Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In

Membangun Pendidikan Untuk Semua; Sekolah Inklusif



Sekolah inklusif adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pentingnya menerima semua siswa tanpa memandang latar belakang, kemampuan, atau kebutuhan khusus. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan mendukung bagi semua individu, sehingga mereka dapat berkembang secara optimal. Dalam artikel ini, kita akan membahas konsep sekolah inklusif, manfaatnya, tantangan yang dihadapi, dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mewujudkannya. 

Konsep Sekolah Inklusif 
Sekolah inklusif berfokus pada prinsip bahwa semua anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dalam satu lingkungan yang sama. Ini mencakup siswa dengan berbagai kebutuhan, termasuk mereka yang memiliki disabilitas fisik, intelektual, atau emosional. Di sekolah inklusif, strategi pengajaran disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan beragam siswa, dengan tujuan agar setiap individu merasa diterima dan dihargai. 

Manfaat Sekolah Inklusif 
  • Pengembangan Sosial: Siswa belajar untuk saling menghargai dan berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai latar belakang. Ini dapat meningkatkan keterampilan sosial dan empati. 
  • Peningkatan Kualitas Pendidikan: Dengan adanya pendekatan yang beragam dalam pengajaran, semua siswa berpeluang untuk belajar dengan cara yang sesuai untuk mereka. 
  • Kesetaraan Akses: Sekolah inklusif membantu menghilangkan stigma terhadap siswa dengan kebutuhan khusus dan memberikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. 
  • Persiapan Masa Depan: Siswa yang belajar dalam lingkungan inklusif lebih siap untuk menghadapi dunia yang beragam dan kompleks setelah mereka lulus. 

Tantangan dalam Mewujudkan Sekolah Inklusif 
Meskipun banyak manfaat yang ditawarkan, ada beberapa tantangan dalam implementasi sekolah inklusif: 
  • Keterbatasan Sumber Daya: Banyak sekolah mungkin tidak memiliki cukup sumber daya, seperti pelatihan guru atau fasilitas yang memadai, untuk mendukung kebutuhan siswa dengan disabilitas. 
  • Kurangnya Pemahaman: Tidak semua pendidik atau orang tua memiliki pemahaman yang cukup tentang pentingnya inklusi, yang dapat menghambat pelaksanaan program inklusif. 
  • Stigma dan Diskriminasi: Beberapa siswa dengan kebutuhan khusus mungkin masih menghadapi stigma atau diskriminasi dari teman sebayanya, yang bisa memengaruhi rasa percaya diri mereka. 

 Langkah Menuju Sekolah Inklusif 
 Untuk menciptakan sekolah inklusif yang efektif, beberapa langkah yang dapat diambil antara lain: 
  • Pelatihan untuk Guru: Memberikan pelatihan yang memadai bagi guru tentang strategi pengajaran inklusif dan cara menghadapi kebutuhan beragam siswa. 
  • Menciptakan Lingkungan yang Ramah: Membangun fasilitas yang dapat diakses dan menciptakan suasana yang mendukung semua siswa. 
  • Melibatkan Orang Tua dan Komunitas: Mengajak orang tua dan komunitas untuk terlibat dalam proses pendidikan dan menciptakan kesadaran akan pentingnya inklusi. 
  • Kurikulum yang Fleksibel: Mengembangkan kurikulum yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan semua siswa, memungkinkan mereka untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan gaya mereka sendiri. 

Kesimpulan 
Sekolah inklusif merupakan langkah penting menuju pendidikan yang adil dan merata. Dengan memahami dan mengatasi tantangan yang ada, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat, kita dapat mewujudkan lingkungan belajar yang mendukung bagi semua siswa. Inklusi bukan hanya tentang mengakomodasi kebutuhan khusus, tetapi juga tentang merayakan keberagaman dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua anak.


Read More »
29 September | 0komentar

Trik dan Tip Menggunakan Aplikasi Revit untuk Mendesain Rumah Impian


Aplikasi Revit hadir sebagai solusi bagi Anda yang ingin merancang desain rumah secara mandiri. Dengan fitur-fitur yang intuitif dan beragam pilihan objek, Anda dapat mewujudkan rumah impian dengan mudah. 
Namun, untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi ini, ada beberapa trik dan tip yang perlu Anda ketahui. 
Memahami Dasar-Dasar Aplikasi Revit Antarmuka: Pelajari terlebih dahulu layout aplikasi, mulai dari toolbar, panel objek, hingga pengaturan tampilan. 
Objek: Familiaritaskan diri dengan berbagai jenis objek yang tersedia, seperti dinding, lantai, jendela, pintu, dan furnitur. Setiap objek memiliki pengaturan tersendiri yang dapat Anda atur sesuai kebutuhan.
Layering: Manfaatkan fitur layering untuk mengatur tumpukan objek. Dengan begitu, Anda dapat dengan mudah mengedit objek yang tersembunyi di belakang objek lain. 

Trik Desain yang Efektif 
Mulai dari Denah Lantai: Selalu mulai dengan membuat denah lantai yang jelas. Tentukan ukuran ruangan, letak pintu dan jendela, serta pertimbangkan sirkulasi udara dan pencahayaan. 
Perhatikan Proporsi: Pastikan proporsi antara ruangan satu dengan yang lain seimbang. Hindari membuat ruangan terlalu sempit atau terlalu besar. 
Gunakan Warna dengan Bijak: Warna memiliki peran penting dalam menciptakan suasana ruangan. Pilihlah palet warna yang harmonis dan sesuai dengan gaya desain yang Anda inginkan. 
Perhatikan Tekstur: Tambahkan tekstur pada dinding, lantai, dan furnitur untuk memberikan kesan yang lebih realistis. 
Manfaatkan Fitur 3D: Fitur 3D memungkinkan Anda melihat hasil desain dari berbagai sudut. Hal ini sangat berguna untuk mengevaluasi tata letak ruangan dan pemilihan furnitur. 

Tips Tambahan Manfaatkan Template: 
Jika Anda kesulitan memulai dari nol, manfaatkan template desain yang sudah tersedia. Anda dapat memodifikasinya sesuai dengan keinginan Anda. 
Simpan Proyek Secara Berkala: Simpan proyek Anda secara berkala untuk menghindari kehilangan data. 
Ekspor Desain: Setelah selesai, Anda dapat mengekspor desain dalam berbagai format, seperti gambar atau video. 

Kesimpulan 
Aplikasi Rapid adalah alat yang sangat membantu bagi Anda yang ingin merancang desain rumah sendiri. Dengan mengikuti trik dan tip di atas, Anda dapat menciptakan desain rumah yang fungsional, estetis, dan sesuai dengan impian Anda. Jangan ragu untuk bereksperimen dan temukan gaya desain yang unik!

Read More »
28 September | 0komentar

Revit: Aplikasi Desain Cepat untuk Kreativitas Tanpa Batas

Revit adalah sebuah aplikasi yang dirancang untuk mempercepat proses desain dan pengembangan aplikasi. Dengan antarmuka yang intuitif dan fitur-fitur drag-and-drop, Rapid memungkinkan pengguna untuk membuat prototipe aplikasi, desain UI/UX, dan bahkan mengembangkan aplikasi fungsional tanpa perlu menulis kode yang rumit. 

Mengapa Memilih Revit? 
Cepat dan Efisien: Dengan Rapid, Anda dapat mewujudkan ide-ide desain Anda dengan sangat cepat. Fitur drag-and-drop memungkinkan Anda untuk dengan mudah menambahkan elemen-elemen desain ke dalam proyek Anda. 
Fleksibel: Revit sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai jenis proyek, mulai dari aplikasi mobile sederhana hingga aplikasi web yang kompleks. 
Mudah Digunakan: Antarmuka Revit yang user-friendly membuatnya mudah dipelajari, bahkan bagi pengguna yang tidak memiliki pengalaman dalam pemrograman. 
Open Source: Sebagai aplikasi open source, Rapid memberikan kebebasan bagi pengguna untuk memodifikasi dan menyesuaikan aplikasi sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Fitur Utama Revit Pembuatan Prototipe: 
Buat prototipe aplikasi dengan cepat dan mudah untuk menguji ide-ide Anda. 
Desain UI/UX: Desain antarmuka pengguna yang menarik dan intuitif dengan berbagai macam komponen dan elemen desain. 
Pengembangan Aplikasi: Kembangkan aplikasi fungsional tanpa perlu menulis kode yang rumit.
Koneksi Database: Hubungkan aplikasi Anda dengan berbagai jenis database untuk menyimpan dan mengelola data. 
Kustomisasi: Sesuaikan tampilan dan fungsionalitas aplikasi Anda dengan berbagai tema dan plugin. Siapa yang Cocok Menggunakan Rapid? 

Revit cocok digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk: 
Desainer: Untuk membuat prototipe dan desain aplikasi dengan cepat. 
Pengembang: Untuk mempercepat proses pengembangan aplikasi. 
Startup: Untuk membangun MVP (Minimum Viable Product) dengan cepat. 
Pelajar: Untuk belajar tentang pengembangan aplikasi dengan cara yang menyenangkan. 

Kesimpulan Revit adalah alat yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin menciptakan aplikasi dengan cepat dan efisien. Dengan fitur-fitur yang lengkap dan antarmuka yang intuitif, Rapid memungkinkan Anda untuk mewujudkan ide-ide desain Anda menjadi kenyataan.

Read More »
26 September | 0komentar

Fungsi Express Tool di AutoCAD : Mengurutkan Angka

 AutoCAD sebagai aplikasi yang digunakan untuk menggambar desain dengan software. Salah satu menu yang dapat digunakan untuk mempercepat perintah adalah Menu Express Tool.

Express Tools adalah alat yang sangat berharga bagi pengguna AutoCAD yang ingin meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka. Dengan memahami fungsi dan cara menggunakan Express Tools, Anda dapat menyelesaikan proyek-proyek Anda dengan lebih cepat dan menghasilkan hasil yang lebih baik.
Pada saat membuat Grade untuk gambar denah biasanya kita mengkopynya kemudian mengedit angka satu persatu. Menggunakan express tool dapat langsung mengurutkannya dari satu (1), dua (2) dan seterusnya. 

Grade pada penggambaran denah sangat salah satunya adalah berfungsi untuk pemberian nomor Kolom. Pada tulisan ini dibahas mengurutkan penomoran grade dengan menggunakan fitur Express Tools pada menu Auto Numbers.


Langkah-langkahnya:

1. Klik Menu Express Tool < pilih Auto Number 

2. Select Grade yang akan kita beri penomoran


3. Enter, Ketik X, Ketik 1 (awal dari no.1), Pilih Overwrite, otomatis menjadi berurutan





Read More »
25 September | 0komentar

Pintu Gerbang Menuju Dunia Desain Digital

AutoCAD adalah perangkat lunak desain berbantuan komputer (Computer-Aided Design/CAD) yang paling populer dan banyak digunakan di dunia. Dikembangkan oleh Autodesk, AutoCAD memungkinkan pengguna untuk membuat gambar 2D dan 3D dengan tingkat presisi yang tinggi. Software ini telah menjadi standar industri untuk berbagai bidang, mulai dari arsitektur, teknik mesin, hingga desain interior. 

Kegunaan AutoCAD 
Visualisasi Ide: AutoCAD membantu mengubah ide abstrak menjadi gambar yang nyata. Dengan fitur-fitur yang lengkap, pengguna dapat memvisualisasikan desain produk, bangunan, atau struktur lainnya sebelum diwujudkan dalam bentuk fisik. 
Peningkatan Produktivitas: AutoCAD menawarkan berbagai alat dan fitur yang dapat meningkatkan efisiensi kerja. Otomatisasi tugas-tugas rutin dan kemampuan untuk membuat perubahan desain dengan cepat membuat proses desain menjadi lebih produktif. 
Kolaborasi: AutoCAD memungkinkan tim desain untuk bekerja sama secara efektif. Berbagai fitur kolaborasi memungkinkan pengguna untuk berbagi file, meninjau desain, dan memberikan komentar secara real-time. 
Akurasi Tinggi: Dengan AutoCAD, pengguna dapat membuat gambar dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa desain yang dihasilkan dapat diproduksi dengan tepat. 

Fitur Utama AutoCAD 
Drawing and Annotation: Membuat garis, bentuk, teks, dan anotasi lainnya dengan presisi tinggi. 3D Modeling: Membangun model 3D yang kompleks dengan berbagai alat pemodelan. 
Rendering: Membuat visualisasi realistis dari model 3D. 
Simulation: Menganalisis kinerja desain melalui simulasi. 
Customization: Menyesuaikan tampilan dan perilaku AutoCAD sesuai dengan kebutuhan pengguna. 

Siapa yang Menggunakan AutoCAD? 
AutoCAD digunakan oleh berbagai profesional, termasuk: 
Arsitek: Mendesain bangunan, interior, dan lanskap. 
Insinyur: Mendesain produk, struktur, dan sistem mekanikal. 
Desainer Produk: Membuat desain produk industri. 
Peta: Membuat peta dan data spasial. 

Mengapa AutoCAD Populer? 
Antarmuka yang User-Friendly: AutoCAD memiliki antarmuka yang intuitif dan mudah dipelajari, sehingga pengguna dapat dengan cepat menguasai software ini. 
Komunitas Pengguna yang Besar: Terdapat komunitas pengguna AutoCAD yang sangat besar, sehingga pengguna dapat dengan mudah menemukan bantuan dan sumber daya yang dibutuhkan. 
Integrasi dengan Software Lain: AutoCAD dapat diintegrasikan dengan berbagai software lain, seperti software analisis struktur, software rendering, dan software manajemen proyek. 

Kesimpulan AutoCAD adalah alat yang sangat penting bagi para profesional yang bekerja di bidang desain. Dengan fitur-fiturnya yang lengkap dan kemampuan untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi, AutoCAD telah menjadi standar industri yang diakui secara global.

Read More »
22 September | 0komentar

5 Aplikasi Untuk Mendukung Kinerja ASN

E-FILE (Aplikasi Electronic Filing System) merupakan sistem informasi yang telah dikembangkan oleh BKD Provinsi Jawa Tengah, dan saat ini telah menjadi acuan untuk pengelolaan dokumen kepegawaian PNS, baik dari sisi penyimpanan maupun pengolahan dokumen digital. E-file ini saling terintegrasi dan menjadi salah satu unsur utama dalam layanan kepegawaian berbasis paperless. Diharapkan dokumen digital pada aplikasi efile bukan hanya lengkap tetapi juga harus tepat dan akurat. Kelengkapan dan ketepatan dokumen pada aplikasi efile akan mempermudah para ASN dalam mendapatkan layanan kepegawaian. Dengan adanya acara ini diharapkan permasalahan ataupun kendala dalam proses pengelolaan dan pemanfaatan dokumen kepegawaian digital dapat didiskusikan bersama guna mendapatkan solusi terbaik, sehingga tidak ada lagi ASN yang terkendala dalam layanan kepegawaian akibat dari ketidaktepatan dokumen kepegawaiannya pada aplikasi efile. Selain penyampaian materi terkait evaluasi penggunaan dan pemanfaatan dokumen digital kepegawaian, juga akan disampaikan materi Mekanisme Pengelolaan Data Pada Layanan Kepegawaian yang diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pengelola kepegawaian. BKD secara bertahap melakukan verifikasi dokumen berdasarkan layanan, contoh : Pemberkasan dokumen digital ASN (CPNS/PNS/PPPK) Kenaikan Pangkat Usulan perubahan data gaji
5 aplikasi kepegawaian :
 
  1. E-File di link : https://efile.bkd.jatengprov.go.id/ 
  2. SIMPEG di tautan : https://simpeg.bkd.jatengprov.go.id Disini untuk mengupload sertifikat yang akan korelasi/singkron dengan indeks profesionalitas ASN. Caranya adalah pada aplikasi simpeg klik menu riwayat 
  3. E-Kinerja di https://kinerja.bkn.go.id untuk membuat SKP triwulanan 
  4. My ASN di halaman https://myasn.bkn.go.id/ untuk mengetahui indeks profesionalitas ASN 
  5. Platform Merdeka Mengajar (PMM) di halaman, https://guru.kemdikbud.go.id/ Dari kegiatan pengelolaan kinerja di PMM, para ASN mengembangkannya untuk melakukan penilaian yang dilakukan di E-Kinerja yaitu untuk menerbitkan/ membuat SKP triwulanan. Bahan yang digunakan adalah dari pengelolaan kinerja di aplikasi PMM.

Read More »
14 September | 0komentar

Strategi Implementasi Mata Pelajaran PKL


Mata pelajaran PKL dilaksanakan berdasarkan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran peserta didik di dunia kerja. Pelaksanaan mapel PKL merupakan proses belajar di dunia kerja dengan mengaplikasikan teori dan praktik yang dilakukan di sekolah. Peserta didik melaksanakan praktik kerja secara langsung berdasarkan kesepakatan program dengan bimbingan dan arahan instruktur PKL serta pendampingan oleh guru mapel PKL. Strategi Implementasi mapel PKL dilaksanakan sebagai berikut:

1.Pembekalan
Sebelum peserta didik melaksanakan PKL di dunia kerja, satuan pendidikan melakukan pembekalan. Program pembekalan PKL yang diberikan kepada peserta didik bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kegiatan belajar yang harus dilakukan oleh peserta didik pada saat PKL di dunia kerja. Pembekalan dilaksanakan dalam dua bentuk, yaitu pembelajaran reguler dan pembekalan sebelum keberangkatan. Pembelajaran reguler dipersiapkan oleh seluruh mata pelajaran intra dan kokurikuler yang dilaksanakan pada kelas X dan XI. Adapun pembekalan sebelum keberangkatan direncanakan secara khusus oleh sekolah dan dunia kerja. Lokasi pembekalan peserta didik dapat dilakukan baik di sekolah maupun di dunia kerja. Materi pembekalan PKL bagi peserta didik dapat meliputi dan tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut: (a) Karakteristik budaya kerja di dunia kerja; (b) Aturan kerja di dunia kerja; (c) Orientasi lingkungan sosiokultural (d) Kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan hidup; (e) survei lokasi PKL; (f) Penyusunan laporan kegiatan harian maupun laporan akhir; dan (g) Penilaian akhir. Selain pembekalan yang ditujukan kepada peserta didik, sosialisasi mengenai tujuan dan mekanisme pelaksanaan PKL kepada orang tua/wali peserta didik juga perlu dilakukan. Sosialisasi ini dilakukan agar orang tua memahami secara umum tujuan, pelaksanaan pembelajaran, serta hal-hal lainnya yang akan dilakukan peserta didik selama PKL. 
2. Pembimbing dan Instruktur PKL
Terdapat dua pembimbing dalam pelaksanaan PKL, yaitu guru mata pelajaran PKL dari sekolah dan instruktur dari dunia kerja. Guru mapel PKL adalah seorang atau beberapa orang guru yang bersama-sama bertanggung jawab atas ketercapaian kompetensi pembelajaran PKL peserta didik. Instruktur PKL merupakan pembimbing dari pihak dunia kerja yang bertindak mengarahkan dan membimbing peserta didik dalam melakukan pekerjaannya di dunia kerja. Keduanya melaksanakan tugas yang sama, yaitu memfasilitasi pembelajaran PKL peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan bersama, sehingga penting untuk senantiasa berkolaborasi dalam pembelajaran PKL.

Kolaborasi yang dimaksud dapat meliputi: penyusunan rencana (program dan kompetensi), pelaksanaan (kehadiran dan pelaksanaan kerja), dan asesmen PKL. Dokumen pembimbingan dirancang agar dapat diakses oleh kedua pembimbing secara daring dan/atau luring. Guru mapel PKL dapat terdiri dari unsur guru mata pelajaran kejuruan (termasuk matematika, bahasa Inggris, kewirausahaan dan mata pelajaran pilihan) dan guru mata pelajaran umum yang mengajar pada kelas X, XI, XII, hingga XIII. Jumlah guru mapel PKL dalam satu periode PKL ditentukan oleh satuan pendidikan dengan alokasi sebanyak 46 (empat puluh enam) Jam Pelajaran (JP). Jumlah JP mapel PKL tersebut dapat diampu oleh beberapa guru sesuai situasi dan kebijakan setiap satuan pendidikan SMK/MAK. Guru yang ditunjuk sebagai pengampu mapel PKL (guru mapel PKL) diberikan pemahaman terkait proses PKL di dunia kerja dan pembimbingannya. 
Berikut ini adalah beberapa pertimbangan terkait guru mapel PKL di SMK/MAK: 
  1. Guru mapel PKL menguasai proses kerja pada dunia kerja. 
  2. Pembelajaran pada satu lokasi PKL dapat dilaksanakan oleh satu orang guru atau beberapa orang guru yang berkolaborasi. 
  3. Perhitungan jumlah JP bagi setiap guru mapel PKL didasarkan pada pembagian secara proporsional sesuai dengan jumlah peserta didik keseluruhan yang melaksanakan PKL pada satu sekolah.

Secara umum, pembelajaran PKL sama dengan pembelajaran pada mapel lainnya, sehingga peran guru mapel PKL juga sama seperti guru mapel lain, namun PKL dilakukan di dunia kerja. Oleh karena itu, berikut beberapa tugas guru mapel PKL dan instruktur dunia kerja: 
Tugas guru mapel PKL adalah: 
  • mengomunikasi penempatan peserta didik di lokasi penempatan PKL di dunia kerja; 
  • memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik selama pelaksanaan PKL 
  • menjadi fasilitator pembelajaran 
  • memastikan kehadiran peserta didik di tempat PKL 
  • melakukan pemantauan dan pembimbingan peserta didik dalam melakukan proses kerja sesuai dengan perencanaan pembelajaran serta ketentuan dan proses kerja yang berlaku di dunia kerja tempat PKL.
  • memastikan peserta didik mengisi jurnal harian PKL melakukan pencatatan terhadap perkembangan peserta didik
  • melakukan proses asesmen PKL terhadap peserta didik dengan melibatkan penilaian dunia kerja jika terjadi kasus yang tidak diinginkan, terlibat dalam penyelesaian kasus di lokasi PKL;
  • menjemput peserta didik PKL di akhir masa program PKL; 
  • memberikan bimbingan penulisan laporan PKL. 

Tugas instruktur dunia kerja adalah:
  • mengarahkan, membimbing, dan mementori peserta didik dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan perencanaan pembelajaran dan kehidupan sosialnya di dunia kerja; 
  •  memberikan penilaian hasil kerja peserta didik PKL; 
  • dan melaporkan kepada pihak sekolah secara berkala perkembangan peserta didik PKL dan jika terdapat kejadian tertentu di lokasi PKL yang perlu diketahui pihak satuan pendidikan

Read More »
14 September | 0komentar

Pemanfaatan Media Blog Bagi Pembelajaran

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan terus berkembang. Arus globalisasi adalah salah satu penyebab semakin berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan. Indonesia merupakan negara yang merasakan perkembangan teknologi. Berbagai aspek kehidupan sudah banyak yang didominasi oleh perkembangan tersebut. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi, salah satunya pemanfaatan internet. Internet merupakan hasil teknologi yang paling mudah untuk dilihat dan dirasakan perkembangannya saat ini. 
Banyak masyarakat yang sudah menggunakan internet, dari kalangan atas hingga kalangan bawah, dari yang muda hingga yang tua. Selain itu, internet juga sudah akrab dengan dunia pendidikan karena saat ini sudah banyak guru yang memanfaatkan internet sebagai sumber bahan ajar ataupun media pembelajaran. Tidak hanya guru, internet juga sudah menjadi hal yang sangat akrab dengan kehidupan siswa. Salah satu bentuk internet yang kini dekat dengan kehidupan masyarakat adalah blog. 
Blog menjadi dekat dengan masyarakat karena mudah digunakan dan tidak mahal. Saat ini blog sudah menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarakat karena sudah banyak pengetahuan yang dibagikan melalui blog. Oleh sebab itu sudah seharusnya blog semakin dimanfaatkan dalam kehidupan. Bentuk pemanfaatan blog dapat dikombinasikan dengan dunia pendidikan. Blog dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. 
Ada beberapa alasan yang sangat mendukung agar blog dapat dijadikan media dalam pembelajaran. Pertama, Blog merupakan sebuah website yang terdapat pada internet sehingga praktis digunakan karena dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Hal ini juga sekaligus dapat mempermudah peserta didik dalam mengikuti pelajaran. Kedua, pemanfaatan blog dapat menjadi bentuk dukungan pembelajaran berbasis e-learning. 
Rosenberg menyatakan bahwa e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan yang luas. E-learning yang paling sederhana adalah dengan pembuatan blog. Saat ini e-learning memang belum begitu akrab di semua sekolah karena sasaran utama e-learning masing perguruan tinggi. Namun penggunaan e-learning di sekolah dapat menjadi simulasi bagi seorang peserta didik yang nantinya juga akan menjadi mahasiswa di perguruan tinggi. Ketiga, kebijakan pemerintah untuk menerapkan pembelajaran berbasis digital merupakan salah satu urgensi dari pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran. 
Blog akan mempermudah guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis digital karena blog merupakan sebuah website di internet. Saat ini pemerintah sudah mulai memperbaiki fasilitas di sekolah-sekolah agar mendukung digitalisasi pembelajaran. Akses internet disekolah, seperti pemasangan wifi disekolah juga semakin banyak dilakukan.
Keempat, blog dianggap sebagai media pembelajaran yang tepat disebabkan waktu tatap muka di kelas begitu singkat. Dengan memanfaatkan internet dan membuat blog, secara tidak langsung guru turut serta mendidik siswa untuk menggunakan internet secara positif. Penataan blog yang tepat dan cocok bagi peserta didik juga dapat meningkatkan motivasi belajar, sehingga pembelajaran lebih mengena karena disukai oleh siswa. 
Kelima, pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran dapat mendukung gerakan untuk mengurangi penggunaan kertas. Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini sudah semakin banyak hutan Indonesia yang terbakar. Bahan utama untuk membuat kertas juga semakin sedikit. Oleh sebab itu penggunaan kertas harus dikurangi karena sudah semakin sedikit hutan yang dimiliki oleh Indonesia. Dengan adanya blog, tugas-tugas yang dikerjakan oleh peserta didik tidak lagi harus dikumpulkan dalam bentuk lembaran kertas kepada guru, tetapi cukup unggah di blog masing-masing. Maka pengurangan penggunaan kertas akan terwujud. 
Terakhir, saat ini website di internet memang semakin banyak,seperti Wattpad yang masih tergolong baru. Munculnya website-website terbaru memang semakin mengancam eksistensi blog di masa sekarang. Namun ternyata tidak semua orang memahami bahwa telah banyak website-website terbaru selain blog. Kalangan masyarakat di Indonesia mayoritas lebih mengetahui blog dibandingkan website yang lainnya. Selain itu blog juga lebih dikenal karena penggunaannya yang mudah, multifungsi dan dapat digunakan oleh semua kalangan masyarakat. Keadaan ini sudah seharusnya dimanfaatkan untuk kembali menaikkan eksistensi blog, salah satu caranya dengan kembali menggunakannya sebagai media pembelajaran. 
Dari beberapa alasan dan urgensi yang telah dijelaskan maka blog dinilai sangat bermanfaat untuk dijadikan media pembelajaran. Beberapa manfaat yang ada pada blog sudah seharusnya dirasakan dalam dunia pendidikan, khususnya bagi guru dan peserta didik.Oleh sebab itu blog dapat dijadikan media pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran bahasa Indonesia karena peserta didik dapat berkreasi dengan bahasa dan sastra melalui blog.

Read More »
14 September | 0komentar

Perencanaan Mapel PKL

Perencanaan PKL dijabarkan dari CP mapel PKL, dilaksanakan oleh SMK/MAK bersama dunia kerja, menjadi dokumen Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan pembelajaran (ATP), perencanaan pembelajaran dan asesmen. Tujuan Pembelajaran (TP) merupakan rumusan target kompetensi yang dikuasai peserta didik setelah melaksanakan PKL. 

Berdasarkan TP, sekolah bersama dunia kerja mengidentifikasi potensi pekerjaan/kompetensi yang ada di dunia kerja untuk penyusunan ATP/program PKL yang akan dilaksanakan. Dokumen perencanaan pembelajaran dapat menggunakan informasi atau dokumen kerja sesuai kebijakan dunia kerja tempat PKL. Dokumen perencanaan PKL berfungsi sebagai dasar pelaksanaan dan pemantauan. 

Berdasarkan CP mapel PKL sekolah bersama dunia kerja tempat PKL, menyusun Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) PKL, dan perangkat ajar PKL.
a. Tujuan Pembelajaran (TP) - Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) 
Tujuan Pembelajaran (TP) merupakan rumusan kompetensi yang dikembangkan oleh satuan pendidikan dan dunia kerja yang mengacu kepada CP dan kontekstual dengan karakteristik dunia kerja. Satuan pendidikan bersama dunia kerja melakukan identifikasi pekerjaan yang digunakan sebagai dasar menyusun TP agar sesuai dengan pekerjaan yang tersedia di setiap dunia kerja tempat PKL akan dilaksanakan. Berdasarkan TP yang telah dirumuskan, selanjutnya, disusun ATP berupa urutan kegiatan pelaksanaan PKL. Kemudian dokumen TP-ATP diketahui oleh kedua belah pihak. 

b. Program PKL Tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran (TP-ATP) kemudian digunakan sebagai acuan untuk menyusun program PKL. Sekolah bersama dunia kerja tempat PKL menyusun program berdasarkan TP - ATP memuat pekerjaan/kegiatan yang akan dilaksanakan beserta jadwal waktu pelaksanaannya. Durasi dan urutan pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kondisi dunia kerja, misalnya volume kerja dan peralatan yang dimiliki, sehingga program PKL tiap peserta didik tidak selalu sama. Dokumen program disahkan oleh kedua belah pihak. 

c. Perangkat Ajar PKL 
Perangkat ajar dalam pelaksanaan PKL meliputi segala informasi dan dokumen dalam pelaksanaan kegiatan untuk membimbing peserta didik. Perangkat ajar PKL merupakan media komunikasi antara peserta didik dengan guru mapel PKL dan/atau instruktur dunia kerja. Dokumen tersebut disusun sesuai ketentuan dan proses kerja masing-masing dunia kerja tempat PKL. 

1. Informasi dasar pekerjaan 
Pelaksanaan kerja memerlukan informasi sebagai dasar kerja. Dalam rangka peningkatan kapabilitas peserta didik, informasi dasar pekerjaan sangat diperlukan supaya peserta didik memahami pekerjaan dan proses kerja yang akan ia lakukan. Informasi yang diperlukan dapat berupa: konsep, buku manual, gambar kerja, dan lain-lain. Dokumen tersebut disusun sesuai dengan program PKL. Informasi dasar pekerjaan ini dapat disiapkan oleh guru pengampu mapel PKL dan instruktur dunia kerja. 
2. Prosedur kerja 
Setiap tempat PKL memiliki mekanisme kerja atau prosedur yang dikembangkan sesuai situasi dan kondisi. Dalam melaksanakan PKL, peserta didik harus mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan dan sesuai dengan standar serta ketentuan yang berlaku di dunia kerja tempat PKL.
Untuk membimbing peserta didik dalam melaksanakan PKL, guru pengampu mapel PKL dan instruktur dunia kerja perlu menyampaikan prosedur kerja dan pemantauan keterlaksanaan pekerjaan. 
3. Jurnal PKL 
Peserta didik melaksanakan PKL berdasarkan program yang telah disusun. Kegiatan peserta didik perlu dipantau oleh instruktur dunia kerja dan guru mapel PKL. Dokumen pemantauan berupa jurnal kegiatan yang diisi oleh peserta didik dan diketahui/diberikan catatan oleh pembimbing dan instruktur. Pemantauan kegiatan dapat dilakukan secara fisik atau menggunakan sistem informasi Jurnal PKL berisi kegiatan yang dilaksanakan serta keterangan unit kerja/tempat pelaksanaannya. Contoh Jurnal PKL dapat dilihat pada lampiran

Read More »
14 September | 0komentar

Standar Nasional Pendidikan: N0 4 Tahun 2022

Standar Nasional Pendidikan (SNP) merupakan kriteria minimal tentang berbagai aspek yang relevan dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional dan harus dipenuhi oleh penyelenggara dan/atau satuan pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional Pendidikan berfungsi untuk dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas. 
Standar Nasional Pendidikan berhaluan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.
Peraturan yang menjadi dasar SNI adalah Peraturan Pemerintah No.4 Tahun 2022 sebagai Perubahan PP No. 57 Tahun 2021. 
Cakupan SNI adalah :
  • 1. Standar Kompetensi Lulusan
  • 2. Standar Isi
  • 3. Standar Proses
  • 4. Standar Penilaian Pendidikan
  • 5. Standar Tenaga Pendidikan
  • 6. Standar Sarana dan Prasarana
  • 7. Standar Pengelolaan 
  • 8.  Standar Pembiayaan

Download PP No. 57 Tahun 2021


1. Standar kompetensi lulusan
Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan capaian kemampuan Peserta Didik dari hasil pembelajarannya pada akhir Jenjang Pendidikan Standar kompetensi lulusan sebagaimana digunakan sebagai pedoman dalam penentuan kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan standar lainya. Ketercapaian standar kompetensi lulusan ditentukan berdasarkan data komprehensif mengenai Peserta Didik yang diperoleh secara berkesinambungan selama periode pembelajaran. Dokumen Bukti Fisik: Tata Tertib Sekolah, Buku Piket, Laporan Kegiatan Ekstra Kurikuler, Buku Catatan Kedisiplinan Siswa, Hasil Karya Siswa, Data Nilai Ujian Sekolah, Leger Nilai Kenaikan Kelas.

2. Standar Isi 
Standar isi merupakan kriteria minimal yang mencakup lingkup materi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan tertentu. Dokumen bukti fisik: Rencana Pelaksanaan Pembelajran (RPP), CP/ATP? Modul Ajar. Kisi-kisi Soal, Hasil Penilian Formatif Sumatif, Catatan / Daftar Penilaian dan Hasil Analisis Pencapaian Kompetensi, Program Pelaksanaan Remidial Pengayaan, Laporan Hasil Penilian, Dokumen Kegiatan Rapat Evaluasi dan Releksi,

3. Standar proses 
merupakan kriteria minimal proses pembelajaran berdasarkan jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar Proses meliputi Percencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian Proses Pembelajran.


4. Standar Penilaian Pendidikan
Standar penilaian Pendidikan merupakan kriteria minimal mengenai mekanisme penilaian hasil belajar Peserta Didik. 
 Mekanisme prosedur dalam melakukan penilaian meliputi: 
a. Perumusan tujuan penilaian 
b. Pemilihan dan/atau pengembangan instrumen penilaian 
c. Pelaksanaan penilaian; 
d. Pengolahan hasil penilaian; dan 
e. Pelaporan hasil penilaian. 
Penilaian hasil belajar Peserta Didik dilakukan sesuai dengan tujuan penilaian secara berkeadilan, objektif, dan edukatif. 

 Bentuk penilaian yaitu penilaian formatif dan sumatif.


5. Standar Tenaga Pendidikan

Standar pendidik merupakan kriteria minimal kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki pendidik untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai teladan, perancang pembelajaran, fasilitator, dan motivator Peserta Didik. Kriteria minimal kompetensi pendidik meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kriteria minimal kualifikasi pendidik yang harus dipenuhi oleh pendidik yang dibuktikan ijazah dan atau sertifikat keahlian Standar tenaga kependidikan selain pendidik merupakan kriteria minimal kompetensi yang dimiliki tenaga kependidikan selain pendidik sesuai dengan tugas dan fungsi dalam melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses Pendidikan pada Satuan Pendidikan

6.  Standar Sarana dan Prasarana

Standar sarana dan prasarana merupakan kriteria minimal sarana dan prasarana yang harus tersedia pada Satuan Pendidikan dalam penyelenggaraan Pendidikan.
7.  Standar Pengelolaan
Standar pengelolaan merupakan kriteria minimal mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan yang dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan agar penyelenggaraan Pendidikan efisien dan efektif. Perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan Pendidikan pada pendidikan anak usia dini dan Jenjang Pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah (MBS) yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka pendek (1 tahun) dan rencana kerja jangka menengah (4 tahunan )
8. Standar Pmbiayaan
Standar pembiayaan merupakan kriteria minimal mengenai komponen pembiayaan Pendidikan pada Satuan Pendidikan. Pembiayaan Pendidikan terdiri atas biaya investasi dan biaya operasional. Biaya investasi meliputi komponen biaya: investasi lahan, penyediaan sarana dan prasarana, penyediaan dan pengembangan sumber daya manusia dan modal kerja tetap Biaya operasional meliputi komponen biaya personalia nonpersonalia

Read More »
10 September | 0komentar

Perangkat Mata Pelajaran (Mapel) PKL


Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, ditetapkan bahwa PKL merupakan salah satu mata pelajaran (mapel) sebagai wahana pembelajaran di dunia kerja. Pada Kurikulum Merdeka, PKL menjadi mata pelajaran yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik SMK/MAK dengan ketentuan sekurang-kurangnya selama 1 semester atau 16 minggu efektif setara dengan 736 jam pelajaran di kelas XII pada SMK/MAK program 3 tahun dan sekurang-kurangnya 10 bulan setara dengan 1.216 jam pelajaran di kelas XIII pada SMK/MAK program 4 tahun.
Sesuai dengan ketentuan Permendikbudristek tersebut, SMK/MAK bersama dengan mitra dunia kerja berkewajiban untuk membuat perencanaan pembelajaran yang meliputi: menganalisis Capaian Pembelajaran (CP), serta menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) serta Modul Ajar.



Read More »
05 September | 0komentar

Keberhasilan Yang Sesungguhnya adalah Keberanian untuk Mencoba

Setiap orang atau juga peserta didik pasti pernah mengalami momen di mana hasil yg diperoleh belum sesuai dgn harapan, atau bahkan juga kita sebagai gurunya juga demikian. Mungkin tugas yg dikerjakan dengan penuh semangat ternyata belum mendapat nilai yang diinginkan, atau usaha keras dalam belajar belum membuahkan hasil yg memuaskan, kesalahan terjadi, merasa langkah kita mundur. 
Keberanian untuk tetap melangkah sebagai upaya kita untuk maju tentu dalam kerangka koreksi terhadapnya bahkan ketika hasilnya belum sempurna. Sebenarnya dengan kesalahan dan kekurangan tersebut dapat menjadikan sebuah kekuatan yang sebenarnya, proses yang terus menerus diupayakan bukan hanya sebagai hasil akhir, akan menetapkan motivasi pada diri untuk selalu berbenah. 
Capaian yang dihasilkan meskipun kecil atau diiringi kesalahan, adalah cara kita untuk menghargai proses, bukan hanya hasil akhir. Bahwa proses belajar adalah awal perjalanan tentang perkembangan, bukan tentang kesempurnaan. Setiap kesalahan yg kita buat adalah pelajaran berharga dan setiap usaha yg kita lakukan, seperti apapun hasilnya, adalah sebuah langkah maju. 
Keberhasilan yang sesungguhnya adalah keberanian untuk mencoba, meski ada risiko gagal. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar, dan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk bangkit & mencoba lagi dengan lebih baik. Mungkin kita tidak mendapatkan nilai tertinggi, tapi kita telah berusaha sebaik mungkin, menghabiskan waktu berjam-jam belajar, dan mencoba memahami materi yang sulit. 
Proses belajar melalui refleksi diri pada capaian yang kita telah lakukan/ kerjakan adalah pencapaian besar dari rangkaian keberhasilan selanjutnya. Usaha membangun rasa percaya diri & motivasi untuk terus berusaha, meski hasilnya belum sempurna. Ini adalah momen untuk memberi apresiasi pada diri sendiri, untuk mengingatkan bahwa tidak apa-apa untuk tdk selalu sempurna. Belajar untuk mencintai diri kita apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihan yg kita miliki. 
Jadi bahwa hidup ini bukan hanya tentang mencapai tujuan besar, tetapi juga tentang menikmati setiap langkah di sepanjang perjalanan. Setiap usaha yg kita lakukan adalah bagian dari proses belajar & tumbuh, meskipun hasilnya belum sesuai dengan harapan. Bersyukur atas apa yg telah kamu capai, karena dibalik kesalahan dan ketidaksempurnaan, ada keberanian, ada pertumbuhan menuju hal yang lebih baik. 

Read More »
01 September | 0komentar

Setting Wall Pada Revit

Bagian terpenting dari rumah adalah dinding. Sebagai komponen utama dari bentuk rumah/ bangunan. Tentunya yang lainnya seperti : lantai, atap, pintu dan jendela. Pada dinding untuk penggambaran menggunakan Revit merupakan awal yang kita gambarkan sebelum menggambar/ meletakkan komponen-komponen lainnya. Dalam Revit, fasilitas untuk membuat dinding adalah icon wall.

Langkah-Langkah menggambar dinding:
Pertama-tama klik icon wall, lalu akan muncul beberapa menu setting yang berkaitan dengan dinding. Menu-menu tersebut antara lain:
a. Height : 
Tinggi dinding/batas atas dinding Disini kita bisa menentukan tinggi dinding. Jika pada menu pilihan kita memilih unconnected, maka tinggi dinding akan sesuai dengan nilai yang tertera disebelahnya. Nilai ini dapat diubah sesuai keinginan. Opsi lain adalah kita menentukan batas atas dinding pada level mana. Misal batas atas dinding adalah level 2, maka tinggi dinding akan dibatasi sampai pada level 2. 

b. Lantai Aktif Elemen yang berhuruf tebal dibagian view adalah lantai yang aktif, karena itu dinding yang dibuat akan berada pada lantai ini. 

c. Location Line : Posisi terhadap garis Menentukan berada dimana sumbu dinding pada saat menggambar. Umumnya "centerline" yaitu garis berada ditengah dinding. Namun kita dapat juga memilih bidang dalam atau bidang luar sebagai sumbu. 

d. Draw : Metode Tool yang disediakan untuk memilih bagaimana kita membentuk dinding diarea kerja. Umumnya kita gunakan garis biasa / line, namun pilihan lain dapat dicoba seperti rectangle, poligon, lingkaran, garis lengkung, atau dengan "pick line" kita dapat menjiplak dari garis lain yang ada sebelumnya. Setelah memilih salah satu metodenya, kita bisa mengklik langsung diarea kerja dan dinding akan terbentuk sesuai setting yang kita terapkan.

Menggambar Diding di Lembar Kerja Revit

Tampilan 3D dari Dinding yang Kita Buat di Atas


e. Type : Pilih Tipe Disini terdapat tipe-tipe dinding yang disediakan. Terdapat tipe yang langsung dapat kita gunakan atau dapat kita modifikasi. Tipe lain yang kita buat sendiri juga akan muncul disini. 

f. Edit Type : Setting dinding. Disini kita dapat mengubah tipe yang ada ataupun membuat baru tipe sesuai kebutuhan. Didalamnya dapat ditentukan ketebalan dinding, material penyusunnya, hingga arsiran yang akan ditampilkan di gambar kerja. 

Edit type berlaku untuk hampir seluruh objek revit, dengan menu yang berbeda-beda pengguna dapat mengubah properties objek sesuai kebutuhan.

Mensetting Dinding (Edit Type)

Edit Struktur Dinding

Dengan memahami poin-poin diatas, pembaca sudah dapat membuat dinding menggunakan revit sesuai kebutuhan desain dan proyek. Menggunakan revit, dinding yang kita buat akan langsung tersedia versi gambar kerja maupun 3d nya. 
Beda dengan program CAD berbasis garis dan bidang, di revit berbagai kemudahan akan diberikan karena komputer sudah mengenali objek sesuai jenisnya. Sebagai contoh, ketika dinding telah terbentuk, kita dapat menambahkan pintu dan jendela, kemudian dinding secara otomatis akan memberikan lubang sesuai ukuran pintu atau jendela tersebut. Selain itu ketika kita membentuk atap diatas dinding, tinggi dinding dapat disesuaikan ataupun dipotong secara otomatis mengikuti bentuk atapnya.

Read More »
01 September | 0komentar

Pembelajaran EBK, 2 September 2024

 
Bismillah, Assalamu'alaikum
Pada siswa kelas XI DPIB SMKN 1 Bukateja yang Saya Cintai dan Saya Banggakan.....
Pada kesempatan ini Hari Senin, 2 September 2024 proses Kegiatan Belajar dilaksanakan secara PJJ (pembelajaran Jarak Jauh). Untuk itu silahkan anak2 ku untuk menyimak materi dan mengerjakan tugas2 pada tautan dibawah ini.

Langkah kerja :
  1. Unduh lembar kerja
  2. kerjakan tugas yang tertera pada  lembar kerja di word
  3. upload pada link dibawah ini


Form Pengumpulan Tugas 


Lembar Kerja EBK

Read More »
31 August | 1komentar

Praktik Baik Pada Kegiatan Webinar di PMM

Berbagi Praktik Baik pada  webinar yang diselenggarakan oleh Komunitas Belajar (Kombel) Garuda. diselenggarakan pada Hari Rabu, 28 Agustus 2024. Webainar ini bertema tentang Blog sebagai media Pembelajaran. Terdaftar di PMM untuk melakukan registrasinya.





Read More »
30 August | 0komentar

Aktivitas Pembelajaran Generasi Z

Media Pembelajaran Blog 
Generasi Z yang merupakan perserta didik dari kita sekarang ini sangat erat bagi mereka dalam aktivitas digital. Mereka terbiasa menggunakan aplikasi digital baik itu media sosial maupun media mainstream lainnya. Kita sebagai guru tentunya harus bisa open minded terhadap sarana/ prasarana belajar, pendukung pembelajaran yang lebih variatif. Sesuai dengan habit mereka/ peserta didik kita yang erat dengan aktivitas digital maka kita sebagai guru tentu harus menyesuaikannya. Generasi Z memiliki akses tak terbatas ke sumber daya informasi melalui internet, sehingga memungkinkan mereka untuk belajar tentang topik apapun, kapan pun, dan di mana pun mereka berada. 
Guru perlu melakukan adaptasi terhadap latar belakang siswa yang merupakan bagian dari penduduk digital (Digital Natives). Misalkan melalui pemanfaatan media online, media sosial dan sebagainya. Salah satunya adalah media blog. Blog yang memuat informasi berbentuk info, terhubung dengan audio, video, grafik, gambar atau mungkin simbol tertentu dengan tujuan agar pendidik dan peserta didik lebih komunikatif sehingga terjalin komunikasi dua arah Guru menyediakan media blog yang dapat diakses siswa yang berisi tentang materi mata pelajaran. Link tentang materi atau kasus yang relevan dengan topik, bisa dishare di media sosial (Facebook, WA, Insatgram dll). Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam luas tentang topik yang dipelajari. Peserta didik dapat aktif berbagi konten atau link yang relevan dalam suatu diskusi dalam jaringan di media sosial. Guru mendorong siswa dengan kemampuan anak-anak Generasi Z dalam memanfaatkan gadget mereka dalam proses pembelajaran.

Read More »
28 August | 0komentar

Webinar 28 Agustus 2024

 

Kegiatan Komunitas Belajar pada PMM yang berjalan secara rutin adalah berbagi prkatik baik terkait dengan pembelajaran. Praktik baik tentang media, cara mengajar, metode dan sebagainya.

Pada tanggal 28 Agustus 2028 Insya Alloh berbagai praktik baik tentang Media Blog sebagai Media Pembelajaran.


Read More »
25 August | 0komentar

Capaian Pembelajaran Mapel Konsentrasi DPIB Fase F


Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami gambaran mengenai program keahlian yang dipilihnya sehingga mampu memantapkan passion dan vision untuk merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar. Selain itu mampu menggambar 3D dan 2D struktur, arsitektur, interior dan eksterior gedung, teknik konstruksi utilitas, dan sistem plumbing gedug serta menggambar konstruksi jalan dan jembatan menggunakan perangkat lunak desain pemodelan dan informasi bangunan yang relevan dengan dunia kerja, serta dapat melakukan perhitungan estimasi biaya konstruksi bangunan dengan menerapkan K3LH.

Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.

Elemen

Capaian Pembelajaran

Desain pemodelan bangunan

Peserta didik mampu menerapkan teknik menggambar 3D dan 2D struktur, arsitektur, interior dan eksterior gedung, serta pembuatan visualisasi animasi desain yang informatif (perencanaan, teknik pemodelan, serta gambar rumah sederhana dan bertingkat) dengan menggunakan teknologi BIM.

Desain pemodelan jalan dan jembatan

Peserta didik mampu menerapkan teknik menggambar 2D dan 3D konstruksi jalan dan jembatan, serta pembuatan visualisasi animasi desain yang informatif dengan menggunakan teknologi BIM.

Gambar konstruksi utilitas gedung dan sistem plumbing

Peserta didik mampu menerapkan teknik menggambar 2D dan 3D konstruksi utilitas bangunan (instalasi air bersih, air kotor, saniter, instalasi listrik, dan instalasi sistem kebakaran) dengan menggunakan teknologi BIM.

Rencana biaya dan penjadwalan konstruksi bangunan

Peserta didik mampu menerapkan estimasi real cost dalam perencanaan bangunan dengan teknologi BIM.

 


Read More »
25 August | 0komentar

Gaya Belajar Generasi Z

Generasi Z kerap disebut sebagai generasi internet yang lahir pada rentang tahun 1997-2012, dimana generasi ini lahir pada zaman teknologi dan informasi yang sudah berkembang dan modern, perkembangan teknologi digital berupa smartphone canggih yang dapat memudahkan masyarakat dalam memperoleh berbagai macam informasi melalui internet dengan mudah dan cepat. Di dalam dunia Pendidikan telah menerapkan pembelajaran berbasis digital dengan memadukan konten pembelajaran berupa suara dan visualisasi gambar yang disajikan oleh guru dan dapat diakses melalui website oleh peserta didik, dengan adanya perubahan cara belajar tentu memengaruhi gaya belajar seorang peserta didik. 
Pada hakikatnya gaya belajar setiap individu tentu berbeda dengan yang dimiliki oleh individu lain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar yang ideal khususnya untuk generasi Z yang berdampingan dengan pembelajaran berbasis media digital. Berdasarkan penelitian oleh data yang sudah ada dengan merujuk kepada satu sumber artikel, Gaya belajar yang dianggap ideal pada zaman serba digital adalah gaya belajar audio visual dimana perpaduan antara suara dengan visualisasi gambar seperti simulasi video yang dapat memudahkan peserta didik dalam memahami suatu konten materi dalam pembelajaran.
Cara tercepat dan optimal bagi setiap individu dalam menerima, menyerap, mengatur, dan memproses informasi yang diterimanya disebut sebagai gaya belajar. De Porter dan Hernacki mengklasifikasikan gaya belajar secara umum menjadi tiga kelompok, yakni gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Gaya belajar ini memiliki peran yang signifikan dalam konteks pendidikan, khususnya dalam dinamika proses kegiatan belajar mengajar. 
Menurut Barbara Prashnig, kesesuaian gaya belajar siswa dengan cara mereka belajar dapat membawa dampak positif, termasuk peningkatan prestasi belajar. Beliau juga menyoroti peran penting guru dalam memengaruhi kesuksesan siswa dalam proses belajar. Gaya belajar menjadi elemen kritis yang perlu diperhatikan oleh guru dan siswa karena menjadi kunci bagi keberhasilan pembelajaran siswa. Penting bagi guru untuk memahami variasi gaya belajar yang dimiliki setiap siswa guna memungkinkan siswa belajar secara aktif dan efisien. 
Kesuksesan seorang guru dapat diukur dari kemampuannya memahami kebutuhan individu siswa, termasuk pemahaman akan gaya belajar mereka. Oleh karena itu, guru perlu mengidentifikasi gaya belajar khusus yang dimiliki siswa yang diajarkan, guna mengetahui preferensi belajar mereka. Dengan pemahaman akan kecenderungan gaya belajar siswa, seorang guru dapat merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga proses pembelajaran menjadi efektif dan menghasilkan pencapaian hasil belajar yang lebih optimal.

Read More »
24 August | 0komentar

Penguatan Literasi dan Numerasi

Rendahnya tingkat kemampuan literasi dan numerasi Indonesia memang sangat mengkhawatirkan. Survei PISA (Programme for International Student Assessment) pada tahun 2015 dan 2018 lalu menunjukkan kemampuan literasi dan numerasi siswa Sekolah Menengah usia 15 tahun di Indonesia berada di peringkat yang memprihatinkan. 
Dari survei tahun 2015, kompetensi literasi siswa Indonesia berada di peringkat 63 dari 69 negara yang disurvei (OECD, 2016). Sementara, survei tahun 2018 menunjukkan kemampuan literasi siswa Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara yang disurvei, kemampuan numerasi berada di peringkat 72 dari 78 negara, sedangkan kemampuan sains berada di peringkat 70 dari 78 negara (OECD, 2019).Dari penelitian Miller ini juga ditemukan bahwa lamanya siswa menuntaskan masa wajib belajar ternyata tidak berhubungan erat dengan nilai akhir mereka. Diasumsikan bahwa keberhasilan siswa di sekolah tidak berbanding lurus dengan lamanya mereka sekolah. Ada hal lain yang cukup signifikan yang membuat mereka berhasil dalam belajar, yaitu kemampuan literasi. Negara-negara yang dianggap berhasil dalam pendidikan nasional mereka seperti Finlandia, Norwegia, Islandia, Denmark, dan Swedia memiliki budaya membaca yang sangat kuat. Budaya membaca yang kuat merupakan salah satu strategi terbaik dalam pengembangan kemampuan literasi
Secara umum, pemahaman literasi dan numerasi di sekolah kita masih sangat dasar, yaitu kemampuan membaca, menulis, dan berhitung saja. Tidaklah mengherankan jika pembelajaran literasi dan numerasi dalam sistem pendidikan kita masih bertumpu hanya pada pelajaran bahasa dan matematika. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang literasi dan numerasi sendiri masih belum menyeluruh, khususnya di antara para guru sebagai pihak yang semestinya mengajarkan kemampuan tersebut. Masih ada guru yang masih beranggapan bahwa literasi hanya diajarkan dalam pelajaran bahasa, dan numerasi hanya diajarkan dalam pelajaran matematika. Dengan demikian guru-guru mata pelajaran selain bahasa dan matematika memiliki anggapan yang salah bahwa pembelajaran literasi dan numerasi bukan tanggung jawab mereka, dan tidak ada kaitannya dengan mata pelajaran yang mereka ajar.

Read More »
14 August | 0komentar