. Kesulitan siswa dalam mengaitkan kegiatan kokurikuler dengan pembelajaran mendalam |
Siswa sering kali lebih fokus pada pencapaian tujuan sesaat tanpa mengaitkan dengan pembelajaran mendalam |
Pengelolaan kegiatan kokurikuler yang lebih terstruktur dan berbasis refleksi, serta penguatan hubungan teori dengan pengalaman nyata. |
| 4. Resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran |
Guru dan orang tua masih merasa ragu terhadap efektivitas metode deep learning dalam pendidikan dasar. |
Meningkatkan kesadaran dan pemahaman orang tua serta guru tentang manfaat deep learning melalui komunikasi dan sosialisasi yang lebih intens. |
|
Mapel |
Kontribusi
dalam Proyek |
Hasil
pada Siswa |
|
Kejuruan |
Menghasilkan
desain teknis yang layak dan efisien. |
Kompetensi
Teknis (menggambar, menghitung) dan Pemecahan Masalah (efisiensi ruang). |
|
Sejarah |
Menyediakan
konteks budaya dan referensi arsitektur masa lalu. |
Pemikiran
Kritis dan Sensitivitas Budaya dalam mendesain, menciptakan desain yang
bernyawa. |
![]() |
| Desain Teknis dan Komunikasi berbahasa Inggris |
|
Mata
Pelajaran |
Peran
Kolaborasi dalam Proyek |
Output
Siswa |
|
Bahasa Indonesia |
Merancang
rubrik penilaian untuk penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Proyek (LPJ) dan
Rencana Anggaran Biaya (RAB). Fokus pada struktur bahasa yang baku, kohesif,
dan efektif. |
Laporan
Proyek yang profesional dan tata bahasa yang tepat dalam dokumen teknis. |
|
Bahasa Inggris |
Melatih
siswa untuk melakukan presentasi desain (mock-up client meeting) menggunakan
Bahasa Inggris yang efektif. Fokus pada istilah-istilah arsitektur dan
negosiasi. |
Presentasi
desain yang meyakinkan di hadapan 'klien' (guru/industri) menggunakan Bahasa
Inggris. |
|
Mata
Pelajaran |
Peran
Kolaborasi dalam Proyek |
Output
Siswa |
|
Sejarah |
Meminta
siswa melakukan studi singkat mengenai sejarah arsitektur perumahan di
Indonesia (misalnya, pengaruh kolonial, post-modern, atau desain tropis
minimalis). |
Bagian
narasi desain yang mencantumkan justifikasi historis dan budaya dari
pemilihan konsep desain. |
|
Seni
Budaya |
Menilai
aspek estetika, komposisi warna, dan penataan ruang (tata letak) pada gambar
kerja dan rendering 3D, memastikan keselarasan visual yang artistik. |
Desain
yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai estetika dan
keselarasan visual yang tinggi. |
Mata Pelajaran | Peran Kolaborasi dalam Proyek | Output Siswa |
PJOK (Olahraga & Kesehatan) | Mengintervensi perencanaan dalam aspek Ergonomi dan Kesehatan Bangunan. Guru PJOK menilai apakah tata letak ruangan, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara sudah mendukung kesehatan fisik dan mental penghuni. | Perencanaan yang dilengkapi narasi tentang Aspek Kenyamanan dan Kesehatan, termasuk perhitungan minimal ruang gerak di dapur/kamar mandi (Ergonomi) dan rasio ventilasi (Kesehatan Bangunan). |