Read More »
Refleksi Guru SMK: Menghidupkan Link and Match Melalui PBL dan Teaching Factory
Read More »
Guru Olahraga dalam Denyut Teaching Factory
- Guru PJOK dapat berkolaborasi dengan guru kejuruan untuk memastikan standar higienitas dan sanitasi di area produksi TeFa sesuai dengan standar kesehatan industri.
- Merancang program edukasi kesehatan kerja, seperti pencegahan paparan bahan kimia berbahaya atau penanganan kelelahan kronis (burnout), yang langsung kontekstual dengan jurusan masing-masing.
Read More »
Sinergi Lintas Mapel di Proyek Rumah Minimalis Tipe 36 DPIB SMKN 1 Bukateja
Integrasi ruang guru di SMKN 1 Bukateja telah membuahkan hasil nyata dalam proyek pembelajaran. Ambil contoh Program Konsentrasi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) yang sedang mengerjakan proyek Perencanaan Rumah Minimalis Tipe 36.
|
Mata
Pelajaran |
Peran
Kolaborasi dalam Proyek |
Output
Siswa |
|
Bahasa Indonesia |
Merancang
rubrik penilaian untuk penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Proyek (LPJ) dan
Rencana Anggaran Biaya (RAB). Fokus pada struktur bahasa yang baku, kohesif,
dan efektif. |
Laporan
Proyek yang profesional dan tata bahasa yang tepat dalam dokumen teknis. |
|
Bahasa Inggris |
Melatih
siswa untuk melakukan presentasi desain (mock-up client meeting) menggunakan
Bahasa Inggris yang efektif. Fokus pada istilah-istilah arsitektur dan
negosiasi. |
Presentasi
desain yang meyakinkan di hadapan 'klien' (guru/industri) menggunakan Bahasa
Inggris. |
|
Mata
Pelajaran |
Peran
Kolaborasi dalam Proyek |
Output
Siswa |
|
Sejarah |
Meminta
siswa melakukan studi singkat mengenai sejarah arsitektur perumahan di
Indonesia (misalnya, pengaruh kolonial, post-modern, atau desain tropis
minimalis). |
Bagian
narasi desain yang mencantumkan justifikasi historis dan budaya dari
pemilihan konsep desain. |
|
Seni
Budaya |
Menilai
aspek estetika, komposisi warna, dan penataan ruang (tata letak) pada gambar
kerja dan rendering 3D, memastikan keselarasan visual yang artistik. |
Desain
yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai estetika dan
keselarasan visual yang tinggi. |
Mata Pelajaran | Peran Kolaborasi dalam Proyek | Output Siswa |
PJOK (Olahraga & Kesehatan) | Mengintervensi perencanaan dalam aspek Ergonomi dan Kesehatan Bangunan. Guru PJOK menilai apakah tata letak ruangan, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara sudah mendukung kesehatan fisik dan mental penghuni. | Perencanaan yang dilengkapi narasi tentang Aspek Kenyamanan dan Kesehatan, termasuk perhitungan minimal ruang gerak di dapur/kamar mandi (Ergonomi) dan rasio ventilasi (Kesehatan Bangunan). |
- Produk Relevan: Proyek Rumah Tipe 36 yang dihasilkan siswa menjadi lebih relevan dan bernilai jual, karena tidak hanya unggul secara teknis (gambar kerja), tetapi juga kuat secara presentasi, dokumentasi, dan memperhatikan aspek kesehatan/ergonomi.
- Guru sebagai Tim: Guru tidak lagi merasa bekerja sendiri, melainkan sebagai sebuah tim konsentrasi keahlian yang berkolaborasi untuk membesarkan jurusan.
Read More »
Pembelajaran Beraksentuasi Industri
Di tengah tuntutan pendidikan vokasi yang semakin ketat untuk menghasilkan lulusan siap kerja, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditantang untuk merevolusi proses pembelajarannya. SMKN 1 Bukateja, sebagai salah satu sekolah unggulan yang mengedepankan model Teaching Factory (TeFa), mengambil langkah berani dan strategis: menyatukan ruang guru kejuruan dan guru mata pelajaran umum (normatif/adaptif) dalam satu ruangan terpusat per jurusan.
- Perencanaan Kolaboratif: Secara rutin, guru-guru dalam satu jurusan (misalnya, Teknik Otomotif) dapat duduk bersama membuat perencanaan yang kolaboratif. Guru Produktif menentukan output proyek, sementara guru umum merancang intervensi dan penilaian terhadap aspek literasi, numerasi, hingga sejarah perkembangan teknologi yang terkait.
- Standarisasi Penilaian: Menyepakati kriteria penilaian (rubrik) yang komprehensif, di mana guru kejuruan menilai kualitas produk, dan guru umum menilai kualitas laporan, presentasi, dan kerja sama tim.
- Memperkuat Konteks: Memastikan bahwa mata pelajaran umum tidak lagi terasa terpisah dari realitas dunia kerja, melainkan menjadi alat pendukung vital bagi keberhasilan siswa di industri.
- Mewujudkan Link and Match Internal: Mencerminkan semangat link and match dengan industri, di mana kolaborasi lintas disiplin adalah kunci sukses tim kerja di dunia nyata.
Read More »
Revisi Tahun 2024 Panduan Praktik Kerja Lapangan
Read More »
TEFA (Teaching Factory)
![]() |
| Workshop TEFA |
Read More »
Modul Ajar (MA) Mata Pelajaran PKL
- Internalisasi dan Penerapan Soft Skills
- Penerapan Hard Skills
- Peningkatan dan Pengembangan Hard Skills
- Penyiapan Kemandirian Berwirausaha
Read More »
Peluncuran Aplikasi Sister- PKL Skansika Online
Tugas Guru Pembimbing PKL dan Instruktur Industri/Tempat PKL
Tata Tertib Siswa PKL
Siswa wajib:
PKL dalam Implementasi Kurikulum Merdeka
Read More »
Rasional Mata Pelajaran Praktik Kerja Lapangan
Read More »
Bukti Dukung Tugas Tambahan
| No | Jenjang | Daftar Tugas Tambahan | Dasar Hukum |
| 1 | SMP, SMA, SMK | Wakil Kepala Satuan Pendidikan | Permendikbud 15/2018 |
| 2 | Semua jenjang | Kepala Perpustakaan | Permendikbud 15/2018 |
| 3 | SMK | Ketua Program Keahlian | Permendikbud 15/2018 |
| 4 | SMP, SMA, SMK | Kepala laboratorium, bengkel, unit produksi/teaching factory | Permendikbud 15/2018 |
| 5 | Semua jenjang | Pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusif atau pendidikan terpadu | Permendikbud 15/2018 |
| 6 | SMP, SMA, SMK | Wali Kelas | Permendikbud 15/2018 |
| 7 | SMP, SMA, SMK | Pembina OSIS | Permendikbud 15/2018 |
| 8 | Semua jenjang | Pembina Ekstrakurikuler | Permendikbud 15/2018 |
| 9 | Semua jenjang | Koordinator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) | Permendikbud 15/2018 |
| 10 | Semua jenjang | Koordinator Penilaian Kinerja Guru (PKG) | Permendikbud 15/2018 |
| 11 | SMK | Koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK) | Permendikbud 15/2018 |
| 12 | Semua jenjang | Guru Piket | Permendikbud 15/2018 |
| 13 | SMK | Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-1) | Permendikbud 15/2018 |
| 14 | Semua jenjang | Penilai Kinerja Guru | Permendikbud 15/2018 |
| 15 | Semua jenjang | Pengurus organisasi/ asosiasi profesi tingkat nasional | Permendikbud 15/2018 |
| 16 | Semua jenjang | Pengurus organisasi/ asosiasi profesi tingkat provinsi | Permendikbud 15/2018 |
| 17 | Semua jenjang | Pengurus organisasi/ asosiasi profesi tingkat kabupaten/kota | Permendikbud 15/2018 |
| 18 | Semua jenjang | Tutor pada pendidikan jarak jauh pendidikan dasar dan pendidikan menengah | Permendikbud 15/2018 |
| 19 | Semua jenjang | Operator Dapodik | Permendikbud No. 79/2015 |
| 20 | Semua jenjang | Bendahara Sekolah | Pasal 41 Permendikbudristek No. 2/2022 |
| 21 | Semua jenjang | Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) | Permendikbudristek No. 46/2023 |
Read More »
PKL Sebagai Mata Pelajaran
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan satuan pendidikan yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten untuk bekerja sesuai dengan keahliannya. Keterserapan lulusan di dunia kerja1 menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh SMK beserta pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan. Penguatan keterampilan teknis (hard skills) dan keterampilan non-teknis (soft skills) merupakan kunci untuk meningkatkan angka kebekerjaan lulusan SMK. Pembelajaran langsung di dunia kerja menjadi kebutuhan peserta didik SMK agar dapat mengasah kompetensi dan menguatkan budaya kerja. Oleh karena itu, penting sekali dibangun kerja sama antara SMK dengan dunia kerja. Pemerintah memberikan dukungan keterlibatan dunia usaha dalam pendidikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan Dalam Setahun Berjalan.
Read More »
Tentang SMK Pusat Keunggulan
![]() |
| Peningkatan PBM SMK PK SMKN 1 Bukateja |
Program SMK Pusat Keunggulan merupakan program pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, yang akhirnya menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya. Selain itu, ada program pendampingan yang dirancang untuk membantu SMK PK dalam pencapaian output. Pelaksana pendampingan dilakukan oleh perguruan tinggi yang telah memenuhi kriteria.
- Porsi pembelajaran kejuruan meningkat dari tahun ke tahun.
- Pengembangan pembelajaran lebih fleksibel dapat disesuaikan dengan karakteristik sekolah, kemitraan dunia kerja, dan potensi lokal/daerah.
- Modul-modul pembelajaran dapat disusun bersama mitra dunia kerja.
- Praktik Kerja Lapangan (PKL) menjadi mata pelajaran wajib selama 6 bulan.
- Pengembangan kompetensi Profil Pelajar Pancasila mendorong siswa SMK untuk mengembangkan soft-skills.
- Lokakarya penyelarasan pembelajaran berbasis industri.
- Lokakarya pemanfaatan sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan Teaching Factory (TeFa).
- Lokakarya Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), perangkat ajar, media pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran praktik baik.
Read More »
Prinsip Pembelajaran dan Contoh Pelaksanaannya
Pemerintah tidak mengatur pembelajaran dan asesmen secara detail dan teknis. Namun demikian, untuk memastikan proses pembelajaran dan asesmen berjalan dengan baik, Pemerintah menetapkan Prinsip Pembelajaran dan Asesmen. Prinsip pembelajaran dan prinsip asesmen diharapkan dapat memandu pendidik dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna agar peserta didik lebih kreatif, berpikir kritis, dan inovatif. Dalam menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran, pendidik diharapkan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
- Pada awal tahun ajaran, pendidik berusaha mencari tahu kesiapan belajar peserta didik dan pencapaian sebelumnya. Misalnya, melalui dialog dengan peserta didik, sesi diskusi kelompok kecil, tanya jawab, pengisian survei/angket, dan/ atau metode lainnya yang sesuai.
- • Pendidik merancang atau memilih alur tujuan pembelajaran sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik, atau pada tahap awal. Pendidik dapat menggunakan atau mengadaptasi contoh tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran dan modul ajar yang disediakan oleh Kemendikbudristek.
- • Pendidik merancang pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik mengalami proses belajar sebagai pengalaman yang menimbulkan emosi positif
Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat; Pendidik mendorong peserta didik untuk melakukan refleksi untuk memahami kekuatan diri dan area yang perlu dikembangkan.
- Pendidik senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan.
- Pendidik menggunakan pertanyaan terbuka yang menstimulasi pemikiran yang mendalam.
- Pendidik memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif agar terbangun sikap pembelajar mandiri.
- Pendidik memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik.
- Pendidik memberikan tugas atau pekerjaan rumah ditujukan untuk mendorong pembelajaran yang mandiri dan untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan dengan mempertimbangkan beban belajar peserta didik.
- Pendidik merancang pembelajaran untuk mendorong peserta didik terus meningkatkan kompetensinya melalui tugas dan aktivitas dengan tingkat kesulitan yang tepat.
- Pendidik merefleksikan proses dan sikapnya untuk memberi keteladanan dan sumber inspirasi positif bagi peserta didik.
- Pendidik merujuk pada profil pelajar Pancasila dalam memberikan umpan balik (apresiasi maupun koreksi)
pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra;
- Pendidik menyelenggarakan pembelajaran sesuai kebutuhan dan dikaitkan dengan dunia nyata, lingkungan, dan budaya yang menarik minat peserta didik.
- Pendidik merancang pembelajaran interaktif untuk memfasilitasi interaksi yang terencana, terstruktur, terpadu, dan produktif antara pendidik dengan peserta didik, sesama peserta didik, serta antara peserta didik dan materi belajar.
- Pendidik memberdayakan masyarakat sekitar, komunitas, organisasi, ahli dari berbagai profesi sebagai narasumber untuk memperkaya dan mendorong pembelajaran yang relevan.
- Pendidik melibatkan orang tua dalam proses belajar dengan komunikasi dua arah dan saling memberikan umpan balik.
- Pada PAUD, pendidik menggunakan pendekatan multibahasa berbasis bahasa ibu juga dapat digunakan, utamanya bagi peserta didik yang tumbuh di komunitas yang menggunakan bahasa lokal.
- Pada SMK, terdapat pembelajaran melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di dunia kerja atau tempat praktik di lingkungan sekolah yang telah dirancang sesuai dengan standar dunia kerja, menerapkan sistem dan budaya kerja sebagaimana di dunia kerja, dan disupervisi oleh pendidik/instruktur yang ditugaskan atau memiliki pengalaman di dunia kerja yang relevan.
- Pada SMK, pendidik dapat menyelenggarakan pembelajaran melalui praktik-praktik kerja bernuansa industri di lingkungan sekolah melalui model pembelajaran industri (teaching factory)
pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.
- Pendidik berupaya untuk mengintegrasikan kehidupan keberlanjutan (sustainable living) pada berbagai kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai dan perilaku yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bumi, misalnya menggunakan sumber daya secara bijak (hemat air, listrik, dll.), mengurangi sampah, dsb.
- Pendidik memotivasi peserta didik untuk menyadari bahwa masa depan adalah milik mereka dan mereka perlu mengambil peran dan tanggung jawab untuk masa depan mereka.
- Pendidik melibatkan peserta didik dalam mencari solusisolusi permasalahan di keseharian yang sesuai dengan tahapan belajarnya.
- Pendidik memanfaatkan projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk membangun karakter dan kompetensi peserta didik sebagai warga dunia masa depan
Read More »
Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Discovery Learning dan Teaching Factory
|
Fase-Fase
|
Perilaku Guru
|
|
Fase 1
Orientasi peserta didik pada
masalah
|
Menjelaskan
tujuan pembelajarn tentang materi Gaya yaitu menerapakan prinsip penjumlahan Gaya.
·
Memperlihatkan dan menampilkan video atau gambar tentang
peristiwa atau hal-hal yang berkaitan dengan penerapan Gaya dalam kehidupan
sehari-hari. Misalnya video atau gambar tentang penarikan kapal yang
mengalami kecelakaan atau kerusakan di tengah lautan dan harus segera dibawa
ke pelabuhan terdekat untuk diperbaiki. Untuk menarik kapal tersebut
dibutuhkan dua kapal dengan dilengkapi kawat baja. Agar kapal dapat sampai ke
pelabuhan yang dituju, posisi kapal selama perjalanan selama perjalanan tetap
stabil besar gaya yang dibutuhkan oleh masing-masing kapal penarik dan sudut
yang dibentuk oleh kawat baja harus diperhitungkan secara cermat.
·
Memotivasi peserta didik agar terlibat pada aktivitas
pemecahan masalah.
·
Menjelaskan logistik yang dibutuhkan seperti pembentukan
tugas kelompok, serta mengarahkan peserta untuk berkumpul dengan kelompoknya
masing-masing.
|
|
Fase 2
Mengorganisasikan peserta didik
untuk belajar
|
·
Membantu peserta didik mendefinisikan dan
mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut
yaitu tentang menggambar Gaya, resultan Gaya, komponen Gaya serta mengitung
besar arah resultan Gaya
·
Mengarahkan peserta didik untuk melakukan kajian teori
yang relevan dengan masalah serta mencari narasumber lainnya
|
|
Fase 3
Membimbing penyelidikan individu
dan kelompok
|
Mendorong peserta didik untuk
mengumpulkan informasi yang sesuai yaitu bagaimana mencari resultan dua Gaya
sebidang atau mencari resultan dua Gaya dengan menerapkan operasi Gaya.
|
|
Fase 4
Mengembangkan dan menyajikan
hasil karya
|
Membantu peserta didik dalam
memecahkan masalah seperti merencanakan dan menyiapkan laporan serta
membantu siswa dalam berbagi tugas dengan temannya.
|
|
Fase 5
Menganalisis dan mengevaluasi
proses pemecahan masalah
|
Membantu siswa melakukan refleksi
serta evaluasi terhadap penyelidikan peserta didik dalam proses-proses yang
dilakukan serta meminta kelompok untuk presentasi.
|
|
Fase-Fase
|
Perilaku Guru
|
|
Stimulation
(Pemberian
Stimulus)
|
·
Memberikan stimulus kepada peserta didik berupa pertanyaan
yang berkaitan dengan materi Gaya. Misalnya “bagaimana cara menguraikan Gaya
menjadi dua buah Gaya yang sebidang?”.
·
Mengajak peserta didik berdiskusi untuk mencari penyebab
dan menemukan pemecahan masalah
|
|
Problem
Satatement
(Mengidentifikasi
Masalah)
|
Membimbing siswa untuk membentuk
kelompok yang dilanjutkan dengan disuksi rumusan maslah, tujuan, dan langkah
kerja dengan alat dan bahan yang telah tersedia
|
|
Data
Callecting
(Mengumpulkan
Data)
|
Membimbing peserta didik dalam menyiapkan alat dan bahan berupa necara pegas, busur derajat, benang, paku
payung, dan papan triplek yang dilengkapi kertas berpetak dengan tujuan untukmenguraikan Gaya menjadi dua buah Gaya yang sebidang.
|
|
Data
Processing
(Mengolah
Data)
|
Membimbing pesera didik dalam
mengolah data eksperimen yaitu berupa vasiasi sudut a
|
|
Verification
(Menguji
Hasil)
|
Membimbing siswa menguji hasil
pengolahan data pengamatan yaitu bagaimana kecenderungan rata-rata hasil
pengukuran apakah mempunyai nilai yang sama antar data dengan mengubah-ubah
sudut a, serta
kesalahan pengukuran dan presentase eror perhitungan pada tiap-tiap data
pengukuran.
|
|
Generalization
(Menyimpulkan)
|
Mengarahkan peserta didik agarmenyusun kesimpulan dari eksperimen serta mengarahkan peserta didik agar membuat laporan.
|
Pembelajaran Teaching Factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Pelaksanaan Teaching Factory (TEFA) juga harus melibatkan pemerintah, pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya.Sintaksis Teaching FactoryMerancang produk Pada tahap ini peserta didik mengembangkan produk baru/ cipta resep atau produk kebutuhan sehari-hari consumer goods/merancang pertunjukan kontemporer dengan menggambar/membuat scrip/merancang pada komputer atau manual dengan data spesifikasinya.
b. Membuat prototype
c. Memvalidasi dan memverifikasi prototype
d. Membuat produk masal
e. Menerima order
f. Menganalisis order
g. Menyatakan Kesiapan mengerjakan order
h. Mengerjakan order
i. Mengevaluasi produk
j. Menyerahkan order
Read More »








.heic)



.jpeg)





