Read More »
Tantangan Guru Menghadapi Generasi Z dan Alpha di Ruang Kelas
Read More »
Ringkasan Regulasi Baru : Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025
| Pembina Upacara |
Tidak Ada Perubahan Kurikulum
Pendekatan Pembelajaran Mendalam
Penambahan Mata Pelajaran Pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial
Profil Lulusan
- Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Kewargaan
- Penalaran kritis
- Kreativitas
- Kolaborasi
- Kemandirian
- Kesehatan
- Komunikasi
Perubahan Kokurikuler
Read More »
Capaian Pembelajaran : BSKAP 046/H/KR/2025
Apa itu Capaian Pembelajaran?
|
Jenjang
Pendidikan |
Fase |
Rentang Umum |
|
PAUD |
Fondasi |
Usia 2–6 tahun |
|
SD/MI |
A–C |
Kelas I–VI |
|
SMP/MTs |
D |
Kelas VII–IX |
|
SMA/SMK/MAK |
E–F |
Kelas X–XII/XIII |
|
Pendidikan Khusus/Kesetaraan |
A–F |
Disesuaikan kebutuhan |
Read More »
Membangun Kemitraan Efektif dengan Kecerdasan Artifisial
Mengenali dan Menerapkan Perangkat AI untuk Pemanfaatan Umum dan Khusus
Memilih Perangkat AI yang Tepat untuk Berkolaborasi
Menerapkan Kolaborasi dengan Perangkat AI untuk Menyelesaikan Tugas Spesifik
Menganalisis Model, Metode, dan Pendekatan Pembelajaran yang Tepat untuk Mengintegrasikan AI dalam Proses Pembelajaran
Read More »
Karakteristik Mapel KKA: Membangun Masa Depan Berbasis Etika dan Konteks
Read More »
"Barak Kemanusiaan" untuk Generasi Anti Kekerasan
- Pejabat dan Pembuat Kebijakan: Mereka perlu memahami akar permasalahan secara mendalam dan merumuskan kebijakan yang mendukung pembentukan karakter, pencegahan kekerasan, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam sistem pendidikan dan masyarakat.
- Guru dan Tenaga Pendidik: Mereka adalah garda terdepan dalam membentuk karakter siswa. Barak Kemanusiaan dapat menjadi wadah untuk melatih keterampilan komunikasi efektif, manajemen konflik, pemahaman psikologi perkembangan anak, dan strategi pencegahan serta penanganan bullying.
- Orang Tua: Peran orang tua sangat krusial. Barak Kemanusiaan dapat memberikan edukasi tentang pola asuh positif, komunikasi yang sehat, pentingnya membangun empati pada anak, serta cara mendeteksi dan mengatasi masalah bullying dan kekerasan.
- Siswa: Sebagai subjek utama, siswa akan mendapatkan ruang untuk mengembangkan kecerdasan emosional, keterampilan sosial, pemahaman tentang keberagaman, kemampuan menyelesaikan konflik secara damai, serta menumbuhkan rasa saling menghormati dan peduli.
- Masyarakat Umum: Keterlibatan masyarakat luas penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang karakter positif.
- Pelatihan dan Workshop: Berbagai pelatihan dan workshop tentang pengembangan empati, komunikasi efektif, manajemen emosi, resolusi konflik, pemahaman keberagaman, hak asasi manusia, dan pencegahan kekerasan.
- Diskusi dan Forum: Ruang diskusi terbuka untuk membahas isu-isu terkait bullying, tawuran, dan kekerasan dari berbagai perspektif, mencari solusi bersama, dan membangun pemahaman yang lebih mendalam.
- Simulasi dan Role-Playing: Kegiatan simulasi dan bermain peran untuk melatih keterampilan sosial, empati, dan kemampuan menghadapi situasi konflik secara konstruktif.
- Kegiatan Sosial dan Komunitas: Program-program yang melibatkan interaksi antar berbagai kelompok masyarakat untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial.
- Pendampingan dan Konseling: Menyediakan layanan pendampingan dan konseling bagi individu yang menjadi korban atau pelaku bullying dan kekerasan, serta bagi keluarga yang membutuhkan dukungan.
- Kampanye dan Edukasi Publik: Mengembangkan kampanye kreatif dan program edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif bullying, tawuran, dan kekerasan, serta mendorong perubahan perilaku yang positif.
Read More »
Kelas Maya Bukan Kelas "Mayeng-Mayeng"
Read More »
Mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan global
Sosok yang sering diibaratkan sebagai pelita dalam kegelapan, memiliki peran sentral dalam membentuk generasi penerus bangsa. Mereka adalah pembimbing, pendidik, dan inspirator yang mengantarkan anak didik menuju gerbang kesuksesan. Namun, di era perubahan zaman yang serba cepat ini, muncul pertanyaan: apakah guru hanya menjadi penonton yang menyaksikan transformasi zaman, atau justru menjadi agen perubahan yang membentuk generasi emas masa depan? Peran Guru di Era Perubahan Zaman Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, peran guru tidak lagi sebatas menyampaikan materi pelajaran.
Read More »
Strategi Implementasi Mata Pelajaran PKL
- Guru mapel PKL menguasai proses kerja pada dunia kerja.
- Pembelajaran pada satu lokasi PKL dapat dilaksanakan oleh satu orang guru atau beberapa orang guru yang berkolaborasi.
- Perhitungan jumlah JP bagi setiap guru mapel PKL didasarkan pada pembagian secara proporsional sesuai dengan jumlah peserta didik keseluruhan yang melaksanakan PKL pada satu sekolah.
- mengomunikasi penempatan peserta didik di lokasi penempatan PKL di dunia kerja;
- memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik selama pelaksanaan PKL
- menjadi fasilitator pembelajaran
- memastikan kehadiran peserta didik di tempat PKL
- melakukan pemantauan dan pembimbingan peserta didik dalam melakukan proses kerja sesuai dengan perencanaan pembelajaran serta ketentuan dan proses kerja yang berlaku di dunia kerja tempat PKL.
- memastikan peserta didik mengisi jurnal harian PKL melakukan pencatatan terhadap perkembangan peserta didik
- melakukan proses asesmen PKL terhadap peserta didik dengan melibatkan penilaian dunia kerja jika terjadi kasus yang tidak diinginkan, terlibat dalam penyelesaian kasus di lokasi PKL;
- menjemput peserta didik PKL di akhir masa program PKL;
- memberikan bimbingan penulisan laporan PKL.
- mengarahkan, membimbing, dan mementori peserta didik dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan perencanaan pembelajaran dan kehidupan sosialnya di dunia kerja;
- memberikan penilaian hasil kerja peserta didik PKL;
- dan melaporkan kepada pihak sekolah secara berkala perkembangan peserta didik PKL dan jika terdapat kejadian tertentu di lokasi PKL yang perlu diketahui pihak satuan pendidikan
Read More »
Perencanaan Mapel PKL
Read More »
Panduan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)
![]() |
| Tim Pengembang Kurikulum |
Read More »
Asesmen Diagnosis Non Kognitif
Read More »
Esensi dari Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik.
Read More »
Capaian Pembelajaran (CP) PKL
Read More »
Rasional Mata Pelajaran Praktik Kerja Lapangan
Read More »
Capaian Pembelajaran (CP) Mata Pelajaran Pratik Kerja Lapangan
Capaian Pembelajaran
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Internalisasi dan penerapan soft skills |
Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan etika
berkomunikasi secara lisan dan tulisan, integritas (antara lain
jujur, disiplin, komitmen, dan tanggung jawab),
etos kerja, bekerja secara mandiri
dan/atau bekerja di dalam tim, kepedulian sosial dan lingkungan,
serta ketaatan terhadap norma, K3LH, dan POS yang berlaku
di dunia kerja. |
|
Penerapan hard skills |
Pada
akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan kompetensi teknis
pada pekerjaan sesuai POS yang berlaku
di dunia kerja. |
|
Peningkatan dan Pengembangan hard skills |
Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan kompetensi teknis baru dan/atau kompetensi teknis yang belum tuntas
dipelajari sesuai konsentrasi keahlian. |
|
Penyiapan Kemandirian Berwirausaha |
Pada akhir fase F, peserta
didik mampu melakukan analisis usaha secara
mandiri. |
Read More »







.jpg)
.jpeg)








