Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Sehat Jasmani dan Rohani

 Sehat dalam makna positif yang digambarkan al-Qur‟an, yakni terpeliharanya semua potensi anugerah. Ada kekhususannya yang dapat digambarkan alQur‟an pada aspek sehat lahir dan bathin pada masalah ini, terutama semua potensi jiwa dan raganya senantiasa bermakna untuk sehat dan kuat melakukan ibadah kepada Allah SWT dengan sempurna sebagai bukti rasa syukurnya kepada Allah SWT yang telah menciptakannya dengan suatu harapan agar memperoleh ridha-Nya dan mendapatkan mau‟nah tertinggi dari Tuhannya untuk mendapatkan syurga jannatun na‟im. 

Surga jannatun na'im merindukan orang-orang kuat beribadah dan beramal shalih dengan sempurna sesuai kehendak dan keinginan Allah SWT ataupun yang diridhai-Nya. Sudah barang tentu, hanya orang-orang sehat dan kuat lahir bathinnya maupun kesempurnaannya beribadah atau beramal shalih kepada Allah yang akan menempati surga yang berkualitas. 
Kuat itu identik dengan sehatnya lahir dan bathin, karena itu hanyasanya pada orang-orang yang kuat dan sehat itu pula yang akan mampu mengemban amanah Tuhan yakni agama dengan kesempurnaan seluruh syariatnya. Oleh karena itu orang-orang yang ingin mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang disertai keselamatan di dunia dan di akhirat wajib berupaya sehat lahir dan bathin serta senantiasa menghormati, menjaga dan memuliakan fisik dan rohaninya agar selalu sehat atau membiasakan diri hidup sehat dalam bingkai syariat Islam berpedoman pada ajaran al-Qur‟anul Karim dan Al-Hadits. 
Sungguh amat banyak nikmat Allah yang tidak dapat dihitung besarnya nikmat yang dicurahkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang pandai menggunakan nikmat Allah yang Maha Kuasa. Di dalam al-Qur‟an pada Surah An-Nahl ayat 18 telah disebutkan Allah SWT.
Artinya : dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q.S. An-Nahl : 18)
Berdasarkan ayat di atas, bahwa dapat diambil pelajaran bahwa nikmat Allah tidak dapat dihitung oleh manusia siapapun karena kalau diperhatikan terkait nikmat sehat pada manusia sungguh besar rahmat Allah tersebut dan sepantasnya manusia wajib bersyukur kepada-Nya. Tanda bersyukurnya manusia adalah dengan menggunakan semua potensi-potensi fisik dan jiwa rohaninya yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya. Sehat fisik dapat diadakan dengan cara makan-minum makanan yang halal dan baik, bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup, berolahraga dan menjaga pikiran maupun perasaan tidak tegang atau stres. 
Sehat fisik ini merupakan potensi jasmani manusia yang selalu harus diupayakan normal dan dapat mengendalikan datangnya penyakit-penyakit dari luar, karena dipengaruhi oleh lingkungan tidak sehat yang merusak kekebalan tubuhnya atau antibodi tubuh yang sehat. Namun yang lebih penting dan utama lagi adalah sehat rohani berdasarkan upaya mempelajari agama dan mempertebal keimanannya kepada yang ghaib, yakin dan percaya kepada rukun iman yang enam dan melaksanakan rukun Islam yang lima. Iman dan taqwa berdasarkan aplikasi ibadah murni kepada Tuhannya dan juga berdasarkan upaya memperbaiki diri menyempurnakan hubungan ibadah sosialnya dengan sesama manusia dan lingkungan alamnya, cara ini dapat mempengaruhi sehatnya sosial atau sehat lahir dan bathinnya.

Read More »
13 August | 0komentar

Numerasi = Matematika ?

Kemendikbud (2020) mendefinisikan numerasi sebagai kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk memecahkan masalah kontekstual pada kehidupan sehari-hari yang sesuai untuk individu sebagai warga yang baik. Kemampuan ini sangat penting untuk menjadi modal bagi siswa dalam menguasai mata pelajaran lainnya. Seseorang disebut memiliki literasi numerasi ketika ia memiliki pengetahuan dan kecakapan untuk mendapat, menafsirkan, menggunakan, dan mengomunikasikan angka dan simbol matematika dalam pemecahan berbagai masalah praktis dalam berbagai konteks kehidupan. 
Selain itu, ia mampu menganalisis berbagai bentuk informasi untuk mengambil keputusan. Kemampuan numerasi berkaitan dengan kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dasar yang dimiliki, prinsip serta proses matematika ke dalam permasalahan dalam kehidupan sehari–hari misalnya memahami masalah yang disajikan dalam tabel atau diagram, perdagangan dan lain–lain
Cakupan numerasi ,tidak hanya dalam mata pelajaran matematika, meskipun matematika dan numerasi berlandaskan pada pengetahuan dan keterampilan yang sama(Berhitung/hitungan).  Namun cakupan numerasi sangatlah luas meliputi keterampilan mengaplikasikan konsep,fakta, prosedur dalam situasi nyata dalam kehidupan sehari - hari. Keterampilan numerasi bisa ditemukan pada masalah yang tidak terstruktur dan  memiliki banyak cara penyelesaiannya baik yang berhubungan dengan faktor matematis maupun non matematis. 
Matematika adalah suatu pengetahuan dan keterampilan yang abstrak dan kebenarannya absolut, sedangkan numerasi berhubungan dengan sesuatu yang kontekstual dan konkret yang menawarkan pemecahan terhadap suatu masalah yang rill dalam kehidupan. Untuk diketahui jika pembelajaran matematika yang sudah diimplementasikan dalam kehidupan nyata berarti sudah termasuk pembelajaran numerasi. Namun jika pembelajaran hanya murni dan sebatas konsep abstrak dan bersifat teoritis, maka belum bisa dikatakan pembelajaran numerasi. 

Read More »
11 August | 0komentar

Video Menggambar Pondasi

Menggambar pondasi dengan perintah Stretch pada AutoCAD akan mempercepat dan memudahkan kita dalam menggambarnya. https://www.sarastiana.com/2015/04/menggambar-pondasi-dengan-perintah.html

Read More »
09 August | 0komentar

Kemampuan Interpersonal dan Literasi


Manfaat literasi yang paling signifikan dirasakan seseorang ialah dalam kemampuannya berbahasa, bukan hanya dalam hal membaca dan menulis, namun juga dalam mendengar dan berbicara. siswa yang menerapkan kemampuan literasi dalam proses belajarnya dapat memahami materi yang diajarkan secara menyeluruh dan mendalam. Kebiasaan membaca dan menyimak berbagai informasi yang disajikan akan menambah, bahkan memperkaya kosa kata, gaya penulisan atau gaya bicara yang akan berdampak baik bagi kemampuan menulis dan berbicara seseorang. Penulis dan pembicara yang mumpuni adalah pembaca dan pendengar yang kuat. 
Semakin banyak membaca dan menyimak, semakin kaya ide, kosa kata, dan gaya penulisan seseorang, sehingga dapat merangkai kalimat-kalimat yang bermakna kuat baik itu dalam bentuk ceramah yang menginspirasi maupun karya tulis yang berkualitas. Bukan hanya memproduksi ceramah dan karya tulis berkualitas, kemampuan literasi membuat seseorang bersikap kritis terhadap apa yang dibaca dan didengar, maupun terhadap keadaan atau situasi yang dihadapinya atau dunia sekitarnya. Dalam hal ini, seorang yang literat tidak mudah menelan informasi yang diterima mentah- mentah. Ia akan menggunakan nalarnya dalam mencerna informasi tersebut sehingga tidak mudah termakan isu kebohongan atau penipuan. 
Seorang yang literat akan selalu mencari kebenaran sejati dari sumber yang kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan baik secara moral maupun secara saintifik. Sikap kritis yang dikembangkan melalui literasi ini pun menumbuhkan kebiasaan untuk berani menyampaikan pendapat dengan akurat dan santun, serta menerima pendapat orang, sekalipun pendapat itu berbeda dengan pendapatnya. Tidak hanya berani mengemukakan pendapat, seorang yang literat akan menyampaikan pendapat yang bermakna atau berbobot yang relevan dengan dunia sekitarnya.
Literasi juga mengembangkan kemampuan verbal seseorang sehingga ia mampu memberi respon yang tepat dalam situasi yang berbeda. Dalam hal inilah literasi pun bermanfaat meningkatkan kemampuan interpersonal seseorang dalam berinteraksi atau bekerjasama dengan individu lain atau dalam kelompok. Jika sekolah telah membangun budaya literasi, maka guru dan siswa akan terbiasa mengkonsumsi beraneka ragam bacaan yang akan memberi mereka berbagai manfaat (Thanh, 2018)

Read More »
08 August | 0komentar

Pengembangan Literasi


Seseorang yang literat mampu menggunakan dan mengembangkan bahasa untuk berbagai tujuan dalam berbagai konteks. Kemampuan literasi tingkat lanjut dicapai setelah seseorang mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan watak dalam menggunakan bahasa dengan fasih untuk keperluan belajar atau bekerja dan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu literasi melibatkan kegiatan reseptif, seperti membaca, mendengar, menyimak, dan kegiatan ekspresif, seperti menulis, berbicara, dan memproduksi teks dalam berbagai bentuk: cetak, ujaran, visual, maupun digital (Australian Curriculum, Assessment, and Reporting Authority, 2010).
Kemampuan literasi yang banyak dipahami sebagai bagian dari pelajaran bahasa saja ternyata sangat relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran mata pelajaran lainnya. Sejatinya, pembelajaran apapun pasti melibatkan penggunaan bahasa dalam prosesnya. Oleh sebab itu literasi sangat berperan penting dalam proses belajar mengajar. Manfaat literasi tidak terbatas hanya dalam area membaca dan menulis, tetapi juga akan sangat membantu seorang siswa untuk belajar berbagai mata pelajaran dengan maksimal. Pengembangan kecakapan literasi seharusnya dilakukan setiap waktu di segala mata pelajaran, bukan hanya dalam pelajaran bahasasemata (Thanh, 2018). 
Literasi dapat meningkatkan pemahaman seseorang dalam mengambil intisari dari suatu bacaan sehingga ia mengetahui poin- poin penting dari pelajaran yang diserap. Urgensi pengembangan kemampuan literasi saat ini tidak lepas dari tuntutan global di dunia kerja dan harus mulai diterapkan dalam institusi pendidikan. Kini pengembangan kemampuan multiliterasi dalam dunia pendidikan tidak terlepas dari konsep berbasis kecerdasan majemuk, berbagai cara belajar, dan seni yang telah terbukti mengembangkan kreativitas murid, pengembangan keterampilan dalam bidang teknologi dan komunikasi, serta memahami perbedaan sosial budaya. 
Pengembangan kemampuan-kemampuan tersebut dimulai dari kemampuan pemahaman membaca yang tinggi, kemampuan menulis yang baik, keterampilan berbicara, dan keterampilan dalam berbagai media digital. Dalam pandangan ini, multiliterasi merupakan pendekatan belajar yang dikembangkan berdasarkan kesadaran dan pengakuan atas keberagaman dan kompleksitas perspektif budaya murid, serta keragaman gaya belajar yang dimilikinya. Oleh sebab itu, pendidikan multiliterasi diyakini mampu menjembatani siswa untuk belajar dan berkarya pada abad-21 (Nopilda & Kristiawan, 2018, 218). Dari sini kita melihat bahwa kemampuan literasi tidak hanya dikembangkan dalam pelajaran bahasa. Kemampuan literasi dasar memang mulai dikembangkan dalam pelajaran bahasa, namun kemampuan literasi tingkat lanjut perlu dikembangkan dalam segala aspek kehidupan pembelajar, bukan hanya dalam mata pelajaran lain, tapi juga dalam berbagai kegiatan sehari-hari.

Tiga tujuan utama belajar dan mengajar literasi lintas kurikulum 
  • Untuk memperluas dan mendorong penggunaan keterampilan literasi siswa dengan menyediakan beraneka ragam konteks untuk menggunakan dan mempraktekkan keterampilan tersebut. 
  • Untuk mengidentifikasi keterampilan literasi yang dibutuhkan masing-masing mata pelajaran untuk mendukung proses belajar siswa.
  • Untuk meningkatkan pembelajaran mata pelajaran yang bersangkutan serta sikap siswa terhadap pembelajaran mereka

Read More »
08 August | 0komentar

Presensi Dulu Ya !!!


Read More »
08 August | 0komentar

AutoCAD: Menggambar Potongan Rumah

Bismillahirrohmannirohim. Pada postingan kali ini mencoba berbagi tutorial menggambar denah step by step. Pada kali ini akan dibahas menggambar denah pos kampling dengan ukuran 3x2 meter. Membahas Denah, Rencana Atap, Tampak Depan, Tampak samping dan Potongan. Pada kali ini akan dibahas menggambar denah menggunakan Aplikasi AutoCAD.

Read More »
08 August | 0komentar

Perubahan Paradigma Evaluasi Pendidikan : Asesmen Nasional

Asesmen Nasional tidak hanya dirancang sebagai pengganti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, tetapi juga sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. Peningkatan sistem evaluasi pendidikan adalah bagian dari kebijakan Merdeka Belajar. Tujuan utamanya adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengatakan perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil. “Potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil Asesmen Nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia.
Asesmen Nasional diawali tahun 2021 adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah. Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. 
AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi. Kedua aspek kompetensi minimum ini, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat, terlepas dari bidang kerja dan karier yang ingin mereka tekuni di masa depan.
Fokus pada kemampuan literasi dan numerasi tidak kemudian mengecilkan arti penting mata pelajaran karena justru membantu murid mempelajari bidang ilmu lain terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bantuk angka atau secara kuantitatif.
Bagian kedua dari Asesmen Nasional adalah survei karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila: Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. 
Bagian ketiga dari Asesmen Nasional adalah survei lingkungan belajar untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. Asesmen Nasional pada tahun 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar (baseline) dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan, sehingga tidak ada konsekuensi bagi sekolah dan murid. Hasil Asesmen Nasional tidak ada konsekuensinya buat sekolah, hanya pemetaan agar tahu kondisi sebenarnya.
Asesmen Nasional ini menjadi salah satu alternatif transformasi pendidikan di tingkat sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pengajaran, dan lingkungan belajar di satuan pendidikan. Melalui asesmen yang lebih berfokus, diharapkan perbaikan kualitas, layanan pendidikan bisa semakin efektif. Pemerintah mengajak semua para pemangku kepentingan untuk bersiap dalam mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional mulai tahun 2021 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.

Read More »
07 August | 0komentar

Pembiasaan Karakter Akan Menjadi Sebuah Peradaban


Berdisiplin tidak harus muluk-muluk. Berdisiplin itu dimulai dari hal paling sederhana namun dilakukan dengan penuh kesadaran. Bagaimana akan mampu melakukan hal yang lebih kompleks, ketika hal paling sederhana saja tidak dilakukan? SMK Negeri 1 Bukateja telah melaksanakan apel pagi secara rutin setiap pagi telah terlaksana lebih dari 2 ( dua) tahun. 
Awal muawal pelaksanaan terasa berat tidak hanya siswa guru pun demikian. Dari penerapan apel pagi setiap pagi ini tentunya berdampak pads hal-hal lain. Implementasi kegiatan ini (apel pagi) di SMK Negeri 1 Bukateja sebagai upaya untuk melaksanakan tujuan visi sekolah yaitu Sebagai Sekolah Unggulan yang berbudaya industri. 
Siswa dan warga sekolah telah terbiasa berjalan melalui jalur hijau. yang lebih dalam cakupan kecil, kelas.... sepatu siswa tertata rapih dirak sepatu, atau tertata rapi jika tidak ada raknya. Hal kecil yang dilakukan secara terus menerus akan menjadi pembiasaan. Pembiasaan yang terus dilakukan dengan kesadaran diri, akan menjadi budaya. Budaya yang terus dipertahankan akan menjadi karakter. Karakter yang terus dilakukan akan menjadi peradaban. 


Read More »
06 August | 0komentar

Kemampuan Literasi Yang Perlu Dikembangkan di Sekolah

Secara spesifik literasi bermakna pengetahuan atau kecakapan dalam bidang atau aktivitas tertentu. Ada banyak jenis literasi yang perlu dikembangkan dalam rangka memiliki kecakapan hidup. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan enam jenis literasi dalam gerakan literasi nasional (gln. kemdikbud.go.id) yang menjadi fokus untuk dikembangkan di sekolah. Keenam jenis literasi tersebut adalah:

1. Literasi Baca Tulis: Pengetahuan dan kecakapan untuk membaca, menulis, mencari, menelusuri, mengolah, dan memahami informasi untuk menganalisis, menanggapi, dan menggunakan teks tertulis untuk mencapai suatu tujuan, mengembangkan pemahaman dan potensi, serta untuk berpartisipasi dalam lingkungan sosial.
2. Literasi Numerasi: Pengetahuan dan kecakapan untuk memperoleh, menginterpretasikan, menggunakan, dan mengomunikasikan berbagai macam angka dan simbol matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari; lalu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb.) untuk mengambil keputusan.
3. Literasi Sains: Pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasarkan fakta, memahami karakteristik sains, membangun kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual dan budaya, serta meningkatkan kemauan untuk terlibat dan peduli dalam isu-isu yang terkait sains
4. Literasi Digital: Pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.
5. Literasi Finansial: Pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan, dan motivasi agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial. Seseorang yang melek finansial akan dapat mengatur dan menggunakan uang dengan bijaksana sehingga terlepas dari kekuatiran dan hutang sehingga memiliki kualitas hidup yang sejahtera di masa depan.
6. Literasi Budaya dan Kewarganegaraan: Pengetahuan dan kecakapan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Sementara itu, literasi kewargaan adalah pengetahuan dan kecakapan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat.
Mengembangkan kemampuan literasi tidak hanya tentang pengetahuan dan keterampilan secara spesifik seperti disebut di atas, tetapi sikap dan watak yang dikembangkan dari kemampuan literasi akan membantu seseorang untuk belajar dengan maksimal dan menggunakan kemampuan literasinya secara luas dalam kehidupan sehari-hari. Jika telah terbiasa menerapkan kemampuan literasi ini dalam rutinitas sehari-hari, maka seseorang akan lebih mudah untuk mengelola hidupnya dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Tanggung jawab ini yang membuat seorang dengan kemampuan literasi yang baik dapat bekerjasama dengan orang lain karena memiliki keterbukaan terhadap beragam ide, pendapat, maupun teks dari beraneka latar belakang budaya.

Read More »
06 August | 0komentar

Perluas Wawasan Dengan Literasi


Terkait dengan literasi dasar sebagai kemampuan yang dimiliki seseorang yang telah mengenali dan menggunakan bahasa dalam bentuk tulisan. Kemampuan dikembangkan sehingga akan mendapatkan manfaat yang lebih maksimal dalam penerapan sehari-hari. Apakah hanya dengan membaca tanpa memahami lebih dalam tentang apa yang dibaca, apalagi jika tidak dapat mengaitkannya dengan dunia sekitar beserta kebutuhannya? 
Kompetensi literasi yang perlu dikembangkan seseorang dalam kehidupannya adalah kemampuan dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup (Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2016-2020). Literasi tidak hanya terkait dengan kegiatan membaca dan menulis, tetapi lebih dalam lagi dapat memahami dan memaknai informasi yang diperoleh dan merefleksikan kembali pengetahuan tersebut sehingga dapat berguna untuk memenuhi berbagai kebutuhan dirinya dan dunia sekitarnya. 
Kemampuan dan kecakapan literasi tingkat lanjut mencakup pengetahuan dan kecakapan seseorang dalam mengakses, memahami, dan mengevaluasi informasi, untuk kemudian memaknai informasi tersebut dengan cara mengaitkannya dengan berbagai kebutuhan diri dan dunia sekitarnya. Lalu informasi yang telah diolah itu disampaikan atau diekspresikan dalam berbagai bentuk (lisan maupun tulisan) yang bermanfaat untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan di tengah masyarakat.
Literasi memperluas wawasan dan memperkuat kepribadian seseorang. Kebiasaan membaca sangat berperan memperluas wawasan seseorang karena terbiasa dengan paparan berbagai ide, pemikiran, ilmu, dan sudut pandang. Bukan hanya segi pengetahuan yang bertambah, seseorang akan memiliki pikiran yang terbuka untuk menerima perbedaan. Dengan demikian menumbuhkan toleransi terhadap berbagai perbedaan yang terdapat dalam masyarakat. Seseorang dapat menumbuhkan empatiterhadap sesamanya, dan memandang perbedaan sebagai hal yang normal dan bahkan baik bagi masyarakat.

Read More »
06 August | 0komentar

Membangun Pemahaman Literasi dan Numerasi


Meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi murid-siswa kita tidak cukup hanya dengan program-program pembelajaran terkini. Guru yang memiliki kemampuan literasi dan numerasi tahap lanjut pasti memahami pentingnya tujuan dan manfaat memiliki kemampuan literasi dan numerasi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu mereka akan menerapkan kedua kemampuan tersebut dalam metode pengajarannya.
Guru dapat belajar apa itu literasi, numerasi, literasi dan numerasi serta prinsip pengembangannya di sekolah. Pentingnya memiliki dan mengembangkan kedua kemampuan tersebut baik dalam proses belajar mengajar, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan pemahaman yang benar, diharapkan guru mata pelajaran apapun dapat menerapkan dan mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi, lalu mengajarkannya pada murid-siswa mereka.
Pemahaman tentang cara berpikir yang runtut, sistematis dan logis dapat dikembangkan dengan menggunakan alat bantu berupa bagan kerangka berpikir (graphic organizers). Alat bantu ini dapat digunakan guru bukan hanya dalam proses mengajar di kelas, namun dapat dimulai dari keseharian para guru, sehingga kemampuan literasi dan numerasi menjadi bagian dari gaya hidup guru. 
Dengan memulai dari keseharian mereka, diharapkan kemampuan literasi dan numerasi dapat terbangun dalam pikiran para guru sehingga dapat terintegrasi dalam rencana pembelajaran yang disusun mereka. Kemampuan yang dibangun dari keseharian juga membuat para guru lebih fasih menerapkan kemampuan tersebut. 
Dengan demikian diharapkan dalam proses pembelajaran di kelas dengan sendirinya guru akan membangun kebiasaan literasi dan numerasi dalam proses belajar siswa.Selain alat bantu untuk pengembangan cara berpikir, contoh dan ide bagaimana kemampuan literasi dan numerasi dapat diterapkan dalam rencana dan proses pembelajaran mata pelajaran yang berbeda-beda. Guru diharapkan dapat mengambil contoh dan mengembangkan ide dalam rencana dan proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi dalam mata pelajaran mereka.

Workshop Penguatan Literasi-Numerasi



Read More »
06 August | 0komentar

Menggambar Detai Genteng Pada Potongan

Menggambar genteng pada potongan rumah biasanya pada potongan arah melintang (memotong kuda-kuda).

Read More »
06 August | 0komentar

Perintah Dasar Modify (AutoCAD)

Toolbar Draw berisi perintah menggambar yang terdiri dari diantaranya yang biasa digunakan pada penggambaran 2D adalah Line,Rectangle,Arc,Circle,poligon. Selanjutnya Toolbar Modify, berisi tentang perintah edit dari model/objek yang telah kita buat, dengan toolbar ini sangat membantu desainer untuk membuat gambar yang lebih baik sesuai standar yang ada. Toolbar modify ini terdapat perintah Move, Copy, Stretch, Rotate, Mirror, Scale, Trim, Ekstend, Fillet, Chamfer, Array, Erase, Explode, dan Offset.

Read More »
06 August | 0komentar

Workshop Penguatan Literasi dan Numerasi

Rendahnya tingkat kemampuan literasi dan numerasi Indonesia memang sangat mengkhawatirkan. Survei PISA (Programme for International Student Assessment) pada tahun 2015 dan 2018 lalu menunjukkan kemampuan literasi dan numerasi siswa Sekolah Menengah usia 15 tahun di Indonesia berada di peringkat yang memprihatinkan. 
Dari survei tahun 2015, kompetensi literasi siswa Indonesia berada di peringkat 63 dari 69 negara yang disurvei (OECD, 2016). Sementara, survei tahun 2018 menunjukkan kemampuan literasi siswa Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara yang disurvei, kemampuan numerasi berada di peringkat 72 dari 78 negara, sedangkan kemampuan sains berada di peringkat 70 dari 78 negara (OECD, 2019).Dari penelitian Miller ini juga ditemukan bahwa lamanya siswa menuntaskan masa wajib belajar ternyata tidak berhubungan erat dengan nilai akhir mereka. Diasumsikan bahwa keberhasilan siswa di sekolah tidak berbanding lurus dengan lamanya mereka sekolah. Ada hal lain yang cukup signifikan yang membuat mereka berhasil dalam belajar, yaitu kemampuan literasi. Negara-negara yang dianggap berhasil dalam pendidikan nasional mereka seperti Finlandia, Norwegia, Islandia, Denmark, dan Swedia memiliki budaya membaca yang sangat kuat. Budaya membaca yang kuat merupakan salah satu strategi terbaik dalam pengembangan kemampuan literasi
Secara umum, pemahaman literasi dan numerasi di sekolah kita masih sangat dasar, yaitu kemampuan membaca, menulis, dan berhitung saja. Tidaklah mengherankan jika pembelajaran literasi dan numerasi dalam sistem pendidikan kita masih bertumpu hanya pada pelajaran bahasa dan matematika. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang literasi dan numerasi sendiri masih belum menyeluruh, khususnya di antara para guru sebagai pihak yang semestinya mengajarkan kemampuan tersebut. Masih ada guru yang masih beranggapan bahwa literasi hanya diajarkan dalam pelajaran bahasa, dan numerasi hanya diajarkan dalam pelajaran matematika. Dengan demikian guru-guru mata pelajaran selain bahasa dan matematika memiliki anggapan yang salah bahwa pembelajaran literasi dan numerasi bukan tanggung jawab mereka, dan tidak ada kaitannya dengan mata pelajaran yang mereka ajar.

Read More »
05 August | 0komentar

Aplikasi Rectangle Untuk Menggambar Simbul Pintu (AutoCAD)

Menggunakan perintah dasar Draw yaitu Rectangle pada AutoCAD membntuk gambar aplikasi/penerapannya, contoh gambar salah satunya adalah gambar simbol pintu pada denah. https://www.sarastiana.com/2021/01/perintah-rectangle-polygon-arc-circle.html

Read More »
05 August | 0komentar

Video Tentang Ordinat Polat dan Kartesius

Untuk menentukan suatu titik dengan tepat, teman-teman memerlukan suatu sistem koordinat untuk membantu menentukan letak suatu titik.

Read More »
04 August | 0komentar

Tabel Poin Rencana Hasil Kerja (RHK) PMM

Perencanaan Pengembangan Kompetensi dianjurkan memiliki rentang poin minimum antara 32 (tiga puluh dua) dan 128 (seratus dua puluh delapan dalam satu semester) (Perdirjen GTK/Nomor7607/B.B1/HK.03/2023). Poin tersebut diperoleh dengan memilih Rencana Hasil Kerja' yang efektif dan berdampak bagi diri sendiri, komunitas pendidikan, maupun Satuan Pendidikan. Panduan berikut dapat membantu Anda menghitung poin pada tahap pengembangan kompetensi. Poin dihitung dengan memilih ‘Rencana Hasil Kerja’ sesuai dengan minat dan pengembangan diri. Rencana Hasil Kerja memiliki poin yang berbeda-beda.
Berikut Tabel Poin RHK PMM :

No

Rencana Hasil Kerja

Catatan

Bukti Dukung

Poin (statis)

1

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peserta pelatihan mandiri sesuai model kompetensi Guru, Kepala Sekolah, dan/atau pengawas sekolah

1 pelatihan beserta Aksi Nyata setara 8 poin.

Sertifikat Topik / Dokumen Relavan Lainnya

8

2

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Partisipan observasi praktik pembelajaran (persiapan, pelaksanaan, dan diskusi tindak lanjut) bersama rekan sejawat

1 observasi sebagai pelaku dan pengamat secara bergantian setara 8 poin.

Laporan

8

3

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penggerak komunitas belajar dengan mengadakan minimal 3 kegiatan berbagi praktik baik

3 kegiatan setara 36 poin.

Sertifikat

36

4

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Narasumber berbagi praktik baik dalam kegiatan yang terkait implementasi Kurikulum Merdeka dan/atau Perencanaan Berbasis Data

1 kegiatan berdurasi 2-3 jam setara 8 poin.

Sertifikat

8

5

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peserta berbagi praktik baik yang diselenggarakan komunitas belajar

1 kegiatan berdurasi 2-3 jam setara 4 poin.

Sertifikat

4

6

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peserta program pelatihan dan pendidikan jangka pendek atau menengah pada bidang kepemimpinan dan bidang teknis yang relevan, seperti Pendidikan Guru Penggerak atau pelatihan manajerial Kepala Sekolah

1 kegiatan berdurasi 3-6 bulan setara 128 poin.

Sertifikat

128

7

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peserta kegiatan pelatihan atau bimbingan teknis yang memperoleh sertifikat di bidang pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi

1 kegiatan berdurasi 2-3 hari setara 8 poin.

Sertifikat

8

8

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peserta praktik magang pada dunia kerja dan/atau bidang lain yang relevan

1 kegiatan berdurasi 2-4 minggu setara 24 poin.

Sertifikat

24

9

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Partisipan kegiatan seminar, lokakarya, konferensi, simposium, dan/atau studi banding lapangan yang diselenggarakan di bidang pendidikan

1 kegiatan setara 4 poin.

Sertifikat

4

10

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peraih pengakuan atau penghargaan terhadap kompetensi dan kinerjanya dalam berbagai wadah atau ajang

1 penghargaan setara 12 poin.

Piagam

12

11

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penelaah aksi nyata sejawat yang dihasilkan Guru dan/atau Kepala Sekolah lain

10 Aksi Nyata setara 6 poin.

Laporan

6

12

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penelaah cerita praktik yang dihasilkan Guru dan/atau Kepala Sekolah lain

10 Cerita Praktik setara 6 poin.

Laporan

6

13

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penelaah perangkat ajar yang dihasilkan Guru dan/atau Kepala Sekolah lain

10 Perangkat Ajar setara 6 poin.

Laporan

6

14

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penyusun cerita praktik yang dapat dibagikan kepada Guru dan/atau Kepala Sekolah lain

1 Cerita Praktik yang terbit di PMM setara 12 poin.

Cerita Praktik yang terbit di PMM

12

15

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penyusun perangkat ajar yang dapat dibagikan kepada Guru dan/atau Kepala Sekolah lain

1 Perangkat Ajar yang terbit di PMM setara 24 poin.

Perangkat Ajar yang terbit di PMM

24

16

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Penyusun kumpulan konten unggulan yang dapat dibagikan kepada Guru dan/atau Kepala Sekolah lain

1 Kumpulan Konten Unggulan yang terbit di PMM setara 6 poin.

Kumpulan Konten Unggulan yang terbit di PMM

6

17

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Coach, mentor, fasilitator, dan/atau pengajar praktik dalam kegiatan pengembangan kompetensi kepada Guru, Kepala Sekolah, dan/atau pengawas sekolah

1 kegiatan berdurasi 2-3 jam setara 12 poin.

Sertifikat

12

18

Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peserta coaching atau mentoring pengembangan kompetensi oleh Guru, Kepala Sekolah, dan/atau pengawas sekolah

1 kegiatan setara 4 poin.

Sertifikat

4



Read More »
03 August | 0komentar

Video Membuat Dinamik Blok Pintu


Block pada penggambaran AutoCAD sangat membantu, mempermudah dan mempercepat penggambaran. Pada Block dinamik akan lebih mempercepat penggambaran. Block Dinamik adalah block yang hanya berdasarkan satu gambar bisa digunakan untuk dimensi/ukuran yang berbeda. Pada kali ini dibahas tentang block dinamis pintu. Block ini akan kita gunakan untuk membuat denah. Dari block dinamik pintu ini kita tinggal mengdrag (memperpanjang/memperpendek)nya sesuai dengan ukuran pintu di denah.

Read More »
03 August | 0komentar

Video Demontrasi Kontekstual Modul 1.2

Guru memberikan inspirasi kepada peserta didik dengan pembelajaran yang bermakna, meaningfull learning. Memberikan Coach bagi sesama guru berkaitan dengan permasalahan pembelajaran. Menjadikan guru penggerak yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai guru penggerak

Read More »
02 August | 0komentar

Video Tugas CGP Demonrasi Kontekstual MODUL 3.1

Pengambilan Keputusan dalam dilema etika dan bujukan moral. Dilema etika ketika kedua alternatif adalah hal yang sama-sama benar. Bujukan moral ketika salah satu pilihan adalah sesuatu yang tidak benar/ salah. Mengidentifikasi melihat fakta-fakta yang ada melalui fakta ini kita tentukan jenis sebagai dilema moral atau etika.

Read More »
01 August | 0komentar

TEFA (Teaching Factory)

Workshop TEFA
Konsep pembelajaran yang sedang digalakan pada sekolah SMK saat ini adalah Teaching Factory (TEFA). Pembelajaran ini berorientasi pada produksi dan bisnis untuk menjawab tantangan perkembangan industri saat ini dan nanti. Teaching Factory (TEFA) adalah model pembelajaran yang membawa suasana industri ke sekolah sehingga sekolah bisa menghasilkan produk berkualitas industri. 
Dengan proses pembelajaran Teaching Factory (TEFA), peserta didik dapat belajar dan menguasai keahlian dan keterampilan sesuai dengan kompetensinya masing-masing yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standard kerja industri sesungguhnya. Produk-produk yang dibuat oleh peserta didik sebagai proses belajar pun dapat dipasarkan ke masyarakat sehingga hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi biaya operasional sekolah untuk praktik pembelajaran.
Teaching Factory (TEFA) dapat dilaksanakan di SMK Negeri 1 Bukateja, sejak tahun pelajaran 2022/2023 melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang diterapkan dengan jadwal blok. 


Read More »
31 July | 0komentar

Install Classpoint

Pada tulisan sebelumnya tentang Classpoint berikut disajikan tentang bagaimana mendapatkan/ menggunakan classpoint ini. Classpoint sebagai aplikasi yang di add-in kan pada aplikasi Powerpoint (PPt). Classpoint harus di embedkan atau add-in kan pada Powerpoint.
Yang dilakukan pertama adalah mendownload aplikasi ini pada halaman classpoint.io . Setelah didownload install aplikasi ini seperti biasa dengan cara klik kanan file yang baru didownload< klik run administration.
Sebelum diintal tutup terlebih dahulu aplikasi PPT nya.
Tunggu berikutnya ikuti langkah-langkahnya.
Setelah terinstal buka aplikasi Powerpoint (PPT) nya. Maka akan terdapat menu Classpoint. Berikutnya klik sign in pada pojok kiri atas< masukan email dan pasword  


maka akan muncul jendela dibawah ini


Aplikasi classpoint sudah dapat digunakan. diantaranya adalah untuk membuat kuis interaktif berbentuk pilihan ganda, isian, upload gambar dll.
Selamat mencoba.

Read More »
28 July | 0komentar

Classpoint Inklude PPT

Media pembelajaran sebagai sebuah keniscayaan bagi guru. Media sebagai pengantar bagi guru agar peserta didik mudah dalam mencerna materi. Media sebagai alat bantu mengajar bagi guru untuk menyampaikan materi pengajaran, meningkatkan kreatifitas peserta didik dan meningkatkan perhatian peserta didik dalam proses pembelajaran. Menggunakan media peserta didik akan termotivasi untuk belajar, mendorong peserta didik menulis, berbicara dan berimajinasi semakin terangsang. Melalui media pembelajaran dapat membuat proses belajar mengajar lebih efektif dan efisien serta terjalin hubungan yang baik antara guru dengan peserta didik. Selain itu, media dapat mengatasi kebosanan belajar di kelas. 
Pada jaman kini sebuah media dituntut untuk menyesuaikan dengan perkembangan jaman dan eranya. Anak-anak memiliki kesenangan terhadap media yang interaktif. Di era digital, guru harus mampu mengoptimalkan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai media pembelajaran. Untuk mempermudah dalam menggunakan TIK guru dapat mengikuti pelatihan, baik secara langsung atau online. 
Penggunaan media khususnya pada Pembelajaran digital merupakan suatu sistem yang dapat memfasilitasi peserta didik agar mampu belajar dengan lebih luas, lebih banyak, dan bervariasi. Materi pembelajaran yang dipelajari lebih bervariasi, tidak hanya dalam bentuk verbal, melainkan lebih bervariasi seperti teks, visual, audio, dan gerak. Dalam hal ini dapat membuat kelas menjadi menyenangkan, dan membuat peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran. 
Dalam proses pembelajaran tak terkecuali pembelajaran Biologi, kehadiran media pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, meningkatkan motivasi, dan memberikan rangsangan tersendiri (Azhar, 2010: 15). 
Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran yang sangat interaktif adalah yaitu Classpoint. Classpoint merupakan suatu aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh guru untuk membuat kuis dalam proses belajar-mengajar, serta peserta didik dapat menjawab pertanyaan yang lebih menarik dengan adanya soal multiple choice, short answer, word cloud, slide drawing, mode kompetisi, dan masih banyak lagi (Jeklin, 2021). 
Aplikasi Classpoint dapat diunduh pada halaman website resmi aplikasi ini di https://classpoint.io. Untuk bisa mengunduh aplikasi ini, komputer minimal Windows 7 dengan aplikasi Microsoft Office minimal tahun 2013. Aplikasi Classpoint akan terintegrasi dengan powerpoint (PPt). 
Pada Classpoint terdapat kode kelas yang nantinya akan digunakan peserta didik untuk login. Penggunaan Classpoint dapat secara cepat dalam memeriksa hasil kuis. Kemudian Classpoint juga memberikan sejumlah fitur untuk membuat materi pembelajaran yang menarik. Dengan menggunakan Classpoint guru dapat menambahkan slide yang berisikan untuk menambahkan foto, sehingga menjadikan peserta didik lebih tertarik dalam mengikuti kegiatan belajar. 
Media pembelajaran Classpoint memiliki kelebihan yaitu soal-soal yang disajikan memiliki batasan waktu, peserta didik diajarkan utuk berpikir secara tepat dan cepat dalam mengerjakan soal yang ada pada Classpoint. Selain itu, peserta didik dapat diberi peringkat secara otomatis. Dalam hal ini Classpoint dapat terintegrasi dengan platform konferensi video seperti Google Meet dan Zoom. Dengan demikian, media presentasi Classpoint ini bisa menarik perhatian peserta didik sehingga dapat memfokuskan dirinya dan memotivasi dirinya sendiri untuk belajar dengan suasana yang menyenangkan sehingga membuat peserta didikmelakukan usaha belajar yang berakibat meningkatnya hasil belajar mereka.

Read More »
28 July | 0komentar