Read More »
Saatnya Loading Makna
Read More »
Pendidikan Bukan Soal Hari Ini Saja
Read More »
Kembali ke Akar: Menggugat Makna di Balik Angka dan Nilai
Read More »
Koneksi Sebelum Instruksi
![]() |
| Gambar by AI |
- Hadir secara utuh: Bukan hanya raga yang di kelas, tapi pikiran dan hati juga ada di sana.
- Menyapa sebagai manusia: Mengenali mereka bukan sebagai nomor absen, tapi sebagai individu yang punya rasa.
- Menciptakan ruang aman: Ruang di mana mereka merasa nyaman untuk berpendapat tanpa takut salah.
- Buat anak termotivasi: sekali-kali tunjukan prestasi kita sebagai guru/ anggota masyarakat.
- Wajah anak-anak yang mulai "hidup".
- Mata yang kembali bersinar karena merasa diperhatikan.
- Kelas yang kembali "bernapas" dan dinamis.
- Menyapa dengan Mata dan Nama (1 Menit) Jangan masuk kelas sambil menunduk melihat HP atau buku absen. Berdirilah di depan, tatap mata mereka satu per satu dengan senyum tulus. Sebut beberapa nama secara acak dan tanyakan kabar spesifik (misal: "Gimana pertandingan futsalmu kemarin, Andi?"). Ini membuat mereka merasa "terlihat".
- Cek Suasana Hati / "Check-in" (1 Menit) Gunakan teknik sederhana seperti Emoji Check-in. Mintalah mereka menunjukkan jempol ke atas jika merasa semangat, jempol ke samping jika biasa saja, atau jempol ke bawah jika sedang lelah/sedih. Ini adalah cara cepat untuk memvalidasi perasaan mereka sebelum dipaksa berpikir keras.
- Hadirkan Cerita Singkat atau Tebakan (1 Menit) Bagikan satu cerita singkat tentang apa yang Bapak alami pagi ini atau berikan satu teka-teki receh. Tujuannya adalah memecah kekakuan dan memicu tawa kecil. Tawa adalah cara tercepat untuk membuka "pintu" otak yang tertutup.
Read More »
Blog Sebagai "Lemari Digital"
1. Blog sebagai Rekam Jejak Literasi
Perjalanan saya mengenal blog dari "nol kecil" pada tahun 2011 hingga memenangkan berbagai lomba media website tingkat provinsi membuktikan bahwa blog adalah saksi bisu pertumbuhan profesional kita. Blog bukan sekadar tempat menyimpan file, melainkan bukti nyata dari slogan "Guru Menulis Itu Memberi Kejutan!". Di sana, kita tidak hanya membagikan materi, tetapi juga gagasan dan refleksi yang tidak ditemukan dalam buku teks mana pun.
2. Melukis Jati Diri di Ruang Digital
Sebagai pendidik yang mendalami bidang Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), saya menyadari bahwa mengajar adalah sebuah seni. Melalui blog www.sarastiana.com, saya melukiskan pemikiran-pemikiran tentang manajemen pendidikan, perencanaan gedung, hingga pengalaman sebagai Guru Penggerak. Ini adalah bentuk aktualisasi diri: sebuah ruang di mana identitas kita sebagai ahli di bidangnya dan sebagai pembelajar sepanjang hayat (long-life learner) terpampang nyata.
3. Wadah Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Pembelajaran mendalam terjadi ketika seorang guru berani melakukan refleksi atas apa yang telah dilakukan di kelas. Blog memfasilitasi hal ini melalui artikel-artikel reflektif, seperti:
- Bagaimana media visual maket membantu siswa menghitung RAB secara lebih intuitif.
- Bagaimana pemanfaatan media digital blog dapat meningkatkan keterlibatan siswa.
- Bagaimana pengalaman mendampingi rekan sejawat sebagai Pengajar Praktik memperkaya perspektif kita tentang kepemimpinan pembelajaran.
Sebab pada akhirnya, perangkat ajar bisa berganti kurikulum, namun narasi pengabdian yang kita tulis di blog akan abadi menginspirasi generasi yang akan datang.Sharing Knowledge.
Read More »
Mengubah Lelah Menjadi Tulisan: Aktualisasi Diri Menyehatkan Mental.
Dalam era digital yang demikian membuat bising, setiap orang membutuhkan "rumah" untuk pulang. Bukan rumah fisik, melainkan ruang digital di mana suara, ide, dan karya kita bisa menetap dan bertumbuh. Bagi saya, rumah itu adalah Blog.
Read More »
Menata Ulang Arah di Tengah Lelah Titik Lelah yang Menjauhkan
Read More »
Jika Cinta Adalah Bahan Bakar, Apa yang Kita Nyalakan di Kelas?
Read More »
Ruang Paling Penting untuk Mengajar Itu Bernama Rumah
![]() |
| 25 Ramadhan 1446H, Shodaqoh Pendaftaran Haji Untuk 3 Anak Kami |
Di sekolah, gelar saya adalah Guru. Tugasnya jelas: mentransfer hard skill dan karakter (softskill) agar siswa siap menghadapi kerasnya dunia industri. Sebagai guru SMK, saya terbiasa bicara soal target, efisiensi, dan kompetensi. Tapi belakangan, saya tersadar akan satu hal yang fundamental. Ternyata, laboratorium pendidikan yang paling nyata, paling sulit, sekaligus paling krusial, bukanlah ruang kelas atau bengkel praktik, melainkan ruang tamu dan meja makan di rumah sendiri.
Read More »
Refleksi Guru SMK: Menghidupkan Link and Match Melalui PBL dan Teaching Factory
Read More »
Tantangan Guru Menghadapi Generasi Z dan Alpha di Ruang Kelas
Read More »
Prompt dengan Struktur 5S (Set the scene, be Specific, Simplify your language, Structure the output, Share feedback)
Pernahkah Anda mencoba menggunakan ChatGPT atau Gemini untuk membuat soal ujian atau modul ajar, tapi hasilnya malah "ngawur" atau terlalu umum? Rasanya jadi lebih lama memperbaiki hasil AI daripada bikin sendiri dari nol, ya?
Nah, kuncinya bukan di AI-nya, tapi di Prompt (instruksi) yang kita berikan. Agar AI bekerja maksimal membantu tugas administrasi kita, yuk gunakan teknik 5S yang sangat sederhana ini:
Read More »
Memaksimalkan Pengajaran dengan ChatGPT
![]() |
| Peserta Diklat kelas B |
- Mengidentifikasi fitur-fitur aplikasi Chat Bot
- Menggunakan aplikasi Chat Bot
![]() |
| Kelompok A |
- Akses Situs Resmi: Kunjungi tautan resmi di https://chat.openai.com. Bapak/Ibu bisa masuk menggunakan akun Google (Gmail) agar lebih praktis.
- Berikan Perintah (Prompt): Di kolom bagian bawah, ketikkan apa yang Bapak/Ibu butuhkan. Gunakan bahasa Indonesia yang jelas.
- Evaluasi Jawaban: ChatGPT akan memberikan respon secara instan. Baca kembali hasilnya, lalu sesuaikan atau edit sesuai dengan kurikulum dan kondisi siswa di sekolah.
- Tanya Lebih Lanjut: Jika jawaban kurang lengkap, Bapak/Ibu bisa membalasnya seperti sedang mengobrol, misalnya: "Bisa tolong buatkan versinya yang lebih sederhana untuk anak kelas 4 SD?"
- Bapak/Ibu bisa menggunakan ChatGPT untuk berbagai kebutuhan praktis, seperti:
- Membuat Soal Ujian: "Buatkan 10 soal pilihan ganda tentang siklus air untuk kelas 5 SD beserta kunci jawabannya."
- Menyusun Ide Proyek: "Berikan ide proyek berkelompok yang seru untuk materi sejarah perjuangan kemerdekaan."
- Menyusun RPP: "Bantu saya membuat draf RPP satu lembar untuk materi Pancasila."
- Verifikasi Data: ChatGPT terkadang bisa memberikan informasi yang kurang akurat. Selalu cek kembali fakta sejarah atau rumus yang diberikan.
- Sentuhan Manusia: ChatGPT memberikan data, tapi Bapak/Ibu yang memberikan empati dan pemahaman karakter kepada siswa.
Read More »
Ketika Rapor Berbicara Kesiapan Profesional, Bukan Sekadar Nilai Akademik
|
|
|
|
|
|
|
- Relevansi Praktis: Siswa secara langsung mengalami proses seleksi kerja, mengurangi kecanggungan dan meningkatkan kesiapan mental mereka saat memasuki dunia kerja atau melanjutkan studi.
- Pengembangan Keterampilan Soft Skill: Proyek ini secara inheren melatih kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, dan manajemen waktu.
- Refleksi Diri dan Karir: Melalui psikotes dan pembuatan CV/lamaran, siswa didorong untuk mengenal potensi diri dan mengidentifikasi jalur karir yang sesuai.
- Penilaian Holistik: Nilai akhir mencerminkan spektrum kompetensi yang luas dari kemampuan fisik hingga keterampilan dokumentasi profesional menawarkan gambaran yang lebih utuh tentang kesiapan siswa.
Read More »
Memahami Ektra,Ko dan Intrakurikuler
IntraKurikuler : Kegiatan yang dilakukan dalam jam pelajaran dan merupakan kegiatan inti dari kurikulum sekolah Contoh: Kegiatan di ruang kelas wawasan kebangsaan upacara kegiatan keagamaan |
KoKurikuler: Kegiatan pendukung pembelajaran intrakurikuler bersifat penguatan dan pengayaan materi. Berupa project Contoh: Field Study(study Lapangan), outbond,study tour bakti sosial,karya tulis proyek karya siswa |
Read More »
Kerangka FIRST dan Peran Baru Guru dalam Kegiatan Kokurikuler
Kokurikuler dalam pembelajaran mendalam adalah kegiatan penguatan dan pendalaman materi yang dilakukan di luar jam pelajaran intrakurikuler untuk mengembangkan karakter dan kompetensi siswa secara utuh. Kegiatan ini dirancang untuk memperkaya pemahaman siswa melalui berbagai kegiatan seperti studi lapangan, proyek riset, atau kegiatan seni budaya, dan memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret serta bermakna di kehidupan nyata.
| Tantangan | Deskripsi | Solusi |
|---|---|---|
| 1. Keterbatasan sumber daya dan fasilitas |
Keterbatasan waktu, fasilitas, dan ruang yang memadai untuk melaksanakan kegiatan kokurikuler secara optimal. |
Peningkatan pelatihan berkelanjutan untuk guru terkait integrasi deep learning dalam kegiatan kokurikuler. |
| 2. Kurangnya pelatihan guru dalam deep learning |
Guru kurang siap dalam mengintegrasikan deep learning dalam setiap kegiatan kokurikuler |
Memberikan pelatihan berkelanjutan yang lebih terstruktur tentang pembudayaan deep learning dalam kegiatan kokurikuler. |
| 3. Kesulitan siswa dalam mengaitkan kegiatan kokurikuler dengan pembelajaran mendalam |
Siswa sering kali lebih fokus pada pencapaian tujuan sesaat tanpa mengaitkan dengan pembelajaran mendalam |
Pengelolaan kegiatan kokurikuler yang lebih terstruktur dan berbasis refleksi, serta penguatan hubungan teori dengan pengalaman nyata. |
| 4. Resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran |
Guru dan orang tua masih merasa ragu terhadap efektivitas metode deep learning dalam pendidikan dasar. |
Meningkatkan kesadaran dan pemahaman orang tua serta guru tentang manfaat deep learning melalui komunikasi dan sosialisasi yang lebih intens. |
Read More »
Pembelajaran Kolaboratif Mapel Penjaskes dalam Project Perencanaan Rumah Type 36.
Pembelajaran kolaboratif dalam proyek perencanaan Rumah Type 36 memungkinkan Penjaskes keluar dari persepsi sempit sebagai mata pelajaran non-akademis. Ia bertransformasi menjadi disiplin ilmu yang esensial dalam menentukan kualitas hidup penghuni rumah. Dengan memadukan prinsip-prinsip kesehatan fisik, mental, dan lingkungan, Penjaskes membantu siswa menciptakan produk yang berkelanjutan, fungsional, dan humanis, memenuhi tantangan perumahan di era modern.
- Kerja Sama Tim (Kolaborasi): Aktivitas proyek menuntut komunikasi dan pembagian tugas yang efektif, yang merupakan inti dari Penjaskes (misalnya dalam olahraga beregu).
- Berpikir Kritis: Siswa harus menganalisis data (misalnya standar minimum kesehatan ruang, kebutuhan luas perorangan) untuk membuat keputusan desain.
- Kreativitas dan Inovasi: Menciptakan solusi desain yang sehat dan fungsional di lahan terbatas memerlukan inovasi yang tinggi, mengintegrasikan keterbatasan fisik dengan kebutuhan kesehatan.
- Tanggung Jawab: Siswa belajar bertanggung jawab atas kontribusi mereka terhadap kualitas akhir proyek, memastikan produk perencanaan tidak hanya indah, tetapi juga layak huni dan menyehatkan.
Read More »
Sinergi Lintas Mapel di Proyek Rumah Minimalis Tipe 36 DPIB SMKN 1 Bukateja
Integrasi ruang guru di SMKN 1 Bukateja telah membuahkan hasil nyata dalam proyek pembelajaran. Ambil contoh Program Konsentrasi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) yang sedang mengerjakan proyek Perencanaan Rumah Minimalis Tipe 36.
|
Mata
Pelajaran |
Peran
Kolaborasi dalam Proyek |
Output
Siswa |
|
Bahasa Indonesia |
Merancang
rubrik penilaian untuk penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Proyek (LPJ) dan
Rencana Anggaran Biaya (RAB). Fokus pada struktur bahasa yang baku, kohesif,
dan efektif. |
Laporan
Proyek yang profesional dan tata bahasa yang tepat dalam dokumen teknis. |
|
Bahasa Inggris |
Melatih
siswa untuk melakukan presentasi desain (mock-up client meeting) menggunakan
Bahasa Inggris yang efektif. Fokus pada istilah-istilah arsitektur dan
negosiasi. |
Presentasi
desain yang meyakinkan di hadapan 'klien' (guru/industri) menggunakan Bahasa
Inggris. |
|
Mata
Pelajaran |
Peran
Kolaborasi dalam Proyek |
Output
Siswa |
|
Sejarah |
Meminta
siswa melakukan studi singkat mengenai sejarah arsitektur perumahan di
Indonesia (misalnya, pengaruh kolonial, post-modern, atau desain tropis
minimalis). |
Bagian
narasi desain yang mencantumkan justifikasi historis dan budaya dari
pemilihan konsep desain. |
|
Seni
Budaya |
Menilai
aspek estetika, komposisi warna, dan penataan ruang (tata letak) pada gambar
kerja dan rendering 3D, memastikan keselarasan visual yang artistik. |
Desain
yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai estetika dan
keselarasan visual yang tinggi. |
Mata Pelajaran | Peran Kolaborasi dalam Proyek | Output Siswa |
PJOK (Olahraga & Kesehatan) | Mengintervensi perencanaan dalam aspek Ergonomi dan Kesehatan Bangunan. Guru PJOK menilai apakah tata letak ruangan, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara sudah mendukung kesehatan fisik dan mental penghuni. | Perencanaan yang dilengkapi narasi tentang Aspek Kenyamanan dan Kesehatan, termasuk perhitungan minimal ruang gerak di dapur/kamar mandi (Ergonomi) dan rasio ventilasi (Kesehatan Bangunan). |
- Produk Relevan: Proyek Rumah Tipe 36 yang dihasilkan siswa menjadi lebih relevan dan bernilai jual, karena tidak hanya unggul secara teknis (gambar kerja), tetapi juga kuat secara presentasi, dokumentasi, dan memperhatikan aspek kesehatan/ergonomi.
- Guru sebagai Tim: Guru tidak lagi merasa bekerja sendiri, melainkan sebagai sebuah tim konsentrasi keahlian yang berkolaborasi untuk membesarkan jurusan.
Read More »




.jpeg)







.jpeg)












